cover
Contact Name
Dody Candra Harwanto
Contact Email
dcharwanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dcharwanto@gmail.com
Editorial Address
Jalan Diponegoro 233 Ungaran, Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni
ISSN : 26544466     EISSN : 26851261     DOI : 10.37368
Core Subject : Art,
Tonika merupakan jurnal interdisiplin yang mengkaji pelbagai isu dan diskursus musik. Jurnal ini mengapresiasi artikel-artikel dalam ranah kajian teoretis, filosofis dan aplikatif berdasar pada penelitian dan pengkajian. Artikel-artikel di Tonika berorientasi untuk menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan seni guna merespon perkembangan global sehingga dapat bermanfaat bagi para akademisi, praktisi, peneliti dan pengajar.
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Pendekatan Inklusif dalam Pengajaran Musik: Strategi, Pelatihan, dan Adaptasi Menghadapi Anak Berkebutuhan Khusus Riyadi, Lanang; Aprillia, Anisa
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v7i2.770

Abstract

Pendidikan musik untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus memerlukan persiapan khusus, metode pengajaran yang adaptif, dan pengembangan profesional yang berkelanjutan. Studi ini mengeksplorasi pentingnya persiapan yang disesuaikan, strategi pengajaran efektif, dan pelatihan yang berkelanjutan bagi pendidik musik. Latar belakang menekankan kebutuhan yang beragam dari anak-anak ini, mulai dari tantangan kognitif hingga emosional, yang menuntut pemahaman yang mendalam dan pendekatan individual dalam pengajaran. Tujuan penelitian adalah untuk menyelidiki metode dan strategi yang meningkatkan inklusivitas dan efektivitas pendidikan musik. Temuan menyoroti pentingnya pendekatan personalisasi, integrasi teknologi, kolaborasi dengan spesialis, dan teknik pengajaran multisensoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan individu dan menciptakan lingkungan belajar inklusif secara signifikan mempengaruhi hasil belajar. Pembahasan mengeksplorasi implikasi dari temuan ini, mendorong untuk program pelatihan yang komprehensif, workshop, dan mentorship guna mempersiapkan pendidik dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan. Kesimpulan menggarisbawahi peran kritis persiapan khusus, strategi pengajaran adaptif, dan pengembangan profesional berkelanjutan dalam mempromosikan pendidikan musik inklusif bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus, dengan tujuan meningkatkan hasil pendidikan dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Navigating the Aesthetics Landscape of Chopin's Largo From Sonata for Cello and Piano Op. 65: A Literary Approach Towards Chamber Music Swara, Lintang Pramudia
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v7i2.789

Abstract

The realm of musical aesthetics offers an endless source of exploration and interpretation. Within the Romantic era, Frédéric Chopin stands as a towering figure, renowned for his piano masterpieces. Yet, his genius extended beyond the piano, as he also crafted exquisite works for cello and piano. This article delves into the aesthetic landscape of Chopin's Cello Sonata, Op. 65, specifically focusing on the Largo movement. Employing a qualitative approach, the study examines the musical score, engages in historical and literary analysis, and observes live performances. This multifaceted approach reveals an expansion in Chopin's compositional techniques and unveils a rich aesthetic dimension that transcends the simplistic dichotomy of intramusical and extramusical elements. To fully grasp the profound impact of Chopin's Largo movement, the study incorporates a music literature approach. This approach illuminates the transformative power of chamber music, extending its influence beyond the realms of philosophical knowledge and performance aspects into a deeper, more transcendent dimension.
Proses Induksi Emosi Oleh Musik (Kajian Literatur) Hariyanto, Gabriella Charis
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v7i2.802

Abstract

Musik merupakan hal yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Keberadaan musik bukan hanya ada pada aktivitas sehari-hari namun merupakan hasil pemikiran manusia. Musik memiliki berbagai fungsi. Manusia dapat merasakan fungsi musik karena berkaitan dengan emosi manusia. Berbagai penelitian membuktikan bahwa musik dapat menginduksi emosi. Proses induksi emosi oleh musik hingga kini masih diteliti melalui berbagai bidang seperti musikologi, psikologi dan neurosains. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana emosi diinduksi oleh musik melalui mekanisme psikologis. Mekanisme psikologis yang terlibat dalam induksi musik terhadap emosi terdiri dari (1) refleks batang otak, (2) pengkondisian evaluatif, (3), penularan emosional, (4) perumpamaan visual, (5) ingatan episodik, dan (6) ekspektasi musikal. Induksi emosi oleh musik juga memicu aktivitas dalam otak khususnya amigdala. Amigdala merupakan bagian dari sistem limbik yang mengatur emosi manusia. Proses induksi emosi oleh musik secara biologis dan psikologis saling berkaitan. Perlu penelitian lebih lanjut untuk menjelaskan proses dan organ spesifik yang bekerja agar dapat mengetahui proses induksi emosi oleh musik secara mendalam. Music is an inseparable part of human life. The existence of music is not only in daily activities but is the result of human thought. Music has a variety of functions. Humans can feel the function of music because it is related to human emotions. Various studies prove that music can induce emotions. The process of induction of emotions by music is still being researched through various fields such as musicology, psychology and neuroscience. This article aims to explain how emotions are induced by music through psychological mechanisms. The psychological mechanisms involved in musical induction of emotions consist of (1) brainstem reflexes, (2) evaluative conditioning, (3), emotional contagion, (4) visual imagery, (5) episodic memories, and (6) musical expectancy. Induction of emotions by music also triggers activity in the brain, especially the amygdala. The amygdala is part of the limbic system that regulates human emotions. The process of induction of emotions by music is biologically and psychologically interrelated. Further research is needed to explain the specific processes and organs that work in order to understand the process of induction of emotions by music in depth.
Gereja Anak Berkebutuhan Khusus Eben Haezer Salatiga: Manajemen dan Fungsi Musik Gereja Sejati, Irfanda Rizki Harmono; Yemima Veronica
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v8i2.829

Abstract

Pelayanan musik gereja memiliki peran sentral dalam membangun suasana ibadah. Dalam konteks gereja yang melayani anak berkebutuhan khusus (ABK), fungsi musik menjadi lebih kompleks karena harus menyesuaikan dengan karakteristik jemaat yang memiliki kebutuhan komunikasi, emosional, dan kognitif yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis manajemen pelayanan musik gereja serta fungsi musik dalam konteks Gereja ABK Eben Haezer Salatiga. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelayanan musik di Gereja ABK Eben Haezer memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan gereja Kristen pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan khusus jemaat yang dilayani. Setiap pelayan musik di gereja ini diwajibkan memiliki kemampuan komunikasi dalam bahasa isyarat, yang memungkinkan interaksi yang efektif dan inklusif dengan jemaat berkebutuhan khusus. Selain itu, musik gereja dalam konteks ini memiliki tiga fungsi utama antara lain musik sebagai pengiring utama dalam ibadah yang menciptakan suasana khidmat dan mendukung tata liturgi, musik berperan sebagai terapi yang memberikan efek positif secara emosional dan psikologis bagi jemaat, dan musik menjadi media ekspresi jemaat kepada Tuhan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi gereja-gereja lain yang ingin mengembangkan pelayanan musik yang inklusif dan relevan dalam konteks jemaat berkebutuhan khusus.
Analisis Bentuk dan Struktur Musik Lagu “110 Tahun Injil Masuk Toraja” dalam Festival Vokal Grup Gereja Toraja Sambira, Zefanya; Palimbong, Andriano Mario; Verjanti, Kris
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v8i2.836

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara tekstual bentuk musik beserta strukturnya dari karya lagu “110 Tahun Injil Masuk Toraja”. Lagu ini dipilih sebagai objek penelitian karena selain memuat mengenai budaya Toraja dan ajaran Kristen, unsur musikal yang terdapat di dalamnya termasuk unik dan punya ciri khas tertentu. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan perspektif musikologi sebagai acuan utama dalam penelitian ini. Subjek dan data utama penelitian ini adalah lagu “110 Tahun Injil Masuk Toraja”. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pemikiran Hugh M. Miller dan Karl Edmund Prier. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat enam unsur musik yang membentuk lagu tersebut antara lain unsur pertama, yaitu elemen waktu yang terdiri dari tempo, meter, dan ritme. Tempo yang digunakan adalah moderato dengan meter yaitu 4/4, sedangkan ritmenya terdiri dari enam pola yang masing-masing memiliki pola berbeda-beda. Unsur kedua yaitu melodi yang lebih banyak menggunakan not seperdelapan pada setiap birama lagu. Unsur ketiga yaitu harmoni menggunakan empat akor, yakni akor I, 1V, V, dan vi, baik posisi dasar ataupun balikan. Unsur keempat yaitu tonalitas menggunakan D Mayor, yang memiliki nada terendah sol (A3) dan nada tertinggi do (D5). Unsur kelima yaitu tekstur yang terdiri dari tiga jenis antara lain monofoni, homoritmik, dan polifoni. Unsur keenam yaitu dinamika dan ekspresi menggunakan decresendo dan staccato. Selain itu, struktur musik terdiri tiga bagian yaitu A, B, C dengan pengulangan pada bagiannya menjadi A-A’-B-B’-C-B-B’.
Integrasi Nilai Budaya Lokal dalam Pendidikan Musik Setyatama, Benediktus Aldin
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v8i2.839

Abstract

Pendidikan seni musik memiliki peran penting tidak hanya dalam mengembangkan estetika, tetapi juga dalam membentuk karakter dan memperkuat identitas budaya peserta didik. Namun, praktik pembelajaran musik di sekolah sering kali masih terfokus pada repertoar modern dan kurang menonjolkan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya integrasi budaya lokal dalam pendidikan seni musik serta mengidentifikasi strategi implementasinya di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka dan observasi terhadap praktik pembelajaran seni musik berbasis budaya lokal di beberapa sekolah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran musik berbasis budaya lokal melalui penggunaan lagu daerah, alat musik tradisional, dan kolaborasi dengan seniman lokal dapat meningkatkan apresiasi budaya, kreativitas, serta rasa kebanggaan siswa terhadap identitas nasional. Meskipun demikian, ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru, dan minimnya dukungan kebijakan pendidikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam pendidikan seni musik efektif dalam memperkuat karakter dan kesadaran budaya peserta didik. Implikasinya, diperlukan pengembangan kurikulum yang kontekstual, peningkatan kompetensi guru, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan untuk menjadikan budaya lokal sebagai fondasi pembelajaran seni musik di sekolah.
Analisis Struktur Piano Sonata KV 279 Movement II Karya Wolfgang Amadeus Mozart Oktorian; Richard Junior Kapoyos; Oktorian, Oktorian
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v8i2.852

Abstract

Analisis secara mendalam mengenai bentuk sonata awal Mozart seperti piano sonata KV 279 movement II masih jarang dibahas, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk musik dan progresi harmoni piano Sonata KV 279 movement II karya Wolfgang Amadeus Mozart. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan teori analisis bentuk musik dari Karl Edmund Prier, Bruce Benward, dan William E. Chaplin. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk sonata KV 279 movement II terdiri dari eksposisi sebanyak 28 birama, development sebanyak 14 birama, dan rekapitulasi sebanyak 32 birama. Keunikan dari karya ini adalah ciri binary form dengan kecenderungan rounded binary, tetapi dengan sentuhan ekspresif yang kaya, penggunaan ornamentasi yang tidak berlebihan khas Mozart, dan kesan harmoni yang lembut mengakibatkan warna suara yang dihasilkan menjadi terang tetapi hangat. Penelitian ini berimplikasi terhadap penguatan pemahaman tentang bentuk musik klasik dan dapat menjadi panduan bagi pengajar untuk menjelaskan mengenai struktur musik Sonata KV 279 movement II karya Mozart.
Analisis Makna Lirik Lagu "Sejuta Rasa" Army of God Worship dalam Perspektif Teologi Protestan Jordi Kristo Apriles; Demianus Nataniel; Jordi Kristo Apriles, Jordi Kristo Apriles
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v8i2.872

Abstract

Dalam konteks musik gereja, menciptakan sebuah karya musik berupa lagu harus memiliki dasar utama dari kebenaran Firman Tuhan. Ini membantu jemaat untuk mengerti dan memahami ajaran Alkitab melalui nyanyian. Berdasarkan perspektif teologi Protestan, lagu rohani yang dinyanyikan di gereja seharusnya berdasarkan dari Firman Tuhan, bukan semata-mata atas emosional serta pengalaman pribadi yang tidak bisa dijadikan landasan utama iman Kekristenan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkritisi lirik lagu Sejuta Rasa karya Army of God Worship dari perspektif teologi Protestan Injili. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis teks lirik, serta studi literatur teologi untuk menilai kesesuaian isi lagu dengan doktrin iman Kristen Protestan. Data utama berupa teks lirik lagu Sejuta Rasa, sedangkan data sekunder berasal dari Alkitab, buku teologi, dan literatur akademik tentang penyembahan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Sejuta Rasa adalah pujian yang menonjolkan aspek pengalaman emosional manusia terhadap hadirat Allah dan kurang menegaskan aspek objektif karya Allah dalam Kristus sebagaimana ditekankan dalam teologi Protestan yang mengedepankan dan memperhatikan pujian yang tetap berlandaskan Firman Tuhan dan kebenarannya.

Page 11 of 11 | Total Record : 108