cover
Contact Name
Ana siti nurmasyithah
Contact Email
anasitinurmasyithah@gmail.com
Phone
+6282366756766
Journal Mail Official
jstr@pnl.ac.id
Editorial Address
Jalan Banda Aceh-Medan Km 280.3 Buketrata Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
ISSN : 1693248X     EISSN : 25491202     DOI : http://dx.doi.org/10.30811/jstr
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi atau boleh disingkat dengan nama JSTR, berfokus pada banyak Aspek Teknik Kimia, seperti: Teknik Reaksi Kimia, Teknik Kimia Lingkungan, Energi Fosil dan Terbarukan, serta Sintesis dan Pengolahan Material.
Articles 318 Documents
Pengaruh Lama Fermentasi Limbah Cair Tahu Pada Kadar Kalium (K) Sihabuddin Sihabuddin
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 01 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i01.2911

Abstract

Limbah cair proses pembuatan tahu masih banyak mengandung kadar Kalium yang tinggi. Daripada dibuang begitu saja dapat mencemari, maka dimanfaatkan untuk pupuk. Agar mudah diserap tumbuhan maka harus difermentasi. Proses fermentasi limbah cair tahu dengan menambahkan kulit pisang, kubis dan bioaktivator EM4. Variabel yang digunakan rasio berat kulit pisang dengan kubis pada starter, dan juga lama fermentasi. Kesimpulannya, rasio berat kulit pisang dan kubis makin kecil, kadar Kalium (K) tidak berpengaruh sama sekali. Pada semua variabel harganya konstan rata – rata 0.45%. Kata kunci : fermentasi, kulit pisang, kubis, EM4
Pengaruh Lama Fermentasi Limbah Cair Tahu Pada Kadar Kalium (K) Sihabuddin Sihabuddin
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 01 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i01.2990

Abstract

Limbah cair proses pembuatan tahu masih banyak mengandung kadar Kalium yang tinggi. Daripada dibuang begitu saja dapat mencemari, maka dimanfaatkan untuk pupuk. Agar mudah diserap tumbuhan maka harus difermentasi. Proses fermentasi limbah cair tahu dengan menambahkan kulit pisang, kubis dan bioaktivator EM4. Variabel yang digunakan rasio berat kulit pisang dengan kubis pada starter, dan juga lama fermentasi. Kesimpulannya, rasio berat kulit pisang dan kubis makin kecil, kadar Kalium (K) tidak berpengaruh sama sekali. Pada semua variabel harganya konstan rata – rata 0.45%. Kata kunci : fermentasi, kulit pisang, kubis, EM4
KAJIAN KINETIKA, ANALISIS ENERGI, DAN ANALISIS EKSERGI PENGERINGAN UBI JALAR CILEMBU DENGAN TRAY DRYER Tifa Paramitha
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 01 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i01.3066

Abstract

Proses pengeringan ubi jalar (Ipomoea batatas) varietas cilembu dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan daya simpan bahan. Proses pengeringan ubi jalar cilembu dikerjakan dengan menggunakan alat pengering jenis tray dryer pada suhu 50 °C dan laju alir 2 m/s. Kajian kinetika diperoleh bahwa model yang paling akurat dalam mereprentasikan kinetika pengeringan ubi jalar cilembu adalah model Page dengan persamaan kinetika adalah MR = exp (-0,0033t1,3894). Hasil analisis energi diketahui bahwa penggunaan energi dan rasio penggunaan energi mengalami kenaikan pada awal proses hingga menit ke-40 dan selanjutnya mengalami penurunan karena kadar air dalam sampel rendah. Nilai penggunaan energi dan rasio penggunaan energi berturut-turut pada rentang 7,96-9,19 kJ/s dan 0,51-0,61. Sementara itu, efisiensi eksergi berada pada rentang 28-31%. Hal tersebut menunjukkan bahwa efisiensi eksergi relatif rendah karena sebagian besar eksergi yang disediakan terbawa oleh udara keluar tray dryer. Kata kunci: ubi jalar cilembu, kinetika, energi, eksergi, pengeringan
Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik Satriananda Satriananda; Khairul Nasrizal; Suryani Salim
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 01 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i01.3114

Abstract

Pada penelitian ini mempelajari proses pretreatment limbah pengolahan kopi untuk menghasilkan biogas pada proses anaerobik. Limbah cair pengolahan kopi merupakan limbah cair yang berasal dari air buangan pada proses pencucian (washing) dan pengupasan (pulping) kopi. Limbah cair pengolahan kopi sendiri memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi sehingga cocok untuk dikonversi menjadi biogas. Konversi limbah cair kopi menjadi biogas dilakukan dengan menambahkan kotoran sapi dan kulit kopi sebagai substrat dengan variasi berat bioarang kulit tanduk terdiri dari: 0; 5; 10; 15; 20 gram. Lama fermentasi untuk setiap perlakuan adalah 30 hari. Sebelum dilakukan fermentasi, kulit kopi terlebih dahulu dilakukan pretreatment menggunakan NaOH 8% dan aquades untuk menghilangkan lignin pada kulit kopi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada proses anaerobik. Variabel yang diukur meliputi Chemical Oxygen Demand (COD), Total Solids (TS), Volume Biogas, dan pH. Dari hasil penelitian diperoleh nilai terbaik pada digester dengan pretreatment NaOH 8% menggunakan bioarang kulit tanduk kopi sebanyak 15 gram. Nilai COD awal dan akhir yaitu sebesar 7.200 mg/L O2 dan 1.800 mg/L O2 dengan persentase penyisihan senyawa organik sebesar 75%, Total Solid awal dan akhir sebesar 10.940 mg/L dan 14.540 mg/L, Volume biogas 5.200 mL, derajat keasaman (pH) awal dan akhir sebesar 7,4 dan 5,7.  Perlakuan awal dengan pretreatment dan penambahan bioarang mempengaruhi volume biogas yang dihasilkan.Kata kunci : Aquades, Bioarang, Biogas, NaOH, PretreatmentPada penelitian ini mempelajari proses pretreatment limbah pengolahan kopi untuk menghasilkan biogas pada proses anaerobik. Limbah cair pengolahan kopi merupakan limbah cair yang berasal dari air buangan pada proses pencucian (washing) dan pengupasan (pulping) kopi. Limbah cair pengolahan kopi sendiri memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi sehingga cocok untuk dikonversi menjadi biogas. Konversi limbah cair kopi menjadi biogas dilakukan dengan menambahkan kotoran sapi dan kulit kopi sebagai substrat dengan variasi berat bioarang kulit tanduk terdiri dari: 0; 5; 10; 15; 20 gram. Lama fermentasi untuk setiap perlakuan adalah 30 hari. Sebelum dilakukan fermentasi, kulit kopi terlebih dahulu dilakukan pretreatment menggunakan NaOH 8% dan aquades untuk menghilangkan lignin pada kulit kopi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada proses anaerobik. Variabel yang diukur meliputi Chemical Oxygen Demand (COD), Total Solids (TS), Volume Biogas, dan pH. Dari hasil penelitian diperoleh nilai terbaik pada digester dengan pretreatment NaOH 8% menggunakan bioarang kulit tanduk kopi sebanyak 15 gram. Nilai COD awal dan akhir yaitu sebesar 7.200 mg/L O2 dan 1.800 mg/L O2 dengan persentase penyisihan senyawa organik sebesar 75%, Total Solid awal dan akhir sebesar 10.940 mg/L dan 14.540 mg/L, Volume biogas 5.200 mL, derajat keasaman (pH) awal dan akhir sebesar 7,4 dan 5,7.  Perlakuan awal dengan pretreatment dan penambahan bioarang mempengaruhi volume biogas yang dihasilkan.Kata kunci : Aquades, Bioarang, Biogas, NaOH, Pretreatment
Green Teknologi Sintesis Biodisel Dengan Menggunakan Metode Route Non-Alcohol Dengan Katalis Heterogen R Ridwan; E Elfiana; M Mukhsin; Aulia Fikri
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 02 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i02.3276

Abstract

Saat ini riset mengenai sintesis biodiesel telah banyak dilakukan dengan cara transesterifikasi. Pembuatan biodiesel yang dilakukan secara transesterifikasi dengan reaktan methanol dan katalis basa memiliki banyak kelemahan diantaranya terjadinya reaksi penyabunan dan sulit dipisahkan karena katalis bersifat homogen. Penggunaan biokatalis di lingkungan beralkohol dengan proses transesterifikasi menyebabkan biokatalis terdeaktivasi secara cepat dan stabilitasnya akan menjadi buruk. Melalui Penelitian Diharapkan proses sintetis biodiesel dengan proses interesterifikasi melalui route non-alcohol mampu menjadikan alternatif bahan baku selain mudah didapatkan dan mempunyai manfaat tersendiri dari segi biodiesel yang akan dihasilkan. Dengan menggunakan Green Teknologi metode route non-alcohol menggunakan katalis heterogen Metil asetat KOH. Luaran yang ditargetkan adalah biodiesel dengan kualitas yang meningkatkan sesuai standar SNI, publikasi artikel ilmiah, buku laporan Green Teknologi Sintesis Biodiesel Dengan Menggunakan Metode Route Non- Alcohol Dengan Katalis Heterogen. Penggunaan metil asetat bertujuan sebagai pengganti pemakaian alcohol yang biasanya digunakan pada metode transesterifikasi biodiesel, oleh karena itu metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Interesterifikasi biodiesel melalui rute non alcohol dengan menggunakan katalis heterogeny untuk menghasilkan biodiesel dengan kualitas sesuai SNI. Temperatur proses sangat mempegaruhi keberhasilan reaksi pembentuk biodiesel. Perolehan FFA (Free Fatty Acid) biodiesel dengan metode Interesterifikasi terbaik sebesar 2,8 % pada temperature 60℃ masih berada dalam range densitas biodiesel yang mengacu pada SNI 04-7182:2015. Perolehan dengan proses Interesterifikasi menghasilkan nilai angka setana terbaik sebesar 55,6 masih berada dalam range densitas biodiesel yang mengacu pada SNI 04-7182:2015. Pengujian kualitas biodiesel dalam penelitian ini menggunakan analisa GC-MS diperoleh bahwa terbentuknya senyawa metil asetat dan dapat diterapkan untuk pembentukan biodiesel.Kata kunci—  Biodiesel, Green teknologi, Heterogen, Interesterifikasi
PEMBUATAN BIOPLASTIK RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS PLA-PCL DENGAN COMPOSITE CATECHIN DAN KITOSAN SEBAGAI BAHAN BARU PENGGANTI PLASTIK BERBASIS PETROLEUM Suryani Suryani; Teuku Rihayat; Fitria Fitria; Aida Safitri
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 01 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i01.3391

Abstract

ABSTRAK Kemasan aktif, juga dikenal sebagai Kemasan Cerdas dan Kemasan Cerdas, dimaksudkan untuk mendeteksi dan memperingatkan pembusukan atau kemungkinan masalah dalam makanan kemasan. Sistem ini berfungsi sebagai indikator kualitas untuk menjamin keamanan pangan dan dibagi menjadi dua jenis: langsung (kelembaban, waktu-suhu, kesegaran, kerusakan, dan biosensor) dan pasif (ketertelusuran dan pelacakan). Karena perbedaan kimia, informasi kualitatif yang diberikan oleh penanda ini berbeda. Reaksi atau perkembangan mikrobiologi sebagai akibat dari waktu dan proses. Interaksi antara metabolit yang dihasilkan oleh pertumbuhan mikroba dan bahan kimia indikator memberikan sinyal visual serta informasi tentang degradasi. Bahan polimer telah menjadi bagian dari peradaban kontemporer selama beberapa dekade, memungkinkan pengembangan bidang kegiatan baru dan penerapan bidang kerja baru. Komposisi 0,9 g Kitosan: 0,1 g Katekin dengan gugus C - H, O - H, C = O, dan C - O memberikan hasil terbaik. Tes SEM menunjukkan permukaan yang halus dengan ikatan antarmuka yang baik terbentuk antara matriks dan pengisi; namun masih terdapat residu kitosan yang tidak larut karena proses pencampuran yang tidak homogen dan penggunaan pelarut yang tidak kompatibel. Kata kunci : PLA; PCL; Kitosan; katekin; FT-IR
Pembuatan Kertas Komposit Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis) Dan Limbah Kertas Hvs Dedi Safrizal; Muhammad Herry; Nada Cinta Rahmadhani; Satriananda Satriananda
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 01 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i01.3234

Abstract

Pada penelitian ini mempelajari proses pembuatan kertas komposit dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dibuat dengan cara memvariasikan konsentrasi NaOH dan waktu pemasakan. Adapun variasi konsentrasi NaOH yang digunakan 5%, 10%, dan 15%. Serta waktu pemasakan yang bervariasi yaitu 80, 100, dan 120 menit dengan metode pemasakan menggunakan autoclave. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh NaOH terhadap kualitas kertas komposit dan mengetahui pengaruh waktu pemasakan terhadap kualitas kertas komposit yang dihasilkan. Analisa gramatur, kadar selulosa, kadar air, dan uji tarik. Dari hasil penelitian diperoleh data secara keseluruhan kertas komposit yang baik diperoleh pada konsentrasi NaOH 15% dan waktu pemasakan 120 menit memperoleh nilai gramatur sebesar 6,76%, kadar selulosa sebesar 99,40%, kadar air mempunyai data yang baik diperoleh pada konsentrasi NaOH 5% dengan waktu pemasakan 120 menit sebesar 3,21% dan kuat tarik mempunyai nilai sebesar 0,6476 MPa.  Semua hasil uji telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kata kunci : Kertas komposit, Sabut kelapa, Limbah, Autoclave, Selulosa
Evaluasi Alat Rotary Screening Machine Untuk Produksi Dan Komersialisasi Produk Cocofiber Dan Cocopeat Lokal Menuju Go-Internasional Satriananda Satriananda; Muhammad Nasir; Ibrahim Ibrahim; Muhammad Haikal; Nurhanifa Nurhanifa; Isra Adelya Izzati
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 02 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i02.3332

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara tropis  dengan  kondisi  agroklimat  yang sangat mendukung untuk pertumbuhan  pohon  kelapa. Tapeh u (sabut kelapa) ini dapat dikembangkan menjadi beragam produk, Peningkatan potensi ekonomi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat atau petani kelapa sebagai produsen. Adapun teknologi Rotary Screening akan digunakan pada penelitian ini untuk melihat efektifitas proses produksi cocopeat dan cocofiber. Rotary Screening machine bekerja dengan cara menggantikan tangan manusia atau alat cacah tradisional sebagai penghancur serabut kelapa  sekaligus dapat memilah atau memisahkan cocopeatnya. Setelah dilakukan pengujian perlakuan sabut kelapa dengan bahan sabut kering dan sabut basah yang divariasi lama perendaman 0 hari, 3 hari, 6 hari, 9 hari dan 12 hari serta variasi putaran rotary screening machine yaitu pada 50 rpm, 100 rpm dan 150 rpm, maka diperoleh hasil terbaik produk cocofiber dan cocopeat yang dihasilkan yaitu pada waktu perendaman 9 hari dengan kecepatan putar 150 rpm dan waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi bahan baku 10 kg paling singkat yaitu 5 menit.  Semakin lama waktu perendaman membuat semakin lunak dan mudah sabut untuk diurai, namun harus diperhartikan jika terlalu lama waktu perendaman juga justru akan merusak strukrur cocofiber dan mambuat sabut hancur seluruhnya. Semakin cepat putaran Rotary Screening Machine (150 rpm) akan membuat persentase produk paling balance dan efisiensi waktu produksi makin baik.Kata Kunci:  Kelapa, Cocofiber-Cocopeat, Pertanian, Teknologi Rotary Screening
APPLICATION OF DRYING BLOWER OVEN TECHNOLOGY TO SPICES FOR THE PRODUCTION OF INSTANT SEASONING POWDER Syafruddin Syafruddin; Teuku Rihayat; Awanis Ilmi; Rika Annisa; Nelly Safitri; Muhammad Nasir
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 02 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i02.3402

Abstract

ABSTRAKDi Aceh, banyak bumbu instan masakan Aceh yang dijual dalam bentuk bumbu basah. Bumbu instan basah ini menjadi pilihan masyarakat Aceh untuk mempersingkat waktu memasak. Bumbu instan basah ini tidak dapat dipasarkan ke luar daerah karena umur simpannya yang tidak tahan lama dan tidak praktis untuk dibawa-bawa. Dengan inovasi masakan Aceh bumbu instan berupa bubuk kering dapat mendorong industri makanan lokal Aceh. Teknologi yang digunakan adalah Oven Drying Blower yang akan digunakan sebagai teknologi pengeringan bahan baku bumbu menjadi bumbu masak yang praktis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengeringan rempah-rempah dengan mengukur perubahan suhu, kelembaban relatif, penurunan berat bahan, laju aliran udara, laju aliran volume udara, kadar air bahan terhadap waktu, laju pengeringan terhadap waktu, dan laju pengeringan terhadap kadar air. Bumbu instan Aceh Spices juga akan dilakukan persyaratan yang sesuai dengan pengujian kadar abu, pengujian kadar air, dan pengujian organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif proses pengeringan dipakai suhu di bawah 55˚C diulang sebanyak 3 (tiga)  kali sampai mencapai kadar air 8 – 10 %bk. Hasil pengamatan menunjukan bahwa selama proses pengeringan tercatat Rh luar alat pengering antara 83,28%-89,50%. Juga Rh di dalam alat pengering diamati dan dicatat berkisar antara 86,58%-97,91%. Kadar cabai merah selama proses pengeringan mengalami penurunan dari 38,75% turun hingga rata – rata 18,05% dengan perincian pada ruang satu dan dua mencapai 17,4%, ruang tiga dan empat 16,95% dan ruang lima dan enam 16,6%. Dengan waktu pengamatan selama 4 jam. Kata Kunci : Rempah Aceh, Drying blower oven, Rempah-rempah kering, Instant seasoning powder.
Peningkatan Performa Virgin Coconut Oil (Vco) Berbasis Aloe Vera Dengan Tween 80 Sebagai Emulsifier Yunus, M.
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 02 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i02.3254

Abstract

Dalam pembuatan kosmetik salah satu proses yang paling penting adalah pengemulsian air dan minyak. Agar kedua bahan ini dapat menyatu di butuhkan emulsifier yaitu Tween 80. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tween 80 dan waktu pengadukan terhadap karakteristik pengemulsian yang meliputi nilai viskositas, nilai bobot jenis, nilai pH dan homogenitas berdasarkan SNI-163499-1996. Proses pencampuran dilakukan dengan memvariasikan volume tween 80, 30 ml; 40 ml; 50 ml dan waktu pengadukan 6 menit; 7 menit; 8 menit dengan perbandingan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Aloe Vera 1: 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pada waktu pengadukan 8 menit sampel No 7, 8, 9 telah memenuhi semua persyaratan yang telah di tetapkan berdasarkan SNI dan uji homogenitas menunjukkan tidak ada fase pemisahan yang terjadi selama 2 bulan. Kata Kunci: Aloe Vera, Emulsifier, Tween 80, Virgin Coconut Oil (VCO)

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 01 (2025): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 22, No 02 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 22, No 01 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 21, No 02 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 21, No 01 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 20, No 02 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 01 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 19, No 02 (2021): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 19, No 01 (2021): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 18, No 02 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 18, No 01 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 17, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 17, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 2 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 2 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 2 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 2 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi More Issue