cover
Contact Name
Ana siti nurmasyithah
Contact Email
anasitinurmasyithah@gmail.com
Phone
+6282366756766
Journal Mail Official
jstr@pnl.ac.id
Editorial Address
Jalan Banda Aceh-Medan Km 280.3 Buketrata Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
ISSN : 1693248X     EISSN : 25491202     DOI : http://dx.doi.org/10.30811/jstr
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi atau boleh disingkat dengan nama JSTR, berfokus pada banyak Aspek Teknik Kimia, seperti: Teknik Reaksi Kimia, Teknik Kimia Lingkungan, Energi Fosil dan Terbarukan, serta Sintesis dan Pengolahan Material.
Articles 318 Documents
PENYISIHAN ION LOGAM FE MENGGUNAKAN ADSORBEN KAOLIN YANG DIMODIFIKASI SURFAKTAN Alfian Putra; Teuku Rihayat; Rima Dhinta Dewi Astuti
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 02 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i02.3388

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mempersiapkan adsorben berbahan baku kaolin alam yang dimodifikasi CTAB untuk menyisihkan ion logam Fe2+ dari permukaan air. Kaolin alam dicuci dengan air suling dan selanjutnya dikeringkan dalam oven dryer, Kaolin selanjutnya di aktivasi dengan HCL 1 N, dan di modifikasi dengan surfaktan CTAB dengan perbandungan 45% dari berat kaolin. Proses penyerapan dilakukan dengan mencampurkan 2 gram adsorben yang telah dimodifikasi pada 100 ml sampel air yang mengandung 3 ppm ion logam Fe2+ diikuti dengan pengadukan 100 rpm, pH 5, dan suhu 300C. Konsentrasi Fe2+ pada permukaan air dianalisa dengan menggunakan AAS setiap selang waktu tertentu dalam periode 20 – 100 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan adsorben kaolin tanpa modifikasi mampu menurunkan konsentrasi Fe2+ sebesar 62,23% selama 40 menit, sedangkan adsorben dari kaolin modifikasi surfaktan pada awal proses mampu menurunkan konsentrasi Fe2+ mencapai 73,8% pada waktu 10 menit. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan bahwa adsorben kaolin modifikasi mampu menyerap ion logam Fe2+ lebih banyak dalam waktu singkat karena mempunyai permukaan kontak yang luas dan juga mempunyai struktur permukaan acak, dibandingkan dengan adsorben kaolin yang tidak modifikasi surfaktan mempunyai struktur morfologinya yang beraturan. Kata kunci : Adsorpsi, Fe, Adsorben, Kaolin, CTAB
Characterization and Physical Propertiesof Terpene Compound in Citronella Essential oil as Sources of Antibacterial Perfume Teuku Rihayat; Rizal Syahyadi; Hismendi Hismendi; Nelly Safitri; Aida Safitri
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 02 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i02.3403

Abstract

ABSTRACT Along with the development of modern industries such as the perfume, cosmetic, food, aromatherapy and pharmaceutical industries, the world's need for essential oils is increasing every year. Several parameters developed in this article include the effect of pressure (1, 2, 4, 6, 8) mmHg and time (20, 40, 60) minutes until final boiling point on the volume of oil produced and geraniol concentration. The analysis carried out was GCMS analysis and bacterial activity in the application of perfume products. From the research results it was found that at 1 atm pressure the geraniol concentration increased by 50% to 80.11%. Apart from these compounds, other compounds were also obtained such as citronellol, rhodinol and cheprol. at this pressure also produced the highest product volume of 21.2 ml. The application of the product resulting from the vacuum distillation process in the form of an anti-bacterial perfume at an incubation time of 48 hours has the strongest anti-bacterial activity with a diameter of 10.13 mm against Staphylococcus aureus bacteria.Keywords: Characterization, Citronella Oil, Vacuum Distillation, Perfume, Terpene
Evaluasi Kinerja Heat Exchanger E-401 Pada Unit Pe3 Pt. Lotte Chemical Titan Nusantara Achmad Naufal Al Ghifary; Amanda Nabila Hasya; Tubagus Riadz; Lia Cundari
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 01 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i01.3255

Abstract

Heat exchanger adalah peralatan yang digunakan dalam proses perpindahan panas antara fluida dingin dan panas yang memiliki perbedaan temperatur tanpa terjadi proses perpindahan massa di dalamnya. Permasalahan yang ada pada alat heat exchanger berupa pembentukan fouling yang dapat dipengaruhi oleh kondisi operasi yaitu temperatur fluida. Pembentukan fouling pada alat heat exchanger dapat menurunkan efisiensi kerja dari alat ini. Dalam laporan ini, dilakukan evaluasi kinerja heat exchanger E-401 pada Unit PE-3 PT. Lotte Chemical Titan Nusantara untuk mengetahui pengaruh dari gangguan pembentukan fouling terhadap kinerja dari heat exchanger E-401. Evaluasi kinerja heat exchanger E-401 diselesaikan dengan metode perhitungan Kern yang menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Penelitian ini mengambil data operasional heat exchanger E-401 dalam rentang periode Agustus hingga Desember 2021 dengan tingkat efisiensi aktual sebesar 64.07%; 47.15%; 63.53%; 66.08%; 73.23%. Nilai fouling factor hasil perhitungan data aktual sebesar 0.0002 m2hOC/kcal. Heat exchanger E-401 memenuhi tingkat efisiensi desain jika mencapai angka 74.5827% dan nilai fouling factor desain sebesar 0.0007 m2hOC/kcal. Untuk itu, perlu dilakukan optimasi desain heat exchanger agar meningkatkan efisiensi kinerja alat.Kata Kunci: Heat Exchanger, Fouling Factor, Efisiensi
DISTILASI MINYAK GAHARU UNTUK BAHAN BAKU MINYAK WANGI DENGAN MEMANFAATKAN SUMBER ENERGI MATAHARI (PHOTOVOLTAIC) Nelly Safitri; Suprihardi Suprihardi; Ridwan Ridwan; Teuku Rihayat; Nurhanifa Aidy; Een Setiawati
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 02 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i02.3389

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan sistem photovoltaic untuk mendapatkan enegi listrik dengan menggunakan sistem photovoltaic. Sistem Photovoltaic merupakan suatu modul yang digunakan untuk menyerap panas yang terpapar oleh sinar matahari yang diubah menjadi energi listrik. Tujuan dari peneilitian ini adalah penggunaan modul (panel surya) dengan kapasitas 100 wp dapat menyerap panas yang dikonversikan menjadi energi listrik sebanyak 100 watt/jam yang nantinya diharapkan dapat menjadi penganti listrik konvensional yang akan dimanfaatkan untuk proses penyulingan. Perlakuan yang dilakukan dengan memvariasi waktu penyulingan minyak gaharu divariasikan dalam 3 jam, 4,5 jam dan 6 jam dan waktu perendaman bahan baku juga divariasikan dalam 14 hari, 16 hari, 18 hari dan 20 hari. Pengujian minyak nilam hasil penyulingan menggunakan solarcell dengan memanfaatkan metode photovoltaic untuk analisa senyawa menggunakan kromatografi Gas-Spektrometri Massa (GC-MS) senyawa kimia yang terindentifikasi memiliki % luas terbesar adalah gualiol yaitu sebesar 52,75%, selinene sebesar 17,80% dan panasinsen yaitu sebesar 5,90%. Pelakuan perendaman selama 18 hari dengan waktu operasi selama 6 jam. Sedangkan pada pengujian kerapatan dari minyak gaharu diperoleh nilai tertinggi pada waktu destilat selama 3 jam dengan lama perendaman 16 hari yaitu sebesar 0,8894 kg/cm3. Waktu penyulingan berpengaruh terhadap berat jenis minyak, semakin lama proses penyulingan maka, semakin meningkat berat jenis yang diperoleh. Kata kunci : Penyulingan; Essensial oil; Photovoltaic;
PENERAPAN TEKNOLOGI ROTARY SCREENING MACHINE UNTUK KOMERSIALISASI PRODUK COCOFIBER DAN COCOPEAT DI LHOKSEUMAWE Satriananda Satriananda; Muhammad Nasir; Muhammad Haikal; Ibrahim Ibrahim; Nurhanifa Nurhanifa; Isra Adelya Izzati
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 01 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i01.3080

Abstract

Pemanfaatan sabut kelapa yang terdiri dari Cocopeat dan Cocofiber dapat diolah menjadi kriya dan media tanam. Cocofiber dapat diolah menjadi produk peralatan rumah tangga, pot bunga, bahan baku  industri carpet, jok dan dashboard mobil. Sedangkan cocopiet sendiri dapat digunakan sebagai media tanam yang mampu menyuburkan tumbuhan yang dapat menggantikan pemakaian pupuk yang lebih mahal, lebih ramah lingkungan dan renewable. Teknologi rotary screening machine dibuat bertujuan untuk memanfaatkan potensi sabut kelapa lokal yang meilmpah di wilayah pesisir Aceh Utara dan Lhokseumawe menjadi  produk  yang memiliki nilai jual yang tinggi hingga dapat meningkatkan potensi ekspor. Peningkatan potensi ekonomi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat atau petani kelapa sebagai produsen. Rotary Screening machine bekerja dengan cara menggantikan tangan manusia atau alat cacah tradisional sebagai penghancur serabut kelapa  sekaligus dapat memilah atau memisahkan cocopeatnya. Rotary screening terpasang horizontal menggunakan transmisi roda gigi lurus yang berfungsi sebagai penyaluran putaran dari motor. Material dicurahkan langsung dari corong truk mixer dan dipisahkan di dalam tabung screening yang memiliki diameter 83 cm. Volume Run / kapasitas produksinya satu kali adalah sebanyak 70 kg dalam waktu 1 jam. menggunakan penggerak mesin diesel 8 HP sebagai pengganti motor listrik, ukuran panjang pengayak  3,5 m, menggunakan reducer UCF 50 untuk mengurangi kecepatan putaran menjadi 50 rpm, menggunakan  jaring pengayak dengan ukuran 5 mm agar pengayakan serat pendek menjadi lebih cepat. Pada bagian dalam tabung screening terdapat pelat spiral yang berguna untuk mengalirkan material hingga ke sisi keluaran material. Sudut kemiringan tabung screening memudahkan material untuk turun. Putaran tabung screening didapatkan dengan hubungan langsung antara motor penggerak dengan poros yang berada di garis sumbu tabung screening. Material yang lolos jatuh dan tersimpan di outlet yang berada di bawah tabung screening sesuai dengan jenis materialnya masing-masing. Material dievakuasi dengan membuka gate pada oulet dengan mudah. Hasil campuran material yang telah dipisahkan kemudian tersimpan di bak portable yang berada di bawah tabung screening agar  selanjutnya  dapat dievakuasi dengan mudah.                                                                 Kata kunci: Sabut kelapa, Rotary Screening Machine, Cocofiber, Cocofiber, Pemisahan
SINTESA SUPERABSORBEN POLIMER HYBRID KOMPOSIT AMPAS TEBU-KITOSAN SEBAGAI MEDIA TANAM PENYIMPAN AIR Dea Rama Savitri; Satriananda Satriananda; Reza Fauzan
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 17, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v17i1.3257

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis superabsorben hybrid komposit selulosa ampas tebu dan kitosan. Polimer superabsorben (SAP) adalah suatu bahan yang dapat mengabsorpsi dan menyimpan cairan lebih besar dari berat Keringnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio campuran  selulosa dan kitosan serta untuk mengetahui waktu penyerapan terbaik oleh superabsorbent polimer (SAP). Pembuatan  superabsorben polimer dilakukan dengan memvariasikan persentase campuran selulosa:kitosan sebesar (0:100); (25:75); (50:50); (75:25); (100:0) %, variasi waktu penyerapan selama 15; 30; 45; 60; 75; 90 menit. Hasil penelitian menunjukkan superabsorben polimer yang dihasilkan dengan penambahan selulosa-kitosan dengan perbandingan 50:50  memiliki daya serap yang lebih baik dibandingkan rasio lainnya. Polimer superabsorben dengan rasio 50:50  mempunyai rasio swelling pada air 52,72 % g/g, dan waktu penyerapan terbaik didapatkan pada menit ke 90. Kata kunci : Kitosan; SAP; Selulosa; Superabsorben
PENGARUH SIFAT MATERIAL DAN TERMAL KOMPOSIT PLA (POLY LACTID ACID)/COCONUT FIBER (SABUT KELAPA) DENGAN MODIFIKSI PERENDAMAN NaOH Ridwan, Ridwan; Rihayat, Teuku; Ilmi, Awanis; Aidy, Nurhanifa
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 02 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v20i02.3390

Abstract

ABSTRAKPLA (Poly Lactid Acid) dengan penambahan serat sabut kelapa (Coir) sebagai pengisi dengan memvariasikan fraksi volume polimer: pengisi yaitu 80% : 20% (XcN1, XcN2) , 70% : 30% (XcN3, XcN4), 60% : 40% (XcN5, XcN6) dan 50% : 50% (XcN7, XcN8). Serat sabut kelapa yang digunakan sebagai bahan pengisi terlebih dahulu dimodifikasi menggunakan NaOH dengan variasi konsentrasi 30% dan 40%. Komposit PLA-sabut dibentuk dengan pencampuran melalui metode peleburan dengan ekstruder dan hot press. Berdasarkan hasil uji termal pada TGA pada sampel XcN8 di dapat kekuatan termal yang baik yaitu 399,17oC, menunjukkan peningkatan suhu degradasi termal pada komposit dengan meningkatnya konsentrasi NaOH. Nilai kuat tarik maksimum terdapat pada komposit PLA-Coir dengan variasi konsentrasi NaOH 40%, fraksi volume 50% : 50% dan waktu tahan selama 25 menit dengan nilai 22,63 MPa. Dari hasil pengujian lentur, kuat lentur komposit juga meningkat dengan bertambahnya konsentrasi NaOH dan jumlah filler yang digunakan. Hasil analisis (FT-IR) terhadap pada sampel XcN8 dapat dilihat bahwa terdapat gugus fungsi –OH. Hal ini dapat dilihat pita serapan 3192,33 cm-1 yang merupakan gugus –OH dari lignin. Kemudian dari pengujian SEM sampel dengan perendaman NaOH 40% memberikan  kemampuan homogenitas antara serat dan polimer pada pembuatan komposit memiliki seratnya cukup baik. Kata kunci : Polylactid Acid, Pengisi, Sabut, Komposit, NaOH
Perancangan dan Realisasi Sistem Pengering dengan Penambahan Blower Abdul Haris Salam; Teuku Rihayat; Awanis Ilmi; Rika Annisa
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 21, No 01 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v21i01.4057

Abstract

Teknologi Drying Blower Oven dengan menguji syarat layak guna dilihat dengan pengujian yaitu seperti uji kandungan zat gizi, uji kadar abu, uji kadar air, uji organoleptik hingga uji untuk pemasaran. Pengujian alat Drying Blower Oven dilakukan dengan menguji bahan baku produk seperti cabai merah. Pengeringan menggunakan Drying Blower Oven pada suhu 32,2˚C sampai 54,2˚C dengan kecepatan angin 12 m/detik sampai kadar air di bawah 8% - 10%.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik pengeringan cabai merah dengan Type Multioven Cabinet perubahan suhu, kelembaban relatif, penurunan berat bahan, laju aliran udara, laju aliran volume udara, kadar air bahan terhadap waktu, laju pengeringan terhadap waktu, dan laju pengeringan terhadap kadar air. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif proses pengeringan dipakai suhu di bawah 65˚C diulang sebanyak 3 (tiga)  kali sampai mencapai kadar air 8 – 10 %bk. Hasil pengamatan menunjukan selama proses pengeringan tercatat Rh luar alat pengering antara 83,28%-89,50%. Juga Rh di dalam alat pengering diamati dan dicatat berkisar antara 86,58%-97,91%. Kadar cabai merah selama proses pengeringan mengalami penurunan dari 38,75% turun hingga rata – rata 18,05% dengan perincian pada ruang satu dan dua mencapai 17,4%, ruang tiga dan empat 16,95% dan ruang lima dan enam 16,6%. Dengan waktu pengamatan selama 4 jam.Keywords: Drying Blower Oven, Teknologi, Bumbu Instan
Utilization Of Banana Kepok As Active Charcoal For The Process Of Purification Of Used Cooking Oil Using The Adsorption Method S Sariadi; Z Zulkifli; A Adriana; M Yunus; R Ridwan; S Salmyah; Een Setiawati; Isra Adelya Izzati
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 21, No 01 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v21i01.4195

Abstract

Used cooking oil or often referred to as used cooking oil is one of the needs for food processing for humans. Repeated processing of cooking oil in the frying process can reduce the quality of the cooking oil. Therefore, one of the efforts to process used cooking oil is adsorption using activated charcoal from kepok banana peels. The use of activated charcoal as an adsorbent can be beneficial because activated carbon can absorb some unwanted odors and reduce the amount of free fatty acids, thereby improving the quality of the oil. The purpose of this study was to study the addition of the amount of kepok banana skin size of activated charcoal (mesh) with adsorption time on the quality of used cooking oil. The variables used were varying the size of the activated carbon particles of 100 mesh, 120 mesh, 140 mesh and 160 mesh with adsorption times of 3 hours, 5 hours and 7 hours. The refined oil will be analyzed for oil density, fatty acid content in the oil, and water content. From the research results it is known that the best particle size is 160 mesh. The density value is 0.889 g/ml. The results obtained are that the density value still does not meet the SNI (2002) cooking oil quality standard requirements, namely 0.900 g/ml. FTIR analysis shows that there is an increase in wave number which is the peak of the OH (hydrogen bond) structure using purified chorcoal. The C=O (carboxylate) FFA molecule is shown around the wave number 1060 cm-1 increasing to 1070 cm-1. Keywords: Adsorption, activated charcoal, kepok banana, free fatty acid (FFA), water content, density
DESIGN AND REALIZATION OF A DRYER SYSTEM WITH THE ADDITION OF A BLOWER Abdul Haris Salam; Teuku Rihayat; S Sariadi; Awanis Ilmi; Rika Annisa; L Lianti; R Rusydi
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 21, No 01 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v21i01.4265

Abstract

Drying Blower Oven technology by testing the feasibility to be seen with tests such as nutrient content test, ash content test, water content test, organoleptic test to marketing test. Testing of the Drying Blower Oven is carried out by testing the raw material of the product, such as red chili. Drying using Drying Blower Oven at a temperature of 32.2ËšC to 54.2ËšC with a wind speed of 12 m/s until the water content is below 8% - 10%. This study aims to determine the drying characteristics of red chili with Multioven Cabinet Type changes in temperature, relative humidity, material weight loss, air flow rate, air volume rate, material moisture content against time, drying rate against time, and drying rate against moisture content. This study uses a descriptive method of drying temperature used below 65ËšC repeated 3 (three) times until it reaches a moisture content of 8-10 %wk. The results of the observations showed that the drying process recorded Rh outside the drying apparatus between 83.28%-89.50%. Also the Rh in the Drying apparatus was observed and was observed to be between 86.58%-97.91%. The red chili content during the drying process decreased from 38.75% down to an average of 18.05% with details in rooms one and two reaching 17.4%, rooms three and four 16.95% and spaces five and six 16, 6%. With an observation time of 4 hours.Keywords: Drying Blower Oven, Technology, Instant Seasoning

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 01 (2025): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 22, No 02 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 22, No 01 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 21, No 02 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 21, No 01 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 20, No 02 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 01 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 19, No 02 (2021): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 19, No 01 (2021): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 18, No 02 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 18, No 01 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 17, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 17, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 2 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 2 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 2 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 2 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi More Issue