cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
GAMBARAN TINDAKAN KEKERASAN TERHADAP ANAK YANG DIALAMI SISWA SMP DI KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2020 Rima Suryani; Rizanda Machmud; Yaslinda Yaunin
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 1 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i1.1068

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan cerminan dari ketidakseimbangan pengaruh/kuasa antara korban dan pelaku yang berdampak pada keselamatan, kesehatan dan perkembangan anak. Masalah KTA yang dihadapi saat ini adalah kejadian yang semakin meningkat, data seperti fenomena gunung es dan pelaku seringkali adalah orang terdekat. Dampak KTA secara langsung adalah anak mengalami komplikasi serius seperti patah tulang, luka bakar ataupun cacat menetap sebanyak 25% dan kematian sebanyak 5%, serta tumbuh kembang anak akan mengalami keterlambatan dibandingkan dengan teman sebayanya. Dampak lainnya adalah dapat mengganggu perkembangan kecerdasan, bahkan berisiko menimbulkan masalah perilaku dimasa depan seperti merokok, penyalahgunaan zat berbahaya dan perilaku seks berisiko. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tindakan dan pelaku KTA yang dialami siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pasaman tahun 2020. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Hasil dari penelitian adalah tindakan KTA yang diterima oleh siswa SMP antara lain dicubit (60,30%), dibentak (57,30%) dan dicaci maki (37,70%). Pelaku KTA terbanyak adalah ibu, teman dan ayah. Dari hasil penelitian diharapkan agar Dinas Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kabupaten Pasaman bersama instansi terkait untuk membuat program pencegahan KTA melalui sosialisasi yang menjangkau seluruh lapisan  masyarakat.Kata kunci: kekerasan terhadap anak, siswa,  tindakan
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PUSKESMAS BERDASARKAN PERMENKES NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2017 Khairul Abbas
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 4 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i4.212

Abstract

          The Community Health Center is a health service facility that carries out public health efforts and individual first-level health efforts, by prioritizing promoting and preventive efforts, to achieve the highest level of public health in its working area. Yet, this time most of the programs in community health centre is just However, this time, most of existing community health centre programs should be promotive and preventive, but in reality the activities carried out by community health center on a daily basis remain curative and rehabilitative. Promotive and preventive programs that have been well designed in the community health centre often do not run well based on the previous aim.          This research was conducted in April 2018, by using a qualitative method with a phenomenological approach, data collection is done by using interview guidelines, observation, and document study through deep interviews.          Based on the research conducted, it was found that the Ministry of Health Rules No. 75 of 2014 has not yet been applied to the Community Health Center to the maximum in the Bukittinggi City Health Center. This is caused by some factors, several obstacles includes facilities and infrastructure, human resources and funding. It is expected that the Government's attention to the existing problems in order to create quality services to achieve the highest level of health. Keywords    : Community Health Centre, Promotive, Preventive References   : 112 (2002 - 2017)
EFEK ANALGETIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG GANDASULI (HEDYCIUM CORONARIUM) PADA MENCIT PUTIH JANTAN Fajrian Aulia Putra; Netty Suharti; Helmi Arifin
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 2 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i2.1225

Abstract

ABSTRACTGandasuli rhizome (Hedycium coronarium, J. Koening.) Is one of Indonesia's native plants that has been used as medicine by various generations of people from generation to generation. This study aims to obtain information about the effect of giving gandasuli rhizome ethanol extract on increased analgesic activity. This research is a purely experimental research using test animals male white mice (Mus muculus) as the object of the experiment. A was used as many as 25 mice for analgesic activity. The ethanol extract used is an extract that has been standardized, by testing specific and non-specific parameters. To test the analgesic activity, the dosage variants of 200 mg / KgBB, 400 mg / KgBB and 600 mg / KgBB were used by observing the response time of the test animals to the heat from the hot plate, by entering the observations into the analgesic activity equation, from this study the results of analgesic activity were obtained. at a dose of 600 mg / KgBW with a value of 79.62% ± 1.68% at 90 minutes. Comparison of analgesic activity data between dose variants and the response of test animals after analysis with the two-way ANOVA statistical test obtained P results (<0.05) which proved that giving gandasuli rhizome ethanol extract (Hedycium coronarium, J. Koening.) In several dose variants had an effect. in real terms in the response of mice to pain (analgesic activity).Keywords : Gandasuli rhizome extract, hot plate, white mice, analgesic activity ABSTRAKRimpang Gandasuli (Hedycium coronarium, J.Koening.) merupakan salah satu tumbuhan asli indonesia yang telah digunakan sebagai obat  oleh berbagai generasi masyarakat secara turun temurun. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang efek pemberian ekstrak etanol rimpang gandasuli terhadap peningkatan aktifitas analgetik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan menggunakan hewan uji mencit putih jantan (Mus muculus) sebagai objek eskperimen. Dimana 25 ekor mencit putih digunakan untuk pengujian aktivitas analgetik. Ekstrak etanol yang digunakan merupakan ekstrak yang telah terstandarisasi, dengan melalui uji parameter spesifik dan non spesifik. Untuk pengujian aktivitas analgetik digunakan varian dosis 200 mg/KgBB, 400 mg/KgBB dan 600mg/KgBB dengan cara mengamati waktu respon hewan uji terhadap rasa panas dari hot plat, dengan memasukkan hasil pengamatan kedalam persamaan aktivitas analgetik, dari penelitian ini didapatkan hasil aktivitas analgetik pada dosis 600 mg/KgBB dengan nilai 79,62 % ± 1,68 % pada menit ke 90. Perbandingan data aktivitas analgetik antara varian dosis dengan respon hewan uji setelah dianalisis dengan Uji statistik Anova dua arah didapatkan hasil P(<0,05) yang membuktikan bahwa pemberian ekstrak etanol rimpang gandasuli (Hedycium coronarium, J.Koening.)  pada beberapa varian dosis berpengaruh secara nyata pada Respon Mencit terhadap rasa sakit (Aktivitas analgetik).Kata kunci :Ekstrak rimpang gandasuli, hot plate, mencit putih,aktivitas analgetik
INJEKSI INTRAVITREAL RANIBIZUMAB PADA POLYPOIDAL CHOROIDAL VASCULOPATHY (PCV) Haris Budiman; Weni Helvinda
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 4 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i4.860

Abstract

Introduction: Polypoidal choroidal vasculopathy (PCV) is a peculiar form of choroidal neovascularization characterized by protrusion of the aneurysm at the end of the choroidal blood vessels. The aim of this study is to report a case of   PCV in a young woman who treated with intravitreal ranibizumab injection. Method: The patient undergoes general ophthalmic examinations, amsler grid, funduscopic photography and OCT analysis. The repeated examination performed after intravitreal injection of ranibizumab to assess the effect of therapy. Result:  Two weeks after intravitreal ranibizumab injection, the visual acuity was improved and on OCT examination revealed decreasing in macular thickness. Conclusion: Intravitreal ranibizumab injection can give good result, but in this case the effectiveness hasn’t so evident because of the administration only once and follow-up only in two weeks.
HEALTH AND SAFETY PRACTICES DURING COVID 19: HOW TO ENSURE WORKPLACE ENVIRONMENT SAFETY AND HEALTH? Ana Islamiyah Syamila; Globila Nurika
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 2 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i2.1203

Abstract

AbstractThe COVID 19 pandemic is a challenge in various sectors in the world, one of which is the workplace. The large population of workers in the workplace which can lead to clusters of the spread of COVID-19, requires workplaces to be able to ensure that workers are healthy and safe. This is done to break the chain of spreading COVID-19. Various efforts that have been made by workplaces in various countries were reviewed based on searches through ScienceDirect, Springer, and Google Scholar which were adapted to research questions. COVID-19 has an impact on economic and business instability at the beginning of the pandemic, which is a challenge for the workplace to be able to adapt to these changes. Work from home is one effort that can be done, but not all jobs can be done at home. The workplace makes various efforts so that workers are healthy and safe, including the provision of personal protective equipment, a safe working distance of about 2 meters, workplace disinfection, engineering, redesign of work stations, development of digital technology, administrative control with work shifts, workload adjustment and various trainings that can be done, one of which is psychological support for workers. Every workplace has a challenge to break the chain of the spread of COVID-19, so a control program must be implemented optimally to ensure workers are safe and secure. Keywords: workplaces, health and safety practice, COVID-19
INJEKSI INTRAVITREAL BEVACIZUMAB DAN LASER FOTOKOAGULASI PADA BRANCH RETINAL VEIN OCCLUCION Ranny Laidasuri
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 1 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i1.958

Abstract

Branch retinal vein occlusion (BRVO) sering disertai penyakit vaskular sistemik sebagai faktor resikonya, pada kasus ini ditemukan pasien berusia 50 tahun dengan riwayat hipertensi sebagai faktor resiko. Ditemukan tortositas vena yang meningkat, perdarahan dot, blot, flame shape, dan eksudat cotton wool spot pada kuadran superotemporal sesuai dengan lokasi yang paling sering terjadi pada BRVO.Penurunan tajam penglihatan BRVO biasanya dihubungkan dengan iskemik makula, edema makula, atau komplikasi dari penyakit neovaskular. Pada OCT pasien ini didapatkan penebalan central macular thickness sebesar 466 µm, tampak edema cystoid dan penumpukan cairan subretina. Pada kasus BRVO ini dilakukan penatalaksaan dengan kombinasi anti-VEGF dan laser fotokoagulasi, dan didapatkan hasil yang efektif dalam mengurangi edema makula dan mengembalikan tajam penglihatan.
YOLK SAC TUMOR TESTIS SUATU LAPORAN KASUS Meta Zulyati Oktora
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 4 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i4.761

Abstract

Tumor yolk sac merupakan keganasan pada testis yang berasal dari sel germinal dan paling sering terjadi. Angka kejadiannya mencapai 90-95% dari seluruh keganasan pada testis. Tumor yolk sac tipe murni sering ditemukan pada usia muda. Diagnosis tumor yolk sac secara mikroskopis sering meragukan karena gambaran histopatologinya bermacam-macam. Ada sekitar 10 macam variasi pola histopatologis yang  bisa  muncul,  baik  dalam  bentuk  tumor  yolk  sac  murni  maupun  campuran  dengan  tumor  sel germinal yang lain. Artikel ini merupakan suatu laporan kasus pasien laki-laki usia 31 tahun yang datang dengan keluhan benjolan yang bertambah besar pada testis kanan. Pasien didiagnosis secara klinis menderita tumor testis dan dilakukam orkidektomi oleh dokter bedah urologi. Kemudian jaringan operasi dikirim ke laboratorium patologi anatomi dan didiagnosis sebagai suatu tumor yolk sac tipe murni pada testis dewasa. Secara mikroskopik tampak potongan jaringan (testis) dengan stroma mengandung proliferasi sel – sel dengan inti besar, pleomorfik, vesikular, kromatin kasar, nukleoli nyata, mitosis atipik dapat ditemukan. Sel – sel ini ada yang tersusun papiler, retikular, ada yang berbentuk struktur kelenjar dan ada bagian yang padat (solid). Ditemukan adanya hyaline globule dan Schiller- Duval Body. Tampak pula bagian dengan nekrosis luas. Stadium pada pasien ini juga belum dapat ditegakkan, karena belum diperiksanya AFP.
CHILDHOOD TUBERCULOSIS SERVICES IN BUNDA MEDICAL CENTRE PRIVATE SECONDARY LEVEL HOSPITAL Anisha Fazlisia
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 2 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i2.1242

Abstract

CHILDHOOD TUBERCULOSIS SERVICES IN BUNDA MEDICAL CENTRE PRIVATE SECONDARY LEVEL HOSPITALAbstrakLatar Belakang: Tuberkulosis (TB) pada anak berkontribusi sebesar 10% terhadap angka rawat inap pasien anak dan kematian anak di rumah sakit. RS Bunda Medical Citra sebagai layanan kesehatan tingkat lanjut ikut terlibat dalam penanganan TB anak di kota Padang yang dijamin oleh Jaminan Kesehatan Nasional.                   Tujuan: Mendeskripsikan profi lpasien TB anak di RS BMC pada era Jaminan Kesehatan Nasional. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif retrospektif dengan menggunakan data seluruh pasien TB anak sejak Agustus 2017 sampai dengan Desember 2019. Sampel penelitian adalah semua data pada formulir TB 03. Data dianalisis menggunakan SPSS 23. Hasil: Kami mengumpulkan 152 data dari rekam medis pasien TB anak, 86 diantaranya adalah laki-laki (56,6%).Jumlah kelompok umur tertinggi adalah kelompok umur 0-1 tahun (26,9%). Pasien umumnya asimtomatik (31,3%) namun ada juga yang memiliki gejala seperti batuk kronis (20,4%). Terdapat 107 subjek (70,4%) dengan riwayat kontak tidak jelas. Uji tuberculin positif ditemukan pada sebagaian besar pasien (65,1%). Hasil rontgen dada yang paling banyak ditemukan adalah kalsifikasi, penebalan hilus, dan infiltrat. Berdasarkan data yang dimiliki, tidak terdapat kasus yang ditemukan dari pemeriksaan gen Xpert sputum. Mayoritas pasien didiagnosis sebagai tuberculosis paru. Sebanyak 42 pasien (27,6%) dinyatakan sembuh setelah menjalani pengobatan selama enam bulan dan 76 subjek (50%) memerlukan waktu pengobatan selama Sembilan bulan. Sebanyak 24 pasien (15,8%) dikategorikan sebagai pasien putus    berobat. Simpulan: Penelitian kami menunjuk kanbahwa TB pada anak di RS BMC Padang merupakan TB paru tanpa komplikasi yang sebagian besar terdiagnosis melalui gejala klinis, TST, dan rontgen thorax, namun belum terkonfirmasi secara bakteriologis.Kata kunci: rontgen thorax, tuberculosis anak, uji tuberkulin, kontak tuberkulosis AbstractBackground: Childhood TB caused more than 10% of pediatric hospital admissions and death.Bunda Medical Citra hospital as private secondary hospital level involved in management of childhood TB in Padang city and covered by National Health Insurance.Objective: To describe archives of childhood TB patients in BMC Hospital through National Health Insurance era.Methods:This retrospective descriptive study was carried out the data of all childhood TB patientssince August 2017 until December 2019. The samples were TB 03 forms. Data were analyzed by Statistical Package for the Social Science (SPSS) 23 software.Results:We collected 152 data from medical record, 86 of them were males (56.6%). The highest number of age group was 0-1years old (26.9%). Patients were common asymptomatic (31.3%) or had chronic cough as symptom (20.4%).There were 107 subjects (70.4%) that had unclear close contact. Positive tuberculin skin test has found in 65.1%. The most finding of chest X-ray was calcification, hilar thickness, and infiltrate. None cases through gen Xpert examination for sputum. Majority of patients were diagnosed as lung tuberculosis. There were 42 subjects (27.6%) who recovered for six months and 76 subjects (50%) required nine months for therapy. There were 24 subjects (15.8%) who categorized as loss contact patients.Conclusion: Our study showed that childhood TB in BMC private hospital were lung tuberculosis without complication, but most of them has been diagnosed through clinical symptoms, TST, and chest X-ray, no bacteriological confirmation. Keywords:chest X-ray, childhood tuberculosis, tuberculin skin test, tuberculosis contact 
ANALISIS UPAYA PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS ANAK DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA TAHUN 2019 Muhammad Hendri; Rosfita Rasyid; Deni Hendra Suryadi
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 1 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i1.1082

Abstract

Tuberkulosis (TB) anak merupakan penyakit yang menjadi permaslahan kesehatan baik ditingkat Global, Nasional, sampai ketingkat kabupaten/kota. Dampak tidak dilakukannya penemuan kasus TB pada anak, anak beresiko tertular  kuman TB yang menyebabkan anak menjadi sakit TB. Jika tidak diobati maka anak akan mengalami TB berat yang menyebabkan tingginya angka kematian. Jika anak tidak mengalami gejala tetapi sudah terpapar kuman TB, akan berpotensi menjadi kasus TB laten yang berdampak menjadi sumber penularan baru ketika mereka dewasa. Tujuan penanggulangan TB adalah melindungi kesehatan masyarakat dari penularan TB agar kematian (mortalitias) akibat penyakit TB anak harus ditekan dengan meningkatkan penemuan pasien TB anak. Tujuan penelitian ini menganalisis upaya penemuan kasus TB anak di Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2019 dengan pendekatan sistem. Metode yang dipakai pada penelitian ini yaitu metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan capaian penemuan kasus TB anak di Kabupaten Lima Puluh Kota belum mencapai target, masih ada 33,4% (93 kasus) TB anak belum ditemukan disebkan oleh masih adanya tenaga pelaksana TB yang belum mendapatkan pelatihan tentang TB anak, belum adanya kebijakan tentang penanggulangan TB, pemanfaatan sarana penunjang belum maksimal, pelaksanaan investigasi kontak belum optimal. Hasil penelitian ini diharapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota membuat kebijakan dan alur pelaksanaan investigasi kontak yang melibatkan bidan desa, kader dan mantan penderita TB.
PERAN PROPROTEIN CONVERTASE SUBTILISIN / KEXIN TYPE 9 (PCSK9) SEBAGAI KONTROL DISLIPIDEMIA PADA CARDIOVASCULAR DISEASE Rizki Widyarsya Putra; akmal mufriady hanif
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 2 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i2.1111

Abstract

Penyebab morbiditas dan mortalitas tertinggi di seluruh dunia adalah penyakit kardiovaskular. Perkiraan insiden infark miokard tahunan di AS adalah 550.000 serangan baru dan 200.000 serangan berulang dengan usia rata-rata pada saat serangan pertama adalah 65,1 tahun untuk pria dan 72,0 tahun untuk wanita. Sedangkan di Indonesia sendiri, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Nasional (RISKESDAS) tahun 2018, 1,5% dari seluruh populasi di Indonesia menderita penyakit kardiovaskular dengan hampir 80% diderita oleh populasi dengan usia > 45 tahun dan lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria. Terapi penurun lipid dengan statin sangat bermanfaat untuk pencegahan penyakit kardiovaskular atherosclerotic primer dan risiko tinggi (ASCVD). PCSK9 inhibitor adalah obat baru yang memberikan respon yang sangat bagus terhadap kondisi hiperkolestrolemia, PCSK9 ditemukan 14 tahun yang lalu, yang bertanggung jawab terhadap terjadinya hiperkolesterolemia familial. PCSK9 terletak pada reseptor LDL dan ApoB pada lengan pendek kromosom Ip32.3 dan ketiganya berhubungan dengan metabolisme kolesterol. Perbaikan dalam hasil kardiovaskular diamati dengan pengobatan kombinasi statin dengan ezetimibe, namun perbaikan ini sangat terbatas, dan pada monoterapi dengan ezetimibe hasilnya tidak signifikan sehingga proprotein convertase subtilisin / kexin tipe 9 inhibitor evolocumab dan alirocumab telah dikaitkan dengan pengurangan kadar LDL-C dan angka kejadian kardiovaskular resiko berkurang dari 20% menjadi 5.9%.