cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN STROKE PADA PENDERITA HIPERTENSI Lisavina Juwita; Vanny Anggraini; Rahmiwati Rahmiwati
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 2 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i2.2502

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan kardiovaskuler berbahaya ketika penderita tidak melakukan pengontrolan dengan baik karena menimbulkan komplikasi jantung coroner, stroke, gagal ginjal dan gangguan penglihatan. Dibutuhkan pemahaman yang baik serta respon sikap yang positif oleh setiap penderita untuk mencegah terjadinya komplikasi dari hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan berbasis audiovisual terhadap pengetahuan tentang pencegahan stroke pada pasien hipertensi di Puskesmas Simpang IV sipin Jambi tahun 2022. Penelitian ini quasi experiment dengan pendekatan one group pre test post test design yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 dengan populasi seluruh penderita hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Simpang IV Sipin yaitu sebanyak 272 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak 19 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan pencegahan stroke. Analisis data dengan t test dependent. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan rata – rata pengetahuan responden antara sebelum (4,36) dengan sesudah (8,15) dengan beda rata – rata 3,78 dan nilai p = 0.000. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan berbasis audiovisual dapat meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stroke pada pasien hipertensi.
SENAM KAKI DIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II MUHHAMMAD PAUZI; VERA KURNIA; KINDRA DWI MAYONO
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 3 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i3.2685

Abstract

Abstract In 2022 there will be an increase cases of  Diabetes Mellitus in the Internal Room at Mayjen H.A Talib, Hospital Sungai Penuh.In controlling blood sugar in Diabetes Mellitus patients, physical activity plays an important role in increasing the activity of the insulin hormone in the body.The Indonesian Diabetes Association (Persadia) recommends physical activity, one of which is diabetes foot exercises. The purpose of this study was to determine the effect of diabetes mellitus exercises and foot exercises on changes in blood sugar levels in type II diabetes mellitus patients.The research methodology use a quasi-experimental research design through a pre-post test in one group (One-group pretest-posttest design). The sample consisted of 10 respondents with bivariate analysis using the Paired T-test. The research results showed that (p= 0.001) so that there was an influence of diabetes mellitus exercises and foot exercises on changes in blood sugar levels in type II diabetes mellitus patients. It is hoped that the suggestions from this research will be given at Mayjen H.A Talib, Hospital Sungai Penuh to provide health counseling and education about the importance of the benefits of diabetes mellitus exercises and foot exercises to the public as a way to lower blood sugar levels in type II diabetes mellitus patients without any side effects. Keywords: Diabetes Mellitus Exercise, Foot Exercises, Type 2 Diabetes Mellitus  AbstrakPada tahun 2022 terjadi peningkatan kasus Diabetes Melitus di Ruang Interne RSU Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh. Dalam mengontrol gula darah pada pasien Diabetes Melitus, aktifitas fisik berperan penting memberikan efek menaikkan aktivitas hormone insulin di dalam tubuh. Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) menyarankan aktifitas fisik salah satunya dengan senam kaki diabetes. Tujuan dalam penelitian ini untuak mengetahui pengaruh senam diabetes melitus dan senam kaki terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Metodologi penelitiannya dengan desain penelitian Quasi-eksperimen melalui pre-post test dalam satu kelompok (One-grup pretest-posttest design). Sampel berjumlah 10 responden dengan analisi bivariat menggunakan uji Paired T-test. Hasil penelitian didapatkan  p value = 0,001 (p≤0,05) sehingga ada pengaruh senam diabetes melitus dan senam kaki terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Saran dari penelitian ini diharapkan pihak RSU Mayjen H.A Thalib dapat memberi penyuluhan dan edukasi kesehatan akan pentingnya manfaat senam diabetes mellitus dan senam kaki kepada masyarakat sebagai salah satu cara untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II tanpa adanya efek samping..Kata kunci: Senam Diabetes Melitus, Senam Kaki, Diabetes Melitus Tipe II Abstract In 2022 there will be an increase cases of  Diabetes Mellitus in the Internal Room at Mayjen H.A Talib, Hospital Sungai Penuh.In controlling blood sugar in Diabetes Mellitus patients, physical activity plays an important role in increasing the activity of the insulin hormone in the body.The Indonesian Diabetes Association (Persadia) recommends physical activity, one of which is diabetes foot exercises. The purpose of this study was to determine the effect of diabetes mellitus exercises and foot exercises on changes in blood sugar levels in type II diabetes mellitus patients.The research methodology use a quasi-experimental research design through a pre-post test in one group (One-group pretest-posttest design). The sample consisted of 10 respondents with bivariate analysis using the Paired T-test. The research results showed that (p= 0.001) so that there was an influence of diabetes mellitus exercises and foot exercises on changes in blood sugar levels in type II diabetes mellitus patients. It is hoped that the suggestions from this research will be given at Mayjen H.A Talib, Hospital Sungai Penuh to provide health counseling and education about the importance of the benefits of diabetes mellitus exercises and foot exercises to the public as a way to lower blood sugar levels in type II diabetes mellitus patients without any side effects. Keywords: Diabetes Mellitus Exercise, Foot Exercises, Type 2 Diabetes Mellitus  AbstrakPada tahun 2022 terjadi peningkatan kasus Diabetes Melitus di Ruang Interne RSU Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh. Dalam mengontrol gula darah pada pasien Diabetes Melitus, aktifitas fisik berperan penting memberikan efek menaikkan aktivitas hormone insulin di dalam tubuh. Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) menyarankan aktifitas fisik salah satunya dengan senam kaki diabetes. Tujuan dalam penelitian ini untuak mengetahui pengaruh senam diabetes melitus dan senam kaki terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Metodologi penelitiannya dengan desain penelitian Quasi-eksperimen melalui pre-post test dalam satu kelompok (One-grup pretest-posttest design). Sampel berjumlah 10 responden dengan analisi bivariat menggunakan uji Paired T-test. Hasil penelitian didapatkan  p value = 0,001 (p≤0,05) sehingga ada pengaruh senam diabetes melitus dan senam kaki terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Saran dari penelitian ini diharapkan pihak RSU Mayjen H.A Thalib dapat memberi penyuluhan dan edukasi kesehatan akan pentingnya manfaat senam diabetes mellitus dan senam kaki kepada masyarakat sebagai salah satu cara untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II tanpa adanya efek samping..Kata kunci: Senam Diabetes Melitus, Senam Kaki, Diabetes Melitus Tipe II
KESEHATAN MASYARAKAT DI DAERAH PESISIR KABUPATEN TANGERANG BANTEN Eka Budi Satria
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 2 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i2.2532

Abstract

Wilayah pesisir Kabupaten Tangerang ditempati sebanyak 7% dari total keseluruhan jumlah masyarakat Kabupaten Tangerang. Persoalan utama yang dihadapi oleh masyarakat pesisir adalah sampah yang terbawa oleh aliran DAS Cisade dan DAS Cisadane yang bermuara di wilayah pesisir. Sampah dan pertukaran air balas (Water Ballast Change) yang berasal dari aktivitas kapal saat bersandar di pelabuhan Tanjung Priok juga berkontribusi terhadap terjadinya pencemaran pada air laut dan berdampak terhadap lingkungan dan kondisi kesehatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berupaya mengatasi masalah yang terjadi melalui program penataan infrastruktur seperti air bersih, sanitasi, termasuk memperbaiki kawasan padat kumuh dan menciptakan kawasan mangrove yang mumpuni. Implementasi dari program tersebut dituangkan dalam program unggulan “Gerbang Mapan”. Masalah kesehatan masyarakat pesisir umumnya berakitan dengan kesehatan lingkungan, perilaku dan karakteristik individu. Penulisan artikel ini bertujuan untuk melakukan kajian  terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pesisir di Kabupaten Tangerang dengan melakukan metode studi literatur. Dalam studi literatur tersebut dilakukan identifikasi data-data sekunder yang berasal dari lembaga pemerintah, selanjutnya dilakukan analisis guna memperoleh gambaran masalah kesehatan di daerah pesisir. Selanjutnya dirumuskan alternative upaya pelayanan kesehatan dari berbagai sumber literatur.
POTENSI EEDP SEBAGAI PENURUN PANAS TUBUH PADA M. MUSCULUS YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-HB Heriwati Heriwati; Rendy Wirakrama; Nurhamidah Nurhamidah; Aceng Ruyani
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 2 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i2.2475

Abstract

Sungkai (Peronema canescens) merupakan tanaman obat yang digunakan dalam pengobatan tradisional. Daun P. canescens memiliki khasiat sebagai penurun panas karena memiliki kandungan senyawa kimia, salah satunya Flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penurunan panas tubuh dari ekstrak etanol daun P. canescens (EEDP) terhadap mencit (Mus musculus) jantan yang diinduksi vaksin Difteri, Pertusis, Tetanus-Hepatitis B (DPT-HB). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan menggunakan 25 ekor M. musculus, yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif diberi DPT-HB dan aquades (P0), kelompok kontrol positif diberi DPT-HB dan paracetamol (P1), dan tiga kelompok perlakuan diberi DPT-HB kemudian diberi EEDP dengan dosis 8,25 mg/kgbb (P2), 12,5 mg/kgbb (P3) dan 27,0 mg/kgbb (P4). Pada awal tubuh masing-masing mencit diukur kemudian diinduksi vaksin DPT-HB, setelah 5 jam diberikan zat uji tersebut, kemudian suhu tubuh mencit diukur kembali setiap 30 menit selama 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang diberi EEDP dengan dosis 8,25 mg/kgbb (P2) mengalami penurunan yang suhu lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang diberi dosis 12,5 mg/kgbb (P3) dan 27,0 mg/kgbb (P4). Penelitian ini menunjukkan bahwa EEDP mempunyai efek menurunkan panas tubuh pada mencit jantan namun efeknya lebih rendah dibandingkan kontrol positif yang diberi paracetamol. Kata Kunci: Suhu tubuh, Daun Sungkai (Peronema canescens), Mencit (Mus musculus)
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU IBU BALITA TENTANG GIZI SEIMBANG DENGAN KEJADIAN DIARE DI PUSKESMAS KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS Bambang Agustriono; Ragil Setiyabudi
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 3 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i3.2615

Abstract

Penyakit diare merupakan penyakit infeksi yang dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan menjadi angka kematian tertinggi di Indonesia pada balita. Masalah gizi merupakan masalah kesehatan yang berkaitan dengan kejadian diare. Kecamatan Kalibagor termasuk dalam 10 besar kasus diare di Kabupaten Banyumas dimana penemuan kasus diare pada balita mencapai 568 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu balita tentang gizi seimbang dengan kejadian diare di Puskesmas Kalibagor Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain penelitian case control. Teknik sampling menggunakan teknik konsekutif sampling dengan sampel terdiri dari 86 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square tabel 2x2 dan Odds Ratio. Hasil Analisis bivariat Chi-square menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan (p = 0,002), sikap (p = 0,003) dan perilaku (p = 0,005) ibu balita tentang gizi seimbang dengan kejadian diare di Puskesmas Kalibagor Kabupaten Banyumas. Hasil Odds Ratio menunjukkan nilai untuk tingkat pengetahuan OR (95% CI ) = 4,040 (1,619 – 10,083 ), sikap OR (95% CI ) = 3,867 (1,581-9,458) dan perilaku OR (95% CI) = 3,529 (1,445 – 8,619 ).
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM 1000 HPK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA PADANG PANJANGEVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM 1000 HPK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA PADANG PANJANG Pagdya Haninda Nusantri Rusdi; Kartika Mariyona; Mega Ade Nugrahmi; Shinta Angellina
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 2 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i2.2529

Abstract

Stunting merupakan bentuk gagal tumbuh adalah salah satu permasalahan status gizi balita yang diakibatkan oleh gizi buruk dan kesehatan selama prenatal dan postnatal. Stunting muncul sebagai akibat dari keadaan kekurangan gizi yang terakumulasi dalam waktu yang cukup lama sehingga akan lebih terlihat manifestnya secara fisik di usia 24 – 59 bulan. Salah satu program pemerintah untuk mengatasi terjadinya stunting. Sebagai ujung tombak dari pelaksanaan program ini adalah sumber daya manusia (SDM). SDM diminta untuk tidak hanya kuantitas, namun kualias menjadi salah satu ujung tombak terlaksananya program. Salah satu program yang dijalankan adalah program 1000 HPK. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Padang Panjang dengan desain [enelitian menggunakan rancangan kualitatif. Dengan menggunakan wawancara mendalam (Indepth Interview) serta observasi. Informan dpilih secara purposive sampling sejumlah 10 orang informan. Data dianalisis berdasarkan keterangan dan jawaban yang disampaikan oleh informan. Hasil analisis didapatkan bahwa kuantitas dankualitas SDM dalam menjalankan program 100 HPK sudah tercukupi dan sudah sesuai dengan tupoksi masing-masing sesuai dengan SOP yang telah dientukan.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN DRY EYE DISEASE PADA TENAGA KEPENDIDIKAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS Febiyola Ratu Khairani; Hendriati Hendriati; Husnil Kadri; Kemala Sayuti; Tofrizal Tofrizal; Moestafa Nur
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 3 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i3.2691

Abstract

ABSTRAKDry eye disease (DED) atau penyakit mata kering merupakan penyakit multifaktorial pada mata yang memengaruhi penglihatan, aktivitas sehari-hari, produktivitas kerja, dan kualitas hidup secara umum sehingga penting untuk mengontrol faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, usia, penggunaan komputer, penggunaan ruangan ber-AC serta kebiasaan merokok dengan risiko kejadian dry eye disease pada tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Metode yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional menggunakan kuesioner OSDI dengan uji korelasi Mann-Whitney dan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,012) dan penggunaan komputer (p=0,000) dengan DED dimana dengan bertambahnya usia dan semakin lama durasi penggunaan komputer maka semakin tinggi risiko DED namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p=0,877), penggunaan AC (p=0,463), dan kebiasaan merokok (p=0,206) dengan DED. ABSTRACTDry eye disease (DED) is a multifactorial disease that occurs on the eye. DED symptoms can affect vision, daily activities, productivity at work and general quality of life therefore the modifiable risk factors is important to control. This study was aimed to determined the relationship between gender, age, use of computers, use of air-conditioner rooms, and smoking habits to the risk of dry eye disease in educational staff at the Faculty of Medicine Universitas Andalas. The method used was an observational analytic with a cross sectional design was using the OSDI questionnaire with the Mann-Whitney correlation test and Spearman Rank correlation test. The results of the study showed that there was a significant relationship between age (p=0,012) and computer use (p=0,000) to DED, increasing age and the longer duration of computer use, the higher risk of suffer from dry eye disease but there was no significant relationship between gender (p=0,877), use of air-conditioner (p=0,463), dan smoking habits (p=0,206) to DED.
PROFIL IBU BERSALIN DENGAN BAYI ASFIKSIA DI RSUD KOLONEL ABUNDJANI BANGKO Ainal Mardiah; Widya Nengsih; Vitria Komala Sari; Tri Andi Eka Putra
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 2 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i2.2526

Abstract

Abstrak Data World Health Organization AKB di dunia pada tahun 2019  mencapai angka 28,2 per 1000 kelahiran hidup. Hasil Survei  Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017 menunjukkan AKN sebesar 15  per 1000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 24 per 1000 kelahiran hidup. Berdasarkan data di RSUD Kolonel Abundjani Bangko  didapatkan angka kejadian asfiksia neonatorum pada tahun 2019 terdapat 119 kasus , pada 2020  tercatat 108 kasus, dan tahun 2021 sebanyak 85 kasus. Penyebab terbesar kematian bayi baru lahir adalah  asfiksia yaitu 11,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Profil Ibu Bersalin Dengan Bayi Asfiksia Di RSU Kolonel Abundjani Bangko Tahun 2020-2021. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif yang terdiri dari dua variabel, Variabel Independent yaitu Usia, Pendidikan, Paritas, Usia Kehamilan, KPD, Partus Lama, Kadar HB dan Kadar Leukosit Variabel Dependent yaitu Bayi Asfiksia. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 193  dengan menggunakan  Total Sampling. Hasil penelitian ini diperoleh profil Ibu bersalin yaitu Usia Ibu 64,8% Tidak Berisiko, Pendidikan 30,1% SMA, Paritas 80,8% Tidak Berisiko, Usia Kehamilan 62,2% Tidak Berisiko, KPD 52,2% Tidak KPD, Partus Lama 73,6% Tidak Partus Lama, Kadar HB 52,3% Normal, dan Kadar Leukosit 52,8% Tidak Normal. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka disarankan kepada tenaga kesehatan dan penyedia layanan kesehatan agar dapat meningkatkan pelayanan khususnya asuhan kebidanan pada ibu agar dapat mendeteksi dini faktor risiko asfiksia sehingga dapat menurunkan angka kejadian asfiksia pada bayi baru lahirKata Kunci : Paritas, KPD, Partus Lama, Hemoglobin, Leukosit.Daftar Bacaan : 37 (2010-2021)
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI LEMAK, KOLESTROL, NATRIUM, SERAT DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI Rahmita Yanti; Maria Nova
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 2 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i2.2461

Abstract

Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang pada tahun 2022 bulan januari penderita hipertensi yang sudah berkunjung atau berobat ke Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang mencapai 455 orang. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui hubungan asupan zat gizi lemak, kolestrol, natrium, serat dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada pra lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Desain penelitian ini adalah cross sectional dimana kejadian hipertensi sebagai variable dependen dan asupan zat gizi lemak, kolestrol, natrium dan serat sebagai variable independen. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 162 orang dan menggunakan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 62 orang untuk penelitian ini. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kejadian hipertensi memiliki persentase (90,3%) dengan hasil analisis hubungan kejadian hipertensi dengan asupan lemak (p-value = 0,000), kejadian hipertensi dengan asupan kolestrol (p-value = 1,000), kejadian hipertensi dengan asupan natrium (p-value = 0,000), kejadian hipertensi dengan asupan serat (p-value = 0,907) dan kejadian hipertensi dengan aktivitas fisik (p- value = 0,000). Kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian hipertensi dengan asupan lemak, asupan natrium dan aktivitas fisik. Sedangkan hubungan antara kejadian hipertensi dengan asupan kolestrol dan asupan serat tidak terdapat hubungan yang signifikan pada pra lansia usia 45-60 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya PadangKata kunci : Hipertensi, asupan lemak, kolestrol, natrium, serat, aktifitas fisik
EFEKTIFITAS MINUMAN JAHE PADA PENDERITA DM TIPE 2 DI RSD KERTOSONO NGANJUK Eko Winarti; Sunardi Sunardi; Annisa Nabila Rahma; Yudied Agung Mirasa
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 3 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i3.2643

Abstract

Penyakit DM tipe 2 dari tahun ke tahun meningkat karena faktor resiko serta komplikasi DM tipe 2 perlu mendapatkan penanganan atau petalaksanaan baik dengan obat maupun diet DM bisa dilakukan pula dengan kebiasaan minum jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan jahe dalam menurunkan kadar gula dalam darah.  Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif observasional dengan metode analitik dengan pendekatan crossectional. Sebagai populasinya adalah pasien yang berkunjung ke Poli penyakit dalam RSD Kertosono Nganjuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jahe sangat efektif dalam menurunkan kadar gula dalam darah di buktikan dengan hasil analisis menggunakan Chi Quadrat (pvalue = 0,001 < α =0,05), OR (30,333). Sehingga disarankan untuk pasien DM tipe 2 untuk mengkonsumsi jahe selain pengobatan konvensional dan menata diet.