cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
PENGARUH PEMBERIAN ESSENTIAL OIL BAWANG MERAH TERHADAP SUHU TUBUH BAYI PASCA DEMAM IMUNISASI DPT Medhyna, Vedjia
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 3 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i3.3280

Abstract

Imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi diantaranya adalah Diphtheria Pertusis Tetanus (DPT). Imunisasi ini menimbulkan demam. Penanganan demam dapat dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Apakah Esensial Oil Bawang Merah dapat Menurunkan Suhu Tubuh Bayi Pasca Demam Imunisasi DPT di wilayah kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukitinggi Tahun 2024. Jenis penelitian ini Quasi Eksperimen dengan Desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februasi - April 2024, Di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2024 dengan populasi 1,664 bayi dan sampel 30 kelompok intervensi, 30 kelompok control positif dan 30 kelompok control negatif. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan one way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mean dan standar deviasi suhu tubuh pada kelompok bayi dengan esensial oil bawang merah sebesar 36,73+0,179. Mean dan standar deviasi pada kelompok kontol positif sebesar 36,52+0,131. Mean dan standar deviasi pada kelompok kontrol negativ sebesar 36,92+0,158. Ada perbedaan yang signifikan suhu tubuh bayi saat demam pasca imunisasi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada kelompok intervensi, kelompok kontrol positif dan kelompok kontrol  negative dengan p = 0,000. Artinya ada pengaruh pada masing-masing kelompok. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pemberian esensial oil bawang merah dengan kelompok control positif dan control negative terhadap suhu tubuh bayi pasca demam imunisasi DPT di wilayah kerja puskesmas tigo baleh kota bukittinggi 2024. Maka dari itu diharapkan kepada semua pihak untuk dapat menerapkan terapi non farmakologi terhadap suhu tubuh pada bayiKata Kunci : Essential Oil Bawang Merah, Suhu Bayi, Demam, Imunisasi
PENGARUH TERAPI AKUPRESURE TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI HAID (DISMENORE) PADA REMAJA Dewi, Ratna; Juwita, Lisavina; Wati, Rahmi; Lazdia, Weny; Syukri, Rahmat; Bunga, Weni
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 3 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i3.3074

Abstract

ABSTRACTMenstrual pain, also known as dysmenorrhea, is caused by an imbalance of progesterone hormones in the blood, resulting in recurring pain that disrupts daily activities. Acupressure, a therapy involving finger pressure and massage on specific points of the body, has emerged as a treatment modality. This study aims to investigate the Effect of Acupressure Therapy on Reducing Menstrual Pain (Dysmenorrhea) among Adolescents at UPTD SMP Negeri 2 Kec. Akabiluru in 2024. The research design employed is a Quasi-experimental approach with a One Group Pretest- Posttest design. Purposive sampling was used to select participants from the entire female student population at UPTD SMP 2 Kec. Akabiluru. Bivariate analysis involved the Shapiro- Wilk test, and the research hypothesis was tested using Non-Parametric Statistical tests. The results of the univariate analysis revealed that the average level of dysmenorrhea pain among respondents before receiving acupressure therapy was 8.35, while two days after therapy, it decreased to 2.65. Bivariate analysis demonstrated a significant difference in the average pain levels before and after acupressure therapy with a p-value of 0.000. In conclusion, the study suggests that acupressure therapy effectively reduces menstrual pain (dysmenorrhea). Therefore, it is recommended that respondents consider acupressure therapy as an alternative method for alleviating menstrual pain (dysmenorrhea).Keywords: Pain, Dysmenorrhea, Acupressure
EFEKTIVITAS MEDIA PENYULUHAN MENGGUNAKAN VIDIO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDSDI SMPN 1 BLAMBANGAN KECAMATAN BLAMBANGAN PAGAR KOTABUMI LAMPUNG UTARA Handayani, Meri; Utami, Iis Tri; Anggriani, Yunita; Almufaridin, Anissa Syafitri
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 3 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i3.3112

Abstract

Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) merupakan penyakit yang menjadi salah satu permasalahan serius di dunia. Angka kejadian hiv di Indonesia pada tahun 2020 sebanyak 543.100 orang dengan jumlah infeksi baru sebanyak 29.557 orang dan kematian sebanyak 30.137 orang. dengan angka kejadian di Provinsi Lampung sebanyak 589 kasus di Kecamatan Blambangan Sebanyak 20 Kasus. Berbagai cara dapat ditempuh guna meningkatkan edukasi tentang kesehatan reproduksi untuk para remaja, salah satunya adalah penyuluhan. Media penyuluhan yang dapat digunakan sangat banyak. Media penyuluhan berupa video edukasi yang memuat atau yang bertema kesehatan reproduksi remaja menjadi salah satu cara yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan. Tujuan penelitian diketahui efektivitas media penyuluhan menggunakan video terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMPN 1 Blambangan Kecamatan Blambangan Pagar Kotabumi Lampung Utara. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian pra eksperimen desain dengan pendekatan one group pretes and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SMPN 1 Blambangan kelas VII dengan sampel yang digunakan sebanyak 54 responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis secara univariat dan bivariat (uji t-test). Hasil penelitian diketahui rata-rata pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS sebelum penyuluhan kesehatan dengan media video adalah 6.2 dan sesudah penyuluhan kesehatan dengan media video adalah 10,07. Ada pengaruh efektivitas media penyuluhan menggunakan video terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMPN 1 Blambangan Kecamatan Blambangan Pagar Kotabumi Lampung Utara (p-value = 0,000). Saran bagi petugas kesehatan dapat memberikan promosi kesehatan melalui video tentang HIV/AIDS. Kata Kunci : Pengetahuan, penyuluhan, remaja tentang HIV/AIDS
DETERMINAN KEJADIAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DAN BIDAN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SOLOK SELATAN TAHUN 2023 Apriliani, Cici; Suwito, Adriani; Berliani, Hamida; Akbar, Fauzan; Alhamda, Syukra
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 2 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i2.3108

Abstract

The World Health Organization (WHO) predicts that the second leading killer after heart disease is severe fatigue. According to the Workers' Social Security Agency (BPJS Ketenagakerjaan) in West Sumatra, in 2021, there were 31,801 reported cases of occupational accidents, representing a 16.96% increase from the previous year. The purpose of this study is to determine the factors influencing fatigue among nurses and midwives in the Inpatient Department of Solok Selatan Regional Hospital. This research is an analytical survey with a cross-sectional approach. The total sampling method was used to select 84 respondents. Data processing was computerized, and the results were presented in the form of frequency distribution tables. The research findings revealed that work fatigue was at 59.5%, heavy workloads at 60.7%, unsafe working conditions at 56%, severe job-related stress at 53.6%, and long working tenure at 56%. Statistical analysis concluded that there is a significant relationship between workload (α = 0.05 with OR = 2.625), working conditions (α = 0.003 with OR = 4.278), job-related stress (α = 0.001 with OR = 5.600), and work tenure (α = 0.013 with OR = 3.433) and work fatigue. In summary, workload, working conditions, job-related stress, and work tenure are significantly associated with work fatigue. To address work fatigue, nurses and midwives are encouraged to manage job-related stress effectively, support each other to reduce workloads, and engage in team-building activities such as outbound events to strengthen teamwork.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN GANGGUAN JIWA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMURUP KABUPATEN KERINCI Emilda, Emilda; Hasnita, Evi; Oktavianis, Oktavianis
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 3 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i3.2951

Abstract

Masalah Kesehatan jiwa merupakan masalah kesehatan yang serius dan terbesar selain penyakit generatif karena terus mengalami peningkatan dan membutuhkan proses penyembuhan yang panjang seperti penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Semurup tahun 2024.             Metode penelitian mixed methods, di wilayah kerja Puskesmas Semurup pada bulan februari-maret 2024, total sampel 100 pasien terdiri dari 50 pasien dengan diagnosa skizofrenia (kasus)  dan 50 pasien gangguan  jiwa ringan hingga depresi (kontrol) yang berobat ke Puskesmas Semurup dipilih secara purposive sampling. Instrumen kuesioner data demografi dan faktor gangguan jiwa, dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan multivariat dengan regresi logistik linear berganda. Penelitian kualitatif wawancara Indepth interview dengan pendekatan input, proses, output sebanyak 7 informan, diolah dengan  matriks triangulasi data.            Hasil penelitian kuantitatif, faktor yang berhubungan dengan kejadian gangguan jiwa adalah genetik (p=0,000,OR=7,071), status lingkungan sosial masyarakat (p=0,012,OR=4,510),status ekonomi (p=0,148,OR=2,455), sedangkan yang tidak berhubungan dengan kejadian gangguan jiwa adalah status perkawinan (p=0,148,OR=2,455). Hasil kualitatif sudah ada kebijakan, dana tersedia, tenaga masih kurang, dan sarana prasarana sudah ada masih diperlukan perbaikan.            Kesimpulan penelitian kuantitatif faktor penyebab gangguan jiwa adalah genetik, ekonomi dan lingkungan sosial dan yang  paling dominan berhubungan dengan kejadian gangguan jiwa di Puskesmas Semurup tahun 2024 adalah lingkungan sosial masyarakat dengan nilai ((p=0,019,OR=3,882). Penelitian kualitatif belum maksimal pelaksanaan kegiatan dalam identifikasi, pengenalan tanda dan penyebab gangguan jiwa, diharapkan tenaga kesehatan lebih aktif dalam melakukan deteksi dini, edukasi, promosi kesehatan melalui program jiwa agar kasus gangguan jiwa diwilayah kerja puskesmas semurup bisa dikendalikan.  Kata Kunci : Gangguan jiwa, Genetik, Status pernikahan, Status ekonomi, Lingkungan sosial masyarakat.     
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KELAS IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN ANEMIA DI UPTD PUSKESMAS BATU HAMPAR KECAMATAN AKABILURU TAHUN 2024 Novela, Vina; Pratiwi, Wina Bunga; Abbas, Khairul
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 3 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i3.3264

Abstract

Puskesmas Batu Hampar merupakan salah satu puskesmas yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota yang melaksanakan kelas ibu hamil sebagai salah satu programnya yaitu di bidang KIA. Berdasarkan data di puskesmas batu hampar pada tahun 2023 capaian program kelas ibu hamil sebesar 30,42% dari target 100%, hal ini menyebabkan kesehatan pada ibu hamil dengan kasus terbanyak yaitu kejadian anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan program kelas ibu hamil di UPTD Puskesmas Batu Hampar Kec.Akabiluru Tahun 2024.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi dengan informan sebanyak 11  orang.  Teknik pengumpulan  data  dilakukan  dengan  cara  wawancara  mendalam,  telaah dokumen, dan observasi. Pengolahan data dengan mereduksi data, display data, verifikasi data.Hasil penelitian Evaluasi Pelaksanaan Program Kelas Ibu Hamil dalam Pencegahan Anemia diPuskesmas Batu Hampar Tahun 2024 belum efektif dikarenakan kuantitas SDM yang belum mencukupi pada pelaksanaan kelas ibu hamil, sarana dan prasarana yang belum mencukupi, sosialisasi yang belum maksimal dilakukan serta kurangnya partisipasi dari ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil apalagi ibu hamil yang bekerja.Dapat disimpulkan bahwa kegiatan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Batu Hampar sudah berjalan namun belum efektif dalam pelaksanaannya karena masih ditemukan kendala seperti kurangnya partisipasi dari ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil apalagi ibu hamil yang bekerja. Diharapkan untuk pelaksanaan kelas ibu hamil untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas program serta menambahkan sarana dan prasarana berupa matras dan media edukasi di setiap kelas ibu hamil.
PENGARUH KELAS KURSUS CALON PENGANTIN (SUSCATIN) TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP CALON PENGANTIN (CATIN) WANITA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI KUA KECAMATAN WAWAY KARYA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2024 Widiastuti, Asih; Mayasari, Ade Tyas; Sagita, Yona Desni; Dari, Wulan
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 3 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i3.3129

Abstract

Berdasarkan sumber data laporan kinerja tahun 2021, diketahui terdapat 283.833 ibu hamil dengan Lila < 23,5 cm (berisiko KEK) dari 3.249.503 ibu hamil yang diukur Lila, sehingga diketahui bahwa ibu hamil di Indonesia dengan risiko KEK sebesar 8,7% (Kemenkes RI, 2021). Dampak yang ditimbulkan oleh kehamilan risiko tinggi adalah terjadinya keguguran, gawat janin, kehamilan premature, dan keracunan dalam kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kelas Kursus Calon Pengantin (suscatin) Efektif Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Calon Pengantin (catin) Wanita Tentang Kesehatan Reproduksi Di KUA Kecamatan Waway Karya Kabupaten Lampung Timur Tahun 2024. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan two group pre post. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh calon pengantin (catin) wanita di KUA Kecamatan Waway Karya Kabupaten Lampung Timur Tahun 2024. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji independent sample t-test Hasil penelitian di peroleh Ada pengaruh kelas kursus calon pengantin (suscatin) terhadap peningkatan pengetahuan calon pengantin (catin) wanita tentang kesehatan reproduksi di KUA Kecamatan Waway Karya Kabupaten Lampung Timur Tahun 2024 didapatkan nilai p-value 0,000. Ada pengaruh kelas kursus calon pengantin (suscatin) terhadap sikap calon pengantin (catin) wanita tentang kesehatan reproduksi di KUA Kecamatan Waway Karya Kabupaten Lampung Timur Tahun 2024 didapatkan nilai p-value 0,030. Diharapkan catin agar selalu mengikuti kegiatan bimbingan pranikah yang dilaksanakan oleh KUA, karena dengan mengikuti bimbingan pranikah maka calon pengantin akan mendapatkan pengetahuan tentang pernikahan dan kesehatan reproduksi agar dapat mempertahankan keutuhan rumah tangganya dengan baik nantinya. Kata Kunci      :. Kelas Kursus Calon Pengantin, Pengetahuan, Sikap
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DALAM PENGENDALIAN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS MAPADDEGAT Pelani, Helman; Eliza, Eliza; Nelli, Septa; Wati, Linda Diana
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 2 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i2.3050

Abstract

 ABSTRACT Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disease where diabetics cannot produce sufficient amounts of insulin or the body is unable to use insulin effectively. The acute complications of DM are diabetic ketoacidosis (DKA) and hyperosmolar hyperglycemic status (SHH). The aim of the research is to determine the factors associated with compliance in controlling diabetes mellitus at the Mapaddegat Health Center in 2023. This type of research is analytical descriptive which was carried out at the Mapaddegat Health Center in July-August 2023, with a total sample size of 56 people. Data were analyzed using univariate and bivariate data with SPSS Chi Square to see the relationship between each variable. The results of the univariate analysis showed that most (55.4%) of the respondents had poor eating patterns, more than half (51.8%) of the respondents were irregular in taking medication, more than half (55.4%) of the respondents were not compliant in controlling diabetes mellitus. . The results of the bivariate analysis showed a relationship between eating patterns and compliance in controlling diabetes mellitus, pValue = 0.015 (p<0.05) OR 1.971, a relationship between exercise habits and compliance in controlling diabetes mellitus, pValue = 0.007 (p<0.05) OR 2.017 , the relationship between taking medication and compliance with Diabetes Mellitus control pValue = 0,000 (p<0.05) OR 3.879. The conclusion is that there is a relationship between eating patterns, exercise habits, taking medication and compliance with diabetes mellitus control at the Mapaddegat Community Health Center in 2023. It is hoped that health workers and nutritionists can always increase the visit schedule for diabetes mellitus sufferers and also provide consultations about nutrition and diet for diabetes sufferers. mellitus.Keywords : Compliance, Control, Diabetes MellitusABSTRAK  Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik yang berlangsung kronik dimana penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Keadaan komplikasi akut DM adalah ketoasidosis diabetik (KAD) dan Status Hiperglikemi Hiperosmolar (SHH). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dalam pengendalian diabetes mellitus di Puskesmas Mapaddegat Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik yang dilaksanakan di Puskesmas Mapaddegat pada bulan Juli-Agustus 2023, dengan jumlah sampel total sampel yaitu 56 orang. Data dianalisis menggunakan data univariat dan bivariat dengan SPSS Chi Square  untuk melihat hubungan pada masing-masing variabel. Hasil analisis univariat didapatkan sebagian besar (55,4 %) responden memiliki pola makan buruk, lebih dari separoh (51,8 %) responden tidak teratur dalam minum obat, lebih dari separoh (55,4 %) responden  tidak patuh dalam pengendalian diabetes melitus. Hasil analisis bivariat ada hubungan pola makan dengan kepatuhan dalam pengendalian diabetes mellitus pValue = 0, 015 (p<0,05) OR 1,971,hubungan kebiasaan olahraga dengan kepatuhan pengendalian diabetes mellitus pValue = 0, 007 (p<0,05) OR 2,017, hubungan minum obat dengan kepatuhan pengendalian Diabetes Mellitus pValue = 0, 000 (p<0,05) OR 3,879. Kesimpulan ada hubungan pola makan, kebiasaan olahraga, minum obat dengan kepatuhan pengendalian Diabetes Mellitus di Puskesmas Mapaddegat Tahun 2023.Diharapkan kepada petugas kesehatan, ahli gizi agar dapat selalu meningkatkan jadwal kunjungan pada penderita diabetes melitus dan juga memberikan konsultasi tentang gizi dan diet bagi penderita diabetes melitus.Kata Kunci : Kepatuhan, Pengendalian, Diabetes Melitus
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA POST OPERASI SECTIO CAESAREA Delvina, Visti; Miharti, Sari Ida; Fitri, Nina; Meilani, Nayeli Fazira
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 3 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i3.3254

Abstract

Operasi caesar merupakan metode operasi sebagai upaya terakhir, apabila persalinan normal dan upaya lainnya tidak dapat digunakan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan melalui Aliansi Global untuk Keselamatan Pasien bahwa dari 27 juta pasien bedah antara 2-5% infeksi luka operasi terjadi setiap tahunnya, dan 25% infeksi terjadi di fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Madina Kota Bukittinggi Tahun 2024. Metode yang digunakan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 85 ibu post sectio caesarea. Teknik pengambilan sampel consecutive sampling dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor status gizi dengan penyembuhan luka (p-value 0,078), ada hubungan yang bermakna antara faktor istirahat dengan penyembuhan luka (p-value 0,000), ada hubungan yang bermakna antara faktor mobilisasi dini dengan penyembuhan luka (p-value 0,039), dan tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor perawatan luka dengan penyembuhan luka (p-value 0,078). Kesimpulannya dari 4 faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka post operasi SC di Rumah Sakit Madina Kota Bukittinggi terdapat 2 faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka yaitu faktor istirahat dengan nilai (p-value 0,000) dan mobilisasi dini dengan nilai (p-value 0,039), dan terdapat 2 faktor yang tidak mempengaruhi penyembuhan luka yaitu faktor status gizi dengan nilai (p-value 0,078) dan perawatan luka dengan nilai (p-value 0,078). Dengan adanya penelitian ini diharapkan agar responden mengetahui faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka caesar, dan diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi kesehatan mengenai faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka serta tanda-tanda infeksi pada luka sehingga penyembuhan luka pun baik secara optimal.
DETERMINAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIOBAN KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI Zicof, Erick; Hidayanti, Rahmi; Darwel, Darwel; Fadilah, Aisya
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 3 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i3.3237

Abstract

Penyakit malaria merupakan suatu penyakit infeksi yang memberikan morbiditas yang cukup tinggi di dunia dan merupakan penyebab mortalitas ke-3 tertinggi di dunia. Di Indonesia, Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi yaitu bayi, anak balita, ibu hamil, selain itu malaria secara langsung menyebabkan anemia dan dapat menurun kan produktivitas kerja . Profil Kesehatan Sumatera Barat tahun 2020 menunjukkan bahwa Kabupaten/Kota yang telah mencapai eliminasi malaria sebanyak 16 kab/kota. Sebanyak 18 Kab/Kota di Sumatera Barat sudah API <1 per 1000 penduduk). Hanya Kabupaten Kepulauan Mentawai yang belum mencapai target, dimana API Kabupaten Mentawai 3 per 1000 penduduk . Berdasarkan data kasus malaria hingga akhir Januari 2022, Dari 15 Puskesmas yang ada, jumlah kasus tertinggi terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sioban dengan angka 228 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui untuk mengetahui hubungan kondisi rumah, breeding place, perilaku kebiasaan penggunaan kelambu, kebiasaan keluar malam, perilaku penggunaan obat nyamuk (repellent) dan keberadaan kandang ternak dengan kejadian malaria. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan metode fixed disease sampling dengan perbandingan kasus dan kontrol yaitu 1:1. Lokasi pengambilan data dilakukan di ng pada bulan Januari sampai dengan November 2023. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan perilaku pencegahan, kondisi rumah dan keberadaan kandang ternak dengan kejadian malaria, sedangkan keberadaan breeding place tidak berhubungan dengan kejadian malaria berdasarkan hasil penelitian.