JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) ISSN: 2502-079X (Print), ISSN: 2503-1619 (Electronic) is a peer-reviewed, publishes research manuscripts in the field of education research. The Focus and scope of the journals are to: 1) Provide a journal that reports research on topics that are of local and international significance across educational contexts 2) Publish manuscripts that are of local and International significance in terms of design and/or findings 3)Encourage collaboration by local and international teams of researchers to create special issues on these topics.
Articles
359 Documents
Usaha gula gending sebagai pelestarian budaya dan mata pencaharian masyarakat Kembang Kerang
Atiaturrahmaniah, Atiaturrahmaniah;
Lasmawan, I Wayan;
Suastika, I Nengah
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol 7, No 4 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.862 KB)
|
DOI: 10.29210/30032528000
Usaha gula gending merupakan bentuk pelestarian budaya yang ada di lingkungan masyarakat NTB. Pelestarian ini menjadi bentuk pertahanan eksistensi terhadap berbagai perubahan zaman yang terjadi. Maka perlu strategi yang tepat agar usaha ini mampu bertahan dan bisa menjadi mata pencaharian bagi masyarakat. Apabila hal ini dilestariknan maka akan mengembangkan potensi budaya yang ada di daerah ini yang tentunya bisa dicapai dengan Kerjasama antar masyarakat untuk lebih solid dan sadar bahwa usaha ini perlu dipertahankan dan dilestarikan. Tujuan penelitian ini berguna untuk melihat sejauh mana masyarakat mampu melestarikan budaya atau usaha gula gending yang tentunya bermanfaat sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review yaitu berdasarkan berbagai hasil penelitian, sumber dan buku yang sesuai fakta. Hal ini diharapkan agar dapat tetap melestarikan budaya yang ada di masyarakat Lombok Timur
Pola marketing pedagang tradisional di era disrupsi ritel modern
Sururuddin, Muhammad;
Lasmawan, Lasmawan;
Suastika, I Nengah
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol 7, No 4 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.41 KB)
|
DOI: 10.29210/30032529000
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui model marketing dalam kajian ekonomi islam serta elaborasi strategi pedagang tradisional di era disrupsi ritel modern. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan penelitian field research (penelitian lapangan) dengan pendekatan case study (studi kasus) dan fenomenologi, karena penulis menjelaskan atau mengungkap makna, konsep, serta fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu atau sekelompok masyarakat. Fenomenologi dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji dan peneliti bebas untuk menganalisi data yang diperoleh. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara, tekhnik analisis data dapat dilakukan melalui tahap-tahap berikut: Reduksi Data, Penyajian Data dan Menarik Kesimpulan dan Verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan semakin banyak ritel modern maka pedagang tradisional di Desa Kelayu di tuntut untuk bersaing. Pedagang tradisional mau tidak mau harus memiliki strategi yang baik dan tepat untuk bersaing di era perkembangan ritel modern. Tidak sedikit yang bangkrut ketika membuka usaha karena ketidak tepat sasaran dalam berdagang dan strategi pemasaran yang kurang tepat yang diterapkan oleh pedagang tersebut. Dari sekian banyak ritel tradisional hanya beberapa yang mampu bertahan dalam bersaing dengan ritel modern, strategi yang digunakan bermacam-macam. Menurut apa yang peneliti temukan dilapangan stretegi pedagang tradisional untuk tetap bertahan. Memproduksi barang (produk) yang tidak ada pada ritel modern, seperti yang kita ketahui bahwa ritel modern menjual berbagai macam kebutuhan, dari kebutuhan primer hingga kebutuhan tersier. Namun ritel modern tidak selamanya menjual apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Ada beberapa kebutuhan konsumen yang tidak di jual pada ritel modern seperti, telur asin, keripik singkong, keripik pisang, dan krake yang tidak mengandung bahan kimia.
Konsep media sosial dalam pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK)
Rama, Alzet;
Simatupang, Wakhinuddin;
Irfan, Dedy;
Muskhir, Mukhlidi
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol 7, No 4 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.996 KB)
|
DOI: 10.29210/30032530000
Media sosial sebagai alat Transfer informasi dengan cepat tanpa harus terpaku pada waktu belajar tertentu dengan mempertimbangkan berbagai faktor untuk mencapai tujuan pembelajaran dapat tercapai. WhatsApp memiliki fitur yang membantunya menjadi lingkungan yang mendukung WhatsApp juga memfasilitasi proses belajar mengajar pekerjaan guru yang tidak masuk kelas padahal ada tugas di luar atau rapat yang tidak ada dapat dihilangkan, siswa yang tidak terlibat juga dapat mengirimkan karya dari WhatsApp kepada guru yang bersangkutan.Menggunakan media sosial dalam pendidikan adalah tantangan besar, tetapi sebenarnya tidak tak terhindarkan, lalu jadikan itu pengalaman belajar yang luar biasa siswa Whatsapp media sosial, khususnya WhatsApp sebagai sistem komunikasi yang canggih Adaptasi juga saat ini dibutuhkan guru dengan perkembangan dan kemajuan TIK dengan mengembangkan diri kita sendiri atau gunakan teknologi yang ada seperti WhatsApp sebagai alat Transfer informasi dengan cepat tanpa harus terpaku pada waktu belajar tertentu dengan mempertimbangkan berbagai faktor untuk mencapai tujuan pembelajaran dapat tercapai.WhatsApp memiliki fitur yang membantunya menjadi lingkungan yang mendukung WhatsApp juga memfasilitasi proses belajar mengajar pekerjaan guru yang tidak masuk kelas padahal ada tugas di luar atau rapat yang tidak ada dapat dihilangkan, siswa yang tidak terlibat juga dapat mengirimkan karya dari WhatsApp kepada guru yang bersangkutan.
Manajemen strategis kepala madrasah dalam meningkatkan produktivitas kinerja guru
Maki, Ahmad;
Wasliman, Iim;
Dianawati, Eva
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol 7, No 4 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (551.222 KB)
|
DOI: 10.29210/30032429000
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Bagaimana perencanaan implementasi kebijakan penguatan kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan produktivitas kinerja guru. 2) Bagaimana pelaksanaan implementasi kebijakan penguatan kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan produktivitas kinerja guru. 3) Apa masalah yang dihadapi dalam implementasi kebijakan penguatan kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan produktivitas kinerja guru dan 4) Apa solusi masalah yang dihadapi dalam implementasi kebijakan penguatan kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan produktivitas kinerja guru. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan studi kasus MAN Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Implementasi kebijakan penguatan kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan produktivitas kinerja guru MAN kotawaringin timur telah terlaksana melalui tahapan-tahapan manajemen namun masih belum maksimal sesuai program dan tujuan peningkatan kinerja guru agar sesuai dengan standar nasional pendidikan melalui implementasi kebijakan penguatan kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan produktivitas kinerja guru MAN kotawaringin timur.
Manajemen gugus kendali mutu untuk meningkatkan kompetensi profesional guru
Istanto, Istanto;
Wasliman, Iim;
Dianawati, Eva
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol 8, No 1 (2023): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (685.403 KB)
|
DOI: 10.29210/30032428000
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Perencanaan Gugus Kendali Mutu (GKM) dalam meningkatkan kompetensi profesional guru. 2) Pelaksanaan manajemen GKM dalam meningkatkan kompetensi profesional guru. 3) Evaluasi manajemen GKM dalam meningkatkan kompetensi profesional guru. 4) Hambatan manajemen GKM dalam meningkatkan kompetensi profesional guru. 5) Solusi manajemen GKM dalam meningkatkan kompetensi profesional guru. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan studi kasus MTsN 2 Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil penelitian ini menemukan bahwa manajemen GKM dalam meningkatkan kompetensi profesional guru MTsN 2 Kota Palangka Raya telah berjalan sesuai dengan tujuan dalam meningkatkan kompetensi diri menjadi guru profesional dengan memiliki kemampuan struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung dan mampu membimbing peserta didik menjadi Siswa yang unggul melalui meningkatnya mutu pembelajaran.
Manajemen pembelajaran bahasa inggris untuk meningkatkan literasi berbahasa
Arbainsyah, Arbainsyah;
Wasliman, Iim;
Dianawati, Eva
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol 8, No 1 (2023): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (515.085 KB)
|
DOI: 10.29210/30032503000
Manajemen pembelajaran bahasa inggris merupakan suatu hal yang penting untuk perlu diperhatikan karena menjadi bagian yang penting dalam proses pembelejaran bahasa inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi dan menganalisis tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, kendala dan solusi dalam pembelajaran bahasa Inggris siswa pada SMA Bina Banua Banjarmasin Kalimantan Selatan. Dalam penelitian ini digunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai Manajemen Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Meningkatkan Literasi Berbahasa Siswa SMA. Hasil penelitian ini meyimpulkan bahwa manajemen pembelajaran bahasa inggris untuk meningkatkan literasi berbahasa siswa SMA Bina Banua Banjarmasin sudah berjalan sesuai dengan aturan yang belaku meliputi aspek intrakurikuler yang berisi kegiatan perenanaan pembelajaran, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.
Implementasi kebijakan akreditasi madrasah dalam meningkatkan mutu kinerja
Huges, Huges;
Wasliman, Iim;
Dianawati, Eva
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol 8, No 1 (2023): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (581.45 KB)
|
DOI: 10.29210/30032504000
Banyak faktor kendala yang dihadapi madrasah belum terakreditasi. diantaranya bagi pemerintah proses akreditasi madrasah tidak bisa dilakukan bersamaan tetapi dilakukan secara bertahap sesuai dengan dana yang dianggarkan sehingga pengajuan akreditasi harus menunggu daftar tunggu. Problema lain adanya kepala madrasah yang belum memahami proses pengajuan akreditasi dan ada juga madrasah yang sudah berakhir masa sertifikasinya tapi belum juga mengajukan permohonan akreditasi ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Implementasi kebijakan akreditasi. (2) Pelaksanaan implementasi kebijakan akreditasi (3) Evaluasi implementasi kebijakan akreditasi. 4) Tindak lanjut implementasi kebijakan akreditasi. (5) Masalah yang dihadapi dalam implementasi kebijakan akreditasi dan (6) Solusi masalah yang dihadapi dalam implementasi kebijakan akreditasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan studi kasus MAN Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil penelitian ini menemukan bahwa implementasi kebijakan akreditasi madrasah dalam meningkatkan mutu kinerja MAN Barito Timur telah diimplementasikan dengan menggunakan pedoman dari BAN S atau M dan dengan menggunakan prinsip manajemen perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, namun masih belum berdampak secara utuh kepada upaya peningkatan mutu kinerja madrasah.
Manajemen mutu ekstrakurikuler keagamaan dalam penguatan akhlak mulia siswa
Akhirudin, Fahrizal;
Wasliman, Iim;
Dianawati, Eva
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol 8, No 1 (2023): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (619.406 KB)
|
DOI: 10.29210/30032565000
Manajemen mutu ekstrakurikuler keagamaan bertujuan untuk pembentukan akhlak mulia dan moralitas siswa dalam menjalani kehidup bermasyarakat. Maka dari itu, manajemen mutu ekstrakurikuler keagamaan dalam penguatan akhlak mulia siswa perlu menjadi perhatian secara khusus bagi tenaga pendidik atau kependidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen ekstrakurikuler keagamaan dalam penguatan akhlak mulia siswa MA Pontren Hidayatul Insan Palangkaraya. Metode penelitian kualitatif dengan studi kasus pada Madrasah Aliyah Hidayatul Insan Palangkaraya. Penelitian ini menemukan bahwa manajemen mutu ekstrakurikuler keagamaan dalam penguatan akhlak mulia siswa di Madrasah Aliyah Hidayatul Insan Palangkaraya sudah dilaksanakan dengan baik mengikuti ketetapan-ketetapan yang berlaku, namun masih didapati kendala terutama dalam hal penilaian, pemberdayaan sarana prasarana yang dimiliki Madrasah Aliyah. Hasil penelitian ini juga dapat disimpulkan (1) program ekstrakurikuler keagamaan dalam penguatan akhlak mulia siswa telah dirancang oleh MA Pontren Hidayatul Insan Palangkaraya dengan melibatkan pihak madrasah dengan memberdayakan sumberdaya yang dimiliki madrasah. (2) Implementasi ekstrakurikuler keagamaan dalam penguatan akhlak mulia siswa dilaksanakan dan disusun oleh pihak madrasah. Namun, masih terdapat kesenjangan antara dengan realisasi kegiatan. (3) Dampak implementasi ekstrakurikuler keagamaan dalam penguatan akhlak mulia siswa berdampak kondisi nyata, dimana kegiatan ekstrakurikuler keagamaan berpengaruh terhadap perilaku siswa dalam kegatan sekolah dan juga prestasi belajar mereka yang cukup baik.
Interoperabilitas antar matra dalam skema perang berlarut
Nakir, M;
Prayitno, Arief;
Gunawan, Ridwan
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol 8, No 1 (2023): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (494.279 KB)
|
DOI: 10.29210/30032505000
The discourse on the development of the military strategy nowdays is inseparable from the globalization. Defense experts are faced with an increasing trend of international system instability and it is increasingly difficult to predict. The presence of new technology also influences the characteristics of modern conflicts where future wars are becoming increasingly complex. In general, wars are planned by the aggressor for a short period of time in order to achieve victory quickly, however, the little ones force long-lasting wars as protracted wars. This study uses a qualitative method with a descriptive design. The purpose of this study is to analyze how far the interopability between the branches of the land arm in the protracted war scheme in Indonesia is. The research was carried out at the Army Headquarters and the Army Education and Training Command. The research data were analyzed in four steps, namely data reduction, presenting data, integrating data and drawing conclusions. The results of the study indicate that it requires strengthening of interopability between dimensions in the protracted war scheme in Indonesia. The conclusion is that in modern warfare, interoperability is absolutely necessary in military operations. Suggestions for the need for further research on interoperability between branches in the Army Forces in a protracted war scheme are more specific in one large island defense area.
Peningkatan hasil belajar IPA siswa pada materi tumbuhan paku melalui contextual teaching and learning di sekolah menengah pertama
Hannasari, Rinapril
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol 7, No 4 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.536 KB)
|
DOI: 10.29210/30032591000
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas IX-4 SMP Negeri 1 Batang Toru sehingga perlu dilaksanakan perbaikan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa. tategi yang dipilih adalah penerapan model contectual teaching and learning (CTL). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan hasil belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas desain Kemmis dan Mc Taggart. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes kemudian data yang telah dikumpulkan akan dianalisis menggunakan teknik kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil belajar siswa kelas IX-4 SMP Negeri 1 Batang Toru Tahun Pelajaran 2022/2023 dalam pembelajaran IPA materi tumbuhan paku menggunakan contextual teaching and learning menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pelaksanaan pembelajaran IPA materi tumbuhan paku di Kelas IX-4 SMP Negeri 1 Batang Toru Tahun Pelajaran 2022/2023 dengan menggunakan Contextual Teaching And Learning terdiri beberapa tahap kegiatan, yang dibagi menjadi kegiatan awal pembelajaran, kegiatan inti, dan kegiatan akhir pembelajaran. Kegiatan inti pembelajaran disesuaikan dengan langkah-langkah Contextual Teaching And Learning. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Contextual Teaching And Learning membuat pembelajaran dilaksanakan dengan mutu lebih baik dimana siswa belajar untuk berpikir kritis dan belajar bermakna sehingga pemahaman siswa terhadap materi pelajaran menjadi meningkat dan meningkatkan hasil belajar siswa.