cover
Contact Name
A Yunastiawan Eka Pramana
Contact Email
yunasekapramana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rekaruang@sttnas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
REKA RUANG
ISSN : -     EISSN : 26215926     DOI : -
Reka Ruang is a scientific journal focusing on fundamental and applied science in the field of urban and regional studies. We encourage submission of research in the areas of: Regional development; Spatial planning policy; Disaster management; Urban planning and design; Housing development; Public space Urban management; Spatial modeling; Integrated transportation system; Natural resources, ecosystem, and environment.
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
KOMPARASI KEBUTUHAN LAHAN PERMUKIMAN DENGAN EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN AKIBAT MUCULNYA KAWASAN INDUSTRI DI KABUPATEN BATANG TAHUN 2030 Iffa Mayangsari; Neritarani, Rivi
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Kawasan Industri dapat menciptakan efek berganda bagi lingkungan sekitarnya, sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih dalam merencanakan tata ruang di sekitar Kawasan Industri. Efek berganda yang terjadi yaitu pengaruh terhadap bangkitan lalu lintas dan aspek ketersediaan tenaga kerja dalam kaitannya dengan kebutuhan tempat tinggal dan  berbagai fasilitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran lokasi yang sesuai untuk dikembangkan menjadi kawasan permuiman pada tahun 2030 berdasarkan evaluasi kesesuaian lahan dan untuk mengetahui perbandingan prediksi kebutuhan lahan permukiman dengan lahan yang tersedia hasil evaluasi kesesuaian lahan pada tahun 2030 setelah adanya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Batang Industrial Park (BIP). Pendekatan yang digunakan yaitu metode kuantitatif, dengan metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian pertama untuk mendapatkan peta evaluasi kesesuaian lahan, kemudian data kembali di overlaykan dengan constrain untuk memperoleh lokasi permukiman terbaik, dan metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian kedua yaitu time series untuk memprediksi kebutuhan permukiman untuk penduduk yang bekerja disektor industri  pada tahun 2030 dan metode overlay & logical matching untuk komparasi antara kebutuhan dengan ketersediaan lahan pada tahun 2030. Hasil dari penelitian ini yaitu hasil dari evaluasi kesesuaian lahan yaitu terdapat 4 (empat) tingkat kesesuaian sangat sesuai (S1) seluas 62.526,94 Ha, sesuai (S2) seluas 11.779,95 Ha, agak sesuai (S3) seluas 10.146,73 Ha dan tidak sesuai (N) seluas 2.796,05 Ha. Untuk kebutuhan lahan permukiman pada tahun 2030 yaitu seluas 3.045,89 Ha sedangkan untuk ketersediaan lahan yang telah dikurangi oleh constraint dari RTRW dan penggunaan lahan eksisting diperoleh luas 8.792,15 Ha, untuk 13 kecamatan masih memiliki sisa lahan dan 2 kecamatan lainnya mengalami kekurangan seluas 595,79 Ha. Sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk 13 (tiga belas) kecamatan pola perkembangannya dapat mengikuti rencana pola ruang yang sudah ada sehingga tidak perlu merencanakan kembali jika Kawasan Industri telah beroperasi, sedangkan untuk kecamatan yang masih memiliki kekurangan lahan akan didistribusikan ke kecamatan di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan.
IDENTIFIKASI PERSEBARAN URBAN HEAT ISLAND DI KECAMATAN KEDATON, KOTA BANDAR LAMPUNG Mia Ermawati; Nana Putri Yanto; Dhea Olvy Aulia Putri
REKA RUANG Vol. 8 No. 1 (2025): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Urban Heat Island didefinisikan sebagai bentuk perubahan iklim lokal. Dalam pembentukan fenomena Urban Heat Island, perubahan penggunaan lahan merupakan salah satu faktor pembentuk. Padatnya pembangunan yang menyebabkan perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Kedaton. Kecamatan Kedaton termasuk dalam kawasan pusat kegiatan, sehingga terjadi perubahan penggunaan lahan pada tahun 2017 hingga 2022 secara signifikan yang dapat menyebabkan peningkatan suhu perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran Urban Heat Island di Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung. Variabel yang digunakan adalah suhu permukaan, dan Urban Heat Island. Metode analisis yang digunakan adalah LST dan analisis Urban Heat Island. Hasil analisis menunjukkan bahwa persebaran Urban Heat Island mengalami peningkatan. Peningkatan distribusi Urban Heat Island mencapai kelas UHI III. Dimana kelas UHI tertinggi pada tahun 2017 yaitu UHI I dan pada tahun 2022 mengalami peningkatan hingga kelas UHI III. Kenaikan suhu permukaan telah memberikan dampak terhadap persebaran Urban Heat Island di Kecamatan Kedaton.                                                                                                            
Identifikasi Dampak dan Strategi Dalam Mereduksi Fenomena Urban Heat Island di Kawasan Metropolitan Jabodetabek Mh Nateq Nouri; Dinan, Rois
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jabodetabek is a metropolitan area where DKI Jakarta serves as the center of government and economy in Indonesia. As a hub of activities in Indonesia, its operations are inherently more complex than in other locations. Individuals from outside DKI Jakarta are drawn to migrate to the region due to its intricate activities. Covering an area of 15,978 km2, DKI Jakarta had the highest population density among Indonesian provinces in 2021. This high population density can have environmental implications, leading to the phenomenon of the Urban Heat Island (UHI). The density of buildings, driven by the substantial population, contributes to elevated surface temperatures, exacerbated in situations with low green spaces or minimal vegetative cover. Hence, the aim of this research is to determine the impact of the UHI phenomenon in DKI Jakarta on its surrounding areas (Bodetabek) and propose methods to mitigate these effects. To identify the UHI phenomenon, the researchers utilized LST and NDVI analysis methods to measure vegetation density, along with NDBI to gauge building density. The research adopted a Willingness to Pay (WTP) approach for DKI Jakarta and Bodetabek, creating spatial strategies to reduce environmental impact. The analysis results reveal that East Jakarta experiences the most severe UHI phenomenon, while Bogor Regency has the lowest surface temperatures. Concerning the willingness to pay for environmental services, the average Willingness to Pay (WTP) value from 104 respondents in DKI Jakarta is approximately Rp. 66,846.00. The CVM results indicate a value of 62%, signifying a strong relationship between the observed variables. Thus, these findings suggest that respondents possess a significant willingness to pay for environmental improvement in the area. The analysis outcomes indicate that stakeholders involved can implement the POAC strategy outlined in this research.
Kajian Karakteristik Lanskap Budaya Permukiman Indis Kampung Kwarasan Di Kota Magelang Priyoga, Iwan; Kurniawati, Amithya Irma
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Kwarasan yang terletak di Kota Magelang merupakan salah satu karya Thomas Karsten dari sekian banyak karya arsitektur dan perencanaan kotanya di seluruh Indonesia. Topografinya yang berkontur justru dimanfaatkan Thomas Karsten untuk membuat permukiman Kwarasan dapat memanfaatkan view ke sekitarnya, antara lain view ke arah Gunung Sindoro-Sumbing dan Sungai Progo. Kwarasan sebagai sebuah sebuah permukiman memiliki pola ruang yang terbagi menjadi 3 (tiga) zona yang berbeda, yaitu zona permukiman bangunan besar, sedang dan kecil, dengan sebuah lapangan yang berfungsi sebagai pusat kawasan dari permukiman tersebut. Lapangan di dalam kawasan permukiman tersebut oleh Karsten direncanakan sebagai bentuk dari konsep kota Jawa. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dikerjakan dengan maksud untuk mengetahui konsep perencanaan pola tata ruang karya Thomas Karsten yang diterapkan di Kampung Kwarasan, sebagai pijakan meneliti karya-karya Thomas Karsten lainnya yang tersebar diseluruh pelosok negeri ini.
STRATEGI KETERSEDIAAN LAHAN TERHADAP PENGEMBANGAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN KEERA Alvia, Melani; Siradjuddin, Irsyadi; Usman, Khairul Sani; A.P., Andi Idham
REKA RUANG Vol. 8 No. 1 (2025): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan lahan dalam pengembangan pertanian pangan berkelanjutan di Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo. Dengan latar belakang penurunan luas lahan pertanian dan pertumbuhan populasi yang meningkat, penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan ketahanan pangan. Metode yang digunakan meliputi analisis kuantitatif dan kualitatif, termasuk analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan yang tersedia di Kecamatan Keera sebesar 11.643,35 ha, sedangkan kebutuhan lahan mencapai 13.758 ha, mengindikasikan defisit lahan di delapan desa. Namun, dua desa, yaitu Desa Ciromanie dan Desa Keera, mengalami surplus lahan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa Kecamatan Keera berada di Kuadran I, mencerminkan kondisi yang menguntungkan untuk pengembangan pertanian berkelanjutan. Rekomendasi strategi mencakup pemanfaatan lahan tidak terpakai, penerapan praktik pertanian berkelanjutan, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lahan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kebijakan tata guna lahan dan pengembangan pertanian di Kecamatan Keera, serta mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.
ANALISIS FAKTOR KEBERTAHANAN BERMUKIM MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN BANJIR (STUDI KASUS: KELURAHAN PENDAHARA, KECAMATAN TEWANG SANGALANG GARING, KABUPATEN KATINGAN, KALIMANTAN TENGAH) Fortona, Nicky; Susi, Theresia; Hartanto, Singgih; Sutrisno, Herwin; Permana, Indrawan; Perkasa, Petrisly
REKA RUANG Vol. 8 No. 1 (2025): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebertahanan masyarakat dalam bermukim di kawasan rawan banjir, dengan studi kasus di Kelurahan Pendahara, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Meskipun wilayah ini mengalami banjir rutin dengan genangan hingga 1,5 meter, masyarakat tetap memilih untuk tinggal. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran, yaitu kuantitatif melalui uji chi-square terhadap 77 kepala keluarga dan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil menunjukkan bahwa faktor sosial seperti pendidikan, usia, dan lama tinggal memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan untuk tetap bermukim. Sebaliknya, faktor ekonomi seperti pekerjaan dan pendapatan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Faktor kesiapsiagaan, terutama pelatihan dan bantuan pemerintah, serta kondisi fisik bangunan, khususnya penggunaan material kayu yang mudah diperbaiki, turut memengaruhi keputusan masyarakat. Temuan ini mengungkap bahwa keputusan untuk bertahan lebih banyak didorong oleh keterikatan sosial, pengalaman lokal, dan kesiapsiagaan, bukan oleh pertimbangan ekonomi. Oleh karena itu, kebijakan mitigasi bencana perlu mempertimbangkan dimensi sosial dan budaya lokal, selain perbaikan fisik infrastruktur. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan strategi mitigasi yang lebih kontekstual dan aplikatif di wilayah pedalaman yang rawan bencana.
PENGEMBANGAN KAWASAN WATERFRONT CITY BERBASIS POTENSI SOSIAL-EKONOMI DAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA Berhitu, Pieter Thomas; Boreel, Aryanto; Botandri, Adnan
REKA RUANG Vol. 8 No. 1 (2025): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesisir merupakan ruang strategis yang memiliki fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya, namun kerap menghadapi tekanan akibat pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Kota Langgur di Kabupaten Maluku Tenggara merupakan salah satu kawasan pesisir yang mengalami permasalahan tata ruang, permukiman kumuh, serta keterbatasan infrastruktur dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sosial-ekonomi dan lingkungan, tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi pengembangan kawasan berbasis konsep Waterfront City (WFC). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dan analisis SWOT. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan, sementara data sekunder dikumpulkan dari publikasi resmi, dokumen perencanaan, serta data statistik daerah. Analisis dilakukan untuk menilai kondisi eksisting kawasan, potensi sumber daya, serta peluang dan ancaman dalam pengembangan WFC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan pesisir Kota Langgur memiliki potensi besar di sektor perikanan, perkebunan, dan pariwisata berbasis budaya lokal. Namun, kawasan ini juga menghadapi berbagai kelemahan, antara lain tingginya ketergantungan ekonomi pada sektor primer, keberadaan kawasan kumuh, serta keterbatasan akses infrastruktur dasar. Melalui analisis SWOT, strategi pengembangan WFC dirumuskan dalam empat pilar utama, yaitu revitalisasi lingkungan pesisir, diversifikasi ekonomi, peningkatan infrastruktur dasar, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengembangan WFC di Kabupaten Maluku Tenggara berpotensi menjadi instrumen transformasi sosial-ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas tata ruang dan kesejahteraan masyarakat pesisir.