cover
Contact Name
Rizky Saputra
Contact Email
rizkysaputra01b@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
komunikologi@uinsu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial
ISSN : 25287583     EISSN : 26218267     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Komunikologi : Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial merupakan jurnal di bawah pengelolaan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
Strategi Komunikasi Radio TRAX FM Dalam Meningkatkan Partisipasi Pendengar Pada Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Armadila, Armadila
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v9i2.26708

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat mahasiswa terhadap media radio di era digital, meskipun radio masih memiliki keunggulan berupa fleksibilitas, kemudahan akses, serta jangkauan audiens yang luas. Perubahan perilaku konsumsi media di kalangan generasi muda, yang lebih menyukai platform digital berbasis visual dan interaktif, menuntut lembaga penyiaran radio untuk beradaptasi melalui inovasi konten dan strategi komunikasi yang relevan. Radio Trax FM Palembang, dengan slogan “hits yang kamu suka,” berupaya menarik kembali perhatian pendengar berusia 15-35 tahun melalui penyajian program dinamis, musik populer, serta konten yang mengandung nilai sosial dan edukatif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi komunikasi Radio Trax FM dalam meningkatkan partisipasi pendengar, khususnya mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trax FM memanfaatkan media sosial, terutama Instagram, serta layanan streaming traxonsky.com untuk memperluas jangkauan dan interaksi dengan pendengar. Strategi komunikasi yang bersifat informatif, persuasif, dan edukatif, disertai peran aktif penyiar dalam membangun kedekatan emosional, terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa sebagai pendengar aktif radio di era digital. Penyiar mampu menghadirkan siaran yang relevan dengan realitas kehidupan pendengar melalui penggunaan bahasa yang komunikatif, konten yang interaktif dan menghibur, serta kemistri antarpenyiar yang menciptakan suasana natural dan dekat dengan audiens. Pemanfaatan media sosial dan kegiatan off-air seperti event musik dan kuis kampus juga memperkuat keterlibatan mahasiswa. Dengan demikian, strategi Radio Trax FM yang memadukan pendekatan interpersonal, inovasi digital, dan konten yang sesuai dengan gaya hidup generasi muda terbukti mampu meningkatkan partisipasi pendengar.
Dinamika Media Massa dan Perubahan Sosial di Indonesia Peranginangin, Indira Fatra Deni; Lubis, Putri Rahmadhani; Batubara, Muhammad Qusyairi
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v9i2.26943

Abstract

Kajian ini menguraikan tentang posisi media massa dalam kehidupan sosial masyarakat. Dalam konteks kehidupan modern, media massa adalah penyangga demokrasi, ia penghubung informasi antar berbagai elemen dalam struktur sosial masyarakat. Posisinya sangat urgen, karena fungsinya adalah penyebar informasi, maka konstruksi sosial meliputi isu, wacana dan perubahan ditentukan oleh bagaimana media massa menguraikan masalah, mengabarkan berita dan begitu seterusnya. Temuan utama kajian ini adalah bahwa Media massa dalam landscape kehidupan sosial masyarakat di Indonesia membawa pengaruh yang sangat besar terhadap cara pandang masyarakat khususnya dalam relasi sosial, politik, ekonomi dan bahkan agama. Oleh karena itu media massa dalam hal ini memiliki otoritas kuat dalam membentuk opini publik. Akan tetapi ketika media massa terkoptasi oleh kepentingan pribadi dan golongan secara perlahan masyarakat membangun narasi perlawanan, muncul ketidakpercayaan yang menghasilkan perang informasi media yang diproduksi oleh media massa dan informasi yang diproduksi oleh masyarakat itu sendiri.
Analysis of the Potential of New Post - Abolition Election Systems and Regulations Presidential Threshold A. Wicakksono, Haryo; Pribadi Uang, Dedi; Hasibuan, M. Sukron; S. K. Milala, Enda; A. Kamdani, Juan; C. W, Rothreya
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v9i2.27096

Abstract

This study aims to analyze the system of changes to the election and its impact after the abolition of the parliamentary threshold (PT) in Indonesia in accordance with Law No. 7 of 2017. The research approach used is descriptive qualitative, namely observing the general election process carried out using data analysis by Miles and Huberman. The results of the study indicate that the abolition of the parliamentary threshold provides an opportunity for political parties with small votes to nominate presidential candidates or candidates for members of the regional representative council. However, there is an impact caused by the abolition of this PT where the opportunity to become a presidential candidate is numerous opportunities so that people through political parties can nominate themselves. Thus necessitating a second round. The implementation of the second round has an impact on the implementation of the election policy, especially in terms of increasing the budget which significantly drains the state budget which should only be one round. This problem not only impacts the state budget but also influences the emergence of divisions among the community due to political differences
Experiential Communication as a Meaning Process in Shaping Agricultural Career Interest among Generation Z : A Cross-Educational Perspective Nurmelati Septiana; Luthfi Fatah
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v10i1.29567

Abstract

This study analyzes experiential communication  as a meaning-making process in influencing agricultural career interest in Generation Z through a cross-level education approach. The study used  a mixed-methods explanatory sequential design, with quantitative data from 136 students of SMK Pertanian Banjarbaru and qualitative data through a directed group discussion (FGD) with ULM agribusiness students. The results showed that career interests were in the very high category, with the dominance of affective and conative dimensions over cognitive, indicating that interests were more shaped by experience and emotional involvement than conceptual understanding. The level of student motivation is also very high, characterized by a combination of intrinsic and extrinsic motivation that reflects the ongoing internalization process. Qualitative findings confirm that experiential communication functions as a transformational communication mechanism that is able to reduce negative stereotypes and form a new understanding of the potential of the agricultural sector. Thus, this study emphasizes that experiential communication is a process of forming meaning that plays an important role in shaping the career orientation of Generation Z in the agricultural sector.
POLUSI DIGITAL KRISIS EPISTEMIK DAN TATA KELOLA KEBENARAN DALAM PERADABAN DIGITAL M. Yoserizal Saragih; Depi Lisnawati
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v10i1.29442

Abstract

Polusi digital yang dalam artikel ini didefinisikan sebagai kontaminasi sistematis terhadap informasi lingkungan masyarakat melalui disinformasi, informasi palsu yang diperkuat secara algoritmik, penetrasi epistemik yang direkayasa, serta konten yang merusak epistemik dan didorong secara struktural merupakan salah satu tantangan peradaban paling krusial di abad ke-21. Artikel ini mengusulkan kerangka konseptual yang disebut Kerangka Tata Kelola Kebenaran (Truth Governance Framework /TGF), yang mengintegrasikan kesiapan sipil (civic kesiapan), komunikasi jurnalistik profetik (berlandaskan nubuwwah), dan lembaga epistemik generasi berikutnya sebagai variabel yang saling bergantung dalam tata kelola ruang publik digital. Dengan mengacu pada epistemologi, teori komunikasi, filsafat ilmu pengetahuan, dan kajian dari Global Selatan termasuk kontribusi jurnalisme profetik asli dari M. Yoserizal Saragih (UIN Sumatera Utara, Indonesia) artikel ini berpendapat bahwa kontaminasi digital bukanlah kegagalan teknis semata, melainkan patologi struktural kapitalisme digital yang menuntut tata kelola epistemik terintegrasi, bukan moderasi konten yang reaktif atau parsial. Tiga proposisi teoritis teoritis dikemukakan: (1) polusi digital sebagai krisis ontologis yang secara kualitatif berbeda dari sekadar misinformasi atau disinformasi, (2) komunikasi trans-nubuwwah sebagai model profetik-epistemik untuk jurnalisme yang bertanggung jawab terhadap peradaban, dan (3) TGF sebagai arsitektur yang dapat diuji, relevan dengan kebijakan, dan dapat diterapkan secara global untuk perbaikan epistemik. Artikel ini diposisikan sebagai kontribusi dari wacana Global Selatan mengenai tata kelola epistemik dan sebagai teks dasar bagi bidang studi peradaban digital yang sedang berkembang.
Trends in Development Journalism in Student Publication: A Longitudinal Content Analysis Laurence Lingat Ramos; Merwin Lad Velasco
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v10i1.29663

Abstract

Student publications in Philippine higher education institutions play a significant role in development journalism, yet long-term trends in their development communication content remain understudied, particularly within agricultural and science-oriented state universities. This study analyzed the development communication content of the CLSU Collegian, the official student publication of Central Luzon State University, across periodical issues published from 2021 to 2025. Employing a mixed-methods design, the study combined descriptive quantitative analysis with qualitative framing and agenda-setting analysis of editorial and opinion articles. Findings revealed a consistent upward trend in development-related articles, growing from five in 2021 to nineteen in 2025. Education, Agriculture and Food Systems, and Economic Development emerged as the dominant thematic concerns throughout the period. Framing analysis showed a discernible shift from problem-focused to solution-oriented and advocacy-driven editorial perspectives, with issues consistently attributed to structural and institutional causes. Coverage scope also expanded from university-centered reporting toward local community and national development issues, reflecting the publication's growing agenda-building function. The study concludes that the CLSU Collegian has evolved into a meaningful platform for development journalism. It recommends institutionalizing the development communication section through editorial training and thematic planning, while encouraging future comparative research across similar public higher education institutions. 
Dinamika Politisasi Birokrasi Dalam Sistem Pemerintahan Di Indonesia Muhammad Sukron Hasibuan
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v10i1.29810

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika politisasi birokrasi dalam sistem pemerintahan di Indonesia yang menunjukkan adanya kecenderungan pergeseran peran birokrasi dari pelayan publik menjadi instrumen kepentingan politik. Permasalahan ini muncul akibat relasi yang kompleks antara birokrasi, kekuasaan politik, dan kepentingan lainnya yang terus berkembang, terutama dalam konteks desentralisasi dan kontestasi elektoral di tingkat daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk politisasi birokrasi, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mengevaluasi upaya reformasi birokrasi dalam mendorong netralitas aparatur sipil negara. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur sistematis dan analisis deskriptif untuk memahami fenomena secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politisasi birokrasi masih berlangsung secara adaptif melalui praktik patronase, tekanan kekuasaan, dan jaringan kepentingan, meskipun berbagai kebijakan reformasi telah diterapkan. Selain itu, penerapan sistem merit dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik belum sepenuhnya efektif karena adanya kesenjangan antara regulasi dan praktik di lapangan serta pengaruh budaya organisasi yang masih kuat. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menawarkan pemahaman yang lebih integratif mengenai politisasi birokrasi serta rekomendasi strategis untuk memperkuat profesionalisme dan netralitas aparatur dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel dan berorientasi pada kepentingan publik.
The Dramaturgy of Roblox User Identity: Avatars as Self-Performance and Dual Backstage Tiffani Latifatul Surya; Joni Rusdiana; Eny Susilowati; Syafawi Ahmad Qadzafi
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v10i1.30178

Abstract

Komunikasi telah berkembang secara signifikan, dengan pesan berani kini dianggap lebih intim dan memungkinkan individu untuk mengontrol citra publik mereka, sehingga banyak orang menavigasi dunia digital dan dunia nyata. Roblox sebagai platform yang berani menawarkan kehidupan kedua melalui penggunaan avatar, memungkinkan pengguna untuk merepresentasikan diri mereka sesuai dengan preferensi mereka. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengguna Roblox mengelola avatar mereka dari perspektif dramaturgi Erving Goffman. Subjek penelitian dalam studi ini adalah representasi diri pengguna avatar melalui komunikasi interpersonal di Roblox. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan netnografi (etnografi virtual). Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi, termasuk wawancara mendalam, observasi partisipatif berani, dan dokumentasi lapangan pendukung. Temuan menunjukkan bahwa pengguna secara sadar terlibat dalam praktik panggung depan ketika mereka berada di panggung Roblox, menggunakan avatar mereka sebagai topeng dan identitas. Aktivitas panggung belakang, di sisi lain, terjadi ketika pengguna melepas topeng mereka, terlibat dalam aktivitas dunia nyata, dan bersantai di ruang lain untuk mempersiapkan penampilan mereka selanjutnya. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana pengguna mengelola komunikasi interpersonal melalui avatar di platform online Roblox .
Representation of Ibu Pertiwi in the Video Clip “Wonderland Indonesia 2” : Kristeva’s Intertextuality Analysis Faisal Ibrahim; Nawiroh Vera
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v10i1.29742

Abstract

AbstrakVideo klip sebagai media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebuah lagu melalui produksi visual dan dramatisasi adegan, kini telah menjadi media representasi fenomena sosial dan budaya melalui sistem tanda operasional, seperti yang terlihat pada video klip Wonderland Indonesia 2. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mengungkap bagaimana Ibu Pertiwi direpresentasikan dalam Wonderland Indonesia 2 melalui semiotika intertekstual Julia Kristeva, dengan mengidentifikasi bentuk-bentuk intertekstualitas yang muncul dalam video klip dan menginterpretasikan makna representasi Ibu Pertiwi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan adegan-adegan yang relevan dengan representasi Ibu Pertiwi, seperti gerakan, kostum, dan teknik sinematik, serta konstruksi cerita. Terdapat tiga adegan yang secara intertekstual merujuk pada Ibu Pertiwi seperti yang ditemukan dalam teks-teks Sanskerta di Indonesia dan teks-teks mitologi lainnya di dunia. Kemudian terdapat enam adegan dalam bentuk plot adegan intertekstual yang merujuk pada citra Ibu Pertiwi sebagaimana terdapat dalam teks sejarah nasional, yaitu tiga adegan yang merujuk pada “Pembakaran Desa oleh Jenderal Militer Spoor” dan tiga adegan yang merujuk pada cuplikan dari lagu kebangsaan “Kulihat Ibu Pertiwi”. Beberapa studi sebelumnya telah membahas representasi identitas nasional dan budaya dalam media visual digital. Dengan demikian, temuan penelitian ini memperluas cakupan studi identitas visual dalam budaya digital Indonesia dan memperkuat relevansi teori intertekstualitas dalam membaca konstruksi simbolik di ruang media baru.AbstractVideo clips as a communication media used to convey the message of a song through visual production and dramatization of scenes, have now become a medium of representation of social and cultural phenomena through the operational signs system, as it appears in the Wonderland Indonesia 2 video clip. This study aims to analyze and reveal how Ibu Pertiwi is represented in the Wonderland Indonesia 2 through Julia Kristeva’s intertextual semiotics, by identifying the forms of intertextuality that appear in the video clip and interpreting the meaning of the representation of Ibu Pertiwi. The results of the study show that scenes relevant to the representation of Ibu Pertiwi were found, such as movements, costumes, and cinematic techniques, as well as story construction. There are three scenes that intertextually refer to the Ibu Pertiwi as found in Sanskrit texts in Indonesia and other mythological texts in the world. Then there are six scenes in the form of intertextual scene plots referring to the image of Ibu Pertiwi as found in the nation's historical text, namely three scenes referring to “The Burning of the Village by the Military General Spoor” and three scenes referring to excerpts from the national song “Kulihat Ibu Pertiwi”. Several previous studies have discussed the representation of national and cultural identity in digital visual media. Thus, the findings of this study broaden the scope of the study of visual identity in Indonesian digital culture and strengthen the relevance of intertextuality theory in reading symbolic constructions in new media spaces.

Page 13 of 13 | Total Record : 129