cover
Contact Name
Menati Fajar Rizki
Contact Email
mei.prodihumas@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
communicology@unj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi
  • http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/communicolo
  • Website
ISSN : 23391480     EISSN : 25809172     DOI : -
Core Subject : Social,
Communicology: Jurnal Komunikasi published by prodi DIII Hubungan Masyarakat UNJ. Starting in 2017, Published 2x year, on July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Intervensi Sosial Sebagai Strategi Komunikasi Dalam Menurunkan Stunting di Sidoarjo Jawa Timur Masya, Herna; Salim Alatas
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 1 Juli 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.032.07

Abstract

The stunting rate decreased by 2.8%, which was 21.6% in 2022 compared to 24.4% in 2021. The decline is a positive development, but it is still above the threshold set by the World Health Organization (WHO) which should not exceed 20%. This shows that the problem of stunting in Indonesia still requires serious attention. The purpose of the study was to understand social intervention as one of the communication strategies in reducing stunting rates in Sidoarjo Regency. Interventions in communication for social and behavioral change include various methods such as interpersonal communication, the utilization of mass media, and community mobilization and its social aspects. Qualitative research approach with constructivism paradigm. The data collection method was an in-depth interview with 4 resource persons, namely a public relations officer of the Sidoarjo Regency Health Office and three mothers who were the target audience for reducing stunting rates. The results showed that efforts to reduce stunting were carried out through two social interventions, namely specific nutrition interventions to address direct causes and nutrition-sensitive interventions to address indirect causes. Social interventions are carried out in a convergent manner with an emphasis on handling the causes of nutritional problems. Social and behavioral change communication approaches are used to raise awareness about stunting so as to encourage pregnant women and stunted children to improve nutrition and behave healthily.
Penerapan Komunikasi Empatik Pada Penanganan Krisis Studi kasus Meledaknya Depo Pertamina Plumpang Zuhdi, Ilyas Naufal; Ayuningtyas, Fitria
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 1 Juli 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.032.01

Abstract

Krisis dapat terjadi pada setiap organisasi secara tiba-tiba kapan dan dimana saja, setiap organisasi pasti pernah mengalami suatu krisis. Salah satu krisis yang pernah terjadi pada PT. Pertamina yaitu meledaknya depo Pertamina Plumpang. Meledaknya depo Pertamina Plumpang mampu menyebabkan krisis karena banyaknya korban jiwa yang disebabkan oleh ledakan. PT Pertamina merespon krisis tersebut dengan cepat, strategi yang diterapkan merupakan strategi pembangunan kembali (rebuild) yaitu dengan cara memberikan pernyataan bahwa Pertamina siap bertanggung jawab secarah penuh terhadap kejadian tersebut, pertamina juga menyampaikan permohonan maaf dan rasa prihatin, serta memberikan kompensasi kepada para korban. Pendekatan emosional dilakukan Pertamina untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat kembali, salah satunya dengan cara komunikasi empati, PT. Pertamina berusaha untuk memperkuat posisinya di mata stakeholder dengan melakukan permohonan maaf, kompensasi, dan juga memposisikan diri sebagai korban.
The The Relationship between the Media Agenda and the Public Agenda on the Electability of Presidential Candidates Gama, Betty; Kusharsanto, Adhika Prasetya; Kusumawati, Henny Sri; Widodo, Yoto
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 1 Juli 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.032.02

Abstract

Facing the 2024 election, two big figures have emerged who have been nominated as Indonesian presidential candidates for the 202-2029 period, namely Anies Bawesdan from the Nasdem Party and Ganjar Pranowo from PDIP. These two figures then became targets of the media by sharing information and activities carried out. Every report in the mass media is essentially a construction of events by the mass media based on the reality that occurred. The ability to construct this discourse will have a major influence on the opinions, decision making and political attitudes of readers. By understanding the work of media reality construction, people will be wise and appropriate in utilizing any information from the mass media. Solopos.com's media agenda setting regarding the two presidential candidates Anies Bawesdan and Ganjar Pranowo certainly greatly influences the level of electability of readers, especially among FISH Univet Bantara students who were respondents to this research. This research aims to determine the influence of the Solopos.com media agenda setting on the electability level of students in the candidacy of Anies Bawesdan and Ganjar Pranowo in the 2024 election and to analyze the influence of the public agenda on the electability level of students in the candidacy of Anies Bawesdan and Ganjar Pranowo in the 2024 election. The method used is a quantitative research approach. Data collection techniques use questionnaires, observation, documentation. Data is measured using a Linkert scale with a range of 5 options. Statistical analysis uses multiple linear regression analysis techniques. The respondents of this research are students of the Communication Science Study Program, Even Semester, Academic Year 2022-2023. The research results show that there is a relationship between the Solopos.com media agenda and the public agenda regarding the electability of presidential candidates. The political situation leading up to the 2024 election is an important moment for the Solopos.com media which is directly or indirectly participating in branding candidates Anies Bawesdan and Ganjar Pranowo as presidential candidates.
Analisis Media Monitoring dan Jaringan Program Lapak Ganjar untuk Mendukung Pemasaran Digital bagi UMKM Arifa Rachma Febriyani; Fibriyani Nur Aliya; Liliek Budiastuti
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 1 Juli 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.032.03

Abstract

Lapak Ganjar is a program launched by the Governor of Central Java Ganjar Pranowo since July 2020 to help promote commodities for Central Java MSMEs, especially when facing economic challenges during the ongoing Covid-19 pandemic, via Instagram @lapak_ganjar. This program is developing to support digital marketing for MSMEs, not only MSMEs in Central Java, but also MSMEs in several other provinces. This research aims to describe the analysis of media monitoring and network of the Lapak Ganjar program to support digital marketing for MSMEs. Several relevant concepts are used in this research, including the concepts of digital marketing and electronic word of mouth (e-WOM). This type of research is quantitative descriptive with media monitoring and network analysis methods using brand24 and netlytic. Media monitoring analysis was carried out in the period June to July 2022. The results of media monitoring analysis via brand24 in that period revealed that the Lapak Ganjar program received positive sentiment from netizens, while Twitter analysis using Netlytic in June to July 2022 found a total of 2,013 tweets mentioning the word Lapak Ganjar with some relevant related keywords. Network analysis via Netlytic also displays cluster 1 which refers to the account most frequently referred to, namely the ganjaranapps account.
Strategi Komunikasi Lingkungan Pandawara Group dalam Menyebarkan Kesadaran Ekologis di Kota Bandung: Peran Penting Pandawara Group dalam Ekologi Kota Bandung Nasas, Fathiya Sabila; Pradipta Dirgantara
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 1 Juli 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.032.04

Abstract

Masalah sampah di Kota Bandung mendesak perhatian serius dengan pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat. Pandawara Group, sebuah inisiatif pemuda, mengambil langkah konkret dengan memimpin gerakan peduli lingkungan melalui program "Clean Up" dan "Ajaraksa". Penelitian ini menggunakan menggunakan teori strategi komunikasi lingkungan yang dikembangkan oleh Richard R. Jurin, Donny Roush, dan Jeff Danter. Teori ini memuat 11 tahapan strategi, mulai dari pernyataan masalah, tujuan, analisis audiens, objektif, hingga pemilihan media dan desain komunikasi. Dengan fokus pada kesadaran ekologis, diintegrasikan dengan teori aspek kesadaran ekologis dari Muhaimin, yaitu aspek pengetahuan, sikap, keterampilan, dan partisipasi masyarakat. Subjek penelitian ini adalah strategi komunikasi yang digunakan oleh Pandawara Group untuk menyebarkan kesadaran ekologis di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus degan objek pada program "Clean Up" dan "Ajaraksa" yang dilakukan oleh Pandawara Group dengan tujuan untuk menyebarkan kesadaran ekologis di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pandawara Group telah melakukan strategi komunikasi lingkungan melalui 11 tahapan yaitu pernyataan masalah, tujuan, analisis audiens, objektif, pengembangan pesan, pemilihan media dan desain, jangka waktu, evaluasi awal, evaluasi formatif, evaluasi sumatif, dan anggaran proyek. Namun begitu di setiap tahapannya, tidak selalu mencerminkan aspek kesadaran ekologis, namun setidaknya terdapat satu atau dua aspek yang mencerminkan di setiap strategi komunikasi lingkungan. Dengan memanfaatkan platform digital seperti TikTok dan Instagram, Pandawara Group telah menyebarkan pesan lingkungan kepada audiensnya, terutama generasi muda yang aktif berinteraksi di media sosial.
Representasi Budaya Korupsi Dalam Film Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso Rahmansyah, Brian Yudhistira; Setyo Wibowo, Novin Farid
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 1 Juli 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.032.08

Abstract

ABSTRACT Corruption has become a common problem in Indonesia. Corruption in Indonesia has existed since the colonial era and continues, starting from even the smallest level. Even in 2022, the Indonesian NGO Wach Corruption found 579 cases, 1,396 suspects, and state losses of IDR 42,747 trillion, bribes of IDR 693 billion, illegal levies of IDR 11.6 billion, and money laundering of IDR 955 billion. Therefore, this research aims to find out how the culture of corruption is represented in the film Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso. Researchers use a qualitative approach and use semiotic methods, especially John Fiske's codes. The subject used in this research is the film Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso, while the object of this research is the representation of corruption culture in the film Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso. Through the film Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso, Reza Indragiri and Yudi Wibowo succeeded in showing that in Indonesia today the culture of corruption is still very common, such as the bribery case told by Reza Indragiri and Yudi Wibowo's opinion that in Indonesia today everything is about money, which is even Justice can also be bought even by bribing the person concerned.
Konsumsi Media Informasi Sebagai Wadah Pemahaman Seks Bagi Remaja Pamungkas, Dyah Puspita Putri; Sumardjijati
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 1 Juli 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.032.09

Abstract

ABSTRACT The large number of teenagers in Lamongan who apply for dispensation to enter into early marriage has raised suspicions that there are problems with the information media they consume. The development of technology has given teenagers the freedom to access various things about sex which in the end can trigger premarital sexual behavior. Negligence and lack of understanding in accessing information media about sex can trigger premarital sexual behavior in teenagers, so it is hoped that they will use this media wisely to be able to prevent teenagers from the bad influences that are the negative impact of using information media itself. Therefore, this research aims to reveal how information media can impact teenagers' understanding of sex. This research used a qualitative descriptive method and was analyzed using the uses and effect theory by Sven Windahl. Data collection used in-depth interview techniques and documentation with 10 teenage informants. The results of this research show that all informants use social media as a medium for information regarding understanding sex. The form of content and intensity of media use can influence the behavior of understanding sex in adolescents. Apart from the use of information media, teenagers' understanding of sex is also influenced by their social environment, such as family, friendship, school and so on. In addition, this research reveals different motivations for premarital sexual behavior in adolescents. Keywords: information media; sexual understanding; teens ABSTRAK Banyaknya remaja di Lamongan yang mengajukan dispensasi untuk melakukan pernikahan dini telah menimbulkan dugaan adanya permasalahan dari media informasi yang dikonsumsi oleh mereka. Perkembangan teknologi telah memberikan kebebasan bagi para remaja untuk mengakses berbagai hal mengenai seks yang pada akhirnya dapat memicu perilaku seks pranikah. Kelalaian dan kuranganya pemahaman dalam mengakses media informasi mengenai seks dapat memicu perilaku seks pranikah pada remaja, sehingga diharapkan untuk menggunakan media tersebut secara bijak agar mampu dapat menghindarkan remaja dari pengaruh buruk yang menjadi dampak negatif dari penggunaan media informasi itu sendiri. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana media informasi dapat berdampak kepada pemahaman seks bagi remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dianalisis menggunakan teori uses and effect oleh Sven Windahl. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara secara mendalam dengan 8 informan remaja. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keseluruhan informan menggunakan media sosial sebagai media informasi mengenai pemahaman seks. Bentuk konten dan intensitas penggunaan media tersebut dapat mempengaruhi perilaku pemahaman seks pada remaja. Di luar penggunaan media informasi, pemahaman seks pada remaja juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial mereka, seperti keluarga, lingkungan pertemanan, sekolah dan lain sebagainya. Selain itu, penelitian ini mengungkapkan motivasi yang berbeda pada perilaku seks pranikah pada remaja. Kata Kunci: media informasi; pemahaman seks; remaja
Komunikasi Persuasif Pimpinan Dalam Membentuk Karakter Santri Di Pondok Pesantren Azhar Center Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhan Batu Utara Tanjung, Amran Sahputra; Ahmad Sampurna
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 1 Juli 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.032.010

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara komunikasi persuasif pimpinan pondok dalam membentuk karakter santri di pondok pesantren azhar center kecamatan kualuh selatan kabupaten labuhan batu utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskritif. Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan metode ilmiah untuk mengungkapkan suatu fenoma dengan cara mendeskripsikan data dan fakta melalui kata-kata secara menyeluruh terhadap subjek penelitian. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan Metode Wawancara yang merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan tanya jawab, tanya jawab baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sumber data. Adapun pengertian dari komunikasi persuasif ini adalah Seperti Menurut Simons mendefinisikan bahwa persuasif merupakan bentuk komunikasi manusia yang dirancang memang untuk mempengaruhi orang lain dengan merubah kepercayaan, nilai, dan sikap mereka. Hasil penelitian ini adalah mengetahui Hasil komunikasi persuasif yang dilakukan pimpinan pondok dalam membentuk karakter santri di pondok pesantren Azhar Center memberikan dampak yang signifikan. Santri di pondok pesantren Azhar Center menjadi lebih disiplin, sopan santun, memiliki akhlak yang mulia sesuai yang di inginkan pimpinan pondok pesantren dalam menjalankan keseharianya, seperti disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya, disiplin waktu sholatnya, perkata lemah lembut kepada sesama, dan disiplin dalam mejalankan aturan yang telah dibuat pimpinan pondok pesantren untuk menjadi penghafal Al-Quran dan menjadi santri berkehidupan berpegang dengan Al-quran dan hadist, serta menjadi santri yang hidup berpegang dengan sunnah-sunnah rasul.
Metode PEGAS (Pose, Ekspresi, Gerakan Tangan, Atraktif dan Suara) sebagai Cara Mengatasi Grogi Public Speaking Noerwenda, Fauzi; Rahman, Eva Rufaida; Karima, Nenden Naila; Triwardhani, Ike Junita
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.033.02

Abstract

Public speaking adalah sebuah core skill atau kemampuan utama yang dibutuhkan pada era digital. Kemampuan public speaking telah dilatih pada pendidikan formal sejak tingkat dasar dengan mulai dituntutnya siswa melakukan presentasi di depan kelas. Public speaking pada pelaksanaannya memiliki tantangan yang sering dirasakan oleh para pembicara, salah satunya adalah munculnya perasaan grogi. Perasaan grogi adalah perasaan yang muncul ketika seorang pembicara merasa canggung ketika tampil dihadapan publik. Perasaan grogi dapat diatasi dengan cara pembicara menerapkan metode PEGAS yang terdiri dari unsur komunikasi dalam kategori non verbal. Tulisan ini memiliki tujuan untuk membuka wawasan dan pengetahuan baru tentang cara mengatasi grogi yang biasa muncul dalam pelaksanaan public speaking dan memperkenalkan Metode PEGAS sebagai salah satu cara dalam mengatasi grogi pada public speaking ke khalayak lebih luas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap ahli/expert dalam bidang public speaking yakni salah satu founder lembaga pelatihan public speaking yang juga sudah sering menjadi seorang pembicara dan juga MC dalam berbagai macam kegiatan. Informan menyebutkan PEGAS merupakan sebuah unsur yang merumuskan secara sederhana mengenai tingkat kemampuan public speaking seseorang. PEGAS adalah singkatan yang terdiri dari pose, eskpresi, gerakan tangan, atraktif dan suara. Unsur PEGAS ini bisa menjadi ciri untuk mengetahui tingkat grogi narasumber bahkan juga bisa menjadi ciri tingkat percaya diri.
Analisis Strategi Komunikasi Tim OZ Crew dalam Mempromosikan Event Musik pada Instagram @OZRADIOBANDUNG Gemilang, Dinasty Tegar; Putri, Yuliani Rachma
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.033.01

Abstract

Promosi acara musik membutuhkan strategi komunikasi yang efektif supaya bisa mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi dalam promosi acara musik, terutama melalui platform Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan intepertatif, dengan menggunakan trianggulasi sumber data untuk pengujian kredibilitas data. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Dengan tujuan mengetahui pemahaman mendalam terkait strategi komunikasi yang diterapkan oleh pelaku promosi terutama oleh Oz Crew. Selanjutnya, pada penelitian ini memfokuskan pada pemahaman audiens, tren pasar, dan media yang tepat, serta langkah yang diambil oleh pelaku promosi terutama Oz Crew. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini menyoroti langkah-langkah strategis mulai dari penelitian, perencanaan, pelaksaaan, pengukuran, dan evaluasi. Faktor-faktor kunci termasuk konsistensi, efektivitas, teknologi, kolaborasi dengan influencer, dan evaluasi berkala. Selanjutnya, penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan promosi event musik sangat bergantung pada strategi komunikasi yang dirancang dan dilaksanakan dengan baik. Melalui penelitian yang mendalam, perencanaan yang terperinci, pelaksanaan yang konsisten, dan evaluasi yang cermat, tim promosi dapat mencapai audiens target secara efektif dan mencapai tujuan promosi mereka. Rekomendasi akademis mencakup pengembangan teori spesifik, studi longitudinal, dan penggabungan metodologi kuantitatif dan kualitatif. Di sisi praktis, penelitian ini mendorong pemanfaatan teknologi, kolaborasi dengan influencer, dan evaluasi berkala untuk meningkatkan efektivitas promosi. Dengan memberikan panduan praktis bagi profesional industri musik, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang strategi komunikasi yang efektif dalam promosi acara musik di masa mendatang.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 13 No. 2 Desember 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 13 No. 1 Juli 2025 Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 1 Juli 2024 Vol. 11 No. 2 (2023): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 11 No. 2 Desember 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 11 No. 1 Juli 2023 Vol 10 No 2 (2022): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 10 No 2 Desember 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 10 No 2 Desember 2022 Vol 10 No 1 (2022): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 10 No 1 Juli 2022 Vol 9 No 2 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 2 Desember 2021 Vol 9 No 1 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 1 Juli 2021 Vol 8 No 2 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 2 Desember 2020 Vol 8 No 1 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 1 Juli 2020 Vol 7 No 2 (2019): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 7 No 2 Desember 2019 Vol 7 No 1 (2019): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 7 No 1 Juli 2019 Vol 6 No 2 (2018): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 6 No 2 Desember 2018 Vol 6 No 1 (2018): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 6 No 1 Juli 2018 Vol 5 No 2 (2017): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5 No 2 Desember 2017 Vol 5 No 1 (2017): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5 No 1 Juli 2017 Vol 4 No 1 (2016): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 4 No 1 Desember 2016 Vol 3 No 1 (2015): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 3 No 1 Desember 2015 Vol 2 No 1 (2014): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 2 No 1 Desember 2014 Vol 1 No 1 (2013): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 1 No 1 Desember 2013 More Issue