cover
Contact Name
Menati Fajar Rizki
Contact Email
mei.prodihumas@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
communicology@unj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi
  • http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/communicolo
  • Website
ISSN : 23391480     EISSN : 25809172     DOI : -
Core Subject : Social,
Communicology: Jurnal Komunikasi published by prodi DIII Hubungan Masyarakat UNJ. Starting in 2017, Published 2x year, on July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Strategi Komunikasi Internal Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah Desa Panggungharjo Bantul Dalam Meningkatkan Motivasi Karyawan SAFITRI, SUSIANA
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.033.04

Abstract

ABSTRACT In 2023, based on data obtained from BAPPEDA for the Special Region of Yogyakarta, the volume of waste in DIY will reach 780 tons. Responding to this problem, the Yogyakarta region began to establish TPS-3R reduce, reuse, and recycle as a step in minimizing the increasingly severe surge, namely one of the TPS-3R located in Bantul Regency, Panggungharjo Village, Bantul , Yogyakarta Special Region, namely KUPAS Panggungharjo belonging to BUMDes Panggung Lestari which is now one of the TPS-3R standard pilot models. Based on this data, the issue of waste management has been assessed as a serious matter so as not to cause new problems. KUPAS Panggungharjo as a group of business units operating in the field of waste management services, has 51 employees. However, based on the research results, internal communication problems were found. This research uses a qualitative method with a phenomenological study approach. Data collection was carried out through interviews with three respondents, observation, and a literature study. The results of the research prove that the design of an internal communication strategy is only based on brief observations, which causes the internal communication program to not run optimally, and employees also lack enthusiasm for participating because the program is considered not to have much of an impact. Based on its dimensions, vertical and diagonal internal communication is considered weak and has no influence, however, horizontal communication has a positive influence on employee motivation at work. Thus, the researcher proposed a KUPAS Panggungharjo internal communication strategy model that was prepared based on a SWOT analysis strategy, specifying the role of communications and defining communications objectives, programming and planning communication tactics, and organization arrangement, which resulted in nine KUPAS Panggungharjo internal communication program references. Keywords: Communication Strategy Model; Internal Communication; Motivation; Village Business Groups ABSTRAK Pada Tahun 2023 berdasarkan data yang didapatkan dari BAPPEDA Daerah Istimewa Yogyakarta jumlah volume sampah di DIY telah mencapai 780 ton. Merespon permasalahan tersebut, wilayah Yogyakarta mulai mendirikan TPS-3R reduce (mengurangi), reuse (menggunakan ulang), recycle (mendaur ulang) sebagai langkah dalam meminimalisir lonjakan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu KUPAS Panggungharjo milik BUMDes Panggung Lestari yang kini menjadi salah satu model percontohan standar TPS-3R. Berdasarkan data tersebut maka isu pengelolaan sampah telah dinilai menjadi hal yang serius agar tidak menimbulkan permasalahan baru. KUPAS Panggungharjo sebagai kelompok unit usaha yang bergerak pada bidang pengelolaan jasa sampah memiliki karyawan sejumlah 51 orang. Namun berdasarkan hasil penelitian ditemukan permasalahan komunikasi internal yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara kepada tiga responden, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian membuktikan bahwa perancangan strategi komunikasi internal hanya didasarkan observasi singkat sehingga menyebabkan program komunikasi internal kurang berjalan secara maksimal dan juga karyawan kurang memiliki antusiasme yang tinggi dalam berpartisipasi dikarenakan program dinilai tidak terlalu memberikan dampak. Berdasarkan dimensinya, komunikasi internal vertical dan diagonal dinilai lemah dan tidak memberikan pengaruh namun komunikasi dimensi horizontal memberikan pengaruh positif dalam motivasi karyawan dalam bekerja. Dengan demikian peneliti mengajukan model strategi komunikasi internal KUPAS Panggungharjo yang disusun berdasarkan strategi analisis SWOT, specifying the role of communications and defining communications objective, programming and planning communication tactic, dan organization arrangement yang menghasilkan sembilan referensi program komunikasi internal KUPAS Panggungharjo. Kata Kunci: Kelompok Usaha Desa; Komunikasi Internal; Motivasi; Model Strategi Komunikasi 
Efek Political Branding Dico Ganinduto Melalui TikTok pada Generasi Z Analisis Strategi Kampanye Digital di Pilgub Jateng 2024 Helsa Yoga Hibatullah; Ertika Nanda
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.033.08

Abstract

Internet telah membawa perubahan besar dalam komunikasi, khususnya melalui media digital yang menjadi saluran utama untuk mengakses informasi, termasuk di bidang politik. Salah satu platform digital populer adalah TikTok, yang digunakan sebagai strategi political branding untuk menarik dukungan masyarakat, terutama Generasi Z. Penelitian ini mengkaji pengaruh political brandin Dico Ganinduto melalui TikTok terhadap minat Generasi Z dalam Pilgub Jateng 2024 dengan menggunakan teori Elaboration Likelihood Model (ELM). Penelitian ini berparadigma positivisme dengan metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif. Sampel diambil secara acak dari 114 pengguna TikTok Generasi Z di Jawa Tengah melalui kuisioner daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa political branding Dico Ganinduto melalui TikTok berpengaruh signifikan terhadap minat memilih Generasi Z. Route Central (pemrosesan pesan mendalam) memiliki pengaruh kuat (korelasi Pearson 0,775), sementara Route Peripheral (pemrosesan superfisial) berpengaruh lebih lemah (korelasi Pearson 0,579). Generasi Z menunjukkan pemahaman dan respons emosional yang baik terhadap konten TikTok. Kesimpulannya, TikTok memiliki potensi besar untuk menyampaikan pesan politik kepada Generasi Z. Untuk menarik dukungan, diperlukan konten berkualitas tinggi yang informatif dan mendorong pemikiran kritis, karena Generasi Z cenderung kritis dan mempertimbangkan kandidat secara serius.
Pemetaan Aktivisme Digital Studi Netnografi Kampanye #FreePalestine di Media Sosial Wahyuddin; Muhammad Farid; Arianto; Darmadi; Iskandar
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.033.07

Abstract

Kampanye digital #FreePalestine telah menjadi gerakan solidaritas global yang paling menonjol di media sosial, namun pemahaman tentang bagaimana kampanye ini berkembang di berbagai platform media sosial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dinamika aktivisme digital dalam kampanye #FreePalestine melalui pendekatan netnografi. Metode penelitian ini menggunakan netnografi, yang merupakan adaptasi dari etnografi untuk konteks digital, dengan mengumpulkan data dari berbagai platform media sosial seperti Twitter, TikTok, dan YouTube selama periode 28 Juni-28 Juli 2024. Data yang dikumpulkan melalui Brand24 mencakup mentions, interaksi pengguna, tren hashtag, dan sentimen publik. Temuan penelitian menunjukkan lonjakan signifikan dalam aktivitas mentions dan jangkauan sosial media terkait #FreePalestine, dengan TikTok dan YouTube sebagai platform utama yang memperluas jangkauan kampanye.Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami peran lintas-platform dalam advokasi digital #freepalestine serta menawarkan wawasan praktis bagi para aktivis dan pembuat kebijakan dalam merancang kampanye yang lebih efektif dan komperhensif di media sosial. Signifikansi dari temuan ini terletak pada pemahaman baru mengenai peran kolaboratif berbagai platform media sosial dalam mendukung kampanye digital. Dengan memetakan interaksi sosial dan tren tagar, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana pesan advokasi dapat diperkuat melalui sinergi lintas platform.
Penguatan Identitas Budaya Terhadap Pemuda Indonesia Melalui Komunikasi Partisipatif Program Perintis Ngo Ibeka Lasria Sinambela; Dian Hendrarini; Astina Hotnauli Marpaung
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.033.06

Abstract

ABSTRACT Cultural identity is an important element that shapes the character and identity of a nation. In the era of globalization, Indonesian youth are faced with the challenge of maintaining their cultural identity in the midst of modernization. This article examines how participatory communication implemented in the NGO IBEKA Pioneer Program plays a role in strengthening the cultural identity of Indonesian youth. Using a qualitative approach, this study collected data through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The theory used is participatory communication theory. The results showed that the active involvement of youth in the participatory communication process not only increased their awareness of the importance of local culture, but also strengthened their cultural identity. The program successfully built the youth's sense of belonging and responsibility towards cultural preservation, which ultimately contributed to the sustainability of Indonesia's cultural identity. In conclusion, participatory communication proved to be an effective strategy in strengthening cultural identity, especially in the context of cultural preservation among youth. Keywords:  Ngo IBEKA's pioneering program; Participatory Communication; Strengthening cultural identity ABSTRAK Identitas budaya merupakan elemen penting yang membentuk karakter dan jati diri suatu bangsa. Di era globalisasi, pemuda Indonesia dihadapkan pada tantangan menjaga identitas budaya mereka di tengah arus modernisasi. Artikel ini mengkaji bagaimana komunikasi partisipatif yang mana menurut Theodorson, partisipasi merujuk pada keterlibatan suatu kelompok sosial dalam suatu kegiatan untuk memperoleh peran atau berkontribusi dalam kehidupan masyarakat.yang diterapkan dalam program Perintis NGO IBEKA berperan dalam memperkuat identitas budaya pemuda Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori komunikasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif pemuda dalam proses komunikasi partisipatif tidak hanya meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya budaya lokal, tetapi juga memperkuat identitas budaya mereka. Program ini berhasil membangun rasa memiliki dan tanggung jawab pemuda terhadap pelestarian budaya, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberlanjutan identitas budaya Indonesia. Kesimpulannya, komunikasi partisipatif terbukti sebagai strategi yang efektif dalam penguatan identitas budaya, khususnya dalam konteks pelestarian budaya di kalangan pemuda. Kata Kunci: Komunikasi Partisipatif; Penguatan identitas budaya; : Program perintis Ngo IBEKA
Analisis Wacana Kritis Narasi Video Dan Komentar Terhadap Pengungsi Rohingya Di Youtube Ramadhani, M. Fairuz; Anastasia, Viola; Belinda, Bela
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.033.05

Abstract

ABSTRACT This research aims to analyze the narratives contained in videos about Rohingya refugees and their comments on Youtube using Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis (AWK) approach. This approach includes 3 dimensions of critical discourse analysis according to Fairclough. Namely: text, discursive practices, and social practices. From 3 videos about Rohingya refugees with a total of 9,677 comments, the results of the qualitative analysis show that Rohingya refugees are represented very negatively in the videos and comments through discriminatory stereotypes. The dominant narrative highlights them as “illegal immigrants”, a “social burden”, as well as a “lewd”, “dirty”, and even “dangerous” group because they are considered potential colonizers like “Israel”. This representation creates a polarization between “us” and “them”, creating and reinforcing discriminatory power relations. Through the analysis of the text dimension, it was found that frequent use of discriminatory terms such as “pervert”, “slob”, and “sneaky” builds a negative stigma against refugees. In the discursive practice dimension, the production and consumption of texts have reinforced social exclusion through narratives of nationalism and negative stereotypes. On the social practice dimension, the narratives in the videos and the comments show xenophobia and dehumanization, which contribute to the normalization of hate speech and aggressive attitudes towards refugees. The results of this study show that social media functions as an ideological reproduction tool that supports social exclusion of marginalized groups. In this context, negative representations of Rohingya refugees demonstrate the prioritization of nationalistic interests, rather than humanitarian responsibilities. This worsens the community's acceptance of the arrival and presence of Rohingya refugees. Keywords: Critical Discourse Analysis; Refugees; Representation of Rohingya; Social Media; Youtube ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi yang terkandung dalam video mengenai pengungsi Rohingya beserta komentar-komentarnya di Youtube dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Pendekatan ini mencakup 3 dimensi analisis wacana kritis menurut Fairclough. Yaitu: teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Dari 3 Video mengenai pengungsi Rohingya dengan jumlah 9.677 komentar, hasil analisis yang dilakukan secara kualitatif menunjukkan bahwa pengungsi Rohingya direpresentasikan dengan sangat negatif dalam video dan kolom komentar melalui stereotip yang diskriminatif. Narasi dominan menyoroti mereka sebagai sebagai “imigran gelap”, “beban sosial”, serta penjajah seperti “Israel”. Representasi ini menciptakan polarisasi antara “kita” dan “mereka”, menciptakan dan memperkuat relasi kuasa yang diskriminatif. Melalui analisis dimensi teks, ditemukan penggunaan istilah-istilah diskriminatif yang sering digunakan seperti “cabul”, “jorok”, dan “licik” yang membangun stigma negatif terhadap pengungsi. Pada dimensi praktik diskursif, produksi dan konsumsi teks telah mempertegas ekslusi sosial melalui narasi nasionalisme dan stereotip negatif. Pada dimensi praktik sosial, narasi pada video beserta komentar-komentarnya menunjukkan xenophobia dan dehumanisasi, yang berkontribusi terhadap normalisasi ujaran kebencian dan sikap agresif terhadap pengungsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki fungsi sebagai alat reproduksi ideologi yang mendukung ekslusi sosial terhadap kelompok marginal. Dalam konteks ini, representasi negatif Pengungsi Rohingya menunjukkan prioritas kepentingan nasionalisme, alih-alih tanggung jawab kemanusiaan. Hal ini memperburuk penerimaan masyarakat terhadap kedatangan dan keberadaan pengungsi Rohingya. Kata kunci: Analisis Wacana Kritis; Media Sosial; Pengungsi; Representasi Rohingya; Youtube
Strategi Kampanye SLB Negeri Bekasi Jaya dalam Meningkatkan Kesadaran Publik tentang Kesetaraan Hak Penyandang Tunarungu di Kota Bekasi Kussanti, Devy Putri; Suryani, Ita; Armelsa, Dhefine; Susilowati
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.033.03

Abstract

ABSTRACT This study aims to support the fulfillment of the rights of individuals with hearing impairments in the city of Bekasi. The background of this research is the communication barriers between individuals with hearing impairments (deaf peers) and the broader community (hearing peers), which often lead to feelings of inferiority and suspicion toward the deaf. This results in difficulties in communication and socializing, as well as affecting their opportunities for equal acceptance in society, including in the workforce. Therefore, this study designs a social campaign using poster media to raise public awareness of the rights of the deaf and create opportunities for them to participate equally in social and professional life. The research method used is a descriptivequalitative approach, through observation and direct interviews with relevant informants, including school officials and a student from the school. The paradigm employed is constructivism, which emphasizes how individuals or groups form their understanding and interpretation of the world, including the issues of equal rights and abilities of individuals with disabilities. The data collected are then analyzed descriptively to provide an in-depth overview of the challenges faced by individuals with hearing impairments in Bekasi. The research findings indicate a significant potential among individuals with hearing impairments to develop skills that align with their interests and talents, thus opening up broader career opportunities. Ultimately, this study can raise awareness in the city of Bekasi about the rights of individuals with hearing impairments. Additionally, this research also creates opportunities for individuals with hearing impairments to work in various fields, enabling them to contribute economically to their families. Keywords: Campaign Strategy; SLB Negeri Bekasi Jaya; Deaf Community ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan hak penyandang tunarungu, di Kota Bekasi. Latar belakang penelitian ini adalah adanya hambatan komunikasi antara penyandang tunarungu (teman tuli) dan masyarakat luas (teman dengar), yang sering menimbulkan perasaan rendah diri dan rasa curiga pada teman tuli. Hal ini mengakibatkan kesulitan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi, serta mempengaruhi peluang mereka untuk diterima secara setara dalam masyarakat, termasuk di dunia kerja. Oleh karena itu, penelitian ini merancang kampanye social dengan menggunakan media publikasi poster untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak teman tuli dan membuka peluang mereka untuk berpartisipasi secara setara dalam kehidupan sosial dan profesional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif, melalui observasi dan wawancara langsung dengan informan terkait yakni pihak sekolah dan juga salah satu siswa sekolah. Sedangkan paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme. Paradigma ini menekankan pada cara individu atau kelompok membentuk pemahaman dan interpretasi mereka tentang dunia, termasuk mengenai kesetaraan hak dan kemampuan penyandang disabilitas. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menghasilkan gambaran mendalam terkait permasalahan yang dihadapi penyandang tuna rungu di Kota Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi besar dari penyandang tuna rungu untuk mengasah keterampilan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, sehingga dapat membuka peluang karier yang lebih luas. Pada akhirnya penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran Masyarakat di Kota Bekasi, terhadap hak-hak penyandang tuna rungu. Selain itu, penelitian ini juga mampu membuka kesempatan bagi penyandang tuna rungu untuk bekerja di berbagai bidang, sehingga dapat berkontribusi secara ekonomi bagi keluarga mereka. Kata Kunci: Strategi Kampanye; SLB Negeri Bekasi Jaya; Teman Tuna Rungu
Kebocoran Data PDNS Analisis Strategi Komunikasi Krisis Pemerintah Berdasarkan Image Repair Theory Febriandy, Radians Krisna; Wahyutama
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.033.09

Abstract

Kebocoran data di Pusat Data Nasional dan Statistik (PDNS) merupakan isu serius yang menimbulkan kekhawatiran publik terhadap keamanan informasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemerintah dalam menangani krisis kebocoran data menggunakan pendekatan Image Repair Theory (IRT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap 37 video berita dari kanal YouTube KompasTV, yang mengidentifikasi dan mengkategorikan pernyataan pemerintah dalam 14 sub-strategi IRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat strategi yang paling dominan adalah Corrective Action, Defeasibility, Good Intentions, dan Bolstering. Corrective Action muncul sebagai strategi utama, mencerminkan komitmen pemerintah untuk   memperbaiki situasi. Sementara itu, Defeasibility digunakan untuk mengalihkan tanggung jawab atas insiden kebocoran kepada faktor eksternal. Good Intentions menekankan niat baik pemerintah dalam melindungi data publik, dan Bolstering memperkuat citra positif pemerintah dengan menyoroti keberhasilan sebelumnya. Temuan ini menunjukkan pentingnya penerapan strategi komunikasi yang proaktif dan transparan dalam membangun kepercayaan publik selama krisis. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi praktik komunikasi krisis di sektor publik dan membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai pengelolaan komunikasi pemerintah di masa depan.
Manajemen Komunikasi Melalui Media Sosial Facebook dan Instagram Pemuda Adat Dalam Mempromosikan Wisata Kajang Ammatoa Fatra, Emil; Manguma, Thiara Tri Funny; Asdar, Awalyah Lisdayanti; Jimmy Simpe
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.033.010

Abstract

Media social menjadikan pemuda adat Kajang mampu mempromosikan wisata adat Kajang. bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pemuda adat Kajang Ammatoa dapat mengelola komunikasi melalui media sosial dalam mempromosikan wisata adat mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan rekomendasi bagi strategi komunikasi yang lebih efektif di masa depan. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi konten serta menggunakan Teknik analisis Miles and Huberman dalam menghasilkan data penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemuda adat Kajang melakukan manajemen komunikasi melalui media social facebook dan Instagram. Strategi komunikasi melalui media social telah diimplementasikan dan dioptimalkan melalui 1) Konten Visual, 2) Komunikasi Persuasif, dan 3) Menawarkan Cendramata, 4) Controlling Media. Implikasi penelitian ini diharapkan menjadi literasi baru dalam penelitian komunikasi media dan politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen komunikasi melalui media social pemuda adat Kajang memberikan dampak dalam peningkatan promosi wisata adat yang ada di Kabupaten Bulukumba. Oleh karen itu, peneliti secara detail menganalisis penelitian ini sebagai informasi baru.
Strategi Komunikasi Digital pada Aplikasi Livin’ Merchant Melalui Sosial Media Instagram Agustina, Devi; Deddy Irwandy
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2025): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 13 No. 1 Juli 2025
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.034.07

Abstract

ABSTRACT The trend of digital payments is growing rapidly, driven by technological innovations and changes in consumer behavior. With the convenience and security it offers, more consumers are transitioning from cash payments to digital methods. One example of this trend's implementation is the Livin' Merchant application by Bank Mandiri, which is integrated with banking services to support the digitalization of MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) and other business players. This application enables business owners to accept payments, monitor transactions, and manage finances within a centralized platform. This study aims to examine the digital communication strategies implemented in the Livin' Merchant application through Bank Mandiri's Instagram social media, utilizing the theoretical framework of digital communication strategies and Chris Heuer’s New Media and 4C’s theory (context, communication, collaboration, and connection). The research employs a qualitative-descriptive method, gathering data through interviews and analyzing it using the Miles & Huberman model. The findings reveal that the Livin' Merchant application employs a specific digital communication strategy to deliver messages to customers, distinct from other Bank Mandiri products. However, challenges were identified in using Instagram, particularly in creating more engaging and effective content to ensure the messages are received and understood according to the targeted market segmentation. Keywords: Livin’ Merchant, Digital Communication Strategy, Bank Mandiri ABSTRAK Tren pembayaran digital mengalami perkembangan pesat, didorong oleh inovasi teknologi dan perubahan pola perilaku konsumen. Dengan kemudahan penggunaan dan keamanan yang ditawarkan, semakin banyak konsumen beralih dari metode pembayaran tunai ke digital. Salah satu contoh implementasi dari tren ini adalah aplikasi Livin' Merchant dari Bank Mandiri, yang terintegrasi dengan layanan perbankan untuk mendukung digitalisasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) serta pelaku bisnis lainnya. Aplikasi ini memungkinkan pemilik bisnis menerima pembayaran, memantau transaksi, dan mengelola keuangan dalam satu platform yang terpusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi digital yang diterapkan dalam aplikasi Livin' Merchant melalui sosial media Instagram Bank Mandiri, dengan menggunakan pendekatan teori strategi komunikasi digital serta teori New Media dan 4C’s (context, communication, collaboration, dan connection) dari Chris Heuer. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif-deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara serta analisis data berdasarkan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Livin' Merchant memiliki strategi komunikasi digital yang spesifik dalam menyampaikan pesan kepada pelanggan, berbeda dari produk Bank Mandiri lainnya. Namun, ditemukan pula hambatan dalam penggunaan Instagram, terutama dalam menciptakan konten yang lebih menarik dan efektif sehingga pesan dapat diterima dan dipahami sesuai dengan segmentasi pasar yang ditargetkan. Kata Kunci: Livin’ Merchant, Strategi Komunikasi Digital, Bank Mandiri
Moral Outrage, Sticky Crisis, dan Strategi Komunikasi Krisis Pertamina Studi Kasus Skandal Korupsi dan Pengoplosan BBM Jayanto, Dian
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2025): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 13 No. 1 Juli 2025
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.034.01

Abstract

Pertamina's crisis in 2025, triggered by the corruption scandal in raw oil procurement and the illegal practice of fuel blending, was a crisis that triggered public moral outrage. This research analyzes Pertamina's crisis communication strategy in responding to demands for transparency and justice, focusing on the effectiveness of the Situational Crisis Communication Theory (SCCT) approach expanded by Coombs & Tachkova (2024). The research method used a qualitative intrinsic case study through content analysis of Pertamina's press conference transcripts and online media coverage during the critical phase of the crisis (February-March 2025). The results show that Pertamina combined optimal strategies (apology, transparency of fuel test results, stakeholder engagement) with suboptimal strategies (denial, minimizing the scale of the crisis, and delayed response). This combination worsened the crisis dynamics, where denial and late response deepened value incongruence, while apology without explicit acknowledgement of moral transgression failed to reduce public outrage. Key findings suggest that the crisis persisted not only due to technical complexity, but also due to intense public emotions, triggered by perceptions of systemic injustice and greedy practices. The theoretical implications of the research emphasize the need for integration of moral dimensions in crisis communication frameworks, such as acknowledgement of ethical violations and reconciliation of values, as well as the importance of holistic responses that combine structural reforms with public empathy. This research makes a significant contribution to understanding the interplay between emotions and morals, particularly in the context of organizations facing sticky crises.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 13 No. 2 Desember 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 13 No. 1 Juli 2025 Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 1 Juli 2024 Vol. 11 No. 2 (2023): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 11 No. 2 Desember 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 11 No. 1 Juli 2023 Vol. 10 No. 2 (2022): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 10 No 2 Desember 2022 Vol 10 No 2 (2022): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 10 No 2 Desember 2022 Vol 10 No 1 (2022): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 10 No 1 Juli 2022 Vol 9 No 2 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 2 Desember 2021 Vol 9 No 1 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 1 Juli 2021 Vol 8 No 2 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 2 Desember 2020 Vol 8 No 1 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 1 Juli 2020 Vol 7 No 2 (2019): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 7 No 2 Desember 2019 Vol 7 No 1 (2019): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 7 No 1 Juli 2019 Vol 6 No 2 (2018): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 6 No 2 Desember 2018 Vol 6 No 1 (2018): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 6 No 1 Juli 2018 Vol 5 No 2 (2017): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5 No 2 Desember 2017 Vol 5 No 1 (2017): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5 No 1 Juli 2017 Vol 4 No 1 (2016): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 4 No 1 Desember 2016 Vol 3 No 1 (2015): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 3 No 1 Desember 2015 Vol 2 No 1 (2014): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 2 No 1 Desember 2014 Vol 1 No 1 (2013): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 1 No 1 Desember 2013 More Issue