cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
FAKTOR YANG MEMENGARUHI EKSPRESI EMOSI ANAK DENGAN INDIKASI DISLEKSIA YANG MENJALANI TERAPI SENI EKSPRESIF Irene, Joe; Mar’at, Samsunuwiyati; Tiatri, Sri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.7541.2020

Abstract

Limited reading and writing abilities in children with dyslexia make it difficult for them to succeed academically when given a typical learning method. In addition to difficulties in the academic field, children with dyslexia also experience difficulties in their psychosocial functioning. Emotional problems become "secondary handicaps" which often occur in children with dyslexia and will cause psychological disorders if not treated early. Children who show indications of dyslexia need to be given appropriate emotional guidance to obtain the emotional competence needed to enable them to express emotions in a healthy manner. Interventions in the form of expressive art therapy were given to six participants; children aged 8 to 9 years who were diagnosed with dyslexia. Each participant has received six art therapy sessions and completed the Emotion Expression Scale for Children (EESC) measuring instrument as the pretest and posttest. The purpose of this study is to explore factors that influenced the effectiveness of expressive art therapy results on emotional expression in children with dyslexia. This paper will focus on analyzing the interview results from six participants and their main caregiver. Data collection was carried out qualitatively through individual interviews. The results of the qualitative thematic analysis showed that increasing EESC scores on participants can be explained by two main factors. First, emotion coaching received from the environment. Second, the social judgement perceived by the participants. Differences in comorbidities, cultures, and conditions of participants during interventions might influence the results of this study. Keterbatasan kemampuan membaca dan menulis pada anak dengan disleksia membuat mereka sulit untuk berhasil secara akademis ketika diberikan metode belajar yang tipikal. Selain kesulitan di bidang akademik, anak-anak dengan disleksia juga mengalami kesulitan dalam fungsi psikososial mereka. Permasalahan emosional menjadi “secondary handicap” yang seringkali muncul pada anak dengan disleksia dan akan menyebabkan gangguan psikologis jika tidak ditangani sejak dini. Anak disleksia perlu diberikan bimbingan emosional yang tepat untuk memperoleh kompetensi emosional yang diperlukan agar mereka mampu mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat. Dalam riset ini, intervensi berupa terapi seni ekspresif telah diberikan terhadap enam partisipan, yaitu anak berusia 8 hingga 9 tahun yang terdiagnosis disleksia. Setiap partisipan telah melakukan enam sesi terapi seni dan menyelesaikan alat ukur Emotion Expression Scale for Children (EESC) sebagai pretest, juga posttest. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi faktor yang memengaruhi efektivitas terapi seni ekspresif terhadap ekspresi emosi pada anak dengan disleksia. Penelitian ini akan berfokus menganalisis hasil wawancara dengan keenam partisipan dan pengasuh utama mereka. Pengambilan data dilakukan secara kualitatif melalui metode wawancara individual. Hasil analisis tematik kualitatif menunjukkan bahwa peningkatan skor EESC pada partisipan dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, pengajaran emosi yang diterima dari lingkungan. Kedua, penilaian lingkungan sosial yang dipersepsikan oleh partisipan. Perbedaan dalam komorbiditas, budaya, dan kondisi partisipan selama intervensi juga dapat menjadi faktor yang memengaruhi hasil penelitian ini.
EFEKTIVITAS COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN (STUDI PADA MAHASISWA SEMESTER 1 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS X) Ninawati Ninawati; Monika Monika
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.3533.2020

Abstract

Cooperative learning is learning that occurs when students work in small groups to help one another in learning. In cooperative learning there are various approaches, one of wich is used this program si the Student Teams Achievement Division (STAD). In this progam a peer tutoring methos is carried out, namely the role of senior students who guide their junior students, as well as the role of peers in achieving progam goals, namely increasing the value of Child and Adolescent Developmental Psychology Subyects. This research was conducted on first semester students of the Faculty of Psychology, Universty X. The result showed that the interventions for two groups were not yet effective, this happened because there was ahigh likelihood of interaction between the test group and the control group. While based on the network pattern, it can be seen the changes in relations and interactions between students in each group and some students who become opinion leaders and there are students who become isolated. Cooperative learning adalah pembelajaran yang terjadi ketika siswa atau mahasiswa bekerja dalam kelompok kecil untuk membantu satu sama lain dalam belajar. Pada cooperative learning terdapat berbagai pendekatan, salah satu di antaranya yang digunakan dalam program ini adalah Student Teams Achievement Division (STAD). Pada program ini dilakukan metode peer tutoring, yaitu adanya peran kakak asuh yang membimbing adik asuhnya, serta peran teman sebaya dalam mencapai tujuan program, yaitu meningkatkan nilai Mata Kuliah Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester 1 Fakultas Psikologi Universitas X. Hasil penelitian menunjukkan intervensi untuk kedua kelompok belum efektif, hal ini diduga terjadi karena interaksi antara kelompok uji dengan kelompok kontrol. Berdasarkan pola jaringan terlihat perubahan relasi dan interaksi antar mahasiswa pada masing-masing kelompok. Berdasarkan penelitian ditemukan beberapa mahasiswa menjadi pemuka pendapat dan beberapa menjadi pemencil.
DAMPAK SOSIAL EKONOMI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) BAGI PEMULUNG DESA MRICAN PONOROGO Muhamad siregar slamet; Robby Darwis Nasution
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.7878.2020

Abstract

Growth in population and settlements in Ponorogo resulted more garbage. Landfill in Mrican is located adjacent to the residential area. This gives rise to various impacts. Analysis of the impacts on socio-economic is needed. The analysis has been carried out to reduce the risk of  landfills. This study aims to: (i) analyze the impact of landfills on scavengers, (ii) analyze the efforts of scavengers on the impacts caused by landfills. This research used a qualitative  methods with a fenomenology approach. Collecting data and information related to the impact of landfills on scavengers and waste adaptation strategies to these impacts is carried out by observation, in-depth interviews and literature studies. Data analysis used descriptive qualitative techniques. Result  showed that Mrican landfills provide job opportunities, supplementing income for daily needs and education costs. Parents who has involved children to scavenge can hamper children's education. Scavengers in meeting the needs of clean water is to consume PDAM water. While the future period of effort in maintaining the life of scavengers is to add a side business that is by farming and raising livestock. Pertumbuhan jumlah penduduk dan permukiman di Kota Ponorogo mengakibatkan jumlah sampah semakin banyak. Fakta menunjukkan bahwa tempat pembuangan akhir sampah di Mrican terletak berdampingan dengan kawasan permukiman. Hal ini menimbulkan berbagai dampak sehingga dibutuhkan analisis mengenai dampak terhadap sosial ekonomi. Analisis dilakukan untuk mengurangi resiko yang ditimbulkan dari keberadaan tempat pembuangan akhir sampah. Penelitian ini bertujuan untuk: (i) menganalisis dampak tempat pembuangan akhir sampah terhadap pemulung, (ii) menganalisis upaya pemulung terhadap dampak yang ditimbulkan oleh tempat pembuangan akhir sampah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dan informasi terkait dampak tempat pembuangan akhir sampah terhadap pemulung serta strategi adaptasi pemulung terhadap dampak tersebut dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan studi literatur. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan tempat pembuangan akhir sampah Mrican memberi peluang kerja, menambah penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan. Orang tua yang melibatkan anak untuk memulung dapat menghambat pendidikan anak. Pemulung memanfaatkan air PDAM di sekitar tempat tinggalnya untuk pemenuhan kebutuhan air bersih. Upaya jangka waktu ke depan dalam mempertahankan kehidupan pemulung dilakukan dengan bekerja sampingan yaitu dengan bercocok tanam dan beternak.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI SOSIAL TRESNA WREDA X JAKARTA Hanna Hadipranoto; Heryanti Satyadi; Rostiana Rostiana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.7535.2020

Abstract

Elderly residential home can be a safe place for elderly because of their limitations, even though some of them feel unappreciated and finally they  feel more alienated and helplessness. They also feel limited in doing activities related to family or friends. This perception of the elderly can affect their quality of life. Quality of life is someone’s perception about their life experiences related with their goals and expectations. This study discusses the quality of life of the elderly who live in the government residential home. This research is a descriptive study using Quality of Life for the Elderly questionnaire that has been adapted with Indonesian culture. Sampling was conducted using purposive sampling technique. Participats in this study were 30 young older people  age 60-74 years. The results showed that 6 (20%) participants had low quality of life, 16 (53.3%) participants had moderate quality of life and 8 (26.7%) participants had high quality of life. Participants have  most satisfied perceptions on the domain of independence (4,1778), spirituality (3,8667) and physical health (3,667). The t- test indicate that quality of life is different only based on the length of time they lived in the institution Panti wreda dapat menjadi tempat tinggal yang aman bagi lansia karena ketidakberdayaan mereka, namun beberapa lansia yang tinggal di panti wreda merasa kurang dihargai dan diberdayakan sehingga timbul perasaan terasing dan semakin tidak berdaya. Mereka juga merasa terbatas dalam melakukan kegiatan serta kontak dengan keluarga atau teman-teman. Persepsi lansia ini dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Kualitas hidup (quality of life) merupakan persepsi dari pengalaman individu itu sendiri tentang kehidupannya yang disesuaikan dengan budaya serta sistem nilai di lingkungan terkait dengan tujuan, harapan, standar, serta masalah yang dihadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas hidup lansia yang tinggal di panti sosial tresna wreda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan alat ukur Kualitas Kehidupan Lansia yang telah diadaptasi sesuai budaya Indonesia oleh Dewi, Rostiana & Rumawas (2018). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Partisipan berjumlah 30 orang lansia muda (young old) dengan rentang usia 60-74 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan lansia yang memiliki kualitas hidup tinggi 8 (26,7%), sedang 16 (53,3%), rendah 6 (20%) Berdasarkan skor rerata tertinggi, lansia memiliki persepsi yang paling puas terhadap domain kualitas hidup kemandirian (4,1778), domain spiritualitas (3,8667) dan kesehatan fisik (3,667). Kualitas hidup lansia yang tinggal di panti berkaitan dengan lamanya mereka tinggal. Hasil uji perbedaan data demografis hanya menunjukkan adanya perbedaan kualitas hidup berdasarkan lamanya partisipan tinggal di panti.
ANALYSIS ON SMALL SPACES WITH SPECIAL BEHAVIOR: STUDY CASE STUDENT HOUSING AT KOST PVKTF IN GADING SERPONG, TANGERANG Sally Malinda; Oktavianus Nangoy; Greysia Susilo
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.7993.2020

Abstract

Student housing is a rent room used mainly for temporary living used by out-of-town students or commuting single workers. There are plenty of problem found in these long temporary living, basically the hard adjustment between their original room and facilities in their home, with standard and scarce facilities offered in the rent room. This research is study case based on one student housing room occupied by 2 persons and more than 10 reptiles and arachnoids. As a qualitative research, researchers gather data by keen observation and deep interview. After that researchers proposed several solutions as simple as changing resident’s behavior, until redesign the rooms. Tempat kost adalah kamar sewaan yang digunakan terutama untuk tempat tinggal sementara yang digunakan oleh siswa dari luar kota atau pekerja lajang yang sering bepergian. Ada banyak masalah yang ditemukan pada tempat tinggal sementara ini, yang pada dasarnya adalah sulitnya penyesuaian antara kamar dan fasilitas di rumah mereka, dengan fasilitas dasar dan terbatas yang ditawarkan di kamar sewaan. Penelitian ini merupakan studi kasus berdasarkan satu ruang kost siswa yang ditempati oleh 2 orang dan lebih dari 10 reptil dan laba-laba. Sebagai penelitian kualitatif, peneliti mengumpulkan data dengan observasi secara teliti dan wawancara mendalam. Setelah itu, peneliti mengusulkan beberapa solusi mulai dari mengubah perilaku penghuni, hingga mendesain ulang ruangan.
PERBEDAAN KEPUASAN KERJA DAN PERILAKU KEWARGANEGARAAN ORGANISASI BERDASARKAN KELOMPOK PROXIMAL WITHDRAWAL STATE Alexander Abraham Daeng Kuma; P. Tommy Y.S. Suyasa; Raja Oloan Tumanggor
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.7702.2020

Abstract

Hospitality industry is one of those industry that need a maximum service for the consument, where as this kind of service can also be described as organizational citizenship behavior. One of the thing that can explain the act of organizational citizenship behavior is job satisfaction and the grouping in proximal withdrawal state. The aim of this study is to investigate the difference between job satisfaction and organizational citizenship behavior in hospitality worker based on proximal withdrawal state’s grouping. Data collection was done using online and offline method, where three different questionnaire was used to measure job satisfaction, organizational citizenship behavior and decide the grouping of one’s proximal withdrawal state. Based on this study, we found that there is a difference on  job satisfaction and organizational citizenship behavior across the proximal withdrawal state’s grouping. Those who belong to enthusiastic stayer and reluctant leaver group are showing higher job satisfaction and organizational citizenship behavior. Meanwhile, those who belong to reluctant stayer and enthusiastic leaver are showing lesser job satisfaction and organizational citizenship behavior. This research can give a clearer picture about how far those who work in hospitality industry can show their organizational citizenship behavior based on their proximal withdrawal state grouping. Industri hospitality merupakah salah satu industry yang sangat membutuhkan pelayanan yang maksimal untuk konsumen, dimana bentuk perilaku ini digambarkan sebagai perilaku kewarganegaraan organisasi. Salah satu hal yang dapat menjelaskan perilaku kewarganegaraan organisasi adalah kepuasan kerja seseorang dan kelompok proximal withdrawal state. Studi ini bertujuan untuk melihat perbedaan antara kepuasan kerja dan perilaku kewarganegaraan organisasi pada pekerja di industri hospitality berdasarkan kelompok proximal withdrawal state. Peneliti melakukan penyebaran data menggunakan kuesioner online dan offline, dimana terdapat tiga alat ukur yang digunakan untuk mengukur kepuasan kerja, perilaku kewarganegaraan organisasi dan menentukan kelompok proximal withdrawal state seseorang. Total terdapat 216 data yang dapat diolah pada studi ini. Dari studi yang dilakukan didapatkan bahwa ada perbedaan pada kepuasan kerja dan perilaku kewarganegaraan organisasi pada masing-masing kelompok proximal withdrawal state. Pekerja yang berada pada kelompok enthusiastic stayer dan reluctant leaver menunjukan kepuasan kerja dan perilaku kewarganegaraan organisasi yang paling tinggi, sementara pekerja pada kelompok reluctant stayer dan enthusiastic leaver menunjukan kepuasan kerja dan perilaku kewarganegaraan organisasi yang paling rendah. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana pekerja dapat menunjukan perilaku perilaku kewarganegaraan organisasi berdasarkan kelompok proximal withdrawal state mereka.
KERENTANAN SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT DI PERBATASAN KABUPATEN SAMBAS MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Pabali Musa; Adi Suryadi; Rizqi Ratna Paramitha
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.10032.2021

Abstract

COVID-19 is categorized as a non-natural disaster that affects the social and economic situation of a region. The COVID-19 pandemic has led to the temporary suspension of activities that have made it difficult to meet economic and social needs. This problem is felt by many parties, one of the affected is people living in the border area. This study is intended to reveal social and economic vulnerabilities in the border areas of Sambas Regency as a result of the COVID-19 pandemic. This research is intended to reveal social and economic vulnerabilities in the border area of Sambas Regency. The method used is a type of qualitative research with the aim of being able to explain intensively and precisely about the research object in question. Data obtained through observation techniques, interviews, and documentation using descriptive analysis. The subject of this research is the Sambas community, especially the workers, both local workers and migrant workers, as well as several related parties.  The results of this study showed that the level of social vulnerability of border communities is not very deep or not severe, due to the still strong socio-cultural and familial ties based on tribal and religious. This base strengthens people's social relations in the face of pandemics. Similarly, vulnerability in the economic field does not look serious because of the good handling and countermeasures system from local governments, as well as the maintained economic backbone of nature-based communities such as agricultures and plantations. COVID-19 dikategorikan sebagai kejadian bencana non alam yang berimbas pada situasi sosial dan ekonomi suatu wilayah. Pandemi COVID-19 berdampak pada pemberhentian aktivitas sementara yang menyebabkan sulitnya pemenuhan kebutuhan ekonomi dan sosial. Permasalahan ini dirasakan oleh banyak pihak, salah satu yang terdampak adalah masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan kerentanan sosial dan ekonomi di wilayah perbatasan Kabupaten Sambas akibat dari pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan tujuan agar dapat menjelaskan secara intensif dan tepat tentang objek penelitian yang dimaksud. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan analisis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Sambas, khususnya para buruh, baik buruh lokal maupun buruh migran, serta beberapa pihak terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kerentanan sosial masyarakat perbatasan tidak terlalu mendalam atau tidak parah, dikarenakan masih kokohnya ikatan sosial budaya serta kekeluargaan yang berbasiskan kesukuan dan keagamaan. Basis ini yang menguatkan relasi sosial masyarakat dalam menghadapi pandemi. Demikian pula kerentanan di bidang ekonomi tidak terlihat serius karena sistem penanganan dan penanggulangan yang cukup baik dari pemerintah setempat, serta masih terjaganya tulang punggung perekonomian masyarakat yang berbasiskan alam seperti pertanian dan perkebunan.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA, TEMAN SEBAYA, DAN GURU TERHADAP SCHOOL WELL-BEING SISWA PESANTREN X Irena Nova Wijaya; Riana Sahrani; Fransisca Iriani R. Dewi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.7538.2020

Abstract

Islamic boarding schools’ education has its own challenges, higher academic loads, longer duration, and other rules that need to be followed. Students' experiences in school will shape students' judgment of their school. Students’ judgment toward their school is defined as school well-being. Researches said that social support has roles in several school well-being dimensions. But there is no research linking social support with a whole school well-being’s dimension. In addition, studies on social support variables (parents, teachers, and peers) and school well-being in the context of Islamic boarding schools are still limited. This study examines the role of parents’, peer groups’, and teachers’ social support in X Islamic Boarding School regarding student’s School Well-Being. This quantitative research, with purposive sampling technique, include 115 teenagers who live in X boarding school. X Islamic boarding school is a modern Islamic boarding school, accredited with C grade, and most of the students come from disadvantaged families. Subject’s average age is 17 years old with (33.9%) boys and (66.1%) girls. Data analysis was done with correlation and regression descriptive statistics. The main result of the research shows that parent’s, peer groups’, and teacher’s social support have no role in X boarding school student’s school well-being (F=0,785, p=0,505>0,05). Further researches data shows parent’s support, peer groups’ support, teacher’s support and school well-being in X Islamic boarding school classified as quiet high. Although, dimension having and being, classified as quiet low. Furthermore, there are parents’, peer groups’ and teachers’ social support role in school well-being’s loving dimension. Pendidikan pesantren memiliki tantangan tersendiri, seperti beban akademis yang lebih tinggi, waktu yang lebih panjang, dan berbagai peraturan yang harus dijalankan. Pengalaman siswa di sekolah akan membentuk penilaian siswa terhadap sekolahnya. Penilaian siswa akan sekolahnya disebut school well-being. Beberapa penelitian menunjukkan dukungan sosial memiliki peran dalam beberapa dimensi dalam school well-being. Namun belum ada penelitian yang menghubungkan dukungan sosial dengan school well-being secara menyeluruh. Selain itu kajian mengenai varibel dukungan sosial (orangtua, guru, dan teman sebaya) dan school well-being dalam konteks pesantren atau sekolah asrama masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menguji peran dukungan sosial orangtua, teman sebaya, dan guru terhadap school well-being di pesantren X. Sebanyak 115 remaja menjadi sampel diambil dengan purposive sampling yang berasal dari pesantren X. Pesantren X adalah pesantren modern, terakreditasi C, dan sebagian besar siswa adalah kaum dhuafa. Rerata subyek adalah 17 tahun dengan jenis kelamin laki-laki (33,9%) dan perempuan (66,1%). Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, uji korelasi, dan regresi. Hasil utama penelitian menunjukkan tidak terdapat peran dukungan sosial orangtua, teman sebaya, dan guru terhadap school well-being pada siswa pesantren X (F=0,785, p=0,505>0,05). Hasil penelitian tambahan menunjukkan gambaran dukungan orangtua, dukungan teman sebaya, dukungan guru, dan school well-being pesantren X tergolong cukup tinggi. Namun pada gambaran dimensi having dan being torgolong cukup rendah. Selanjutnya, terdapat peran dukungan sosial orangtua, dukungan sosial teman, dan dukungan sosial guru terhadap dimensi loving pada variabel school well-being.
POLUSI CAHAYA VIDEOTRON PADA PERSIMPANGAN JALAN TAMAN MENTENG BINTARO Adi Ismanto; Fivanda Fivanda; Endah Setyningsih
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.11729.2021

Abstract

Architectural lighting design aims to improve the image and aesthetics of an area or building at night known as the concept of city beautification, the lighting must also be able to meet the criteria of safety, orientation and security when implemented in areas or buildings with complex activities such as in an area adjacent to the traffic flow. Technological advances resulted in the change of commercial media communication facilities, such as static billboards turned into LED videotrons. The placement of videotrons needs to be considered on roads with motorized traffic flow, as it allows for the risk of accidents, as well as light pollution especially at night. This study used The Post Occupancy Evaluation (POE) method, the extent of the influence of videotron light on the comfort of driving a motor vehicle at the intersection of videotron Menteng Bintaro Park. The result of this research that the placement of videotron is the policy of local government, vendors and environmental managers by paying attention to the AMDAL before and after the facilities are installed, with road safety complementary facilities such as road boundaries and shock lines. Information about commercial advertisements on videotron Taman Menteng Bintaro as much as 80% for pedestrians and motorists get the information, compared to motorists as much as 60% do not get information. The light effect of videotron greatly affects the surrounding environment and there is a glare effect of light that changes suddenly with results for pedestrians (80%), motorists (60%) and the least of the motorists (50%), because of the more comfortable condition in driving. Desain pencahayaan arsitektural bertujuan untuk meningkatkan citra dan estetika sebuah kawasan atau bangunan pada malam hari yang dikenal dengan konsep city beautification, pencahayaan tersebut juga harus mampu memenuhi kriteria keselamatan, orientasi dan keamanan ketika diimplementasikan pada kawasan atau bangunan dengan aktivitas yang kompleks seperti pada sebuah kawasan yang berdekatan dengan arus lalu lintas. Kemajuan teknologi mengakibatkan perubahan sarana komunikasi media komersial, seperti papan reklame yang statis berubah menjadi videotron LED. Penempatan videotron perlu diperhatikan pada jalan dengan arus lalu lintas kendaran bermotor, karena memungkinkan untuk terjadinya resiko kecelakaan, serta polusi cahaya terutama pada malam hari. Penelitian ini menggunakan metoda Post Occupancy Evaluation (POE), sejauh mana pengaruh cahaya videotron terhadap kenyamanan mengemudi kendaraan bermotor di persimpangan videotron Taman Menteng Bintaro. Hasil penelitian ini adalah bahwa penempatan videotron merupakan kebijakan Pemda, vendor dan pengelola lingkungan dengan memperhatikan AMDAL sebelum dan sesudah fasilitas terpasang, dengan fasilitas pelengkap keamanan jalan seperti batas jalan dan garis kejut. Informasi mengenai iklan komersial pada videotron Taman Menteng Bintaro sebanyak 80% untuk pejalan kaki dan pengendara mobil mendapatkan informasinya, berbanding terbalik dengan pengendara motor sebanyak 60% tidak mendapatkan informasi. Efek cahaya dari videotron sangat mempengaruhi lingkungan sekitar dan terjadi efek silau dari cahaya yang berubah secara tiba-tiba dengan hasil untuk pejalan kaki (80%), pengendara motor (60%) dan paling sedikit dari pengendara mobil (50%), karena kondisi yang lebih nyaman dalam berkendara.
Redaksi JMISHS Vol 4 No 1 DPPM UNTAR
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Redaksi JMISHS Vol 4 No 1

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue