cover
Contact Name
Endah Yuniarti
Contact Email
endah.yuniarti13@gmail.com
Phone
+628159460696
Journal Mail Official
jtk@unsurya.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Kedirgantaraan R.215 Kampus A Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jl. Halim Perdanakusuma Jakarta - 13610 Telp. 021 8093475 ext 16 Fax. 021 8009246 email: jtk@unsurya.ac.id http://jurnal.ftkunsurya.com/index.php/jtk/about/submissions
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan (JTK)
ISSN : 25282778     EISSN : 26849704     DOI : https://doi.org/10.35894/jtk.v6i2
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan (JTK) memuat artikel-artikel hasil penelitian dan kajian analitis kritis bidang teknik penerbangan yang belum pernah dipublikasikan pada media lain. Adapun lingkup bahasan meliputi: propulsi, avionik, struktur, material pesawat terbang, pemeliharaan dan operasional pesawat terbang dan topik-topik yang berkaitan. Tujuan utama dari Jurnal Teknologi Kedirgantaraan adalah mempublikasikan hasil penelitian yang dilakukan dan memotivasi produktivitas karya ilmiah dalam bidang Teknik Penerbangan/Aeronautika. Jurnal Teknologi Kedirgantaraan (JTK) terbit secara berkala dua volume dalam satu tahun. Kami selaku pengelola juga selalu melakukan pembenahan dan perbaikan agar Teknologi Kedirgantaraan ini dapat diakui secara nasional maupun internasional.
Articles 166 Documents
Perbandingan Performa Terbang Tinggal Landas dan Mendarat Pada Pesawat B737-800 dan B737-900ER Tri Susilo; Yos Susiyono Widran
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v3i1.216

Abstract

Terbang tinggal landas dan mendarat (field performance) merupakan salah satu performa pesawat yang sangat penting untuk diketahui. Dari perhitungan performa ini akan diketahui berapa panjang landasan yang dibutuhkan pada suatu pesawat di saat melakukan terbang tinggal landas (takeoff) dan mendarat (landing). Analisa dilakukan dengan membandingkan field performance antara B737-800 dan B737-900ER. Hasil perhitungan didapat bahwa untuk B737-900ER membutuhkan panjang landasan 10,5% lebih besar dibandingkan B737-800 pada saat takeoff. Dan B737-900ER juga membutuhkan panjang landasan 3,8% lebih besar dibandingkan B737-800 pada saat landing.   Field performance is that one of important for an aircraft. This calculation will be known that how long of runway distance that necessary on an aircraft type. The runway distance are resulted that B737-900ER need more 10,5% than B737-800 for takeoff phase. And then B737-900ER also need more 3,8% than B737-800 for landing phase.
Analisis Feasibility Pengembangan Capability MRO Pemeliharaan Engine di Indonesia Freddy Franciscus
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v3i2.217

Abstract

Bisnis pemeliharaan pesawat terbang di Indonesia masih sangat menarik sejalan dengan pertumbuhan jumlah pesawat terbang yang dimiliki maskapai domestik. Sekitar 65% porsi biaya pemeliharaan pesawat terbang milik maskapai domestik belum terserap MRO Indonesia. Sebagian besar porsi yang belum terserap tersebut adalah klaster pemeliharaan engine dan komponen pesawat terbang, dimana hanya terserap sekitar 10% (USD 100 Juta) dari 75% (USD 750 Juta Th 2017) biaya pemeliharaan engine (35%) dan komponen (45%) pesawat terbang yang dikeluarkan oleh maskapai Indonesia. Dari serapan 10% biaya pemeliharaan engine dan komponen tersebut porsi serapan biaya pemeliharaan engine saja hanya 5% (USD 50 Juta) dari 35% (USD 350 Juta) biaya pemeliharaan engine. Masih ada sekitar 30% (USD 300 Juta) yang merupakan peluang MRO Indonesia untuk mengembangkan capability pemeliharaan engine milik maskapai Indonesia. Dari beberapa tipe jet engine yang ada di maskapai Indonesia, CFM56-7B yang mempunyai populasi terbanyak yaitu 450 engine. Dari analisa feasibility terhadap pengembangan capability MRO engine untuk pemeliharaan CFM56-7B diperoleh hitungan ROI dan Pay Back Period/PBP program pengembangan capability engine tersebut masing-masing adalah 24,57% dan 4.4 tahun dan nilai tersebut menunjukkan bahwa proyek pengembangan MRO engine CFM56-7B tersebut feasible.   The aircraft maintenance business in Indonesia is still very attractive along with increasing number of aircraft on Indonesia airlines. As much as 65% of the aircraft maintenance costs of domestic airlines that have not been absorbed by MRO Indonesia. Most of the unabsorbed portions are aircraft engine and component maintenance clusters which only absorb about 10% (USD 100 Million) of 75% (USD 750 Million Th 2017) engine maintenance costs (35%) and aircraft components (45%), issued by Indonesian airlines. From the 10% uptake of engine maintenance costs and components, the portion of engine maintenance maintenance uptake is only 5% (USD 50 Million) of 35% (USD 350 Million) engine maintenance costs. There is still around 30% (USD 300 Million) which is an opportunity for MRO Indonesia to develop the engine maintenance capability of Indonesian airlines. Based on several types of jet engines in Indonesian airlines, CFM56-7B engine which has the largest population of 450 engines. From the feasibility analysis on the development of the capability of the MRO engine for maintenance of the CFM56-7B, the ROI and Pay Back Period / PBP calculations for the capability engine development program are 24.57% and 4.4 years respectively. The ROI and PBP show that the CFM56-7B MRO engine development project is feasible.
Analisis Numerik Pengaruh Geometri Burung Berbentuk Capsule Terhadap Tekanan Impak Pada Kasus Bird Strike Endah Yuniarti; Simon Sindhu; Sahril Afandi S
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v3i2.218

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh geometri burung terhadap tekanan impak pada kasus tabrak burung, yaitu tekanan hugoniot dan stagnasi. Geometri burung berbentuk  capsule atau silinder dengan kedua ujung setengah bola. Geometri disimulasikan dengan rasio L/D yang berbeda yaitu 1,4;1,6; 1,8 dan 2. Model material elastis, plastis, hidrodinamik digunakan pada simulasi. Simulasi model burung dilakukan dengan metode lagrangian pada variasi kecepatan 100 m/s, 200 m/s dan 300 m/s. Hasil simulasi menunjukkan dengan variasi rasio L/D diperoleh nilai tekanan Hugoniot jauh lebih tinggi sekitar 10-19 kali lipat tekanan stagnasi pada L/D = 1,4, 8-18 kali pada L/D = 1,6, 9-17 kali pada L/D = 1,8 dan 4-16 kali pada L/D = 2. Nilai tekanan Hugoniot menunjukkan nilai yang lebih rendah pada rasio L/D 1,6 dibanding rasio lainnya pada kecepatan 200 m/s dan 300 m/s dan tekanan stagnasi lebih tinggi pada rasio L/D 2 pada kecepatan impak 200 m/s dan 300 m/s.   This research studies influence of bird geometry on impact pressures during bird strike, namely Hugoniot and Stagnation pressure. Bird geometry is capsule or cylinder with hemisphere end. The geometry is simulated with different L/D ratio, 1.4, 1.6, 1.8 and 2. Elastic-plastic hydrodynamic material model is used in simulation. Bird model simulation are using lagrangian method and initial velocities are 100 m/s, 200 m/s dan 300 m/s. The results show variation of L/D ratio provide Hugoniot pressure 10-19 times higher than stagnation pressure in L/D = 1.4, 8-18 times in L/D = 1.6, 9-17 times in L/D = 1.8 and 4-16 times in L/D = 2. Hugoniot pressures show lower in ratio L/D = 1.6 compared to other for velocities 200 m/s and 300 m/s and stagnation pressure higher in ratio L/D = 2 for velocities 200 m/s and 300 m/s.
Perancangan Duct Fan dan Analisa Aliran Pada Hovercraft Dast-13 Dengan Metode Computational Fluida Dynamics Tri Susilo; Aprilia Sakti K; Kartiko Wasis
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v3i2.219

Abstract

Duct fan hovercraft berperan sebagai selubung penutup dari propeller dimana dengan adanya duct fan pusaran udara jadi lebih efisien dan duct fan sendiri dapat meningkatkan thrust maksimum dimana menjaga udara agar tetap di dalam dan keluar dengan thrust yang masimum, untuk memaksimalkan keadaan tersebut duct fan juga harus dibuat atau dirancang sedemikian rupa untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh sebab itu penulis membuat perancangan duct fan dalam dua bentuk pemodelan dimana pemodelan pertama berbentuk duct fan accelerating dan pemodelan kedua duct fan decelerating. Material yang digunakan pada pemodelan adalah carbon fiber. Pemodelan duct fan hovercraft dast-13 mengunakan software solidworks. Dengan mengunakan flow simulation, dari hasil simulation flow didapat nilai maksimal pada velocity (x), total pressure dan thrust maksimum pada duct fan decelerating. Dengan hasil  dapat di tersebut dapat di tentukan duct yang akan dipilih adalah duct fan decelerating dengan hasil maksimum pada hasil simulation flow.   The hovercraft fan duct acts as cover cloak from the propeller where the duct fan air velocity becomes more efficient and the duct fan itself can increase the maximum thrust which keeps the air in and out with a maximum thrust, to maximize the state of the duct fan must also be created or designed in such a way to get maximum results. The authors model is a duct fan accelerating and modeling of both duct fan decelerating. The material used in modeling is carbon fiber. Modeling duct fan hovercraft dast-13 using solidworks software. By using flow simulation, from the simulation flow result obtaine the maximum value on velocity (x), total pressure and maximum thrust on duct fan decelerating. With the result can be in the specified duct to be selected is duct fan decelerating with maximum results on the simulation flow results.
Analisis Numerik Efek Diskontinuitas Tumbukan Kecepatan Rendah Bismil Rabeta; Sahril Afandi S
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v3i2.220

Abstract

Aplikasi tabung berdinding tipis telah banyak digunakan pada pembuatan rancangan teknologi otomotif sebagai penyerap energi ketika terjadi tabrakan. Komponen tersebut salah satunya adalah crushing box pada mobil. Crushing box ini berfungsi menyerap energi tumbukan akibat tabrakan melalui proses deformasi (progressive buckling). Crushing box digunakan sebagai penyerap energi dan secara umum strukturnya berupa tabung berdinding tipis. Pada desain crushing box, tabung dapat diberi diskontinuitas berupa lubang sirkular sehingga diharapkan proses deformasi dapat dimulai di sekitar lubang tersebut untuk memberikan perlambatan yang berada pada tingkat aman terhadap tubuh penumpang ketika terjadi tabrakan. Pada Tugas Akhir ini, akan dilakukan analisis tumbukan kuasi-statik dilakukan dengan cara numerik. Simulasi numerik menggunakan perangkat lunak metode elemen hingga, Abaqus Explicit 3D. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan rasio lubang pada tabung crushing box menjadi rasio D/b 0.0, 0.2, 0,3, dan 0.5. Hasil output berupa deformasi tegangan dan regangan sebagai acuan dalam membandingkan efek diskontinuitas lubang berbentuk lingkaran dan elips terhadap harga peak force. Applications of thin-walled hollow structure has been widely used in design configuration of automotive technology as energy absorbers when the collision occured. One of the automotive engineering developments is crushing box. Crushing box works by absorbing the impact energy of collision through deformation process (progressive buckling). In design of crushing box, the hollow tube can be given a circular hole discontinuity (imperfection) so that the process can change around the hole to provide a deceleration that occurs at a safe level to the passenger body. In this research, a quasi-static axial crushing analysis will be conducted by numerical method.Numerical simulation were performed by finite element method software, Abaqus Explicit 3D. The experiment is done by varying the circular hole of the crushing box into a D / b ratio of 0.0, 0.2, 0.3, and 0.5. The output results shown thestress and strain deformations as reference in the discontinuities of circular and elliptical forms to peak force value.
Penggunaan Reliability Mapping pada Evaluasi Schedule Maintenance dan Unschedule Maintenance Mufti Arifin; Aprila Sakti K; Afid Nurul Anwar
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v3i2.221

Abstract

Pelaksanaan pemeliharaan (maintenance) untuk berbagai sistem pada pesawat terbang mutlak diperlukan untuk menjaga kondisi pesawat agar selalu siap dan  aman pada saat dioperasikan. Program pemeliharaan dapat dibagi menjadi pemeliharaan terjadwal (schedule maintenance) yang bersifat preventif untuk mencegah terjadinya kegagalan dan pemeliharaan tidak terjadwal (unscheduled maintenance) yang berisfat korektif untuk memperbaiki komponen yang gagal agar kembali pada kondisi awal. Pemeliharaan preventif dapat mempengaruhi kehandalan komponen. Reliability mapping adalah salah satu metode untuk memonitor pengaruh pemeliharaan preventif terhadap kehandalan melalui cara grafis. Penelitian ini akan menggunakan reliability mapping dalam bentuk Microsoft Excel untuk evaluasi pelaksanaan schedule dan unschedule maintenance. Pada Studi kasus update navigation data base metode reliability mapping dapat menunjukan maintenance tepat waktu atau tidak. Studi kasus main wheel dapat menunjukan posisi main wheel yang memiliki kecenderungan interval penggantian paling pendek. Pada studi kasus ignition menunjukan bahwa maintenance A-check mempengaruhi kehandalan komponen dan dapat mencegah terjadinya unschedule maintenance.   Implementation of maintenance for various systems on the aircraft must be performed to maintain aircraft condition always ready and safe during operation. Maintenance program can be divided into schedule maintenance as preventive maintenance that prevents the component failure and unscheduled maintenance as corrective maintenance to repair the failed components to the initial conditions. Preventive maintenance can affect the reliability of components. Reliability mapping is one method for monitoring the effect of preventive maintenance to reliability through a graphical analysis. This research using reliability mapping using Microsoft Excel to evaluate schedule and unscheduled maintenance implementation. Reliability mapping for navigation data base update could determine whether the update performed on time or overdue. Main wheel replacement analysis using reliability mapping could shows the main wheel position that has lowest average intervals. Analysis at ignition system shows that the A-check maintenance affect the reliability of components and could prevent un-schedule maintenance.
Analisis Numerik Side Impact Beam Pada Struktur Kendaraan Roda Empat Endah Yuniarti; Sahril Afandi S; Adnan
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v4i1.222

Abstract

Kasus tabrak samping merupakan jenis kecelakaan tertinggi kedua setelah jenis kecelakaan dari arah depan, mencapai 25%. Side impact beam menjadi komponen penting pada sebuah kendaraan mobil sebagai penyerap energi ketika terjadi tabrakan pada arah samping. Komponen tersebut berfungsi menyerap energi tumbukan akibat tabrakan melalui proses deformasi (bending). Side impact beam secara umum strukturnya berupa pelat tipis dengan model yang beragam. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisis tumbukan dinamik dilakukan dengan simulasi numerik menggunakan perangkat lunak metode elemen hingga, Abaqus Explicit 3D. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan model side impact beam menjadi 8 model yaitu, C square beam, S beam, circular beam, M beam, V beam, W beam, D beam, dan rectangular beam. Hasil output berupa nilai displacement, dan nilai energy absorption setiap model. Nilai displacement terendah yaitu pada model D beam dengan nilai 0.16492 m, dan yang tertinggi pada model W beam 0.17345 m. Nilai energy absorption terendah pada model W beam 1551.189 J, dan yang tertinggi pada model D beam 5405.089 J.   -  Side impact collision accident are the second leading cause of death and injury in the traffic accidents after frontal crashes, reaching 25%. Side impact beam be an important component in a car as absorbing energy when the side impact collision. The component work by absorbing the impact energy collision through deformation process. In this research, a dynamic analysis will be conducted by numerical simulation were performed by finite element method software, Abaqus Explicit 3D. The experiment done by varying 8 model side impact beam, C square beam, S beam, circular beam, M beam, V beam, W beam, D beam, and rectangular beam. The output results shown the displacement, and energy absorption every models. The displacement the lowest that model of D beam with a value of 0.16492 m, and highest that model of W beam with a value of 0.17345 m. The energy absorption the lowest that model of W beam 1551.189 J, and the highest energy absorption that model of D beam 5405.089 J.
Analisis Perbandingan Aliran Udara Fan Blade Pada Mesin CFM 56 –7B Dan LEAP X –1B Dengan Berbantuan Computational Fluid Dynamic (CFD) Tri Susilo; Bismil Rabeta; Taufiq Dwi Wijanarko
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v4i1.223

Abstract

Fan blade engine pesawat berperan sebagai low pressure compressor yang berfungsi untuk menghisap udara dari atmosfer ke dalam engine. Dalam hal ini terdapat berbagai macam model fan blade, diantaranya yaitu CFM 56-7b dan LEAP X -1B. Kedua model ini akan diuji dengan Computational Fluid Dynamic (CFD) untuk mengetahui distribusi aliran udara. Simulasi pada kondisi terbang jelajah dengan ketinggian terbang 38000 ft dengan variasi mach number dan putaran fan blade dari 70 % - 80%. Berdasarkan variasi pertama yaitu putaran fan blade 70 %, diperoleh kecepatan maksimal pada output fan blade LEAP X –1B sebesar 311.264 m/s dan tekanan maksimal pada output fan blade CFM 56 –7B sebesar 19035.96 Pa. Untuk variasi kedua yaitu putaran fan Blade 80 %, diperoleh kecepatan  maksimal pada output fan blade LEAP X –1B sebesar 350.392 m/s dan tekanan terbesar pada output fan blade CFM 56 –7B sebesar 17276.09 Pa.   The airplane fan blade engine acts as a low pressure compressor which functions to suck air from the atmosphere into the engine. In this case there are various types of fan blades, among them CFM 56-7b and LEAP X -1B. Both of these models will be tested with  Computational Fluid Dynamic (CFD) to determine the airflow distribution. Simulation on cruise condition with flight altitude at 38000 ft with variations in mach number and fan blade rotation from 70% - 80%. Based on the first variation that is 70% rotation fan blade, obtained maximum velocity at LEAP X-1B fan blade output is 311.264 m/s and maximum pressure at CFM 56-7B fan blade output is 19035.96 Pa. For the second variation that is 80% rotation fan blade, obtained maximum velocity at LEAP X-1B fan blade output is 350.392 m/s and maximum pressure at CFM 56-7B fan blade output is 17276.09 Pa
Studi Performa Engine Pesawat Marchetti SF260 Menggunakan Pertamax Turbo Sebagai Pengganti Avgas Bambang Wahyu Prio Primantoro; Finka Pratiwi Novitasari
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v4i1.224

Abstract

Pesawat Marchetti SF260 menggunakan Lycoming 0-540-E4A5 engine yang memiliki enam tabung cylinder. Engine ini menggunakan bahan bakar jenis avgas dengan grade 100/130. Pesawat Marchetti saat ini digunakan sebagai sarana penunjang pendidikan pada Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, harga avgas dengan grade 100/130 yang tinggi dan sulitnya mendapatkan avgas bagi pesawat di dunia pendidikan membuat pertamax turbo (RON 98) dipilih untuk menggantikan avgas pada pesawat Marchetti sesuai dengan operating procedur MANF: SESTO ITALY 09/1982. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan performa engine pesawat Marchetti SF260 dengan menggunakan bahan bakar pertamax turbo berdasarkan data engine ground run performance. Pertamax turbo (RON 98) menghasilkan performa engine yang mendekati ketika engine  menggunakan avgas, sehingga pertamax turbo (RON 98) dapat dipilih sebagai bahan bakar alternatif untuk menggantikan avgas.   The Marchetti SF-260 aircraft utilize Lycoming 0-540-E4A5 engine that has of 6 cylinder pistons. This type of engine uses grade 100/130 avgas. The Marchetti aircraft is now used as education aircraft for training purposes in Suryadarma University, the high price of 100/130 grade avgas and considering the intricacy of obtaining avgas in the educational platform forces Suryadarma University to use pertamax turbo (RON 98) as the replacement of avgas in the Marchetti aircraft that is legal according operating procedure MANF: SESTO ITALY 09/1982. The purpose of this research is to know the difference of engine performance of Marchetti SF-260 aircraft that uses pertamax turbo as its fuel, the data is collected from the engine ground run performance. Pertamax turbo (RON 98) inflicts almost the same performance to the engine as when it uses avgas as its fuel, following the results of the performance data, it can be concluded that pertamax turbo (RON 98) can be used as an alternate fuel for the Marchetti SF-260 aircraft.
Review Kebutuhan Teknisi Pesawat Terbang Bersertifikat di Industri MRO Indonesia, Permasalahan dan Strategi Pemenuhannya Freddy Franciscus
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v4i1.225

Abstract

Jumlah pesawat terbang di Indonesia tumbuh 14,5% per tahun demikian juga dengan MRO market. Sejalan dengan hal tersebut dibutuhkan tambahan teknisi pesawat terbang ber sertifikat yaitu sekitar 800-1000 teknisi per tahun sampai dengan 5 tahun ke depan. Pada Tahun 2018 kebutuhan teknisi bersertifikat tersebut dapat di supply hanya sekitar 448 teknisi oleh beberapa Sekolah Aircraft Maintenance Training Organization AMTO/Perguruan Tinggi/Politeknik seperti antara lain STPI, Universitas Suryadarma, Politeknik Batham dll. Terjadi kekurangan supply/’gap’ teknisi bersertifikat sekitar 350-550 teknisi. Kekurangan supply teknisi antara lain disebabkan oleh kurangnya peminat untuk jadi teknisi, cukup mahalnya sekolah AMTO, terbatasnya jumlah sekolah AMTO dan terbatasnya kapasitas daya tamping sekolah AMTO yang ada. Sementara ini penanggulangan ‘gap’ kekurangan teknisi adalah dengan memperpanjang teknisi yang sudah purna bakti.  Beberapa strategi jangka Panjang mengatasi permasalahan kekurangan teknisi antara lain meningkatkan kerjasama antara MRO dengan Airlines, Kementrian terkait dan Institusi Pendidikan untuk melakukan promosi tentang peran penting teknisi AMTO, mengusahakan beasiswa/subsidi, menambah jumlah sekolah AMTO dan melakukan penambahan instruktur/dosen bersertifikat lewat program Basic Aircraft Maintenance/BAM dosen.   The number of airplanes in Indonesia grew 14.5% per year as well as the MRO market. In line with this, additional aircraft certified technicians are required around 800-1000 technicians per year for the next 5 years. In 2018 the needs of certified technicians could be supplied only around 448 technicians by several AMTO School of Aircraft Maintenance Training Organizations AMTO/ Colleges / Polytechnics such as STPI, Suryadarma University, Batham Polytechnic etc. There is a shortage of supply / 'gap' certified technicians around 350-550 technicians. The shortage of technician supplies was partly due to a lack of interest to become technicians, quite expensive AMTO schools, the limited number of AMTO schools and the limited capacity of existing AMTO schools. While this gap countermeasure for technicians shortcomings is to extend senior technicians who have been retired. Some strategies to overcome the problem of lack of technicians are increasing collaboration between MRO and Airlines, related Ministry and Educational Institutions to promote the important role of AMTO technicians, seeking scholarships / subsidies, increasing the number of AMTO schools and adding certified instructors / lecturers through the Basic Aircraft Maintenance BAM program.