cover
Contact Name
Endah Yuniarti
Contact Email
endah.yuniarti13@gmail.com
Phone
+628159460696
Journal Mail Official
jtk@unsurya.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Kedirgantaraan R.215 Kampus A Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jl. Halim Perdanakusuma Jakarta - 13610 Telp. 021 8093475 ext 16 Fax. 021 8009246 email: jtk@unsurya.ac.id http://jurnal.ftkunsurya.com/index.php/jtk/about/submissions
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan (JTK)
ISSN : 25282778     EISSN : 26849704     DOI : https://doi.org/10.35894/jtk.v6i2
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan (JTK) memuat artikel-artikel hasil penelitian dan kajian analitis kritis bidang teknik penerbangan yang belum pernah dipublikasikan pada media lain. Adapun lingkup bahasan meliputi: propulsi, avionik, struktur, material pesawat terbang, pemeliharaan dan operasional pesawat terbang dan topik-topik yang berkaitan. Tujuan utama dari Jurnal Teknologi Kedirgantaraan adalah mempublikasikan hasil penelitian yang dilakukan dan memotivasi produktivitas karya ilmiah dalam bidang Teknik Penerbangan/Aeronautika. Jurnal Teknologi Kedirgantaraan (JTK) terbit secara berkala dua volume dalam satu tahun. Kami selaku pengelola juga selalu melakukan pembenahan dan perbaikan agar Teknologi Kedirgantaraan ini dapat diakui secara nasional maupun internasional.
Articles 166 Documents
Analisis Numerik Perbandingan Variasi Desain Aluminium Foam Pada Crash Box Dengan Metode Elemen Hingga Sahril Afandi S; Aprila Sakti K; Ruslan
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v4i1.226

Abstract

Seiring penambahan jumlah kendaraan bermotor seperti mobil, kecelakaan terus meningkat. oleh karena itu, teknologi dibutuhkan untuk mengurangi terjadinya cedera pada penumpang. Crash box adalah salah satu teknologi pengaman yang secara luas digunakan saat ini. Crash box dipasang antara bumper dan chassis, dengan proses deformasi (progressive buckling) yang bertujuan untuk memberikan perlambatan ketika mobil tabrakan. sehingga, efek terhadap penumpang menjadi berkurang. Pada Tugas Akhir ini, dilakukan analisis tumbukan kuasi-statik pada tabung persegi berisi alumunium foam dan alumunium foam tanpa dinding dengan cara numerik. Simulasi numerik menggunakan perangkat lunak metode elemen hingga, Abaqus Explicit 3D. Simulasi dilakukan pada pemodelan dengan panjang sisi 0,055 m tabung luar dan 0,038 m tabung dalam, ketebalan 0,00115 m tabung luar dan 0,001 m tabung dalam dengan 0,18 m. Hasil output menunjukkan gaya terhadap waktu dan displacement terhadap waktu yang kemudian diolah menjadi harga mean crushing force yang berkaitan dengan penyerapan energi. Perbandingan harga mean crushing force pada model berupa aluminium foam saja sebesar 53,4% dan 80,7% untuk SWFF dan DWFF. Serta model yang paling efektif untuk digunakan pada kendaraan ialah DWFF dengan nilai CFE sebesar 81%. According to additional number of vehicle such as car, crash will always be increase. Therefore, technology is need for decrease occupant injury. Crash box is one of safety technology which is used widely today. Crash box is installed between bumper and chassis, with deformation process (progressive buckling) is for giving deceleration when car in crash. In this paper will be done quasi-static crash analysis on square column with aluminium foam filled and aluminium foam without square column by numeric analysis. Numeric simulation used finite element method software, Abaqus Explicit 3D. Simulation was done on model with 0.055 m wall outward dan 0.038 m wall inward, thickness 0.00115 m wall outward and 0.001 m wall inward, lenght 0.18 m. Final output indicated force to time and displacement to time and then calculated to get mean crushing force which related to energy absorption. Comparison of mean crushing force for aluminium foam with no square column is 53.4% and 80.7% for SWFF and DWFF. Then, model which effective for energy absorption (CFE) is DWFF with 81%.
Simulasi Aliran Udara Pada Main Rotor Blade Helikopter Bell 429 Dengan Berbantuan CFD Bismil Rabeta; Tri Susilo; Yanuar Ayu A
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v4i1.227

Abstract

Prinsip aerodinamik pada helikopter, umumnya sama dengan pesawat fixed wing. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana simulasi aliran udara pada sebuah helikopter BELL 429 saat hover pada ketinggian 1000 feet dengan sudut 0°. Ada tiga pendekatan yang memungkinkan yaitu eksperimen (pengujian penerbangan nyata), analisis teori, dan komputasi (metode simulasi). Pada penelitian ini digunakan metode komputasi yang dikenal dengan Computational Fluid Dynamics (CFD). Adapun hasil yang diperoleh adalah ketika udara mengalir di permukaan main rotor blade kecepatan akan meningkat setelah melewati blade dengan maximum velocity 70.8 m/s dan akan kembali normal setelah menjauhi blade dengan nilai sama dengan nilai input, sedangkan tekanan meningkat sebelum melewati main rotor blade mencapai 97798.9 Pa dikarenakan terhambatnya oleh penampang blade.   The principle of aerodynamics in helicopters is generally the same as fixed wing aircraft. Therefore the purpose of this study is to find out how the air flow simulation on a BELL 429 helicopter when hovering at an altitude of 1000 feet at an angle of 0 °. There are three possible approaches, experiments (real flight test), theoretical analysis, and computing (simulation methods). In this study used a computational method known as Computational Fluid Dynamics (CFD). The results obtained are that when air flows on the main surface of the blade rotor, the speed will increase after passing through the blade with a maximum speed of 70.8 m/s and will return to normal after moving away from the blade with the same value as the input value, while the pressure increases before passing the blade rotor reaches 97798.9 Pa because it is hampered by the blade cross section.
Analisis Pengurangan Emisi CO2 Pada Perkembangan Desain Pesawat Udara Mufti Arifin; Fara Vania Utami
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v4i1.228

Abstract

Kontribusi industri transportasi udara sebesar 2% dari emisi CO2 dunia memerlukan usaha penurunan emisi dari pengembangan desain pesawat udara. Penurunan emisi dapat dilakukan dengan menurunkan konsumsi bahan bakar pada desain yang lebih baru dari pengembangan desain pesawat terbang. Perbandingan data spesifikasi dari B737 familly dan A320 dilakukan pada penelitian ini untuk menentukan kontribusi teknologi material ringan dan teknologi engine pada penurunan emisi. Perkembangan generasi desain yang lebih baru dari pesawat pada kelas yang sama menghasilkan peningkatan berat kosong (Operating Empty Weight, OEW), MTOW (Maximum Take Off Weight), dan persentase OEW/MTOW dibandingkan pesawat generasi sebelumnya. Perhitungan perkiraan konsumsi bahan bakar dari pesawat B737-300 dan B737-700 menunjukkan penurunan emisi dipengaruhi oleh perkembangan teknologi engine yang lebih hemat bahan bakar daripada perkembangan teknologi material ringan pada struktur pesawat terbang. Efektifitas penurunan emisi dipengaruhi oleh jarak terbang pesawat.         Air transport industry has 2% contribution in CO2 emission need emission reduction effort from aircraft design improvement. Emission reduction could be done by decrease fuel consumption for next aircraft design. Aircraft specification data among B737 and A320 family was compared to determine contribution of light aircraft material technology and engine technology for emission reduction. Aircraft with newer design have higher Operating Empty Weight, Maximum Take Off Weight, and percentage of OEW/MTOW than older design. Fuel consumption estimation between B737-300 and B737-700 shown emission reduction more affected by Engine technology improvement that reduce fuel consumption rather than light material technology for airframe. Reduction of emission also affected by flight distance.
Review Mikroalga Sebagai Sumber Bahan Baku Alternatif Bioavtur Ericko C. Utama
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v4i1.229

Abstract

Tulisan ini menginformasikan tentang kebutuhan sumber alternatif pengganti bahan bakar fosil untuk pesawat (Avtur). Peningkatan kebutuhan energi  terus terjadi dan di sisi lain jumlah energi yang bersumber dari fosil terus menurun, maka perlu dilakukan upaya diversifikasi energi, yaitu upaya pemanfaatan energi alternatif. Berdasarkan Renstra Kementerian ESDM Tahun 2015–2019, cadangan minyak bumi Indonesia sebesar 3,6 miliar barel diperkirakan akan habis dalam 13 tahun mendatang. Menteri Perhubungan (2009–2014) E. E. Mangindaan mengatakan pemanfaatan bahan bakar nabati dan energi terbarukan bagi sektor transportasi secara khusus juga mendorong peningkatan konten lokal baik dari aspek penguasaan riset, teknologi dan aplikasi dari hulu hingga ke hilir di dalam seluruh mata rantai suplai, produksi dan distribusi. Gagasan untuk menggunakan mikroalga sebagai sumber bahan bakar bukanlah hal baru, tetapi sekarang dianggap serius karena kenaikan harga minyak bumi dan lebih penting lagi, masalah yang muncul tentang pemanasan global dan efek rumah kaca yang terkait dengan pembakaran bahan bakar fosil. Kelebihan yang dimiliki oleh mikroalga bila dibandingkan dengan tanaman lainnya yaitu efisiensi fotosintesis yang tinggi, menghasilkan biomassa yang lebih banyak, pertumbuhan lebih cepat, tidak berkompetisi dengan produksi pangan, mengurangi emisi gas rumah kaca, dapat mengubah CO2 menjadi biomassa, mempunyai komponen sampingan selain lipid, dapat menghemat sumberdaya air karena menggunakan air hasil daur ulang, dapat bertahan dalam salinitas yang tinggi, 10-100 kali menghasilkan biodisel dibanding tanaman lain untuk luas yang sama, siklus hidup yang lebih singkat dan sesuai dengan iklim Indonesia.   This paper informs about the need for alternative sources of substitute for fossil fuels for aircraft (Avtur). Increasing energy needs continue to occur and on the other hand the amount of energy sourced from fossils continues to decline, it is necessary to do energy diversification efforts, namely efforts to use alternative energy. Based on the ESDM Ministry Strategic Plan for 2015-2019, Indonesia's oil reserves of 3.6 billion barrels are expected to run out in the next 13 years. The Minister of Transportation (2009-2014) EE Mangindaan said that the use of biofuels and renewable energy for the transportation sector in particular also encouraged the increase of local content both from the mastery of research, technology and applications from upstream to downstream in all supply chains, production and distribution. The idea of ​​using microalgae as a fuel source is not new, but is now taken seriously because of the increase in petroleum prices and more importantly, the problems that arise about global warming and the greenhouse effect associated with burning fossil fuels. The advantages of microalgae compared to other plants are high photosynthetic efficiency, producing more biomass, faster growth, not competing with food production, reducing greenhouse gas emissions, can convert CO2 into biomass, have a side component other than lipids, can save water resources because it uses recycled water, can survive in high salinity, 10-100 times produce biodiesel compared to other plants for the same area, a shorter life cycle and in accordance with Indonesia's climate.
Estimating The Necessity For Brake Spare Parts at PT XYZ Using The Monte Carlo Method NUR HIDAYAH NINGSIH, Nur Hidayah Ningsih; Mufti Arifin; Muhammad Hadi Widanto
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v10i1.231

Abstract

Brake is a crucial component of an aircraft. The availability of brake parts is a challenge for the company, affecting operational performance and customer satisfaction. The analysis at PT XYZ aims to predict the need for brake parts using historical replacement data and Monte Carlo Models. Brake replacement data is random because it is not known when it should be replaced. The results showed that brake replacement in 2022 and 2023 was 886. By using linear regression, the estimated need for brake spare parts in 2024 is 258,4301 for 117 aircraft with three types used A320, B737-900ER, and B737-9 MAX. The number of brake replacements for 2 years is 886 while the Monte Carlo simulation results amount to 922. Comparison of Airlines obtained prediction results, ABC is 389, BCD is 425 and CDE is 135. Part Number comparison obtained predictions, 2-1740-1 is 479, C20225510 is 318, and C20633000 is 160. Comparison for 6 months in 2024 obtained a difference of 7%. Comparison of Airlines obtained a difference of ABC is 17%, BCD is 25%, and CDE is 7%. While the Part Number Comparison obtained a difference of 2-1740-1 is 32%, C20225510 is 12%, and C20633000 is 2%.
The Transient FSI Simulation for Aeroelastic Evaluation of a Low Subsonic Wing in Cruise Flight Regime Jayadi, Muhamad
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v10i1.259

Abstract

This study presents a fluid-structure interaction (FSI) analysis of a low subsonic aircraft wing under cruise conditions. Using computational fluid dynamics (CFD) coupled with structural finite element analysis, the lift and drag coefficients, wing deformation, and structural stresses were simulated over a 5-second interval with a 0.1-second timestep. The simulations revealed that the lift and drag coefficients converged to 0.136 and 0.0456, respectively. Maximum wing deformation was recorded at 4.78 mm, and the highest stress was 2.765 MPa. A calculated safety factor of 309.78 confirms that the wing structure remains well within safe limits under the specified aerodynamic loading. These findings validate the structural integrity of the wing during steady cruise and underscore the effectiveness of FSI simulation in evaluating aeroelastic performance forces
ESTIMASI DISTRIBUSI BERAT SAYAP DAN DISTRIBUSI LIFT UNTUK OPTIMASI BENDING MOMENT DENGAN SISTEM FUEL TRANSFER PADA PESAWAT BOEING 737-500 Mufti Arifin; Endah Yuniarti; Rafika Arum Sari; Ahmad Akmal Said
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v4i2.262

Abstract

Selain sebagai penghasil gaya angkat, sayap berfungsi menahan beban yangterjadi pada struktur pesawat, seperti beban geser, puntir dan lentur (bending). Dari semuabeban tersebut beban lentur (bending) merupakan beban terbesar yang diterima oleh sayap.Pengaturan beban bending merupakan salah satu faktor utama dalam mengurangi bebanyang dialami oleh sayap. Namun, nilai optimal yang ditunjukkan berlawanan antara di daratdan di udara, untuk memanfaatkan keadaan tersebut digunakan sistem fuel transfer loadalleviation. Fuel transfer load alleviation merupakan suatu sistem yang otomatismemindahkan fuel lebih banyak di tangki bagian dalam pada saat di darat dan berada di tangkibagian luar pada saat di udara sehingga efek dari beban bending dapat dikurangi. Bebanbending yang dihasilkan merupakan hasil penjumlahan antara distribusi berat dan distribusilift yang terjadi pada sayap sehingga untuk menghitung bending diperlukan data distribusiberat pada sayap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi berat dan distribusi liftyang terjadi pada sayap pesawat Boeing 737-500. Nilai distribusi berat dan distribusi liftmenghasilkan optimasi moment pada dua keadaan yaitu, di darat dan di udara dengan tigavariasi fuel transfer yaitu, constant dengan nilai 40134,53 N, linier dengan nilai 48059,53 N,dan maximum dengan nilai 172386,50 N
PENGARUH PEMODELAN SMOOTH PARTICLE HYDRODYNAMICS UNTUK APLIKASI SIMULASI NUMERIK BIRD STRIKE DI LEADING EDGE Sahril Afandi S; Freddy Franciscus; Muhammad Faisal Afrianto
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v4i2.269

Abstract

Kecelakaan karena tabrak burung sering terjadi pada operasi penerbangan serta pada saat musim migrasinya burung-burung, hal ini dapat menyebabkan kegagalan struktur serta mengancam keselamatan penerbangan. Efek yang terjadi pada komponen struktur pesawat yang terkena tumbukan tabrak burung ini umumnya berupa deformasi penyok (Dent) atau berlubangnya lapisan kulit pesawat serta struktur lainnya. Penelitian ini membahas tabrak burung pada Leading Edge dengan metode SPH (smooth particle hydrodinamics) berbasis metode komputasi numeric elemen hingga (finite element method). Struktur Leading Edge diasumsikan hanya terdiri dari skin dengan memvariasikan 4 kecepatan burung yaitu: 75 m/s, 100 m/s, 125 m/s dan 150 m/s, serta 2 variasi sudut sebesar 0 dan 45. Hasil simulasi menunjukan deformasi Leading Edge meningkat dengan bertambahnya kecepatan, serta gaya impact lebih tinggi pada arah tumbukan 0o untuk tiap kecepatan yang sama. Gaya impact maksimum pada tiap kecepatan untuk arah tumbukan 0o dan 45o pada rentang 6 – 17 kN dan 3 – 12 kN. Sementara hasil displacement maksimum pada tiap kecepatan untuk arah tumbukan 0o dan 45o pada rentang 148 – 336 mm dan 89 – 198 mm.
ANALISIS NUMERIK DISTRIBUSI TEKANAN & KECEPATAN ALIRAN UDARA PADA FUSELAGE B737-9 MAX Tri Susilo; Bismil Rabeta; Fikry Falah
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v4i2.270

Abstract

Aerodynamic characteristics can be known by using computational Fluid Dynamics(CFD) methods. This study analyzes the pressure distribution andvelocity of air flow on FuselageB737-9 MAX using the Computational Fluid Dynamics (CFD) method with variations in attackangles of 0o, 15o, 30oand 45o. The results obtained are at 0oattack angle, 15othe difference inspeed and pressure is not too significant or normal, while at the attack angle 30oand 45othedifference in speed and pressure is very significant or abnormal because the air flow at that angleexperiences turbulence around the fuselage.
REVIEW KLASTER MRO DI INDONESIA DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA Freddy Franciscus
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v4i2.271

Abstract

The MRO market in Indonesia is growing quite high at around 9.2% per year up to 2025, number 2 (two) after India which has an MRO market growth rate of around 10.0% per year and above China with a growth rate of around 8 .7% per year. In 2018 the Indonesian MRO market is around 1 Million US $ and only absorbed by Indonesian MRO around 30%. Most of the 70% portion of the markets that are not absorbed are the engine maintenance and component maintenance. Meanwhile, most existing MRO Indonesia is a cluster of engines and component maintenance. There is an absorption anomaly in Indonesia MRO market. The cause of the anomaly are lack of capability and capacity of Indonesia's MRO, the quality of MROs are not international standard, lack of the quantity and quality of technicians and the value chain of aircraft spare parts procurement is inefficient. The short-medium term strategies are to develop the capability and capacity of existing MROs, especially engine and component maintenance B737-800 / 900, A320-200 and ATR 42/72. Improve the quality of MRO. Improve the quality & quantity of technicians. Increasing the value chain efficiency in the procurement of aircraft spare parts. The long term strategy is to build Aerospace Park in West, Central and East Indonesia.