cover
Contact Name
Irfan Arifin
Contact Email
pakarena@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pakarena@unm.ac.id
Editorial Address
Lantai 1 Gedung Program Studi Fakultas Seni dan Desain Kampus UNM Parangtambung, Jalan Daeng Tata Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pakarena
ISSN : 25286994     EISSN : 27146081     DOI : 10.26858
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pakarena merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Pendidikan Sendratasik Fakultas Seni dan Desain dengan proses peer review. Menerbitkan Artikel hasil dan pengkajian seni, dengan ruang lingkup: seni rupa, drama, tari, dan musik.
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
PENGEMBANGAN MODUL DESAIN GRAFIS BERBASIS PROJECT BASED LEARNING SISWA KELAS XI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DI SMKN 8 GARUT Gita Permatasari; Deni Darmawan; Dian Rahadian
JURNAL PAKARENA Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v11i1.83952

Abstract

This research aims to develop a Project-Based Learning (PjBL)-based learning module for graphic design to improve the creative thinking skills of eleventh-grade students majoring in Visual Communication Design (DKV) at SMKN 8 Garut. The background of this research is based on the low level of creative thinking skills in students, the teacher-centered nature of learning, and the lack of project-based learning modules that meet the needs of the creative industry. The method used was Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection techniques included observation, interviews, questionnaires, and documentation studies. Data analysis used qualitative descriptive analysis to assess the needs and development process, and quantitative analysis to measure the product's validity, practicality, and effectiveness through assessment results, questionnaires, and a comparison of pretest and posttest scores. The results showed that the developed PjBL-based learning module met the criteria for validity based on assessments by material and media experts, was practical for use in the learning process, and was effective in improving students' creative thinking skills. This improvement is evident in students' active engagement in learning, their ability to generate more varied and original ideas, and improved learning outcomes after using the module. Furthermore, the developed web-based module supports more contextual, independent learning, and aligns with industry needs. Thus, Project-Based Learning (PjBL) modules can be an innovative solution to improve the quality of graphic design instruction in vocational schools, particularly in developing students' creative thinking skills
Pengembangan Video Pembelajaran Teori Musik Lanjut di Jurusan Musik ISI Yogyakarta Daniel de Fretes
JURNAL PAKARENA Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v11i1.83610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mendeskripsikan video pembelajaran Teori Musik Lanjut di Jurusan Musik ISI Yogyakarta sebagai respons terhadap tantangan pembelajaran jarak jauh. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang diadaptasi dari model Borg & Gall menjadi tujuh tahapan, yaitu diskusi kelompok terarah, studi literatur, penyusunan dan finalisasi naskah, produksi video, uji coba terbatas, serta diseminasi melalui platform YouTube. Hasil penelitian menghasilkan lima video pembelajaran yang mencakup materi Tanda Sukat, Kunci Tenor, Tangga Nada 6 Sharp dan 6 Flat, Transposisi, serta Penulisan Skor Musik Vokal. Uji coba terbatas terhadap 30 responden menunjukkan nilai rata-rata sebesar 4,31 yang termasuk kategori sangat layak. Aspek kualitas materi memperoleh skor tertinggi (4,45). Uji validitas menunjukkan seluruh item memiliki nilai korelasi di atas r-tabel (r > 0,361), sedangkan uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,87 yang menunjukkan konsistensi tinggi. Video pembelajaran yang dihasilkan tidak hanya mendukung perkuliahan intra-kurikuler, tetapi juga berfungsi sebagai media diseminasi ilmu yang adaptif dan dapat diakses secara luas melalui YouTube.
PERFORMATIVITAS GENDER DALAM PENCIPTAAN TARI CAKIL INTERMEDIAL Eko Supriyanto; R. Danang Cahyo Wijayanto; Muhammad Nurazhariansyah
JURNAL PAKARENA Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v11i1.83474

Abstract

This article discusses a practice-based study on the creation of an intermedial Cakil dance through a dialogue among the dancer’s body, puppet sabet idioms, and a life-size Cakil figure. Developed through studio work with seven female dancers, the study shows that the puppet functions not merely as a prop but as a choreographic agent that reorganizes weight, arm articulation, ceklekan rhythm, and spatial design. The findings argue that Cakil’s forceful quality can be produced as a technical and kinesthetic achievement rather than as a masculine essence. The article proposes an intermedial creation protocol as a contribution to arts education, creative research, and gender performativity studies.  
ESTETIKA GERAK TARI TRADISIONAL NUSANTARA: PERSPEKTIF MULTIKULTURALISME JAMES A. BANKS Maulina Maulina; Cipto Budi Handoyo
JURNAL PAKARENA Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v11i1.83703

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis estetika gerak tari tradisional Kalimantan Selatan melalui perspektif multikulturalisme James A. Banks dan mengukur pengaruh pemahaman multikultural serta keterpaparan budaya terhadap tingkat apresiasi estetika masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survey research, melibatkan 405 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman multikultural merupakan prediktor dominan terhadap apresiasi estetika gerak tari tradisional (β = 0,452; sig. 0,000), sementara keterpaparan budaya juga berkontribusi signifikan (β = 0,384; sig. 0,000), dengan keduanya secara simultan menjelaskan 58,7% variansi apresiasi estetika (R² = 0,587). Tari Baksa Kembang, Radap Rahayu, Japin, dan Kuda Gepang terbukti mengandung nilai-nilai multikultural yang sejalan dengan lima dimensi Banks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi multikultural merupakan strategi utama dalam meningkatkan apresiasi dan pelestarian tari tradisional Kalimantan Selatan secara berkelanjutan
Kreativitas Mahasiswa melalui Kegiatan Penciptaaan Lagu-lagu Anak Pada Dama Musikal D’Mus Enchantia Alya Oktavia Putri; Sandie Gunara; Uni Tawangsasi
JURNAL PAKARENA Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v11i1.84224

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya lagu anak yang sesuai dengan tahap perkembangan, sehingga diperlukan upaya kreatif dalam penciptaannya. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses kreativitas mahasiswa dalam menciptakan lagu anak pada drama musikal D’Mus Enchantia serta memahami peran kolaborasi dalam menghasilkan karya yang edukatif. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap sembilan mahasiswa Pendidikan Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, di Universitas Pendidikan Indonesia. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur, lalu dianalisis menggunakan teori kreativitas 4P Rhodes dan tahapan Wallas. Hasil menunjukkan proses kreativitas berlangsung sistematis melalui tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi, didukung kolaborasi dengan mahasiswa PG-PAUD. Lagu yang dihasilkan sederhana, menggunakan tonalitas mayor, tempo 80–130 bpm, melodi berulang, serta memuat nilai moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi efektif mendorong kreativitas mahasiswa. Penelitian selanjutnya disarankan pengembangan model serupa pada pembelajaran musik anak.
GARAP GERAK TARI JOKO LODRO PADA BARONGAN SINGO LUMAKSONO DI DESA TODANAN KABUPATEN BLORA Meilinda Supriyati; Slamet MD
JURNAL PAKARENA Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v%vi%i.82637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis garap gerak dalam Tari Joko Lodro. Permasalahan penelitian difokuskan pada bentuk tari dan garap gerak dengan menggunakan teori bentuk dan teori solah–ebrah yang dikemukakan oleh Slamet MD sebagai landasan analisis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan koreografi. Pendekatan ini dipilih untuk mengkaji tari sebagai fenomena artistik yang menekankan pada unsur gerak dan proses penggarapannya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk Tari Joko Lodro dapat dikenali melalui unsur gerak, ekspresi, irama atau ritme, busana, penari, dan tempat pentas yang saling berkaitan dalam satu kesatuan penyajian. Garap gerak terlihat pada pembentukan motif gerak melalui konsep solah yang menghasilkan ebrah atau kesan tertentu, sehingga mencerminkan karakter tokoh melalui kualitas tenaga, dinamika, dan sikap tubuh penari. Dengan demikian, garap gerak tidak hanya menjadi susunan gerak, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter dan makna tari.
NILAI PITUTUR JAWA DALAM KARYA TARI WAYANG SUKET PUSPA SARIRA Alif Laili Ramadhani Ilaah Nur; Cipto Budy Handoyo
JURNAL PAKARENA Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v11i1.83698

Abstract

This study aims to examine the construction of meaning and values embedded in the dance work and its implications for dance arts education. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews and documentation. The findings reveal that Puspa Sarira constructs meaning through three philosophical dimensions: ontologically, the dancer's body is positioned as a symbolic space radiating inner values; epistemologically, the learning process encourages understanding through direct experience and reflection; and axiologically, every element of the work carries noble values including humility, empathy, independence, solidarity, and the aspiration for holistic well-being. Each of the ten documented dance movements contains pitutur messages encoded through gesture, formation, the white kelir screen property and wayang suket, and song lyrics. These findings imply that Puspa Sarira is suitable for integration as a local wisdom-based dance learning material at the junior high school level, while simultaneously serving as an active preservation effort for the endangered wayang suket tradition. This research contributes to the development of an arts education paradigm oriented not merely toward technical skill, but toward the formation of whole, characterful individuals deeply rooted in their own cultural values
AKTIVITAS BERMAIN ANGKLUNG DI RSJ PROVINSI JAWA BARAT SEBAGAI MUSIK BERBASIS TERAPEUTIK: STUDI KASUS PADA PROGRAM REHABILITASI PSIKOSOSIAL Kenia Atla; Toni Setiawan Sutanto; Fensy Sella
JURNAL PAKARENA Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v11i1.84680

Abstract

Penelitian ini berjudul aktivitas bermain  angklung di rumah sakit jiwa provinsi Jawa Barat: kajian konseptual terapi dan aktivitas musik berbasis terapeutik, mengkaji mengenai bentuk pelaksanaan praktik angklung dan tujuan intervensi yang dirancang dalam aktivitas bermain angklung untuk pasien di rumah sakit jiwa sebagai metode rehabilitatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam praktik penggunaan angklung pada pasien gangguan jiwa. Analisis dilakukan secara konseptual dengan membandingkan praktik yang berlangsung dengan karakteristik terapi musik berdasarkan teori yang relevan. Fokus penelitian ini adalah klarifikasi konseptual antara terapi musik dan aktivitas musik yang berdampak terapeutik. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran angklung dalam penelitian ini termasuk sebagai aktivitas musik berbasis terpeutik, karena angklung diimplementasikan melalui pendekatan terapi okupasi yang digabungkan dengan aktivitas kelompok.
KEARIFAN LOKAL SASAMBO SEBAGAI SUMBER PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF PROFIL PELAJAR PANCASILA Tony Mulumbot
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.87052

Abstract

Perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi telah membawa dampak positif sekaligus tantangan terhadap pembentukan karakter generasi muda. Berbagai fenomena seperti menurunnya etika sosial, perilaku kekerasan, penyalahgunaan narkoba, dan lunturnya nilai budaya menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui berbagai sumber pembelajaran yang kontekstual. Salah satu sumber pendidikan karakter yang potensial adalah kearifan lokal yang hidup dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam seni tradisi Sasambo masyarakat etnik Sangihe serta relevansinya terhadap penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat dan pelaku budaya, studi dokumentasi, serta kajian literatur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sasambo merupakan tradisi lisan berbentuk syair yang dilagukan dengan iringan musik Tagonggong dan berfungsi sebagai media penyampaian nasihat, doa, harapan, serta pandangan hidup masyarakat Sangihe. Nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya meliputi nilai religius, kemandirian, kerja keras, keteladanan, tanggung jawab, cinta damai, gotong royong, dan semangat persatuan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Sasambo dapat dijadikan media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal sekaligus sarana pelestarian budaya masyarakat Sangihe
SEJARAH PERKEMBANGAN DAN STRATEGI ADAPTASI SANGGAR SUPUKABA SEBAGAI LEMBAGA SENI NONFORMAL DI BANDUNG (2008-2025) Nasywa Aurelia Mazenda; Kunto Sofianto
JURNAL PAKARENA Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v11i1.87621

Abstract

Penelitian ini menganalisis perkembangan historis dan strategi adaptasi Sanggar Supukaba di Bandung dari tahun 2008 hingga 2025. Permasalahan penelitian utama berfokus pada tantangan eksistensi sanggar di tengah persaingan lembaga seni dan dampak pandemi COVID-19 terhadap pendaftaran siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi bertahan hidup Sanggar Supukaba sebagai lembaga pembelajaran seni non-formal dalam melestarikan tari Jaipongan dan untuk memahami metode pembelajaran dalam lembaga non-formal seperti sanggar tari. Metode yang digunakan adalah metode historis, yang meliputi heuristik (studi literatur dan wawancara mendalam), verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bertahan hidup Sanggar Supukaba terletak pada penguatan identitas kolektif berbasis daerah (Subang, Sumedang, Purwakarta, Karawang, Bandung) dan menjaga konsistensi dalam karakter gerakan feminin yang mendefinisikan koreografinya. Kontribusi penelitian ini terhadap bidang ilmu seni terlihat jelas dalam penerapan nilai-nilai teladan dan sistem kekerabatan yang mempertahankan ekosistem pembelajaran yang nyaman. Lebih jauh lagi, prestasi internasional, seperti memenangkan medali emas di Malaysia dan Singapura (2015), membuktikan bahwa metode inovatif melalui regenerasi instruktur muda efektif dalam menjaga kualitas studio. Temuan ini menekankan bahwa integritas karakter gerakan dan adaptasi kurikulum yang dinamis merupakan kunci untuk mempertahankan relevansi seni tradisional bagi generasi muda di era global.