cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2017)" : 8 Documents clear
Perbedaan Tingkat Akulturasi antara Mahasiswa Etnik Bali dan Mahasiswa Etnik Papua Ditinjau dari DukunganSosial di Universitas Sebelas Maret Surakarta Rahayan Sadhu Pramesti; Nugraha Arif Karyanta; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.809 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.111

Abstract

Perbedaan Tingkat Akulturasi antara Mahasiswa Etnik Bali dan Mahasiswa Etnik Papua Ditinjau dari DukunganSosial di Universitas Sebelas Maret Surakarta The Difference Of Acculturation Between Balinese and Papuan Students Observed from Social Support inSebelas Maret University Surakarta Rahayan Sadhu Pramesti, Nugraha Arif Karyanta, Arista Adi Nugroho Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Mahasiswa yang berasal dari etnik Bali dan mahasiswa yang berasal dari etnik papua yang berkuliah di Universitas Sebelas Maret Surakarta merupakan mahasiswa etnik minoritas. Mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dimana etnik Jawa sebagai etnik mayoritas. Dalam membantu proses akulturasi, mahasiswa perantau memerlukan dukungan sosial dari orang-orang yang ada disekitarnya seperti, orang tua, komunitas etnik, teman kuliah dan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat akulturasi antara mahasiswa etnik Bali dan etnik Papua di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif. Responden penelitian berjumlah 72 mahasiswa, terdiri dari 37 mahasiswa etnik Bali dan 35 mahasiswa etnik Papua di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Teknik pengambilan sampel dengan cara studi populasi. Alat pengumpul data menggunakan skala akulturasi yang merupakan adaptasi dari Suinn-Lew Asian Self-Identity Acculturation Scale (SL-ASIA) dengan indeks daya beda 0,516 – 0,896 dan reliabilitas 0,955; serta menggunakan skala dukungan sosial yang merupakan modifikasi dari aspek dukungan sosial Sarafino (1996), dengan indeks daya beda 0,304 – 0,637 dengan reliabilitas 0,880. Analisis menggunakan Two Way Anova. Hasil analisis Two Way Anova untuk akulturasi ditinjau dukungan sosial dari  diperoleh Fhit > Ftabel yaitu 8,300 > 3,14 maka hipotesis diterima, artinya terdapat perbedaan akulturasi antara mahasiswa etnik Bali dan mahasiswa etnik Papua ditinjau dari dukungan sosial. Mahasiswa etnik Bali memiliki nilai akulturasi dengan dukungan sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa etnik Papua. Hasil uji t-test untuk mahasiswa etnik Bali dan mahasiswa etnik Papua diperoleh t tabel = 2,0003 sehingga thitung > ttabel (2,350 > 2,0003) maka hipotesis diterima, artinya terdapat perbedaan akulturasi pada mahasiswa etnik Bali dan mahasiswa etnik Papua. Mahasiswa etnik Bali memiliki tingat akulturasi yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa etnik Papua. Kata kunci: akulturasi, dukungan sosial, mahasiswa etnik Bali, mahasiswa etnik Papua.
Pengaruh Pelatihan Asertif untuk Meningkatkan Kematangan Emosi Remaja Kelas X Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang Hilda Rosa Ainiyah; Aditya Nanda Priyatama; Arif Tri Setyanto
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.46 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.107

Abstract

Pengaruh Pelatihan Asertif untuk Meningkatkan Kematangan Emosi Remaja Kelas X Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang     The Effect Of Assertive Training To Increase Emotional Maturity Of Adolesence In X Grades Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang   Hilda Rosa Ainiyah, Aditya Nanda Priyatama, Arif Tri Setyanto Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebelasMaret       ABSTRAK Salah satu tugas perkembangan remaja adalah mencapai kematangan emosional. Apabila remaja tidak mampu mengontrol emosinya maka akan sulit untuk menghadapi permasalahan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Diperlukan adanya intervensi yang dapat membantu remaja untuk meningkatkan kematangan emosinya. Pelatihan Asertif merupakan salah satu upaya yang dapat membantu meningkatkan kematangan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan asertif terhadap peningkatan kematangan emosi remaja putri kelas X Pondok Pesantren Darul Ulum. Subjek penelitian ini adalah remaja putri yang pertama kali tinggal di pondok pesantren berumur 14-17 tahun di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Desain penelitian ini adalah desain eksperimen pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak sembilan orang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan cara undian disesuaikan dengan kriteria subjek penelitian. Kelompok eksperimen diberikan pelatihan asertif selama tiga hari dengan menggunakan  metode kuliah, games, video, lembar kerja dan diskusi. Penelitian menggunakan modul pelatihan asertif adaptasi dari jurnal Amanatullah (2010) yang berjudul Negotiating gender roles: Gender differences in assertive negotiating are mediated by women’s fear of backlash and attenuated when negotiating on behalf of others. Pengumpulan data penelitian dengan skala kematangan emosi yang disusun oleh Vidianti (2011). Hasil analisis kuantitatif uji 2 Sampel Independen Mann-Whitney untuk peningkatan kematangan emosi diperoleh nilai Z -2, 712 dan p 0.030 > 0.05,Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan asertif terhadap peningkatan kematangan emosi remaja putri kelas X Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang.   Kata kunci:Kematangan emosi,pelatihan asertif,remaja, pondok pesantren
Hubungan antara Kecerdasan Adversitas dan efikasi Diri dengan Kematangan Karir pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Sebelas Maret Kartika Dwi Aryani; Bagus Wicaksono; Partista Arya Satwika
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.744 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.112

Abstract

Hubungan antara Kecerdasan Adversitas dan efikasi Diri dengan Kematangan Karir pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Sebelas Maret     The Relationship between Adversity Quotient and Self Efficacy with Career Maturity on Senior Year Student ini Sebelas Maret University     Kartika Dwi Aryani, Bagus Wicaksono, Partista Arya Satwika Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Proses menuju kematangan karir dilalui dengan berbagai hambatan yang akan dihadapi oleh individu. Mengatasi hambatan tersebut individu harus memiliki kemampuan memecahkan masalah agar terselesaikan dengan baik. Selain memiliki kemampuan, individu juga harus memiliki keyakinan bahwa hambatan yang datang dapat terselesaikan dan tidak terjadi berlarut-larut. Hal tersebut berkaitan dengan kecerdasan adversitas dan efikasi diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan adversitas dan efikasi diri dengan kematangan karir pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Sebelas Maret. Subjek penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret angkatan 2011 dan 2012. Teknik penelitian menggunakan cluster random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah career maturity inventory, skala kecerdasan adversitas, dan skala efikasi diri. Analisis data menggunakan teknis analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai Fhitung sebesar 6,999 > nilai Ftabel sebesar 3,090 dengan taraf siginifikansi 0,001 < 0,05 dan nilai R = 0,355. Nilai R2 = 0,126 atau 12,6%, sumbangan efektif kecerdasan adversitas = 11,3% dan sumbangan efektif efikasi diri = 1,3%. Secara parsial, terdapat hubungan signifikan antara kecerdasan adversitas dengan kematangan karir (sig 0,031 < 0,05),  rx1y = 0,217; serta tidak terdapat hubungan anatara efikasi diri dengan kematangan karir (sig 0,052 > 0,05), rx2y = 0,196.   Kata kunci: kecerdasan adversitas, efikasi diri, kematangan karir mahasiswa
Hubungan antara Adversity Quotient dan Kematangan Emosi dengan Toleransi terhadap Stres pada Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Sebelas Maret Seta Yovian Aryono; Machmuroch .; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.388 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.108

Abstract

Hubungan antara Adversity Quotient dan Kematangan Emosi dengan Toleransi terhadap Stres pada Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Sebelas Maret     Correlation between Adversity Quotient and Emotional Maturity with Stress Tolerance on Students Mountaineering Club of Sebelas Maret Universit     Seta Yovian Aryono, Machmuroch, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Berbagai tuntutan kehidupan mampu menimbulkan stres pada setiap individu, termasuk mahasiswa pecinta alam. Banyaknya peran yang diemban menuntut mereka memiliki kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dengan baik terhadap setiap stressor yang datang dari dunia perkuliahan maupun aktivitas alam yang dilakukan. Kemampuan ini disebut dengan toleransi terhadap stres. Toleransi terhadap stres yang baik tidak terlepas dari peran adversity quotient yang membuat individu tetap bertahan menghadapi segala kesulitan. Kematangan emosi juga diperlukan sehingga individu mencapai tingkat kedewasaan dari perkembangan emosional dan tidak lagi menampilkan pola emosi yang kekanak-kanakan.   Tujuan penelitian kuantitatif ini adalah untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dan kematangan emosi dengan toleransi terhadap stres, hubungan adversity quotient dengan toleransi terhadap stres, dan hubungan kematangan emosi dengan toleransi terhadap stres pada mahasiswa pecinta alam Universitas Sebelas Maret Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pecinta alam Universitas Sebelas Maret Surakarta yang aktif berjumlah 246 dan sampel yang digunakan berjumlah 94 mahasiwa pecinta alam yang diambil menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian adalah skala toleransi terhadap stres, skala adversity quotient, dan skala kematangan emosi.   Hasil analisis kuantitatif dengan uji regresi linier berganda membuktikan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara adversity quotient dan kematangan emosi dengan toleransi terhadap stres mahasiswa pecinta alam Universitas Sebelas Maret Surakarta (p=0,000<0,05) dan Fhitung=111,399 > Ftabel=3,09). Hasil analisis kuantitatif dengan uji korelasi parsial juga membuktikan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara adversity quotient dengan toleransi terhadap stres (p=0,001<0,05, Thitung=3,566 > Ttabel=1,985) serta terdapat hubungan yang signifikan antara kematangan emosi terhadap toleransi terhadap stres (p=0,000<0,05, Thitung= 7,149 > Ttabel=1,985).   Kata kunci:Toleransi terhadap Stres, adversity quotient, kematangan emosi, mahasiswa pecinta alam
Terapi Melukis untuk Meningkatkan Konsep Diri Remaja Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta Astri Fatwasari; Suci Murti Karini; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.388 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.113

Abstract

Terapi Melukis untuk Meningkatkan Konsep Diri Remaja Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta     Painting Therapy to Increase Self-Concept of Orphan Adolescent at Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta     Astri Fatwasari, Suci Murti Karini, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Konsep diri ialah penilaian dan perasaan terhadap diri yang menjadi skema dasar individu. Remaja memiliki kondisi konsep diri yang cenderung tidak stabil, terlebih lagi remaja yang bertempat tinggal di panti asuhan tentu memiliki tantangan yang berbeda. Melukis sebagai bagian dari art therapy membantu individu untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri untuk menemukan konsep diri. Terapi melukis sebagai proses kreatif yang terlibat dalam pembuatan karya lukis dengan melibatkan kapasitas mengolah potensi indra untuk menghasilkan sebuah citra melalui medium lukisan sebagai proses terapeutik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi melukis terhadap peningkatan konsep diri remaja panti asuhan.   Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pretest-posttest control group design. Terapi melukis dilakukan dalam 3 sesi yakni warm-up, melukis, dan refleksi yang dilakukan dalam 6 kali pertemuan dengan tema-tema melukis yakni Scribble Painting, Spektrum Warna, Potret Diri, Aku dan Mereka, Pengalamanku, Diriku Di Masa Depan, dan Favoritku. Pengumpulan data menggunakan skala konsep diri Tennessee Self Concept Scale (TSCS) dengan indeks korelasi 0,300-0,686 dan reliabilitas 0,890. Subjek dalam penelitian ini ialah yatim piatu di Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta yang berusia 13-18 tahun, diperoleh 7 orang dalam kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan berupa terapi melukis secara penuh dan 7 orang dalam kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan terapi melukis.   Berdasarkan hasil uji 2 sampel independen Mann-Whitney diperoleh hasil berupa nilai z sebesar -2,505 dan nilai uji signifikansi (p) sebesar 0,012 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perubahan skor konsep diri secara signifikan antara kelompok eksperimen yang medapatkan perlakuan berupa terapi melukis dengan kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan, sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi melukis memengaruhi konsep diri secara signifikan pada remaja panti asuhan di Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta. Berdasarkan uji kualitatif pada subjek kelompok eksperimen menunjukkan bahwa terdapat perubahan konsep diri yang ditunjukkan dengan mengenal dirinya dengan baik melalui terapi melukis.   Kata kunci: art therapy, terapi melukis, konsep diri, remaja panti asuhan
Perbedaan Aggressive Driving Ditinjau dari Altruisme dan Kematangan Emosi pada Remaja di Kota Surakarta Akbar Lazuardi, Elan; ., Hardjono; Arya Satwika, Pratista
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.109

Abstract

Perbedaan Aggressive Driving Ditinjau dari Altruisme dan Kematangan Emosi pada Remaja di Kota Surakarta     Aggressive Driving Comparison Based On Altruism and Emotional Maturity on Adolescent in Surakarta     Elan Akbar Lazuardi, Hardjono, Pratista Arya Satwika Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Aggressive driving merupakan perilaku mengemudi yang membahayakan diri sendiri dan orang lain, meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, yang diakibatkan oleh emosi negatif dalam diri maupun keinginan untuk menghemat waktu. Seiring dengan perkembangan remaja, maka perbedaan usia memiliki tingkat altruisme dan kematangan emosi yang berbeda. Perbedaan ini terlihat dari perilaku sehari-hari individu, termasuk saat berkendara di jalan. Berkaitan dengan hal tersebut, tingkat altruisme dan kematangan emosi yang berbeda pada remaja mengarahkan pada tingkat aggressive driving yang berbeda pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aggressive driving ditinjau dari altruisme, perbedaanaggressive driving ditinjau dari kematangan emosi, dan perbedaan aggressive driving ditinjau dari altruisme dan kematangan emosi pada remaja di Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis two-way anova dan pengujian parametrik. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja usia 17-21 tahun di Kota Surakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 93 orang remaja. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan incidental sampling.  Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala aggressive driving, skala altruisme, dan skala kematangan emosi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan aggressive driving ditinjau dari altruisme (Fhitung = 1,865, p > 0,05). Hasil analisis data selanjutnya menunjukkan terdapat perbedaan aggressive driving ditinjau dari kematangan emosi (Fhitung = 4,700; p < 0,05). Analisis data berikutnya menunjukkan tidak terdapat perbedaan aggressive driving ditinjau dari altruisme dan kematangan emosi (Fhitung = 0,005; p > 0,05).   Kata kunci:aggressive driving, altruisme, kematangan emosi, remaja
Perbedaan Penyesuaian Diri Ditinjau dari Konsep Diri dan Tipe Kepribadian antara Mahasiswa Lokal dan Perantau di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Afina Naharindya Vidyanindita; Rin Widya Agustin; Arif Tri Setyanto
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.838 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.110

Abstract

Perbedaan Penyesuaian Diri Ditinjau dari Konsep Diri dan Tipe Kepribadian antara Mahasiswa Lokal dan Perantau di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret     Self-Adjustment Difference Viewed from Self-Concept and Personality Types among Local and Sojourner Students of Faculty of Medicine Sebelas Maret University       Afina Naharindya Vidyanindita 1, Rin Widya Agustin 2, Arif Tri Setyanto 3 Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Mahasiswa baru umumnya menghadapi berbagai permasalahan, sepertimasalah komunikasi, tuntutan akademis, hubungan sosial, masalah keuangan, serta masalah-masalah lain dalam kehidupan sehari-hari yang berasal dari dalam maupun luar individu, yang bisa berujung pada kecemasan dan stres. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian diri yang baik bagi mahasiswa agar terwujud hubungan yang selaras antara individu dengan lingkungan.Proses penyesuaian diri dapat dipengaruhi oleh konsep diri dan kepribadian. Individu dengan konsep diri positif cenderung lebih mudah menyesuaikan diri dibandingkan individu dengan konsep diri negatif, begitu pula individu yang memiliki kepribadian ekstrovert cenderung lebih mudah menyesuaikan diri dibandingkan individu yang memiliki kepribadian introvert.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penyesuaian diri antara mahasiswa lokal dan perantau, perbedaan penyesuaian diri ditinjau dari konsep diri, perbedaan penyesuaian diri ditinjau dari tipe kepribadian, dan perbedaan penyesuaian diri ditinjau dari konsep diri dan tipe kepribadian antara mahasiswa lokal dan perantau. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Sampel penelitian berjumlah 104 mahasiswa yang diambil melalui teknik purposive random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala penyesuaian diri, skala konsep diri, dan skala tipe kepribadian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Three Way Anova.   Dari hasil perhitungan dengan menggunakan Three Way Anova, diperoleh kesimpulan bahwa untuk faktor daerah asal (lokal dan perantau) F hitung 11,558 (> F tabel 2,70) menunjukkan bahwa ada perbedaan penyesuaian diri ditinjau dari daerah asal. Untuk faktor konsep diri F hitung 9,134 (> F tabel 2,70), menunjukkan bahwa ada perbedaan penyesuaian diri ditinjau dari konsep diri. Untuk faktor tipe kepribadian F hitung 11,286 (> F tabel 2,70), menunjukkan bahwa ada perbedaan penyesuaian diri ditinjau dari tipe kepribadian. Hasil Three Way Anova untuk interaksi tiga faktor menunjukkan tidak ada interaksi antara daerah asal, konsep diri, dan tipe kepribadian.   Kata kunci: Penyesuaian diri, konsep diri, tipe kepribadian, mahasiswa perantau.  
PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI BENTUK PROMOTIF NILAI ANTI KORUPSI ANAK USIA DINI Pratista Arya Satwika; Mahardika Supratiwi; Fadjri Kirana Anggarani; Rini Setyowati
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.239 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.115

Abstract

PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI BENTUK PROMOTIF NILAI ANTI KORUPSI ANAK USIA DINI Pratista Arya Satwika, Mahardika Supratiwi, Fadjri Kirana Anggarani, Rini Setyowati Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret   ABSTRAK Perilaku korupsi telah menjadi budaya dan memberikan dampak kerugian di masyarakat. Promosi nilai anti korupsi seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, berani, peduli, kerja keras, sederhana, mandiri, dan adil perlu diberikan sejak dini serta berkelanjutan, sehingga menampakkan dampak nyata di masa mendatang. Permainan tradisional dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dengan dan tanpa alat. Permainan tradisional menggunakan alat yang akan diberikan adalah Dakon, Benthik, dan Main Kelereng, sedangkan permainan tanpa alat adalah Becak-becakan, Gobak Sodor, dan Kontrakol. Permainan tradisional dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan model pembelajaran pendekatan taktis (teaching games for understanding) agar anak memahami apa dan mengapa tujuan permainan dilakukan. Pendampingan permainan tradisional diberikan kepada siswa taman kanak-kanak usia empat sampai tujuh tahun di Surakarta. Hasil pengabdian yang telah dilakukan didapatkan bahwa pendampingan pemberian permainan tradisional siswa taman kanak-kanak terbukti telah meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai anti korupsi.   Kata kunci : permainan tradisional, nilai antikorupsi, anak usia dini

Page 1 of 1 | Total Record : 8