cover
Contact Name
Fauzi Abdillah
Contact Email
abdillah@unj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmd@unj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI
ISSN : 14121875     EISSN : 25974513     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Scientific Journal of Pulpit of Democracy is a forum for publication of the field of Social-Political, Legal, and Educational Sciences in the form of theoretical studies, research results, and related scientific papers. First published in 2001, with frequencies published 2 times a year in October and April.
Arjuna Subject : -
Articles 182 Documents
Analisis implementasi model pembelajaran Problem Based Learning dalam menumbuhkan keterampilan mengemukakan pendapat pada proses pembelajaran Cahyono Cahyono; Dadang Mulyana; Lili Sukarliana; Desi Puspitasari
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 21 No. 2 April 2022
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v21i2.25855

Abstract

Abstract: The ability to express opinions to students is still low, so learning becomes boring. Researchers want to find out how planning and implementing learning models affect results, constraints, and solutions for implementing them. Students in Pancasila and Citizenship Education (PPKn) are using Problem-Based Learning (PBL) learning models to improve their ability to express themselves.The purpose of this study was to determine the planning, implementation, and results of learning models, constraints, and solutions for using the Problem-Based Learning (PBL) learning model. Participatory learning theory. Descriptive research method with an analytical approach data collection techniques by means of interviews, documentation, and literature study. The sampling technique is purposive sampling, and the data analysis is data reduction, display, and verification. The implementation of the Problem-Based Learning (PBL) learning model that is appropriate and in accordance with the learning syntax can foster students' skills in expressing opinions by looking at the indicators of courage, accuracy in opinion, respecting the opinions of others, not forcing their opinions on others, and conveying opinions in accordance with democratic values. In conclusion, 75% of the respondents, or more than half of the respondents, stated that the application of problem-based learning models can affect the skills of students in the learning process. Abstrak: Keterampilan mengemukakan pendapat pada peserta didik masih rendah sehingga pembelajaran menjadi membosankan. Peneliti ingin mencari tahu bagaimana perencanaan, implementasi model pembelajaran, hasil, kendala, dan solusi implementasi.model.pembelajaran.Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan mengemukakan pendapat pada peserta.didik.dalam pembelajaran.Pendidikan.Pancasila.dan Kewarganegaraan.(PPKn). Tujuan untuk mengetahui perencanaan, implementasi model pembelajaran, hasil, kendala, dan solusi dalam menggunakan.model.pembelajaran Problem.Based.Learning (PBL) Teori belajar partisipatorik. Metode.penelitian.deskriptif.dengan.pendekatan kualitatif. Teknik.pengumpulan.data.dengan cara.wawancara,.dokumentasi, dan studi literatur. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dan analisis data reduksi data, display dan verivication. Implementasi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang tepat dan sesuai dengan sintak pembelajarannya, dapat menumbukan keterampilan peserta didik dalam mengemukakan pendapat, dengan dilihat dari indikator keberanian, ketepatan dalam berpendapat, menghargai pendapat orang lain, tidak memaksakan pendapatnya terhadap orang lain, dan menyampaikan pendapat sesuai dengan nilai-nilai demokratis. Kesimpulannya 75% responden atau lebih dari setengahnya responden menyatakan bahwa penerapan model pemblejaran problem based learning dapat memengaruhi keterampilan berpendapat pada peserta didik dalam proses pembelajaran.
Pelaksanaan fungsi partai politik dan dampaknya pada konsolidasi demokrasi Febriansyah Kurniawan; Retno Sari Handayani
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 21 No. 2 April 2022
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v21i2.26013

Abstract

Abstract: Political parties as indicators of a democratic state are not limited to their existence. Political parties ideally show their roles and functions as part of society. This study aims to analyze the causes of the failure of the function of political parties and their impact on the implementation of democratic consolidation. The research method used is a literature study method whose analysis focuses on several reference sources such as the results of previous studies and is supported by secondary data from other sources. The data were analyzed using conceptions of the ideal function of political parties that are relevant to the problem being studied. This study uses four aspects to describe the causes of the non-optimal functioning of political parties, including: the weak application of democratic principles in internal political parties, political party regulations, democratic and political literacy mechanisms, and political party funding crises. The results of this study indicate that political parties have not performed well in carrying out their roles and various functions, so that it has an impact on the consolidation of democracy which essentially places political parties as key actors in its implementation. Society and political parties are divided as two entities that currently only transact with pragmatic considerations. It is important for the state to be present not only through regulations regarding democratic and political literacy to the public, but also changes to political party regulations to better address issues regarding strengthening the integrity of political parties. Abstrak: Partai politik sebagai indikator negara demokrasi tidak sebatas mengenai keberadaannya saja. Partai politik idealnya menunjukkan peran dan fungsinya sebagai bagian dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan dan penyebab kegagalan fungsi partai politik di Indonesia serta dampaknya terhadap konsolidasi demokrasi yang dilaksanakan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan yang analisisnya berfokus pada beberapa sumber rujukan seperti hasil penelitian sebelumnya, dan didukung dengan data sekunder dari sumber lainnya. Data dianalisis menggunakan sejumlah konsepsi mengenai fungsi ideal partai politik yang relevan dengan masalah yang dikaji. Penelitian ini menggunakan empat aspek untuk menguraikan penyebab ketidakoptimalan fungsi partai politik, di antaranya: lemahnya penerapan prinsip demokrasi di internal partai politik, regulasi partai politik, mekanisme literasi demokrasi serta politik, dan krisis pendanaan partai politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partai politik belum menampilkan performa yang baik dalam menjalankan peran dan berbagai fungsinya, sehingga berdampak pada konsolidasi demokrasi yang hakikatnya menempatkan partai politik sebagai aktor kunci dalam pelaksanaannya. Masyarakat dan partai politik terpecah sebagai dua entitas yang saat ini hanya bertransaksi dengan pertimbangan pragmatis. Penting bagi negara untuk hadir tidak hanya melalui regulasi mengenai literasi demokrasi dan politik kepada masyarakat, namun juga perubahan atas regulasi partai politik yang lebih baik dalam mengatasi persoalan mengenai penguatan integritas partai politik.
Keterpilihan justin adrian dalam pemilu legislatif DPRD DKI Jakarta 2019 (studi strategi kampanye dan modal sosial) Iqbal Syafrudin; Asep Rudi Casmana
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 21 No. 2 April 2022
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v21i2.26314

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to determine the campaign strategy in the DKI Jakarta Legislative general election held in 2019. The research method used is qualitative with a case study approach. This method is appropriate because it tries to examine the main strategies for the publication process and win Justin Adrian. The data collection technique used was in-depth interviews with 10 people consisting of one elected DPRD member and nine party administrators. The results of this study indicate that there are two main strategies, namely social capital and a door-to-door campaign strategy to direct voters. The conclusion is that in order to win the election, one needs to have a special strategy. This research has an impact on the community to be able to find out about strategies when conducting legislative elections Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi kampanye dalam pemilihan umum Legislatif DKI Jakarta yang dilaksanakan pada tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode ini tepat karena mencoba menelaah strategi utama untuk proses publikasi dan memenangkan Justin Adrian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara yang mendalam terhadap 10 orang yang terdiri dari satu orang anggota DPRD terpilih dan sembilan orang pengurus partai. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat dua strategi utama, yaitu modal sosial dan strategi kampanye door-to-door terhadap pemilih secara langsung. Kesimpulannya adalah untuk dapat memenangkan pemilu, maka seseorang perlu memiliki strategi khusus. Penelitian ini memiliki impact terhadap masyarakat untuk dapat mengetahui tentang strategi ketika melakukan pemilihan umum legislative.
Pendidikan perdamaian: sebuah urgensi di tengah maraknya konflik sosial berdimensi suku, agama, ras, dan antar-golongan di indonesia Ganes Harpendya; Siswo Hadi Sumantri; Bambang Wahyudi
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 21 No. 2 April 2022
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v21i2.26488

Abstract

Abstract: This article aims to outline the dynamics of social conflict in Indonesia and analyze the urgency of the implementation of peace education as one of the efforts to prevent conflict in the society. This article was compiled using library research methods, with a primary focus on ethnic, religious, racial, and interracial social conflicts (SARA). Researchers collect data from various sources, such as journal articles, books, and other related sources. The results of this study show that social conflicts in Indonesia are experiencing a high escalation, especially after the New Order government or during the transition period, which is characterized by many casualties and material losses. The escalation of the conflict decreased after 2003, after the agreement and resolution of conflicts in various regions. Social conflict has been a trend again since 2014-2019. This time, the main cause is the existence of political-religious issues that accelerated during political years. In addition, other results show that peace education has an important role in preventing potential social conflicts, which can be optimized on formal, nonformal, and informal pathways. Abstrak: Artikel ini bertujuan menguraikan dinamika konflik sosial di Indonesia dan menganalisis urgensi pelaksanaan pendidikan perdamaian sebagai salah satu upaya pencegahan konflik di masyarakat. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode studi pustaka (library research), dengan fokus utama pada konflik sosial berdimensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti artikel jurnal, buku, dan sumber lain yang terkait. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa konflik sosial di Indonesia mengalami eskalasi tinggi, terutama pasca pemerintahan Orde Baru atau pada masa transisi, yang ditandai dengan banyaknya korban jiwa dan kerugian materi. Eskalasi konflik menurun pasca tahun 2003, setelah adanya kesepakatan dan resolusi konflik di berbagai daerah. Konflik sosial kembali menjadi tren semenjak tahun 2014-2019. Kali ini penyebab utamanya adalah adanya isu politik-agama, kemudian terakselerasi pada tahun-tahun politik. Selain itu, hasil lain menunjukan bahwa pendidikan perdamaian memiliki peran penting dalam mencegah potensi konflik sosial, yang dapat dioptimalkan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Book Information. Human Values in Education, Rudolf Steiner, Anthroposophic Press. London. (2004). $22.72, Pages 198. ISBN: 0-88010-544-5. Agustinus Tampubolon; Muhammad Adha; Eska Prawisudawati Ulpa
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 21 No. 2 April 2022
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v21i2.26500

Abstract

Symptoms or behaviors called symptomatic by Steiner (2004) explain how interactions in the classroom only look at the physical presence around teachers and students. However actually, intrinsic value is very crucial to prioritize. The intrinsic value in students who need to be touched is their heart and soul to get to know each other better. Teaching classically with the view that the existence and readiness of students are the same is a way of thinking that should be addressed to present an unpretentious "open classroom climate" filled with love, care, and togetherness.
Interaksi sosial pada kalangan mahasiswi bercadar di lingkungan kampus Wina Nurhayati Praja; Pandu Hyangsewu; Isni Nurazizah
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 22 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 22 No. 1 Oktober 2022
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v22i1.20734

Abstract

adar atau dalam bahasa arab disebut An-Niqab adalah sesuatu yang berguna untuk menutupi seluruh wajah perempuan, kecuali kedua mata atau sesuatu yang tampak disekitar mata. Muslimah bercadar menjadi menarik untuk diteliti karena cara mereka menjalankan perintah Allah yang berbeda dengan muslimah pada umumnya. Sebagai manusia, wanita bercadar juga membutuhkan komunikasi, karena manusia adalah makhluk sosial yang berarti tidak dapat hidup tanpa orang lain. Dorongan atau motif sosial pada manusia, mendorong manusia mencari orang lain untuk mengadakan hubungan atau interaksi sehingga memungkinkan terjadi interaksi antara manusia satu mampu menampilkan diri sesuai dengan norma yang berlaku. Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan kampus Universitas Pendidikan Indonesia, Bumi Siliwangi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa apa yang melatarbelakngi penggunaan cadar dikalangan Mahasisiwi dan bagaimana interaksi sosial mahasisiwi bercadar di Kampus UPI. Teknik penentuan sampel secara purposive sampling menetapkan jumlah subjek penelitian sebanyak 5 orang. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan instrumen data adalah observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil dari penelitian, penulis menemukan adanya beberapa alasan yang melatar belakangi penggunaan cadar dikalangan mahasiswi, yaitu pemahaman dalam beragama, merubah diri untuk menjadi muslimah yang lebih baik, kemauan dalam diri sendiri untuk menggunakan cadar serta pengaruh dari teman dan lingkungan pergaulan yang baik juga. Interaksi Mahasiswi bercadar dengan lingkungan yang saat ini banyak bermunculan anggapan negatif dengan cadar. Penulis menemukan bahwa interaksi mahasiwi bercadar dengan teman satu kelompok atau teman perempuan yang sudah lama berinteraksi dengan mahasisiwi bercadar selalu mengalami kesulitan untuk mengenali temannya sendiri yang menggunakan cadar, kesulitan mengenali seseorang yang tidak terlihat wajah, interaksi mahasiswi bercadar dengan teman lawan jenis akan membatasi diri dan mengatur jarak atau hanya sekedar tegur sapa.
Penanaman karakter religius remaja putus sekolah di balai perlindungan dan rehabilitasi sosial remaja Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Elvina Yuniarti; Dikdik Baehaqi Arif
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 22 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 22 No. 1 Oktober 2022
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v22i1.22413

Abstract

Remaja putus sekolah yang tidak mendapatkan pendampingan cenderung memiliki perilaku menyimpang dalam lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman karakter religius di BPRSR DIY untuk membentuk remaja menjadi warga negara yang berkarakter religius. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa :(1)Aspek keyakinan dilakukan melalui bimbingan keagamaan setiap pagi dengan materi praktik sholat, membaca iqra dan al-Qur’an. Untuk agama kristen, kegiatan yang dilakukan pembimbing menjelaskan kitab Injil dan setiap hari minggu pagi, remaja yang beragama kristen diwajibkan berangkat ke gereja untuk melaksanakan kebaktian.(2)Aspek kepribadian dilakukan melalui penanaman rasa untuk saling memberi dengan cara bersedekah, infaq pada setiap hari jumat.(3)Aspek penghayatan dilakukan melalui kegiatan bintal agama setelah sholat magrib di masjid, para remaja diajarkan oleh ustad maupun guru agama mengenai nasihat agama seperti segala yang kita miliki di dunia ini merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.(4)Aspek pengetahuan dilakukan melalui pemberian hafalan surat pendek, tuntunan sholat, praktik adzan dan praktik sholat jenazah.(5)Aspek pengamalan dilakukan melalui pemberian materi akhlak dan akidah. Remaja diajarkan untuk saling tolong menolong dan selalu bersikap jujur dalam segala perkataan dan perbuatan.
Pengaplikasian pembelajaran E-learning Pendidikan Kewarganegaraan menggunakan V-class Universitas Lampung Nurhayati; Yunisca; Devi Sutrisno; Bercah; Rahmad Hidayat
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 22 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 22 No. 1 Oktober 2022
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v22i1.26017

Abstract

Virtual Class (V-Class) merupakan media pembelajaran yang digunakan oleh dosen dan mahasiswa di Universitas Lampung dengan system e-learning atau berbasis teknologi untuk menunjang pembelajaran menjadi lebih interaktif, efektif, dan efesien di masa pandemic sekarang ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi media pembelajaran V-class Universitas Lampung sebagai wujud dari aplikasi metode pembelajaran berbasis e-learning pada mata kuliah pendidikan kewarganegaraan yang diterapkan di Universitas Lampung. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kuantitatif dengan tehnik pengumpulan data kuesioner serta analisis data menggunakan presentase sederhana. Adapun jumlah responden yaitu 622 mahasiswa Universitas Lampung. Hasil yang didapat disajikan dan dideskripsikan dalam bentuk tabel distribusi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi penggunaan media pembelajaran Vclass memberikan pengaruh pada pengaplikasian metode pembelajaran berbasis e-learning pada mata kuliah pendiidkan kewarganegaraan.
Pengaruh Model Pembelajaran Example Non-Examples Berbasis Project Citizen Terhadap Hasil Belajar Siswa Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien; Eva Faradisa; Arifin Manggau
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 22 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 22 No. 1 Oktober 2022
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v22i1.26876

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran example non-examples berbasis project citizen terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn kelas X di MA Al-Islam Bantur. Metode quasi experiment adalah metode yang digunakan oleh peneliti dengan jumlah siswa sebanyak 44. Pengambilan sampel menggunakan teknik clusterrandom dengan taraf kesalahan sebesar 5%. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah tes dan angket. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan ialah uji hipotesis yang terdiri dari uji T dan uji F. Berdasarkan pengujian pada uji T diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan signifikan rata-rata hasil belajar siswa. Sedangkan pada uji F diketahui nilai Sig. sebesar 0,02 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran example non-examples berbasis project citizen terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn kelas X di MA Al-Islam Bantur.
Political Geography of Indonesian Nationalism and Ethno Nationalism: A Reflective Study From Indonesian Generation Z Arizka Warganegara
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 22 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 22 No. 1 Oktober 2022
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v22i1.27298

Abstract

Debates on nationalism and ethno nationalism have intensely developed during the early decade of political reformation in Indonesia, that is, in the early 2000s. At that point, the demand for segregation from the Republic of Indonesia emerged from several districts, such as Riau and Papua. In this era, the sentiment to decentralised from the Republic of Indonesia has been well suppressed, particularly in some areas, Aceh included. On the other side of the coin, the process of welfare distribution is going well. It is supported by the balance of power between the central and local authorities, which has successfully reduced this sentiment. These observations were conducted through a qualitative method by conducting interviews with Generation Z, which were divided into two clusters: based on gender and the respondent’s status either as a student or a fresh graduate. This paper investigates the extent of understanding the nationalism and ethno nationalism among Generation Z in Indonesia. In-depth interviews were reflectively conducted in which the research participants were asked to answer some questions and share their views and understanding of this discussion. This study concludes that Generation Z Indonesian proved to have a comprehensive understanding of nationalism. They viewed that modules about nationalism should be officially included in elementary and high school curricula; thus, the students will be exposed and have a solid understanding of nationalism from an early age.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 24 No.2 April 2025 Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 24 No. 1 Oktober 2024 Vol. 23 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 23 No. 2 April 2024 Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 23 No. 1 Oktober 2023 Vol. 22 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 22 No. 2 April 2023 Vol 22 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 22 No. 1 Oktober 2022 Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 21 No. 2 April 2022 Vol 21 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 21 No. 1 October 2021 Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 20 No. 2 April 2021 Vol 19 No 02 (2020): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 19 No. 2 April 2020 Vol 20 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 20 No. 1 Oktober 2020 Vol 19 No 01 (2019): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 19 No. 1 Oktober 2019 Vol 18 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 18 No. 2 April 2019 Vol 18 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 18 No. 1 Oktober 2018 Vol 17 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 17 No. 2 April 2018 Vol 17 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 17 No. 1 Oktober 2017 Vol 16 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 16 No. 2 April 2017 Vol 16 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, Vol 16 No 1 Oktober 2016 Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 15 No. 2 April 2016 Vol 15 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 15 No. 1 Oktober 2015 Vol 14 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 14 No. 2 April 2015 Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 14 No.1 Oktober 2014 Vol 13 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi: Volume 13 No. 2 April 2014 Vol 13 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi: Volume 13 No. 1 Oktober 2013 Vol 12 No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi: Volume 12 No. 2 April 2013 Vol 11 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi: Volume 11 No. 2 April 2012 Vol 10 No 2 (2011): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, Vol 10 No 2 April 2011 More Issue