cover
Contact Name
Jurnal Crystal
Contact Email
crystaljurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
crystaljurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari, Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 26857065     DOI : https://doi.org/10.36526/jc
Jurnal crystal merupakan jurnal yang diterbitkan oleh program studi kimia Universitas PGRI Banyuwangi. Jurnal ini memuat dan menerbitkan jurnal yang sesuai dengan bidang ilmu kimia murni dan terapannya yang terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan maret dan september. adapun penerbitan jurnal didasari dengan komitmen pada kelayakan penulisan artikel ilmiah, prosedur dan format penulisan, dan kontinuitas publikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
UJI DYNAMIC BINDING CAPACITY KOLOM MONOLITH POLY (MATE-CO-VBC-CO-EDMA) PADA SAMPEL BIOMOLEKUL BOVINE SERUM ALBUMIN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Eko Malis; DIMAS PRIAGUNG BANAR S
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 3 No. 2 (2021): Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v3i2.1806

Abstract

Kolom monolith poly(MATE-co-VBC-co-EDMA) dengan %T 35, dan %C 50 merupakan komposisi total monomer dan komposisi cross linker yang ideal, yaitu mempunyai kestabilan mekanis dan mekanis yang baik, molecular recognitioan sites memadai (ditandai dengan binding capacity 22,208 mg mL−1), serta proporsi flow-trough pores dan mesopores seimbang yaitu 24,24% dan 44,32%. Kolom Monolith %T 35% dan %C 50% mampu memisahkan secara akurat sampel biomolekul oligo(dT12-dT18) dan fragmen DNA dengan resolusi masing-masing 1,4 dan 1,0. Dari aplikasi model sampel oligo(dT12-dT18) dan fragmen DNA , pada pemisahan oligo(dT12-dT18) mekanisme pemisahan adalah penukar ion, sedangkan pada pada DNA termetilasi mekanisme pemisahan adalah interaksi hidrofobik, sehingga monolith poly(MATE-co-VBC-co-EDMA). Memberikan dua mekanisme pemisahan yang berbeda (dual-mode) pada aplikasisampel-sampel DNA
OPTIMASI PEMBUATAN EDIBLE COATING DARI WHEY PROTEIN DAN KITOSAN Qurrata Ayun
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 3 No. 2 (2021): Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v3i2.1807

Abstract

Edible coating adalah lapisan tipis yang dibuat dari bahan yang dapat dimakan. Komponen utama penyusun edible coating dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu hidrokoloid, lipid, dan komposit. Hidrokoloid yang dapat digunakan untuk membuat edible coating adalah protein (gelatin, kasein, protein kedelai, protein jagung, dan gluten gandum) dan polisakarida (pati, alginat, pektin, gum arab, dan modifikasi karbohidrat lainnya). Lipida yang dapat digunakan adalah lilin, bees wax, gliserol, dan asam lemak. Protein whey merupakan protein globular dimana kebanyakan gugus hidrofobik dan sulfidrilnya berada di dalam struktur protein. Indonesia yang merupakan negara maritim, dimana wilayahnya sebagian besar berupa perairan. Hasil tangkapan ikan yang didapatkan juga melimpah, dengan adanya hal ini, peneliti melakukan riset bagaimana caranya agar ikan yang disimpan dapat bertahan lama dengan menggunakan pembungkus yang aman yaitu edible coating. Sehingga diharapkan paduan edible coating yang terbuat dari whey protein dan kitosan (menghalangi oksigen masuk dengan baik) kulit udang mampu menjadi pengemas makanan alami yang memiliki kualitas baik yang mampu memperpanjang umur simpan makanan, baik berupa bahan makanan mentah (segar) maupun makanan siap saji. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis FTIR terlebih dahulu, kemudian mencari massa whey protein maksimum, massa kitosan dan gliserin yang optimum. Dari semua perlakuan yang telah dilakukan, diperoleh massa whey protein yang maksimum adalah 6 g, kitosan 0,6 g dan gliserin 3 g
KARAKTERISASI MONOLITH POLY(MATE-CO-VBC-CO-EDMA) DENGAN INVERSE SIZE EXCLUSION CHROMATOGRAPHY (ISEC) PADA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Eko Malis
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 3 No. 2 (2021): Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v3i2.1808

Abstract

Monolith yang dipreparasi masih didominasi oleh macropores, yang diindikasikan dari nilai porositas eksternal kedua kolom yang masih besar. Kolom monolith dengan %T35 mempunyai porositas lebih berimbang dibandingkan kolom dengan %T30, yaitu masing-masing 44,32 : 24,25 % dan 68,02 : 36,421. Akan tetapi kedua monolith masih mempunyai micropores yang relatif besar yaitu %T35 adalah 12,63 dan %C30 sebesar 17,81. Dari hasil uji distribusi pori kedua kolom monolith Poly(MATE-co-VBC-co-EDMA) Proporsi mesopores dan macropores cukup berimbang. Tujuan utama dari pengembangan kolom monolith untuk pemisahan system kromatografi, adalah praktis, minim sampel, cepat ramah lingkungan dan dapat digunakan untuk berbagai aplikasi yang berbeda. Pada aplikasi kolom monolith poly(MATE-co-VBC-co-EDMA) untuk sistem KCKT pemisahkan sampel biomolekul berdasarkan interaksi hidrofobik kromatografi (HIC) dan penukar ion antaranalit dan fasediam monolith
EKSTRAK DAUN JAMBU METE (ANACARDIUM OCCIDENTALE L.) SEBAGAI BAHAN AKTIF PEMBUATAN SABUN CUCI TANGAN ANTISEPTIK Tri Wahyuningsih; Qurrata Ayun; Rika Endara Safitri
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 3 No. 2 (2021): Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v3i2.1809

Abstract

Sabun merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat penting saat ini. Salah satunya adalah sabun yang dapat membunuh bakteri yang lebih dikenal dengan nama sabun antiseptik. Pembuatan sabun cuci tangan dengan bahan aktif ekstrak daun mete yang mengandung senyawa metanol yang di destilasi menggunakan pelarut etanol dilakukan pada penelitian ini, tujuannya adalah untuk 1) Mempelajari pengaruh lama maserasi daun jambu mete kering terhadap sifat fisik destilat dengan menggunakan variasi lama maserasi selama 1, 2, 3, 4 dan 5 hari, sebagai bahan aktif sabun antiseptik, 2) Mempelajari pengaruh massa maserasi daun jambu mete kering terhadap sifat fisik destilat dengan menggunakan variasi massa maserasi 1, 2, 3, 4 dan 5 g, sebagai bahan aktif sabun antiseptik. Dari data diperoleh hasil yang optimum dari lama maserasi daun jambu mete kering terhadap sifat fisik destilat dengan variasi lama maserasi selama 1, 2, 3, 4 dan 5 hari adalah 4 hari yaitu 0,7932 g/cm3. Dan hasil optimum dari massa maserasi daun jambu mete kering terhadap sifat fisik destilat dengan variasi massa maserasi 1, 2, 3, 4 dan 5 gr adalah 4 gr yaitu 0,7920 g/cm3
SINTESIS POLIMER SUPERABSORBEN PATI TROPIS POLIAKRILAT SERTA APLIKASINYA PADA TANAMAN SELADA AIR (Nastruim Officinale R.Br): sintesis dan pembuatan suerabsorben polimer dari pati tepung tapioka dan aplikasinya pada tanaman selada desy romadhoni; Rosyid Ridho; Eko Malis
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 4 No. 1 (2022): Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v4i1.2060

Abstract

Sintesis polimer adalah proses menggabungkan banyak molekul yang dikenal sebagai monomer menjadi rantai kovalen atau jaringan (Sulistyawati, 2006). Salah satu polimer adalah polimer superabsorben (SAP) yang secara efektif dapat menyerap banyak air, larutan garam, juga cairan dengan daya serap mulai 10 hingga 1000 kali dari berat awal juga tidak melepaskan cairan tersebut kembali (Astrini et al., 2016). Polimer superabsorben dapat dibuat dari turunan bahan alam seperti pati, selulosa, kolagen, kitosan, gelatin, alginate dan dekstran yang memiliki gugus hidrofilik juga mempunyai daya afinitas yang tinggi terhadap air maupun bahan cairan lainnya (Astrini et al., 2016).
PENGARUH PENAMBAHAN TITANIUM DIOKSIDA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK MEMBRAN POLIAMIDA/TITANIUM DIOKSIDA/ARANG AKTIF KULIT DURIAN UNTUK PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH Rika Endara Safitri
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 4 No. 2 (2022): Penelitian Kimia dan Terapannya
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v4i2.2089

Abstract

Minyak jelantah merupakan hasil oksidasi dan polimerisasi minyak goreng sawit akibat pemanasan berulang. Beberapa penelitian telah menggunakan proses adsorpsi pada pengolahan minyak goreng bekas untuk menurunkan bilangan asam dan bilangan peroksida. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan arang aktif dari kulit durian dan titanium dioksida yang tertanam pada membran poliamida sebagai adsorben yang diharapkan dapat mengolah minyak jelantah dengan lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh massa Titanium Dioksida, lama pengadukan dan pengaruh massa Arang Aktif Kulit Durian terhadap Sifat Fisik Poliamida/Titanium Dioksida/Arang Aktif Kulit Durian (Kepadatan, Derajat swelling terhadap air, %daya serap terhadap minyak goreng). Berdasarkan hasil penelitian pada 5 gram benang nilon, kondisi optimum massa titanium dioksida adalah 0,9 gram, dengan waktu pengadukan 60 menit, dan massa massa arang aktif adalah 0,3 gram. pada kondisi optimum densitasnya sebesar 0,2995 gram/cm3, derajat swelling dalam air sebesar 304,0980% (b/b), dan %daya serap pada minyak goreng sebesar 250,2659% (b/b). Kondisi optimal dari membran poliamida/titanium dioksida/arang aktif arang kulit durian digunakan untuk aplikasi pengolahan minyak jelantah
PENGARUH pH LARUTAN TERHADAP KESTABILAN WARNA SENYAWA ANTOSIANIN YANG TERDAPAT PADA EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereus costaricensis) Qurrata Ayun; Khomsiyah; Anindia Ajeng
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 4 No. 1 (2022): Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v4i1.2090

Abstract

Kulit buah naga memiliki banyak manfaat dengan kandungan antosianin yang tinggi. Antosianin merupakan zat warna yang berperan untuk memberikan warna merah, yang berpotensi untuk digunakan sebagai zat pewarna alami untuk pangan dan dapat juga dijadikan sebagai alternatif pengganti warna sintetis yang lebih aman bagi kesehatan serta dapat juga digunakan sebagai indikator alami. Indikator yang biasanya digunakan untuk menentukan derajat keasamam (pH) suatu larutan adalah indikator universal yang merupakan campuran dari beberapa indikator. Suatu indikator universal memperlihatkan warna yang berbeda‐beda pada setiap pH. Indikator universal juga dilengkapi trayek pH yang menunjukkan harga pH tertentu. Berdasarkan penjelasan diatas, penelitian ini bertujuan untuk membuat indikator alami yang berasal dari senyawa antosianin yang terkandung pada kulit buah naga merah dengan cara melihat pengaruh pH larutan yang akan memberikan warna yang berbeda ketika berada pada suasana pH tertentu. Salah satu faktor yang sangat perpengaruh terhadap kestabilan antosianin adalah pH dari pelarut antosianin. Pada penelitian ini yang pertama kali dilakukan adalah menentukan kandungan antosianin secara kuantitatif, selanjutnya diukur kandungan antosianin pada ekstrak kulit buah naga merah yang telah divariasikan pH nya, yaitu dari pH 3 sampai pH 12 dengan menggunakan buffer phosphate dan diukur menggunakan metode pH differensial. Variasi pH dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui stabilitas antosianin dan juga perubahan warna yang terjadi pada pH tertentu. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, warna yang dihasilkan hampir sama setelah penambahan larutan buffer pH 3 sampai 8, perubahan warna mulai bergeser pada pH 9 sampai 12 yaitu mulai berubah menjadi warna ungu, hal ini disebabkan karena tingkat keasaman pelarut mulai menurun dan mulai dalam keadaan basa sehingga antosianin mulai tidak stabil. Perubahan warna tersebut terjadi karena perubahan struktur molekul antosianin akibat pengaruh pH. Dengan adanya data ini, antosianin pada kondisi pH tertentu dapat digunakan sebagai indikator warna
PENGARUH PERCEPATAN PEMBAKARAN BRIKET TEMPURUNG KELAPA DENGAN PENAMBAHAN VARIASI OKSIDATOR KMnO4 ega dini; Rosyid Ridho; Eko Malis
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 4 No. 1 (2022): Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v4i1.2370

Abstract

Kelapa merupakan tanaman yang mulai dari akar sampai buahnya dapat di manfaatkan, salah satu bagian dari buah kelapa yang jarang di manfaatkan bahkan slalu menjadi limbah yaitu tempurung kelapa. Limbah tempurung kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar terbaru yaitu dijadikan arang dalam pembuatan briket dengan campuran perekat dan bahan kimia yang dijadikan oksidator yaitu KMnO4. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh presentase perekat dengan penambahan maupun tanpa oksidator KMnO4 pada kualitas kadar air, kadar abu, nilai kalor, waktu nyala api dan laju pembakaran briket tempurung kelapa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pirolisis yaitu pembakaran tanpa adanya udara didalamnya. Proses pembuatan briket tempurung kelapa terdiri dari beberapa tahapan, meliputi 1) pembuatan arang dari tempurung kelapa, 2) pengeringan, 3) pembuatan pasta perekat dan larutan KMnO4 dengan variasi 5, 10, 15, 20, 25 gram dan variasi massa arang tempurung kelapa 95, 90, 85, 80, 75 gram. Beberapa uji yang dilakukan untuk menentukan kualitas briket yaitu kadar air, kadar abu, nilai kalor, waktu nyala api dan laju pembakaran briket tempurung kelapa. Hasil penelitian yaitu briket dengan variasi 95:5 gram merupakan perbandingan optimum antara perekat menggunakan KMnO4 dengan perbandingan tanpa oksidator KMnO4. Penambahan KMnO4 sangat berpengaruh pada lima uji briket tempurung kelapa yang telah dilakukan yaitu semakin banyak massa KMnO4 maka kadar air berkurang, kadar abu meningkat, waktu nyala semakin cepat, dan laju pembakaran lebih cepat
PENGARUH PENAMBAHAN NaOH TERHADAP UJI KUALITAS SABUN MANDI PADA EKSTRAK BUAH CIPLUKAN (PHYSALIS ANGULATA L) Reny Evy; Nuril Wardatul Amaliyah; Qurrata A yun
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 4 No. 2 (2022): Penelitian Kimia dan Terapannya
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v4i2.2391

Abstract

Ciplukan is a plant that has round fruit and is yellow-orange in color and has thin skin resembling petals, and usually grows in rice fields or river banks. The content of Flavonoids and vitamin C in ciplukan fruit is one of the natural antioxidant compounds that can be used as natural active substances in the manufacture of solid bath soap. One of the most important ingredients in the manufacture of solid body soap is NaOH, the volume of NaOH added to the formulation of solid body soap can affect the quality of the soap, namely pH, free alkali and water content. This study aims to determine the optimum volume of NaOH in the manufacture of solid soap. ciplukan fruit extract according to SNI. The research method that was carried out included several stages, namely sample preparation, making solid bath soap formulations with varying volumes of 10% NaOH (3 mL, 6 mL, 9 mL, 12 mL, 15 mL), and testing the quality of soap (testing water content, PH and foam stability). Based on the results of the soap quality test, a solid bath soap formulation of ciplukan fruit extract with a volume of 10% NaOH of 9 mL was obtained in accordance with SNI (water content 2.4%, pH 10, and foam stability 64.4%)
PENENTUAN KADAR NITROGEN, ORGANIK HASIL FERMENTASI MENGGUNAKAN STARTER EM4 DAN PROMOL DAN DENGAN METODE KJELDHAL Eko Malis; Hepy Findari; Reny Eka Evi Susanti
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 4 No. 1 (2022): Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v4i1.2439

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan pupuk Organik cair dengan kandungan Nitrogen cair dengan variasi Penambahan bioaktivator starter dan Promol dan variasi lama, dilakukan variasi lama fermentasi 0, 7, 14, 21 dan 28 hari .Hasil dari variasi fermentasi kemudian dilakukan analisis nitrogen total menggunakan metode kjeldahl, sampel dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil analisis nitrogen (N), berdasarkan variasi lama waktu fermentasi dengan dan tanpa menggunakan starter menghasilkan pupuk organik cair organik pada analisis nitrogen total variasi penggunaan starter kadar optimum terjadi pada hari ke-21 sebesar 29 %, sedangkan menggunakan promol kadar optimum terjadi pada hari 15 sebesar dan 36 %.

Page 4 of 13 | Total Record : 122