cover
Contact Name
Jurnal Crystal
Contact Email
crystaljurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
crystaljurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari, Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 26857065     DOI : https://doi.org/10.36526/jc
Jurnal crystal merupakan jurnal yang diterbitkan oleh program studi kimia Universitas PGRI Banyuwangi. Jurnal ini memuat dan menerbitkan jurnal yang sesuai dengan bidang ilmu kimia murni dan terapannya yang terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan maret dan september. adapun penerbitan jurnal didasari dengan komitmen pada kelayakan penulisan artikel ilmiah, prosedur dan format penulisan, dan kontinuitas publikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
PENGARUH WAKTU MASERASI TERHADAP HASIL SKRINING FITOKIMIA PADA EKSTRAK DAUN MANGGA HARUM MANIS (Mangifera indica L.) Nur Afifah; Aldi Budi Riyanta; Wilda Amananti
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 5 No. 1 (2023): Penelitian Kimia dan terapannya 2023
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v5i1.2634

Abstract

Skrining fitokimia tahap pendahuluan yang dapat memberikan gambaran mengenai kandungan pada senyawa tertentu dalam bahan alam yang akan diteliti. Skrining fitokimia dapat dilakukan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Pelarut yang akan dugunakan dalam penelitian ini yaitu dengan etanol 70% dengan bertujuan untuk mengetahui adanya senyawa metabolite sekunder dengan perbedaan waktu maserasi pada ekstrak daun mangga harum manis (Mangifera indica L.). Ekstrak pada daun mangga harum manis dibuat dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut 70%. Hasil ektrak akan dilakukan uji kualitatif dan uji kuantitatif yang dimana uji kualitatif dengan mengunakan uji kromatografi lapis tipis (KLT) dan uji skrining fitokimia. Sedangkan uji kuantitatif dengan menggunakan uji spektrofotometri UV-Vis, mendapatkan kadar rata-rata pada kadar total flavonoid yaitu maserasi 1 hari sebesar 49,07%, maserasi 3 hari sebesar 29,27%, dan maserasi 5 hari sebanyak 18,67%.
SKRINING FITOKIMIA, TOTAL FLAVONOID DAN FENOLIK DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) Najmah Najmah; Rizki Fitria; Erga Kurniawati
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 5 No. 1 (2023): Penelitian Kimia dan terapannya 2023
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v5i1.2642

Abstract

Sereh wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) memiliki banyak manfaat dan telah lama dibudidayakan di Indonesia. Senyawa metabolit sekunder terdapat pada semua bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skrining fitokimia, total fenolik, dan total flavonoid ekstrak dan fraksi daun sereh wangi. Daun sereh wangi dimaserasi kemudian difraksinasi dengan pelarut N-heksana, air, dan etil asetat. Uji terdiri dari skrining fitokimia, uji total fenolik dengan standar asam galat, dan total flavonoid menggunakan standar kuersetin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mengandung tanin, alkaloid, triterpenoid/steroid, saponin, fenolat, dan flavonoid. Total fenolik pada ekstrak adalah 81,67 mg GAE/sampel; fraksi N-heksana adalah 466,67 mg GAE/sampel; fraksi etil asetat sebesar 369,44 mg GAE/sampel dan fraksi air sebesar 268,89 mg GAE/sampel. Total flavonoid pada ekstrak adalah 161,11 mg QE/g sampel; fraksi N-heksana adalah 239,85 mg GAE/sampel; fraksi etil asetat sebesar 129,48 mg GAE/sampel dan fraksi air sebesar 74,52 mg GAE/sampel.
STUDI ANALISIS LAJU KOROSI PADA PERMUKAAN MATERIAL PAKU KOMERSIL DALAM MEDIA AGAR-AGAR Ratna Yasi; Anas Mukhtar; Ikhwanul Qiram; Gatut Rubiono
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 5 No. 1 (2023): Penelitian Kimia dan terapannya 2023
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v5i1.2652

Abstract

Abstrak Korosi merupakan fenomena alamiah yang terjadi pada material logam. Pengendalian korosi ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya korosi pada material logam dan baja. Teknik pengendalian korosi salah satunya pemanfaatan inhibitor. Pada penelitian ini menggunakan inhibitor organik yaitu agar-agar. Penelitian ini menggunakan larutan NaOH, NaCl, HCl, dan K3Fe(CN)6 untuk melihat lama waktu proses korosi mulai timbul dari material logam. Hasil penelitian menunjukkan . Larutan HCL dan K3Fe(CN)6 menjadi larutan tercepat dalam timbulnya korosi hal ini dikarenakan karateristik larutan HCL yang termasuk asam kuat sehingga mempercepat korosi. Sedangkan, K3Fe(CN)6 atau kalium ferisianida berfungsi menunjukkan keberadaan ion Fe2+ dan merupakan sebuah pengoksidasi lemah dalam kimia organik. Selanjutnya untuk larutan NaCl timbul korosi setelah 24 jam pengamatan dan NaOH mulai timbul korosi setelah waktu 12 jam pengamatan. Hal ini menunjukkan bahwa agar-agar sebagai inhibitor dapat berfungsi sebagai inhibitor yang dapat mencegah korosi pada material logam.
PENGARUH PENAMBAHAN REMAZOL YELLOW TERHADAP EFEKTIVITAS FOTOREDUKSI ION Cr(VI) TERKATALISIS TiO2-RESIN Ayu Qurota A'yun; Rosyid Ridho
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 5 No. 2 (2023): Penelitian Kimia dan Terapannya
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v5i2.2732

Abstract

Pengaruh Remazol Yellow terhadap efektivitas fotoreduksi ion Cr(VI) yang dikatalisis TiO2-Resin telahditeliti. Penelitian ini diawali dengan pembuatan katalisis TiO2-Resin dengan perbandingan 1:1. Hasil preparasi Katalis TiO2-Resin dikarakterisasi menggunakan difraksisinar-X. Kemudian katalisis TiO2-Resin diujikan untuk mereduksi ion Cr (V) dan mendegradasi senyawa Remazol Yellow dalam limbah. Proses fotoreduksi ion Cr(VI) dan fotodegradasi Remazol Yellow dilakukan di dalam suatu sistem reaktor tertutup (sistem batch) yang dilengkapi dengan lampu UV yaitu dengan cara menyinari campuran yang terdiridari ion Cr(VI) dan serbuk fotokatalis TiO2-Resin disertai pengadukan selama waktu tertentu. Dalam penelitian ini dipelajari pengaruh waktu penyinaran, konsentrasi awal ion Cr(VI) dan keberadaan Remazol Yellow terhadap efektivitas fotoreduksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fotokatalis TiO2-Resin dapat meningkatkan hasil fotoreduksi ion Cr(VI) yaitu waktu 48 jam hasil fotoreduksi sebesar 82,83%. Pengaruh konsentrasi awal ion Cr(VI) diperoleh hasil fotoreduksi ion Cr(VI) yaitu 5 ppm sebesar 89,54%. Adanya penambahan Remazol Yellow mempengaruhi efektivitas fotoreduksi ion Cr(VI) sebesar 76,44% pada konsentrasi 5 ppm ion Cr(VI). Hasil Fotodegradasi Remazol Yellow hasilterbesar juga terdapat pada konsentrasi ion Cr(VI) 5 ppm sebesar 29,28%. Ketersediaanradikal •OH yang diperlukan untuk mengoksidasi Remazol Yellow dalam jumlah yang tetap dan relative banyakmembuatfotodegradasi Remazol Yellow meningkat. Hasil pengaruhvariasi Remazol Yellow terhadap efektivitas fotoreduksi ion Cr(VI) sebesar 78,46% pada konsentrasi Remazol Yellow 10 ppm. Adanya penambahan Remazol Yellow dapat meningkatkan reduksi ion Cr(VI) dan sebaliknya, hal ini dikarenakan keberadaan Remazol Yellow dapat mencegah penggabungan kembali •OH dan elektron.
KOMPONEN FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONII DI PERAIRAN DESA PAJUKUKANG BANTAENG Saadatul Husna; Nurlaida Nurlaida; Yusriadi Yusriadi; Hermin Utami; najmah najmah
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 5 No. 2 (2023): Penelitian Kimia dan Terapannya
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v5i2.2769

Abstract

Red seaweed (Eucheuma cottoni) is a plant that has high cultivation potential and is growing rapidly. Bantaeng Regency is one of the 15 seaweed processing centers in Indonesia. The use of seaweed is very diverse, both for food, feed, fertilizer, cosmetics and pharmaceuticals. This is related to the content of nutrients, minerals and bioactive compounds contained in seaweed. This research aims to determine the water content, ash content, phytochemical compound and antioxidant activity of red seaweed in the waters of Pajukukang Village Bantaeng. The research result showed that water content and ash content of red seaweed were 7.21%,17.626% respectively. Red seaweed ethanol extract contains alkaloids, flavonoids, saponins, and steroids. The result of antioxidant test showed that the red seaweed ethanol extract has weak antioxidant activity with IC50 value of 961,83 ppm.
DEVELOPMENT OF CACAO VARIETY IDENTIFICATION METHOD USING COMBINATION OF FTIR SPEKTROSCOPY AND MULTIVARIATE ANALYSIS Semuel Simra; Tarso Rudiana
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 5 No. 2 (2023): Penelitian Kimia dan Terapannya
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v5i2.3075

Abstract

Abstract Indonesia is the third largest cocoa producing country after Ivory Coast and Ghana. Indonesian cocoa agribusiness still faces obstacles, among others, the low quality of cocoa beans caused by different types of cocoa plant varieties. The amount of phenolic compounds in cocoa depends on the variety. There are 3 variety of cocoa plants, namely Criollo (fine flavoured cocoa) Forestero (bulk cocoa) and Trinitario (Criollo and Forestero hybrids). This study aims to identify cocoa varieties quickly and efficiently to control the quality of cocoa bean production. The method used in this study is a combination of Fourier Transform Infrared (FTIR) Spectroscopy Method and Multivariate Analysis Method. The combination of these two methods has been widely developed for the identification and authentication of types of plants that have similar or close ties. Based on the results of FTIR (Fourier Transform Infrared) analysis at a wave number of 4000-400 cm-1 to 15 samples of cocoa beans, a spectrum that is multicomponent and relatively the same is obtained. The spectrum data is processed by the multivariate analysis method, Principle Component Analysis (PCA) and obtained that the 3 variety of cocoa can be clearly distinguished where the value of the main components (PC-1 and PC-2) is 92.03%.
ANALYSIS OF ACID MIXTURE COMPARISON ON THE PROCESS OF DESTRUCTION OF LEAD METAL (Pb) ON SAMPLE OF CARPET SHELL’S MEAT (Ruditapes variegatus) Jola Latupeirissa; Nikmans Hattu; Semuel S. Pada; Vonny W. Soplanit
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 5 No. 2 (2023): Penelitian Kimia dan Terapannya
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v5i2.3076

Abstract

ABSTRACT Analysis of the acid mixture ratio in the lead (Pb) metal deconstruction process in carpet shell’s meat samples (Ruditapes variegatus). In the deconstruction agent HNO3 : HCl (1:3), the average lead metal concentration contained in sweet clam meat is 4.6305 ± 1.066 mg/kg and for the HNO3 : H2SO4 (3:1), the average lead metal concentration contained in the same sweet clam meat was 5.6516 ± 2.556 mg/kg. Statistical test results showed no significant difference in the dissolving power of the acid mixture HNO3 : HCl (1:3) and HNO3 acid mixture: H2SO4 (3:1) as seen from the p>0.005 value, so both the HNO3 acid mixture: HCl (1:3) and HNO3 acid mixture: H2SO4 (3:1) can be used to deconstruct Pb metal in sweet clam meat (Ruditapes variegatus) because there is no significant difference in the two acid mixtures.
RECOVERY TEMBAGA DARI LARUTAN TEMBAGA SULFAT MELALUI METODE SEMENTASI MENGGUNAKAN BESI Kostiawan Sukamto
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 5 No. 2 (2023): Penelitian Kimia dan Terapannya
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v5i2.3086

Abstract

This study aims to optimize the copper recovery process from copper sulfate solution using the cementation method with iron as the precipitating agent. This method offers an efficient and sustainable solution to address the challenges of copper recovery from copper sulfate solutions, which has become increasingly crucial due to the declining supply of high-grade copper ore. The variables optimized in this research encompass the optimization of stirring speed (50 RPM to 300 RPM), iron addition (0.5 to 3 times the stoichiometric reaction), temperature (30 to 70°C), and reaction time (15 to 120 minutes). The research results indicate that the optimal conditions for copper recovery are achieved at a stirring speed of 200 RPM, iron addition of 2 times the stoichiometric reaction, a temperature of 70°C, and a reaction time of 120 minutes. Under these conditions, the percentage of copper recovery from the copper sulfate solution using the cementation method reaches 99.37%, demonstrating a high level of efficiency in this approach.
SUPERKAPASITOR STUDI PERBANDINGAN SIFAT ELEKTRODA SUPERKAPASITOR DARI ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA BANYUWANGI DENGAN ACTIVATOR ASAM DAN BASA Eko Malis; Rosyid Ridho; Qurrata Ayun; Reny Eka Evi Susanti
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 5 No. 2 (2023): Penelitian Kimia dan Terapannya
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v5i2.3101

Abstract

Telah dilakukan penelitian preparasi elektroda superkapasitor arang aktif dari tempurung kelapa. pembuatan arang aktif dari tempurung kelapa yang berasal dari pesisir pantai Banyuwangi. Arang aktif ditreatment surface area melalui beberapa Langkah yaitu karbonasi dan aktivasi. Karbonasi dilakukan dengan cara pirolisis yaitu memanaskan tempurung kelapa pada suhu 750oC pada kondisis aerob. Aktivasi dilakukan dengan membandingkan 2 activator kimia diantaranya asam klorida dan Kalium Hidroksida Dengan konsentrasi masing-masing 5 mol/L. Pada penelitian ini difokuskan pada pemanfaatan tempurung kelapa sebagai elektroda superkapasitor. Karbon aktof Dari tempurung kelapa dipilih disebabkan sebaran distribusi kapasitansi dan luas area terbaik. Superkapasitor merupakan penyimpan energi yang lebih efisien dibandingkan dengan baterai. Elektroda dibuat dengan Luas 1,5 cm x 1,5 mm. Karakterisasi Permukaan karbon aktif menggunakan titrasi iodometri, karakterisasi elektroda menggunakan metode voltametri. Kapasitansi kapasitor maksimum diperoleh 15,59 F/g/S, Morfologi SEM menunjukkan ukuran pori sebesar 8,457 , iod number optimal sebesar 2376,74.
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI CANGKANG BUAH KARET MELALUI KARBONASI SUHU 600ºC DENGAN AKTIVATOR KOH Diana Novitasari; S. Lamuru, Afrianti; Mahirullah
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 1 (2024): Publikasi Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i1.3085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum konsentrasi aktivator KOH dari karbon aktif cangkang buah karet dan kualitasnya. Proses karbonisasi karbon aktif dilakukan dengan menggunakan alat furnace dengan suhu 600ºC. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah cangkang buah karet klon PB 260 yang terdapat di perkebunan Indralaya Palembang. Penelitian ini terdiri beberapa tahap yaitu tahap persiapan sampel, karbonisasi, aktivasi, dan karakterisasi karbon aktif. Aktivator yang digunakan adalah larutan KOH dengan variasi konsentrasi 5, 10, 15, dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum konsentrasi aktivator KOH yang diperoleh sebesar 15%. Rendemen karbon aktif kondisi optimum yang dihasilkan 68,4600%. Karakterisasi karbon aktif pada kondisi optimum diperoleh kadar air 1,5876%, kadar zat menguap 38,5436%, kadar abu 3,3800%, dan kadar karbon terikat 58,0774%. Hasil karakterisasi karbon aktif kondisi optimum juga menunjukan daya serap terhadap iodin 243,3406 mg/g, daya serap terhadap metilen biru 19,0822 mg/g, dan daya serap terhadap benzen 10,0300%. Karbon aktif yang memenuhi kualitas ialah uji kadar air dan kadar abu, sedangkan daya serap karbon aktif tidak memenuhi kualitas dalam penyerapan iodin, metilen biru dan benzene sehingga perlu untuk menggunakan aktivator lain dalam pembuatan karbon aktif dengan cangkang buah karet.

Page 6 of 13 | Total Record : 122