cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
GERAKAN TANAM BUAH UNGGUL UNTUK PENYIAPAN EDU-AGROWISATA KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS PADJADJARAN DI KABUPATEN PANGANDARAN Hermanto, Bambang; Sitio, Nurul Mardhiah; Thirafi, Luthfi; Kurniawati, Linda; Sahda, Rainaldi Mardiana
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.69106

Abstract

Pangandaran Regency is renowned for its abundant agricultural products, as well as fisheries and livestock, including honje fruit, avocado, durian, rambutan, banana, sapodilla, and fern vegetables. With its fertile soil, Pangandaran Regency has great potential to be developed into an Edu-Agrotourism area—a program that provides hands-on experience in sustainable agriculture, livestock, and fisheries. However, until 2025, there has been no Edu-Agrotourism business initiative by local residents, the government, or the private sector. Seeing this vast untapped potential, the Padjadjaran University community service team is attempting to initiate an Edu-Agrotourism program through community empowerment activities. These activities include workshops and practical avocado and durian seedling planting on campus, within the community, and on the land of Cintaratu Village, Parigi District, Pangandaran Regency. The activities aim to equip local residents and village officials with training in planting and cultivating avocado and durian seedlings, as well as providing them with the necessary equipment to care for these plants. The results have led to growing awareness and understanding among the community and the Unpad academic community regarding Edu-Agrotourism, supported by their improved ability to care for plants as part of the Edu-Agrotourism ecosystem. This community service activity is the first step toward pioneering Edu-Agrotourism in Cintaratu Village, Pangandaran Regency, in the following year. The analysis indicates that Edu-Agrotourism in the Unpad Pangandaran campus area is worthy of further development.Kabupaten Pangandaran telah terkenal dengan hasil pertanian yang melimpah selain dari hasil perikanan dan peternakan, antara lain buah honje, alpukat, durian, rambutan, pisang, sawo, dan sayur pakis. Dengan kondisi tanah yang subur, wilayah kabupaten Pangandaran memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai kawasan Edu-Agrowisata, yakni kegiatan pendidikan dan agrowisata yang memberikan pengalaman langsung terkait praktik pertanian, peternakan, maupun perikanan yang berkelanjutan. Akan tetapi, hingga tahun 2025 belum ada inisiasi bisnis Edu-Agrowisata oleh warga sekitar, pemerintah, maupun pihak swasta. Melihat potensi besar yang belum termanfaatkan tersebut, tim pengabdian Universitas Padjadjaran berupaya menginisiasi program Edu-Agrowisata melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan workshop serta praktik penanaman bibit alpukat dan durian di wilayah kampus, warga sekitar, serta di wilayah tanah desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Kegiatan bertujuan untuk membekali penduduk sekitar dan perangkat desa dengan pelatihan penanaman dan teknik budidaya bibit tanaman alpukat dan durian, serta diberikan kelengkapan untuk merawat tanaman-tanaman tersebut. Hasilnya mulai tumbuh kesadaran dan pemahaman masyarakat maupun civitas Unpad mengenai Edu-Agrowisata yang didukung dengan kemampuan merawat tanaman sebagai bagian dari ekosistem Edu-Agrowisata. Kegiatan pengabdian ini merupakan langkah awal untuk merintis Edu-Agrowisata di wilayah Desa Cintaratu Kabupaten Pangandaran di tahun berikutnya. Hasil analisa menunjukkan Edu-Agrowisata di kawasan kampus Unpad Pangandaran layak memasuki tahap pengembangan lebih lanjut.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DONGGALA DALAM BUDIDAYA MANGROVE DI KELURAHAN KABONGA KECIL KECAMATAN BANAWA KABUPATEN DONGGALA Suparman, Suparman; Tallesang, Mukhtar; Yohan, Yohan; Nurnaningsih, Nurnaningsih; Suirlan, Rita
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.66770

Abstract

This community service activity aims to empower coastal communities in Kabonga Kecil Village, Banawa District, Donggala Regency. A participatory approach (involving the community at every stage), educational efforts (providing training and outreach), and an economic-based approach (creating business opportunities from mangroves) are key to implementing this program. The method used is the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, combined with the concept of community-based development in coastal resource management. The results of this community service include the replanting of 500 mangrove seedlings in an abrasion-affected area of 1 hectare, with the involvement of approximately 25 people through mutual cooperation, consisting of community members, village heads, youth leaders, and the community service team, providing hope for the restoration of coastal ecosystems. In addition, an initial initiative was established in the form of a mangrove care group with 10 members, which synergizes with the Palu City Mangrovers community. In the economic aspect, it has been agreed to develop the area as a potential mangrove ecotourism destination, which is expected to become an alternative source of income for the local community.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat pesisir di Kelurahan Kabonga Kecil Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala. Pendekatan partisipatif (melibatkan masyarakat dalam setiap tahap), edukatif (memberikan pelatihan dan sosialisasi), serta berbasis ekonomi (menciptakan peluang usaha dari mangrove) menjadi kunci dalam pelaksanaan program ini. Metode yang digunakan melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang dipadukan dengan konsep community-based development dalam pengelolaan sumber daya pesisir. Capaian hasil pengabdian adalah menghasilkan penanaman kembali mangrove sebanyak 500 bibit di kawasan abrasi seluas 1 hektar dengan melibatkan sekitar 25 orang melalui gotong royong yang terdiri dari masyarakat, lurah, tokoh pemuda, dan tim pengabdian yang memberi harapan bagi pemulihan ekosistem pesisir. Selain itu, terbentuk inisiatif awal berupa 1 kelompok peduli mangrove yang beranggotakan 10 orang, yang bersinergi dengan komunitas Mangrovers Kota Palu. Dalam aspek ekonomi, telah disepakati pengembangan kawasan sebagai calon destinasi ekowisata mangrove, yang diharapkan menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat lokal.
PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA PASIRUKEM MELALUI INTEGRASI BUDIDAYA IKAN LELE SISTEM BIOFLOK DAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN Wulandari, Yeni Sari; Sam’un, Mohamad; Suherman, Enjang
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.68715

Abstract

Community empowerment through the development of the fisheries sector is one of the strategies to improve the welfare of rural communities. This community service activity was conducted from August to November 2025 in Pasirukem Village, Cilamaya Kulon District, Karawang Regency, involving approximately 22 participants consisting of fish farming groups and food processing groups. The activity aimed to enhance community capacity through the application of biofloc-based catfish farming technology and the diversification of processed catfish products. The method used was a participatory approach, which included preparation, focus group discussions (FGD), socialization, training, mentoring, as well as monitoring and evaluation. The activities carried out included the construction of biofloc ponds; training on catfish cultivation; training on processing products into nuggets, roulade, shredded catfish, and crispy catfish; as well as training on business management and digital marketing. The results of the activity showed an increase in the partners’ knowledge, as indicated by the improvement in post-test results compared to the pre-test, with the average initial score of 17.67% increasing to 100% after the training activities. In addition, the partners were able to practice processing catfish into several value-added products as an effort to diversify fisheries-based products. This activity is expected to serve as an initial step in developing sustainable catfish farming and processing enterprises in Pasirukem Village.Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan sektor perikanan merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Agustus–November 2025 di Desa Pasirukem, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang dengan melibatkan sekitar 22 peserta yang terdiri dari kelompok pembudidaya ikan dan kelompok pengolah produk pangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penerapan teknologi budidaya ikan lele sistem bioflok serta diversifikasi produk olahan ikan lele. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, focus group discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembangunan kolam bioflok, pelatihan budidaya ikan lele, pelatihan pengolahan produk menjadi nugget, rolade, abon, dan lele krispi, serta pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra yang ditunjukkan oleh peningkatan hasil post-test dibandingkan dengan pre-test, dengan rata-rata nilai awal sebesar 17,67% meningkat menjadi 100% setelah kegiatan pelatihan. Selain itu, mitra juga mampu mempraktikkan pengolahan ikan lele menjadi beberapa produk olahan sebagai upaya diversifikasi produk berbasis perikanan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan usaha budidaya dan pengolahan ikan lele yang berkelanjutan di Desa Pasirukem.
MITIGASI RISIKO KEBAKARAN MELALUI SOSIALISASI DAN PELATIHAN TANGGAP DARURAT DI DESA KAPOTA UTARA Hamka, Sry Faslia; Irmawan, Amin; Ira, Wa; Naima, Wa Ode
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.66344

Abstract

Fire is a type of disaster that often occurs in various community environments, such as offices, residential areas, and other locations where human activity takes place. Especially in densely populated areas, fires can be caused by various factors, including human negligence, such as using electricity beyond its capacity and failing to turn off heat sources like stoves and irons. As a preventive measure, risk mitigation activities are carried out through outreach and emergency response training aimed at providing the community with an understanding of fire mitigation and response efforts. The method used is a participatory approach through several stages of activities, namely outreach, surveys, and identification of needs; training and simulation of emergency response; mentoring and evaluation; and planning for program sustainability. Activities are carried out through collaboration between the Muhammadiyah Wakatobi Institute of Technology and Business, the North Kapota Village Government, and the Wakatobi Regency Civil Service Police Unit and Fire Department. The results of the activity demonstrated increased community understanding and preparedness in dealing with potential fires, as well as the formation of a village fire volunteer team as part of the program's sustainability efforts. This activity is expected to become a model for community-based fire mitigation that can be applied sustainably in environments with similar characteristics.Kebakaran merupakan salah satu jenis bencana yang sering terjadi di berbagai lingkungan masyarakat, seperti perkantoran, kawasan permukiman, dan tempat-tempat lain yang menjadi lokasi aktivitas manusia. Khususnya di wilayah padat penduduk, kebakaran dapat disebabkan oleh berbagai faktor, terutama disebabkan oleh faktor kelalaian manusia, misalnya penggunaan listrik yang melampaui kapasitas daya serta tidak mematikan sumber panas seperti kompor dan setrika. Sebagai langkah pencegahan, dilakukan kegiatan mitigasi risiko melalui sosialisasi dan pelatihan tanggap darurat yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai upaya mitigasi dan penanggulangan kebakaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan kegiatan, yaitu sosialisasi, survei dan identifikasi kebutuhan, pelatihan dan simulasi tanggap darurat, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi antara Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Wakatobi, Pemerintah Desa Kapota Utara, serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Wakatobi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran, serta terbentuknya tim relawan kebakaran desa sebagai bagian dari upaya keberlanjutan program. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model mitigasi kebakaran berbasis masyarakat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan pada lingkungan dengan karakteristik serupa.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue