Articles
207 Documents
PENANAMAN KOMPETENSI KEWARGANEGARAAN MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP MAHASISWA DI STIKES MITRA RIA HUSADA JAKARTA
Lutfi Hardiyanto;
Siti Khodijah;
Dina Martha Fitri
Edum Journal Vol. 6 No. 2 (2023): : Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v6i2.151
Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa, karena melalui pendidikan kita bisa mengarahkan, menuntun dan membina insan-insan yang cerdas, berakhlak mulia serta mandiri. Masalah pendidikan adalah topik yang tidak ada habisnya dibicarakan di Indonesia. Setelah sekian lama pendidikan di Indonesia berjalan, meskipun mengalami banyak kemajuan, masih saja menyisakan banyak permasalahan yang justru lebih esensial dari sekedar peningkatan lembaga pendidikan formal di Indonesia. Tujuan Penelitian adalah (1) Untuk mendeskripsikan penanaman Civic Knowledge melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap mahasiswa STIKes Mitra RIA Husada Jakarta, (2) Untuk mendeskripsikan penanaman Civic Disposition melalui pembelajaran Pendidikan ewarganegaraan terhadap mahasiswa STIKes Mitra RIA Husada Jakarta, (3) Untuk mendeskripsikan penanaman Civic Skill melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap mahasiswa STIKes Mitra RIA Husada Jakarta. Peneliti melakukan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dikarenakan peneliti ingin mengetahui perspektif subjek penelitian secara alami yaitu dengan cara mengumpulkan dan menyusun hasil wawancara narasumber yakni mahasiswa semester 2 Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat dan Sarjana Terapan Kebidanan di STIKes Mitra RIA Husada Jakarta, mengenai penanaman kompetensi kewarganegaraan melalui pembelajaran kewarganegaraan terhadap mahasiswa. Penelitian ini hanya dapat dijelaskan untuk mengetahui rumusan masalah penelitian. Oleh Karena itu, menggunakan metode penelitian ini dapat membantu peneliti agar dapat menganalisis dan menjawab persoalan yang tertera pada rumusan masalah. Penelitian ini menggunakan analisis data model Miles and Huberman yaitu tahap pertama tahap pengumpulan data, tahap kedua tahap reduksi data, kemudian penyajian data dan terakhir penarikan kesimpulan. Peneliti pemeriksaan atau pengecekan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Tujuan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) adalah upaya mengembangkan kualitas warga negara secara dalam berbagai aspek kehidupan. Penanaman Civic Knowledge melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap mahasiswa di STIKes Mitra RIA Husada Jakarta Tahun 2022 yaitu dengan menggunakan variasi pembelajaran yang menarik dan menggunakan media pembelajaran audio visual. Penanaman Civic Disposition melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap mahasiswa di STIKes Mitra RIA Husada Jakarta Tahun 2022 yaitu dengan pemberian nasihat dan pesan moral kepada mahasiswa serta dosen menjadi teladan. Penanaman Civic Skills melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap mahasiswa di STIKes Mitra RIA Husada Jakarta Tahun 2022 yaitu dengan pemberian contoh atau teladan dari dosen.
PENGARUH PEMBINAAN GURU DAN KOMPETENSI PROFESIONAL TERHADAP KOMITMEN GURU
Khomarudin Khomarudin
Edum Journal Vol. 6 No. 2 (2023): : Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v6i2.152
Abstrak-Memiliki guru yang berkomitmen sangatlah krusial dalam konteks pendidikan. Komitmen guru mencerminkan tekad dan dedikasi mereka dalam melaksanakan tugas mengajar dan membimbing siswa. Komitmen guru Sekolah Dasara Negeri Kecamatan Sirampong dinilai masih kurang. Melalui observasi awal yang dilakukan oleh peneliti hal tersebut diduga disebabkan oleh rendahnya pembinaan guru dan kompetensi profesional guru. Oleh karena itu, peneliti merasa perlu melakukan penelitian agar dapat diuji kebenarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh pembinaan guru dan kompetensi profesional terhadap komitmen guru sekolah dasar negeri Kecamatan Sirampng Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif, serta teknik korelasional dan regresi. Teknik pengumpulan data melalui angket skala Likert terhadap 57 responden yang merupakan guru Sekolah Dasar di Kecamatan Sirampong Kabupaten Brebes. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) Pembinaan guru berpengaruh terhadap komitmen guru sekolah dasar, (2) Kompetensi profesional guru berpengaruh terhadap komitmen guru, (3) Pembinaan guru dan kompetensi profesional guru secara bersama-sama berpengaruh terhadap komitmen guru sekolah dasar. Upaya pembinaan guru yang efektif dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas pertemuan individual dan demonstrasi mengajar, melalui pelatihan komunikasi dan manajerial serta memberikan pedoman yang jelas. Untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dan komitmen mereka, diperlukan langkah-langkah konkret seperti pelatihan yang berfokus pada kebutuhan guru, pengembangan kurikulum yang mendukung peningkatan kompetensi, dan meningkatkan akses guru terhadap sumber daya pendukung seperti bahan pengajaran yang berkualitas. Membangun lingkungan yang mendukung, dan melibatkan guru dalam pengambilan keputusan terkait pembelajaran dan kebijakan sekolah.
PENGARUH LINGKUNGAN DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP PRESTASI KERJA GURU
Dinda Faizah Jelita
Edum Journal Vol. 6 No. 2 (2023): : Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v6i2.153
Abstrak-Penelitian ini mengangkat tema prestasi kerja guru, yang menyoroti berbagai prestasi yang telah dicapai oleh para pahlawan pendidikan ini dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka. Prestasi kerja guru tidak hanya terlihat dari hasil akademik siswa, tetapi juga dari dedikasi mereka dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, inovatif, dan berdaya dorong. Prestasi kerja guru di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes dinilai masih rendah. Berdasarkan hasil observasi awal diduga hal tersebut disebabkan oleh rendahnya lingkungan sekolah dan iklim sekolah guru. Karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menguji kebenarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh lingkungan sekolah dan iklim sekolah terhadap prestasi kerja guru. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif, serta teknik korelasional dan regresi. Teknik pengumpulan data melalui angket skala Likert terhadap 61 responden yang merupakan guru SMP Negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan sekolah terhadap prestasi kerja guru; (2) Terdapat pengaruh yang signifikan iklim sekolah terhadap prestasi kerja guru; (3) Terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan sekolah dan iklim sekolah secara bersama-sama terhadap prestasi kerja guru. Artinya, semakin tinggi kualitas lingkungan sekolah dan iklim sekolah secara simultan, maka semakin tinggi pula prestasi kerja guru. Agar menjadi lebih baik maka perlu dilakukannya perbaikan dan perhatian terhadap lingkungan sekolah serta aspek-aspek yang mempengaruhi prestasi kerja guru di SMP Negeri Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. Penting bagi pihak sekolah dan terkait untuk memberikan dukungan yang memadai kepada guru, seperti peluang pengembangan profesional, waktu dan sumber daya yang cukup, serta penghargaan yang layak.
PEMBINAAN DAN PEMBERDAYAAN GURU OLEH KEPALA SEKOLAH SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU
Satiwi Satiwi;
Ipong Dekawati
Edum Journal Vol. 6 No. 2 (2023): : Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v6i2.156
Abstrak-Menjadi bangsa yang memiliki karakter disiplin tinggi dimulai dari unit terkecil yaitu individu untuk selanjutnya dikembangkan disiplin dalam keluarga untuk kemudian membangun masyarakat cinta disiplin. Disiplin diri, keluarga dan bangsa tentunya dimulai dari sejak kecil. Secara formal pendisiplinan dibentuk di sekolah. Siswa dituntut untuk berperilaku disiplin agar menjadi kebiasaan yang mendarah daging (internalized). Di sekolah agak sulit mendisiplinkan siswa manakala gurunya tidak disiplin. Maknanya sebelum mendisiplinkan siswa terlebih dulu gurunya harus disiplin. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap disiplin kerja guru. Di antaranya pembinaan dan pemberdayaan guru. Dalam penelitian ini ingin menganalisis kontribusi pembinaan dan pemberdayaan guru terhadap disiplin kerja guru baik secara parsial maupun gabungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert, terhadap 42 orang guru. Pengolahan hasil penelitian menggunakan teknik analisis regresi. Uji signifikansi menggunakan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat kontribusi positif dan signifikan pembinaan guru terhadap disiplin kerja guru. (2) Terdapat kontribusi positif dan signifikan pemberdayaan guru terhadap disiplin kerja guru. (3) Terdapat kontribusi positif dan signifikan pembinaan dan pemberdayaan guru terhadap disiplin kerja guru. Beranjak dari kondisi tersebut, penulis menyarankan, bahwa: (1) Berdasarkan pengolahan data, dimensi yang mendapat penilaian terendah dari dimensi pembinaan guru adalah program supervisi pendidikan. Penulis menghimbau agar supervisi dilakukan secara lebih terkoordinasi dimulai dari program, jadwal supervisi hingga masalah yang ditemui sehingga guru yang disupervisi menyadari kekurangannya serta merasakan kebermanfaatan dari program supervisi yang dilaksanakan. Pada sisi pemberdayaan guru, dimensi yang mendapat penilaian terendah adalah dimensi kejelasan. Berdasarkan kondisi tersebut penulis menyarankan agar program pemberdayaan guru hingga pelaksanaannya dilakukan secara transparan agar guru yang bersangkutan mengetahui tujuan dilaksanakannya pemberdayaan sehingga guru memahami dan menyadari pentingnya pemberdayaan guru guna peningkatan keunggulan institusi (sekolah) tempayna bekerja.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN SISWA
Maolidah, Ida;
Tamam, Badrud;
Ruhita, Ruhita
Edum Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v7i1.102
Abstrak-Salah satu kunci sukses mewujudkan operasional pendidikan yang bermutu adalah proses pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran yang bermutu menjadi suatu keniscayaan. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap mutu pembelajaran, diantaranya implementasi manajemen pembelajaran dan motivasi belajar siswa. Oleh karena krusialnya keberpengaruhan kedua variabel tersebut, penulis ingin mengetahui dan menganalisis besaran kontribusi dari aspek manajemen pembelajaran dan motivasi belajar siswa baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert, terhadap 57 orang guru. Pengolahan hasil penelitian menggunakan teknik analisis regresi. Uji signifikansi menggunakan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat kontribusi positif dan signifikan implementasi manajemen pembelajaran terhadap mutu pembelajaran. (2) Terdapat kontribusi positif dan signifikan motivasi belajar siswa terhadap mutu pembelajaran. (3) Terdapat kontribusi positif dan signifikan implementasi manajemen pembelajaran dan motivasi belajar siswa secara bersama-sama (simultan) terhadap mutu pembelajaran. Bertolak dari kondisi tersebut, penulis menghimbau: (1) Dimensi terlemah pada variabel implementasi manajemen pembelajaran adalah dimensi evaluasi pembelajaran. Penulis menyarankan agar dilakukan restrukturisasi dalam pola penilaian hasil belajar dimulai dari perencanaan penilaian yaitu memilih metode penilaian yang tepat. Kemudian dalam melaksanakan penilaian perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa, pelaksanaan penilaian didasarkan pada karakteristik siswa sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Penilaian yang tepat serta obyektif cenderung dapat memotivasi siswa dalam proses pembelajaran. (2) Dimensi terlemah pada variabel motivasi belajar siswa adalah dimensi motivasi ekstrinsik. Oleh karena motivasi ekstrinsik merupakan rangsangan dari luar diri siswa, maka upaya yang dapat dilakukan atau menjadi perhatian di antaranya adanya penghargaan kepada siswa misalnya ketika siswa dapat menyelesaikan tugas tepat waktu, lingkungan belajar yang kondusif, dan melaksanakan program kegiatan yang menarik bagi siswa.
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU PEGAWAI NEGERI SIPIL SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI EKS KEWEDANAAN INDRAMAYU
Yuniarti, Hani
Edum Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v7i1.143
Penelitian ini dilakukan di lima Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Eks Kewedanaan Indramayu. Kinerja guru belum maksimal penyebabnya diduga karena motivasi yang dimiliki guru beragam dan kadang berubah-ubah sesuai dengan kondisi masing-masing individu. Selain motivasi kerja, faktor lain yang mempengaruhi kinerja guru adalah lingkungan kerja. Keterkaitan motivasi kerja dan lingkungan kerja merupakan faktor yang saling mempengaruhi terhadap kinerja guru. Berdasarkan alasan tersebut peneliti meneliti sejauh mana keterkaitan dan pengaruh variabel tersebut dalam menilai Kinerja Guru Pegawai Negeri Sipil Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Eks Kewedanaan Indramayu. Karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menguji kebenarannya dengan mengkaji tiga variabel yaitu motivasi kerja, lingkungan kerja dan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif, serta teknik analisis data menggunakan analisis regresi. Teknik pengumpulan data melalui angket skala Likert terhadap 60 responden. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) Motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru, (2) Lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja guru, (3) Motivasi kerja dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru. Berdasarkan hasil analisis regresi, diperoleh hasil bahwa Motivasi kerja dan lingkungan kerja baik secara parsial maupun simultan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Penulis menyarankan bahwa upaya perbaikan yang dapat dilakukan, khususnya dalam meningkatkan kinerja guru, diantaranya: 1) Kepala sekolah hendaknya dapat meningkatkan kualitas kinerja guru dengan cara membangkitkan motivasi kerja guru dan memperhatikan lingkungan kerjanya, 2) Guru bisa lebih meningkatkan motivasi kerjanya dengan bekerja lebih sungguh-sungguh terutama kinerja guru dalam mengajar dan lebih memperhatikan lingkungan kerjanya dengan optimal sehingga berdampak pada hasil kinerjanya yang maksimal dan memuaskan.
KEBIJAKAN PESANTREN DALAM PENDAMPINGAN DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN: Studi Kasus Di Pondok Pesantren Al-Hidayat Magelang
Muchamad Arif Kurniawan
Edum Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v7i1.159
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Al-Hidayat Magelang dalam pendampingan dan pemberdayaan perempuan korban kekerasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kekerasan terhadap perempuan yang ditangani oleh Pesantren Al-Hidayat Magelang seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga KDRT, perselingkuhan, penelantaran dan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) dan lain sebagainnya. Adapun berbagai kebijakan sudah diterapkan yang bertujuan untuk membantu menangani perempuan korban kekerasan. Kebijakan tersebut mencakup aspek pencegahan, penanganan dan pemulihan. Dalam aspek pencegahan pondok pesantren telah melakukan sosialisasi dan pembekalan terhadap santriwati dan masyarakat tentang pentingnya kesetaraan gender. Sosialisasi tersebut seringkali disampaikan dalam berbagai kesempatan baik melalui sosial media, radio dan di dalam kegiatan ngaji santri. Pada aspek penanganan, pondok pesantren melakukan dua jenis pelayanan yaitu litigasi (dengan melibatkan proses hukum di pengadilan dan non litigasi (penanganan tanpa melibatkan proses hukum di pengadilan) seperti bantuan konseling psikologis atau konsultasi permasalahan yang dialami oleh korban. Adapun pada aspek pemulihan, pihak pondok seringkali memberikan ijazah doa, selain itu tirakat juga menjadi metode pemulihan perempuan korban kekerasan. Lebih dari itu pondok pesantren juga menyediakan tempat untuk perempuan korban kekerasan yang membutuhkan rehabilitasi, dalam proses rehabilitasi para korban diberikan keterampilan seperti membantu badan usaha pondok, membuat kue dan menjahit. Keterampilan tersebut sangat substansial karena bertujuan memberikan pijakan untuk membangun kembali kepercayaan diri yang mungkin terkikis akibat pengalaman traumatis yang dialami oleh perempuan korban kekerasan.
ANALISIS IMPLEMENTASI TUPOKSI MADRASAH DI MADRASAH TSANAWIYAH PONDOK PESANTREN DARUSSALAM KUNIR
Apit, Muhamad;
Suklani, Suklani
Edum Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v7i1.162
ABSTRAK Dalam konteks manajemen dan administrasi pendidikan. Memahaimi secara mendalam bagaimana madrasah mengimplementasikan Tupoksi yang telah ditetapkan, dengan mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang implementasi Tupoksi di madrasah serta memberikan kontribusi positif terhadap upaya perbaikan dan pengembangan lembaga pendidikan tersebut. Makalah analisis implementasi Tupoksi madrasah, pemilihan metode penelitian sangat penting untuk mendapatkan data yang relevan dan akurat. Berikut adalah beberapa Teknik pengumpulan data. 1). Wawancara Metode wawancara digunakan untuk memperoleh keterangan terkait tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden/ orang yang di wawancarai, denganatau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara. Dalam wawancara tersebut biasa dilakukan secara individu maupun dalambentuk kelompok, sehingga di dapat data informatik yang orientik (Iryana dan Kawastanti, 2016). 2). Metode Dokumentasi Metode dokumentasi dilakukan sebagai proses pengumpulan data dalam penyelidikan atau penelitian yang berbentuk dokumen dokumen untuk memperoleh beberapa keterangan atau informasi yang diperoleh, termasuk catatan-catatan penting pelaksanaan proseskegiatan belajar terkait dengan proses pendidikan. (Sugiyono 2018:476) tupoksi madrasah, proses, tugas, produk
FUNGSI DAN PERAN KEPEMIMPINAN KIAI DALAM PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN DARUSSALAM KUNIR
Aminuddin, Aminuddin;
Suklani, Suklani
Edum Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v7i1.163
Pesantren sudah ada sejak zaman Hindu-Buddha.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pesantren memberikan kontribusi yang signifikan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia. Metode kepemimpinan kyai yang sentralistik dalam manajemen dan pengasuh pesantren. Kepemimpinan individual kyai, otoriter-paternalistik, dan feudal karismatik, yang menerapkan manajemen alami yang serba "tidak formal", diidentifikasi sebagai kekuatan yang sangat kuat dan menentukan ini. Fokus penelitian ini adalah kepemimpinan kiai, peran dan fungsi kiai, dan dampak kepemimpinan ini terhadap pertumbuhan Pondok Pesantren. Pola kepemimpinan kiai dalam membangun lembaga pendidikan saat ini sering menjadi perhatian. Jika diperhatikan, banyak kiai bergantung pada charisma daripada praktik kepemimpinan demokratis dan seringkali otoriter. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Menentukan fungsi-fungsi kepemimpinan kiai dalam pengembangan Pondok Pesantren Darussalam Kunir; 2. Menentukan peran-peran kepemimpinan kiai dalam pengembangan Pondok Pesantren Darussalam Kunir; dan 3. Menganalisis bagaimana fungsi dan peran kepemimpinan kiai berhubungan satu sama lain. 1. Memberikan gambaran yang lebih jelas tentang peran dan fungsi kepemimpinan kyai dalam pengembangan pondok pesantren Darussalam Kunir. 2. Membantu kyai dalam meningkatkan kualitas kepemimpinannya. 3. Membantu pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pengembangan Pondok Pesantren Darussalam Kunir. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan induktif yang dikombinasikan dengan pendekatan fenomenologi sosial. Data berasal dari sumber non-manusia dan manusia; keduanya dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai, dalam hal sarana dan prasarana, manajemen, sumber daya manusia, kurikulum, dan pengabdian terhadap masyarakat, memainkan peran dan fungsi penting dalam perkembangan pondok pesantren Darussalam Kunir.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN: MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI INTEGRASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI
Jaya, Asman;
Kasmawati, Kasmawati;
Lilianti, Lilianti;
Rahma, Rahma;
Herlian, Herlian
Edum Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v7i1.167
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk menghadapi perubahan dinamis dalam sistem pendidikan. Tujuan utama penelitian adalah untuk menyelidiki dampak integrasi model pembelajaran berbasis teknologi dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Obyek penelitian ini adalah siswa di berbagai tingkatan pendidikan yang terlibat dalam proses pembelajaran dengan pendekatan berbasis teknologi. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan keterlibatan siswa, personalisasi pembelajaran, dan akses terhadap sumber daya pendidikan yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam minat belajar siswa, tercermin dari tingkat partisipasi yang lebih aktif dan responsif terhadap materi pembelajaran. Selain itu, prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan, diukur melalui hasil evaluasi dan tes pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi model pembelajaran berbasis teknologi dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memanfaatkan potensi teknologi. Kontribusi penelitian ini melibatkan pengembangan model pembelajaran yang dapat diadopsi secara luas, serta memberikan dasar empiris untuk mendukung kebijakan pendidikan yang mendorong integrasi teknologi dalam pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memandu praktisi dan pembuat kebijakan untuk memahami implikasi positif dari transformasi pendidikan melalui teknologi.