cover
Contact Name
Imas Juidah
Contact Email
imas.juidah@unwir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bahteraindonesia16@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 25413252     EISSN : 26222183     DOI : -
Core Subject : Education,
Bahtera Indonesia adalah jurnal yang ditebritkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Univesitas Wiralodra (Unwir) Indramayu. Jurnal ini merupakan wadah informasi mengenai kebahasaan dan kesusastraan yang memuat hasil penelitian atau studi kepustakaan yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun (Maret dan September). Jurnal ini terbit sejak September 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 410 Documents
REPRESENTASI LEMAHNYA HUKUM DAN KETIDAKADILAN DI INDONESIA BAGI PENYINTAS KEKERASAN SEKSUAL DALAM FILM PENYALIN CAHAYA KARYA WREGAS BHANUTEJA H, Cantika Eka Rahmah; Harini, Yostiani Noor Asmi
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.960

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan representasi lemahnya hukum dan ketidakadilan di Indonesia bagi penyintas kekerasan seksual dalam film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan, ialah analisis isi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis isi menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Penyalin Cahaya memperlihatkan gambaran bagaimana kekerasan kekerasan seksual terjadi tanpa kita sadari dan dilakukan oleh orang terdekat kita. Kekerasan seksual/pelecehan seksual bisa terjadi dimanapun bahkan kapanpun. Dalam penelitian ini, representasi yang muncul selain memberikan gambaran kekerasan seksual, yaitu merepresentasikan adanya bentuk kelemahan hukum dan ketidakadilan bagi penyintas kekerasan seksual terjadi adanya relasi kuasa dan juga ideologi kelas dalam film Penyalin Cahaya. Relasi kuasa terjadi pada pelaku yang mempunyai kuasa yang paling tinggi sehingga korban dibuat bungkam lemah tak berdaya untuk menyuarakan kebenaran.
STRATEGI KOMUNIKASI PADA SINIAR “CURHAT BANG” DALAM KANAL YOUTUBE DENNY SUMARGO Islamiah, Rahma Nadia; Pujiastuti, Rahayu
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.969

Abstract

Communication carried out by sources and presenters in podcasts requires certain communication strategies so as not to cause misunderstandings when understanding the message. Based on this, the aim of this research is to describe the form of communication strategy in the "Curhat Bang" podcast broadcast on Denny Sumargo's YouTube channel, June 2023 edition. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The data for this research is in the form of the speakers' statements. The data source in this research is Denny Sumargo's "Curhat Bang" podcast, June 2023 edition. This research data was collected using documentation techniques, download techniques and observation techniques. The data analysis procedure is carried out by examining the data, transcribing, classifying and codifying, interpreting and concluding the results of data analysis. The validity of the data in this research is in the form of theoretical triangulation and method triangulation. The results of this research provide information that the communication strategies used in the "Curhat Bang" podcast broadcast on the June 2023 edition of Denny Sumargo's YouTube channel, namely (1) avoidance strategies, include avoiding topics and ignoring messages; (2) paraphrasing strategies, including approximations, creating new words, and rambling (description); (3) transfer strategy, including literal translation and code mixing; (4) strategy for requesting assistance; (5) strategy for using gestures (mime). Keywords: Communication strategy, Tarone concept, podcast.
UNSUR KEKERASAN DALAM ADAPTASI CERITA RAKYAT “SANGKURIANG” Nasihin, Agus
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.992

Abstract

Sampai saat ini cerita rakyat terus diproduksi, diceritakan ulang, dan diadaptasi. Sebagai kisah yang tidak dikenal penulisnya, cerita rakyat menjadi lahan subur bagi penulisan ulang atau adaptasi. Dalam proses adaptasi terjadi pengurangan atau penguatan. Pengurangan dapat berupa penghilangan atau pereduksian, sedangkan penguatan dapat memperluas atau menambahkan anasir baru. Salah satu unsur yang sering melekat pada cerita rakyat adalah unsur kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wujud unsur kekerasan yang terdapat pada produk adaptasi cerita rakyat “Sangkuriang” yang terdapat dalam media digital yang berbentuk teks naratif, komik, dan animasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa unsur-unsur kekerasan dalam bentuk fisik, psikologis, dan seksual masih melekat dalam produk adaptasinya. Unsur-unsur kekerasan tetap dipertahankan dalam produk adaptasinya karena merupakan peristiwa utama. Selain itu, unsur kekerasan merupakan bagian dari konflik yang menjadi daya tarik sebuah cerita.
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA LAGU “GALA BUNGA MATAHARI” YANG DIPOPULERKAN OLEH SAL PRIADI Aditia, Restu
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.1002

Abstract

Lagu merupakan salah satu media seseorang untuk menyampaikan sebuah informasi, pesan, atau perasaan secara tersirat sehingga memungkinkan terjadinya multitafsir oleh pembacanya. Oleh karena itu, perlunya analisis yang mendalam untuk meminimalisir terjadinya multitafsir dalam sebuah lagu melalui analisis tindak tutur. Dalam tindak tutur memiliki tiga jenis, yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tindak tutur ilokusi menurut Teori Searle yang terdapat dalam lagu "Gala Bunga Matahari" yang dipopulerkan oleh Sal Priadi. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan pragmatik, di mana fokus utama adalah pada bagaimana makna dan tujuan komunikasi tersampaikan melalui lirik lagu. Data diperoleh dari lirik lagu yang kemudian dikategorikan berdasarkan jenis tindak tutur, seperti asertif, deklaratif, komisif, ekspresif, dan direktif. Berdasarkan analisis diperoleh hasil penggunaan tindak tutur ilokusi, yaitu 8 kutipan direktif, 5 kutipan asertif, 3 kutipan ekspresif, 2 kutipan komisif, dan 1 kutipan deklaratif. Selain itu, menunjukkan bahwa lagu ini kaya akan ilokusi yang mencerminkan emosi dan harapan, serta menciptakan kedekatan antara penyanyi dan pendengar. Temuan ini mengindikasikan bahwa lirik lagu memiliki fungsi selain sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan emosional yang mendalam. Diharapkan dengan adanya penelitian ini akan memberikan dampak terkait hubungan bahasa dengan musik dan meminimalisir multitafsir.
REDUPLIKASI PADA SURAT KABAR DIGITAL SINDONEWS.COM SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP Fadhilah, Indriani Nurul; Muhyidin, Asep; Devi, Ade Anggraini Kartika
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.1023

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan (1) mendeskripsikan bentuk reduplikasi pada surat kabar digital Sindonews.com, (2) mendeskripsikan makna reduplikasi pada surat kabar digital Sindonews.com, dan (3) mendeskripsikan implikasi reduplikasi pada surat kabar digital Sindonews.com terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif digunakan sebagai metode penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Bentuk reduplikasi yang diperoleh terdiri atas bentuk pengulangan seluruh sejumlah 76 data, pengulangan sebagian sejumlah 3 data, pengulangan yang dikombinasikan dengan afiksasi sejumlah 8 data, dan pengulangan dengan modifikasi fonem sejumlah 1 data. Makna reduplikasi yang diperoleh meliputi makna ‘banyak’ sebanyak 73 data, makna ‘tindakan dilakukan berulang kali’ sebanyak 5 data, makna ‘tindakan dilakukan dengan santainya atau senangnya’ sebanyak 2 data, makna ‘tindakan dilakukan dua pihak dan saling mengenai’ sebanyak 1 data, makna ‘tingkat tertinggi yang dapat dicapai’ sejumlah 6 data, dan menunjukkan intensitas perasaan sejumlah 1 data. Hasil temuan penelitian ini dimanfaatkan sebagai bahan ajar teks laporan hasil observasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP kelas VIII Kurikulum Merdeka.
PEMEROLEHAN FONOLOGI PADA RAYYANZA MALIK AHMAD DALAM KANAL YOUTUBE RANS ENTERTAINMENT Rohanah, Siti; Firmansyah, Dodi; Sundawati, Sundawati
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.1056

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian pemerolehan fonologi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemerolehan yang sudah diperoleh anak berusia 2 tahun, seperti pemerolehan bunyi vokal, pemerolehan bunyi konsonan, dan pemilihan suku kata yang diujarkanya. Subjek penelitian ini adalah Rayyanza Malik Ahmad yang merupakan anak sepasang selebriti. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini berasal dari ujaran dan dialog yang dianalisis melalui media YouTube pada kanalnya RANS Entertainment menggunakan teknik simak dan catat. Data yang dihasilkan kemudian ditulis menjadi kalimat dan paragraf berdasarkan klasifikasi yang telah ditentukan. Hasil pada penelitian ini sebanyak 12 data yang sudah meliputi pemerolehan fonologi yang sudah diraih oleh Rayyanza Malik Ahmad, seperti pemerolehan vokal, pemerolehan konsonan, dan pemilihan suku kata.
ANALISIS PESAN MORAL PADA KUMPULAN PUISI SAGARA AENG MATA OJAN KARYA LUKMAN HAKIM AG. Sityaningsih, Sulis; Solihah, Nur Ma'rifatus; Romadani, Kholifatur; Mas'odi, Mas'odi
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.1065

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pesan moral dalam kumpulan puisi "Sagara Aeng Mata Ojan" karya Lukman Hakim AG. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai moral yang terkandung dalam puisi. Data primer diperoleh dari kumpulan puisi, sementara data sekunder berasal dari berbagai referensi pendukung. Analisis difokuskan pada tiga aspek moral utama: hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi Lukman Hakim AG kaya akan pesan moral yang mendalam. Dalam hubungannya dengan Tuhan, puisi-puisi tersebut mencerminkan kesadaran spiritual dan ketaatan. Pada aspek hubungan dengan diri sendiri, puisi mengajak pembaca untuk melakukan introspeksi dan pengembangan diri. Sementara dalam konteks hubungan sosial, karya-karyanya menekankan pentingnya interaksi harmonis dengan lingkungan dan sesama. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kumpulan puisi "Sagara Aeng Mata Ojan" berhasil menyampaikan pesan moral yang kompleks dan inspiratif. Melalui penggunaan metafora dan simbolisme yang kuat, Lukman Hakim AG mengajak pembaca untuk merenungkan nilai-nilai kebaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
CITRA SASTRA DAN MORAL DALAM CERPEN BULAN OKTOBER PADA SURAT KABAR KEDAULATAN RAKYAT Faizah, Inayah Isnaini; Yuliana, Wahyu; Setyawan, Arif
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.1223

Abstract

A short story is a work of fiction that usually focuses on an event, has a single plot, and has a relatively short and limited time scope. This research aims to describe the intrinsic structure and manifestation of moral values ​​in the short story October on Kedaulatan Rakyat. The research method for this study is descriptive qualitative. The data collection technique for this research uses reading and note-taking techniques for short stories. The steps for collecting data are by reading the short story carefully, recording appropriate data, identifying and clarifying the data. This research study is a structural study that focuses on the harmony between the intrinsic elements of short stories. The results of this research are (1) divine moral values, (2) individual moral values, and (3) social moral values. These three values ​​consist of positive and negative moral values. All actions that are based on religious and social norms are positive values, while behavior based on one's own will is a negative value.
EFEKTIVITAS METODE HYPNOTIC SPEED WRITING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS RESENSI CERPEN Winata, Nana Triana; Juidah, Imas; Saniyatunisa, Ine Musfiroh
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.1230

Abstract

Menulis resensi cerpen merupakan salah satu keterampilan menulis yang menuntut kemampuan berpikir kritis, analitis, dan sistematis. Namun, banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam menulis resensi karena kurangnya pemahaman struktur, minimnya ide, serta rendahnya motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode hypnotic speed writing dalam meningkatkan keterampilan menulis resensi cerpen. Metode penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design, dengan subjek penelitian terdiri dari dua kelompok: kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan metode hypnotic speed writing dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest, serta dianalisis menggunakan uji statistik t-test for Equality of Means. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar kelas eksperimen, dengan rata-rata nilai pretest 72 meningkat menjadi 88 pada posttest. Sementara itu, pada kelas kontrol, rata-rata nilai hanya meningkat dari 70 menjadi 80. Hasil uji t-test menunjukkan nilai t = -14.868 dengan Sig. (2-tailed) = 0.000, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, metode hypnotic speed writing terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis resensi cerpen dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode hypnotic speed writing dalam pembelajaran menulis untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas peserta didik.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA WAYANG SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM MENULIS TEKS HIKAYAT SISWA KELAS X SMKN 1 SINDANG TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Silpiah, Silpiah; Herlina, Eli; Saroni, Saroni
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.1232

Abstract

ABSTRAK Hikayat adalahkarya sastra lama berbentuk prosa dari Melayu yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah. Isi cerita hikayat biasanya bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan dari sifat-sifat tersebut. Salah satu karakteristik dari teks hikayat yaitu menggunakan kata arkais (kata-kata kuno), sehingga membedakan teks hikayat dengan teks lainnya. Wayang, sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, memiliki potensi besar dalam meningkatkan kreativitas dan ketertarikan siswa dalam menulis teks naratif seperti hikayat. Kegiatan pembelajaran hendaknya didukung dengan media pembelajaran yang menarik agar mempermudah siswa untuk memahami materi yang disampaikan dan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pada penelitian ini menggunakan media wayang sebagai media pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi penggunaan media wayang sebagai bahan ajar dalam pengajaran menulis teks hikayat di tingkat pendidikan menengah. Metode penelitian ini menggunakan pra-eksperimen yang terdapat pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media wayang sebagai bahan ajar dapat meningkatkan kemampuan menulis teks hikayat siswa secara signifikan. Siswa menjadi lebih terlibat dan termotivasi dalam proses pembelajaran, terlihat dari peningkatan kualitas teks hikayat yang dihasilkan, baik dari segi struktur, alur cerita, maupun penggunaan bahasa. Kata kunci: media wayang, bahan ajar, menulis teks hikayat, kreativitas, pendidikan menengah ABSTRACT Hikayat is an old literary work in the form of prose from Malay that contains stories, laws, and genealogy. The content of the saga story is usually fictional, religious, historical, biographical, or a combination of these characteristics. One of the characteristics of the saga text is the use of the word archais (ancient words), so as to distinguish the saga text from other texts. Wayang, as one of Indonesia's cultural heritage, has great potential in increasing students' creativity and interest in writing narrative texts such as tales. Learning activities should be supported with interesting learning media to make it easier for students to understand the material presented and can create a fun learning atmosphere. In this study, puppet media is used as the learning medium. This study aims to explore the implementation of the use of puppet media as a teaching material in teaching the writing of fairy tale texts at the secondary education level. This research method uses pre-experiments with pre-tests and post-test. The results of the study show that the use of puppet media as a teaching material can significantly improve students' ability to write fairy tale texts. Students become more involved and motivated in the learning process, as can be seen from the improvement in the quality of the resulting fairy tale texts, both in terms of structure, storyline, and language use. Keywords: puppet media, teaching materials, writing fairy tale texts, creativity, secondary education