cover
Contact Name
I.G.A.AG Dewi Sucitawathi P
Contact Email
iga_dewi@undiknas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iga_dewi@undiknas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial
ISSN : 25973657     EISSN : 25812424     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial diterbitkan oleh Universitas Pendidikan Nasional, dengan terbitan berkala tiap bulan Februari dan Agustus. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial memuat artikel Hasil Penelitian dan Studi Kepustakaan dari cabang ilmu Administrasi Publik, Ilmu Politik dan Hubungan Internasional, Komunikasi, Sosiologi dan Ilmu Politik, Ilmu Sosial (Lain-Lain).
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
MAKNA SIMBOLIK DALAM BUDAYA “MEGENGAN” SEBAGAI TRADISI PENYAMBUTAN BULAN RAMADHAN (STUDI TENTANG DESA KEPET, KECAMATAN DAGANGAN) Shufya, Fauzi Himma
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.266 KB) | DOI: 10.38043/jids.v6i1.3376

Abstract

Islam dan budaya Jawa memiliki hubungan keterkaitan. Salah satu bentuk akulturasi budaya Jawa dengan Islam tergambar dalam tradisi megengan. Tradisi megengan merupakan tradisi kirim doa bersama sebagai penyambutan bulan suci Ramadhan. Pelaksanaan tradisi megengan yaitu pada malam awal masuk bulan Ramadhan. Umumya perayaan tradisi megengan diisi dengan acara selamatan oleh masyarakat sekitar. Ciri khas dari acara selamatan adalah pembuatan nasi berkat dan kue apem oleh masyarakat yang tujuannya untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar. Makna megengan bagi masyarakat adalah sebagai simbol permohonan maaf kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuannya agar manusia kembali suci dalam memasuki bulan Ramadhan. Penelitian ini termasuk jenis kualitatif. Menggunakan konsep teori dari Herbert Mead yaitu Interaksionisme Simbiolik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan menganalisis simbol makna pelaksanaan tradisi megengan di Desa Kepet, Kecamatan Dagangan. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive. Sumber data terbagi menjadi data sekunder dan data primer. Data primer berasal dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder berasal dari hasil kajian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi megengan di Desa Kepet memiliki makna simbolik antara lain, sebagai makna permohonan maaf terhadap sesama, makna saling berbagi bagi sesama masyarakat, dan juga sebagai makna penyebaran melestarikan agama islam di Desa Kepet.
MANAJEMEN KONFLIK DALAM ORGANISASI: KONFLIK KEPERCAYAAN DALAM ORGANISASI GEREJA BFA BANDUNG Mahardika, Mahardika; Maryani, Eni; Rizal, Edwin
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.413 KB) | DOI: 10.38043/jids.v6i1.3381

Abstract

Gereja sebagai sebuah unit religius di masyarakat sering dipandang sebagai sesuatu yang suci dan terhindar dari konflik. Akan tetapi dalam praktiknya sebagai organisasi keagamaan, gereja juga dapat mengalami konflik dalam interaksi sosial di dalamnya. Untuk memahami konflik yang terjadi di gereja penelitian ini merujuk teori komunikasi organisasi dan teori agama dalam konteks sosial.  Kasus di dalam penelitian ini adalah Gereja Bethany Fresh Anointing (BFA) di Bandung yang mengalami konflik di dalam organisasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi manajemen konflik yang dilakukan Gereja dalam menangani konflik yang terjadi di dalam organisasinya sebagai organisasi keagamaan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui manajemen konflik yang dilakukan pihak gereja maka konflik dijadikan sebagai alat untuk melakukan evaluasi organisasi sehingga gereja mampu mengatasi kendala yang dihadapi, memperbaiki kinerjanya, dan meningkatkan efisiensi dalam pelayanannya. Manajemen konflik yang dilakukan juga memerlukan strategi komunikasi yang sesuai dengan budaya komunikasi dan organisasi di dalam Gereja Bethany Fresh Anointing sebagai organisasi keagamaan.
NEW MEDIA DALAM MEMBANTU KINERJA HUMAS POKDARWIS MEMPROMOSIKAN WISATA ALAM DAN BUDAYA DI PONOROGO Hakim, Lukman; Putro, Widiyatmo Eko
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.285 KB) | DOI: 10.38043/jids.v6i1.3382

Abstract

Pokdarwis adalah singkatan "kelompok sadar wisata" yang dibentuk dengan struktur kelembagaan terdiri dari orang-orang yang berusaha untuk mendorong iklim pariwisata kondusif di daerahnya. Perkembangan iklim yang kondusif termasuk dalam kategori “sapta marga” yaitu: aman, tertib, bersih, sejuk, asri, ramah dan mengandung unsur kenangan yang berkesan. Humas Pokdarwis berperan penting dalam menggalakkan promosi wisata dengan memberikan informasi dan edukasi secara inovatif, kreatif dan efektif melalui pemanfaatan media baru. Saat ini peran new media begitu penting, karena pergeseran media komunikasi yang kredibel dari konvensional bergerak dari komunitas menjadi publik. Kinerja Humas Pokdarwis dalam mengangkat potensi pariwisata baru melalui pemanfaatan new media layak diteliti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh peran new media dalam membantu Humas Pokdarwis menarik minat pengunjung sehingga layak menjadi destinasi wisata. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan model observasi partisipan aktif dan focus group discussion. Peneliti aktif sebagai pengamat serta berbaur dalam kegiatan lapangan dan melakukan wawancara. Studi kasus yang dipilih dengan meneliti Taman wisata alam dan budaya Zor Sengon di Ponorogo, Desa Plunturan. Humas Pokdarwis menjalankan fungsi dan tugasnya tidak hanya dari perspektif konvensional, tetapi juga dari kinerja antaralain: (1) fact finding, (2) planning, (3) communication (4) evaluation dengan memanfaatkan media baru seperti YouTube, Instagram dan media sosial lainnya. Pergeseran peran media di era industri 4.0 ditambah dengan situasi pandemi COVID-19, membuat penetrasi media baru dianggap penting saat ini. Strategi yang terukur merupakan bagian dari kinerja Humas Pokdarwis itu sendiri. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengangkat destinasi wisata adalah dengan membina komunitas-komunitas kecil yang berkembang menjadi Pokdarwis dan menjalankan tugas dan fungsi Humas.
PENGEMBANGAN PARIWISATA NATUNA MENUJU UNESCO GLOBAL GEOPARK Hutabarat, Leonard Felix; Pratiwi, Nuning Indah
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.695 KB) | DOI: 10.38043/jids.v6i1.3388

Abstract

UNESCO Global Geopark adalah wilayah geografi tunggal atau gabungan, yang memiliki situs warisan geologi (geosite) dan bentang alam yang bernilai, terkait aspek warisan dan keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya, serta dikelola untuk keperluan konservasi, pendidikan, dan pembangunan perekonomian masyarakat setempat secara berkelanjutan dengan keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga dapat digunakan untuk menumbuhkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap bumi. Geopark Natuna ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada tanggal 30 November 2018 oleh Komite Nasional Geopark Indonesia. Mengapa Geopark Natuna sangat strategis untuk dikembangkan menjadi salah satu dari UNESCO Global Geopark? Bagaimana upaya yang perlu dilakukan sebagai salah satu calon untuk UNESCO Global Geopark? Artikel ini menjelaskan arah pengembangan Geopark Natuna menuju salah satu UNESCO Global Geopark di masa yang akan datang. Metode kualitatif digunakan dengan obervasi lapangan sebagai bagian dari triangulasi data, termasuk penggunaan data primer melalui wawancara dan data sekunder. Warisan geologi, keanekaragaman hayati dan warisan budaya merupakan tiga pilar utama pada konsep UNESCO Global Geopark. Geopark Nasional Natuna merupakan salah satu geopark nasional Indonesia yang diusulkan terhadap UNESCO untuk menjadi salah satu UNESCO Global Geopark pada tahun 2022. Penelitian menunjukkan Geopark Natuna sebagai salah satu dari UNESCO Global Geopark akan lebih efektif dalam mengoptimalkan pemanfaatan, pengembangan dan pelestarian kawasan, sarana edukasi, dan pemberdayaan masyarakat setempat guna memperoleh kesejahteraan yang lebih baik.
REPRESENTASI DIFABEL DI RUSIA DALAM FILM CORRECTIONS CLASS (KLASS KORREKTSII) KARYA IVAN TVERDOVSKY Almira, Alma; Aviandy, Mochamad
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.041 KB) | DOI: 10.38043/jids.v6i1.3397

Abstract

Film sebagai media komunikasi massa secara sadar dan tidak sadar dapat memengaruhi bagaimana tindakan dan pemikiran masyarakat dalam memandang sesuatu. Ivan Tverdovsky pada tahun 2014, mengangkat film dengan tema isu difabel yang ada di Rusia melalui film ????? ????????? (Klass Korrektsii). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat representasi difabel pada film Rusia. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis oleh Norman Fairclough dan didukung oleh teori representasi milik Stuart Hall. Metode analisis wacana kritis akan digunakan untuk mengungkap makna di balik dialog yang diartikulasikan antar tokoh yang terdapat di dalam film ????? ????????? (Klass Korrektsii), sedangkan teori representasi milik Stuart Hall untuk melihat kondisi di luar teks yang berhubungan dengan masyarakat atau budaya terhadap difabel di Rusia. Hasil dari penelitian ini adalah masih ditemukan diskriminasi pada kelompok difabel di Rusia, meskipun telah tertera undang-undang yang melindunginya.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGADUAN PUBLIK TENTANG BLT DIMASA PANDEMI COVID-19 Mustafa, Intan
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.158 KB) | DOI: 10.38043/jids.v6i1.3406

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat tentang pengaduan publik dalam Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di masa pandemic covid – 19. Penelitian terkait BLT-DD dilakukan di Desa Wuring Kecamatan Alok kabupaten Sikka NTT, yang menjadi salah satu daerah penerima BLT – DD dengan mayoritas masyarakatnya sebagai nelayan, petani dan pedagang kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi non partisipan melalui pengamatan pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat serta dept interview yang mengacu kepada persoalan mekanisme pengaduan, pengetahuan serta akses informasi dan juga pada persepsi masyarakat tentang BLT-DD. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model miles dan huberman; collection, reduction dan display daya. Hasil penelitian menyatakan bahwa, proses aduan masyarakat mengacu kepada 3 (tiga) hal yakni komunikasi publik, masih bersifat satu arah khususnya pada pendataan masyarakat penerima bantuan informasi terkait ketentuan – ketentuan penerima bantuan masih belum menyentuh aspek pemahaman masyarakat dan berimplikasi multitafsi. Kedua, proses aduan  merupakan “barang mewah”. Stigma atau pemikiran ini, akhirnya berimplikasi pada rasa khawatir dan bingung. Ketiga, unit pengaduan yang belum dimaksimal pada tingkatan pemerintah khususnya pada tingkat RT/RW.  Kesimpuan yang dapat diambil dari penelitian ini, bahwa BLT DD masih menjadi persoalan, khusus pada sistem pendataan dan juga mekaniisme komunikasi yang dibangun masih belum menyentuh aspek pemahaman masyarakat.
POLA TINDAKAN GURU DALAM MENDIDIK ANAK PENYANDANG ADHD DI SD ISLAM PERMATA MOJOSARI Ocmy Krisania Tauhida, Ocmy; Farid Pribadi, Farid
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.412 KB) | DOI: 10.38043/jids.v6i2.3484

Abstract

People with ADHD are free to pursue their education, in both inclusive and regular schools with adequate facilities. In reality, some schools accept ADHD without consideration, especially the Permata Mojosari Islamic Elementary School which is a new school. The purpose of the study was to analyze the pattern of action teachers and ADHD students in regular schools. The research method uses qualitative ethnomethodology theory by Harold Garfinkel. The analysis technique uses ethnographic methods. The research subjects were ADHD students and teachers at the elementary school through observation, interviews, and documentation. The results are, first, ADHD students follow the lesson like normal students, but their seats are close to the teacher. Second, students provide special understanding. Third, students think about solving questions. Fourth, the teacher helps write the spelling based on the students' answers. Fifth, the writing is in his book. Sixth, when students are bored, they are given knick-knacking therapy. Seventh, when students succeed in carrying out the instructions correctly, a reward is given, when it violates social norms, punishment is given. The pattern of action in Garfinkel's ethnomethodology is influenced by the ability of the teacher.
STRATEGI KOMUNIKASI ADVOKASI DALAM PEMERATAAN VAKSINASI COVID-19 TERHADAP KEMAJUAN SEKTOR PARIWISATA DI BALI Setiawan, Afrian Agung; Jemaruk, Yohan Darung; Yulyana Dewi, Ni Luh
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.4 KB) | DOI: 10.38043/jids.v6i2.3565

Abstract

Covid-19 menjadi tantangan terbesar dunia, dimana menyebabkan segala bidang sektor mengalami keterpurukan salah satunya adalah sektor pariwisata. Kondisi tersebut juga dialami oleh Indonesia, dimana Bali yang menjadi lokomotif industri pariwisata terbesar begitu sangat terdampak yang menyebabkan ekonomi masyarakat mati. Dalam mengatasi berbagai kondisi tersebut, maka pemerintah melakukan upaya melalui program vaksinasi. Dalam pengimplementasiannya tentu banyak tantangan, permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah. Oleh karena itu penelitian dilakukan untuk mengetahui strategi komunikasi advokasi yang dilakukan pemerintah dalam percepatan program vaksinasi Covid-19 serta dampak dari adanya kebijakan program vaksinasi Covid-19 terhadap pariwisata Bali. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan cara mendeskripsikan atau menguraikan terkait dengan strategi komunikasi advokasi dalam percepatan vaksinasi Covid 19. Model yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pengimplemtasian terkait percepatan program vaksinasi Covid 19, pemerintah harus melakukan kolaborasi dengan unsur pentahelik, media digital, serta mampu merubah persepsi masyarakat dengan membangun kepercayaan publik. Pecepatan program vaksinasi Covid 19 secara merata mampu mengurangi tingkat angka orang terdampak Covid 19, memberikan akses bagi sektor pariwisata kembali menerima wisatawan melalui penerapan sertifikasi, protokol kesehatan yang ketat, dan menciptakan kebijakan baru bagi para pelaku perjalanan wisata. Bangkitnya sektor pariwisata di Bali, maka diharapkan mampu mendobrak dan mendorong kembali perekonomian masyarakat.
PARTNERSHIP MODEL OF THE VILLAGE AUTHORITY IN DEVELOPING TOURISM SECTOR IN CONTO VILLAGE, BULUKERTO SUB-DISTRICT, WONOGIRI REGENCY Nanda Praptiwi, Elista; Hilman, Yusuf Adam; Nasution, Robby Darwis; Widiyahseno, Bambang
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.908 KB) | DOI: 10.38043/jids.v6i2.3581

Abstract

The authority of Conto Village strives to develop the existing natural potentials by collaborating with investors, the community, and all associated actors. The purpose of this study is to describe the village partnership model taken by the authority in developing the village tourism, especially Conto village of tourism, Bulukerto Sub-District, Wonogiri Regency. The method applied in this study is a descriptive qualitative method with a purposive sampling technique. The instruments used are in-depth interviews and documentation by conducting interactive analysis. The Conto village authority and investors become the main actors in developing Goa Resi tourism with a profit-sharing arrangement model, whereas Pokdarwis and Mbah Sadiman are actors in developing Bukit Gendol tourism with a management contract cooperation model. In the other side, Soko Langit is managed privately, however in its development having a verbal profit-sharing arrangement with Pokdarwis. Banteng Vegetable Garden is managed by the owner of the garden and Pokdarwis through a profit-sharing arrangement, meanwhile the Coffee House is managed by BUMDes as well as the community, and developed by Pokdarwis with a management contract collaboration model. With the good cooperative activities from the youth and the farmers in Conto village, it will support the development of the natural potentials that expected to become the tourist attractions. In conclusion, the involvement of several actors is highly essential in conducting a cooperative partnership. Actors are the main key in cooperative relationships, thus in achieving a goal, each party shall collaborate to realize it. 
TRADISI NONO, UME DAN UF ATOIN METO DI TIMOR DAN RELEVANSINYA TERHADAP BUDAYA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK Ethelbert, Yohanes Kornelius; Pratama, Muhammad Rizki; Dhosa, Didimus Dedi
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.635 KB) | DOI: 10.38043/jids.v6i2.3591

Abstract

Artikel ini bertujuan mengeksplorasi kearifan lokal Atoin Meto dan relevansinya terhadap budaya organisasi sektor publik lokal. Tujuan ini sejalan dengan spirit paradigma indegenious Public Administration dalam mengembangkan sistem penyelenggaraan administrasi publik berbasis kearifan lokal. Semangat ini berangkat dari gagalnya paradigma western public administration di Indonesia dalam merespon tuntutan budaya lokal yang sangat partikular. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil studi kepustakaan, penulis menemukan terdapat nilai-nilai lokal Atoin Meto yang dapat digunakan dalam mengembangkan budaya organisasi sektor publik. Nilai-nilai lokal tersebut antara lain, nono, ume dan uf. Ketiga konsep ini umumnya dipakai Atoin Meto untuk menjelaskan sistem kekerabatan dalam sebuah kelompok sosial. Dalam konsep nono, ume dan uf terdapat nilai, norma dan aturan yang mengikat Atoin Meto dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Nono berarti marga, pelindung, pengikat, meluruskan perbuatan salah dan kewajiban mematuhi larangan. Ume berarti tempat tinggal dan simbol kehormatan suku. Uf berati pemimpin yang mengayomi. Artikel ini berpendapat bahwa konsep nono, ume dan uf menghadirkan ruang bagi organisasi sektor publik di Nusa Tenggara Timur untuk mengembangkan nilai dan norma budaya organisasi berbasis kearifan lokal.