cover
Contact Name
Fadhillah Laila
Contact Email
fadhillah.laila@unwir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fp.agroteknologi@unwir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro Wiralodra
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 25976702     EISSN : 26222272     DOI : -
Jurnal Agro Wiralodra adalah media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah yang berkaitan dengan teknologi terapan dalam bidang Agroteknologi dengan tema Agronomi, Ilmu Tanah, Pemuliaan Tanaman dan Hama & Penyakit Tanaman. Diterbitkan setiap 6 (enam) bulan pada bulan Januari dan Juli. Jurnal Agro Wiralodra diterbitkan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Wiralodra.
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Penghambatan Berbagai Isolat Trichoderma sp. Terhadap Perkecambahan Spora Colletotrichum sp. Wicaksono, Danar; Kafiya, Maftuh
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v5i1.74

Abstract

Penyakit antraknosa pada buah cabai menyebabkan kualitas hasil menurun dan kehilangan hasil yang tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Pada umumnya, antraknosa pada cabai dikendalikan dengan aplikasi fungisida kimia sintetis pada seluruh permukaan buah. Hal ini sangat berbahaya bila dilakukan menjelang panen karena buah cabai juga dikonsumsi segar. Agens pengendali hayati merupakan alternatif pengendalian Colletotrichum sp. pada buah cabai. Penelitian bertujuan untuk memperoleh isolat agens pengendali hayati yang dapat menghambat perkecambahan spora Colletotrichum sp. penyebab penyakit antraknosa pada buah cabai besar keriting. Penelitian diawali dengan isolasi Colletotrichum sp. dari cabai rawit, besar, dan merah keriting. Isolasi menghasilkan dua buah isolat dari cabai merah besar, 5 isolat diisolasi dari cabai merah keriting, dan 7 isolat dari cabai rawit. Uji virulensi dilakukan untuk memperoleh isolat yang paling virulen terhadap cabai merah keriting. Isolat BA asal cabai besar diketahui memiliki virulensi paling tinggi dibandingkan yang lainnya. Tujuh Trichoderma, 1 Gliocladium, dan 2 APH yang belum diidentifikasi digunakan biakan dalam media cair. Suspensi APH digunakan untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada buah cabai merah keriting. Penambahan suspensi LPT2 menyebabkan persentase perkecambahan paling sedikit.
Eksplorasi Agens Hayati Potensial Dari Tanaman Karuk (Piper sarmentosum) Oktafiyanto, Muhammad Firdaus; Rangkuti, Eryna Elfasari
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v5i1.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri dari tanaman karuk pada bagian rhizosfer, filosfer, filoflane serta bakteri endofit yang berada di dalam tanaman karuk. Menguji patogenesitas bakteri yang diperoleh dan menguji kemampuan bakteri calon agens hayati dalam memacu pertumbuhan tanaman dan kemampuannya menghambat pertumbuhan cendawan patogen Fusarium oxysporum secara invitro. Penelitian dilakukan pada Bulan September 2015 sampai dengan Januari 2016 di Laboratorium Nematologi Tumbuhan Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor. Hasil isolasi bakteri calon agens hayati dari tanaman karuk menunjukan bahwa diperoleh 73 isolat bakteri yang terdiri dari bakteri yang berasal dari Rizosfer sebanyak 12, endofit sebanyak 19, Rizoplan sebanyak 20 bakteri, filoplan sebanyak 18 bakteri dan 4 isolat konsorsium. Hasil uji hemolisis pada media agar darah terdapat 58 bakteri yang positif dan tidak digunakan pada pengujian selanjutnya. Hasil uji hipersensitif pada tembakau terdapat 7 isolat bakteri yang lolos dan dilanjutkan ke pengujian berikutnya. Hasil uji pertumbuhan pada benih padi bakteri isolat FP8 memiliki nilai tinggi tanaman terbaik sebesar 13.48 cm dan pada panjang akar terbaik pada perlakuan FP 16. Pengujian dual kultur perlakuan F8, F12, F16, RP13, RP14 mampu membuat pertumbuhan hifa cendawan Fusarium oxysporum menjadi abnormal jika dibandingkan dengan kontrolnya
PENGARUH PEMBERIAN KITOSAN TERHADAP UMUR SIMPAN MANGGA (Mangifera indica. L.) VARIETAS GEDONG GINCU Mulyati, Neneng Sri; Sumarna, Pandu; juswadi, Juri; Asad, Faisal Al
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v5i2.71

Abstract

Abstract Chitosan is one of the preservatives of food and fruit product. This study is aimed at recognizing the effects of natural preservatives kitosan with the age of saving mangoes (Mangifera indica, L.) gedong gincu varieties, and know the correct concentration of chitosan in saving mango age (Mangifera indica, L.) gedong gincu varieties the oldest one. The method do in this study is that of experimentation by using Rancangan Acak Lengkap (RAL) with the treatment of the six concentrations of kitosan (0%, 0,5%, 1,0%, 1,5%, 2,0%, and 2,5%) repeated four times on gedong gincu fruit that comes out red. Chitosan at different concentrations can have a noticeable effect on saving age, and it can extend saving age gedong gincu. Chitosan concentration 1,5%, on gedong gincu can extend saving age 5,9 day (6 day) from 6,97 day (7 day) to 12,87 day (13 day), when compared with the controls or without the chitosan and the weight 9,25%. This is happening because high respiration can be hampered by layers edible coating, meaning edible coating layer able of blocking water evaporation and respiration by closing the lentils and cuticle, so the weight shrink decreases. By giving the chitosan 1,5% can extend saving age of gedong gincu, thus reducing damage to the fruit (rotten) during the marketing process, this can increase the odds of selling, farmers' income, domestic mango traders, mango importers, and also increase competitiveness through prices competing in export markets.
ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN PADI TERCEKAM SALINITAS DENGAN PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK PADA MEDIA TANAM DAN PERBEDAAN UMUR BIBIT Nasrudin; Fahmi, Paozi
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v5i2.76

Abstract

Salinitas pada tanaman padi dapat menurunkan pertumbuhan dan produktivitas melalui tiga mekanisme yakni cekaman ionik, cekaman osmotik, dan ketidakseimbangan unsur hara. Penambahan bahan organik sebagai amelioran dan penggunaan bibit dengan umur yang tepat merupakan suatu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan tanaman padi yang dibudidayakan pada kondisi salin. Tujuan penelitian untuk mengkaji respon pertumbuhan tanaman padi tercekam salinitas menggunakan penambahan bahan organik pada media tanam dan perbedaan umur bibit menggunakan pendekatan analisis pertumbuhan tanaman. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor, penambahan bahan organik sebagai faktor pertama dan umur bibit padi sebagai faktor kedua. Padi diberikan cekaman salinitas meggunakan garam NaCl dengan nilai electrical conductivity sebesar 6 dS m-1. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa penambahan bahan organik berpengaruh nyata terhadap warna daun padi saat berumur 4, 6, dan 8 MST serta terdapat interaksi antara penambahan bahan organik dan umur bibit terhadap biomasa tanaman dan laju pertumbuhan tanaman. Penambahan bahan organik berupa pupuk kandag sapi, azolla pinnata, dan kompos jerami mampu meningkatkan warna daun padi menjadi lebih hijau sedangkan interaksi pupuk kotoran sapi dengan umur bibit 21 HSS pada padi menghasilkan biomasa tanaman dan laju pertumbuhan tanaman tertinggi dibandingkan interaksi lainnya.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CAISIM (Brassica Juncea L.) PADA SISTEM HIDROPONIK BERBEDA Isnaeni, Selvy; Nasrudin
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v5i2.77

Abstract

Vegetable is the most widely cultivated commodities by farmers and community. The mustard is one of commodity that consumed and favored for human. Hydroponics is cultivated system that known accelerate the harvest period of vegetable crops. Hydroponics system have various types such as nutrient film technique, floating rafts, axis hydroponics, drip irrigation, aeroponics, and other hydroponics system. Hydroponics technique have a different effect to plant growth. The aims of this study to determine response of the growth and yield of mustard with the different hydroponics system. The study conducted on August to September 2021 in screenhouse Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Tasikmalaya city. The study used completely randomized design using mustard with three treatments, including NFT, floating rafts, and aeroponics with three times. The results showed that the plant height of mustard on 3, 4, 5 weeks after planting was significantly different, the number of leaves on 4 and 5 weeks after planting 11.33 better than other treatment, and leaf area of mustard planted in NTF system and floating rafts were not significantly different 152.33 and 133.33 cm. The mustard planted using floating rafts system had longest roots 72.15 cm. The fresh and dry weight of mustard on NFT system much better than other treatments 134.2 g and 9.60 g.
EFEKTIVITAS ZAT PENGATUR TUMBUH DALAM MERANGSANG PERTUMBUHAN TUNAS BULBIL PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) Prayoga, Muhamad Khais; Syahrian, Heri; Aji, Tri Maruto; Rahadi, Vitria P
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v5i2.78

Abstract

Bulbil dianggap sebagai cara perbanyakan paling efektif pada komoditas porang , namun memerlukan waktu yang cukup lama sampai bibit siap tanam. Perlu upaya untuk merangsang pertumbuhan tunas bulbil salah satunya dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT). Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan informasi efektivitas ZPT dalam merangsang pertumbuhan tunas pada bulbil porang. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus sampai dengan September 2021 di rumah pembibitan Pusat Penelitian Teh dan Kina. Rancangan penelitian menggunkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan (kontrol, ZPT Hantu 5 ml/l, dan ZPT Growtone 5 g/l) dan diulang sebanyak sembilan kali. Pengamatan dilakukan pada 25 hari pasca tanam dengan parameter pengamatan antara lain daya bertunas, jumlah tunas per bulbil, tinggi tunas, dan persentase tunas berakar. Data hasil pengamatan diuji menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan uji lanjut uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Analisis data dilakukan menggunkan software PKBTstat versi 3.1. hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ZPT berpengaruh sangat nyata pada parameter daya bertunas, jumlah tunas per bulbil, dan tinggi tunas, serta berpengaruh nyata terhadap persentase tunas berakar. Perendaman menggunkan ZPT Hantu dengan konsentrasi 5 ml/l memberikan penampilan terbaik pada parameter tinggi tunas, jumlah titik tumbuh, dan persentase tunas berakar.
SUPPRESSION POTENCY OF SECONDARY METABOLITES FROM WEED PATHOGENIC FUNGI TOWARDS NARROW LEAF WEEDS, CORN, AND RICE Soesanto, Loekas; Rahma, Anida Amalia; Manan, Abdul; Mugiastuti, Endang
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v5i2.84

Abstract

This research aimed to determine the effect of secondary metabolites from weed pathogenic fungi (Fusarium oxysporum. Curvularia sp., and Chaetomium sp.) on narrow leaf weeds and on cultivated plants. The research was conducted at the Laboratory of Plant Protection and the experimental farm, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University for five months. Split plot design was used with main plot consisted of the pathogenic fungi Fusarium oxysporum, Curvularia sp., and Chaetomium sp. and subplots consisted of Imperata cylindrica, Cyperus kyllingia, and Cynodon dactylon, and maize, and rice. The variables observed were the incubation period, disease intensity, infection rate, disease area under progress curve (AUDPC), plant height, fresh plant weight, and dry plant weight. Results of the research showed that the secondary metabolites of three weed pathogenic fungi were able to infect narrow leaf weeds. From the single effect of the pathogen, the secondary metabolites of Curvularia sp. were the most virulence against narrow leaf weeds with increasing incubation period, disease intensity, infection rate, and AUDPC value as 79.90, 39.91, 14.4, and 99.69 %, respectively, compared to control. The secondary metabolites decreased plant height, fresh plant weight, dry plant weight as 26.66, 65.03, and 47.23 %, respectively, compared to control. From the single effect of weeds, the most susceptible weed was Cynodon dactylon indicated by a disease intensity of 28.08 %. From the combination effect, Fusarium oxysporum on Cynodon dactylon and Curvularia sp. on Cyperus kyllingia showed the highest disease intensity, respectively, as 53.08 and 48.14 %. The secondary metabolites of three weed pathogenic fungi were not virulence to rice and corn.
Penerapan Internet of Things Pada Sistem Deteksi Kesuburan Tanah Iqbal, Fauzan Muhammad; Hikmatyar, Missi; Nasrudin
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v6i1.79

Abstract

Tanah merupakan sumber hidup tanaman yang menyediakan makanan bagi keberlangsungan hidup tanaman. Tingkat kesuburan atau unsur hara dapat diketahui dengan beberapa teknik, salah satunya adalah dengan melihat warna tanah. Warna tanah sering digunakan sebagai salah satu parameter untuk mengklasifikasikan tanah. Hasil klasifikasi tanah selanjutnya digunakan sebagai dasar penilaian kesesuaian lahan dengan berbagai tanaman pertanian maupun tanaman kehutanan. Munsell Soil Color Chart (MSCC) digunakan sebagai standar warna dasar atau warna matriks dan warna karatan sebagai hasil dari proses oksidasi dan reduksi di dalam tanah. Dengan mengetahui tingkat kesuburan tanah secara tepat dan akurat para petani dapat memprediksi jumlah pupuk yang harus disediakan untuk mempersiapkan lahan tanam. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data tingkat kesuburan tanah pada lahan tanam secara digital dan menginformasikan data tersebut melalui sistem cerdas berbasis Internet of Things (IoT). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan mikrokontroler Arduino Uno untuk mengaktifkan sensor warna TCS3200 sebagai perangkat pengambilan data warna tanah. Data sensor yang didapat kemudian diolah mikrokontroler WeMos D1 R1 sehingga diketahui tingkat kesuburan tanahnya. Selanjutnya sistem dirancang agar dapat memberikan notifikasi hasil pengukuran tingkat kesuburan tanah tersebut ke smartphone melalui jaringan internet.
Karakter Morfologi Genotipe Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Tahan Penyakit Layu Fusarium Prameswari, Rosabela Sayu; Waluyo, Budi
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v6i1.82

Abstract

The castor bean (Ricinus communis L.) is a plant with a lot of potential as a vegetable oil producer. Castor bean productivity in Indonesia was 1.36 thousand tons in 2013, but it fell to 1.30 thousand tons in 2014. Fusarium wilt is one of the challenges in increasing castor bean production. Resistant genotypes can be used to control Fusarium wilt in an environmentally friendly manner. The goal of this study was to determine the variability and superior performance of Fusarium wilt-resistant castor beans. The study took place at the Faculty of Agriculture's greenhouse Experimental farm, Universitas Brawijaya in Lowokwaru District, Malang, East Java, from January to July 2021. Twenty two genotypes resistant to Fusarium wilt, urea fertilizer, NPK, and pesticides were used. Augmented design was used as the experimental field design. Following Pearson correlation type and coefficient of variation, variability was investigated using principal component analysis (PCA). Based on PCA, the variability of morphological characters of 22 genotypes of castor bean is divided into first-nine principal components with a cumulative variability of 85.91 percent. The coefficient of variation for the main raceme weight character is 61.15 percent. The TBN 0816-36 genotype succeeds in vegetative characters, while the CT4-10-3-(C864-3)-68 genotype performs best in yield.
Efektivitas Pestisida Nabati Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta Indica) Dan Srikaya (Annona Squamosa Linn) Untuk Mengendalikan Hama Belalang Kembara (Locusta Migratiria Minilensis Mayen) Killa, Yonce Melyanus; Maranda, Adelita P; Hana, Maya Rambu
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v6i1.83

Abstract

Belalang kembara (Locusta migratoria manilensis Meyen) (Orthoptera:Acrididae) adalah salah satu hama penting dan selalu merusak tanaman budidaya di pulau sumba. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pestisida nabati ekstrak daun mimba dan daun srikaya terhadap mortalitas dan penurunan aktivitas makan dari hama belalang kembara. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan ekstrak daun mimba dan daun srikaya yaitu Kontrol dengan 100% air, DM25% dengan 25 ml ekstrak daun mimba + 75 ml air, DM50% dengan 50 ml ekstrak daun mimba + 50 ml air, DS25% dengan 25 ml ekstrak daun srikaya + 75 ml air dan DS50% dengan 50 ml ekstrak daun srikaya + 50 ml air. Variabel pengamatan dari penelitian ini adalah motalitas hama dan penurunan aktivitas makan serangga. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi pestisida nabati daun mimba efekti dan efisien terhadap mortalitas hama belalang kembara dengan 95% dan memiliki daya penurunan aktivitas makan sebesar 80% dengan bobot daun jagung yang tersisa 9 gram.

Page 9 of 12 | Total Record : 117