cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Mekanisme Penjualan Sukuk Ritel pada Bank Syariah (Studi Kasus pada BSI KC Bogor Pajajaran Sukasari) Hilyatul Diniyah; Ikhwan Hamdani; Hilman Hakiem
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7247

Abstract

Sektor perbankan syariah dan sukuk merupakan sektor yang dominan per Desember 2020. Sektor perbankan syariah berada dalam urutan kedua pangsa aset keuangan sebesar 33,80% setelah sukuk sebesar 53,93%. Pangsa aset terkecil terletak pada sukuk korporasi, yaitu sebesar 1,68 %. Besarnya persentase pangsa aset perbankan syariah dan sukuk ritel pada sistem keuangan syariah di Indonesia membuat perkembangan 2 (dua ) sektor ini menjadi salah satu indikator yang dinilai dapat mendukung perkembangan keuangan syariah. Kementerian keuangan Indonesia sejak Februari 2009 telah menggunakan sukuk sebagai sumber penerimaan negara untuk membiayai berbagai pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mekanisme penjualan sukuk di bank syariah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No. 76/DSN-MUI/VI/2010 tentang SBSN Ijarah Asset to be Leased, dan mengetahui keuntungan dan hambatan penjualan sukuk bagi bank syariah sebagai agen penjual. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif dengan pengambilan sumber data dari Wawancara dengan pegawai di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bogor Pajajaran Sukasari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bogor Pajajaran Sukasari telah melakukan praktik penjualan sukuk ritel SR014 sesuai dengan memorandum dari pemerintah dan telah sesuai dengan Fatwa DSN MUI No. 76/DSN-MUI/VI/2010 tentang SBSN Ijarah Asset to be Leased. Adapun dengan hambatan yang dihadapi yaitu pembelian secara digital yang menyulitkan nasabah lanjut usia, dan pembelian sukuk mengurangi DPK Bank Syariah. Dan keuntungan yang didapat oleh Bank Syariah dilihat dari aspek tangible, bank mendapatkan fee sebesar 0,3% dari total penjualan satu kali dari pemerintah. Sedangkan dari aspek intangible, Bank Syariah mendapatkan kepercayaan nasabah untuk keperluan layanan syariah yang lengkap. Diharapkan Bank Syariah lebih mengedukasi nasabah agar lebih banyak nasabah yang tertarik pada sukuk dengan tetap menjaga prinsip syariah dan membuat strategi agar sukuk tetap tercapai diiringi dengan DPK yang stabil.
Optimasalisasi Penggunaan TPACK: Praktik TPACK dalam Konteks Mahasiswa Disabilitas Ika Candra Destiyanti; Firda Halawati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7248

Abstract

Penggunaan TPACK untuk mahasiswa disabilitas disaat pembelajaran jarak jauh menjadi permasalahan utama riset kualitatif naratif ini. Mahasiswa disabilitas memahami teknologi, pedagogis, dan konten (TPACK) selama pandemi menjadi konteks penelitian yang di lakukan di Universitas selama kurun watu 6 bulan . Temuan menyoroti bagaimana geografi emosi dimensi profesionalisme mahasiswa disabilitas dalam pembelajaran jarak jauh yang berfungsi sebagai "alat mesosistem" yang menghubungkan konteks sekolah dan rumah. Dosen menanggapi positif pembelajaran jarak jauh dengan mengandalkan berbagai sumber untuk mengolah TPACK sedangkan mahasiswa disabilitas menanggapi positif penerapan TPACK dalam konteks pendidikan termasuk pembelajaran multi-modal, motivasi/keterlibatan, penilaian, umpan balik, adaptasi, dan komunikasi sekolah-rumah.
Faktor Penghambat Peserta Didik Bertanya dalam Proses Pembelajaran pada Kelas IX di SMP Negeri 9 Padang Dina Marlina; Zulkifli Zulkifli; Rici Kardo
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7249

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh faktor penghambat peserta didik bertanya dalam mengikuti proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) Faktor penghambat peserta didik bertanya dilihat dari faktor internal : 2) Faktor penghambat peserta didik bertanya dilihat dari faktor eksternal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang berusaha untuk menggambarkan tentang suatu keadaan apa adanya. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IX di SMP Negeri 9 Padang yang berjumlah 200 orang peserta didik. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 64 orang peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, sedangkan untuk analisis digunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini menemukan bahwa : Secara umum faktor penghambat peserta didik bertanya berada pada kategori rendah, 1) Faktor penghambat peserta didik bertanya dilihat dari faktor internal berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 50,0% 2) Faktor penghambat peserta didik bertanya dilihat dari faktor eksternal berada pada kategori sangat tinggi denngan persentase 54,7%. Jadi, kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor penghambat peserta didik bertanya dalam proses pembelajaran lebih banyak mengalami hambatan dari faktor eksternal. Berdasarkan hasil penelitian ini peneliti rekomendasikan kepada guru mata pelajaran untuk dapat mengetahui faktor penghambat peserta didik bertanya dalam proses pembelajaran.
Profil Gaya Belajar Peserta Didik Kelas XI IPS di SMA N 1 Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Nifelza Armaimis; Zulkifli Zulkifli; Besti Nora Dwi Putri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7250

Abstract

Penelitian ini melihat fenomena masih adanya peserta didik yang belum memahami bagaimana gaya belajar yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan 1) tipe gaya belajar visual peserta didik, 2) tipe gaya belajar auditori peserta didik, 3) tipe gaya belajar kinestetik. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan pendekatan deskriptif kuantitaif. Populasi dalam penelitian adalah peserta didik kelas XI IPS di SMA N 1 Kecamatan Harau yang berjumlah 205 orang peserta didik. Dengan teknik Propotional Random Sampling. Sampel berjumlah 67 orang peserta didik. Sumber data penelitian adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data berupa angket dan diolah dengan teknik persentase. Hasil penelitian ini mengungkapkan secara umum profil gaya belajar pada kriteria tinggi sebanyak 57 peserta didik (85,07%). Profil gaya belajar visual berada pada kriteria tinggi sebanyak 49 peserta didik (73,13%). Profil gaya belajar auditori berada pada kategori tinggi sebanyak 47 peserta didik (70,15%). Profil gaya belajar kinestetik berada pada kategori tinggi sebanyak 38 peserta diidk (56,72%). Profil Gaya Belajar peserta didik dapat disimpulkan dari ketiga gaya belajar diatas bahwa 73,13% peserta didik memiliki tipe gaya belajar visual. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada peserta didik untuk dapat mengenali, memahami dan mengembangkan gaya belajar yang dimiliki, guna memaksimalkan proses penyerapan ilmu pengetahuan saat proses pembelajaran. Guru BK agar dapat merencanakan dan menindak lanjuti layanan yang sesuai dengan kebutuhan gaya belajar peserta didik.
Pembentukan Stabilitas Politik pada Masa Awal Dinasti Umayyah Muhammad Naufan Rizqullah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7251

Abstract

Artikel ini mencoba menjelaskan terkait upaya dinasti Umayyah untuk menciptakan situasi stabilitas politik dan pemerintahan pada masa awal berdiri. Pada masa awal setelah diserahkannya kekuasaan Islam kepada Muawiyah bin Abu Sufyan (Ammul Jamaah) yang menandai berdirinya dinasti Umayyah, dibutuhkanlah konsolidasi kekuasaan serta pembuatan budaya politik baru. Hal ini dibutuhkan untuk melanggengkan kekuasaan serta terciptanya sistem pemerintahan Islam yang kuat dan tidak kembali dalam pusaran konflik umat yang berkepanjangan. Objektif kajian ini adalah mencoba melihat pembentukan Sistem Politik di masa awal pemerintahan Dinasti Umayyah khususnya di masa pemerintahan Muawiyah (661-680 M) dan dilanjutkan kepada anaknya Yazid (680-683 M) sekaligus menandai Perubahan sistem Monarki pertama dalam Islam. Penulis mencoba menjelaskan bahwa pembentukan masa awal tidak lepas dari upaya menjabarkan Sistem Politik yang dijelaskan oleh Miriam Budiardjo terdiri dari 4 Variabel: Kekuasaan, Kepentingan, kebijaksanaan dan Budaya Politik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan berbagai sumber yang berkaitan dengan Sejarah awal pendirian dan pembentukan dinasti Umayyah serta buku-buku berkaitan Teori Sistem Politik sebagai alat analisis terciptanya Stabilitas Politik. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa Stabilitas Politik tentu harus ditopang Sistem Politik yang kuat juga, untuk mencapai itu maka dinasti Umayyah harus mengupayakan konsolidasi Politik yang memadai sehingga terciptanya tujuan-tujuan politik Umayyah yang mendapat legitimasi dari seluruh masyarakat Islam saat itu.
Penerapan Asas IUS Curia Novit oleh Hakim Pengadilan Agama di Nusa Tenggara Timur Khoirul Anwar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkapkan Penerapan Asas lus Curia Novit Oleh Hakim Peradilan Agama di Nusa Tenggara Timur serta Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan tersebut, sehingga dapat menjadikan input bagi pemerintah yang berwenang, khususnya instansi yang membidangi sumberdaya hakim, serta konseptor dalam rangka penyusunan peraturan selanjutnya. Data diperoleh dengan cara wawancara dan pengisian kuesioner tertutup pada responden yang disediakan oleh peneliti. Kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Cara kuantitatif dilakukan dengan menggunakan alat uji statistik Distribusi Frekuensi dan Regresi Berganda (Multiple Regression) melalui microstat. Hasil penelitian menunjukkan Penerapan asas ius curia Novit, belum sepenuhnya diterapkan karena ada kecenderungan hakim kurang mengetahui hukum, meskipun dalam kenyataan tidak ada perkara yang ditolak dengan alasan tidak ada hukum tentang itu. Penerapan asas ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu Pendidikan Hakim, Pengalaman Hakim Menangani Perkara, Keyakinan Hakim/Ijtihad Hakim, Lingkungan Hakim dan Living law. Kelima faktor tersebut secara bersama-sama kuat mempengaruhi penerapan asas lus Curia Novit. Sedangkan secara parsial faktor living law paling dominan berpengaruh. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat pengetahuan dan pertimbangan yang berasal dari living law oleh hakim, maka semakin positif juga tingkat penerapan asas lus Curia Novit tersebut, yang akhirnya memberi kontribusi positif terhadap putusan hakim yang adil, manfaat dan berkepastian hukum.
Perlindungan Hukum bagi Wajib Pajak Terkait dengan Pengajuan Restitusi Pajak Pertambahan Nilai Nur Hakim
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7253

Abstract

Peran serta pajak sangat dominan di dalam sebuah Negara, karena pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. Metode penelitian hukum yang digunakan adalah “Metode Penelitian Yuridis Normative” dengan pendekatan analitis (analytical approach), yaitu suatu Penelitian normatif dengan melakukan penelusuran terhadap bahan-bahan hukum sebagai dasar untuk membuat keputusan hukum (legal decision making ) terhadap kasus-kasus hukum yang konkrit, dimana cara pendekatan yang digunakan dalam suatu penelitian normatif memungkinkan peneliti untuk memanfaatkan hasil- hasil temuan ilmu hukum empiris dan ilmu-ilmu lain untuk kepentingan dan analisis serta eksplanasi hukum tanpa mengubah karakter ilmu hukum sebagai ilmu hukum yang merupakan ilmu normatif. Hasil dari penelitian, konstruksi hukum Pelaksanaan Pengajuan Restitusi Pajak Pertambahan Nilai di Indonesia yang mempunyai sanksi tumpang tindih Antara administrasi dan pidana penjara terhadap Wajib Pajak yang diatur di dalam Undang-undang yang sama sangat merugikan Wajib Pajak, khususnya Pengusaha Kena Pajak (PKP), hal tersebut terjadi karena perlindungan hukum bagi Wajib Pajak yang mengajukan klaim restitusi salah satunya pajak pertambahan nilai tidak ada kepastian hukum karena adanya sanksi Administrasi dan Pidana yang saling tumpang tindih. Oleh karenanya perlu adanya perubahan dalam Undang- undang Pajak agar tidak menjadi kontradiktif di dalam penerapannya sehari-hari sehingga dapat memberikan perlindungan hukum kepada para wajib Pajak yang memang benar-benar mempunyai kelebihan pembayaran pajak sehingga dapat mengambil kelebihan tersebut melalui mekanisme restitusi sesuai dengan kriteria- kriteria yang telah ditentukan.
Diskrepansi Sita Umum Kepailitan dengan Sita Pidana Dihubungkan dengan Pemberesan Harta Pailit yang Mengandung Unsur Pidana Roni Pandiangan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7254

Abstract

Terdapat diskrepansi antara sita pidana dan sita umum kepailitan. Dalam tataran praktik, sering terjadi obyek sita umum dalam kepailitan juga menjadi obyek sita pidana. Permasalahan diskrepansi sita pernah dibahas oleh Mukri (2015), oleh Sinaga (2017), oleh Wulur (2019), dan oleh Tandra (2020). Pendekatan penelitian terdahulu ini adalah normatif dan semuanya menerima bahwa hukum publik diutamakan atas hukum privat. Peneliti mengambil sikap berbeda yaitu ingin menguji keutamaan hukum publik tersebut. Teori yang dipakai adalah grand theory kepastian hukum, middle range theory teori kepailitan, dan applied theory restorative justice. Hasil penelitian ini adalah adanya pengaturan antara kata umum kepailitan dan sita pidana yang saling bertentangan. Hal ini menghambat kurator dalam melakukan pemberesan harta pailit. Selain peraturannya yang bertentangan, adanya dikotomi antara hukum publik dan hukum privat. Idealnya, untuk memberikan kepastian hukum dan kemanfaatan, sita umum kepailitan harus lebih diutamakan karena dengan terlaksananya sita umum kepailitan maka kurator dapat menjalankan pemberesan harta pailit. Langkah ini dapat mengganti kerugian kreditur/ korban. Tidak seperti sita pidana yang tidak memiliki mekanisme ganti rugi kepada kreditur/ korban.
Penguatan Karakter Nasionalis dan Religius melalui Pembelajaran PPKn di SMP YPM 3 Taman Vina Dwi Kurniasari; Harmanto Harmanto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7255

Abstract

Tantangan globalisasi menjadi sangat kompleks karena teknologi komunikasi dan informasi yang sangat mudah diakses dalam waktu sekejap, melihat akibat dari globalisasi menjadikan salah satu tantangan yakni dapat membuat terkikisnya rasa nasionalisme dan religius pada pemuda, untuk itu perlunya strategi dari guru untuk penguatan karakter nasionalis dan religius. Tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan penguatan karakter nasionalis dan religius melalui pembelajaran PPKn pada kelas VIII di SMP YPM 3 Taman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan kualitatif desain deskriptif, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini guru PPKn kelas VIII melakukan strategi penguatan karakter nasionalis dan religius (1) melalui pembelajaran PPKn yang menyenangkan melalui materi Sumpah Pemuda Tahun 1928 dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika pada kelas VIII dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning serta didukung dengan penayangan video perjuangan bangsa, (2) Penguatan karakter nasionalis dan religius melalui pemanfaatan media sosial, (3) melalui komunikasi yang baik dengan pembiasaan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, (4) membangun pembiasaan sikap sopan santun saat pembelajaran PPKn dengan pengaplikasian 6S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan Santun, Selamanya). Hasil penelitian ini menguatkan teori penanaman nilai karakter dari Thomas Lickona bahwa dalam penguatan karakter nasionalis dan religius sejalan melalui pengetahuan (moral knowing), perasaan (moral feeling), dan tindakan (moral action), yang dilaksanakan secara bersamaan dan diulang-ulang yang akan menjadi pembiasaan untuk menguatkan karakter nasionalis dan religius bagi peserta didik.
Manajemen Risiko Pada Pembiayaan Murabahah Bermasalah Pada PT PBRS Baiturahman Eli Yati; Rina Maulina
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan pada pembiayaan murabahah di PT BPRS Baiturahman, serta untuk memahami penerapan manajemen resiko pada pembiayaan Murabahah bermasalah pada PT BPRS Baiturrahman. Permasalahan utama dari penelitian ini adalah keterlambatan nasabah dalam pembayaran angsuran setiap bulannya. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif yang mengumpulkan berbagai sumber data dari berbagai narasumber di PT. BPRS Baiturahman melalui proses wawancara. Data yang diperoleh pada metode penelitian melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan bermasalah terjadi karena faktor internal dan nasabah, faktor internal ialah bank itu sendiri, dan nasabah yaitu ditemukan masih terdapat nasabah yang terlambat dalam melakukan pembayaran angsuran setiap bulannya dikarenakan faktor finansial yang kurang memadai. Dalam mengatasi hal tersebut, PT BPRS Baiturrahman telah menerapkan manajemen resiko berupa mengharuskan setiap nasabah untuk memiliki tabungan terlebih dahulu di PT. BPRS Baiturahman sebagai simpanan wajib serta menerapkan sistem agunan sebagai jaminan dalam memberikan pembiayaan kepada nasabah. Serta strategi yang dapat digunakan dalam upaya mengatasi pembiayaan murabahah bermasalah yaitu 3 straategi penjadwalan, 8 strategi persyaratan kembali dan 10 strategi penataan kembali.