Jurnal Pendidikan dan Konseling
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles
5,452 Documents
Implementasi Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran di SMK Yasti Cisaat
Asep Ikhwan Awaluddin;
Aang Abdullah Zein;
Suharyanto H. Soro;
Sri Handayani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8603
Kepala Sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. Maka dari itu Kepala Sekolah sedikitnya juga harus mampu berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, motivator dan “orang terdepan” yang mewakili sekolah. Namun seiring berkembangnya zaman menuju globalisasi seharusnya Kepala Sekolah dapat menyesuaikan diri sesuai dengan fungsinya sebagai Kepala Sekolah yang profesional. Penelitian ini mengungkap kegiatan supervisi yang dilakukan oleh Kepala sekolah SMK YASTI Cisaat terhadap kinerja guru. untuk hasil dari penelitian ini adalah Fokus kegiatan supervisi dilakukan kepala sekolah dapat mengidentifikasikan ke dalam dua hal yaitu; kegiatan supervisi yang menyangkut administrasi guru dan kegiatan proses belajar mengajar. Kegiatan supervisi sangat membantu guru dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan yang dihadapi guru pada saat akan melakukan pembelajaran, serta dapat memberikan motivasi untuk guru agar selalu meningkatkan pengetahuan menjadi guru yang profesional dalam melaksanakan pembelajaran. Hambatan kepala sekolah dalam supervisi adalah tumpang tindih kegiatan dan keterbatasan dana operasional.
Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus dengan Menjahit Menggunakan Bahan Bekas Di Paud Permata Bunda Palembang
Yusneli Yusneli;
Bukman Lian;
Dessi Andriani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8609
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan motorik halus setelah Latihan keterampilan menjahit menggunakan bahan bekas pada anak di PAUD Permata Bunda Palembang. Lokasi penelitian dilaksanakan di PAUD Permata Bunda, adapun alamat sekolah tersebut yaitu di Jalan May Zen Lorong Wana Asri RT 06 RW 02 Kelurahan Sungai Selayur Kecamatan Kalidoni Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah anak PAUD Permata Bunda usia 5-6 tahun, yakni 14 anak yang terdiri dari 7 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan model penelitian tindakan menurut Kemmis and Taggart yang berfokus pada keterampilan motorik halus anak. Hasil penelitian tentang keterampilan motorik halus anak di kegiatan prasiklus tingkat capaian perkembangan rata-rata sebesar 12,36 yang berada di kategori belum berkembang, dengan tingkat capaian perkembangan rata-rata siklus I sebesar 21,71 yang terdapat pada kategori mulai berkembang. Sedangkan pada siklus II yaitu 29 yang berada pada kategori berkembang dengan baik. Dalam pelaksanaan siklus I terlihat peningkatan skor rata-rata tingkat capaian perkembangan kemampuan motorik halus anak sebesar 9,35 dan dalam pelaksanaan siklus II terlihat peningkatan skor rata-rata tingkat capaian perkembangan kemampuan berhitung anak sebesar 7,29. Sehingga disimpulkan pada akhir siklus II, penelitian dikatakan berhasil karena kriteria keberhasilan sudah tercapai sesuai kesepakatan peneliti bersama kolabolator
Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Paper Quilling Pada Anak Kelompok B Di Tk Pertiwi I Palembang
Susilawati Susilawati;
Bukman Lian;
Dessi Andriani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8612
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motorik halus anak dengan dukungan kertas quilling untuk anak kelompok B di TK Pertiwi I Palembang. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 21 anak kelompok B TK Pertiwi I Palembang, yaitu 12 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Sampel penelitiannya terdiri dari 15 anak kelompok B TK Pertiwi I Palembang diantaranya dari 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan menurut Kemmis and Taggart yang berfokus pada keterampilan motorik halus anak.Hasil penelitian Tingkat keterampilannya anaklah dilakukan ditiap pertemuannya baik Pra Tindakan, Siklus I dan Siklus II. Saat pra tindakan aktivitasnya motorik halusnya anaklah berkembangnya sangat baik (BSB) yaitu 7% (1 anaknya), lalu siklus I tingkatnya motorik halusnya lewat aktivitasnya paper quiling berkembangnya juga baik (BSB) yaitu 60% (9 anaknya), ketika siklus II tingkanya motorik halusnya lewat aktivitasnya paper quiling meningkatlah yakni 93% (14 anaknya). Tingkatannya keahlian anaknya ketika aktivitasnya paper quiling berlangsung ditiap pertemuannya dimulainya Pra Tindakan, Siklus I dan Siklus II. Selanjutnya diberikan hadiahnya untuk anaknya dapat mengerjakan aktivitasnya paper quiling penambahannya semangat anaknya
Penyusunan Teks Fabel Sebagai Media Pembelajaran Kartu Bergambar Fiksi Sebagai Penunjang Kreativitas Siswa SMA Kelas X
Sariyah Astuti;
Dian Puspita;
Leni Anggraeni
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8614
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kebutuhan penyusunan media pembelajaran kartu bergambar sebagai penunjang kreativitas penyusunan teks fabel bagi peserta didik SMA kelas X menurut persepsi peserta didik dan guru, (2) mendeskripsikan prinsip-prinsip pengembangan media pembelajaran kartu bergam- bar, (3) menghasilkan prototipe kartu bergambar, dan (4) mendeskripsikan penilaian dan perbaikan prototipe. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian dan pengembangan dalam lima tahap, yaitu survei pendahuluan, awal pengembangan prototipe, desain produk, validasi produk, dan perbaikan desain. Hasil penelitian ini menghasilkan media pembelajaran kartu bergambar yang mampu menunjang krea- tivitas peserta didik dalam menyusun teks fabel. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata hasil uji validasi oleh guru bahasa Indonesia kelas X sebesar 84 dan nilai rata-rata dari dosen ahli sebesar 87,2.
Makna Dan Fungsi Mosehe Pada Masyarakat Tolaki
Edy Basri;
Asdiana Asdiana
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8615
Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan makna ungkapan yang terkandung dalam mosehe pada masyarakat Tolaki dan (2) mendeskripsikan fungsi mosehe pada masyarakat Tolaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Mosehe dalam masyarakat Tolaki memiliki makna bahwa hidup haruslah seperti air yang fleksibel. Hati harus selalu sejuk dalam arti tercipta kedamaian dan saling mengasihi, saling menghargai satu sama lain, terciptanya keharmonisan dalam hidup baik dalam hubungan mereka dengan sesama manusia, hubungan mereka dengan alam sekitarnya, maupun dalam hubungan mereka dengan Yang Maha Kuasa. (2) Mosehe dalam masyarakat Tolaki berfungsi sebagai peningkatkan perasaan solidaritas dan sebagai penegak disiplin norma-norma masyarakat.
Pelestarian Kebudayaan Suku Tolaki Pada Di Era Globalisasi
Kiki Reski Wulandari
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8616
Era Globalisasi memberikan banyak implikasi terhadap kehidupan masyrakat. Salah satu implikasi terlihat pada pola kehidupan masyarakat yang mengalami perubahan ke arah modern dan digital. Akibatnya kebudayaan baru akan mudah diterima di dalam kehidupan masyarakat, sehingga kebudayaan lokal khususnya kebudayaan tolaki tidak akan lagi dikenal oleh para generasi penerus. Oleh karena itu, penulisan ini bertujuan untuk memaparkan upaya melestarikan kebudayaan suku tolaki di era globalisasi. Metode yang digunakan pada penulisan ini adalah kualitatif dengan tekhnik mengumpulkan data. Kebudayaan suku tolaki menjadi sangat penting untuk terus dijaga keberadaannya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melestarikan kebudayaan. Upaya-upaya dalam melestarikan kebudayaan suku tolaki, yaitu:1. Mengajarkan dan mempraktekkan bahasa lokal, khususnya bahasa tolaki dalam kehidupan sehari-hari. 2. Membuat lebih banyak kegiatan ekstrakurikuler atau pengembangan bakat dan minat yg berhubungan tentang pelestarian budaya di sekolah baik SD, SMP, SMA, bahkan dalam lingkungan kampus. 3. Menggunakan berbagai macam platform media sosial untuk mempromosikan kebudayaan, khususnya kebudayaan suku tolaki.
Koordinasi Antara Institusi Penegak Hukum Dalam Hal Menangani Masalah Penahanan Berdasarkan KUHAP Sebagai Upaya Mewujudkan Sistem Peradilan Pidana Terpadu di Indonesia
Violita Citra Kusuma Dewi;
Ali Muhammad;
Cahyoko Edi Tando
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8619
Peradilan pidana merupakan suatu bidang hukum yang dapat kita lihat penerapannya berupa sistem peradilan pidana terpadu. Untuk sub-sistem peradilan pidana yaitu kepolisian, kejaksaan, pengadilan dan lembaga pemasyarakatan diharapkan dapat bekerja sama dan membentuk “Sistem Peradilan Pidana Terpadu”. Di dalam isi KUHAP terdapat pasal – pasal yang telah memberikan penjelasan tentang hak – hak asasi manusia salah satunya dengan memberikan batasan waktu lamanya penahanan bagi tersangka atau terdakwa. Penelitian ini dibuat dengan memakai penelitian hukum deskriptif analitis yang mana pada metode penelitian ini bentuk penelitiannya untuk menggambarkan beberapa fakta – fakta berdasarkan data dengan hukum primer dalam bentuk peraturan perundang – undangan yang berkaitan dengan pelaksanaan koordinasi antara institusi penegak hukum dalam menangani masalah penahanan. Sehingga sesama instansi yakni polisi, jaksa, hakim, dan lembaga pemasyarakatan harus memiliki hubungan kerja yang erat serta memiliki sistem koordinasi yang baik. Dengan adanya hal itu antara sub sistem dalam sistem peradilan pidana dalam hal koordinasi diharapkan dapat menciptakan kepastian hukum serta hukum di Indonesia ini memiliki keadilan bagi masyarakat. Rekomendasi yang dapat diberikan untuk mengoptimalkan kinerja lembaga penegak hukum adalah meningkatkan sinergitas antara lembaga penegak hukum terutama respon positif dan proaktif dapat menerima masukan, kritik serta dukungan dari eksternal serta pengawasan terhadap pelaksanaan kinerja lembaga penegak hukum. Hal yang terpenting adalah melakukan sinkronisasi kelembagaan antar institusi penegak hukum.
Pelayanan Narapidana dan Tahanan Berkebutuhan Khusus Penyandang Disabilitas di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Nganjuk
Willdhan Anggoro Putro;
Ali Muhammad;
Cahyoko Edi Tando
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8620
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelayanan yang diberikan terhadap narapidana dan tahanan yang berkebutuhan khusus penyandang disabilitas. Mengingat kurangnya perhatian terhadap penyandang disabilitas dan mereka yang berkebutuhan khusus, peradilan pidana harus melindungi mereka sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam Sistem Peradilan Pidana khususnya pemidanaan dalam Lembaga Pemasyarakatan dikenal adanya Standard Minimum Rules for The Treatment of Prisoners yang mengatur tentang perlakuan terhadap narapidana dengan mengutamakan HAM. Hak Narapidana/Tahanan penyandang disabilitas disebutkan di dalam SMR dan UU Pemasyarakatan secara implisit, upaya ini dilakukan untuk melindungi mereka yang berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas dari dampak Peradilan Pidana. Namun tidak semua lembaga pemasyarakatan menyediakan layanan khusus bagi mereka penyandang disabilitas sekalipun telah menjadi kewajiban Negara untuk memenuhinya. Fasilitas Kesehatan yang dimiliki Lapas/Rutan masih dinilai kurang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada Narapidana dan Tahanan karena kurangnya tenaga dan sarana prasarana yang ada. Rehabilitasi secara fisik, mental, dan social yang sangat mereka butuhkan belum terpenuhi, melalui rehabilitasi ini bisa membantu memulihkan Napi/Tahanan berkebutuhan khusus sehingga pembinaan berjalan dengan baik dan tujuan Pemasyarakatan bisa tercapai.
Peran Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Penerapan Restorative Justice Pada Penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum di Lapas Kelas I Surabaya
M. Bachrudin Mufti;
Ali Muhammad
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8621
Proses peradilan dengan menerapkan keadilan restoratif pada penanganan Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum berbeda dengan proses peradilan pidana terhadap orang dewasa. Dalam hal ini Anak yang berkonflik dengan hukum dibimbing, didampingi, dan diawasi oleh Pembimbing Kemasyarakatan. Balai pemasyarakatan dalam menjalankan tugas dan fungsinya yang dilaksanakan oleh pembimbing kemasyakaratan. Pembimbing Kemasyarakatan dalam menjalankan tugas dan fungsi balai pemasyarakatan dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum pada tahapan pra adjudikasi, adjudikasi, dan post adjudikasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui peran Pembimbing kemasyarakatan dalam penerapan keadilan restorative pada anak yang berkonflik dengan hukum. penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris yang dimaksud adalah cara memadukan bahan bahan hukum Dengan membahas peran pembimbing kemasyarakatan dalam penerapan keadilan restoratif dan mengetahui kendala pembimbing kemasyarakatan dalam penerapan keadilan restoratif.
Efektivitas Pidana Penjara Bagi Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum Kasus Tindak Pidana Penganiayaan Di Rutan Kelas IIB Ponorogo
Dimas Jaya Zakiri;
Ali Muhammad;
Cahyoko Edi Tando
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8622
Undang-Undang nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Peradilan Anak mengontrol jenis persetujuan yang dilihat oleh seorang anak yang berjuang dengan hukum, untuk menjadi dukungan dan kegiatan penjahat tertentu. Bagaimana kecukupan tahanan dalam membina tahanan. Bagaimana sikap ABH selama berada di Rutan Kelas IIB Ponorogo. Tinjauan tersebut menggunakan strategi eksplorasi subjektif dengan pendekatan elucidating. Pemeriksaan subjektif berarti memahami kekhasan yang dialami subjek penelitian seperti wawasan, cara berperilaku, inspirasi, kegiatan, dan lain-lain secara komprehensif dengan menggambarkan sebagai bahasa dan kata-kata dalam setting yang luar biasa dan dengan menggunakan teknik reguler yang berbeda. Dampak dari penyusunan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan penahanan belum berhasil memberikan arahan dan mempersiapkan narapidana sebelumnya untuk kembali ke daerah setempat. Sikap ABH selama didalam Rutan yakni selalu merasa cemas mengenai statusnya sebagai narapidana anak.