cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Kesejahteraan Psikologi Keluarga S Dan H Yang Menjalani Hidup Berbeda Kota Tempat Tinggal Terhadap Konsep Sakinah Dalam Rumah Tangga Amalia Nur Hidayani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8797

Abstract

Tujuan penelitian tersebut buat menganalis bagaimana kesejahteraan psikologi pasangan Suami serta Isteri yang menjalani kehidupan berbeda kota tempat tinggal, kepada konsep sakinah dalam rumah tangga, apa saja faktor konflik yang dialami serta faktor pendukung terciptanya kesejhateraan psikologi serta keluarga sakinah. Tulisan tersebut menggunakan metode kualitatif fenomenologi, yang yakni sebuah studi buat memberikan gambaran mengenai sebuah arti secara psikologis dari pengalaman individu kepada sebuah fenomena dalam konteks yang mendalam melalui kehidupan sehari-hari subjek yang akan diteliti. Metode pengumpulan data pada penelitian menggunakan metode wawancara kepada satu pasangan serta karya berupa buku atau artikel ilmiah/hasil penelitian mengenai keluarga hidup berbeda kota tempat tinggal. Dari hasil penelitian tersebut didapat pasangan Suami serta Istri yang menjalankan pernikahan jarak jauh, karena faktor pekerjaan serta tuntutan kebutuhan ekonomi, menimbulkan berbagai kesulitan yang harus dihadapi. Dengan sikap menerima kalau yang terjadi yakni ketetapan dari Allah, saling terbuka dalam rasa serta kondisi, menjaga pola komunikasi, mampu bersikap otonom serta bisa mengambil keputusan, serta sikap saling toleran. Sehingga pasangan S serta H bisa mencapai kesejahteraan psikologi serta menghasilkan konsep keluarga sakinah meskipun keluarga hidup tinggal beda kota.
Peran Komunikasi Bagi Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Keberhasilan Diversi Pada Anak Husnul Khatimah; Ali Muhammad; Cahyoko Edi Tando
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8798

Abstract

Anak merupakan merupakan penerus bangsa, bagaimana cara kita mendidik anak itu yang akan menentukan mereka sebagai penerus bangsa. Dalam Undang-Undang 1945 Pasal 28B mengatakan “setiap anak berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi” maka dari itu dibutuhkannya perlakuan khusus bagi anak yang sedang berhadapan dengan hukum. Dengan adanya UU SPPA terdapat perubahan yang mendasar yaitu dengan menggunakan restorative justice melalui system diversi. UU SPPA ini mengedepankan pendekatan restorative justice dan proses diversi sebagai upaya penyelesaian tindak pidana yang dilakukan oleh anak. Komunikasi focus kepada komunikator dan komunikan dalam menyempaikan suatu pesan. Komunikasi yang disampaikan kepada anak berbeda saat berkomunikasi dengan yang sudah dewasa atau sudah cukup umur. Dalam menangani anak yang berhadapan dengan hukum diperlukannya pendampig oleh orangtua maupun orang dewasa. Selama proses diversi berjalan sampai adanya kesepakatan diversi yang dilaksanakan oleh Pembimbing Kemasyarakatan dimana diwajibkan untuk pendampingan, pembimbingan dan pengawasan. Kesepakatan diversi melibatkan pihak anak dan orangtua atau wali, korban dan orangtua atau walinya , pembimbing kemasyarakatan, pekerja social professional, dan perwakilan dari pihak-pihak yang terlibat. Dibutuhkannya komunikasi yang baik antara keluarga korban dan anak dan pembimbing kemasyarakatan dalam komunikasi interpersonal agar tugas dan fungsinya dapat berjalan semestinya.
Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Menular di Lapas Kelas IIA Purwokerto Ivan Julian Kurnianto; Padmono Wibowo
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8800

Abstract

Sebelum pandemi Covid-19, tingkat penyakit menular di dalam Lapas Kelas IIA Purwokerto sudah relatif tinggi. Tahanan dan narapidana yang tinggal di dalam ruangan tertutup lainnya sangat beresiko tertular penyakit menular pernapasan seperti ISPA,TBC dan Covid-19. Oleh karena itu, tindakan pencegahan harus dilakukan dengan upaya penerapan protokol kesehatan. Permasalahan penelitian yaitu bagaimana penerapan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyakit menular (study kasus Covid-19) di Lapas Kelas IIA Purwokerto dan apakah saja hambatan dalam Penerapan Protokol Kesehatan dalam upaya pencegahan penyakit menular (study kasus Covid-19) Lapas Kelas IIA Purwokerto. Tujuan dari penelian ini mengatahui bagaimana penerapan protokol kesehatan di Lapas Kelas IIA Purwokerto dalam upaya pecegahan penyakit menular dan menganalisa hambatan apa saja di alami Lapas Kelas IIA Purwokerto dalam penerapan protokol kesehatan. Metode yang digunakan Deskriptif dengan pendekatan Kualitatif yang menggunakan sumber Data Primer melalui observasi dan wawancara kepada kepala Lapas, tenaga kesehatan,petugas pemasyaraktan serta tahanan dan narapidana dan Data Sekunder study kepustakaan.
Problem-Based Learning Model And The Influence On The Outcome And Learning Satisfaction Of Elementary School Students In Tomohon City Widdy HF Rorimpandey
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8807

Abstract

Guru memegang posisi penting untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan melalui penerapan model pembelajaran. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) adalah pembelajaran yang menghadirkan situasi nyata dan bermakna yang menjadi dasar penyelidikan dan inkuiri siswa. Penerapan model kolaboratif berbasis masalah yang melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran dapat menimbulkan kepuasan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kepuasan dan hasil belajar siswa sekolah dasar di kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu model pembelajaran berbasis masalah, variabel terikat terdiri dari hasil belajar dan kepuasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hasil belajar terdapat perbedaan nilai rata-rata kedua kelompok sebesar 4,262 dan diketahui nilai signifikansi p-level sebesar 0,091 yang lebih besar dari 0,05 (p>0,05). Sedangkan pada kepuasan belajar nilai signifikansi p-level adalah 0,088 yang lebih besar dari 0,05 (p>0,05).
Strategi Memaksimalkan Hasil Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) Dalam Melaksanakan Pembinaan Kepada Narapidana Fariya Zahira Rahman; Ali Muhammad; Cahyoko Edi Tendo
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8808

Abstract

Program pembinaan dijalankan bagi narapidana yang sedang menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Program tersebut diberikan agar narapidana memiliki bekal untuk kembali ke masyarakat dan dapat memperbaiki hidup, kehidupan dan penghidupannya. Program pembinaan diberikan oleh pihak Lapas tidak serta merta tanpa adanya proses terlebih dahulu, program ini diberikan atas dasar pertimbangan dari hasil penelitian kemasyarakatan yang dibuat oleh pembimbing kemasyarakatan yang mendampingi narapidana. Hasil litmas sangat mempengaruhi program pembinaan yang dijalankan. Oleh sebab itu, diperlukan hasil penelitian kemasyarakatan yang tepat. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis peneltiian studi literatur. Apabila program pembinaan yang diberikan memberikan hasil yang optimal kepada narapidana, hal tersebut membuktikan penelitian kemasyarakatan yang dibuat oleh pembimbing kemasyarakatan berhasil dilaksanakan.
Peran Guru Sebagai Motivator Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas IV SD Gmim Wailan Deisye Supit; Meily Ivane Esther Neman; Harol R Lumapow; Jeffry S.J Lengkong; Yusak Ratunguri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Guru Sebagai Motivator dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas IV SD GMIM Wailan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulan bahwa peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas IV SD GMIM Wailan sudah baik yaitu dengan cara: 1) Menggunakan metode yang bervariasi, seperti ceramah, diskusi, tanya jawab dan juga penugasan 2) Menciptakan persaingan atau kompetisi, dengan memberikan pertanyaan rebutan 3) Mengadakan evaluasi/tes, dengan memberikan soal-soal untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran diserap oleh siswa 4) Memberi nilai dalam bentuk angka, nilai yang diperoleh siswa bervariasi ada yang 80 dan 90 5) Memberikan pujian, dengan kata-kata sanjungan yang menyemangati hati siswa 6) Memberikan hukuman, seperti berdiri di depan kelas dengan tujuan memberikan efek jera 7) Membentuk kebiasaan belajar yang baik, dengan mencatat kembali materi, membaca kembali yang sudah di catat, dan memberikan tugas 8) Membantu kesulitan belajar siswa, dengan melakukan pendekatan secara personal kepada siswa 9) Memberitahukan hasil belajar, dengan mengumumkan hasil yang diperoleh siswa secara lisan juga tulisan 10) Memberikan hadiah, dengan memberikan sebuah buku tulis.
Pemanfaatan Youtube Sebagai Media Publikasi Project Based Learning Pada Mata Kuliah Statistika Fatwa Patimah Nursa’adah; Novrita Mulya Rosa
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8810

Abstract

Kolaborasi antara pembelajaran dan teknologi adalah alat pembelajaran yang kuat yang dapat digunakan untuk menciptakan solusi pembelajaran online yang inovatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan menyebar angket dalam bentuk google form. Teknik Analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil angket dianalisis berdasarkan jawaban 72 responden penelitian yaitu mahasiswa program studi Pendidikan Matematika FMIPA Unindra PGRI Jakarta yang mengikuti mata kuliah statistika lanjut. Angket dibuat dengan indikator ketertarikan, pembelajaran bermakna, komunikasi dan kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas. Berdasarkan analisis data, diperoleh skor rata-rata dari seluruh indikator sebesar 80,20% berada pada kategori kuat. Penggunaan youtube dalam model Project Based Learning dinilai sangat menarik dan membantu mahasiswa untuk menuangkan kreativitas dalam membuat video untuk diunggah. Mahasiswa terlatih untuk memiliki life skills dan keterampilan abad 21 dengan penugasan proyek pembuatan video mengikuti sintaks Project Based Learning.
Studi Fenomenologi Komunikasi Antarbudaya Indonesia-Malaysia (Studi Kasus: Para Pekerja Indonesia di Teleperformance Malaysia, Penang) Nur Intan Faradhina; Umaimah Wahid; Hafied Cangara
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8812

Abstract

Komunikasi antarbudaya terjalin antara masyarakat yang berbeda ras, suku, maupun sosial ekonomi. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui komunikasi antarbudaya yang terjadi antara karyawan Indonesia dan Malaysia pada Teleperformance Malaysia, Penang dan bagaimana cara mereka mengatasi hambatan dalam komunikasi tersebut, serta upaya apa saja yang dilakukan untuk berinteraksi antara satu sama lain. Penelitian ini dibuat berdasarkan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diambil menggunakan teknik wawancara kepada tiga karyawan berlatar belakang budaya Indonesia yang bekerja di Teleperformance Malaysia. Setiap informan secara sukarela diwawancarai kurang lebih selama 30 menit di Teleperformance Malaysia. Untuk kepentingan tersebut diajukan lima pertanyaan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya di kalangan para pekerja di Teleperformance Malaysia khususnya karyawan dari Indonesia berjalan dengan cukup baik meskipun pada awalnya terjadi banyak kendala saat mereka berkomunikasi, seperti masalah perbedaan istilah dalam bahasa yang digunakan, dialeg, kebiasaan, dan cara penyampaian informasi (baik secara langsung maupun melalui media sosial) menyebabkan terjadinya kesalahpahaman. Namun hal tersebut bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap berinteraksi dan melakukan komunikasi satu sama lain. Untuk mengatasi permasalahan tersebut mereka harus belajar lebih banyak tentang budaya Malaysia dan saling menghargai adanya perbedaan budaya.
Kemampuan Menulis Naskah Drama Kreatif dengan Menggunakan Media Gambar Berseri pada Siswa Kelas VIII SMPN 1 Wolowaru Kabupaten Ende Maria Magdalena Rini
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan kemampuan menulis naskah drama kreatif menggunakan media gambar berseri pada siswa kelas VIII SMPN I Wolowaru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Wolowaru dalam menulis naskah drama. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi belajar mengajar yaitu kemampuan internal seseorang untuk berpikir, memecahkan masalah dan mengambil keputusan, teori media gambar berseri yaitu alat, metode, dan teknik yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran yang dapat menyajikan perangsang siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran menulis naskah drama kreatif menggunakan media gambar berseri pada siswa kelas VIII SMPN I Wolowaru lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran menulis naskah drama tanpa menggunakan media gambar berseri. Hal ini dibuktikan oleh meningkatnya pemerolehan nilai rata-rata sebanyak 83,41%, siswa yang mampu mencapai 84,31% dan siswa yang tidak mampu mencapai 15,68%.
Fungsi Pendidikan Kenabian dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Agama Islam di Sekolah Dasar Muhammadiyah Program Khusus dan Madrasah Ibtidaiyah Al Islam Wonosegoro Tahun Ajaran 2022/2023 Kholifatul Hidayah; Syamsul Hidayat; Badaruddin Badaruddin
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8814

Abstract

Pendidikan Islam yang seharusnya memberikan perubahan kearah positif namun pada realitanya pada era kontemporer ini belum dapat memberikan perubahan yang sangat signifikan. Krisis tersebut bersumber dari krisis moral, akhlak (karakter), yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan pendidikan yang disebabkan kerusakan individu-individu masyarakat yang terjadi secara kolektif sehingga menjadi budaya. Rasulullah SAW merupakan guru pertama yang mengajarkan Pendidikan Islam kepada umatnya. Rasulullah SAW telah mendidik para sahabat dan generasi muslim dengan sungguh-sungguh, sehingga mereka memiliki kesempurnaan akhlak, kesucian jiwa, dan karakter yang bersih. Sekolah Dasar Muhammadiyah Program Khusus dan Madrasah Ibtidaiyah Al Islam Wonosegoro merupakan sekolah yang sudah menerapkan pendidikan kenabian dalam pembelajarannya untuk meningkatkan prestasi belajar agama Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan fungsi pendidikan kenabian dalam meningkatkan prestasi belajar agama Islam dan faktor-faktor pendukung dan penghambat di Sekolah Dasar Muhammadiyah Program Khusus dan Madrasah Ibtidaiyah Al Islam Wonosegoro. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sesuai dengan tema yang peneliti bahas, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research). Yaitu peneliti berangkat ke lapangan untuk mengadakan pengamatan tentang suatu fenomena dalam suatu keadaan ilmiah. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Muhammadiyah Program Khusus dan Madrasah Ibtidaiyah Al Islam Wonosegoro. Hasil dari penelitian penulis menunjukkan bahwa penerapan fungsi pendidikan kenabian dalam meningkatkan prestasi belajar agama Islam di Sekolah Dasar Muhammadiyah Program Khusus dan Madrasah Ibtidaiyah Al Islam Wonosegoro diterapkan dengan model pembelajaran pembiasaan dan keteladanan, penanaman misi dan nilai-nilai fungsi pendidikan kenabian kepada peserta didik melalui materi pembelajaran, metode dan evaluasi pembelajarannya. Beberapa faktor pendukung dalam penerapannya adalah adanya kegiatan tahfidz, kegiatan ekstrakurikuler, pendampingan guru, keteladan guru dan motivasi dari kepala sekolah. Sedangkan faktor penghambat dalam penerapannya adalah kurangnya tenaga pendidikan agama Islam, sarana dan prasarana serta dukungan dari lingkungan maupun orang tua peserta didik. Hasil dari penerapan fungsi pendidikan kenabian dalam meningkatkan prestasi belajar agama Islam dapat membangun dan membentuk akhlak serta moral peserta didik, sehingga peserta didik mempunyai sifat menghormati, menghargai dan toleran. Menumbuhkan tingkat keagamaan dan motivasi ibadah peserta didik, sehingga intelektual, emosional, akhlak dan moral peserta didik dapat berkembang secara utuh dan meningkatkan prestasi belajar agama Islam.