Jurnal Pendidikan dan Konseling
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles
5,452 Documents
Peningkatan Sikap Ilmiah Siswa melalui Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA Kelas IV SD/MI
Rora Rizky Wandini;
Dahlia Ritonga;
Mia Septiani Hasibuan;
Riska Dwi Prasasti;
Tantri Yundira
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.935 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5002
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan sikap ilmiah peserta didik menggunakan metode eksperimen pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV SD/MI. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi antara penelitian tindakan kelas dan kuasi eksperimen. Selama kegiatan belajar mengajar, siswa telah melaksanakan aktifitas dengan baik seperti memperhatikan penjelasan guru/teman kelompok, siswa membaca LKS, bekerja dengan menggunakan alat peraga secara bersama-sama dan mencatat yang relevan dengan pembelajaran. Subjek penelitian tindakan kelas adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah. Populasi penelitian kuasi ekspermen ini seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri/Madrasah Ibtidaiyah. Sampel penelitiannya dipilih dua kelas di SD/MI yaitu kelas IVA dan IVB. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes. Analisis data menggunakan rata-rata (mean) dan uji-t. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa secara signifikan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada siswa kelas IV. Sikap ilmiah siswa yang paling menonjol atau meningkat secara signifikan dari siklus ke siklus adalah sikap rasa ingin ingin tahu siswa. Hal itu dibuktikan dengan persentase perolehan nilai sikap ilmiah siswa yang semakin meningkat dari siklus kesiklus.
Penggunaan Metode Eksperimen pada Materi Sifat dan Perubahan Wujud Benda dalam Meningkatkan Keterampilan Kognitif Siswa
Rora Rizky Wandini;
Rizki Nanda Setiawan;
Rolisa Sibuea;
Rossa Aulia Putri Barus
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.181 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5003
Kemampuan kognitif merupakan suatu proses dalam diri manusia yang berlangsung di sistem saraf pusat yang memungkinkan seseorang untuk berpikir. Belajar, mengembangkan ide, mempertimbangkan suatu peristiwa, memecahkan masalah, berkaitan erat dengan keterampilan kognitif. Kualitas seorang siswa dipengaruhi oleh kualitas seorang guru dalam memberikan pengetahuan yang membuat siswa aktif dalam belajar. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui metode pembelajaran eksperimen. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok 7 kelas PGMI 2 semester VI Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dengan jumlah anggota empat orang. Lokasi dalam penelitian ini yaitu di rumah anggota kelompok masing-masing. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22-24 April 2022. Yang terjadi pada benda sebelum dan sesudah perubahan yaitu sebelum perubahan seluruh benda masih berwujud seperti semula. Setelah perubahan benda berubah wujud, warna dan rasa. Berdasarkan hasil eksperimen yang telah dilakukan, peneliti bisa mengambil kesimpulan bahwa penggunaan metode eksperimen ini berpengaruh signifikan terhadap keterampilan kognitif pada materi sifat dan wujud benda. Hal ini dapat dilihat pada saat peneliti memecahkan sendiri percobaan yang dilakukannya dengan kemampuan berpikirnya.
Model Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah
Rora Rizky Wandini;
Jihan Fadillah Lbs;
Manisha Azzuhro;
M Farhan Chairy Bahri;
Shinta Sima
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.053 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5005
Pada anak sekolah dasar, biasanya dinyatakan bahwa semua aspek kecerdasan peserta didik seperti kecerdasan Intelektual, kecerdasan emosi dan kecerdasan ruhaniah tumbuh dan berkembang secara luar baik. Pada ini, pembelajar muda hanya akan melihat sesuatu yang nyata secara holistik dan mampu memahami hubungan antar konsep-konsep secara sederhana. Untuk itu, proses pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan tingkat keahlian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana model pembelajaran tematik di sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Maka dari ittu, dalam penelitian metode yang digunakan adalah menggunakan studi literatur yang dikembangan setiap judul yang dicari dibuku, jurnal, majalah, dan lainnya untuk menari referensi jurnal ini. Hasil penelitian ini adalah Model pembelajaran dalam belajar mengajar itu banyak dan bisa menjadikan acuan para pengajar (guru) untuk membuat pembelajaran lebih aktif dan lebih menarik. Pembelajaran yang efektif menjadikan hasil yang lebih maksimal dalam belajar mengajar. Peserta didik pun akan lebih aktif, dan banyaknya interaksi yang kepada guru dan siswa, siswa dan guru.
Metode Eksperimen pada Proses Pembelajaran Perubahan Wujud Benda pada Sekolah Dasar
Rora Rizky Wandini;
Chairul Bariyah;
Habibah Aini Lubis;
Nabila Maulidah Nur;
Syafna Mardhatillah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.256 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5006
Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dimana peserta didik melalukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajari dalam proses belajar mengajar. Dengan metode ini peserta didik dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, mecoba dan menarik kesimpulan atas proses yang dialaminya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pembelajaran siswa sekolah dasar dengan menggunakan metode eksperimen sederhana dalam proses pembelajaran perubahan wujud benda pada sekolah dasar. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kerja siswa (LKS). Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap benda memiliki bahan penyusun yang berbeda. Perbedaan bahan penyusun menghasilkan sifat yang berbeda obyek. Sifat benda menentukan fungsi bahan yang akan dibuat. Sifat dan bentuk benda dapat berubah karena pemanasan, pembakaran, perubahan suhu, karat dan pembusukan. Perubahan pada benda ada yang dapat Kembali ke bentuk semua dan ada yang tidak. Hasil penelitian lainnya juga menegaskan bahwa dengan menggunakan metode eksperimen pada materi perubahan wujud benda dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan pembelajaran bermakna pada peserta didik.
Menerapkan Proses Keterampilan dalam Pembelajaran IPA di MI/SD
Rora Rizki Wandini;
Putri Zulva Sari;
Noni Indah Rini;
Sakinah Aprianni;
Anisyah Rahmadani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.53 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5009
Pembelajaran IPA di sekolah sangat diperlukan, karena dirasa mampu membuat sarana untuk siswa bakal mendalami diri sendiri dan alam sekitar. Pembelajaran IPA di sekolah pun mengutamakan mengikuti pembagian pengetahuan yang tepat untuk meluaskan kemampuan, supaya siswa dapat memeriksa dan mempelajari alam sekitar secara ilmiah. Pembelajaran IPA ditujukan “mencari tahu” dan “berbuat”. Maka dari itu, mampu menolong siswa dalam mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam terhadap alam sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman Mahasiswa PGMI 2 Semester VI di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dalam menerapkan keterampilan proses terhadap pembelajaran IPA di MI/SD. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif analitis. Subjek yang digunakan oleh penelitian ini yaitu mahasiswa kelas PGMI 2 Semester VI. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui observasi terhadap kegiatan eksperimen pembelajaran perubahan wujud benda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan keterampilan proses dalam pembelajaran IPA di MI/SD dapat menambah pengetahuan serta keterampilan Mahasiswa PGMI 2 Semester VI di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Eksperimen Perubahan Wujud Benda Menggunakan Cuka, Soda Kue dan Susu
Rora Rizky Wandini;
Adinda Tri Wahyuni;
Windy Ramadhani;
Irna Yunita;
Tazkia Nafira
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.931 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5010
Cuka adalah larutan yang utamanya mengandung campuran 3 asam asetat dan air. Asam asetat ini dihasilkan dari fermentasi etanol oleh bakteri asam asetat. Cuka saat ini sering digunakan sebagai bahan tambahan memasak. Cuka adalah golongan asam lemah yang paling mudah didapat Cuka dibuat melalui proses fermentasi cairan beralkohol atau cairan manis yang telah difermentasi untuk menghasilkan etanol oleh bakteri asam asetat. Beberapa bahan fermentasi, seperti kelapa, beras, kurma, kesemek, madu, dan lain-lain, dapat digunakan untuk membuat cuka.Soda kue, atau yang disebut juga dengan baking soda, merupakan salah satu bahan makanan tambahan yang mengandung bahan kimia sodium bikarbonat atau natrium bikarbonat. Tujuan penelitian terhadap cuka dan soda kue untuk mengetahui hasil dari leburan (NaHCO3) dengan (CH3COOH) yang akan menghasilkan Gelembung yang menyebabkan terbentuknya gas karbon dioksida (CO2). Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai beriukut: Soda kue (NaHCO3) dan asam cuka (CH3COOH) pada saat bereaksi akan menghasilkan garam yaitu asam asetat dan natrium karbonat (asam lemah), asam karbonat tersebut akan memuai menjadi air dan gas karbondioksida (CO2).
Penerapan Model Eksperimen untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Perubahan Wujud Benda
Rora Rizky Wandini;
Evrina Yanti Harahap;
Cut Maslina Mutia;
Nur Azza Adila;
Ayu Amalia;
Ratih Yuana Sari
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.04 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5011
Sifat dan wujud benda merupakan materi pembelajaran IPA di SD yang pembelajarnnya berupa eksperimen, baik itu berupa wujud, dan sifat yang terjadi pada benda tersebut. Langkah awal yang dilakukan penulis, yaitu tuntutan nyata di lapangan, mengenai pembelajaran IPA pada konsep perubahan wujud benda, sebagaimana tuntutan kurikulum KTSP.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk lebih memahami tentang konsep perubahan wujud benda siswa pada kelas tinggi. Hipotesis dalam penelitian ini adalah apabila pembelajaran konsep perubahan wujud benda siswa pada kelas tinnggi ini menggunakan metode eksperimen, maka pemahaman siswa akan lebih meningkat. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen yang nyata dan baik, kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan teknik observasi dan tes. Untuk pengolahan data menggunakan analisisa deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep perubahan wujud benda siswa di kelas tinggi. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen yaitu dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi perubahan wujud benda. Hal ini terlihat dari kemampuan siswa dalam melaksanakan percobaan yang diberikan.
Kendala Guru Pendidikan Sejarah Dalam Mengajarkan Materi Kerajaan-Kerajaan Nusantara Pada SMA N 3 Rumbai
Putri Syafira;
Isjoni Isjoni;
Asyrul Fikri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.668 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5012
Materi kerajaan di Nusantara merupakan materi ajar guru sejarah SMA yang membutuhkan keterampilan guru memberikan gambaran peristiwa sejarah kepada siswa. Dalam hal ini guru mendapatkan kendala dalam proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini mengetahui kendala guru pendidikan sejarah dalam mengajarkan materi kerajaan-kerajaan nusantara di SMA N 3 Rumbai dan mengetahui metode yang digunakan guru pendidikan sejarah SMA N 3 Rumbai terhadap materi kerajaan-kerajaan di nusantara. Metode dalam penelitian ini adalah Penelitina Kualitatif. Analisis data yang digunakan adalah Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini adalah kendala guru pendidikan sejarah di SMA N 3 Rumbai dalam mengajarkan materi kerajaan-kerajaan di Nusantara tersebut adalah guru menjadi lebih lama dalam hal menginput nilai dikarenakan ada beberapa siswa yang terlambat mengumpulkan tugas karena terkendala beberapa faktor, seperti handphone yang dibawa kerja oleh orang tua, kouta internet yang tidak tersedia, dan ada juga yang beralasan tidak adanya sinyal. Metode yang digunakan guru pendidikan sejarah dalam mengajarkan materi kerajaan-kerajaan di Nusantara adalah metode pembelajaran online atau daring dikarenakan pendemi yang belum juga berakhir pada kegiatan belajar mengajar tahun 2021/2022. Guru masih melakukan peningkatan dalam menggunakan teknologi untuk pengajaran materi kerajaan-kerajaan nusantara.
Penggunaan Metode Pembelajaran Eksperimen Untuk Implementasi Perkembangan Sosial Belajar Anak Usia Dini Di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Kutacane Aceh Tenggara Tahun Ajaran 2021/2022
Qori Selvia;
Marina Marina;
Nazly Isnainy;
Khadijah Khadijah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.366 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan-tahapan, sarana dan prasarana, serta faktor pendukung dan faktor penghambat penggunaan metode pembelajaran eksperimen di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Kutacane Aceh Tenggara Kecamatan BABUSALAM Area Tahun Ajaran 2021/2022. Perolehan data pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui wawacara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas Siti Fatimah atau kelas (B) TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kutacane Aceh Tenggara Jln. Marhamah Muhammadiyah Gang Mesjid Terandam Nomor 15 A dengan jumlah anak sebanyak 20 anak, dan sumber data lainnya adalah kepala sekolah, guru kelas. Hasil penelitian ini mengungkapkan tiga temuan yaitu: 1) tahapan-tahapan dalam penggunaan metode pembelajaran eksperimen, 2) sarana dan prasarana yang digunakan dalam metode pembelajaran eksperimen, 3) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat metode pembelajaran eksperimen.
Sejarah Perkembangan Pendidikan Di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan 1999-2019
Isnaini Umi Sholeha;
Bedriati Ibrahim;
Asril Asril
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.705 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5015
Pemekaran Kecamatan Pangkalan Kuras pada tahun 1999 menyebabkan pembangunan pendidikan berkurang. Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah memindahkan wilayah Kecamatan Pangkalan Kuras menjadi tiga wilayah. Setelah pemekaran wilyah perkembangan pendidikan mulai membaik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejarah, perkembangan dan peran Korordinator Wilayah Bidang Pendidikan dalam proses perkembangan pendidikan di Kecamatan Pangkalan Kuras pada tahun 1999-2019. Jenis metode yang digunakan adalah metode historis. Tehnik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi dengan instrumen angket pertanyaan wawancara Hasil dari penelitian ini sejarah pendidikan di Kecamatan Pangkalan Kuras memiliki 42 sekolah sebelum pemekaran wilayah dan sebelum menjadi bagian wilayah Kabupaten Pelalawan. Pendidikan di Kecamatan Pangkalan Kuras berkembang setelah adanya pemekaran wilayah pada tahun 1999 dan sampai tahun 2019 banyak fasilitas pendidikan telah didirikan dikarenakan bertambahnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat atas pentingnya pendidikan bagi anak mereka. Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Pangkalan Kuras membantu dalam pembangunan dan pengawasan serta pelatihan untuk tenaga pendidik.