cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Profil Pendidikan Karakter Dalam Kegiatan Pembiasaan Siswa Di SD Karangrejo 01 Rika Yaitul Islami; Joko Siswanto; Ferina Agustini; Pramesti Indriastuti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14094

Abstract

Sekolah dasar salah satu tempat dimana anak dapat memiliki pengetahuan dan pendidikan karakternya, pada proses perkembangannya pendidikan di Indonesia terlalu fokus dengan pengetahuan dan mengesampingkan pendidikan karakter, saat ini pemerintah sedang gencar menerapkan sekolah berkarkater dimana dalam sekolah tersebut menerapkan proses pembentukan karakter perserta didik. Tujuan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi pembentukan karakter siswa dalam pembiasaan pagi yang diterapkan di sekolah. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertempat di SD Karngrejo 01 Kota Semarang dengan subjek penelitian wali kelas dan siswa kelas 1. Penelitian ini menggunakan instrumen observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis data diperoleh bahwa pembiasaan pagi dapat meningkatkan karakter siswa, pembiasaan pagi seperti pembacaan asmaul husna, literasi dan jugasenam pagi memiliki pendidikan karakter bagi siswa seperti sikap jujur, disiplin, toleransi, tanggung jawab, tepat waktu
Penggunaan Media “Roda Binggo ” Terhadap Hasil Belajar Kelas 4 Di SDN Pandean Lamper 04 Kota Semarang Isyeh Nurul Handayani; Ngurah Ayu Nyoman M; Fenny Roshayanti; Susi Handayaningsih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14095

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi belum optimalnya penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dimana peserta didik hanya fokus dalam penjelasan guru pada meteri yang diberikan lewat media powerpoint tanpa melibatkan peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pembelajaran untuk mengaktifkan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Menghasilkan media pembelajaran yang inovatif yang dapat meningkatkan hasil belajar.untuk mengetahui penggunaan media “Roda Binggo” terhadap hasil belajar kelas 4 SDN Pandena Lamper 04 Semarang. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu Pre-experimental didesain dengan model one group pretest-posttest. Populasi dari penelitian ini peserta didik kelas 4 di SDN Pandean Lamper 04 berjumlah 22 peserta didik. Teknik pengambilan sampel memakai sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan obseravasi dan tes. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh > yaitu 8,499 > 2,080 sehingga ditolak dan diterima ada perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar kognitif peserta didik pretest dan posttest. Berdasarkan hasil perhitungan uji gain 0,6 artinya perserta didik mengalami perubahan hasil belajar dengan kategori sedang. Hasil belajar pretest-posttest peserta didik menunjukan kenaikan ketuntasan belajar sebesar 73%. Berdasarkan hasil belajar rata-rata nilai postest 84,91 dengan peserta didik mencapai ketuntasan berjumlah 20 peserta didik 91% sedangkan rata-rata pretest 63,64 dengan jumlah ketuntasan 4 peserta didik atau hanya 18%.
Pengembangan E-Modul PAI Menggunakan Aplikasi Pageflip Professional Di SD Surya Kids Bukittinggi Badoar Hasibuan; Afrinaldi Afrinaldi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14096

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena penulis melihat bahan ajar berupa modul adalah salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran yang perlu dirancang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik pada setiap satuan pendidikan. Peserta didik menggunakan modul dapat mencapai dan menyelesaikan bahan belajarnya dengan belajar secara mandiri dan terstruktur. Pengembangan e-modul 3D pada mata pelajaran PAI dilakukan sebagai upaya dalam mengatasi keterbatasan bahan ajar, dan memberikan bantuan pada siswa/i untuk mendapatkan materi pembelajaran sesuai dengan silabus melalui bahan ajar berbasis multimedia berupa e-modul 3D agar siswa/i dapat belajar dengan bahan ajar yang menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk e-modul 3D pada mata pelajaran PAI menggunakan aplikasi 3D Pageflip Professional sebagai bahan belajar yang sesuai dengan kriteria kelayakan media dan materi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian Research and Development (R&D).Uji validitas produk dilakukan oleh empat orang validator yaitu dua orang validator media dan dua orang validator materi. Uji coba produk dilakukan kepada siswa/i kelas 3 SD Surya Kids yang mengikuti mata PAI, yang menjadi subjek uji coba berjumlah 19 orang yang mengikuti pretest dan posttest untuk menguji efektifitas e-modul 3D dengan melihat perbedaan signifikan antara keduanya. Instrumen dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, format penilaian validasi untuk validator materi dan media, dan angket untuk penilaian praktikalitas. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui kualitas dan keefektifan produk e- modul 3D. Berdasarkan hasil penilaian kelayakan dari validator materi dan validator media, hasil validasi materi oleh validator 1 diperoleh nilai 4,36 dengan kriteria “Baik” dan validasi materi oleh validator 2 diperoleh nilai 4,50 dengan kriteria “Baik” sehingga materi dinyatakan Valid untuk digunakan. Hasil validasi media oleh validator 1 diperoleh nilai 4,00 dengan kriteria “Baik”, dan hasil validasi media oleh validator 2 diperoleh nilai 4,85 dengan kriteria “Sangat Baik” sehingga media dikategorikan Valid untuk diuji cobakan. Selanjutnya, hasil analisis berdasarkan uji coba untuk praktikalitas produk e-modul 3D diperoleh nilai 4,57 berada pada kategori “Sangat Praktis”. Kemudian, dilanjutkan dengan uji efektivitas yang telah dilakukan terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil uji t yakni thitung>ttabel, dengan hasil thitung sebesar 14,75 dan ttabel sebesar 2,101.Berdasarkan hasil uji validitas, praktikalitas dan efektivitas dapat disimpulkan bahwa e-modul 3D dapat dikembangkan dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran PAI.
Meningkatkan Pembelajaran Siswa Melalui Metode Bercerita Pada Mata Pelajaran pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Dikelas VII SMP Negeri 20 Medan Abel Holong Andriel Simorangkir; Lukman Pardede; Monalisa M. Siahaan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran dengan menerapkan metode bercerita pada siswa kelas VII SMP Negeri 20 Medan, Mengidentifikasi peningkatan pembelajaran siswa saat berbicara dikelas. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). “penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan guru di kelas atau di sekolahan tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktik pembelajaran, Penelitian ini menggunakan tahap Perencanaan, Tindakan, Observasi dan Refleksi Di analisa dengan kualitatif dan kuantitatif. Hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus I kurang baik. Nilai rata-rata ulangan harian 80 dari nilai rata-rata ulangan harian siswa sebelum penelitian yaitu sebesar 85,6. Persentase ketuntasan belajar 34,37%. 47,37% dari rata-rata ulangan harian sebelum pembelajaran. Hasil belajar siswa pada soal evaluasi I sudah tertera jelas dan siswa sudah menyelesaikan soal tersebut dengan nilai tertinggi 10, nilai terendah adalah 5, nilai rata-rata 80. Siswa yang memperoleh nilai 10 hanya cuman 1 orang saja sehingga persentase ketuntasan belajarnya hanya mencapai 71,19%. Hasil siklus II rata-rata skor 80, dengan skor terbaik 10 dan terendah 5. 2 siswa mendapat skor 10, sehingga tingkat ketuntasan belajar siswa secara keseluruhan mencapai 84,25%. Penerapan metode bercerita pada mata pelajaran PPKn pada kelas VII di SMP Negeri 20 Medan dapat meningkatkan pembelajaran siswa. Hal tersebut dapat kita lihat dari nilai rata-rata kelas 80,2% dengan ketuntasan klasikal 84,25%% pada akhir penelitian. Hal ini sesuai dengan indikator kinerja yaitu nilai ketuntasan belajar 8 dengan ketuntasan klasikal lebih dari atau sama dengan 75 %. Kata Kunci: Metode Bercerita, Pembelajaran, Meningkatkan. This study aims to improve the learning process by applying the storytelling method to class VII students of SMP Negeri 20 Medan, identifying improvements in student learning when speaking in class. This research is a Classroom Action Research. "Classroom action research is research conducted by the teacher in the classroom or at the school where he teaches with an emphasis on perfecting or improving learning processes and practices. This research uses the planning, action, observation and reflection stages. It is analyzed qualitatively and quantitatively. Student learning outcomes obtained in the first cycle are not good. The average value of daily tests is 80 from the average value of students' daily tests before the study, which is 85.6. The percentage of learning completeness is 34.37%. 47.37% of the average daily test before learning. Student learning outcomes in evaluation questions I have been clearly stated and students have completed these questions with the highest score of 10, the lowest score is 5, the average value is 80. Only 1 student gets a score of 10 so that the percentage of completeness of learning only reaches 71, 19%. The results of cycle II averaged a score of 80, with the best score being 10 and the lowest being 5. 2 students got a score of 10, so that the overall level of student learning completeness reached 84.25%. The application of the storytelling method to civics subjects in class VII at SMP Negeri 20 Medan can improve student learning. We can see this from the class average score of 80.2% with classical completeness of 84.25% at the end of the study. This is in accordance with the performance indicators, namely the learning completeness score of 8 with classical mastery of more than or equal to 75%. Keywords: Storytelling Method, Learning, Increase.
Peranan Dan Kedudukan Justice Collabolator (JC) Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia Mohd. Yusuf Daeng M; Dewiwaty Dewiwaty; Felix Rhenaldy Marpaung; Rindyani Mariana; Geofani Milthree Saragih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14101

Abstract

Dalam menyelesaikan perkara dalam sistem peradilan pidana, tersangka dalam suatu peristiwa pidana yang sedang di sidangkan dapat dijadikan sebagai saksi kunci yang membantu para penegak hukum dalam memecahkan suatu permasalahan demi mencapai kebenaran dalam peristiwa pidana tersebut. Justice collabulator (JC) adalah penjahat yang bekerja sama dengan penegak hukum dalam menyelesaikan suatu kasus. Dalam sejarahnya, JC pertama kali dikenal di Italia, ketika seorang anggota mafia bernama Joseph Valachi bersaksi atas kejahatan yang dilakukan kelompoknya. Negara selanjutnya yang mengikuti implementasi JC adalah Amerika dan Australia. Di Indonesia sendiri, penggunaan JC sudah diatur dalam hukum positif. Mengenai peran dan kedudukan JC ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban yang dalam perkembangannya telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Kemudian, JC juga diatur dalam Surat Edaran MA Nomor 4 Tahun 2011, Peraturan Bersama Menteri Hukum dan HAM, Jaksa Agung, Kapolri, KPK, dan LPSK tentang Perlindungan Pelapor , Saksi Pelapor, dan Saksi Kolaborasi. Namun, semua undang-undang positif tersebut belum mampu memberikan kejelasan dan kepastian mengenai kedudukan dan peran KU dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Padahal, JC memiliki peran yang sangat penting dalam penyelesaian suatu kasus pidana, salah satu kasus yang saat ini menjadi perhatian di Indonesia yaitu pembunuhan terhadap brigadir yang dilakukan oleh seorang Perwira Tinggi dengan dibantu beberapa anggota Polri lainnya adalah contohnya. peran JC yang sangat besar dalam membuka tabir kegelapan suatu kasus yang bahkan dibarengi dengan terhalangnya keadilan dari para penegak hukum itu sendiri. Dalam penelitian ini akan ditelaah kedudukan dan peranan JC dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji posisi dan peran Justice Collaborator (JC) dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Hasil kajian ini akan memberikan beberapa rekomendasi mengenai penguatan posisi dan peran JC dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.
Analisis Hukuman Mati Sebagai Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Berdasarkan Prespektif Efektivitas Hukum Mohd. Yusuf Daeng M; Fanny Fanny; Tri Endang Kumala; Geofani Milthree Saragih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14102

Abstract

Tindak pidana korupsi merupakan salah satu bentuk kejahatan yang merugikan negara dan masyarakat secara luas. Dan Tindak pidana korupsi merupakan tindakan ilegal yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok yang memiliki wewenang atau pengaruh di dalam suatu lembaga atau institusi untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan cara-cara yang tidak sah atau melanggar hukum. Tindak pidana korupsi sering kali terjadi dalam bentuk suap, penggelapan, penyalahgunaan wewenang, atau pencucian uang. Oleh karena itu, pemerintah dan lembaga hukum di seluruh dunia telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menghukum pelaku tindak pidana korupsi. Pemberantasan tindak pidana korupsi didasarkan pada Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dan hukuman bagi koruptor diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Salah satu hukuman yang dikenakan adalah hukuman mati. Namun, efektifitas hukuman mati dalam mencegah tindak pidana korupsi masih diperdebatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas hukuman mati sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi dari perspektif efektivitas hukum dan Penerapan Hukuman Mati Terhadap Pelaku Korupsi Di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah bahan pustaka, yaitu peraturan perundang-undangan, dokumen dan jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hukuman Mati Sebagai Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Berdasarkan Prespektif Efektivitas Hukum, pada dasarnya hukuman mati akan memberikan efek jera kepada para pelaku tindak pidana korupsi, dan hukuman mati kepada pelaku tindak pidana korupsi dapat menjadi satu salah cara mencegah perbuatan korupsi semakin banyak dan meminimalisir perbuatan korupsi. Penerapan Hukuman Mati Terhadap Pelaku Korupsi Di Indonesia telah menjadi topik yang kontroversial selama beberapa tahun terakhir. Banyak orang percaya bahwa hukuman mati adalah bentuk keadilan yang tepat bagi para koruptor yang telah merugikan negara dan masyarakat dengan tindakan mereka yang tidak bermoral. Dan Penerapan Hukuman Mati Terhadap Pelaku Korupsi belum pernah dilaksanakan oleh negara Indonesia, karena beberapa hal yang menjadi kontroversi terkait penerapan hukuman mati. Pertama, ada kemungkinan terjadinya kesalahan yang tidak dapat diperbaiki jika seseorang dihukum mati. Kedua, hukuman mati dapat dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia karena merampas hak hidup seseorang. Oleh karena itu, penerapan hukuman mati harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan hanya dalam kasus-kasus yang sangat serius dan terbukti secara kuat. Kesimpulan dari jurnal ini adalah bahwa meskipun hukuman mati merupakan hukuman yang sangat berat dan kontroversial, namun dapat menjadi alat yang efektif dalam mencegah tindak pidana korupsi. Namun, kita harus memperhatikan hal-hal yang menjadi kontroversi dan menerapkan hukuman mati dengan sangat hati-hati.
Analisis Yuridis Pengaturan Tindak Pidana Elektronik di Indonesia Mohd. Yusuf Daeng M; Kalontari Suci; Putri Liana; Anggun Fitria Mayawi; Geofani Milthree Saragih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14104

Abstract

Semakin maju peradaban manusia, semakin maju pula tindak pidana yang ada. Tindak pidana pada saat ini sudah tidak hanya di dunia nyata, tetapi juga masuk dalam ranah dunia maya. Aspek pidana demikian dikenal dengan tindak pidana elektronik. Mengenai Tindak Pidana Transaksi Elektronik diatur di Dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, adanya tindakan yang tidak tepat dalam menjalankan kegiatan transaksi elektronik menjadi sangatlah penting dalam menjamin kepastian hukum. Sampai saat ini banyaknya ketidakpahaman hukum terhadap perilaku kegiatan transaksi elektronik menjadi masalah besar dalam kehidupan sehari-hari. Internet sebagai suatu media informasi dan komunikasi elektronik telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, antara lain untuk browsing, mencari data dan berita, saling mengirim pesan melalui email, dan perdagangan. Kegiatan perdagangan dengan memanfaatkan media internet dikenal dengan istilah electronic commerce, atau disingkat E-Commerce.1Secara singkat E-Commercedapat dipahami sebagai jenis transaksi perdagangan baik barang maupun jasa lewat media elektronik Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus, perundangan, dan analisis. Penelitian ini akan mengkaji mengenai tindak pidana elektronik di Indonesia.
Dasar Hukum Pengembalian Berkas Perkara Oleh Jaksa Terhadap Penyidik Mohd. Yusuf Daeng M; Sukrizal Sukrizal; William Alfred; Geofani Milthree Saragih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14105

Abstract

Kejaksaan merupakan lembaga yang mempunyai kewenangan di bidang penuntutan. Sedangkan Jaksa dalam menjalankan fungsinya bekerja atas nama rakyat dalam melakukan tugasnya menuntut seseorang yang diduga melakukan tindak pidana. Proses prapenuntutan sering terjadi, sehingga berkas perkara bolak balik dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum, kurang lengkapnya berkas perkara akan membawa dampak dalam proses prapenuntutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembalian berkas perkara oleh Jaksa Penuntut Umum dalam prapenuntutan. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus, perundangan, dan analisis. Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut, karena tidak adanya satu ketentuan yang memberikan pembatasan berapa kali berkas perkara dapat dikembalikan, hal ini dapat dikaitkan dengan tujuan hukum terhadap hak asasi seseorang, serta demi kepastian hukum bagi pencari keadilan, maka pengembalian hasil penyidikan ataupun hasil penyidik tambahan oleh Jaksa Penuntut Umum kepada penyidik, haruslah memiliki kriteria pembatasan yang tegas. Akibat yang ditimbulkan bila berkas perkara tidak dikembalikan dari pihak Jaksa Penuntut Umum apabila dalam tujuh hari tidak mengembalikan berkas perkara maka berkas perkara penyidikan dianggap selesai.
Penerapan Media Power Point Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas III SD Supriyadi 02 Maulida Yuni Syafira; Khusnul Fajriyah; Qoriati Mushafanah; Karsono Karsono
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14111

Abstract

Penelitian ini bertujian untuk mengetahui penerapan media pembelajaran power point interaktif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas III SD Supriyadi 02. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Dalam pengambilan data menggunakan teknik observasi dan soal test. Hasil penelitian ini yaitu dalam pembelajaran menggunakan power point interaksi dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Pada penelitian eksperimen mendapatkan peningkatan yang terjadi sebelum dan sesudah menggunakan power point interaktif. Peningkatan itu dapat dilihat dari hasil rata-rata sebelum menggunakan power point interaktif yaitu sebesar 70,85 dan rata-rata nilai sesudah menggunakan power point interaktif yaitu sebesar 84,21. Berdasarkan uji signifikansi (uji t) diperoleh t hitung sebesar -10,557 dan t tabel sebesar 2,052, hal ini menunjukkan bahwa – t hitung < - t tabel, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000000000000005 yang mana 0,000000000000005 < 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak, yang artinya terdapat peningkatan hasil belajar setelah menggunakan power point interaktif di kelas III SD Supriyadi 02.
PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP KOMUNIKASI INTERPERSONAL (STUDI MAHASISWA/I YANG MENJALANI KEHIDUPAN PABBAJITA) DI STIAB JINARAKKHITA Gesti Tri Rahmawati; Indra Yana; Dwi Ratna Sari; Komang Sutawan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14113

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of self-confidence on the interpersonal communication of students who live the life of Pabbajita at STIAB Jinarakkhita in the study of Buddhism. Self-confidence is an attitude where a person is confident in his abilities so that he feels polite in interacting with others. In interpersonal communication, self-confidence is also needed so that interpersonal communication can run well and smoothly. This type of research is a quantitative research using a correlational approach. The subjects used in this study were 30 students who lived Pabbajita life at STIAB Jinarakkhita. The results showed that there is a positive influence of self-confidence on interpersonal communication. The magnitude of the influence of self-confidence is 64,2% while 35,8% of self-confidence is influenced by other variables outside the study.