cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Analisis Kesulitan Peserta Didik dalam Menirukan Gerak Dasar Tari Hana Shilfia Iraqi; Mai Sri Lena; Winda Komala Sari; Dian Santana
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.15757

Abstract

Dalam proses pembelajaran berlangsung banyak sekali hal  yang mempengaruhi kegiatan pembelajaran  tersebut, mulai dari peningkatan kemampuan peserta didik sampai dengan kesulitan pesrta didik yang dialami nya dalam memahami pembelajaran. Pada dasarnya masalah dalam pembelajaran tidak terlepas dari kesulitan peserta didik dalam memahami dan mempraktekkan pembelajaran yang sudah dipelajarinya. Seperti hal nya dalam pembelajaran seni budaya terutama pada seni tari. Seni tari pada jenjang sekolah dasar merupakan sebagai aspek perkembangan fisik yaitu mengembangkan kemampuan motoric kasar peserta didik, sehingga peserta didik mampu mengespresikan dirinya dan mempelajari keberagaman gerak dasar dalam tari. Dalam pembelajaran seni tari ini banyak sekali kesulitan dan kendala yang dialami peserta didik mulai dari kesulitan yang ada pada dirinya sampai kesulitan yang dipengaruhi oleh factor luar dirinya. Setiap peserta didik memiliki kesulitan yang berbeda dalam menirukan gerak dasar tari, mulai dari kesulitan memahami gerak hingga menyatukan music dengan gerakan yang dipelajari. Untuk mengahadapi kesulitan ini banyak sekali  usaha yang dilakukan peserta didik untuk dapat menirukan gerak dasar tari yang sempurna yang memiliki nilai estetika yang tinggi. Guru tidak luput memberikan solusi demi solusi agar peserta didik dapat menirukan gerak dasar tari yang baik. Cara atau metode guru mengajarkan gerak tari menjadi hal penting dalam peserta didik menirukan gerak dasar tari yang baik dan memiliki nilai estetika.
Pengaruh Metode Diskusi Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Kelas Iv Sd Negeri 09 Belakang Balok Mai Sri Lena; Hana Shilfia Iraqi; Santi Oktavia; Annisaul Mutmainnah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.15811

Abstract

Maksud dari penelitian yang telah dilakukan adalah untuk menganalisis dampak dari metode diskusi yang dilakukan terhadap minat belajar siswa SD Negeri 09 Belakang Balok. Jenis penelitian yang dilakukan adalah survei lapangan langsung kepada siswa kelas IV SD Negeri 09 Belakang Balok. Pada penelitian ini, sudah menggunakan analisis berbasis adalah deskriptif kuantitatif, yaitu sesuatu yang akan dipelajari dideskripsikan, diteliti dan dijelaskan sedemikian rupa, dan ditarik kesimpulan tentang fenomena yang dapat diamati dengan menggunakan angka. Instrumen yang digunakan adalah dengan memberikan angket yang berisi pernyataan kepada peserta didik, yang kemudian dijawab oleh siswa sesuai dengan pernyataan dalam angket tersebut. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan metode diskusi ini sangat mempengaruhi minat belajar peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Pentingnya Guru Memahami Kondisi Psikologi Siswa (Studi Kasus :SD Tahfiz Rahmatul Aisyi 2 Alahan Panjang) Andy Riski Pratama; Nofembra Putri; Kiki Oktaviany; Fadhilla Yusri; Linda Yarni
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.15818

Abstract

Latar belakang penulisan ini adalah kasus kedekatan guru dengan siswa yang berlebihan dan tidak profesional dapat menimbulkan dampak negatif pada siswa. Ketika seorang guru terlalu dekat dengan siswa dan memanjakan mereka, dapat membuat siswa menjadi manja dan kehilangan rasa mandiri. Tulisan ini akan membahas tentang kasus yang terjadi SD Tahfiz Rahmatul Aisyi 2 Alahan Panjang Sumatera Barat. Kedekatan antara Guru dan murid yang menyebabkan hilang profesional Guru dikarenakan Guru yang mengejar bukan tamatan / sarjana pendidikan speisifiknya tidak mempelajari Psikologi Pendidikan Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengunakan pendekatan observasi. Pendekatan observasi adalah pendekatan  yang dilakukan dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap tingkah laku peserta didik dalam situasi yang wajar, dilaksanakan dengan berencana, kontiniu dan sistematik serta diikuti dengan upaya mencatat atau merekam secara lengkap. Dalam lingkup yang lebih khusus, terutama dalam konteks kelas dapat dipakai seorang guru dengan maksud untuk melihat makna dari suatu tindakan atau apa yang berada di balik tindakan seseorang. Karena sumber data utama dalam penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan Hasil penelitian yang di lakukan pada SD Tahfiz Rahmatul Aisyi 2 Alahan Panjang menggambarkan bahwa sebagian guru telah memiliki kemampuan yang baik dalam memahami manfaat psikologi pendidikan. Gejala gangguan atensi merupakan faktor psikologis yang dialami siswa di dalam kelas, hal tersebut harus dikenali dan dipahami oleh guru sebagai pengajar dan pendidik di kelas untuk mencegah dan mengatasi kesulitan belajar yang dihadapi siswa dalam proses mengikuti pembelajaran di kelas. Guru di kelas dapat melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan masalah attention deficit. Guru dapat menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan pribadi. Memberi bimbingan bahkan memberikan konseling, tanggung jawab dan peran guru juga diharapkan dapat membimbing siswa.
Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa Ekstarakurikuler Bolavoli Putra di SMPN 35 Pekanbaru Rahmat Purwandi; Sasmarianto Sasmarianto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.15914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa Ekstrakurikuler BolaVoli Di SMPN 35 Pekanbaru. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, populasi dalam penelitian ini berjumlah 17 orang. Tata cara pengambilan sampel yaitu dengan cara total sampling yang berjumlah 17 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes Tingkat Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk putra dengan usia 13-15 tahun yaitu lari 50 meter, gantung angkat tubuh 60 detik, baring duduk 60 detik loncat tegak dan lari 1000 meter. Kemudian data diolah dengan statistik. Dari hasil tes dan sesuai dengan data yang dijelaskan pada bagian analisa data, maka diketahui Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa Ekstrakurikuler BolaVoli Putra Di SMPN 35 Pekanbaru tergolong dalam klasifikasi kurang, dengan klasifikasi pada interval 10 – 13 pada norma tes Kesegaran Jasmani.
Persepsi Guru Dalam Pembelajaran Matematika Kelas Tinggi Dengan Pendekatan Kooperatif Tipe Stad Aditya Firdaus; Sulis Anggraini; Mai Sri Lena; Sartono Sartono
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.15916

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji persepsi guru tentang penggunaan pendekatan kolaboratif STAD (Student Teams Achievement Divisions) dalam pendidikan matematika tinggi. Pendekatan ini menekankan kerjasama antar siswa dalam kelompok, tujuan belajar, dan tanggung jawab individu dalam mencapai keberhasilan kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru secara umum bersikap positif terhadap penggunaan pendekatan kolaboratif STAD dalam pendidikan matematika di sekolah dasar. Mereka mengakui manfaat kolaborasi siswa-ke-siswa untuk meningkatkan pemahaman matematika, memperkuat keterampilan sosial, dan membantu siswa mengatasi rasa takut mereka terhadap matematika. Guru juga melihat bahwa pendekatan ini dapat merangsang partisipasi aktif siswa, memotivasi mereka untuk belajar dan meningkatkan kemandirian belajar. Namun, temuan penelitian juga mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan pendekatan kooperatif tipe STAD. Beberapa tantangan tersebut meliputi manajemen kelas, alokasi waktu yang tepat, penilaian individual dan kelompok, serta pemilihan materi yang sesuai dengan pendekatan kooperatif. Selain itu, guru-guru juga mengungkapkan kebutuhan akan pelatihan dan dukungan yang lebih lanjut dalam mengimplementasikan pendekatan ini dengan efektif.
Perapan Metode Talaqqi Dalam Menghafal Qur’an Di Rumah Tahfidz Hidayatullah Jorong Balai Belo Kecamatan Tanjung Raya Zumratul Aini; Charles Charles; Salmi Wati; Arifmiboy Arifmiboy
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.15986

Abstract

Metode Talaqqi merupakan salah satu metode yang digunakan dalam mengajarkan Tahfidzul Qur'an di mana guru dan murid saling berhadapan, dengan guru membaca dan murid menyimak. Namun, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam penerapan metode ini. Beberapa umat Islam menganggap bahwa menghafal Al-Qur'an adalah suatu hal yang sulit dan rumit. Selain itu, pemilihan metode yang tepat beserta langkah-langkahnya dan kendala yang dihadapi dalam menghafal Al-Qur'an juga menjadi permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode Talaqqi dan mengidentifikasi kendala-kendala yang muncul dalam penerapannya di Rumah Tahfidzul Qur'an Hidayatullah Jorong Balai Belo Kecamatan Tanjung Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data berdasarkan penyajian dan analisis data yang diperoleh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung terhadap proses pembelajaran di Rumah Tahfidzul Qur'an Hidayatullah, serta wawancara langsung dengan kepala Tahfidz, ustadz pengampu, dan murid. Hasil penelitian menunjukkan beberapa langkah yang digunakan dalam menerapkan metode Talaqqi. Langkah-langkah tersebut meliputi kondisi belajar mengajar yang efektif, pemanggilan nama murid yang akan membaca dan menghafal Al-Qur'an, mendengarkan bacaan dan hafalan Al-Qur'an murid, koreksi dan pemberian pelafalan bacaan yang benar, serta meminta murid untuk mengulangi bacaan dan membaca satu surah atau ayat secara bersama-sama. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam penerapan metode ini, antara lain kesulitan murid dalam mengatur waktu antara menghafal Al-Qur'an dan sekolah, kecenderungan malas dalam belajar Tahfidz, dan perbedaan daya tangkap murid dalam belajar dan menghafal Al-Qur'an (terdapat yang lebih cepat dan yang lebih lambat). Penelitian ini memberikan gambaran tentang penerapan metode Talaqqi dan kendala-kendala yang terkait di Rumah Tahfidzul Qur'an Hidayatullah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan metode ini dalam menghafal Al-Qur'an dan memberikan sumbangan bagi pengembangan pendekatan yang efektif dalam pembelajaran Tahfidzul Qur'an.
Metode Berpidato yang Efektif Dwi Viora; Yenni Fitra Surya; Rusdial Marta
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.16087

Abstract

Keterampilan berbicara adalah salah satu keterampilan yang harus dikuasai siswa di sekolah. Keterampilan berbicara dibutuhkan dalam berpidato agar pendengar dapat menerima informasi dengan baik dan benar. Agar informasi dapat diterima dengan baik, pembicara harus tepat dalam memilih metode yang digunakan pada saat berpidato. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan teknik dokumentasi atau studi kepustakaan. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa metode ekstempore baik digunakan untuk menyampaikan informasi pada pendengar karena uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan yang penting dan sekaligus menjadi urutan dalam pidato itu.
Peralihan Kurikulum 2013 Menjadi Kurikulum Merdeka Pada Siswa Sma Melalui Inovasi Pendidikan Hafizah Wichayani Rawi; Adliya Salsabila; Nur Ainun; Nurhayati Harahap; Rizki Akmalia; Selfi Purnama Lubis; Syahvira Rachman
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.16093

Abstract

Sebuah ide, penemuan, atau karya baru di bidang pendidikan yang dapat diterapkan sebagai pembaharuan untuk memajukan tujuan atau memecahkan masalah dikenal sebagai inovasi pendidikan. Inovasi pendidikan dimaksudkan untuk meningkatkan standar dan fokus pada standar tersebut, sehingga memberikan pengajaran yang terbaik bagi anak-anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji inovasi yang diterapkan sekolah dalam persiapan peralihan dari kurikulum 2013 ke kurikulum mandiri, dengan fokus pada sumber daya yang dikembangkan dengan menggunakan data dari wawancara lapangan dan berisi informasi dari para guru yang memberikan penyuluhan tentang masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi kualitatif yang sangat menekankan pada analisis deskriptif. Pendekatan seksptif berusaha menggambarkan peristiwa sebagaimana mestinya pada saat penelitian dilakukan. Menurut hasil wawancara peneliti, peralihan dari kurikulum 2013 ke kurikulum otonom membutuhkan waktu yang tidak sedikit karena keduanya sangat berbeda satu sama lain. Sekolah harus menyiapkan program dan fasilitas yang efektif untuk digunakan oleh siswa dalam rangka mengimplementasikan kurikulum merdeka.
Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Biologi Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay – Two Stray (Ts-Ts) di Kelas X.IPA 7 Man 2 Kota Padang Yanti Efida
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.16163

Abstract

Berdasarkan aktivitas belajar siswa Kelas X.IPA 7 MAN 2 Kota Padang dalam Mata pelajaran Biologi masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang Peningkatan Aktivitas Belajar siswa dalam Mata pelajaran Biologi melalui model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay – Two Stray (TS-TS) di Kelas X.IPA 7 MAN 2 Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Prosedur penelitian dalam penelitian ini meliputi perencanaan, tindakan, obeservasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian terdiri dari 36 orang siswa Kelas X.IPA 7 MAN 2 Kota Padang. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaan two stay two stray (TS-TS) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam Mata pelajaran Biologi di MAN 2 Kota Padang. Aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 71,77 (cukup) meningkat menjadi 81.62 (baik) dengan peningkatan sebesar 9.85
Persepsi Guru TK di Jawa Timur Terhadap Pembelajaran Literasi Berbasis DAP (Development Appropriate Practice) ' Mamang Efendy; Sayidah Aulia Ul Haque
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.9195

Abstract

Model pembelajaran literasi pada anak usia dini yang dilakukan saat ini masih sangat formal dengan metode hafalan, latihan menulis dan membaca. Metode yang digunakan tidak sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Metode Pembelajaran Literasi pada anak usia dini seharusnya disesuaikan dengan tahapan perkembangan, karakteristik sosial dan budayanya. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk membangun kegiatan literasi yang baik sesuai dengan tahapan perkembangan dan karakteristik sosial budaya anak adalah dengan menerapkan konsep DAP (Developmentally Appropriate Practice). Kenyataan dilapangan persepsi guru terhadap proses pembelajaran DAP (Development Appropriate Practice) sudah mendekati teori. Namun, belum mencangkup secara keseluruhan komponen proses pembelajaran DAP (Development Appropriate Practice). Sehingga penelitian bermaksud untuk mengetahui bagaimana persepsi guru TK terhadap pembelajaran literasi berbasis DAP (Development Appropriate Practice). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif yang bertujuan untuk mengungkapkan sesuatu apa adanya. Instrument pengumpulan data menggunakan skala persepsi guru TK tehadap DAP yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan indikator dari teori Calhoun & Acocella (1995). Sample penelitian dalam penelitian ini adalah Guru TK di Jawa Timur yang berjumlah 200 orang dan menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum Guru TK di Jawa Timur memiliki persepsi terhadap pembelajaran literasi berbasis (Development Appropriate Practice) yang tergolong sedang atau cukup. Sehingga perlu tindak lanjut berupa edukasi dan sosialisasi kepada guru TK terkait pentingnya pembelajaran literasi berbasis DAP.