Jurnal Pendidikan dan Konseling
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles
5,452 Documents
Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) Terhadap Asimilasi Narapidana Pada Bapas Kelas I Palembang
Daniel Leonardo Surbakti;
Umar Anwar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12678
Setiap Narapidana memiliki hak untuk mendapatkan program pembinaan dalam menjalin hukuman. Pembinaan yang dilakukan diharapkan dapat mewujudkan tujuan dari Sistem Pemasyarakatan di Indonesia dengan pemulihan Kembali atau yang dikenal sebagai reintegrasi sosial dan salah satu program pembinaan yang dapat dimiliki oleh narapidana adalah asimilasi. Asimilasi merupakan proses pembinaan yang dilakukan Pemasyarakatan dengan membuat anak didik pemasyarakatan dan narapidana kembali membaur ke dalam kehidupan masyarakat, serta di dalam pelaksanaan asimilasi tidak dapat terlepas dari penelitian kemasyarakatan (Litmas). sebagai salah satu syarat dalam menjalankan asimilasi tentunya Litmas memegang peran penting terhadap bisa atau tidaknya narapidana dan anak didik pemasyarakatan melaksanakan asimilasi. Berdasarkan urain tersebut penelitian ini bertujuan menganalisis penelitian kemasyarakatan (Litmas) terhadap asimilasi narapidana pada Bapas Kelas I Palembang.
Pengaruh Konseling kelompok Untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dengan teknik assertive training pada siswa SMPN Pekanbaru
Fanri Daniel Pakpahan;
Elni Yakub;
Daviq Chairilsyah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12681
Manusia merupakan mahkluk sosial yang berarti tidak terelepas dari individu lainnya, setiap individu saling membutuhkan dan beriringan dan salah satunya hal yang menunjang dalam kehidupan sosial ialah komunikasi. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok melalui teknik assertive training dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa di SMPN Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode quasi eskperimen dengan model one group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini ialah 7 orang siswa dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat keterampilan komunikasi siswa rendah dengan persentase 100% pada kategori rendah. Hal ini menunjukkan perlunya konseling kelompok dengan teknik assertive training untuk meningkatkan keterampilan komunikasi pada siswa SMPN di pekanbaru.
Analisis Praktik Penerapan Profil Pelajar Pancasila dalam Penguatan Karakter Religius di SMP Negeri 1 Karangtanjung
Kholifatunauroh Kholifatunauroh;
Damanhuri Damanhuri;
Wardatul Ilmiah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12682
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik penerapan profil pelajar Pancasila dalam penguatan karakter religius di Sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Karangtanjung Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi deskriptif Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa praktik penerapan profil pelajar Pancasila dalam penguatan karakter religius di SMP Negeri 1 Karangtanjung sudah sesuai dengan prinsip-prinsip kunci projek penguatan dan dalam praktik penerapannya memuat niali-nilai religius. Faktor pendukung dari internal yaitu peserta didik yang memiliki kepribadian mau bergerak dalam mewujudkan cita-cita. Dari faktor eksternal (1) Guru sebagai fasilitator yang siap sedia membantu peserta didik kapanpun, (2) Fasilitas yang mendukung, (3) Media yang digunakan sangat beragam dan terkini, (4) bekerja sama dengan orangtua, komite, dewan pendidikan dan instansi yang lain. Faktor penghambat praktik penerapan profil pelajar Pancasila di SMP Negeri 1 Karangtanjung yaitu faktor penghambat dari praktik penerapan profil pelajar Pancasila dari Internal Peserta didik masih belum maksimal dalam pemanfaatan gadget atau teknologi informasi saat di sekolah. Dari segi eksternal penghambatnya masih ada sebagian peserta didik kurang mendukung beberapa projek dan pergaulan peserta didik di luar lingkungan sekolah.
Analisis Yuridis Terhadap Peranan Penyidikan Kepolisian Dan Kejaksaan Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia
Mohd. Yusuf Daeng M;
Musmulyadi Musmulyadi;
Ahmad Firli;
Yudha Kezia Putra Purba;
Fauza Rahma Mauli;
Geofani Milthree Saragih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12694
Kepolisian menjadi salah satu penegak hukum yang memiliki peranan sangat penting di dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Peranan serta pengaruh besar dari kepolisian dalam sistem peradilan pidana akan dapat tinjau pada tahap penyelidikan hingga penyidikan yang kemudian akan dilimpahkan berkasnya ke kejaksaan. Dalam hal penyidikan, Kepolisian bukanlah satu-satunya penegak hukum yang memiliki kewenangan dalam melaksanakan penyidikan. Kejaksaan Republik Indonesia (Kejaksaan) adalah lembaga pemerintahan yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan serta kewenangan lainnya yang dimiliki sebagai salah satu penegak hukum. Salah satu kewenangan yang dimaksud adalah penyidikan. Sebagaimana yang ditegaskan di dalam Pasal 284 ayat (2) jo Pasal 17 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 Tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, Jaksa mempunyai wewenang untuk melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu. Kepolisian dan Kejaksaan sebagai dua pilar penegakan hukum dalam fungsi penyidikan dan penuntutan khususnya yang dimiliki oleh Jaksa. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus, perundangan, dan analisis. Penelitian ini akan mengkaji mengenai kewenangan dalam hal penyidikan baik yang dimiliki oleh Kepolisian dan Kejaksaan dalam sistem peradilan pidana di IndonesiaKepolisian menjadi salah satu penegak hukum yang memiliki peranan sangat penting di dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Peranan serta pengaruh besar dari kepolisian dalam sistem peradilan pidana akan dapat tinjau pada tahap penyelidikan hingga penyidikan yang kemudian akan dilimpahkan berkasnya ke kejaksaan. Dalam hal penyidikan, Kepolisian bukanlah satu-satunya penegak hukum yang memiliki kewenangan dalam melaksanakan penyidikan. Kejaksaan Republik Indonesia (Kejaksaan) adalah lembaga pemerintahan yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan serta kewenangan lainnya yang dimiliki sebagai salah satu penegak hukum. Salah satu kewenangan yang dimaksud adalah penyidikan. Sebagaimana yang ditegaskan di dalam Pasal Pasal 284 ayat (2) jo Pasal 17 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 Tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, Jaksa mempunyai wewenang untuk melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu. Kepolisian dan Kejaksaan sebagai dua pilar penegakan hukum dalam fungsi penyidikan dan penuntutan khususnya yang dimiliki oleh Jaksa. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus, perundangan, dan analisis. Penelitian ini akan mengkaji mengenai kewenangan dalam hal penyidikan baik yang dimiliki oleh Kepolisian dan Kejaksaan dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.
Pembinaan Kecerdasan Spiritual Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Ma Al- Khoiriyah Kerpangan Leces Kabupaten Probolinggo
Ahmat Nizar;
Muhammad Jadid Khadavi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12697
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi seorang pelajar akan memotivasinya untuk menjadikan sekolah sebagai lahan ibadah menuntut ilmu dan prestasi, juga melatih kualitas hubungan harmonis dengan guru, orang tua, dan sesama rekannya. Spiritualitas juga memiliki dampak integritas dan harmonisasi yang melibatkan kesatuan batin dan keterhubungan dengan manusia lain serta realitas yang lebih luas, serta kemampuan individu untuk menjadi transenden (berfikir jauh ke depan) sehingga dapat menjalin hubungan yang lebih efektif dengan sesama. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Al- Koiriyah. Dalam teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dan Teknik pengolahan data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah 1) Cara yang dilakukan guru dalam pembinaan kecerdasan spiritual pada siswa-siswi Madrasah Aliyah Al- Khoiriyah Desa Kerpangan leces Probolinggo diantaranya, yang paling utama yaitu melakukan pendisiplinan waktu baik untuk melakukan kegiatan shalat sunnah dhuha, maupun dalam Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) seta pembiasaan-pembiasan lainnya. 2) Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mewujudkan visi dari lembaga pendidikan agar terwujudnya lembaga pendidikan yang favorit dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan akhlaqul karimanya. Pembiasaan yang menjunjung tinggi keagamaan islamiyah akan membentuk kecerdasan spiritual.
Peran Guru dalam Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V SD GMIM IV Tomohon
Serlita Oktafia Mokoginta;
Jeanne M. Mangangantung;
Mayske R. Liando
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12708
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA di kelas V SD GMIM IV Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, dan dilaksanakan di SD GMIM IV Tomohon. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode dan waktu. Analisis data mengunakan analisis interaktif. Peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD GMIM IV Tomohon adalah guru-guru selalu mengikuti pelatihan atau penataran untuk menambah pengetahuan serta dalam penyajian materi sesuai dengan kemajuan teknologi dengan menggunakan media ajar yang dibutuhkan siswa, melatih siswa untuk dapat memecahkan masalah yang berhubungan dengan alam sekitar yang terjadi di lingkungannya serta melakukan upaya-upaya yang menyajikan berbagai macam kegiatan-kegiatan yang dapat menciptakan atau berinovasi. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar IPA siswa kelas V di SD GMIM IV Tomohon adalah kualitas guru yang selalu mengikuti perkembangan, serta model pembelajaran yang digunakan sesuai dengan pembelajaran sehingga menciptakan hal-hal yang baru dan menarik sehingga siswa tertarik dalam proses pembelajaran, serta didukung dengan faktor penunjang yaitu sarana dan prasana berupa perpustakaan, laboratorium dan lapangan sebagai tempat observasi.
The Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Perencanaan Karir Peserta Didik Kelas XI SMK Negeri 1 Demak
Dian Novita Anggraini;
Dini Rakhmawati;
Chr. Argo Widiharto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12711
Karir merupakan sebuah kemajuan bagi seorang individu dalam mencapai tujuan hidupnya. Namun dalam mencapai karir perlu adanya perencanaan yang matang. Dalam perencanaan karir juga dipengaruhi oleh kepribadian diri sendiri yaitu konsep diri merupakan gambaran diri untuk mengenal diri agar dapat lebih mudah untuk mencapai tujuan hidup yaitu karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan perencanaan karir peserta didi kelas XI SMK Negeri 1 Demak. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Demak. Pengambilan sampel menggunakan Teknik Propotional Cluster Random Samplingdengan jumlah sampel 229 peserta didik. Pengambilan data menggunakan dua skala yaitu skala konsep diri terdiri dari 16 item valid dan skala perencanaan karir terdiri dari 15 item valid yang sudah di uji cobakan pada 36 peserta didik kelas XI. Hasil analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana menunjukan adanya hubungan positif antara konsep diri dengan perencanaan karir dengan koefisien korelasi r = 0,458 dan signifinkansi 0,000 yang artinya semakin positif konsep diri maka semakin tinggi perencanaan karir dan sebaliknya. Konsep diri memberikan kontribusi efektif sebesar 21% terhadap perencanaan karir.
Intervensi Kelompok (Bimbingan dan Konseling) untuk Mengurangi Prasangka pada Peserta Didik: Kajian Literatur
Hasri Wulan Nugraheni;
Kamsih Astuti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12756
Pendidikan khususnya di Indonesia merupakan salah satu modal utama dalam pembangunan bangsa. Pentingnya pendidikan di Indonesia dibuktikan dengan adanya aturan perundang- undangan yang menjamin pemerataan pendidikan bagi seluruh warga Indonesia tanpa terkecuali baik suku ataupun status sosial. Hal ini memungkinkan bahwa dalam sebuah lingkungan pendidikan terdapat siswa dengan latar belakang baik suku ataupun status sosial yang berbeda yang menyebabkan terciptanya lingkungan yang heterogen. Keberagaman ini dapat memicu adanya prasangka pada setiap peserta didik. Prasangka yang tidak terajadi dapat menyebabkan adanya konflik sosial seperti kecurigaan, ketidakpercayaan, dan juga permusuhan. Penelitian yang dilakukan ini merupakan review literatur terhadap 7 jurnal dan penelitian nasional mengenai bimbingan dan konseling terhadap penurunan prasangka peserta didik. Berdasarkan review literatur yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa tingkat prasangka dapat diturunkan secara efektif dengan pemberian intervensi kelompok berupa pemberian bimbingan dan konseling. Teknik bimbingan dan konseling kelompok yang dapat digunakan untuk menurunkan prasangka sangat beragam seperti metode pemberian informasi dan penugasan, teknik sosiodrama, dan juga dengan pendekatan budaya.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Model Discovery Learning Berbantu Media Audiovisual Tema 5 Ekosistem Kelas V SDN Pedurungan Lor 02 Semarang
Nurul Azizah;
Endang Wuryandini;
Duwi Nuvitalia;
Hartati Hartati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12794
Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas V di SDN Pedurungan Lor 02 Semarang pada Ulangan Harian Semester I yang mencapai Kriteria Ketuntutasan Minimal (KKM) hanya 8 dari 26 siswa. Hal tersebut disebabkan karena siswa kurang fokus dalam memperhatikan guru ketika memaparkan materi dan berbicara dengan teman satu bangku sehingga siswa hanya aktif ketika ditunjuk oleh guru. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan model pembelajaran Discovery learning berbantu media audiovisual untuk meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran tema 5 Ekosistem kelas V di SDN Pedurungan Lor 02. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar melalui model pembelajaran Discovery learning berbantu media audiovisual pada pembelajaran tema 5 Ekosistem kelas V di SDN Pedurungan Lor 02 Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan setiap siklusnya satu pertemuan. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDN Pedurungan Lor 02 Semarang dengan jumlah siswa sebanyak 26 siswa. Adapun objek yang diteliti adalah hasil belajar siswa dalam pembelajaran tematik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar yaitu 72,88 dengan rata-rata persentase ketuntasan sebesar 50%. Kemudian pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar yaitu 80,76 dengan rata-rata persentase ketuntasan sebesar 72%. Pada siklus III nilai rata-rata hasil belajar yaitu 86,16 dengan rata-rata persentase ketuntasan sebesar 96%. Selanjutnya dapat diketahui bahwa pada siklus I ke siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 7,88 dan persentase ketuntasan sebesar 22%. Kemudian peningkatan nilai rata-rata dari siklus II ke siklus III sebesar 5,4 dan persentase ketuntasan sebesar 23%. Dapat diketahui bahwa pada siklus II dan siklus III sudah memenuhi indikator keberhasilan dengan pencapaian ketuntasan siklus II sebesar 72% dan siklus III sebesar 96%. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery learning berbantu media audiovisual dapat meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran tema 5 Ekosistem kelas V SDN Pedurungan Lor 02 Semarang.
Stres Kerja dengan Cyberloafing pada Karyawan Perusahaan X Kota Salatiga
Alvia Maulina Rahma;
Sutarto Wijono
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12807
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara stres kerja dengan cyberloafing karyawan perusahaan x kota salatiga. Cyberloafing merupakan aktivitas/perilaku karyawan dalam menggunaka akses internet perusahaan untuk tujuan pribadi pada saat jam kerja. Adanya aktivitas cyberloafing dipengaruhi oleh stres kerja, yang dapat diartikan adanya ketegangan pekerjaan yang tinggi, yang dapat dilihat dari job demands, job control dan social support. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan bagian pelayanan pelanggan, keuangan, umum personalia dan bagian teknik yang menggunakan akses interet perusahaan untuk menjalankan tugas pekerjaannya berjumlah 58 karyawan dengan sampel berjumlah 58 karyawan yang ditentukan dengan teknik sampling jenuh. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pengukuran variabel penelitian stres kerja digunakan instrumen alat ukur yang dikembangkan oleh Oktapiansyah (2018) dengan realiabilitas sebesar 0,715 dan instrumen cyberloafing yang diadaptasi oleh peneliti dari Doorn (2011) dengan nilai reliabilitas sebesar 0,951. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik correlation coeffitien spearman. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif antara stres kerja dengan cyberloafing karyawan perusahaan x kota salatiga (r) = -0,267 : p<0,05 dengan nilai signifikansi sebesar 0,043 : p<0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi stres kerja karyawan maka semakin rendah aktivitas cyberloafing dan sebaliknya semakin rendah stres kerja karyawan maka semakin tinggi aktivitas cyberloafing.