cover
Contact Name
shieva nur azizah ahmad
Contact Email
shifa.ahmad14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
shifa.ahmad14@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI)
ISSN : -     EISSN : 25803077     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) merupakan wadah untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian sesuai dengan bidang keilmuan keperawatan dan kesehatan. Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia dipublikasikan oleh Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas MUhammadiyah Tangerang. Artikel yang dipublikasikan dapat berasal dari kalangan penulis akademisi, seperti mahasiswa dan dosen, peneliti kesehatan, ataupun perawat. Artikel yang dipublikasikan merupakan hasil penelitian dalam keperawatan medikal bedah, keperawatan komunitas dan keluarga, keperawatan dasar, keperawatan maternitas, keperawatan anak, gerontik, keperawatan jiwa dan manajemen keperawatan yang belum pernah diterbitkan di tempat lain.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
DOMINASI PEREMPUAN DALAM PROFESI KEPERAWATAN: ANALISIS SOSIOLOGIS TENTANG STEREOTIP GENDER DI RUMAH SAKIT KATOLIK SURABAYA Aditya Tantra Jaya Wisnu Wardana; Muhammad Radics Jihad Imaduddin Al Jamaludin; Cherry Surya Pratama; Rifai Nur Hidayat; Refti Handini Listyani; Ahmad Ridwan; Muhammad Jacky
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v8i2.15448

Abstract

Latar Belakang: Dominasi perempuan dalam profesi keperawatan kerap diterima sebagai sesuatu yang alamiah dan tidak bermasalah, akan tetapi kondisi tersebut merefleksikan kerja stereotip gender yang beroperasi secara sistemik dalam struktur sosial dan institusi kesehatan. Profesi keperawatan secara sosial dilekatkan pada nilai-nilai femininitas seperti empati, kepedulian, dan pengasuhan, sehingga membatasi akses serta partisipasi laki-laki dan sekaligus berkontribusi pada proses devaluasi sosial terhadap profesi itu sendiri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis bagaimana stereotip gender membentuk dominasi perempuan dalam profesi keperawatan di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya serta implikasinya terhadap identitas profesional dan relasi kerja.Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam dan observasi terhadap 4 mahasiswa program studi ilmu keperawatan dan 2 perawat perempuan yang telah bekerja.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa meskipun institusi rumah sakit tidak menerapkan kebijakan rekrutmen berbasis gender, dominasi perempuan tetap direproduksi melalui persepsi sosial, ekspektasi pasien, serta internalisasi nilai-nilai gender oleh perawat sendiri. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan ruang profesional bagi perawat laki-laki sekaligus mempertahankan citra keperawatan sebagai profesi feminim.Simpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa feminisasi profesi keperawatan bukan sekadar fenomena demografis, melainkan hasil konstruksi sosial yang berdampak pada stratifikasi status profesi dalam sistem kesehatan.Kata kunci: stereotip gender, feminisasi profesi, keperawatan, identitas profesional, sosiologi kesehatan.
PENGARUH EDUKASI MEDIA PUZZLE DENGAN KONSEP PIRING MODEL T (KOPIT) TERHADAP PENGATURAN DIET DAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GARUDA Khoirunnisa Khoirun Nisa
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/181xbw93

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kekurangan insulin yang dapat ditangani dengan pengecekan gula darah dan pengaturan diet. Konsep piring model T salah satu edukasi yang digunakan untuk penanganan diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh edukasi metode puzzle konsep piring model T (KOPIT) terhadap pengaturan diet dan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja puskesmas Garuda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperimen dengan pendekatan one grup pre and post test. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien DM. Sampel penelitian berjumlah 15 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu alat glukukomed, kuesioner pengaturan diet dan lembar observasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji paired t-test. Hasil uji statistik menunjukkan nilai mean sebelum pengaturan diet yaitu 34,07 dan sesudah 40,13. Sedangkan nilai kadar gula darah sebelum yaitu 290,20 dan sesudah 264,67. Hasil nilai p-value 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak artinya ada pengaruh. Edukasi piring model T efektif membantu penderita diabetes melitus mengatur diet dan kadar glukosa darah. Sehingga diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi dalam penatalaksanaan diabetes melitus.
PENGARUH PENERAPAN EWS TERHADAP LAMA PERAWATAN DI GRAHA AMERTA RSUD DR.SOETOMO Puji Martanti; Joko Suwito; Adin Muafiro; Mohammad Najib
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/4kmqj935

Abstract

Length of stay (LOS) atau lama perawatan masih menjadi masalah utama dalam manajemen rumah sakit akan tetapi dapat diprediksi dengan early warning score (EWS) ketika pasien masuk ruangan atau EWS pra rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan EWS terhadap lama perawatan di Graha Amerta RSUD Dr.Soetomo. Metode penelitian ini menggunakan prospektif dengan 60 pasien. Variabel penelitian ini meliputi EWS yang diukur dengan Format EWS dan lama perawatan yang di observasi menggunakan lembar observasi. Analisis yang digunakan adalah spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar skor EWS pasien dalam kategori normal atau 81.7%. Berdasarkan lama rawat inap ditemukan bahwa sebagian besar lama rawat inap pasien dalam kategori 4-6 hari atau 51.7%.  Uji statistik menunjukkan spearman menunjukkan tidak ada hubungan antara skor EWS dan lama rawat inap dengan nilai p value 0,097, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,217. Sehingga dapat disimpulkan bahwa EWS belum dapat digunakan dalam memprediksi lama rawat inap pasien. Pasien dengan skor EWS normal memiliki lama rawat inap 4-6 hari hal ini disebabkan karena sebagian besar pasien merupakan pasien kanker yang melakukan kemoterapi dan dilanjutkan dengan perbaikan kondisi. Untuk itu diperlukan pengembangan EWS khusus pasien kanker sehingga memungkinkan memprediksi dengan tepat lama rawat inap yang akan dijalani pasien dan pelatihan staf untuk meningkatkan pemahaman penerapan EWS
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DENGAN KEPATUHAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH DI WILAYAH PUSKESMAS PANGGARANGAN KABUPATEN LEBAK Nuraini Nuraini
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/dq5c9328

Abstract

THE RELATIONSHIP BETWEEN PREGNANT WOMEN’S KNOWLEDGE OF ANEMIA AND COMPLIANCE WITH IRON SUPPLEMENT INTAKE IN THE PANGGARANGAN COMMUNITY HEALTH CENTER AREA, LEBAK REGENCY e-mail: anney.passolong@gmail.com  ABSTRAKAnemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang berdampak serius pada ibu maupun janin. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah dengan meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD di wilayah kerja Puskesmas Panggarangan Kabupaten Lebak. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 45 orang ibu hamil trimester pertama. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Uji normalitas data dilakukan menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, sedangkan analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan baik tentang anemia (51,1%) dan patuh mengonsumsi TTD (53,3%). Karakteristik responden berdasarkan usia menunjukkan sebagian besar berada pada rentang 20–25 tahun (57,8%), sedangkan berdasarkan pendidikan mayoritas berpendidikan SMP (40,0%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD (p=0,000). Kesimpulannya, semakin baik pengetahuan ibu hamil, semakin tinggi pula tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi TTD. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang berkesinambungan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil dan mencegah terjadinya anemia kehamilan. Kata kunci: Anemia, Ibu Hamil, Kepatuhan, Pengetahuan, Tablet Tambah Darah   
Tingkat Harapan dengan Frekuensi Kekambuhan pada Pasien Skizofrenia Mamnuah Mamnuah
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/m97vm445

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa serius dengan tingkat kekambuhan global 50-92%. Kekambuhan menimbulkan dampak signifikan pada pasien, keluarga, dan sistem kesehatan. Harapan pasien merupakan faktor psikologis yang berpotensi memengaruhi proses pemulihan dan mencegah kekambuhan, namun penelitian yang mengkaji hubungan langsung antara harapan dengan kekambuhan masih terbatas Tujuan: Menganalisis hubungan antara harapan pasien dengan frekuensi kekambuhan pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta. Metode: Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 108 pasien skizofrenia rawat jalan dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Instrument menggunakan kuesioner Herth Hope Index (HHI) untuk mengukur harapan dan data kekambuhan dari rekam medis. Analisis data menggunakan uji korelasi Kendall Tau. Hasil: Penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki harapan tinggi yaitu 105 responden 97,8% dan frekuensi kekambuhan resndah sebanyak 95 responden 88,0%. Analisis korelasi menunjukkan nilai p=0,001 (p<0,05) dengan koefisien korelasi r=0.307, yang mengidentifikasikan adanya hubungan negatif yang signifikan antara harapan pasien dengan frekuensi kekambuhan. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin  tinggi harapan pasien, semakin rendah frekuensi kekambuhan yang dialami.The Relationship Between Level of Hope and Relapse Frequency in Patients with Schizophrenia AbstractBackground : Schizophrenia is a serious mental disorder with global relapse rates reaching 50-92%. Relapse has significant impacts on patients, families, and healthcare systems. Patient hope is a psychological factor that potentially influences recovery and relapse prevention, yet research examining the direct relationship between hope and relapse remains limited. Objective : To analyze the relationship between patient hope and relapse frequency in schizophrenia patients at Grhasia Mental Hospital Yogyakarta. Methods :The study used a correlational design with a cross-sectional approach. A sample of 108 outpatient schizophrenia patients was selected using incidental sampling technique. Research instruments included the Herth Hope Index (HHI) questionnaire to measure hope and relapse data from medical records. Data analysis used Kendall Tau correlation test. Results showed that the majority of respondents had high hope 105 (97,8%) and low relapse frequency (88,0% 95). Correlation analysis showed p=0.001 (p<0.05) with correlation coefficient r=-0.307, indicating a significant negative relationship between patient hope and relapse frequency. Conclusion: The results of this study show that the higher the patients’ level of hope, the lower the frequency of relapse experienced. 
Hubungan Kecanduan Smartphone Dengan Tingkat Kecemasan Akademik Pada Remaja Novita Anggraeni; Yunita Sari
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/y9xb9f58

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan smartphone pada remaja semakin meningkat seiring perkembangan teknologi digital. Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan smartphone yang berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kecenderungan menunda tugas, serta meningkatnya tekanan akademik. Kondisi tersebut dapat memicu munculnya kecemasan akademik pada remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan smartphone dengan tingkat kecemasan akademik pada remaja di SMKN 9 Tangerang. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 356 siswa kelas XI SMKN 9 Tangerang. Sampel sebanyak 87 responden dipilih menggunakan probability sampling dengan metode proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner karakteristik responden, Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV), dan kuesioner kecemasan akademik. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden mengalami kecanduan smartphone sebanyak 71 responden (81,6%). Pada variabel kecemasan akademik, kategori yang paling banyak ditemukan yaitu tidak cemas akademik dan cemas akademik sedang, masing-masing sebanyak 23 responden (26,4%). Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,010 dan r = 0,274, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecanduan smartphone dengan kecemasan akademik pada remaja. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara kecanduan smartphone dengan tingkat kecemasan akademik pada remaja dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan lemah Kata kunci: Kecanduan Smartphone; Kecemasan Akademik; Remaja    
Hubungan Struktur Keluarga Dengan Manajemen Kesehatan Keluarga Diabetes Mellitus: Pendekatan Family Centered Nursing Trisna Vitaliati
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/6bshr011

Abstract

Latar Belakang: Manajemen kesehatan keluarga adalah kemampuan keluarga dalam memahami masalah kesehatan, menjalankan perawatan yang ditetapkan, mengatasi gejala yang memberat, serta melakukan aktivitas yang tepat dalam mengatasi masalah kesehatan. Manajemen kesehatan keluarga yang tidak efektif dapat memperburuk kondisi penderita diabetes mellitus dan meningkatkan risiko komplikasi. Salah satu faktor yang memengaruhi manajemen kesehatan keluarga adalah struktur keluarga yang meliputi pola komunikasi, struktur peran, struktur kekuasaan, serta nilai dan norma dalam keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara struktur keluarga dengan manajemen kesehatan keluarga pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Sumbersari. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar populasi sebanyak 103 keluarga diabetes mellitus dengan sampel sebanyak 82 yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen yaitu struktur keluarga dan variabel dependen yaitu manajemen kesehatan keluarga. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner struktur keluarga dan manajemen kesehatan keluarga yang telah valid dan reliabel. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk mengetahui karakteristik responden dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan alternatif Fisher’s Exact Test karena syarat uji Chi-Square tidak terpenuhi. Hasil: Sebagian besar responden memiliki struktur keluarga yang baik yaitu sebanyak 72 responden (88%), dan hampir seluruh responden memiliki manajemen kesehatan keluarga yang efektif yaitu sebanyak 76 responden (93%). Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,002 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara struktur keluarga dengan manajemen kesehatan keluarga pada penderita diabetes mellitus. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara struktur keluarga dengan manajemen kesehatan keluarga pada penderita diabetes mellitus. Oleh karena itu, peningkatan kualitas struktur keluarga perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan manajemen kesehatan keluarga sehingga dapat mendukung pengelolaan diabetes mellitus secara optimal.