cover
Contact Name
Ta'dib Jurnal pendidikan islam dan isu-isu sosial
Contact Email
jurnaltadib64@gmail.com
Phone
+62376-22566
Journal Mail Official
masjudin@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/TimPenyunting
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu- isu Sosial
ISSN : 20886462     EISSN : 26860228     DOI : -
Tadib Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Jurnal Tadib P ISSN: 2088 6462 EISSN: 2686 0228 adalah jurnal ilmiah yang terbit dua kali setahun. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah IAIH NW Pancor sejak 2010. Dimaksudkan sebagai ruang pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan agamawan, pendidik, aktivis, dan mahasiswa dengan studi tentang pemikiran dan implementasi pendidikan sebagai lingkup kajian. semua tulisan yang di tampilkan dalam jurnal ini di review dengan skema double-blind review process
Articles 103 Documents
MEDIA SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DALAM BERDAKWAH H. Suarin Nurdin
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 16 No. 2 (2018): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v16i2.195

Abstract

Media dakwah merupakan alat yang digunakan sebagai perantara dalam rangka pencapaian tujuan dakwah. Dalam menyampaikan pesan kepada penerima dengan memanfaatkan media untuk mencapaikeberhasilan maka pemilihan media yang digunakan menjadi sangat penting Kemajuan media komunikasi beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan yang signifikan. Karena sudah banyak media yang digunakan untuk menyampaikan pesan pesan untuk mendukung aktivitas dakwah merupakan salah satu cara yang effektip dan efisien dalam penyampaian nilai-nilai islam kepada masyarakat Media komunikasi dapat diartikan bahwa semua media dan benda dapat dijadikan media komunikasi demi suksesnya dakwah. Karena itu tidak mungkin dakwah sukses tanpa adanya media yang membantu mensukseskannya. Makin banyak menguasai penggunaan media dalam pelaksanaan dakwah, maka semakin mengantar kepada keberhasilan dan kesuksesan dalam pelaksanaan dakwah.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FIQIH PADA POKOK BAHASAN SHALAT LIMA WAKTU MELALUI METODE DEMONSTRASI SISWA KELAS III MI HAMZANWADI NO.1 PANCOR Muhamad Marzuki
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 16 No. 2 (2018): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v16i2.197

Abstract

Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa ( Berimtaq ) kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan yang hendak dicapai Pemerintah Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu pemerintah sejak orde baru telah mengadakan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh Rakyat Indonesia. Hal ini sesuai dengan bunyi pasal 31 ayat 1 UUD 1945, yang menyatakan bahwa: “Tiap-tiap warga Negara berhak mendapat pendidikan”. Seorang guru perlu menyadari bunyi dan isi pasal ayat Undang-Undang Dasar tersebut, setiap murid berhak mendapatkan pengajaran dan pendidikan yang sama terutama dalam pendidikan fiqih. Dalam tugasnya sehari-hari guru dihadapkan pada suatu permasalahan baik pendidikan dan pengajaran fiqih maupun ilmu lainnya, yaitu ia harus memberi pendidikan dan pengajaran yang sama kepada murid yang berbeda-beda. Perbedaan itu berasal dari lingkungan kebudayaan, lingkungan sosial, jenis kelamin dan lain-lain.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA H. SUJONO
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 17 No. 1 (2019): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v17i1.198

Abstract

Pendidikan Nasional sesuai Undang Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 menjelaskan bahwa pendidikan nasional berpungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif serta bertanggung jawab. Dalam rangka mewujudkan amanat Undang Undang tersebut, diperlukan berbagai upaya dan ikhtiar sehingga hasil yang diharapkan dapat dicapai dengan baik dan maksimal bagi kemajuan pribadi anak bangsa dan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Kehadiran model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw diharapkan dapat menjadi slah satu alternatif jawaban dan dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Pada belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat atau enam orag secara heterogen dan siswa bekerja sama saling ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri.
THE USE OF CRITICAL DEBATE TECHNIQUE TO IMPROVE THE SPEAKING SKILL OF THE SIXTH SEMESTER STUDENTS OF IAI HAMZANWADI NW AT PANCOR Syamsul Rizal; Azhari Fathurrohman
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 17 No. 1 (2019): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v17i1.199

Abstract

The teaching of English as a Foreign Language (EFL) speaking is necessary for university students to have basic skills of oral communication. Using critical debate technique in the teaching of EFL speaking might be beneficial to help students improve their speaking skills. As critical debate is a medium where the students can train their argumentative competence in form of debating process that demands them to communicate their opinions, argumentations, statements, and other substances, which support their position in the debate process. The aim of this research was to investigate the use of critical debate technique to improve the speaking skill of the sixth semester students of IAIH NW at Pancor. Based on the data of preliminary study, it was found that the students encountered many problems in their speaking class such as; the students had low motivation and reticence to speak, poor grammar and vocabulary, and had some errors in pronunciation. With regard to the problem, this classroom action research was conducted to solve those problems occurring in the speaking class. This research was a collaborative action research in which a collaborator assisted the researcher to collect the data using speaking scoring rubric, questionnaire and field notes. This research was conducted in two cycles focusing on the improvement of the students’ speaking performance and their positive attitude to the implementation of critical debate technique in the speaking class. After the implementation of critical debate technique in the speaking class for two cycles, it revealed that the use of critical debate technique could improve the students’ speaking performance and give them positive attitude to the implementation activities. The findings showed that the average score of the students’ speaking performance could achieve 85.11 from the determined score 75. In addition, it was also found that 84.13 % of the students had positive attitude to the implementation of the use of critical debate technique in the speaking class. The implementation of the use of critical debate technique in speaking class can cover a procedure of three main phases: The first phase is to speak out, second listen to different kinds of opinions and the third at the end respecting those differences. Based on the findings, it is concluded that the use of critical debate technique can be one of the solutions to improve not only the students’ speaking skills but also the their’ positive attitude in the teaching of speaking. Therefore, English teachers are suggested to use critical debate technique to teach their students in speaking class.
STRATEGI PENGEMBANGAN PENYULUHAN AGAMA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR: (Analisis Pengembangan Strategi Penyuluhan Berbasis pendekatan Participatory Action Research) Muh. Ihsan
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 17 No. 1 (2019): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v17i1.200

Abstract

Merujuk kepada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1 Tahun 2001 yang meliputi empat masalah pokok, yaitu : Pertama, memperlancar pelaksanaan pembangunan di bidang keagamaan. Kedua, membina dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas serta administrasi departemen. Ketiga, melaksanakan penelitian dan pengembangan terapan pendidikan dan pelatihan tertentu dalam rangka mendukung kebijakan di bidang keagamaan. Keempat, melaksanakan pengawasan fungsional. Selanjutnya sebagai usaha mengimplementasikan fungsi tersebut, maka penyuluhan agama Islam merupakan salah satu bentuk satuan kegiatan yang memiliki nilai strategis, khususnya dalam menjalankan fungsi memperlancar pelaksanaan pembangunan di bidang keagamaan. Secara general beberapa problem penyuluhan yang perlu dicermati secara kritis antara lain sebagai berikut : Kemampuan perencanaan program-program penyuluhan yang kreatif, inovatif dan proyektif yang perlu ditingkatkan, Pengelolaan sumber daya penyuluh, pemahaman para penyuluh terhadap konsep dasar penyuluhan, pendekatan penyuluhan, teknik-teknik penyuluhan dan teori-teori penyuluhan, Implementasi pelaksanaan penyuluhan cenderung bersifat formalistik dan strukturalistik, Metode pelaksanaan penyuluhan lebih cenderung bersifat konvensional, belum partisipatif dan transformatif, Efektifitas pelaksanaan pelaporan dan evaluasi program yang dapat menjadi dasar pengembangan program secara berkelanjutan, Kemampuan penyuluh dalam hal penguasaan teknologi pendukung masih lemah dan Frekuensi dan kesempatan pengembangan dan pelatihan. Pendekatan Participatori Action Research dalam penyuluhan Agama di Kabupaten Lombok Timur merupakan bagian tawaran yang bergmanfaat bagi upata pengembangan strategi penyuluhan agama di Kabupaten Lombok Timur, Patcipaory Action Research terdiri tiga rangkaian penting dalam pelaksanaannya yaitu: Pariticipatory, kegiatan dilaksanakan secara partisipatoris, artinya dengan melibatkan seluruh komponen masayarakat dalam melakukan identifikasi masalah serta teknik pemecahannya secara bersama-sama, Research (Penelitian), tahap ini adalah merupakan tahapan penelitian tentang permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, permasalah tersebut dipahami sedemikian mendalam dan mendetail sehingga masalah tersebut bisa diketahui dengan jelas sebab dan akibatnya dan Action (aksi), setelah mengetahui masalah-masalah tersebut secara mendalam dan mendetail, barulah masuk langkah selanjutnya yaitu pencarian alternatif jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut, yang kemudian diterjemah kedalam beberapa item program kerja yang akan dilaksanakan. Indikator keberhasilan pendekatan ini memunculkan 3 hal yaitu: 1, lahir pemimpin-pemimpin komunitas (jamaah) yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat (jamaah), 2. Lahir sistem yang mendukung penyuluhan Agama sehingga berjalan efektif dan 3, terbentuk nilai-nilai positif yang tetap terpelihara dengan baik (sustainable).
تدريس مهارة الكتابة. Muhammad Riadi
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 17 No. 1 (2019): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v17i1.201

Abstract

الكتابة وسيلة من وسائل الاتصال اللغوي بين الأفراد، مثلها في ذلك مثل الاستماع والكلام والقراءة. إنها كما نعلم ضرورة إجتماعية لنقل الأفكار. والوقوف على أفكار الآخرين، على امتداد بعدي الزمان والمكان. ويتركز تعليم الكتابة في العناية بثلاثة أمور :((قدرة الدارسين على الكتابة الصحيحة إملائيا، وإجادة الخط، وقدرتهم على التعبير عما لديهم من أفكار في وضوح ودقة. أي لا بد أن يكون الدارس قادراعلى رسم الحروف رسما صحيحا، وإلا اضطربت الرموز، واستحالت قراءتها. وأن يكون قادرا على كتابة الكلمات بالطريقة التي اتفق عليها أهل اللغة، وإلا تعذرت ترجمتها إلى مدلولاتها. وأن يكون قادرا على اختيار الكلمات
THE EFFECTS OF CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING ( CTL ) ‘INQUIRY’ ON THE LEARNING ACHIEVEMENT OF LITERATURE APPRECIATION AT THE EIGHTH GRADERS OF SMPN 3 TERARA Zainul Muttaqin; Anggraini Dwi Cahya
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 17 No. 1 (2019): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v17i1.203

Abstract

This study aimed to: 1) finding out if CTL is effective in the studensts learning achievment in Indonesian subject matter with “litterature appreciation” basic competence of the eight grade of SMPN 3 Terara; and 2) describing the differences between using CTL and convensional teaching. This study was a quasy-experiment with pretest postest non equivalent group design. The populatian was the eight graders of SMPN 3 Terara. The sample was taken purposively. Chi-square and variance homogenitywere done to see the varience of the two groups. The hyphotesis was done throught one sample t-test and t test . the result showed that CTL was effective in the learning achievement of the eight graders of SMPN 3 Terara.
BUKTI KEBENARAN AL-QUR’AN DALAM BERBAGAI BIDANG ILMU PENGETAHUAN Mohamad Athar
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 17 No. 1 (2019): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v17i1.204

Abstract

Fakta Ilmiah dalam Al Quran telah terbukti kebenarannya yang banyak ditemukan oleh para ilmuwan. Setiap Rasul yang diutus Allah SWT kepada manusia dibekali dengan keistimewaan-keistimewaan yang disebut mukjizat. Mukjizat ini bukanlah kesaktian ataupun tipu muslihat untuk memperdayai umat manusia, melainkan kelebihan yang Allah SWT berikan untuk meneguhkan kedudukan para Rasulnya dan mempertegas seruan (dakwah) mereka agar manusia beriman kepada Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya (tauhid). Namun mukjizat setiap nabi dan Rasul berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan karakter dan kondisi kaumnya yang menjadi objek dakwah. Lalu, apakah mukjizat Nabi Muhammad SAW? Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad saw, yang terbesar adalah Alquran. Alquran adalah kitab suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Alquran bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat Muslim, tapi juga seluruh umat manusia.
أثار القرآن فى الخط العربى Zakiyah Isnawati; Muhammad Ihsan
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 17 No. 2 (2019): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v17i2.332

Abstract

Secara umum al Qur’an memainkan peranan penting dalam sejarah dan peradaban, khususnya dalam pertumbuhan Kaligrafi Arab. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai materi corak dan ragam kaligrafi sebelum dan sesudah al Qur’an diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Walaupun kaligrafi Arab telah berkembang dalam berbagai bentuk dan gaya, terdapat korelasi secara prinsip antara kaligrafi Arab yang bermula dari konteks al Qur’an semata dengan substansi spiritual yang terus menyelubungi bentuk dan alunan penulisan kaligrafi Arab. Kaligrafi Arab muncul dan menduduki posisi yang sangat urgen dalam Islam sehingga dapat disebut sebagai leluhur seni visual Islam tradisional dan memiliki jejak yang sangat istimewa dalam peradaban Islam. Kaligrafi Arab dikenal sebagai kebudayaan itu sendiri sehingga tulisan yang mempunyai keindahan ganda tersebut dianggap sebagai seni seorang yang berbudaya dan berkedisiplinan pikiran dan jiwa serta kekuasaan
Pendidikan Humanisme Religius Dalam Pendidikan Islam Abd. Latif Manan; Khairuddin Khairuddin
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 17 No. 2 (2019): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v17i2.333

Abstract

Banyak hal yang harus berubah dalam dunia pendidikan islam karena beragai persoalan dan tantangan pada era modern sekarang ini, yang mengakibatkan merosotnya akhlak generasi muda yang masih menempuh pendidikan, yang tentu saja hal ini jauh dari harapan dunia pendidikan, lebih-lebih pendidikan islam yang mengharapkan para generasi muda menjadi generasi yang memiliki prilaku dan akhak yang baik berdasarkan ajaran agama. Dalam tulisan ini akan di uraikan permasalahan dalam dunia pendidikan yang sedang terjadi di sebabkan adanya pemahaman bahwa ada perbedaan antara ilmu agama dan umum, rapuhnya posisi anak didik, orientasi pada pencapaian memperoleh ijazah dan penguasaan ilmu umum, maka ada solusi sebenarnya terhadap pemasalahan yang sedang teradi yaitu dengan pendekatan humanisme dalam pendidikan islam

Page 3 of 11 | Total Record : 103