cover
Contact Name
Contagion
Contact Email
contagion@uinsu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
zataismah@uinsu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health
ISSN : -     EISSN : 26850389     DOI : 10.30829/contagion
Core Subject : Health,
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health, A Scientific Periodic Journal of Public Health published by the Public health Study Program of The Faculty of Public Health UINSU Medan. This Journal prioritiez the collaboration of lecturers and students with scope of the discussion is about Public Health, Health and Islam, and Coastal Health. This Journal is published twice, published on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 465 Documents
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN PENYAKIT SCABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN SA’ADATUDDAREN Ahsani Nadiya; Renny Listiawaty; Cici Wuni
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 2, No 2 (2020): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v2i2.7240

Abstract

Meningkatnya prevalensi penyakit kulit diseluruh Indonesia ditahun 2012 adalah 8,46% meningkat ditahun 2013 sebesar 9% dan skabies menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit yang tersering. Puskesmas Tahtul Yaman Kota Jambi memiliki 391 Kasus penyakit skabies pada tahun 2018.  Tujuan Penelitian ini untuk Mengetahui gambaran dan mengidentifikasi kan ada nya hubungan personal hygiene dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian penyakit kulit skabies pada santri Pondok Pesantren Sa’datuddaren di Wilayah Kerja Puskesmas Tahtul Yaman Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara kemudian dianalisis secara Univariat dan Bivariat dengan menggunakan uji chi square. Instrumen yang digunakan  kuesioner dan Form Pemeriksaan Sanitasi Pesantren. Total populasi penelitian ini adalah 85 Santri. Dari 85 responden sebanyak 57,7% responden menderita skabies dan sebanyak 42,3% responden tidak menderita skabies. Hasil penelitian menenunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara Personal hygiene (p= 0,832) dengan kasus skabies di Pesantren SA’ADATUDDAREN Tahun 2019.  Diharapkanya kepada santri perlu menjaga kebersihan diri dan menjaga kondisi lingkungan agar tetap bersih.Kata kunci: Kebersihan diri, Skabies, Lingkungan    
Characteristics, Demographics and Malnutisi of Toddlers in West Papua Province Citra Justicia Emryssyah
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 3, No 1 (2021): CONTAGION
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v3i1.9270

Abstract

Background: Malnutrition is a problem that occurs in several Indonesian provinces. West Papua Province is one of the provinces where malnutrition occurs. The high incidence of malnutrition will play an important role in human resources so that it will have a major impact on the low generation of the nation in West Papua Province. This study aims to determine the risk factors for malnutrition in West Papua Province. Methods: This study uses a secondary analysis of 2018 Basic Health Research data in West Papua Province. The number of samples in this study were 159 babies aged 0-23 months. Measurements using anthropometry with weight /age. Data analysis used cross tabulation descriptive analysis. Results: The results of this study showed that there were 107 infants under two years of age who suffered from malnutrition (16.7%) and infants under two years of age who had normal nutrition as many as 534 babies (83.3%). There was no significant difference between sex and age of malnourished infants. There was a relationship between the education of the head of the household (p <0.001), the occupation of the head of the household and the incidence of malnutrition among infants in West Papua Province.Conclusion: Malnutrition cases occur in infants under two years of age with sociodemographic conditions with low education of the head of the household, the head of the household does not work, and lives in rural areas. Health workers in West Papua Province must be more intense in educating heads of households with low education and low income about dietary consumption and parenting patterns in order to reduce the incidence of malnutrition in infants under two years of age.
Gambaran Kebiasaan Makan, Body Image dan Status Gizi Remaja Putri di SMK Negeri 2 Sibolga Desty adinda
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 2, No 1 (2020): CONTAGION
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v2i1.7787

Abstract

Remaja seringkali mengalami masalah terhadap status gizinya karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain penerapan mengenai kebiasaan makan yang buruk tanpa mengetahui zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsinya, pemahaman gizi yang keliru yang dipicu oleh keinginan remaja memiliki tubuh yang langsing, kesukaan yang berlebihan terhadap jenis makanan tertentu sehingga kebutuhan gizinya tidak dapat terpenuhi dengan baik. Penelitian ii bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasan makan, body image, dan status gizi remaja putri di SMK N 2 Sibolga. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional stratified random sampling dengan jumlah sampel adalah 90 orang yang merupakan remaja putri. Penelitian ini dilakukan dengan menilai frekuensi makan dengan kuesioner, jenis makanan, menghitung asupan gizi dengan menggunakan metode food recall 24 jam. Status gizi dihitung dengan IMT/U. Body image diukur dengan menggunakan metode Figure Rating Scale (FRS). Berat badan siswi diukur menggunakan timbangan dan tinggi badan siswi menggunakan microtoise. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagin besar kebiasaan makan dalam kategori baik sebanyak 98,0%, jenis makanan siswi 63,3% tidak beragam, konsumsi energi 95,6% tidak sesuai AKG, konsumsi protein 71,1% tidak sesuai AKG, konsumsi lemak 87,8% tidak sesuai AKG, dan konsumsi karbohidrat 91,1% tidak sesuai AKG. Body image negatif sebesar 56,7%.  Status gizi siswi kurus 5,6%, gemuk 14,4%, dan obesitas 5,6%. Siswi diharapkan lebih memerhatikan kebiasaan makannya dengan cara menerapkan pola makan sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang. Sekolah sebaiknya bekerjasama dengan puskesmas untuk melakukan penyuluhan mengenai berat badan dan tinggi badan yang normal sesuai umur,  sehingga siswi tidak salah merepresentasikan status gizinya sendiri, yang menyebabkan siswi memiliki persepsi body image negatif.Kata Kunci: Kebiasaan Makan, Body Image, Status Gizi, Remaja Putri
Persepsi Pesan Gambar Pada Bungkus Rokok Dan Perilaku Merokok Remaja Di Kota Medan fauziah nasution
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 2, No 2 (2020): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v2i2.8530

Abstract

Introduction: The picture message policy on cigarette packets is regulated in Permenkes No. 28 of 2013 concerning the Inclusion of Warnings and Health Information on Tobacco Product Packaging. The purpose of the inclusion of pictorial health warnings (PKB) on cigarette packs is to prevent adolescents from smoking. By looking at the frightening picture on PKB, it hoped that young smokers would be motivated to quit smoking. Method: This study used a quantitative research approach with a cross-sectional design (cross-sectional) using primary data, this research conducted in Medan City. During January - June 2019. The population in this study were adolescents aged 18-23 years. The sample of this study was 215 teenagers. Data analysis used cross-tabulation descriptive analysis than presented in the form of a frequency distribution table using SPSS 22. Results: The results of this study indicate that the majority of respondents have smoking behaviour in the 19-20 year age group. The majority of respondents stated that they smoke 1-5 cigarettes a day. Teens who stated that they were not afraid of the impact of picture messages on cigarette packs had a 3,939 times risk of smoking compared to adolescents who expressed fear of the impact of picture messages on cigarette packs Conclusion: It hoped that the government could expand the picture message on cigarette packets to increase the desire to quit smoking and reduce the number of smokers in Indonesia. The image message on cigarette packs must be enlarged in order to reduce smoking behaviour in adolescents.
Survey Penggunaan Kontrasepsi serta Jumlah Anak pada PUS di Kota Medan Zata Ismah
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 3, No 1 (2021): CONTAGION
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v3i1.9371

Abstract

Pendahuluan : Indonesia sebagai salah satu negara dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi yaitu angka Total Fertility Rate mencapai 2,6 kelahiran. Pengedalian kelahiran dapat dicapai memlaui kontrasepsi. Dalam penggunaan alat kontrasepsi, pengetahuan pasangan usia subur tentang perlunya keluarga berencana serta pengetahuan tentang alat kontrasepsi yang digunakan turut berpengaruh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pengetahuan pasangan usia subur terhadap manfaat pemakaian alat kontrasepsi di Kecamatan Medan Timur. Metode: Penelitian yang dilakukan menggunakan metode survei cepat atau Rapid Survey dengan populasi seluruh masyarakat yang tinggal di sebelas kelurahan pada Kecamatan Medan Timur. Jumlah sampel sebanyak 210 sampel dan yang menjadi sampel adalah pasangan usia subur (PUS). Analaisis data menggunakan analisis distribusi frekuensi dengan estimasi populasi menggunakan nilai rentang CI 95%. Hasil: Terdapat sebanyak 46,2% (CI 95% 39,5-52,9) PUS tidak menggunakan alat kontrasepsi. PUS lebih banyak menggunakan jenis KB suntik 3 bulan sekali (13,8%). PUS paling banyak mempunyai lebih dari 2 anak dengan jumlah maksimal sebanyak 7 anak adalah 1,4% (CI 95% 0,0 – 3,3). Sebesar 6,2% (CI 95% 3,3 – 9,5) PUS yang tidak mengetahui alat kontrasepsi. Distribusi pengetahuan tentang manfaat alat kontrasepsi yang paling umum ialah menunda kehamilan (75,7%), dan yang paling sedikit adalah manfaat alat kontrasepsi untuk merencanakan jumlah anak (16,7%), sedangkan untuk mengatur jarak kehamilan hanya sebanyak 36.2%. Kesimpulan: Angka penggunaan kontrasepsi belum mencapai target nasional. Masih banyak juga ditemukan PUS yang tidak menggunakan kontrasepsi serta peilihan kontrasepsi mayoritas masih KB jangka pendek. PUS masih banyak beranggapan kontrasepsi hanya untuk menunda kehamilan daripada manfaat untuk merencanakan dan mengatur jarak anak. Dengan demikian, edukasi oleh tenaga kesehatan mengenai kontrasepsi kepada PUS dapat diperkaya lagi terutama pada manfaat kontrasepsi. Kata Kunci : Pasangan Usia Subur, Survei cepat, Jumlah anak, Jarak kelahiran, Kontrasepsi
Sensitivitas Dan Spesifisitas Titik Potong RLPTB Sebagai Prediktor Kejadian Hipertensi Pada Orang Dewasa di Dusun Sido Waras Desa Kwala Begumit Nofi Susanti
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 2, No 2 (2020): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v2i2.7083

Abstract

Pendahuluan: prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia 18 tahun sebesar 34,1%. Prevalensi hipertensi di Propinsi Sumatera Utara mencapai 6.7% dari seluruh penduduk di Sumatera Utara. Obesitas menjadi salah satu faktor risiko hipertensi yang perlu diwaspadai. Status obesitas dapat diketahui dengan melakukan pengukuran IMT (Indeks Massa Tubuh) sedangkan untuk obesitas sentral dapat diketahui melalui pengukuran LP (Lingkar Pinggang) dan RLPTB (Rasio Lingkar Pinggang Tinggi Badan). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif dan uji diagnostik menggunakan tabel 2x2. Serta desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling didapatkan sampel sebanyak 80 responden dari total populasi 387. Penelitian dilakukan pada 23 Juni s/d 15 Juli 2019. Lokasi yang dijadikan penelitian ini adalah Desa Kwala begumit kecamatan Stabat dan di lakukan dalam satu dusun yaitu dusun Sido waras. Hasil: hasil yang didapat pada kelompok umur 38-47 paling banyak penderita hipertensi sebanyak 15 responden dan jenis kelamin perempuan paling banyak menderita hipertensi. Didapatkan nilai sensitivitas dari titik potong 0,47 sebagai prediktor kejadian hipertensi pada laki-laki dewasa sebesar 87% dan nilai spesifisitas sebesar 60%. Serta didapatkan nilai sensitivitas dari titik potong 0,50 sebagai predictor kejadian hipertensi pada perempuan dewasa sebesar 96% dan nilai spesifisitas sebesar 54%. Kesimpulan: nilai sensitivitas dan spesifisitas tinggi hal ini bahwa titik potong RLPTB 0.40 dan 0.50 cukup mumpuni dijadikan sebagai alat deteksi dini.Kata kunci: Sensitivitas, Spesifisitas, Prediktor, Hipertensi.
PERSEPSI REMAJA TENTANG EATING DISORDER TERHADAP BERAT BADAN Chalimatus Sa&#039;diyah; Sulasfiana Alfi Raida
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 3, No 2 (2021): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v3i2.9439

Abstract

Remaja adalah masa peralihan yang dilewati seseorang setelah anak-anak dan sebelum menginjak dewasa. Rentang usia remaja yakni antara 12 tahun sampai dengan 24 tahun dan belum menikah. Remaja memiliki obsesi terhadap berat badan serta penampilannya setelah pubertas. Mereka cenderung tidak puas dengan perubahan yang dialami. Perubahan selama pubertas bisa membuat remaja menjadi gemuk dan berat badannya bertambah. Hal tersebut memicu remaja terkena gangguan makan atau eating disorder. Gangguan tersebut termasuk dalam gangguan mental yang dapat berakibat buruk apabila tidak dihentikan. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara secara online dengan menggunakan media google formulir. Responden diberikan pertanyaan mulai dari pengetahuan tentang eating disorder, rasa khawatir responden terhadap kenaikan berat badan ketika sedang makan, porsi makan yang dikonsumsi, adakah makanan yang dihindari agar berat badan tidak mengalami kenaikan, apakah menerapkan pola makan khusus, dan apakah responden nyaman dengan badan yang dimiliki. Data dari sembilan responden disajikan dalam bentuk tabel sesuai dengan pertanyaan yang diberikan. Dari penelitian ini didapatkan bahwa remaja kurang mengetahui apa itu istilah Eating disorder. Remaja menyadari akan pentingnya asupan gizi yang cukup dan porsi makan yang normal untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. serta tetap makan dalam porsi yang normal. Mensyukuri membuat diri merasa nyaman dengan berat badan yang dimiliki dapat menghindarkan remaja dari gangguan eating disorder. Bagi remaja putri diharapkan lebih mempelajari mengenai istilah eating disorder. Karena remaja putri cenderung terganggu dengan masalah berat badan dan penampilan. Jangan sampai kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan hal yang tidak baik terjadi di akhir. Mengkonsumsi makanan dengan porsi yang cukup tidak akan menambah berat badan. Diimbangi dengan olahraga dan minum air putih yang cukup akan menjaga berat badan tetap idealKata kunci: Remaja, Eating Disorder, Berat Badan
The Effect of Family Functioning on Aggressive Behavior in Adolescents in Medan City fatma indriani; Raras Sutatminingsih; Eka Ervika
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 3, No 2 (2021): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v3i2.10462

Abstract

Aggressive behavior in adolescents is an issue that is of concern to mental health practitioners and educators. Aggressive behavior is often found in big cities. Aggressive behavior in adolescents also occurs in the city of Medan. Several previous studies have shown that there is a relationship between family factors and aggressive behavior. The purpose of the study was to determine the effect of family functioning on aggressive behavior in adolescents in the city of Medan. Data were obtained from 263 middle-aged adolescents who lived in the city of Medan with an age range of 15-18 years. Sampling was done by using a non-random sampling technique, namely the incidental sampling technique. In this study, data collection was carried out using a scale as a measuring tool, namely the aggressive behavior scale and the family functioning scale. Data were analyzed using simple regression method. The results showed that there was a negative influence of family functioning on aggressive behavior. From the results of this study, it can be concluded that the healthier the functioning of the family owned by adolescents, the lower the tendency to display aggressive behavior and vice versa, the more unhealthy the functioning of the family, the higher the tendency to engage in aggressive behavior. in adolescents. The suggestion from this research is that parents and adolescents can build and establish a harmonious relationship and play a good role according to their respective roles in order to create a family that can function healthily which will have an impact on decreasing aggressive behavior
Factors Associated with Handwash Behavior in Elementary School Students Medan Sunggal Nadya Ulfa Tanjung; Ayu Soraya; Sri Wahyuni
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 3, No 2 (2021): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v3i2.10439

Abstract

School-age children are an asset in the future that need to be maintained in improving and protecting health. School-age children, an age group that is vulnerable to health problems because they are in a school environment, are a source of transmission of diseases related to PHBS, especially Hand Washing with Soap (CTPS) is one of the indicators of PHBS in educational institutions. The general objective of the study was to determine the factors related to the behavior of washing hands with soap in State Elementary School Students 060916 Medan Sunggal. This type of research is quantitative with a cross sectional approach. The total population in the study conducted was 301 students, with a sample of 70 respondents. The research sample was taken using a non-random sampling technique, namely purposive sampling. The results of univariate and bivariate analysis used statistical tests and chi square tests (significant level 0.05). The results showed as many as 35.7% of respondents had good hand washing behavior with soap. Furthermore, from the results of the study, it was found that there was no relationship between knowledge (P-value = 0.083) and the behavior of washing hands with soap and there was a relationship between habits (P-value = 0.000) and the behavior of washing hands with soap. Meanwhile, the variables of facilities and infrastructure and teacher support are no longer analyzed for bivariate analysis, because the respondents' answers are homogeneous. From the results of this study, the conclusions obtained are that there is no relationship between knowledge and hand soap, there is a relationship between habits and behavior of washing hands with soap, facilities and infrastructure, teacher support, the answers of the respondents are homogeneous. Suggestions from this study are that students can increase awareness and behavior of washing hands with soap properly.
ANALISIS PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP KEBUGARAN JASMANI PEMAIN FUTSAL PUTRI IAIN KUDUS jannatun ni&#039;mah ni&#039;mah; Atika Okta Melisa
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 3, No 2 (2021): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v3i2.9376

Abstract

         Olahraga futsal mulai berkembang pesat di Indonesia. Perkembanganya meluas ke semua kalangan tak terkecuali dikalangan mahasiswa kampus Iain Kudus. Tak hanya mahasiswa putra, mahasiswi putri pun ikut meramaikan olahraga ini. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan two group pretest-postest design. Pengambilan subjek penelitian dilakukan secara simple random sampling. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang mendapat latihan fisik terprogram selama 3 minggu dan kelompok kontrol. Data diambil dari hasil tes fisik: push-up, sit-up dan running test. Hasil penelitian ini menunjukan kelompok yang mendapat latihan fisik selama 3 minggu memiliki kebugaran jasmani yang bagus hal ini terbukti dari hasil tes fisik yang tinggi, permainan tim yang bagus, fisik tidak cepat lelah, dan memperoleh kemenangan. Kesimpulan dari penelitian ini latihan fisik memiliki pengaruh terhadap kebugaran jasmani pada pemain futsal putri Iain Kudus. Setelah melakukan penelitian ini penulis berharap artikel ini menjadi salah satu rujukan pentingnya program latihan fisik di sebuah tim olahraga umumnya, dan futsal pada khusunya, untuk menjadi salah satu agenda latihan, agar mendapat hasil sesuai yang diinginkan yaitu kemenangan dan juara.

Page 3 of 47 | Total Record : 465