cover
Contact Name
Widia Ardias
Contact Email
wee2d.ardias@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltajdid@uinib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid
ISSN : 14102617     EISSN : 2685466X     DOI : -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, sebagai media informasi dan forum pembahasan kajian tentang ilmu ushuluddin yang terkait dalam empat aspek bidang keilmuan yakni, Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Al-quran dan Tafsir (Tafsir Hadis), Psikologi Islam. Majalah ini berisi kumpulan tulisan ringkas hasil penelitian, hipotesa, survey dan karya akademik lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI SEKOLAH MENURUT ISLAM Elvina Wati
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.106

Abstract

Pendidikan anti korupsi harus diberikan sejak dini dan dimasukkan dalam proses pembelajaran mulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah bahkan perguruan tinggi. Hal ini sebagai upaya membentuk prilaku peserta didik yang anti korupsi. Pendidikan anti korupsi ini tidak diberikan melalui suatu mata pelajaran tersendiri, melainkan dengan cara mengintegrasikan melalui beberapa mata pelajaran yang diperkuat oleh al-Quran dan Hadis. Inti dari materi pendidikan antikorupsi ini adalah penanaman nilai-nilai luhur yang terdiri dari Sembilan nilai yang disebut dengan Sembilan Nilai Anti Korupsi. Sembilan tersebut adalah: tanggung jawab, disiplin, jujur, sederhana, mandiri, kerja keras, adil, berani, dan peduli. Dan membiasakan untuk membenci, menjauhi terhadap perlilaku korupsi.
TINJAUAN ATROPOLOGI TERHADAP UNSUR-UNSUR DASAR AGAMA Sulthan Ahmad
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i2.148

Abstract

Agama merupakan sebuah sistem kepercayaan yang tersusun dari bagian-bagian yangsaling berhubungan satu dengan yang lainnya. Tujuan artikel ini adalah untuk menggambarkanpandangan antropologi terhadap unsur-unsur dasar agama atau kepercayaan. Unsur-unsur dasar itumerupakan sebuah kesatuan dan prasyarat sehingga agama itu dapat disebut sebagai sebuah sistemkepercayaan yang hidup di tengah-tengah masyarakat..
RESPON CIVITAS AKADEMIKA FAKULTAS USHULUDDIN IAIN IMAM BONJOL TERHADAP PERATURAN DIRJEN PENDIS NO. 1429/2012 (Perubahan Nama Program Studi dari “Tafsir Hadis” Ke “Ilmu Alquran dan Tafsir” dan “Ilmu Hadis”) Muslim Muslim
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i1.165

Abstract

Tulisan ini menelusuri respon civitas akademik Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang terhadap Peraturan Direktur Jendral Pendidikan Islam No 1429 tahun 2012 tentang Perubahan Nama Program Studi dari “Tafsir Hadis” ke “Ilmu Alquran dan Tafsir” dan “Ilmu Hadis”). Peraturan Dirjend Pendis tentang pemisahan Jurusan Tafsir Hadis menjadi dua prodi, Ilmu Alquran dan Tafsir dan Ilmu Hadis, ternyata masih direspon pro dan kontra. Segi sumber daya diperlukan reorganisasi dengan penambahan jumlah dosen karena tidak mencukupi syarat pembukaan prodi baru (6 orang). Selain itu, pemecahan 1 prodi menjadi 2 prodi berarti mengganti kurikulum yang sudah ada. Diperlukan perencanaan kurikulum baru untuk prodi IAT dan IH. Untuk perkembangan ke depan, IAT dan IH juga diharapkan mengembangkan spesifikasi keilmuannya sehingga prodi ini memiliki ciri khas di masa depan, misalnya; kajian Alquran di Barat, Kajian hadis di Barat, Tafsir Nusantara dan sebagainya.
METODE PEMAHAMAN HADIS MUHAMMAD AL-GHAZALIY DAN YUSUF AL-QARADHAWIY Markos, Toni
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i2.218

Abstract

تحاول هذه الورقة أن تصف كيف كانت طريقة فهم الحديث من شخصين بارزين وصديقينللحديث ، وهما محمد الغزالي ويوسف القرضاوي. في عص رهما أعطى هذان الشخصان دورا كبيراومختلف الأعمال العلمية التي كانت مفيدة جدا للجيل القادم .والفكرة الرئيسية وراء كتابة هذا المقال هي كتاب فهم الحديث الذي كتبه محمد الغزاليويوسف القرضاوي على التوالي. الكتاب الذي كتبه محمد الغزالي بعنوان السنة النبوية بين أهل الفقهوأهل الحديث. والثاني هو الكتاب الذي كتبه يوسف القرضاوي تحت عنوان "كيفا نتعامل ما السنةالنبوية ". في الواقع بين الغزالي والقرضاوي لا يوجد فرق كبير بينهما. انها مجرد أن لديهم خصائص وامتيازاتخاصة بهم. ومن حيث إن يوجد لدى محمد الغزالي أسلوب لغوي صارم وأحيانا مراقبون للصحيفةأو أشخاص يدرسون الحديث. في بعض الأحيان كان النبذ الذي انتقده محمد الغزالي فهما مشهورابين العوام، لكنهم صُدموا عندما انتقد الغزالي الجودة أو الفهم المرتبط بالحديث . قضية أخرى مع يوسف القرضاوي ، حيثما تفضل بلغة لينة ولا تحاصر الناس الذين يختلفون معه.ومن الأمثلة على ذلك رأي القرضاوي المتعلق بالحديثين الشريفين متسا ويان فى القوة أو على حدسواء. إذا لم يكن هناك أي طريقة أخرى يمكن الجمع أو الترجيح ، عنده يجب أن يكون الطريق هوالتوقف. لكن الغزالي في هذه الحالة ذكر على الفور من هذين الحديثين كانا متخلفين ، لأنه لم يكنهناك أي طريقة أخرى للجمع أو التعليق بينهما. حتى أن رأي الغزالي جعل بعض الدوائر تشعر
PETA PEMBAHARUAN PEMIKIRAN ISLAM DI INDIA Amin, Saidul
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v21i1.259

Abstract

Indiaisanimportantlandinthehistory ofreformationofreligious thought.There are manyMoslemscholarswere borninthe “India subcontinent”, for example,Syah Waliullah,AhmadKhan,Amir Ali,Iqbal,Ali Jinnah,Kalam Azadandothers.Every oneofthemactually hasasameobjective,torestorethe glory ofIslaminIndia,butuseddifferentapproaches.Theseconditionsspawned manyIslamic Movements,suchasliberalist,orthodox,reformist,andnationalist. Thisarticlewouldliketohighlighttherootofthehistory ofIslamicReform Movement inIndia.
HAKIKAT MANUSIA (Tela’ah Istilah Manusia Versi Al-Qur’an dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam) Eliana Siregar
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i2.79

Abstract

Hakikat manusia yang digambarkan dengan istilah al-basyar, al-insan,bani Adam dan al-nas merupakan kausa prima yang secara fitrah sebagai potensi dasar manusia sekaligus menjadi karakter personalitas dari eksistensi manusia. Manusia sebagai kausa material terdiri atas dua substansi, yaitu (1) Substansi jasad / materi, yang bahan dasarnya adalah dari materi yang merupakan bagian dari alam semesta ciptaan Allah Swt. dan dalam pertumbuhan dan perkembangannya tunduk dan mengikuti sunnatullah (aturan, ketentuan hukum Allah yang berlaku di alam semesta); (2) Substansi immateri non jasadi yaitu penghembusan / peniupan ruh (ciptaan-Nya) ke dalam diri manusia sehingga manusia merupakan benda organik yang mempunyai hakikat kemanusiaan serta mempunyai berbagai alat potensial dan fitrah. Pendidikan Islam untuk mencapai tujuannya sangat bergantung pada sejauh mana kemampuan umat Islam dalam mereinterpretasikan (menterjemahkan kembali) dan merealisasikan konsep tentang filsafat penciptaan manusia dan fungsi penciptaannya di dalam alam semesta ini. Untuk menjawab hal itu, maka pendidikan Islam dijadikan sebagai sarana yang kondusif bagi proses transformasi moral, ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya Islami dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
STYLE TASYBIH DALAM AL-QURAN Nurwahdi -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v16i2.100

Abstract

Tasybih atau perumpamaan salah satu gaya bahasa al-Quran yang sangat populer di kalangan Arab. Tasybih mempunyai empat unsur. Pertama; musyabbah yaitu sesuatu yang disamakan dengan yang lain. Kedua; musyabbah bih adalah yang disamakan dengannya dan ia harus lebih kuat maknanya dari musyabbah. Ketiga; adat tasybih, yaitu kata yang menghubungkan makna an-tara musyabbah dengan musyabbah bih. Keempat adalah wajah syabah, sisi sama antara musyabbah dengan musyabbah bih.
TASAWUF ABDURRAUF AL-SINGKILY (1024-1105 H / 1615-1693 M) Sy. Dt. Parpatih -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i2.123

Abstract

Tasawuf Abdurrauf al-Singkily dapat digolongkan kepada neo-sufisme dengan karakter mengupayakan penyelarasan antara syari’at dengan ajaran tasawuf. Ia tidak hanya menguasai seluk beluk syari’at (ilmu eksoteris) tetapi juga mendalami hakekat (ilmu esoteris) atau realitas mistis. Dalam memberikan kritikan kepada paham wujudiyah, Abdurrauf cende-rung lebih moderat dan memajukan argument-argumen akal dan naqal. Inti ajaran tasawufnya adalah tauhid al-haq yang dikembangkan menjadi wahdah al-syuhud, fana dan baqa.
MENENGOK KEMBALI AJARAN TASAWUF AL-GHAZALI SEBAGAI ACUAN UNTUK MEMBANGUN KEMBALI PRIBADI MASYARAKAT INDONESIA YANG TENGAH MENGALAMI KRISIS IDENTITAS Fadhilah -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i2.143

Abstract

Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Negara ini merupakannegara kepulauan yang dihuni oleh berbagai macam suku bangsa dan enam agama resmiserta satu aliran kepercayaan yang diakui negara. Islam merupakan agama mayoritaspenduduknya, yakni sekitar 87% dari keseluruhan penduduk negeri ini. Di dalam ajaranIslam, setiap pemeluknya diminta untuk mengamalkan ajarannya. Adapun ajaran Islam itusebenarnya ajaran yang merupakan petunjuk untuk menjalani kehidupan di dunia sehinggapemeluknya tahu untuk apa ia hidup dan mau kemana ia setelah mati nanti. Ajaran Islamtidak saja melulu mengenai syariat. Dimana syariat sering dipahami oleh umatnya sebagaiaturan-aturan mengenai apa saja yang harus dilakukan dan apa pula yang harusditinggalkan. Benar, agar syariat itu hidup maka setiap penganut agama Islam harusmenjalankannya. Menjalankan syariat itulah yang disebut dengan bertarekat. Jika seorangmukmin sudah bertarekat (mengerjakan semua yang disyariatkan kepadanya dengansungguh-sunguh menurut kesanggupannya), maka ia akan memperoleh hakikat dari padamengamalkan ajaran agama Islam itu sendiri. Setelah mendapat hakikat ia tentu akan –dalam istilah ajaran tasawuf-- tajalli (memperoleh kenyataan Tuhan). Inilah derajat yangtinggi terhadap mengamalan agama Islam itu.
MOHAMMAD YATIM DAN IKHTIAR MEREALISASIKAN PEMIKIRAN POLITIK ISLAM Bakhtiar bakhtiar
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i2.159

Abstract

Peristiwa PRRI telah berdampak terhadap pergerakan Islam di Minangkabau terutama bagi Muhammadiyah karena pada saat itu diidentikan oleh komunis dan sebagian pejabat dengan Masyumi. Muhammadiyah berada dalam kevakuman dan tekanan politik. Pimpinan dan aktifisnya nyaris meninggalkannya “ijok” ke luar. Mohammad Yatim dengan tidak berlatarbelakang pergerakan politik dan ulama berupaya menyelamatkan organisasi dan asetnya dari pendudukan dan pengambilalihan oleh pihak lain, pembelaan terhadap Muhammadiyah yang disuarakan oleh komunis untuk dilarang dan dibubarkan di Sumatera Barat dan mengkonsolidasikan Muhammadiyah pada tingkat cabang dan ranting yang berada di nagari-nagari dan kampung-kampung. Ia bergerak dari kampung ke kampung guna menghidupkan kembali Muhammadiyah dan amal usahanya yang sempat ditinggalkan oleh para pimpinannya. Dalam upaya dan perjuangannya itu ia, keluarga dan pendukungnya sering mendapat tekanan dan intimidasi dari berbagai pihak, tetapi ia tidak bergeming sedikitpun untuk surut dan menghentikan langkahnya. Ini adalah upaya ia merealisasikan pemikiran politik dan keyakinannya dalam menggerakan Islam melalui Muhammadiyah

Page 7 of 18 | Total Record : 178