cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
ojsjpp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muzizatakbarrizki@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian
ISSN : 18581625     EISSN : 26851725     DOI : -
Core Subject : Health,
Objective of JOURNAL OF DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL EXTENTION DEVELOPMENT REVIEW: AGRICULTURE REVIEW ISSUES issued with the aim of describing conceptual thoughts or ideas and results of research to participate in developing animal husbandry studies, with open and contributions from various scientific disciplines and approaches that meet at the intersection of research results and critical analysis of contemporary development issues, including research articles, literature studies and other scientific reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
STATUS MINERAL Zn PADA SAPI POTONG DI DAERAH ALIRAN SUNGAI JRATUNSELUNA Anis Muktiani, Gilang Yoga Arfian Joelal Achmadi
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Pengembangan Penyuluhan Peternakan
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.582 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji status mineral sapi potong yang dipelihara pada daerah aliran sungai (DAS) Jragung-Tuntang-Serang-Lusi-Juwana (Jratunseluna). Kajian menggunakan metode survei yang melibatkan 30 ekor sapi potong yang dipelihara di dataran rendah dan tinggi DAS Jratunseluna. Pemilihan sapi dilakukan sesuai teknik sampling acak secara purposif. Observasi status Zn didasarkan atas konsentrasi Zn pada tanah, air minum, pakan, dan bulu ternak. Penetapan kadar Zn pada sampel menggunakan atomic absorption spectrophotometer. Parameter data antara daerah dataran rendah dantinggi dibandingkan menggunakan uji t. Konsentrasi Zn pada tanah dataran rendah dan tinggi masing-masing adalah 17,03 dan 78,25 ppm. Konsentrasi Zn pada pakan dari daerah dataran rendah dan tinggi sangat beragam. Konsentrasi Zn pada bulu ternak di dataran rendah dan tinggi masing-masing adalah 86,01 dan 81,19 ppm. Kadar Zn pada air minum tidak terdeteksi secara jelas baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Konsentrasi Zn pada tanah dan pakan di daerah dataran rendah dan tinggi dapat dikategorikan sebagai kadar sedang sampai tinggi. Namun, data kadar Zn pada bulu ternak menunjukkan bahwasapi potong yang dipelihara baik di dataran rendah dan tinggi ternasuk defisien ringan.Kata kunci : dataran rendah, dataran tinggi, DAS, status Zn, sapi potong
PENGARUH PEMBERIAN ALBENDAZOLE TERHADAP HELMINTHIASIS SAPI POTONG (The Influence of Albendazole Giving on Helminthiasis Beef Cattle) Supriyanto, Supriyanto
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Pengembangan Penyuluhan Peternakan
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1268.509 KB)

Abstract

Helminthiasis adalah suatu penyakit disebabkan oleh infeksi/peradangan cacing di badan sapi, yang menyebabkan suatu penurunan produktivitas lembu, salah satu helminthiasis yang menyebabkan kerugian adalah cacing gastrointestinal nematodeinfeksi/peradangan. Pencegahan dan program kendali helminthiasis adalah dengan memberi antelmintika. Tujuan Studi ini untuk menentukan tingkatan kejadian nematodiasis dan efek antelmintics pada [atas] penurunan banyaknya cacing nematode bidang pencernaan pada [atas] lembu daging sapi di (dalam) Tegalrejo Daerah, MagelangKabupaten. Bangku mengumpulkan dari dubur kemudian adalah yang dilaksanakan dengan pengapungan test untuk menentukan ketidakhadiran atau kehadiran nematode telor cacing [itu], dari 138 contoh ada 86 contoh atau 62.31% contoh positif, dengan hasil identifikasi / cacing nematode cacing adalah Oesophagostomum Sp., Bunostomum Sp., Strongylus sp., Strongyloides sp., Cooperia Ejaan Dan Tricuris ejaan Kemudian menguji EPG Mc. Tuan untuk mengkalkulasi banyaknya telor cacing saban gram tinja, tentang 86 contoh positifdengan bidang telor cacing 300-400 butir saban gram tinja, banyaknya telor cacing digolongkan sebagai infeksi/peradangan lembut.Delapan puluh enam contoh positif, kemudian 70 contoh ( kelompok [yang] aku) telah diperlakukan dengan albendazole dan 16 contoh ( kelompok II) tidaklah diberi albendazole [sebagai/ketika] mengendalikan. Hasil studi menunjukkan suatu 100% penurunan banyaknya telor cacing di (dalam) suatu contoh memberi albendazole pada [atas] hari 10 setelah administrasi. Kesimpulan nematode cacing menemukan Oesophagostomum Sp., Bunostomum Sp., Strongylus sp., Strongyloides sp., Cooperia Ejaan Dan Tricuris sp., Dan albendazole dapat perlakukankejadian helminthiasis di (dalam) sapi Daging sapi.Kata kunci: Helminthiasis, telor cacing TERPOTONG. ALINEA TERLALU BESAR
Korelasi Karakteristik Peternak Terhadap Tingkat Adopsi Penggunaan Jamu Herbal Pada Budidaya Itik Magelang Pedaging Di Kecamatan Bandongan Supriyanto, Supriyanto; Budy, Agung Cahya; Arifin, Zainal
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 16, No 29 (2019): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.458 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v16i29.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi peternak mengenai penggunaan jamu herbal pada budidaya itik magelang pedaging beserta hubungan karakteristik peternak terhadap tingkat adopsi tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 05 Maret hingga 30 April 2018 di Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang. Responden yang menjadi sampel berjumlah 32 peternak yang dipilih secara purposive sampling dengan syarat peternak pernah mendapat penyuluhan mengenai jamu herbal serta pernah menggunakan jamu herbal dalam budidaya itik magelang pedaging. Penelitian ini menggunakan metode survei dan desain penelitian deskriptif korelasional untuk mengetahui hubungan karakteristik peternak (umur, tingkat pendidikan, intensitas penyuluhan, pengalaman beternak, jumlah tanggungan keluarga, dan jumlah kepemilikan ternak) terhadap tingkat adopsi peternak. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi dengan panduan instrumen adopsi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui tingkat adopsi dan analisis korelasi rank spearman untuk mengetahui arah, tingkat keeratan, dan signifikansi hubungan antara karakteristik peternak terhadap tingkat adopsi. Analisis regresi linear digunakan untuk mendukung hasil analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat adopsi peternak berada dalam kategori tinggi. Hubungan antara umur, pengalaman beternak, dan jumlah tanggungan keluarga terhadap tingkat adopsi masing-masing menunjukkan hubungan yang tidak signifikan. Tingkat pendidikan dan intensitas penyuluhan masing-masing mempunyai hubungan yang positif, sedang, dan sangat signifikan terhadap tingkat adopsi, sedangkan jumlah kepemilikan ternak berhubungan positif, sedang, dan signifikan terhadap tingkat adopsi. 
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM PADA PEMBIBITAN MENIRAN Susanti, Dian
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Pengembangan Penyuluhan Peternakan
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.692 KB)

Abstract

Meniran (Phyllanthus niruri L.) adalah tanaman yang berkhasiat untuk yang digunakansebagai bahan baku obat herbal dengan jumlah kebutuhan mencapai sekitar 7.000ton.tahun-1 dan harga beli yang cukup tinggi. Pemanenan secara langsung dari alam yang menyebabkan keragaman kadar kandungan tinggi dan terjadinya kelangkaan tanaman meniran. Penelitian bertujuan mengetahui komposisi media pembibitan yang tepat untuktanaman meniran sehingga dapat menghasilkan bibit sehat, seragam dan kuat. Penelitiandilakukan di rumah kaca kebun percobaan dan produksi B2P2TOOT di Toh kuning,Karangpandan, Karanganyar, dengan ketinggian 474 m dpl pada bulan juli sampaiseptember 2017. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6perlakuan komposisi media tanam dan 4 kali ulangan, yaitu: kontrol (tanah 100%), tanah100% + pupuk organik cair (poc), tanah 1 : pupuk kandang 1 : sekam 1 : pupuk organik 1,tanah 1 : pupuk kandang 1 : sekam 2 : pupuk organik 1 + poc, tanah 1 : pupuk kandang 2 :sekam 1 : pupuk organik 1 + poc, tanah 1 : pupuk kandang 2 : sekam 2 : pupuk organik 1 +poc. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, luas anak daun, jumlah anak daun, panjangtangkai daun, jumlah tangkai daun dan lingkar batang. Analisis menggunakan uji F 5% dandilanjutkan DMRT 5% jika beda nyata. Komposisi media tanam yang menghasilkanpertumbuhan bibit meniran yang baik adalah 1 bagian tanah : 1 bagian pupuk kandang : 1bagian sekam : 1 bagian pupuk organik.
LAJU PERTUMBUHAN DAN TINGKAT EFISIENSI PEMELIHARAAN TERNAK AYAM KAMPUNG SUPER TERHADAP PENAMBAHAN PAKAN NON KONVENSIONAL Growth Rate and Efficiency Rate of Livestock Keeping Chicken Kampung Super Toward Addition Non Conventional Feed Prabewi, Nur Prabewi; Pangeran Saputra, Junaidi
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Pengembangan Penyuluhan Peternakan
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.775 KB)

Abstract

Pemanfaatan sifat keunggulan ternak ayam kampung super dalam adaptasi lingkungan , bahan pakan , ketahanan terhadap penyakit dan kemampuan mengkonversi pakan sederhana yaitu formula pakan yang sebagian besar berasal dari bahan pakan non konvensional terhadap laju pertumbuhan dan performan ayam kampung super. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Laju Pertumbuhan dan Tingkat Effisiensi Pemeliharaan Ternak Ayam Kampung Super Terhadap Penambahan Pakan Non Konvensional. Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan penelitian kandang penelitian 6 unit terbagi menjadi 16 petak dan perlengkapannya, ayam kampung super sebanyak 80 ekor, 2). Desinfektan, 3). Bahan pakan yang terdiri dari konsentrat BR 2, jagung kuning giling, tepung ikan, bekatul, garam secukupnya dan pakan non konvensional yaitu tepung daun singkong dan isi rumen. Metode pengambilan data penelitian dilaksanakan selama 8 minggu dari ternak ayam perlakuan sebanyak 80 ekor dengan parameter yang diamati adalah konsumsi pakan, bobot badan, konversi pakan Persentase karkas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dengan pengulangan sebanyak 4 kali adalah P0 : Ransum ( Bekatul20 % + Jagung 55 % + Tepung Ikan 25 % ) tanpa penambahan pakan non konvensional 0%, P1 : Ransum +Tepung daun singkong 15 % ,P2 : Ransum + Tepung isi rumen sapi 15 %, P3 Ransum +Tepung isi rumen sapi 7,5 % + Tepung daun singkong 7,5 %. Metode analisis data dianalisis menggunakan Analyses Of Variance (ANOVA), bila terdapat perbedaan maka diuji lanjut menggunakan metode Duncan’s New Multeple Rage Test (DNMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan pakan konvensional pada ayam kampung super memberikan hasil yang berbeda nyata sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan dan memberikan hasil yang berbeda nyata nyata (P<0,05) terhadap bobot badan akhir, FCR, persentase karkas. Kesimpulan adalah Penambahan bahan pakan tepung daun singkong 7.5 % dan tepung isi rumen 7.5 % menghasilkan konsumsi 7893.75 gram/ekor, bobot badan akhir 2104.6 gram/ekor dan persentase karkas 76.25 % merupakan laju pertumbuhan tertinggi, serta menghasilkan angka FCR yang lebih kecil atau tingkat efisiensi tertinggi dibanding dengan perlakuan lainnya.Kata kunci: Bahan Pakan Non Konvensional, Ayam Kampung Super, Laju pertumbuhan , Tingkat Efisiensi. 
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG Azolla microphylla FERMENTASI PADA PAKAN TERHADAP BOBOT DAN PANJANG SALURAN PENCERNAAN AYAM KAMPUNG PERSILANGAN (Effect Of The Use Of Azolla Microphylla Fermentation Powder Feed On Weight And Length Digestive Tract Of Crossbreed Native Chicken) Amalia, F. Amalia; Muryani, R. Muryani; Isroli, Isroli
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Pengembangan Penyuluhan Peternakan
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.676 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan tepung Azolla microphylla terfermantasi terhadap bobot dan panjang saluran pencernaan ayam kampung persilangan. Penelitian ini menggunakan 80 ekor ayam kampung persilangan ayam Bangkok dan Lohman 202 dengan bobot badan 469,80 ± 38 gram (CV = 3,33%). Bahan pakan yang digunakan yaitu jagung, bungkil kedelai, tepung ikan, pollard, bekatul, CaCO3, premix dan tepung azolla fermentasi. Perlakuan yang diterapkan adalah tepung Azolla microphylla fermentasi 0% (T0), 10% (T1), 15% (T2) dan 20% (T3). Kandungan protein pakan 17 % dan energi metabolisme 2800 kkal/kg. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah bobot dan panjang saluran pencernaan ayam kampung persilangan. Data dianalisis dengan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Azolla microphylla fermentasi berpengaruh terhadap bobot ileum dan panjang sekum saluran pencernaan ayam kampung persilangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunaan tepung Azolla microphylla fermentasi menurunkan bobot ileum dan meningkatkan panjang sekum saluran pencernaan ayam kampung persilangan.Kata kunci : Ayam Kampung Persilangan, Saluran Pencernaan, Tepung Azolla microphylla fermentasi 
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG KULIT SINGKONG TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS PUYUH JANTAN (The Effect of Fermented Cassava Peel Meal in Diet on Male Quail Performance) Shofiyah, Shofiyah, S.; Sarengat, Sarengat, W.; Muryani, Muryani, R.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Pengembangan Penyuluhan Peternakan
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1198.642 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung kulit singkong terfermentasi terhadap performans puyuh jantan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 Juni sampai dengan 31 Agustus 2016 di Kandang Ternak Unggas Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakanadalah puyuh jantan umur 2 minggu sebanyak 200 ekor dengan bobot badan rata-rata 30,03 ± 3,36 g (CV=12,31%). Bahan penyusun ransum yang digunakan yaitu jagung, bungkil kedelai, bekatul, tepung ikan, tepung kulit singkong terfermentasi (TKST) dan Poultry Meat Meal (PMM). Perlakuan terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari T0 = Ransum tanpa penggunaan tepung kulit singkong terfermentasi, T1 = Ransum dengan penggunaan tepung kulit singkong terfermentasi 5%, T2 = Ransum dengan penggunaan tepung kulit singkong terfermentasi 10%, T3 = Ransum dengan penggunaan tepung kulit singkong terfermentasi 15%. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Data diuji dengan analisis ragam berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan uji F dan bila hasil menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penggunaan tepung kulit singkong terfermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum (P>0,05), akan tetapi berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan (P<0,05) dan konversi ransum puyuh jantan (P<0,05). Simpulan penelitian adalah penggunaan tepung kulit singkong terfermentasi dalam ransum puyuh jantan baik digunakan sampai taraf 10%.Kata kunci : puyuh jantan, tepung kulit singkong fermentasi, performans
PENGARUH PENAMBAHAN KUNYIT DAN JAHE DALAM RANSUM, TERHADAP ERITROSIT, LEUKOSIT DAN HEMOGLOBIN PUYUH JANTAN Naela Sa’adah, Nella Nor; Muryani, Rina; Sunarti, Dwi
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Pengembangan Penyuluhan Peternakan
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.692 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kunyit dan jahe dapat mempengaruhi eritrosit, leukosit dan hemoglobin puyuh jantan. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 100 ekor puyuh jantan jenis Coturnix-coturnix japonica umur 2 minggu dengan bobot rata-rata 27,90±1,17 g dan CV 9,39% yang didatangkan dari Ds. Pulosari Rt.05/Rw.01 Kecamatan Karang Tengah Demak. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengakap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu T0 (Ransum Kontrol) T1 ( Ransum + 0,5 % kunyit dan 0,25% jahe), T2 (ransum + 1,00% kunyit dan0,50% jahe), T3 (ransum + 1,50% kunyit dan 0,75 jahe), Perlakuan masing- masing diulang sebanyak 5 kali, dan setiap ulangan terdiri dari 5 ekor puyuh. Parameter yang diamati yaitu eritrosit, leukosit dan hemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kunyit dan jahe berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin. Rataan jumlah eritrosit T0 : 3,47x106/mm3 ±0,12, T1 : 3,32x106/mm3 ±0,12, T2 : 3,84x106/mm3 ±0,12, T3 : 3,83x106/mm3 ±0,12, rataan kadar hemoglobin T0 : 7,31/µ±0,28, T1 : 8,63 g/dl ±0,28, T2 : 8,61 g/dl ±0,28, T3 : 8,56g/dl±0,28. Penambahan kunyit dan jahe tidak berpengaruh nyata (P≥0,05) terhadap leukosit ,T0 : 8830/µ, T1 : 10545/µ, T2 : 10355/µ, T3 : 7615/µ. Simpulan dari penelitian ini penambahan tepung kunyit 1% dan jahe 0,5%, merupakan level yang terbaik dan mampu meningkatkan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada puyuh jantan.Kata kunci: kunyit, jahe, eritrosit, leukosit, hemoglobin. 
Massa Kalsium Dan Phospor Tulang Pada Ayam Lokal Persilangan Yang Diberi Ransum Menggunakan Kayambang (Salvinia Molesta) K, Adnan; Suthama, N; Sarengat, W
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 24 (2016): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.399 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i24.76

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui level penggunaan Kayambang (Salvinia molesta) terhadap retensi kalsium dan phospor, massa kalsium dan phospor tulang, asupan protein dan pertambahan bobot badan harian pada ayam kampung persilangan. Materi penelitian menggunakan 100 ekor ayam persilangan umur 3 minggu dengan bobot badan awal 218,76±0,54 gram. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (ransum basal, 6% ransum mengandung kayambang, 12%, dan ransum mengandung kayambang 18%) dengan 5 ulangan yang terdiri dari 5 ekor setiap unit. Parameter yang diamati meliputi retensi Ca dan P, massa Ca dan P, asupan protein dan pertambahan bobot badan harian. Hasil penelitian menunjukan pemberian kayambang berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap retensi dan massa Ca dan P, asupan protein dan pertambahan bobot badan harian. Pemanfaatan kayambang sampai 18% dapat meningkatkan retensi Ca dan P, massa Ca dan P, asupan protein dan pertambahan bobot badan harian pada ayam kampung persilangan.
Analisis Pendapatan Peternak Sapi Perah Kecamatan Mojosongo Dan Cepogo, Kabupaten Boyolali U. L., Premisti, P.; Setiadi, A.; Sumekar, W.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.465 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.109

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh peternak Kecamatan Mojosongo, dan Kecamatan Cepogo, dan untuk mengetahui perbedaan pendapatan Kecamatan Mojosongo, dan Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2015. Penentuan lokasi dipilih menggunakan metode purposive dengan kriteria kecamatan yang memiliki usaha ternak sapi perah terbanyak di Kabupaten Boyolali. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei. Penentuan sampel responden dilakukan dengan metode purposive sampling. Penentuan jumlah responden untuk mewakili populasi dilakukan dengan perhitungan rumus Slovin. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 66 responden. Data primer diperoleh secara langsung melalui kegiatan observasi di peternakan dan kegiatan wawancara dengan responden menggunakan kuisioner yang telah disiapkan. Hasil penelitian menunjukan rata-rata pendapatan peternak Kecamatan Mojosongo Rp 1,327,996.00/bulan, dan peternak di Kecamatan Cepogo sebesar Rp 2,312,258.00/bulan.

Page 6 of 22 | Total Record : 216