cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
ojsjpp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muzizatakbarrizki@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian
ISSN : 18581625     EISSN : 26851725     DOI : -
Core Subject : Health,
Objective of JOURNAL OF DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL EXTENTION DEVELOPMENT REVIEW: AGRICULTURE REVIEW ISSUES issued with the aim of describing conceptual thoughts or ideas and results of research to participate in developing animal husbandry studies, with open and contributions from various scientific disciplines and approaches that meet at the intersection of research results and critical analysis of contemporary development issues, including research articles, literature studies and other scientific reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Respons Petani Terhadap Penggunaan Pupuk Bokhasi Feses Ayam Di Sinduagung Wonosobo Susilo, Teguh
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 11, No 21 (2015): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1381.494 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v11i21.130

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada tanggal5 Mei 2014 sampai dengan 4 Juli 2014 di Desa Sinduagung Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo Propinsi Jawa Tengah. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui respons petani serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi respons petani terhadap pemanfaatan feses ayam sebagai pupuk bokashi.Alat yang digunakan dalam penyuluhan berupa folder, LCD, Laptop, alat tulis lengkap, dan elemen keterampilan untuk memandu dalam pelaksanaan demonstrasi cara pembuatan pupuk bokashi. Sedangkan alat yang digunakan untuk pembuatan pupuk bokashi yaitu timbangan, ember, termometer, sarung tangan, terpal.Bahan yang digunakan untuk pembuatan pupuk bokashi yaitu feses ayam, dedak, sekam, molase (gula pasir), EM4 dan air. Hasil penelitian di Desa Sinduagung Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosoboyaitu responpetani terhadap pemanfaatan feses ayam sebagai pupuk bokashi mengalami peningkatan pada aspek pengetahuan dengan nilai 11 dari kategori tidak tahu menjadi tahu, aspek sikap 6,1 dari kurang setuju menjadi setuju, aspek keterampilan 10,322 dari tidak terampil menjadi terampil. Hasil penyuluhan menunjukkan EP sebesar 84,38% dan EPP 71,942%. Hasil anilisis linier berganda menunjukkan bahwa umur petani berpengaruh sangat signifikan terhadap respons petani dan pengalaman beternak berpengaruh signifikan terhadap respons petani sedangkan pendidikan dan jumlah kepemilikan ternak tidak berpengaruh signifikan terhadap respons petani dalam memanfaatkan feses ayam sebagai pupuk bokashi
Efek Fermentasi Hijauan Potensi Antelmintik Menggunakan Trichoderma Sp. Terhadap Jumlah Epg Feses Dan Eritrosit Kambing Pramu, Pramu; Kusuma, Y. R.; Susilo, T.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 24 (2016): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1193.801 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i24.92

Abstract

Pengendalian penyakit cacing nematoda  secara efektif dibutuhkan untuk kesehatan ruminansia kecil. Penggunaan antelmintik telah dilaporkan mampu memunculkan potensi resistensi. Oleh karena itu perlu upaya penemuan bahan alami yang lebih ramah lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek fermentasi pada hijauan daun potensi antelmintik menggunakan Trichoderma sp. terhadap jumlah egg per gram feses cacing H. contortus dan jumlah eritosit pada kambing.  Trichoderma sp diisolasi dan diperbanyak. Empat macam hijauan potensi antelmintik dikeringkan dengan dijemur untuk kemudia difermentasikan. 15 ekor kambing digunakan dalam uji in vivo dikelopokkan menjadi 5 kelompok; tidak diobati, 5X106 Trichoderma sp, fermentasi hijauan potensi antelmintik Trichoderma sp, hijauan potensi antelmintik, Levamisol. Terdapat perbedaan nyata (P<0,05) penurunan jumlah telur cacing terutama antara kelompok yang tidak diobati dengan kelompok perlakuan. Penurunan terbesar terjadi pada pemberian levamisol, kemudian diikuti pada pemberian hijauan potensi antelmintik, kemudian pada pemberian fermentasi hijauan, dan pemberian 5X106 Trichoderma sp. Terdapat perbedaan yang nyata pada jumlah eritrosit  (P<0,05) antara kelompok perlakuan maupun lama waktu pemberian perlakuan.  Pemberian hijauan potensi antelmintik, Trichoderma sp, dan fermentasi Trichoderma sp pada kambing yang terinfeksi H contortus masing-masing secara nyata mampu menurunkan jumlah telur cacing H contortus serta meningkatkan jumlah eritrosit.
Penampilan Produksi Kelinci Jantan Pada Pemberian Silase Pakan Block (The Performance Of Rabbits In Feeding Block Silage) A, Andiani Listyowati; H, Haryanto
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 11, No 21 (2015): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.5 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v11i21.104

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui penampilan produksi kelinci jantan pada pemberian silase pakan block.Materi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas 20 ekor kelinci lokal jantan periode lepas sapih umur 4 bulan, kandang bertingkat sistem baterai individual yang terbuat dari kayu sebanyak 20 unit masing-masing kandang dilengkapi dengan tempat pakan dan air minum. Bahan pakan terdiri dari rumput, bekatul, jagung giling, pollard, bungkil sawit, tepung ikan, bungkil kedele, premix, tetes, EM4 dan tepung tapioka. Peralatan yang digunakan meliputi: timbangan listrik, alat pencetak pakan block dan oven.Kelinci ditempatkan secara acak pada kandang individu bertingkat. Data yang diamati meliputi konsumsi pakan, bobot badan kelinci, pertambahan bobot badanharian (PBBH) dan konversi pakan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan perlakuan 4 macam pemberian pakandan tiap-tiap perlakuan terdiri dari 5 ulanganyaitu P1 = Pakan komplit tanpafermentasi, P2 = Pakankomplit tanpa fermentasi, dibentuk block, P3 = Pakan komplit difermentasi dan P4 = Pakan komplit difermentasi, dibentuk block.Peubah yang diamati Konsumsi Pakan Rata-rata per Ekor, Pertambahan Bobot Badan Harian, Konversi Pakan. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap peubah yang diamati digunakan AnalisisOf Variance (ANOVA) satuarah (One way). Apabilaterdapat perbedaan antara keempat perlakuan tersebut maka dilanjutkan dengan analisis Uji Wilayah GandaDuncan.Penelitian menghasilkan bobot badan akhir kelinci umur 5 minggu pada perlakuan P1, P2, P3 dan P4 tidak menunjukkan perbedaan, yaitu secara berurutan sebesar 1562,600 g; 1478,832 g; 1788,520 g; dan 1572,800 g.Pertambahan bobot badan harian (PBBH) pada penelitian ini tidak berbeda dan secara berurutan adalah 11,777 g; 12,458 g; 16, 981 g dan 16,617 g. Perlakuan pakan berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering (P<0,05). Rataan konsumsi BK perlakuan P3 (120,615g/ekor/hari) tidak berbeda dengan konsumsi BK P1 (119,187g/ekor/hari) dan keduanya lebih tinggi dibandingkan rataan konsumsi BK perlakuan P2 (80,187 g/ekor/hari) maupun P4 (70,552g/ekor/hari), serta keduanya (P2 dan P4) tidak menunjukkan perbedaan. Perlakuan pemberian pakan berpengaruh terhadap konversi pakan (P<0,05).Rata-rata nilai konversi pakan yang diperoleh pada perlakuan P1 (2,789) berbeda dan lebih tinggi dibandingkan konversi pakan pada perlakuan P2 (1,965) dan P4 (1,586), namun tidak berbeda dengan perlakuan P3 (2,406).Sementara konversi pakan pada perlakuan P2 tidak berbeda dengan konversi pakan pada perlakuan P3, dan juga tidak berbeda dengan perlakuan P4.Konversi pakan pada perlakuan P4 paling rendah dan lebih kecil dibandingkan konversi pakan pada perlakuan P1 dan P3, namun tidak berbeda dengan konversi pakan perlakuan P2.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian silase pakan block berpengaruh terhadap konsumsi dan konversi pakan kelinci jantan (P<0,05).Pemberian pakan block menghasilkan konsumsi dan konversi pakan yang lebih rendah dibandingkan pemberian pakan mash (P<0,05).Pemberian silase pakan block memberikan efisiensi penggunaan pakan yang lebih baik.
Pengaruh Penambahan Cairan Ramuan Herbal Fermentasi Terhadap Performan Ayam Broiler Prabewi, Nur; Nuryanto, Nuryanto
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 11, No 21 (2015): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.299 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v11i21.125

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 42 hari (23 Maret sampai 3 Mei 2014) di Laboratorium Ternak Unggas, STPP Magelang, Menggunakan 50 ekor DOC ayam broiler, dipelihara dalam 10 unit sangkar box @ 5 ekor untuk mengetahui pengaruh penambahan 25 % cairan ramuan herbal fermentasi pada air minum terhadap performan ayam broiler.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 25 % cairan ramuan herbal fermentasi pada air minum ayam broiler, sampai umur 6 minggu rata ? rata berat badannya mencapai 2,44 kg per ekor, pakan yang dihabiskan sebanyak 3,95 kg per ekor dan konversi pakannya 1,61 lebih baik (P < 0,05) dibanding ayam broiler yang diberi minum airsumur, yakni untuk menghasilkan bobot badan 2,49 kg per ekor kg per ekor, perlu pakan 4,22 kg per ekor dan konversi pakannya 1,69.
Kajian Evaluasi Program Penyuluhan Pupuk Bokashi di Kelompok Tani Angulir Hasto, Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung Supriyanto, Supriyanto,; N, Soeharso,; N, Achadiati,
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 11, No 22 (2015): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.36 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v11i22.145

Abstract

Program Penyuluhan  Pupuk Bokashi telah dilaksanakan di Kelompok Tani Angulir Hasto, Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung. Tujuan dari penyuluhan ini untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang pupuk Bokashi. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung. Alat dan bahan yang digunakan demi mendukung pelaksanaan kajian adalah : alat tulis, alat ukur berupa kuisioner dan kamera digital. Bahan berupa monografi Kecamatan Kedu dan Programa Penyuluhan Pertanian BP3K Kecamatan Kedu tahun 2014. Pengetahuan responden terhadap penyuluhaan pupuk organik bokashi dinilai berdasarkan jawaban responden menunjukkan bahwa jumlah skor kumulatif pengetahuan yang diperoleh  responden mencapai 246 dan skor rata-rata sebesar (15,38), Sikap responden terhadap anjuran pupuk organik bokashi dinilai berdasarkan jawaban responden menunjukkan bahwa jumlah skor sikap yang diperoleh responden mencapai 140 dengan skor rata-rata 8,75. Keterampilan responden terhadap anjuran pupuk organik bokashi dinilai berdasarkan jawaban responden terhadap 3 pertanyaan keterampilan pada kuesioner menunjukkan bahwa jumlah skor keterampilan yang diperoleh responden mencapai 78 dan  jumlah skor rata-rata 4,87 Hasil evaluasi program penyuluhan tercapai sesuai target, namun hasil   evaluasi pada aspek keterampilan kategori kurang terampil.Efektivitas penyuluhan pupuk organik bokashi yang dilaksanakan pada tahun 2014 lalu masuk kategori efektif, dengan capaian perubahan perilaku mencapai 80,5% dari perubahan perilaku yang ditargetkan. Terbukti dari tingkat pengetahuan responden tentang materi yang disuluhkan mencapai kategori pengetahuan baik, aspek sikap mencapai kategori baik tetapi aspek keterampilan memiliki kategori kurang.
Pemberian Prebiotik Soybean Oligosakarida Dari Ekstrak Bungkil Dan Kulit Kedelai Terhadap Perlemakan Dan Bobot Daging Pada Ayam Broiler Krismaputri, M. E.; Suthama, N.; Pramono, Y. B.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 24 (2016): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1286.265 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i24.83

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian prebiotik soybean oligosakarida (SOS) dari ekstrak bungkil kedelai (EBK) dan ekstrak kulit kedelai (EKK) terhadap massa lemak daging, persentase lemak abdominal, dan bobot daging pada ayam broiler. Materi penelitian adalah 160 ekor ayam broiler strain Lohman unsex yang dipelihara selama 6 minggu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan menggunakan 8 ekor ayam broiler. Ransum perlakuan yang diberikan, yaitu T0 (ransum basal/RB), T1(RB+0,15% EBK), T2 (RB+0,3% EBK), T3 (RB+0,15% EKK), T4 (RB+0,3% EKK). Data hasil penelitian dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan duncan multiple range test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian prebiotik SOS dari EBK dan EKK pada semua level berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase lemak abdominal dan bobot daging ayam broiler, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap massa lemak daging.
Ultrasonografi Perkembangan Folikel Ovaria Selama Siklus Estrus Dan Kebuntingan Awal Pada Sapi Peranakan Ongole (PO) Supriyanto,, Supriyanto,; Pramu, Pramu; Ahadiati, N.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.909 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan folikel ovarium selama siklus estrus dan awal kehamilan. Sebanyak dua belas sapi Ongole-persilangan yang disinkronisasi menggunakan prostaglandin, kemudian diperiksa melalui ultrasonografi (USG)  dan diambil serum darah  berturut-turut pada hari 19 (proestrus), hari 0 (estrus) atau pada saat inseminasi, hari 5 (metestrus), hari 15 ( diestrus), hari 19, hari 30 dan 60 setelah inseminasi. Penegasan status reproduksi sapi eksperimental dilakukan dengan penentuan konsentrasi estrogen dan progesteron. Pemeriksaan ultrasonografi selama siklus estrus dan awal kehamilan menunjukkan gambar perkembangan folikel  tahap metestrus, diestrus dan awal kehamilan perubahan menjadi corpus tingkat luteum.Estrogen (pg / ml) vs progesteron (ng / ml) menunjukkan bahwa 19 hari setelah esrus (8,611 ± 0,126 dan 1,422 ± 0,097), b. Estrus (15,844 ± 0.150 dan 0,866 ± 0.100), c. Metestrus 5 hari setelah IB (3,667 ± 0,281 vs 2,788 ± 0,153); d. Diestrus 15 hari setelah IB (4,044 ± 0,235 vs 7,076 ± 0,122); e. bunting 30 hari setelah IB (4,272 ± 0,101 vs 8,186 ± 0,120).
Analisis Keseimbangan Harga Daging Ayam Broiler Di Propinsi Jawa Tengah Nurdayati, Nurdayati
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 11, No 22 (2015): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.839 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v11i22.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Sistem keseimbangan harga pada kurva permintaan dan kurva penawaran komoditi daging ayam broiler di Jawa Tengah. Analisis data menggunakan model keseimbangan COBWEB. Hasilnya menunjukkan Menggunakan keseimbangan cobweb, besarnya elastisitas harga permintaan daging ayam broiler mempunyai tanda yang negatif dan bersifat in elastik (e <1), sedangkan elastisitas penawaran yang mempunyai tanda positif dan mempunyai sifat elastic. Ini memberikan arti bahwa dari perilaku konsumen dengan adanya perubahan harga pengaruhnya terhadap jumlah barang yang diminta lebih kecil sedang dari sisi produsen adanya perubahan harga pengaruhnya terhadap barang yang diproduksi lebih besar.
Penggunaan Tepung Limbah Penetasan Telur Puyuh Dalam Ransum Terhadap Kualitas Fisik Telur Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) Alamsyah, S.; Kismiati, S.; Yunianto, V. D.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 24 (2016): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.5 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i24.78

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah penetasan telur puyuh dalam ransum terhadap kualitas fisik telur puyuh. Puyuh yang digunakan sebanyak 160 ekor puyuh betina (Coturnix coturnix japonica), umur 4 minggu dengan bobot badan rata-rata 94,19±7,36 g. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari T0: ransum tanpa tepung limbah penetasan, T1: ransum dengan tepung limbah penetasan 9%, T2: ransum dengan tepung limbah penetasan 12%, dan T3: ransum dengan tepung limbah penetasan 15%. Setiap unit percobaan terdiri dari 8 ekor puyuh. Data yang diperoleh dianalisis ragam menggunakan uji F taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung limbah penetasan telur puyuh dalam ransum tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat telur, tebal kerabang, indeks putih telur, dan indeks kuning telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung limbah penetasan telur puyuh dapat digunakan dalam ransum sampai level 15% tanpa merubah kualitas fisik telur puyuh.
Pengaruh Pemberian Aditif Pakan Probiotik Rhizopus Oryzae Dalam Ransum Terhadap Bobot Dan Panjang Organ Pencernaan Ayam Kampung Isroli, Isroli; N., Rendika,; Yudiarti, T.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.063 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.111

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian probiotik Rhizopus oryzae sebagai aditif pakan pada ayam kampung terhadap bobot dan panjang organ pencernaan.  Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus?11 Oktober 2014 di Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro.  Materi yang digunakan adalah Day Old Chick (DOC) ayam kampung sebanyak 100 ekor (unsexed) dengan bobot badan 37,90 ± 1,36 g.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Perlakuan dosis kultur kering probiotik Rhizopus oryzae T0 (kontrol), T1 (0,1%) dan T2 (0,2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik Rhizopus oryzae dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05)  terhadap sebagian besar bobot dan panjang organ pencernaan ayam kampung.  Bobot organ pencernaan tertinggi pada perlakuan T1 yang kemudian diikuti T2 dan T0, sedangkan panjang organ pencernaan diperoleh tertinggi pada perlakuan T2 yang kemudian diikuti T1 dan T0.  Kesimpulan penelitian adalah pemberian Rhizopus oryzae dengan dosis 0,1% dan 0,2% pada pakan ayam kampung dapat meningkatkan sebagian besar bobot dan panjang organ pencernaan ayam kampung.

Page 8 of 22 | Total Record : 216