cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
ojsjpp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muzizatakbarrizki@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian
ISSN : 18581625     EISSN : 26851725     DOI : -
Core Subject : Health,
Objective of JOURNAL OF DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL EXTENTION DEVELOPMENT REVIEW: AGRICULTURE REVIEW ISSUES issued with the aim of describing conceptual thoughts or ideas and results of research to participate in developing animal husbandry studies, with open and contributions from various scientific disciplines and approaches that meet at the intersection of research results and critical analysis of contemporary development issues, including research articles, literature studies and other scientific reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Pengaruh Pupuk Cair Urine Sapi Potong Terhadap Tinggi Tanaman dan Produksi Tanaman Bayam (Amaranthus Sp) Umur 25 Hari Supriyanto, Supriyanto; Jamaluddin, Jamaluddin
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 11, No 21 (2015): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.712 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v11i21.129

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk cair dari urin sapi terhadap tinggi tanaman dan hasil panen bayam (Amaranthus sp) umur 25 hari dan menentukan dosis pupuk cair dari urin sapi yang paling tepat. Permentan No.2 / Pert / HK.060 / 2/2006 pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tumbuhan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berupa bahan organik padat atau cair yang digunakan mensumpai untuk memperbaiki fisik, kimia, dan tanah biologis (Suriadikarta, 2006).Penelitian dilakukan di Laboratorium Hewan Besar STPP Magelang. Lahan yang digunakan seluas 10 m2 atau lebar 2 mx 5 m, dengan menggunakan urin kotoran sapi pada pertumbuhan atau produksi tinggi tanaman dan bayam. Pemupukan urin sapi potong pada bayam tanaman dilakukan pada umur 7 hari setelah tanam dengan dosis antara lain: TO (tanpa perlakuan), T1 dengan dosis 125 ml / 14 l air, T2 dengan dosis 250 ml / 14 l air, dan T3 menggunakan dosis 275 ml / 14 l air. Variabel penelitian adalah tinggi tanaman (cm) bayam dengan mengukur dari pangkal batang ke ujung tanaman tertinggi dan produksi tanaman bayam dihitung dengan menimbang hasil panen bayam pada umur 25 hari. Implementasi penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu: T0 sebagai kontrol yang tidak diberi urin sapi, perlakuan (T1) diberikan urin sapi yang telah difermentasi dengan dosis (125 ml / 14 l air ), perlakuan (T2) diberikan pada dosis urin sapi yang difermentasi (250 ml urin / 14 l air), perlakuan (T3) diberikan sepotong fermentasi urin sapi dengan dosis (375 ml urin / 14 l air) dan lakukan ulangan masing-masing perlakuan 5 kali sehingga jumlah total 20 unit plot percobaan.Tinjauan tentang pengaruh penggunaan pupuk cair dari urin sapi terhadap pertumbuhan tanaman atau bayam yang tinggi (Amaranthus sp) menunjukkan bahwa efek penggunaan pupuk cair dari urin sapi dengan dosis berbeda sangat signifikan (P < 0,01) pada T0 (± 12 622 cm), T1 (± 21.144 cm), T2 (± 20.940 cm) dan T3 (± 8.104 cm), sedangkan bobot segar atau bayam tanaman produksi (Amaranthus sp) umur 25 hari hasil analisis statistik ANOVA menunjukkan sangat signifikan (P <0,01) dalam berbagai T0 (± 3,86 kg), T1 (± 14,59 kg), T2 (± 9,79 kg) dan T3 (± 1,85 kg). Kesimpulan penelitian bahwa dosis pupuk cair dari urin sapi sebanyak 125 ml / 14 l air, merupakan dosis terbaik yang digunakan untuk produksi tanaman bayam 25 hari untuk menghasilkan tinggi tanaman ± 21,144 cm, dan produksi berat ± 14,59 kg / 5 m2.
Tingkat Status Pencemaran Bakteri Selama Penyimpanan Di Jalur Distribusi Telur Ayam Layer Mutiarini, Oktavia; Wahyono, Fajar; Susanti, Siti
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 24 (2016): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1193.915 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i24.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penyimpanan pada berbagai tempat pendistribusian telur dalam kurun waktu tertentu untuk mengetahui jumlah total bakteri dan Coliform. Rancangan yang digunakan adalah uji Ttest dan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu T0 (tanpa perlakuan); T1 (penyimpanan di konsumen) ; T2 (penyimpanan di peternakan) dan T3 (penyimpanan di pasar), penyimpanan dilakukan selama 4 minggu. Data dianalisis menggunakan T Test untuk mengetahui pengaruh perlakuan pada jumlah total bakteri dan ANOVA untuk mengetahui perlakuan pada bakteri coliform. Hasil menunjukkan bahwa tingkat status cemaran bakteri T0: 0,86 ± 0,96, T1: 19,70 ± 12,56, T2: 57,20 ± 6,61, dan T3: 50,60 ± 34,8 (104 cfu/g) sedangkan Coliform T0: 16,76 ± 17,98, T1: 28,08 ± 22,24, T2: 93,24 ± 79,10, dan T3: 354± 77,05 104 (cfu/g)  berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tempat penyimpanan pendistribusian. Dapat disimpulkan bahwa jumlah total bakteri dan Coliform dipengaruhi oleh suhu, kelembaban, sinar matahari, angina, kontaminan dan penyimpanan.
Manfaat Nutrisi Bagi Performa Burung Kicauan J., Daryatmo,; Widiarso, B. P.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.174 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.102

Abstract

Banyak masalah yang bisa terjadi pada burung berkicau, seperti kesehatan yang buruk, rendahnya kesuburan dan daya tetas dan penurunan rentang hidup dapat berhubungan dengan gizi buruk. Nutrisi yang tidak tepat dapat menyebabkan burung rentan terhadap banyak penyakit dan mengakibatkan performa yang buruk secara keseluruhan dan kurangnya vitalitas. Istilah "gizi yang tidak tepat" tidak selalu berarti kekurangan gizi, dapat juga berarti kelebihan gizi. Menyediakan terlalu banyak makanan dengan frekuensi terlalu sering dan memberikan terlalu banyak hal yang baik serta kurang bervariasi seringkali menjadi penyebab masalah Ada lebih dari 8000 jenis burung,  mungkin tidak akan pernah ada diet yang ideal untuk semua jenis burung. Namun, untuk rata-rata pemilik burung peliharaan pengetahuan umum tentang konsep-konsep nutrisi dasar dan makanan dapat bermanfaat ketika keputusan harus dibuat (Butcher and Miles, 2014). Probiotik, sumber bakteri menguntungkan yang sangat terkonsentrasi, menjaga usus burung tetap sehat dan seimbang serta meminimalkan efek dari bakteri berbahaya. Bakteri berbahaya yang menyebabkan diare dan gangguan pencernaan lainnya yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk menyerap nutrisi (Burroughs, 1998). Semua hewan memiliki miliaran bakteri menguntungkan dalam sistem pencernaan mereka serta bakteri berbahaya. Burung tidak terkecuali. Bakteri bermanfaat benar-benar membantu proses pencernaan dan membantu dalam penyerapan nutrisi. Tanpa bakteri menguntungkan, usus akan menjadi lebih banyak diisi dengan bakteri berbahaya yang dapat membuat sakit. Diperkirakan bakteri menguntungkan dalam usus adalah spesies tertentu. Tidak cocok memberikan burung probiotik kelas manusia, atau yang dikembangkan untuk digunakan pada anjing (Burroughs, 1998). Dapat disimpulkan bahwa pakan seimbang, diet bervariasi akan memainkan peran utama dalam membantu burung peliharaan hidup panjang dan sehat.
Tingkah Laku Berahi Pada Kambing Kejobong Betina yang Kesuburanya Ditingkatkan Menggunakan Ekstrak Hipofisa F., Iskandar,; T, Setiatin, E.; Sutiyono, Sutiyono
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 11, No 21 (2015): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.43 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v11i21.124

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkah laku berahi pada kambing Kejobong betina. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 23 ekor kambing Kejobong betina yang sehat secara klinis, bersiklus berahi normal dan berumur 3 ? 4 tahun. Perlakuan yang diterapkan adalah T0 setiap kambing disuntik 5 ml NaCl fisiologis 0,9%, T1 setiap kambing disuntik ekstrak hipofisa 0,26 g dalam 5 ml NaCl fisiologis 0,9% dan T3 setiap kambing ekstrak hipofisa 0,52 g dalam 5 ml NaCl fisiologis 0,9%. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan AcakLengkap (RAL) subsampling dengan 3 perlakuan, T0 (7 ulangan), T1 (8 ulangan) dan T2 (8 ulangan). Parameter yang diamati adalah perubahan tingkah laku menggerakkan ekor, nafsu makan dan mengeluarkan suara khas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Chi-square. Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak hipofisa tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap semua parameter. Rata-rata persentase perubahan tingkah laku menggerakkan ekor pada T0, T1 dan T2 adalah 71,4%, 87,5% dan 87,5%, persentase perubahan nafsu makan 100%, 75% dan 87,5%, sedang persentase mengeluarkan suara khas 71,4%, 100% dan 100%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak hipofisa tidak memberikan perbedaan tingkah laku berahi pada kambing Kejobong betina.
Kecernaan In Vitro Jerami Padi Fermentasi Dengan Menggunakan Berbagai Level Inokulum Aspergillus niger dan Lactobacillus plantarum T. W, Saputro , R. A.; N., Ngadiyono,; M, Yusiati, L.; G. S., Budisatria, I.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 11, No 22 (2015): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.239 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v11i22.144

Abstract

Pemanfaatan sisa hasil pertanian (jerami padi) sebagai pakan dasarmenjadi hal yang strategis untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan pakan berserat bagi ternak sapi potong. Mikrobia selulolitik dan bakteri asam laktat merupakan salah satu sumber inokulum yang dapat meningkatkan kualitas jerami padi sebagai pakan dasar berserat. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan sumber karbon yang tepat untuk pertumbuhan Aspergillus niger(AN) dan Lactobacillus plantarum(LP).Penelitian ini dilakukan dengan menfermentasi jerami padi menggunakan AN dan LP. Perlakuan sumberkarbon yang diberikan dua macam substrat, yaitu molasses dan dedak. Perlakuan level AN sebesar 0, 5, 10, dan 15%. Pemberian LP sebesar 10% pada setiap perlakuan. Fermentasi dilakukan selama 21 hari,sedang nilai kecernaannyadievaluasi dengan menggunakan metode in vitro Tilley andTerrydan Gas Test. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pH, asam laktat,BK, BO, PK, SK, NDF, ADF, dan TDN. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian rancangan acak lengkap (Completely Randomized Design/CRD) pola searah dan pola faktoril (2 x 3), bila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan?s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan Aspergillus nigerdan Lactobacillus plantarumuntuk fermentasi jerami padi yang terbaik adalah  15% Aspergillus nige rdan  10% Lactobacillus plantarum dari bahan kering. Penggunaan substrat molases lebih baik jika dibandingkan dengan dedak, hal ini terlihat dari hasil analisis PK, SK, LK, ADF, dan hasil uji fisik jerami padi fermentasi.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Jahe Merah Terhadap Karkas dan Lemak Abdominal Pada Ayam Broiler Betina Adiwinarto, Gatot
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 24 (2016): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.818 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i24.82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak jahe merah pada ayam broiler betina terhadap berat karkas, persentase karkas, berat lemak abdominal dan persentase lemak abdominal. Bahan yang digunakan adalah ayam broiler betina umur 43 hari sebanyak 16 ekor. Rancangan penelitian menggunakan  rancangan acak lengkap, perlakuan adalah pemberian ekstrak jahe merah dengan empat perlakuan, dan empat ulangan yaitu P0 tidak diberikan ekstrak jahe sebagai control, P1 diberikan  dengan konsentrasi 5%, P2 (10%), dan P3 (15%). Analisis data menggunakan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak jahe merah tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap berat karkas dan persentase karkas. Tetapi menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap berat lemak abdominal dan persentase lemak abdominal.  Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa pemberian ekstrak jahe merah dapat menurunkan berat dan presentase lemak abdominal, tetapi tidak mempengaruhi berat dan persentase karkas
Pemanfaatan Soybean Oligosaccharides Dari Bungkil Dan Kulit Kedelai Terhadap Ketahanan Tubuh Ayam Broiler (Utilization Of Soybean Oligosaccharides Derived From Soybean Meal And Soybean Hull On Immune Responses In Broiler Chickens) Z, Wulansari; Suthama, N; Mangisah, I
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.177 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.115

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan soybean oligosaccharides dari bungkil dan kulit kedelai dalam ransum terhadap bobot relatif bursa fabricius, bobot relatif limpa, rasio heterofil limfosit, dan pertambahan bobot badan ayam broiler. Ternak yang digunakan dalam penelitian adalah ayam broiler strain Lohman sebanyak 160 ekor umur 7 hari dengan bobot badan awal 112, 24 ± 6,70 g. Penelitian 48 Pemanfaatan Soybean Oligosaccharides dari Bungkil dan Kulit Kedelai Terhadap Ketahanan TubuhAyam Broiler menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan menggunakan soybean oligosaccharides dalam bentuk ekstrak dari bungkil kedelai(EBK) dan ekstrak kulit kedelai(EKK) meliputi T0 (kontrol), T1 (EBK 0,15%), T2 (EBK 0,3%), T3 (EKK 0,15%), dan T4 (EKK 0,3%). Parameter yang diukur meliputi bobot relatif bursa fabricius, bobot relatif limpa, nilai rasio heterofil limfosit, dan pertambahan bobot badan. Data dianalisis varians dan dilanjutkan dengan uji Wilayah Ganda Duncan. Hasil penelitianmenunjukan bahwa penambahan soybean oligosaccharide dalam bentuk ekstrak kulit kedelai maupun bungkil kedelai tidak berpengaruh nyata terhadap bobot relatif organ limfoid, tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rasio heterofil limfosit dan pertambahan bobot badan ayam broiler. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan soybean oligosaccharides dari bungkil kedelai maupun kulit kedelai mampu mempertahankan kondisi kesehatan dilihat dari bobot organ limfoid yang normal dan menurunkan rasio heterofil limfosit. Soybean oligosaccharides dari bungkil kedelai taraf 0,3% menghasilkan pertambahan bobot badan yang terpenuhi.
Total Polifenol dan Aktivitas Antioksidan Yoghurt dengan Penambahan Tepung Jewawut D.,, Laksito Rukmi,; M., Legowo , A; B, Dwiloka,
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 11, No 22 (2015): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.719 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v11i22.139

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total polifenol dan aktivitas antioksidan yoghurt dengan penambahan tepung jewawut. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tujuh ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbandingan inokulasi starter L. acidophilus dengan S. thermophilus sebesar 1 : 1 (v/v), terdiri atas T1 = 3% ; T2 = 4% ; T3 = 5%. Berdasarkan hasil penelitian perbandingan inokulasi starter berpengaruh secara nyata (P<0,05) terhadap total polifenol dan aktivitas antioksidan. Total polifenol meningkat dari 50,30 ppm sampai 69,44 ppm dan aktivitas antioksidan meningkat dari 9,55 % sampai 11,41%
Produksi Dan Kualitas Jerami Tanaman Proso Millet (Panicum Miliaceum L.) Dengan Pemberian Berbagai Aras Urea Dan Pupuk Kandang Sebagai Sumber Pakan Ternak Rizki, Akhmad; Pangestu, Eko; Purbajanti, E. D.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 24 (2016): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1285.801 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i24.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kadar bahan kering, serat kasar dan protein kasar jerami tanaman proso millet yang ditanam dengan perlakuan berbagai aras urea dan pupuk kandang. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2x3 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama meliputi M0  (tanpa pupuk kandang) dan M1 (pupuk kandang) dengan taraf  5 ton/ha, sedangkan faktor kedua yaitu pemberian urea dengan level 50, 100, dan 150 kg N/ha. Data dianalisis berdasarkan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan apabila ada perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pupuk kandang dengan urea. Pupuk kandang tidak berpengaruh pada kandungan bahan kering,serat kasar dan protein  kasar. Perlakuan urea tidak berpengaruh pada produksi dan kandungan bahan kering tetapi berpengaruh pada kandungan serat kasar dan protein kasar. Kandungan serat kasar dan protein kasar dari pemupukan N1, N2 dan N3 masing- masing sebesar  36,93; 38,74;43,62% dan 4,28; 3,72; 6,03%.  Simpulan penelitian ini bahwa pemupukan N3 menghasilkan nutrien jerami proso millet yang terbaik
Pengaruh Penggunaan Rumput Laut Dan Pare Dalam Ransum Terhadap Jumlah Leukosit Dan Persentase Bobot Bursa Fabrisius Ayam Broiler S., Puspitasari,; Isroli, Isroli; Kusumanti, E.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.923 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh menggunakan rumput laut (Gracilaria verrucosa) dan pare (Momordica charantia) dari total leukosit dan bursa fabricius ayam broiler. Percobaan menggunakan 100 DOC (Day Old Chicken) ayam pedaging. Ransum untuk broiler terdiri dari rumput laut, pare, dedak, bungkil kedelai, meta meal unggas, dan topmix. Desain percobaan  yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 5 broiler. Ransum diklasifikasikan sebagai: ransum T0 = kontrol tanpa rumput laut dan bitteer melon, T1 = ransum menggunakan 2% pare, T2 = ransum menggunakan 7% rumput laut, T3 = ransum menggunakan 2% pare dan 7% rumput laut. Parameter yang diukur adalah total leukosit dan berat relatif bursa Fabricius pada usia 3 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan secara signifikan dipengaruhi (P <0,05) jumlah leukosit, tapi tidak (P> 0,05) pada berat relatif bursa Fabricius. Total leukosit pada T0, T1, T2, T3 adalah 12,35 (× 103 / ml), 9,98 (× 103 / ml), 9,02 (× 103 / ml), Dan 10,81 (× 103 / ml), dan berat relatif bursa Fabricius adalah 0,28%, 0,25%, 0,18%, dan 0,21%. Penggunaan rumput laut dan pare sebagai bahan pakan dapat meningkatkan daya tahan tubuh dilihat dari normalnya jumlah leukosit dan bobot relatif bursa fabrisius, serta meningkatkan bobot badan ayam broiler.

Page 7 of 22 | Total Record : 216