cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
KORELASI PENINGKATAN KADAR TROPONIN I DENGAN MORTALITAS PADA PASIEN DEWASA TERKONFIRMASI COVID-19 Nida Suraya; Lastri Supriatin; Delita Prihatni; Raja Iqbal Mulya Harahap
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jantung adalah organ kedua setelah paru-paru yang banyak dipengaruhi oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus-2 (SARS CoV-2), mengalami cedera akibat virus tersebut ditandai dengan peningkatan kadar troponin. Kadar troponin-I secara signifikan lebih tinggi pada pasien COVID-19 berat, mendapat perawatan intensif, dan meninggal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kenaikan kadar troponin-I dengan mortalitas pasien dewasa terkonfirmasi Corona Virus Disease-19 (COVID-19). Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dilakukan pada pasien COVID-19 rawat inap di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dari Desember 2020 hingga Maret 2021 sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data kadar troponin-I dan karakteristik pasien diambil dari sistem informasi laboratorium dan rekam medis. Hubungan kenaikan kadar troponin I dengan mortalitas dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 90 pasien usia 20-60 tahun sebanyak 48 orang (53,3%), pasien laki-laki sebanyak 57 orang (63,3%), dan pasien dengan komorbid sebanyak 64 orang (71,1%). Peningkatan kadar troponin-I terjadi pada 80% pasien berhubungan secara signifikan dengan mortalitas (p 0,0001) dengan Odds Ratio (OR) sebesar 6,40. Hal ini berarti pasien dengan kadar troponin I meningkat memiliki kemungkinan untuk meninggal 6,4 kali lebih besar daripada pasien dengan kadar troponin-I normal. Kondisi COVID-19 berat dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ termasuk otot jantung. Pada penelitian ini, pasien COVID-19 dengan kenaikan kadar troponin-I pada masa perawatan memiliki risiko kematian lebih tinggi daripada pasien dengan kadar troponin-I yang normal. Untuk mengevaluasi apakah troponin-I merupakan faktor penyebab kematian yang kuat pada pasien COVID-19 dewasa diperlukan analisis multivariat. Kata kunci: COVID-19, mortalitas, troponin-I DOI : 10.35990/mk.v6n1.p34-43
INFERTILITAS PADA WANITA AKIBAT INFEKSI GONORE Fatimah Fitriani; Putri Oktriana; Budi Eko Prasetyorini; Nathania Amelinda; Achmad Satya Negara; Endra Yustin Ellistasari
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gonore (GO) merupakan infeksi menular seksual (IMS) akibat Neisseria gonorrhoeae, bakteri gram negatif yang bersifat patogen obligat intraseluler penyebab infeksi permukaan mukosa organ reproduksi pria dan wanita, faring, rektum, dan konjungtiva. Infeksi GO ascending pada tuba falopii berdampak jangka panjang dan serius pada organ reproduksi wanita. Kerusakan organ reproduksi pada infeksi GO dan respon inflamasi dapat menyebabkan penyakit radang panggul, jaringan parut tuba falopi, risiko kehamilan ektopik, dan infertilitas tuba wanita. Tujuan penulisan tinjauan pustaka ini untuk memahami dampak infeksi N. gonorrhoeae terhadap infertilitas wanita sehingga dapat meningkatkan kesadaran untuk melakukan deteksi dini serta memberikan penanganan yang tepat dalam upaya pencegahan terjadinya infertilitas. Kata Kunci : gonore, infertilitas, infeksi menular seksual, wanita DOI : 10.35990/mk.v6n1.p91-102
MANAJEMEN PENCEGAHAN PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL (TIK) PADA PASIEN PASCA KRANIOTOMI DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) Ahmat Pujianto; Hendy Lesmana; Maria Imaculata Ose; Bayu Purnomo; Aris Junaidi
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi pasien pasca kraniotomi relatif tidak stabil, dan berpotensi mengalami komplikasi intrakranial sehingga pasien harus mendapat pemantauan ketat di ruang perawatan intensif (Intensive Care Unit ((ICU). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran manajemen pencegahan tekanan intrakranial (TIK) pada pasien pasca kraniotomi di ICU. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang melibatkan 12 responden pasien pasca kraniotomi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi catatan medis pasien yang berisi karakteristik responden, status hemodinamik responden, manajemen TIK yang dilakukan, nilai pemeriksaan Glasgow Coma Scale-Pupil (GCS-P), nilai laboratorium untuk laktat, dan nilai elektrolit (natrium, kalium, dan klorida). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari ketiga perawatan, pengaruh sedasi sudah menurun dan 3 responden (8,3%) sudah dalam keadaan sadar dengan nilai GCS-P E4M6Vett-P 3/3. Semua responden diberikan posisi head up 15-30 derajat, sedangkan untuk mode ventilator mekanik, positive end expiratory pressure (PEEP), fraksi oksigen, obat sedasi, analgesik. Pada hari ketiga perawatan, sebagian besar responden sudah mengalami peningkatan ke arah perbaikan. Manajemen pencegahan peningkatan tekanan intrakranial pada pasien pasca kraniotomi akibat cedera otak traumatik pada pasien di ICU sesuai dengan pedoman Brain Trauma Foundation Guideline tahun 2016. Hanya saja untuk pengukuran tekanan intrakranial pada semua pasien belum dilakukan baik secara non-invasif maupun invasif. Kata kunci: ICU, manajemen TIK, pasca kraniotomi DOI : 10.35990/mk.v6n1.p44-55
TINGKAT PENGETAHUAN BERHUBUNGAN DENGAN KESEHATAN GIGI MULUT SISWA SDN JAMPANGKULON SUKABUMI Sri Sarwendah; Jeffrey Jeffrey; Hasna Humaira; Euis Reni Yuslianti
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk mecegah timbulnya penyakit gigi yang akan menurunkan kesehatan gigi dan mulut. Salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan gigi dan mulut adalah sikap, perilaku, dan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut pada anak usia 12 tahun di SDN 1 Jampangkulon Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan teknik probability berupa simple random sampling dengan jumlah sampel 39 orang dengan menggunakan analisis chi-square di SDN 1 Jampangkulon. Pengambilan data kebersihan gigi dan mulut menggunakan metode oral hygiene index simplified (OHI-S). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh anak usia 12 tahun mempunyai frekuensi tertinggi berdasarkan pengetahuan adalah kriteria cukup, dan frekuensi tertinggi berdasarkan kesehatan gigi dan mulut adalah kriteria cukup. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia 12 tahun di SDN 1 Jampangkulon. Kata kunci : kesehatan gigi, tingkat pengetahuan DOI : 10.35990/mk.v6n2.p152-161
PERTIMBANGAN ETIS PENGGUNAAN GANJA MEDIS DI INDONESIA Rita Komalasari
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global, ganja yang dipergunakan untuk keperluan pengobatan sudah banyak mendapat legalisasi. Hal ini berbeda dengan konteks Indonesia, dimana masalah legalisasi ganja masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan etis penggunaan ganja medis di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative literatur review. Pencarian literatur menggunakan data base online google scholar pada artikel yang terbit dalam 10 tahun terakhir. Kata kunci sesuai tema diterapkan selama proses pencarian artikel. Total terdapat 28 artikel yang dijadikan bahan studi literatur terpilih. Hasil penelitian menunjukkan pertimbangan etis seputar penggunaan ganja medis. Simpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat konsekuensi medis dan psikologis terhadap penggunaan ganja medis. Kata kunci: pertimbangan etis, ganja medis, Indonesia DOI : 10.35990/mk.v6n2.p205-217
STUDI IN VITRO: EFEK ANTIPLASMODIAL EKSTRAK ETANOL TERIPANG KELING (Holothuria atra) TERHADAP Plasmodium falciparum Rizka Indah Ramadina; Prawesty Diah Utami; Djatiwidodo Edi Pratiknya
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit apicomplexa darah yaitu Plasmodium sp. khususnya Plasmodium falciparum yang dibawa oleh nyamuk Anopheles. Teripang keling (Holothuria atra) merupakan invertebrata yang mengandung komponen aktif seperti saponin, terpenoid, flavonoid dan alkaloid yang memiliki efektivitas sebagai antiplasmodium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas antiplasmodial dari ekstrak etanol teripang keling (Holothuria atra) terhadap perkembangan P.falciparum melalui studi in vitro. Dalam studi in vitro penelitian ini menggunakan sampel kultur P.falciparum strain 3D7 dan ekstrak etanol H.atra. Media kultur akan terbagi menjadi 3 kelompok yakni kontrol negatif, kontrol positif serta dengan penambahan ekstrak etanol H.atra. Ketiga kelompok tersebut akan diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37oC lalu dilakukan pemeriksaan kadar parasitemia dan inhibitory rate menggunakan mikroskop cahaya serta pengukuran IC50 menggunakan analisis probit melalui program SPSS versi 23. Hasil penelitian memperlihatkan adanya efek antiplasmodial dalam menghambat perkembangan P.falciparum. Semakin besar dosis yang diberikan maka efek hambatannya juga semakin besar. Nilai IC50 ekstrak etanol H.atra adalah 1,54 µg/ml. Penggunaan ekstrak teripang keling (Holothuria atra) memiliki efek antiplasmodial yang mampu menekan perkembangan P.falciparum dan nilai IC50 ekstrak etanol mempunyai aktivitas yang tinggi sebagai antiplasmodial. Kata Kunci: antiplasmodial, Holothuria atra, in vitro, malaria, Plasmodium falciparum DOI : 10.35990/mk.v6n2.p113-122
HUBUNGAN KEHILANGAN PELEKATAN JARINGAN PERIODONTAL DENGAN KADAR GLUKOSA PUASA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Dewi Lidya I Nasution; Euis Reni Yuslianti; Muhammad Muflih Mu’tashim
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang terjadi karena gangguan sekresi insulin, kerja insulin, maupun keduanya. Kerja insulin yang terganggu pada penyakit DM mengakibatkan glukosa dari pembuluh darah tidak mampu masuk ke jaringan sehingga terjadi hiperglikemia. Kondisi DM dapat bermanifestasi pada rongga mulut seperti periodontitis yang ditandai dengan kehilangan pelekatan jaringan periodontal. Kecenderungan tingkat kehilangan jaringan periodontal pada pasien DM dengan kadar glukosa darah tidak terkontrol lebih tinggi dibandingkan dengan kadar glukosa darah terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar glukosa puasa dengan tingkat kehilangan pelekatan jaringan periodontal pada pasien DM tipe 2. Penelitian adalah analitik asosiasi dengan menggunakan pendekatan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian terdiri dari 56 pasien DM tipe 2 anggota Persadia di RS Dustira Cimahi yang dilakukan pemeriksaan Clinical Attachment loss (CAL) dan pemeriksaan glukosa darah puasa. Korelasi kadar glukosa darah dengan tingkat kehilangan jaringan periodontal dianalisis dengan uji Chi Square (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kadar glukosa puasa dengan tingkat kehilangan pelekatan jaringan periodontal sangat bermakna (p=0,00). Dapat disimpulkan bahwa glukosa darah mempunyai pengaruh yang besar terhadap tingkat kehilangan pelekatan jaringan periodontal pada pasien DM tipe 2. Peningkatan kadar glukosa darah menyebabkan kondisi hiperglikemia yang mengakibatkan peningkatan Advanced glycation end products (AGEs) sehingga membuat peningkatan aktivitas kolagenase yang dapat menginduksi matriks metaloproteinase (MMPs) untuk memperparah kehilangan pelekatan jaringan periodontal. Kata kunci: diabetes melitus, glukosa, pelekatan periodontal DOI : 10.35990/mk.v6n2.p162-172
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN LAMANYA PAPARAN CAHAYA LAPTOP DENGAN KEJADIAN ASTENOPIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIMUS DI MASA PANDEMI Dhin Syihabudin
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) membuat pemerintah menganjurkan perguruan tinggi untuk meminimalkan proses pembelajaran luring dan mengutamakan pembelajaran daring yang menyebabkan mahasiswa sering menggunakan laptop dan terpapar cahaya laptop dalam waktu yang lama, mengerjakan tugas hingga larut malam dapat menyebabkan terganggunya kualitas tidur, sehingga berisiko mengalami astneopia, biasanya ditandai dengan gejala somatik seperti mata kering, merah, penglihatan kabur. WHO mencatat kejadian astenopia di dunia rata-rata 75% per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan lamanya paparan cahaya laptop dengan kejadian astenopia di masa pandemi. Penelitian kuantitatif, observasional analitik dengan cross sectional. Instrumen yang digunakan PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) dan VFI (Visual Fatigue Index). Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji chi square. Sampel penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang. Dari 60 responden, 65% memiliki kualitas tidur yang buruk, 66,7% terpapar cahaya laptop dalam jangka waktu yang lama dan 53,3% mengalami astenopia. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai signifikasi antara kualitas tidur dengan astenopia (p=0,000) dan lamanya paparan cahaya laptop dengan astenopia (p=0,044) sehingga nilai (p < 0,05). Terdapat hubungan antara kualitas tidur dan lamanya paparan cahaya laptop dengan kejadian astenopia di masa pandemi. Kata kunci : astenopia, kualitas tidur, lamanya paparan cahaya laptop DOI : 10.35990/mk.v6n2.p123-133
GAMBARAN X-FOTO THORAX DAN KARAKTERISTIK PASIEN ANAK PENDERITA COVID-19 DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Hafizhah Alya Rizviar; Galuh Ramaningrum; Tri Kartika Setyarini; Kanti Rantaningrum
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 7,76%, angka ini lebih besar dari kasus COVID-19 di dunia yang hanya 0,8-2,2%. Gambaran foto thoraks dan karakteristik pasien COVID-19 anak lebih bervariasi dibanding kasus dewasa. Penelitian terkait COVID-19 pada anak di Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui gambaran foto thoraks dan karakteristik pasien COVID-19 anak. Penelitian ini adalah studi deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah anak yang didiagnosis COVID-19 dan dirawat di bangsal anak di RSUD Tugurejo Semarang periode Mei 2020-Agustus 2021. Data penelitian menggunakan data sekunder berupa rekam medis. Gambaran foto thoraks yang sering ditemukan penebalan pola broncovaskular dan infiltrasi (39,5%) dan normal (39,5%). Sampel anak di dominasi usia remaja (12-18 tahun) sebanyak 52,6%, laki-laki 68,4%, indeks massa tubuh (IMT) normal 73,7%; dengan gejala ringan 63,2%. Pasien dengan komorbid hanya 2,6%. Gambaran foto thoraks bervariasi kemungkinan disebabkan manifestasi klinis anak mayoritas ringan-sedang sehingga tidak ada gambaran khas seperti pada dewasa. Karakteristik pasien berdasarkan usia mayoritas remaja kemungkinan disebabkan remaja merupakan usia produktif yang memiliki risiko terpapar paling besar karena interaksi erat dengan sekitar. Jenis kelamin mayoritas laki-laki kemungkinan disebabkan jumlah CD4+ pada tubuh lebih sedikit dari wanita. Pasien dengan komorbid hanya 2,6% yaitu bayi prematur kemungkinan disebabkan kekebalan sistem humoral dan selular yang belum cukup. IMT mayoritas normal namun nutrisi sangat dibutuhkan dalam pertahanan tubuh melawan virus. Gejala anak mayoritas ringan-sedang kemungkinan diakibatkan anak memiliki ACE-2 lebih sedikit dari dewasa sehingga tidak sensitif terhadap virus SARS-CoV-2 Kata kunci: anak, COVID-19, foto thoraks, karakteristik DOI : 10.35990/mk.v6n2.p173-182
HUBUNGAN PEMBERSIHAN TELINGA MENGGUNAKAN COTTON BUDS DENGAN KEJADIAN KELUHAN TELINGA Asti Kristianti; Siska Telly Pratiwi; Nadya Safira; Nurbaiti Nazarudin
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembersihan telinga menggunakan cotton budsapat menjadi faktor risiko infeksi telinga luar terutama kejadian otitis eksterna yang dapat menimbulkan berbagai keluhan telinga seperti nyeri telinga, telinga gatal, telinga penuh, dan penurunan pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pembersihan telinga menggunakan cotton buds dengan kejadian keluhan telinga pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK Unjani) Angkatan 2019. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswa FK Unjani Angkatan 2019 yang melakukan pembersihan telinga menggunakan cotton buds dengan keluhan telinga yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penetapan sampel menggunakan Rumus uji hipotesis beda dua proporsi dua kelompok. Jumlah responden minimal yang dapat digunakan dalam penelitian adalah berjumlah 30 responden. Metode dalam pengambilan responden menggunakan consecutive sampling. Instrumen yang dipakai pada penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Karakteristik responden yang menggunakan cotton buds dalam membersihkan telinganya berjenis kelamin perempuan lebih banyak daripada laki-laki (83,33%). Dalam membersihkan telinga responden paling banyak menggunakan cotton buds menimbulkan keluhan telinga gatal (45,28%), nyeri telinga33,96%), telinga penuh (18,87%), dan penurunan pendengaran (1,89%). Dari penelitian didapatkan hasil hubungan yang bermakna dengan nilai odds ratio 95,28 kali lebih besar antara pembersihan telinga menggunakan cotton buds dengan kejadian keluhan telinga pada Mahasiswa FK Unjani Angkatan 2019 dibandingkan dengan yang tidak menggunakan cotton buds. Mayoritas keluhan telinga yang terjadi adalah telinga gatal yang menandakan sudah memasuki stadium inflamasi kronik dari kejadian otitis eksterna. Kata Kunci: Cotton buds, keluhan telinga, pembersihan telinga DOI : 10.35990/mk.v6n2.p134-142

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue