cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
ANALISIS PREVALENSI , KARAKTERISTIK, FAKTOR RISIKO, DAN GAMBARAN ULTRASONOGRAFI PADA PASIEN VESIKOLITHIASIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILEGON TAHUN 2021-2022 Ilma Fiddiyanti; Omat Rachmat; Rizkia Ulhaq
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vesikolithiasis atau penyakit batu kandung kemih adalah terbentuknya batu yang disebabkan oleh pengendapan zat-zat yang terkandung dalam urine dalam jumlah yang berlebihan atau karena faktor lain yang memengaruhi kelarutan zat tersebut. Gambaran vesikolithiasis dan diagnosisnya dapat dilihat melalui hasil ultrasonografi. Ultrasonografi dapat melihat batu kandung kemih yang terlihat lusen atau opak pada radiografi konvensional. Penampakan vesikolithiasis pada ultrasonografi berupa gambaran hyperechoic dengan bayangan akustik posterior pada kandung kemih dengan ukuran batu yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian, karakteristik (jenis kelamin dan usia), gambaran hasil pemeriksaan ultrasonografi pada pasien vesikolithiasis, dan faktor risiko vesikolithiasis pada pemeriksaan USG pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Cilegon pada tahun 2021-2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa rekam medis yang terdapat di Bagian Radiologi RSUD Cilegon periode 12 Agustus 2021 s.d. 12 Agustus 2022. Pengambilan dan pengolahan data diambil dengan menggunakan teknik total sampling dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di RSUD Cilegon angka kejadian vesikolithiasis pada tahun 2021-2022 sebanyak 13 kasus. Semua pasien dengan vesikolithiasis di RSUD Cilegon adalah laki-laki sebanyak 13 kasus (100%). Penderita vesikolihiasis terbanyak pada kelompok usia lebih dari 50 tahun dengan jumlah tujuh kasus (53,8%). Gambaran hasil pemeriksaan ultrasonografi berupa hyperechoic dengan posterior acustic shadow pada vesika urinaria dengan ukuran bervariasi. Faktor risiko pada pasien vesikolithiasis adalah hiperplasia prostat jinak pada tujuh pasien (53,8%), pemasangan kateter pada enam pasien (46,1%), hidronefrosis pada tujuh pasien (53,8%), nefrolitiasis/nefrokalsiosis pada pasien (23%), kista ginjal pada tiga pasien (23%), dan sistitis pada satu pasien(7,7%). Kata kunci : angka kejadian, karakteristik, ultrasonografi, vesikolithiasis DOI : 10.35990/mk.v6n2.p183-193
PERUBAHAN KEBIASAAN MEROKOK PADA MASYARAKAT SELAMA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH PUSKESMAS CIPAGERAN Desy Linasari; Emma Mardliyah; Naufal Langit Alwan
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Pemerintah Indonesia memberlakukan beberapa kebijakan untuk memutus penyebaran penyakit tersebut. beberapa kebijakan pemerintah menyebabkan perubahan perilaku di masyarakat salah satunya kebiasaan merokok selama pandemi COVID-19 berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan kebiasaan merokok sebelum dan selama pandemi COVID-19 di wilayah Puskesmas Cipageran Kota Cimahi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kohort retrospektif. Data diperoleh dari kuesioner dan pengambilan sampel menggunakan Teknik Consecutive Sampling yang kemudian didapatkan 133 responden dan dianalisis dengan Uji Mcnemar. Dari hasil penelitian tidak didapatkan perubahan yang bermakna pada kebiasaan merokok (P>0,05). Hal tersebut disebabkan karena tidak terdapat pengaruh pandemi pada masyarakat yang sudah merokok sebelumnya. Masyarakat disarankan untuk mengurangi dan berhenti merokok agar terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh zat-zat yang terkandung pada rokok. Kata Kunci : COVID-19, merokok, pandemi DOI : 10.35990/mk.v6n2.p143-151
FAKTOR RISIKO YANG MEMENGARUHI KEJADIAN DISMENORE PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA Qori Aini Afiati; Mila Citrawati; Agneta Irmarahayu; Yanti Harjono
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri menstruasi atau yang dikenal dengan dismenore, merupakan kelainan paling umum pada bidang ginekologi yang ditandai dengan nyeri kolik daerah suprapubik. Keparahannya bervariasi dimulai dari 34% hingga 94% yang dapat membuat penderitanya tidak masuk sekolah atau berkegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang memengaruhi kejadian dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Faktor risiko yang diteliti pada penelitian ini adalah usia menarche, riwayat keluarga, lama menstruasi, stres, dan kualitas tidur. Desain penelitian ini ialah potong lintang menggunakan teknik pengambilan sampel memakai stratified random sampling pada 77 responden. Data diperoleh melalui kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42) untuk menilai stres, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, dan Working Ability, Location, Intensity, Days of Pain, Dysmenorrhea (WaLIDD) untuk menilai dismenore. Mayoritas responden mengalami dismenore, usia menarche normal, ada riwayat keluarga dismenore, lama menstruasi normal, mengalami stres, dan memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil uji Chi Square pada analisis bivariat didapatkan riwayat keluarga (p=0,022), stres (p=0,002), dan kualitas tidur (p=0,001) memiliki korelasi terhadap kejadian dismenore. Variabel usia menarche (p=0,288) dan lama menstruasi (p=1,000) tidak memiliki korelasi terhadap kejadian dismenore. Hasil uji multivariat memberikan hasil yaitu faktor yang berpengaruh paling kuat terhadap kejadian dismenore adalah kualitas tidur (OR=14,444). Kualitas tidur seseorang berhubungan dengan mekanisme peningkatan mediator inflamasi yaitu IL-6 dan TNF α yang berperan dalam nyeri saat menstruasi. Kata Kunci: dismenore, kualitas tidur, lama menstruasi, riwayat keluarga, stres, usia menarche DOI : 10.35990/mk.v6n2.p194-204
KARAKTERISTIK KIPI COVID-19 PADA LANSIA DI WILAYAH PUSKESMAS SENTOSA BARU Arrafi Insani; Zata Ismah; Susilawati Susilawati
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena gunung es pada laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) Corona Virus Disease-2019 (COVID-19) di wilayah Puskesmas Sentosa Baru menjadi masalah dalam usaha monitoring keamanan vaksin. Penelusuran terhadap estimasi besar kasus serta faktor penyebab KIPI COVID-19 perlu dilakukan untuk memaksimalkan evaluasi dari keamanan vaksin COVID-19. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi karakteristik KIPI COVID-19 pada lanjut usia (lansia) di wilayah Puskesmas Sentosa Baru. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan ­cross-sectional yang dilaksanakan pada Maret-Agustus 2022. Didapatkan sebanyak 185 responden berusia ≥60 tahun, yang diambil melalui simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka prevalensi KIPI COVID-19 pada lansia yaitu sebesar 74,6%, dengan reaksi sistemik seperti nyeri otot (61,6%), kelelahan (46,4%), dan pusing (36,2%) merupakan KIPI COVID-19 yang paling umum ditemukan pada lansia. Kesimpulan penelitian ini bahwa vaksin COVID-19 dalam kategori aman digunakan oleh para lansia. Saran bagi pemerintah untuk peningkatan terhadap sistem pencatatan dan pelaporan KIPI COVID-19 yang lebih efektif. Kata kunci: KIPI COVID-19, prevalensi, reaksi lokal, reaksi sistemik DOI : 10.35990/mk.v6n3.p261-272
PAPARAN PARAKUAT TERHADAP REGULASI PROTEIN APOPTOSIS NEURON PADA SUBSTANTIA NIGRA MODEL PARKINSON: TINJAUAN SISTEMATIK Aulia Wahyu Athiullah; Muhammad Ihwan Narwanto; Nindya Shinta Rusmatika
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parakuat adalah herbisida yang berfungsi untuk mengendalikan gulma dan sering digunakan di Indonesia. Parakuat merupakan faktor risiko penyakit Parkinson. Parakuat mampu menimbulkan apoptosis neuron pada model Parkinson, namun pernyataan tersebut masih menjadi perdebatan. Hal tersebut mendorong dilakukannya kajian sistematik mengenai paparan parakuat terhadap regulasi protein apoptosis neuron pada substantia nigra model Parkinson. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh paparan parakuat terhadap regulasi protein apoptosis neuron pada substantia nigra model Parkinson. Pencarian artikel didapatkan dari empat basis data, yaitu PubMed, Science Direct, Nature, dan GARUDA. Outcome yang dinilai adalah protein apoptosis neuron menggunakan analisis kualitas serta risiko bias SYRCLE tools dan didapatkan lima studi eksperimental in vivo dengan risiko bias rendah. Satu artikel menunjukkan tidak adanya apoptosis neuron dan empat artikel menunjukkan adanya apoptosis neuron dengan bukti peningkatan protein pro-apoptosis bax, P-p53, sitokrom c, kaspase-9, dan kaspase-3 yang merupakan jalur intrinsik apoptosis neuron. Kata kunci: parakuat, parkinson, protein apoptosis DOI : 10.35990/mk.v6n3.p317-328
FAKTOR RISIKO ACNE VULGARIS PADA REMAJA PELAJAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Shafira Salsabila Samara; Syafira Salshabira; Zanastia Sukmayanti; Hoirun Nisa
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acne vulgaris merupakan gangguan kulit yang sebagian besar dialami oleh remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian Acne vulgaris pada remaja di SMPN 120 Jakarta Utara. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi cross-sectional. Data dikumpulkan dari 290 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diberikan secara online. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square, T-independen, dan regresi logistik. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kejadian Acne vulgaris dengan usia (Nilai p= 0,000, OR 1,704 95% CI: 1,266–2,293), riwayat keluarga (p-value 0,000, OR 3,103 95% CI: 1,755–5,486), jenis kulit (Nilai p= 0,002, OR 2,343 95% CI: 1,377–3,987), dan waktu berangkat tidur (Nilai p=0,048, OR 1,942 95% CI: 1,005–3,753). Penelitian merekomendasikan untuk memberikan edukasi pencegahan Acne vulgaris khususnya terkait kualitas tidur dengan menjaga waktu tidur untuk mengontrol hormon androgen agar produksi sebum tidak berlebihan. Penelitian ini juga menyarankan pada remaja yang memiliki jenis kulit berminyak dan riwayat keluarga berjerawat untuk lebih memperhatikan kebersihan wajah karena memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami Acne vulgaris. Kata kunci: Acne vulgaris, faktor risiko, remaja DOI : 10.35990/mk.v6n3.p218-229
POTENSI EKSTRAK AIR ANGGUR LAUT (Caulerpa lentillifera) SEBAGAI BAHAN BAKU SABUN PEMBERSIH KEWANITAAN Perdina Nursidika; Firdha Rachmawati
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk pembersih kewanitaan dapat mengatasi permasalahan kewanitaan baik vaginosis, keputihan, maupun vaginitis. Selain memiliki efikasi yang baik, produk pembersih kewanitaan harus aman dan tidak memiliki efek samping terhadap penggunanya. Penggunaan produk alam menjadi salah satu alternatif bahan baku untuk pembuatan produk pembersih kewanitaan. Produk alam yang memiliki potensi tinggi yaitu golongan alga termasuk genus Caulerpa. Anggur laut (Caulerpa lentilifera) bersifat prebiotik yang meningkatkan pertumbuhan bakteri asam laktat, antibakteri, dan anti jamur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak air C. lentillifera untuk meningkatkan pertumbuhan bakteri asam laktat Lactobacillus acidophilus sehingga berpotensi sebagai bahan baku sabun pembersih kewanitaan. Metode penelitian dimulai dari determinasi, ekstraksi, penapisan fitokimia, dan modifikasi koefisien fenol untuk melihat pertumbuhan Lactobacillus acidophilus. Hasil menunjukkan ekstrak air C. lentillifera dapat menumbuhkan bakteri asam laktat hingga lebih dari 100 koloni, pada konsentrasi terkecil yaitu 2%, dan waktu kontak dua menit. Apabila dibandingkan dengan pembersih kewanitaan komersil, produk ini menghambat pertumbuhan bakteri asam laktat, terutama pembersih dengan kode B yang menghambat pada konsentrasi terkecil dan waktu kontak yang lama. Pembersih dengan kode P dapat menumbuhkan bakteri asam laktat pada konsentrasi terkecil 2% dan waktu kontak dua dan empat menit, namun pada konsentrasi tinggi dan paparan yang panjang pertumbuhan bakteri terhambat. Ekstrak air C. lentillifera juga menjaga pH tetap asam sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan menjaga keutuhan sel epitel. Pertumbuhan bakteri asam laktat dalam vagina menghambat pertumbuhan bakteri anaerob dan anaerob fakultatif penyebab vaginosis bakteri dan dapat mengurangi risiko inflamasi. Kesimpulannya ekstrak air C. lentillifera berpotensi sebagai bahan baku sabun pembersih kewanitaan. Kata kunci : Caulerpa lentillifera, Lactobacillus acidophilus, pembersih kewanitaanDOI : 10.35990/mk.v6n3.p273-282
LATIHAN KETAHANAN EKSTREMITAS ATAS DAN SUPLEMENTASI PUTIH TELUR TERHADAP MASSA OTOT PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) Yessi Andriani Zainal; Amira Permatasari Tarigan; Pandiaman Pandia; Putri Chairani Eyanoer
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnutrisi mempunyai pengaruh negatif terhadap struktur, elastisitas, dan fungsi paru serta kekuatan, ketahanan otot pernafasan, dan akan berdampak pada penurunan kapasitas fungsional serta meningkatkan risiko mortalitas. Pemberian latihan ketahanan otot dan pemberian nutrisi pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dapat meminimalisasi gejala, dan meningkatkan aktivitas sehari-hari. Studi klinis ini menggunakan desain quasi-experimental dengan satu kelompok pre-test post-test yang melibatkan 11 pasien PPOK stabil. Latihan selama 30 menit dilakukan empat kali seminggu selama satu bulan dengan tambahan asupan tujuh butir putih telur per latihan dalam diet. Responden mendapatkan instruksi latihan pada satu sesi di rumah sakit, setelah itu mereka harus melakukannya secara mandiri di rumah dan dipantau dengan telepon dan WhatsApp (WA) grup. Sebelum dan setelah penelitian selesai, massa otot kedua kelompok diukur menggunakan Carada Scan. Setelah diberikan latihan ketahanan ekstremitas atas, pada kelompok ini menunjukkan adanya peningkatan massa otot yang signifikan dari baseline 27,99±6,58 menjadi 30,0±7,23. Setelah menjalani program rehabilitasi paru, terdapat peningkatan massa otot yaitu menjadi 30,0±7,23. Kesimpulannya setelah dilakukan latihan ketahanan dan penambahan nutrisi putih telur dilaporkan bahwa terdapat manfaat yang signifikan terhadap pasien PPOK dengan bukti terdapatnya peningkatan massa otot. Kata kunci : latihan ketahanan ekstremitas atas, ppok, putih telurDOI : 10.35990/mk.v6n3.p230-239
EFEK KULIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP PERBAIKAN HISTOPATOLOGI GASTER TIKUS DIINDUKSI ASAM ASETIL SALISILAT Dewi Ratih Handayani; Ris Kristiana; Muhamad Fadhil Andhika Herdiawan
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis adalah suatu proses inflamasi pada mukosa dan submukosa gaster yang dapat disebabkan oleh penggunaan obat anti inflamasi non-steroid (OAINS). Salah satu obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) adalah asam asetil salisilat yang dapat menyebabkan pelepasan Reactive Oxygen Species (ROS). ROS dapat menyebabkan kerusakan pada mukosa gaster. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas kulit buah kopi robusta dalam mencegah kerusakan mukosa gaster. Penelitian menggunakan hewan coba 24 ekor tikus putih jantan galur Wistar (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan metode analitik eksperimental dengan desain posttest only control group dibagi menjadi enam kelompok, kelompok 1 berupa kontrol negatif (hanya diberi pakan pelet), kelompok 2 berupa kontrol positif yang diberikan asam asetil salisilat saja dosis 150 mg/KgBB, kelompok 3,4,5,6 diberi ekstrak etanol kulit buah kopi robusta masing-masing sebanyak 250, 500, 1000, 1500 mg/KgBB dilanjutkan pemberian asam asetil salisilat dosis 150mg/KgBB. Setelah perlakuan selama 14 hari, gaster tikus dikorbankan untuk dilihat secara mikroskopis gaster yang dinilai menggunakan skor Wattimena dan Siriviriyakul Prasong, et al yang telah dimodifikasi. Hasil menunjukkan setiap kelompok perlakuan dapat mencegah kerusakan mukosa gaster terutama dosis 1000 mg/KgBB dan 1500 mg/KgBB. Terdapat perbedaan bermakna jika dibandingkan dengan kelompok kontrol positif. Dapat disimpulkan bahwa dosis efektif ekstrak etanol kulit buah kopi robusta yang dapat mencegah kerusakan mukosa gaster adalah 1000 mg/KgBB dan 1500 mg/KgBB. Kulit buah kopi robusta mengandung senyawa flavonoid sebagai antioksidan yang dapat mengurangi akumulasi ROS, sehingga dapat mencegah kerusakan mukosa gaster. Kata kunci : Asam asetil salisilat, gastritis, kulit kopi robustaDOI : 10.35990/mk.v6n3.p283-294
GAMBARAN HASIL TES FAAL PARU PADA PENYINTAS COVID-19 MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNJANI ANGKATAN 2019˗2022 Karel Jaroslav; Daswara Djajasasmita; Susanti Ratunanda
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Sars˗cov˗2. Penelitian tentang efek jangka panjang COVID-19 pada manusia sudah banyak dilakukan khususnya pada paru karena paru merupakan organ yang paling terkena dampak. Salah satu tes yang bisa dilakukan untuk mengukur fungsi paru pada penyintas COVID-19 adalah tes faal paru. Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional dan sampel penelitian ini sebanyak 38 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK UNJANI) angkatan 2019˗2022 yang pernah terinfeksi COVID-19. Berdasarkan usia, didapatkan bahwa 30 dari 38 subjek mengalami penyakit paru restriktif. Berdasarkan jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan mengalami penyakit paru restriktif. Berdasarkan waktu terinfeksi, 88% subjek yang terinfeksi kurang dari 6 bulan mengalami penyakit paru restriksi sedangkan pada subjek yang terinfeksi lebih dari 6 bulan terdapat 81% subjek yang mendapatkan hasil restriksi. Berdasarkan gejala klinisnya, 37 dari 38 subjek yang termasuk gejala klinis ringan. Hasil tersebut dapat terjadi karena pada penyintas COVID-19, kerusakan yang terjadi saat infeksi dapat menyebabkan peradangan yang berkepanjangan dan terjadi fibrosis atau perubahan jaringan parenkim paru menjadi jaringan parut yang menyebabkan penurunan kapasitas difusi dan gangguan pengembangan paru sehingga pada pengukuran tes faal paru hasil yang didapat adalah restriksi. Kata kunci: penyakit paru restriksi, penyintas covid˗19, tes faal paru, usia mudaDOI : 10.35990/mk.v6n3.p240-250

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue