cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BROKOLI (Brassica oleracea var. italica) TERHADAP PERTUMBUHAN Propionibacterium acnes SECARA IN VITRO Sayu Putu Yuni Paryati; Henny Juliastuti; Dandi Fery Gunawan
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akne vulgaris merupakan penyakit inflamasi pada kulit yang pernah diderita oleh 80 – 100% orang di dunia. Akne vulgaris dapat timbul karena adanya peradangan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Bahan alam yang bersifat sebagai antibakteri salah satunya adalah daun brokoli (Brassica oleracea var. italica). Daun brokoli mengandung sejumlah senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, alkaloid, dan steroid. Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan efek antibakteri ekstrak etanol daun brokoli (B. oleracea var. italica) terhadap pertumbuhan P. acnes secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik. Objek penelitian berupa bakteri P. acnes ATCC 11827 dan daun brokoli yang dibuat menjadi ekstrak etanol daun brokoli dengan konsentrasi 10%, 30%, 50%, 70%, 90%, dan 100%. Kontrol positif pada penelitian ini menggunakan klindamisin 10 µg/disk dan DMSO 4% sebagai kontrol negatif. Berdasarkan rumus Federer pengulangan uji untuk setiap konsentrasi dan kontrol dilakukan sebanyak 4 kali. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun brokoli tidak menghasilkan daya hambat pada seluruh konsentrasi dan sebanding dengan kontrol negatif yaitu 0 mm. Faktor yang memengaruhi hasil uji pada penelitian ini dapat berupa faktor dari ekstrak, yaitu suhu dan waktu penyimpanan, paparan cahaya, dan kadar senyawa aktif pada ekstrak. Kepekaan bakteri P. acnes terhadap ekstrak etanol daun brokoli juga dapat memengaruhi hasil penelitian. Faktor lainnya adalah faktor teknis berupa jumlah bakteri yang diinokulasikan, pemilihan media, dan antibiotic carryover. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun brokoli tidak memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan P. acnes secara in vitro. DOI : 10.35990/mk.v4n4.p395-408
GAMBARAN KASUS PRESBIKUSIS PADA PENSIUNAN TNI DI RS DUSTIRA CIMAHI Yanti Nurrokhmawati
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Presbikusis adalah gangguan pendengaran pada usia tua. Prebikusis dipengaruhi olehberbagai faktor risiko diantaranya paparan kebisingan. Trauma akustik yang disebabkanoleh latihan menembak berulang pada anggota militer memiliki pengaruh terhadapterjadinya presbikusis, terutama pada kesatuan asal dari pasukan tempur. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menilai perbedaan prevalensi presbikusis pada pasienpurnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari pasukan tempur dan non-tempur.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengetahui karakteristik usia, jenis kelamin,faktor risiko penyakit, riwayat obat-obatan ototoksik, dan riwayat pekerjaan sebelumnya,serta asal kesatuan. Seluruh pasien poliklinik Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) diRumah Sakit Dustira pada bulan Januari-November 2018 yang didiagnosis sebagaipresbikusis dari riwayat, pemeriksaan, dan evaluasi audiometri. Data dicatat danditampilkan secara deskriptif. Hasil penelitian didapatkan 151 kasus dengan prevalensisebesar 12% dari seluruh kasus. Rerata usia adalah 50,5 tahun dengan rentang usia 49-80tahun, 59,9% laki-laki dan 40,4% perempuan. Hipertensi adalah faktor risiko yang palingbanyak (71,5%). Purnawirawan pasien TNI sebanyak 65 orang (14,77%), dan 43 orang diantaranya berasal dari pasukan tempur (68%). Kesimpulan: Kejadian presbikusis parapurnawirawan TNI dari pasukan tempur lebih tinggi daripada TNI dari pasukan non-tempur. DOI : https://doi.org/10.35990/mk.v4n5.p461-470
PROLOTERAPI DEKSTROSA PADA OSTEOARTRITIS LUTUT Rohmania Setiarini
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoartritis lutut merupakan penyakit degeneratif kronis yang menyebabkan nyeri, kekakuan,dan terbatasnya gerak sendi sehingga terjadi disabilitas dan penurunan kualitas hidup.Prevalensi semakin meningkat dengan peningkatan usia. Terdapat berbagai jenis terapi untukosteoartritis tetapi hanya sedikit yang dapat memperbaiki derajat degenerasinya. Injeksiintraartikular masih merupakan terapi non bedah yang popular untuk osteoartritis lutut,terutama jika dengan obat oral dan latihan masih dirasakan nyeri. Proloterapi merupakanteknik injeksi regeneratif non bedah yang memasukkan sedikit larutan iritatif ke tempat yangnyeri dan insersi tendon, sendi, ligamen serta daerah sekitar sendi selama beberapa kalipemberian untuk merangsang pertumbuhan sel dan jaringan normal. Agen proloterapi yangsering digunakan adalah dekstrosa dengan konsentrasi berkisar antara 12,5% sampai 25%.Dekstrosa dianggap agen proloterapi yang ideal karena sifatnya yang larut air dan dapatdiinjeksikan ke beberapa area dengan aman. Injeksi dekstrosa hipertonik intraartikular danekstrartikular dalam tiga sampai lima kali sesi memiliki efek klinis dan statistik yangsignifikan dalam perbaikan skor WOMAC (Western Ontario McMaster UniversityOsteoarthritis Index), skala nyeri dan fungsional. Keuntungan proloterapi dekstrosa yaituaman, murah, dan mudah diberikan serta belum ada penelitian yang melaporkan efek sampingjangka panjang maupun permanen. DOI : https://doi.org/10.35990/mk.v4n5.p521-530
FORMAT DAN KELENGKAPAN PENGISIAN SERTIFIKAT MEDIS PENYEBAB KEMATIAN DI RUMAH SAKIT TK. II 03.05.01 DUSTIRA KOTA CIMAHI TAHUN 2020 Andri Andrian Rusman; Anastasia Yani Triningtyas; Muhamad Debry Mahendra
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sertifikat Medis Penyebab Kematian (SMPK) adalah surat yang dibuat dan diterbitkan oleh rumah sakit berdasarkan standar WHO dan diisi oleh dokter penanggung jawab untuk menerangkan bahwa seseorang telah meninggal. Kelengkapan poin format sangat penting karena sangat memengaruhi kualitas dari Sertifikat Medis Penyebab Kematian (SMPK). Di Indonesia referensi pedoman penulisan SMPK telah diterbitkan oleh Kementrian Kesehatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan panduan dari Kemenkes sebagai acuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kelengkapan poin format dan kelengkapan pengisian sertifikat medis penyebab kematian. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Tk. II 03.05.01 Dustira Kota Cimahi. Objek yang diteliti pada penelitian ini adalah sertifikat medis penyebab kematian. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang menggunakan teknik purposive sampling dan kelengkapan poin format dinilai menggunakan checklist box. Hasil penelitian dari 91 SMPK didapatkan kelengkapan poin format SMPK RS Tk. II 03.05.01 Dustira dengan format Kemenkes yaitu 9 dari 13 poin atau 4 poin tidak lengkap yaitu tempat dan tanggal lahir, maternal atau tidak bagi wanita usia subur, cara pemulasaran, dan penyebab kematian. Kelengkapan pengisian formulir SMPK didapatkan hasil 100% yaitu semua formulir SMPK terisi lengkap. Kelengkapan pengisian sudah baik, namun formatnya belum sesuai Kemenkes karena merujuk pada kebijakan Pusat Kesehatan Angkatan Darat (PUSKESAD). Meskipun tidak lengkap, penyebab kematian dapat dilihat pada dokumen resume medis RS Tk. II 03.05.01 Dustira. Pusat Kesehatan Angkatan Darat perlu melakukan evaluasi format SMPK demi lengkapnya informasi kematian. Kata Kunci: Sertifikat medis penyebab kematian, kematian, Rumah Sakit Tk. II 03.05.01 Dustira DOI : 10.35990/mk.v5n4.p378-387
TINJAUAN ETIK DAN HUKUM TERHADAP VAKSINASI COVID-19 ANTARA PILIHAN DAN KEWAJIBAN Sony Ramdhani
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan wabah penyakit disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang diidentifikasi sebagai virus corona jenis baru. Jenis yang baru ini mempunyai sifat berbeda yaitu lebih menular dibandingkan yang sebelumnya walaupun masih dalam famili yang sama. Dalam penanganan pandemi Covid-19 ini tidak dapat hanya dilakukan dengan mengobati yang sakit saja tetapi harus terintegrasi, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tinjauan secara etik dan hukum analisis Peraturan Presiden No 14 Tahun 2021 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019, yang mewajibkan kepada warga yang terdaftar sebagai sasaran vaksinasi Covid-19 dan pemberian sanksi jika tidak mengikuti program. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah yuridis normatif, yaitu melakukan kajian dan penelaahan hukum normatif melalui studi kepustakaan. Program Vaksinasi Covid19 merupakan pelaksanaan kewajiban pemerintah dalam rangka pemenuhan hak manusiawi warganya agar dapat menjalani hidupnya dengan rasa aman, tenteram, sehat dan sejahtera. Secara prinsip hukum sudah sesuai dengan UUD 1945 sebagai sumber hukum serta peraturan/ undang-undang lainnya, sehingga pemerintah dapat memaksa warganya untuk mengikuti program vaksinasi, sedangkan untuk pilihan hanya pada jenis vaksinnya. Berdasarkan prinsip etik maka Program Vaksinasi Covid-19 telah memenuhi artikel/pasal yang terdapat dalam Universal Declaration on Bioethic and Human Right, dan kaidah dasar moral beneficence, nonmalficence, autonomy, dan justice dengan primafacienya adalah Justice, diharapkan pada pelaksanaannya tenaga kesehatan melaksanakan sesuai kaidah etik. Kata kunci: justice, program vaksin, sanksi DOI : 10.35990/mk.v5n4.p436-447
MORFOLOGI DERMATOFITA PADA KUKU DAN KULIT SELA JARI KAKI PENDERITA DIABETES MELITUS DI KECAMATAN MAMAJANG KOTA MAKASSAR Anita Anita; Ahyar Ahmad; Hasnah Natsir; Muh.Rifo Rianto; Hasnah Sarean; Harningsih Karim; Nur Hidayah Bano
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin. Tingginya kadar glukosa pada kulit dapat berkontribusi terhadap manifestasi kulit sehingga rentan terinfeksi jamur, di antaranya jamur dermatofita. Dermatofita ini merupakan golongan jamur yang melekat dan tumbuh pada jaringan keratin seperti kulit dan kuku, sebagai sumber nutrisi untuk membentuk kolonisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jamur dermatofita serta mengetahui morfologi dermatofita pada kuku dan kulit sela jari kaki penderita diabetes melitus di Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Subjek pada penelitian ini adalah 15 orang penderita diabetes melitus, dengan sampel berupa kerok kuku dan kulit sela jari kaki. Hasil penelitian yang dilakukan pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik, ditemukan dua sampel yang jamur dermatofita yaitu Trichophyton rubrum dan Microsporum gypseum, sedangkan sampel lainnya ditemukan jamur non dermatofita, antara lain Candida albicans, Mucor michelli, Aspergillus fumigatus, Aspergillus flavus, dan Aspergillus niger. Kesimpulan penelitian ini adalah ditemukan dua jamur dermatofita spesies Trichophyton rubrum dan Microsporum gypseum pada kuku dan kulit sela jari kaki penderita diabetes melitus di Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Kata kunci : dermatofita, diabetes melitus, microsporum gypseum, trichophyton rubrum DOI : 10.35990/mk.v5n4.p388-400
LIMFOMA TULANG YANG MENYERUPAI METASTASIS KARSINOMA TIROID FOLIKULER: LAPORAN KASUS M Aulia Prima; Budi Darmawan; Basuki Hidayat; Erwin Affandi Soeriadi; Kharisma Perdani Kusumahstuti
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma tiroid folikuler merupakan subtipe kedua tersering yang umumnya bermetastasis ke tulang. Beberapa teknik pencitraaan dapat digunakan untuk mendeteksi adanya metastasis. Kami melaporkan kasus suspek metastasis karsinoma tiroid yang kemudian dinyatakan sebagai limfoma tulang. Wanita berusia 33 tahun dirujuk mendapatkan terapi radiotiroablasi menggunakan NaI 131. Pasien mengeluh suara serak, kadang masih terasa nyeri pada luka bekas operasi di leher, dan terdapat benjolan pada dahi kanan terasa nyeri. Pasien diduga mengalami metastasis calvaria oleh pemeriksaan CTScan sebelumnya. Pasien dengan riwayat karsinoma tiroid folikuler pasca tiroidektomi total dan mendapatkan terapi Levotiroksin 1x200mcg. Hasil TSH 0,1 uIu/ml dan Tiroglobulin <0,06 ng/ml dalam keadaan tersupresi. Pasien diberikan terapi NaI 131 100 mCi, 48jam pasca terapi dilakukan pemeriksaan citra planar dan SPECT/CT sidik seluruh tubuh, dengan hasil tampak adanya sisa jaringan tiroid fungsional dan samar-samar gambaran metastasis calvaria. Kami memberi saran untuk pengangkatan massa tumor. Pasca operasi, penilaian histopatologi menunjukkan adanya NonHodgkin Lymphoma (NHL) pada tulang. Dibandingkan dengan hasil sidik seluruh tubuh dan CTScan didapatkan hasil yang berbeda mengenai adanya metastasis calvaria. Oleh karena itu, pasien kami sarankan untuk pemeriksaan 18FDG-PET/CT Onkologi. Sementara itu, kemoterapi dan radiasi eksternal direncanakan pada pasien. Kanker tiroid yang bersamaan dengan limfoma tulang sangat jarang. Saat ini biopsi masih menjadi baku emas untuk konfirmasi diagnosis, namun pencitraan kedokteran nuklir dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan diagnosis untuk membedakan suatu keganasan merupakan metastasis dari tiroid atau bukan. 18F-FDG PET/CT dengan kemampuannya untuk mendeteksi metastasis yang tidak dapat menangkap radioiodine. Pendekatan manajemen pasien yang tepat dapat menurunkan mortalitas pasien dengan keganasan. Kata kunci: Karsinoma tiroid, limfoma tulang, metastasis DOI : 10.35990/mk.v5n4.p448-458
KORELASI DEFISIT BASA GAS DARAH DAN TINGKAT MORTALITAS PADA PASIEN PERITONITIS SEKUNDER DENGAN SEPSIS BERAT Vina Dwitia; Haryono Yarman
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peritonitis sekunder merupakan jenis peritonitis yang paling umum. Sepsis berat yang disebabkan oleh peritonitis dapat meningkatkan angka kematian hingga lebih dari 30-50%. Nilai defisit basa gas darah dapat dipakai sebagai salah satu parameter perfusi jaringan. Iskemia organ yang tidak teratasi akan menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi organ yang akhirnya menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara nilai inisial defisit basa gas darah dan tingkat mortalitas pada pasien peritonitis sekunder dengan sepsis berat. Rancangan penelitian yaitu kohort retrospektif pada 35 pasien peritonitis sekunder dengan sepsis berat yang masuk ke UGD Bedah RSUP Hasan Sadikin selama periode tahun 2013-2014. Analisis statistik dilakukan berdasarkan analisis korelasi Pearson untuk mengetahui besarnya koefisien korelasi (r) pada kedua variabel pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian berdasarkan outcome pasien meninggal dunia atau hidup, terdapat perbedaan bermakna pada nilai rerata kadar laktat (p = 0,028), nilai rerata Ph (p = 0,000), skor rerata Apache II (p = 0,001), nilai inisial defisit basa gas darah (p = 0,001), dan jumlah organ yang mengalami kegagalan (p=0,040). Terdapat hubungan antara defisit basa gas darah dengan tingkat mortalitas (r= -0,52) dan determinan korelasi (nilai R) 0,27 (p=0,001) yang artinya mortalitas akibat defisit basa gas darah adalah sebesar 27%. Pada analisis ROC diperoleh cut of point mortalitas sepsis berat berdasarkan nilai inisial defisit basa gas darah adalah -7,35 dengan sensitivitas 86,70% dan spesifisitas 45%. Dapat disimpulkan terdapat korelasi antara nilai inisial defisit basa gas darah dengan tingkat mortalitas pada pasien peritonitis sekunder dengan sepsis berat dengan kekuatan korelasi sedang. Kata kunci: defisit basa, mortalitas, peritonitis sekunder, sepsis berat DOI : 10.35990/mk.v5n4.p343-353
ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA FARMASI MENGENAI PENGGUNAAN VITAMIN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN IMUNITAS DI MASA PANDEMI COVID-19 Baiq Bismiranti Haris; Zulfiana Fitrianingrum Annas; Nur Amalina Sabdarrifa; Candra Eka Puspitasari
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semenjak awal kemunculannya hingga ditetapkan sebagai pandemic, berbagai upaya telah dilakukan oleh World Health Organization (WHO) serta pemerintah untuk menekan pelonjakan jumlah kasus Corona Virus Disease-19 (COVID-19), salah satunya dengan mengonsumsi vitamin karena beberapa vitamin diduga memiliki efek sebagai imunomodulator. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji pengetahuan mahasiswa Farmasi Universitas Mataram (UNRAM) mengenai penggunaan vitamin di masa pandemi COVID-19 serta jenis vitamin yang biasa dikonsumsi oleh mahasiswa dalam rangka meningkatkan imunitas diri. Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional. Data diambil dengan menggunakan kuisioner daring berupa google form. Data yang didapat kemudian diolah menggunakan Microsoft excel. Hasil dari penelitian ini yaitu rata-rata responden memeroleh nilai sangat baik dikarenakan lebih dari 85% responden menjawab pertanyaan secara tepat serta sebanyak 99,4% responden menilai bahwa menjaga imunitas adalah penting. Adapun jenis vitamin yang biasa dikonsumsi oleh mahasiswa Farmasi UNRAM yaitu vitamin C, vitamin A, dan kombinasi dari vitamin A, B, C, D, E, K. Pengetahuan mahasiswa Farmasi UNRAM mengenai penggunaan vitamin dalam meningkatkan imunitas berada dalam kriteria sangat baik serta vitamin C merupakan jenis vitamin yang paling banyak dikomsumsi oleh mahasiswa Farmasi. Kata kunci : COVID-19, imunitas, pengetahuan, vitamin DOI : 10.35990/mk.v5n4.p401-411
HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN PENGLIHATAN DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN PENDERITA LOW VISION DI WYATA GUNA BANDUNG PERIODE 2020-2021. Awan Buana Pratana Surya; Wendra Wendra; Hafsah Nursalsabil; Ike Hikmawati
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low vision merupakan gangguan penglihatan dengan ketajaman penglihatan yang lebih buruk dari 6/18 hingga persepsi cahaya atau 1/~ pada mata terbaik dengan koreksi terbaik dan tidak dapat diperbaiki dengan kacamata atau lensa kontak. Pada tahun 2021 diperkirakan satu miliar orang memiliki tingkat gangguan penglihatan jarak jauh baik moderate, severe, atau blindness. Salah satu dampak sosial penderita low vision adalah kendala dalam kemandirian beraktivitas sehari-hari (activity of daily living), yang diukur dengan kuesioner Indeks Barthel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gangguan penglihatan dengan tingkat kemandirian penderita low vision di Wyata Guna Bandung periode 2020-2021. Penelitian ini merupakan penelitian analitik denganmenggunakan data primer dari pemeriksaan koreksi visus terbaik dan G-form yang berisi kuesioner Indeks Barthel. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 20 orang. Sampel dipilih secara simple random sampling. Data dianalisis dengan uji chi square test. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa persentase tingkat gangguan penglihatn pada subjek yaitu moderate (10%), severe (5%), dan blindness (85%). Berdasarkan tingkat kemandirian aktivitas dasar sehari-hari terdapat pasien dengan ketergantungan sedang (40%), sedikit ketergantungan (50%), dan mandiri (10%). Berdasarkan hasil chi square test diketahui bahwa nilai menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna (p < 0,05) antara gangguan penglihatan dengan tingkat kemandirian penderita low vision di Wyata Guna Bandung periode 2020-2021. Kata kunci : Activity of daily living, gangguan penglihatan, indeks barthel DOI : 10.35990/mk.v5n4.p354-363

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue