cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
PENGARUH PEMBERIAN AKUT KACANG TANAH BAMBARA (Vigna subterranea) TERHADAP MORTALITAS, BOBOT BADAN, GEJALA TOKSISITAS, DAN BOBOT ORGAN MENCIT BALB-C BETINA: Kajian Uji Toksisitas Akut Rimonta F Gunanegara; Euis Reni Yuslianti; Khoiruddin Anshori; Sunarti Sunarti
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tanah Bambara (Vigna subterranea (L.) Verdc), tanaman dari Afrika yang kurang dimanfaatkan di Indonesia memiliki potensi untuk berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan dan gizi, sambil memberikan solusi untuk kelestarian lingkungan dan pemerataan ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Bukti ilmiah untuk potensinya dipelajari secara luas tetapi studi sistemik masih kurang. Penting untuk mempelajari dampak konsumsi legum terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian akut kacang tanah Bambara terhadap mortalitas, bobot badan, gejala keracunan, seta bobot organ jantung, hati, paru, pankreas, lambung, usus, ginjal, otak, limpa, ovarium, dan uterus pada mencit betina BALB-c. Metode penelitian adalah penelitian toksisitas oral akut dengan sedikit modifikasi berdasarkan metode BPOM 2022. Kacang tanah Bambara diberikan secara oral kepada 15 ekor mencit terdiri dari kelompok dosis 300mg/kgBB, dosis 2000mg/kgBB dengan dibandingkan dengan kontrol yang diberikan akuades. Perhitungan dosis ini mengacu pada pedoman uji toksisitas PERKA BPOM No. 10 Tahun 2022. Hewan diamati mortalitas, perubahan bobot badan, gejala toksisitas, dan bobot organ relatif selama 14 hari berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya gejala toksisitas pada mencit betina BALB-c . Kacang tanah Bambara tidak menunjukkan tanda-tanda abnormal atau kematian dan perubahan berat badan. Analisis nekropsi kasar tidak mengungkapkan perubahan organ. Kesimpulannya, pemberian kacang tanah bambara secara akut aman dan praktis tidak toksik pada mencit betina BALB-c. Kata kunci: kacang tanah bambara, mencit betina, toksisitasDOI : 10.35990/mk.v6n3.p295-306
PENGARUH GUIDED IMAGERY TERHADAP ANSIETAS PADA IBU HAMIL Dilla Kusumasari; Mohammad Fanani; Debree Septiawan
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ansietas sering ditemukan pada ibu hamil dengan tingkatan yang berbeda pada setiap wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis guided imagery terhadap ansietas pada ibu hamil di poli rawat jalan Obstetri RSUD Dr. Moewardi, Surakarta. Penelitian ini bersifat eksperimental, menggunakan rancangan penelitian experimental pretest–posttest control group design. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis untuk mengetahui perbedaan antara kelompok perlakuan (guided imagery) dan kelompok kontrol (terapi standar), dengan analisis uji t berpasangan bila distribusi data normal, dan uji Wilcoxon bila distribusi data tidak normal. Perbedaan data dicatat sebagai signifikan apabila nilai p menunjukkan < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guided imagery berpengaruh terhadap ansietas pada ibu hamil, dimana terjadi penurunan skor rerata Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) pre-posttest yang signifikan dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa guided imagery berpengaruh menurunkan ansietas pada ibu hamil Kata Kunci: ansietas, guided imagery, kehamilan DOI : 10.35990/mk.v6n3.p251-260
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L.) Merr.) TERHADAP KADAR TNF-α PADA GIGI MARMUT YANG DIGERAKKAN SEPARATOR ORTODONTI Hillda Herawati; Rahmadaniah Khaerunnisa; Euis Reni Yuslianti; Fadia Naura Adila
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat semakin paham mengenai pentingnya perawatan ortodonti. Ortodonti cekat terdiri dari komponen aktif dan pasif. Tekanan dari pemakaian komponen aktif dapat menginduksi sitokin proinflamasi, salah satunya TNF-α, sehingga menyebabkan nyeri. Daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) mengandung flavonoid, sehingga dapat menurunkan sitokin proinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun katuk terhadap kadar TNF-α. Penelitian adalah eksperimental menggunakan 46 ekor marmut betina dengan kelompok kontrol dan kelompok yang diberi dosis daun katuk 78,3 mg/kgBB. Pengamatan yang dilakukan pada pengujian ini yaitu TNF-α yang diambil dari sampel darah pada jantung marmut pada hari ke-3, hari ke-7 dan hari ke-14. Sampel marmut diaplikasikan separator ortodonti pada gigi insisif kanan dan diberi ekstrak etanol daun katuk sesuai kelompok, setelah hari ke-14 dilakukan analisis TNF-α. Data dianalisis dengan uji T-independen (p>0,05). Hasil penelitian menunjukkan kelompok kontrol rerata kadar TNF-α tertinggi pada hari ke-3 sebesar 630,71 dan rerata terendah kadar TNF-α pada hari ke-7 sebesar 275,86. Kelompok perlakuan, rerata kadar TNF-α tertinggi pada hari ke-3 sebesar 595,26 dan rerata terendah kadar TNF-α pada hari ke-14 sebesar 209,99. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna pengaruh daun katuk terhadap kadar TNF-α pada hari ke-3 (p=0,822), hari ke-7 (p= 0,185) dan hari ke-14 (p=0,062). Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah ekstrak daun katuk berpengaruh terhadap peningkatan rerata kadar TNF-α namun tidak bermakna secara statistik. Kata kunci: daun katuk, flavonoid, perawatan ortodonti, TNF-α DOI : 10.35990/mk.v6n3.p307-316
INFUSA KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) MEMPERBAIKI KERUSAKAN HATI TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI DIAZINON Aini, Nada Qurrota; Dewi, Rosita; Pralampita, Pulong Wijang; Helianti, Dina
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan diazinon dalam membasmi hama tanaman akan meninggalkan residu pada tanaman sehingga jika dikonsumsi memberikan dampak buruk. Metabolisme diazinon di hati meningkatkan jumlah radikal bebas dan menurunkan aktivitas enzim antioksidan yang akan mengakibatkan kerusakan sel hati. Kulit bawang merah (Allium cepa L.) mengandung kuersetin yang dapat memperbaiki kerusakan jaringan akibat stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dosis infusa kulit bawang merah (IKBM) dan tingkat kerusakan hati tikus yang diinduksi diazinon dan menentukan dosis efektif maksimum IKBM. Tikus dibagi menjadi kelompok normal, diazinon, dan IKBM. Diazinon diberikan dengan dosis 40 mg/kgBB selama 7 hari dilanjutkan dengan IKBM dengan dosis 125, 250, 500, 1.000, dan 2.000 mg/kgBB selama 7 hari. Pengamatan mikroskopik dilakukan terhadap 100 sel hati dengan pewarnaan hematoxylin-eosin (HE) berdasarkan skor Manja Roenigk. Tingkat kerusakan hati antara dua kelompok dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney, sedangkan korelasi antara dosis IKBM dan tingkat kerusakan hati, dan dosis efektif maksimum IKBM ditentukan dengan uji regresi. Rerata skor histopatologi hati tertinggi didapatkan pada kelompok diazinon dan terendah pada kelompok normal (p<0,05). Uji regresi menunjukkan terdapat hubungan eksponensial antara dosis IKBM dan tingkat kerusakan hati (p<0,05), yaitu semakin tinggi dosis IKBM, semakin rendah skor histopatologi hati dan dosis efektif maksimum IKBM adalah 1.347,28 mg/kgBB. Sebagai kesimpulan, semakin tinggi dosis IKBM, semakin rendah tingkat kerusakan hati tikus yang diinduksi diazinon. Pemberian IKBM melebihi dosis 1.347,28 mg/kgBB akan meningkatkan kerusakan hati. Kata kunci: bawang merah, diazinon, hati, histopatologi DOI : 10.35990/mk.v6n4.p329-339
KARAKTERISTIK PASIEN MIKROTIA DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS AIRLANGGA PERIODE 2018-2021 Tadika, Renanda Sekar; Falerina, Rosa; Budi, Agus Santoso; Perdana, Rizka Fathoni
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikrotia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko. Adanya gangguan pendengaran dan kelainan bentuk wajah pada penderita mikrotia menimbulkan banyak stigmatisasi dari orang-orang di sekitarnya. Hal ini tentu memengaruhi kondisi psikologisnya sehingga diperlukan penanganan yang tepat bagi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien mikrotia di RS Universitas Airlangga periode 2018-2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan desain retrospektif. Populasi yang digunakan adalah rekam medis pasien mikrotia di Rumah Sakit Universitas Airlangga periode 2018-2021. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin pasien terbanyak adalah laki-laki (69,2%). Mayoritas pasien menderita mikrotia unilateral (55,1%), derajat III (83,3%) dengan tipe tuli konduksi (95,71%). Sementara itu, paling banyak riwayat penyakit ibu pasien mengonsumsi obat-obatan teratogenik (42,3%). Kasus mikrotia ini lebih banyak terjadi pada pria dan terjadi pada telinga kanan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko, yang terbanyak adalah konsumsi obat teratogenik selama masa kehamilan. Kata kunci: anotia, faktor risiko, gangguan pendengaran, mikrotia DOI : 10.35990/mk.v6n4.p385-394
JENIS DAN PERKEMBANGAN VAKSIN TERKINI Halimah, Lia Siti
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Corona Virus Disease-19 (COVID-19) yang terjadi pada tahun 2019 merupakan tantangan paling berat bagi umat manusia di abad ini. Situasi ini telah mendorong banyak perusahaan dan lembaga penelitian untuk memfokuskan upaya mereka pada penelitian terapeutik dan vaksin yang efektif guna menemukan jawaban yang tepat dalam pengendalian penyakit tersebut. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengembangkan berbagai platform dan strategi vaksin secara bersamaan. Secara umum, platform vaksin dibagi menjadi enam kategori: vaksin virus hidup yang dilemahkan, vaksin vektor virus rekombinan, vaksin virus tidak aktif, vaksin subunit protein, vaksin partikel mirip virus (VMP), dan vaksin berbasis asam nukleat DNA atau mRNA. Keberhasilan suatu vaksin memerlukan validasi yang cermat atas kemanjuran dan reaktivitas yang merugikan pada populasi sasaran vaksin, termasuk individu berisiko tinggi yang berusia di atas 60 tahun, mereka yang memiliki penyakit penyerta kronis, petugas kesehatan garis depan, dan mereka yang terlibat dalam industri penting. Desain vaksin menyangkut pemilihan antigen, platform vaksin, serta rute dan rejimen vaksinasi. Pilihan platform vaksin menentukan kekuatan imunogenik relatif dari antigen virus yang diturunkan dari vaksin, apakah diperlukan bahan pembantu, dan sifat kekebalan protektif. Tinjauan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai upaya yang dilakukan untuk menghasilkan vaksin yang efektif terhadap virus corona baru yang telah melumpuhkan dunia dalam hal perekonomian, kesehatan manusia, dan kehidupan. Kata kunci : platform, vaksin DOI : 10.35990/mk.v7n0.p1-13
ANALISIS HISTOPATOLOGI KETEBALAN EPIDERMIS SETELAH PENGOLESAN GEL EKSTRAK CURCUMIN PADA MENCIT ALBINO YANG DIINDUKSI 2,4 DINITROCHLOROBENZE Bulqini, Rina Munirah; Damayanti, Lina
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agen antiinflamasi topikal dari bahan alami dengan efikasi yang baik dan efek samping minimal sangat diperlukan. Curcumin termasuk bahan alami yang berefek anti inflamasi. Namun penelitian dalam bentuk topikal masih sangat jarang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek topikal gel ekstrak Curcumin terhadap inflamasi kulit mencit yang diinduksi 2,4 dinitrochlorobenzen (DNCB). Studi menggunakan randomized posttest –only control group design dengan sampel 30 ekor mencit albino dalam 6 kelompok. Ketebalan epidermis diukur dari lapisan sel basal hingga stratum korneum menggunakan ImageJ software. Tidak terdapat perbedaan signifikan rerata ketebalan epidermis antara kelompok mencit yang diberikan aplikasi gel ekstrak Curcumin dengan kelompok yang tidak diberikan gel ekstrak Curcumin. Penebalan epidermis terjadi jika dermatitis kontak iritan berupa dermatitis kontak iritan kronis. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menilai efek anti inflamasi ini pada inflamasi kronik. Kata kunci: curcumin, DNCB, gel, stratum korneum DOI : 10.35990/mk.v7n0.p60-69
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN TINGKAT STRES DENGAN RESTING HEART RATE PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Syeftiani, Nabilatussalma; Citrawati, Mila; Safira, Lisa; Kristanti, Melly
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resting Heart Rate (RHR) atau denyut jantung istirahat merupakan salah satu indikator penilaian risiko penyakit kardiovaskular. Rendahnya aktivitas fisik dan tingginya tingkat stres pada mahasiswa kedokteran dapat meningkatkan RHR yang akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan menurunkan harapan hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat stres dengan RHR pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta tahun 2022. Jenis penelitian ini termasuk analitik observasional dengan desain cross-sectional pada 46 orang subjek yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengambilan data RHR dilakukan secara langsung, sedangkan data aktivitas fisik dan tingkat stres menggunakan kuesioner GPAQ dan MSSQ. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Aktivitas fisik responden paling banyak pada kategori sedang, tingkat stres pada kategori berat, dan RHR pada kategori tinggi. Uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan RHR (p = 0,665) dan antara stres dengan RHR (p = 0,226). Mahasiswa terbiasa melakukan aktivitas fisik harian dan menghadapi stresor selama menjalani perkuliahan. Terdapat kecenderungan RHR normal pada mahasiswa dengan aktivitas fisik sedang sampai tinggi, sedangkan pada mahasiswa dengan stres berat cenderung memiliki RHR tinggi. Kata kunci : aktivitas fisik, denyut jantung istirahat, stres DOI : 10.35990/mk.v7n1.p1-11
PERBANDINGAN ANTARA PEMBERIAN REMDESIVIR DAN FAVIPIRAVIR TERHADAP LAMA RAWAT INAP PASIEN COVID-19 Herindar, Alliza; Yusmaini, Hany; Fauziah, Cut; Nurcita, Boenga
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat global yang diperkirakan memiliki progresivitas penyakit parah dan memerlukan rawat inap. Terapi farmakologik berupa antivirus yang dianjurkan dalam buku panduan tatalaksana COVID-19 di Indonesia adalah remdesivir dan favipiravir. Tujuan terapi farmakologik adalah untuk memperbaiki klinis pasien yang dirawat inap yang keberhasilannya dapat diukur melalui durasi atau lama rawat inap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbandingan antara pemberian terapi remdesivir dan favipiravir terhadap lama rawat inap pasien COVID-19. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan sampel 42 rekam medis pasien didiagnosis COVID-19 yang dirawat inap selama periode Mei sampai dengan November 2021. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara pemberian remdesivir dan favipiravir terhadap lama rawat inap pasien COVID-19 (p<0,05). Rerata lama hari rawat inap pasien COVID yang menerima terapi favipiravir lebih singkat yaitu 7,33 ± 1,983 (mean ± SD) dibandingkan remdesivir yaitu 9,29 ± 1,927 (mean ± SD). Kesimpulan dari penelitian ini adalah favipiravir lebih efektif dibandingkan remdesivir dalam mengurangi lama rawat inap pasien COVID-19 yang sesuai dengan kriteria pada penelitian ini. Kata kunci: COVID-19, favipiravir, lama rawat inap, remdesivir DOI : 10.35990/mk.v7n1.p57-67
EVALUASI KUALITAS THROMBOCYTE CONCENTRATE SELAMA MASA SIMPAN LIMA HARI BERDASARKAN VARIASI USIA PENDONOR Bria, Theodosia Claranty Nahak; Mentari, Diani; Sepvianti, Wiwit; Pebriani, Relita; Tirtana, Arif; Nurpratami, Diah
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thrombocyte Concentrate (TC) merupakan komponen darah yang digunakan untuk meningkatkan jumlah trombosit pada pasien yang mengalami trombositopenia. Komponen darah TC secara in vitro dapat disimpan selama 5 hari pada platelet agitator. Kontrol kualitas merupakan faktor yang penting untuk menjaga produk TC tetap dalam kondisi baik. Selama penyimpanan TC dapat mengalami berbagai perubahan kualitas. Usia merupakan faktor yang dapat memengaruhi kualitas darah itu sendiri. Semakin bertambahnya usia seseorang maka metabolisme tubuh akan ikut menurun. Hal ini dapat berpengaruh terhadap produksi trombosit. Saat ini, penelitian evaluasi kualitas TC pendonor dengan perbedaan usia belum pernah diteliti. Sampel TC diambil dari pendonor laki-laki berusia ≤ 30 dan > 30 tahun yang telah lolos seleksi donor, selanjutnya TC disimpan selama 5 hari. Sampel dianalisis pada hari ke 1, 3, 5 dengan beberapa parameter yaitu jumlah trombosit yang diukur menggunakan hemotology analyzer, serta swirling dan tingkat kekeruhan yang diukur secara visual. Pengamatan TC secara visual pada hari ke-5 menunjukkan swirling skor 2 dan nampak terjadi kekeruhan pada sampel TC pendonor ≤ 30 tahun. Selain itu jumlah TC yaitu 9 x 109 sel/unit. Pada pendonor usia > 30 tahun jauh lebih baik, dengan swirling skor 3 dan tidak adanya kekeruhan dan jumlah TC yaitu 26 x 109 sel/unit. Sampel darah TC dari pedonor usia > 30 tahun memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan dengan pendonor ≤ 30 tahun. Maka dapat disimpulkan bahwa usia seseorang tidak dapat menentukan kualitas komponen darah TC. Kata kunci: kontrol kualitas, swirling, thrombocyte concentrate, trombosit, usiaDOI : 10.35990/mk.v7n2.p112-123

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue