cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
PEMBERIAN DAN PERILAKU MAKAN PADA BALITA STUNTING DAN NON-STUNTING DI PUSKESMAS PERAWATAN MEKARSARI Novita Wahyuni; Reny Noviasty; Annisa Nurrachmawati
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.011 KB)

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi di negara berkembang. Prevalensi kejadian stunting di Kalimantan Timur mencapai 30,6%, sedangkan prevalensi di Kota Balikpapan mencapai 30,3% pada tahun 2019. Salah satu faktor yang memengaruhi stunting adalah keluarga terutama orang tua dalam hal pola asuh anak. Pola asuh anak tersebut berupa pola pemberian makan dan perilaku makan anak yang berhubungan dengan asupan nutrisi yang diterima oleh anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian dan perilaku makan anak terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Mekarsari Balikpapan. Penelitian ini adalah studi case control dengan rasio kasus kontrol sebesar 1:1 dengan total sampel 54 responden, yaitu 27 balita yang terkategori stunting dan 27 balita yang terkategori tidak stunting. Instrumen yang digunakan Child Feeding Questionnaire (CFQ), Child Eating Behaviour Questionnaire (CEBQ) dan data sekunder hasil pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara pemberian makan (nilai p = 0,003) dan perilaku makan anak (nilai p = 0,000) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Kedua variabel merupakan faktor protektif dari terjadinya stunting (OR < 1). Disimpulkan pemberian dan perilaku makan anak berpengaruh terhadap terjadinya stunting. Oleh karenanya diperlukan pelatihan terhadap orang tua melalui posyandu dan Bina Keluarga Balita terkait pemberian dan perilaku makan anak. DOI : 10.35990/mk.v4n4.p343-354
FAKTOR RISIKO PAJANAN ERGONOMI DAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA DOKTER GIGI DI KOTA CIMAHI JAWA BARAT Rr. Desire Meria Nataliningrum; Gemmy Sistarina
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.39 KB)

Abstract

Posisi kerja yang tidak ergonomis dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal. Dalam melakukan pekerjaannya, dokter gigi mengalami pajanan ergonomi cukup besar karena bekerja dalam posisi janggal, melakukan pekerjaan repetitif, menggunakan tenaga yang besar, dan menggunakan peralatan yang tidak ergonomis. Evaluasi pajanan ergonomi menggunakan kuesioner Baseline Risk Identification of Ergonomic Factor (BRIEF) memberikan gambaran risiko pajanan ergonomi yang diberikan oleh metode kerja, posisi kerja dan durasi kerja. Kuesioner Body Discomfort Map (BDM) merupakan alat bantu subjektif untuk menjelaskan bagian tubuh yang merasakan gangguan muskuloskeletal. Penelitian dilakukan dengan metode potong lintang bertujuan untuk mencari hubungan antara risiko pajanan ergonomi yang dialami oleh dokter gigi dengan bagian tubuh yang mengalami keluhan. Sebanyak 39 dokter gigi yang sudah mempunyai pengalaman praktik 1 tahun diambil secara simple random sampling di wilayah kota Cimahi . Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara faktor risiko pajanan ergonomi dengan gangguan muskuloskeletal pada daerah tangan dan pergelangan tangan kanan (p=0,018) dan pada daerah leher (p=0,026). Hasil tersebut sesuai dengan pajanan ergonomi yang diterima oleh dokter gigi seperti gerakan repetitif, posisi kerja yang janggal, gerakan yang membutuhkan kekuatan, desain kerja yang kurang baik, dan frekuensi vibrasi yang tinggi, Pekerjaan dokter gigi sangat sering menggunakan tangan dan pergelangan tangan kanan untuk melakukan perawatan atau tindakan dengan posisi yang tidak fisiologis. Daerah leher adalah daerah yang mengikuti posisi tubuh saat melakukan gerakan menyamping untuk memeriksa pasien. Kesimpulan pajanan ergonomi mempunyai hubungan dengan keluhan gangguan muskuloskeletal yang dialami oleh dokter gigi pada bagian tangan dan pergelangan tangan kanan serta daerah leher. DOI : 10.35990/mk.v4n4.p409-420
PERBANDINGAN LOKASI LESI FOTO TORAKS PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN DAN TANPA INFEKSI HIV Harastha Qinthara Mathilda; Prijo Sidipratomo; Nurfitri Bustamam
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.894 KB)

Abstract

Rontgen toraks berperan penting untuk menegakkan diagnosis tuberkulosis (TB). Penelitianini bertujuan untuk membandingkan lokasi lesi paru pasien TB dengan dan tanpa infeksiHuman Immunodeficiency Virus (HIV). Penelitian menggunakan desain potong lintang padasubjek dengan kriteria: TB paru kasus baru dengan atau tanpa infeksi HIV, bukan multidrugresistant TB, berusia di atas 18 tahun, belum pernah minum obat antituberkulosis, tidak adariwayat penyakit imunodefisiensi lain, dan tidak minum obat imunosupresi. Data seluruhpasien sesuai kriteria (71 orang) diambil dari rekam medis RS Pengayoman Cipinang. Hasilpenelitian menunjukkan lokasi lesi pada pasien TB paru tanpa infeksi HIV sebagian besarberada di lapang atas dengan gambaran radiologis yang kerap didapatkan berupa infiltrasi,kavitasi, konsolidasi, dan atelektasis. Sebaliknya, lokasi lesi pasien TB paru dengan infeksiHIV sebagian besar berada di lapang bawah dengan gambaran radiologis yang kerapdidapatkan berupa infiltrasi dan limfadenopati. Uji Chi-square menunjukkan terdapatperbedaan lokasi lesi pada pasien TB paru dengan infeksi HIV dan pasien TB paru tanpainfeksi HIV (p = 0,000). Uji Chi-square exact didapatkan hubungan antara kadar CD4+ danlokasi lesi foto toraks pada pasien TB dengan infeksi HIV (p = 0,044). Letak lesi lebih seringditemukan pada lapang atas paru pasien dengan sistem imun yang baik karena tekananoksigen yang lebih tinggi. Sebaliknya, pada pasien dengan sistem imun yang buruk, misalnyapasien HIV, letak lesi lebih sering ditemukan pada lapang tengah dan bawah paru karenaudara inspirasi banyak terdistribusi ke bagian tersebut sehingga memudahkan terjadinya lesisebagai akibat dari inflamasi. DOI : https://doi.org/10.35990/mk.v4n5.p471-482
PENGARUH MASSAGE PUNGGUNG TERHADAP SKALA NYERI PADA PASIEN SETELAH OPERASI APENDEKTOMI Lenny Astuti; Lily Marleni; Sintiya Halsiya Pebriani; Mega Muslimah
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.079 KB)

Abstract

Massage punggung merupakan sebuah metode pemberian tindakan massage/pijatan di areapunggung melalui pengusapan secara lamban yang memberikan rangsangan di permukaankulit untuk melebarkan pembuluh darah lokal. Tujuan massage antara lain untukmeningkatkan peredaran darah, membantu memperlancar pembuangan sisa pembakarandalam jaringan, memberikan efek distraksi, relaksasi, dan stimulasi kutaneus. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh massage punggung terhadap skala nyeripada pasien postoperasi apendektomi. Desain penelitian ini menggunakan metodepraeksperimen dengan desain pre and post test dan teknik purposive sampling dengan jumlahsampel 18 responden pasien postoperasi apendektomi di Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih.Data yang diperolah dicatat dalam lembar observasi. Data hasil penelitian kemudian dianalisisdengan menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Berdasarkan hasil analisis data dengan ujiWilcoxon menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara rerata skala nyerisebelum dan sesudah dilakukan pemberian massage punggung dengan P value = 0,000 (p <0,05, Ha diterima). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh massagepunggung terhadap skala nyeri pada pasien postoperasi apendektomi di Rumah Sakit ARBunda Prabumulih. Berdasarkan penelitian ini, disarankan kepada petugas kesehatan untukmempraktikkan terapi nonfarmakologis berupa massage punggung disamping pengobatanfarmakologis untuk menurunkan skala nyeri pada pasien, khususnya bagi pasien postoperasi. DOI : https://doi.org/10.35990/mk.v4n5.p531-542
PREVALENSI HIPOKALEMIA DAN HIPONATREMIA PADA PASIEN TUBERKULOSIS MULTIDRUG RESISTANCE DI RS. HASAN SADIKIN BANDUNG Raja Iqbal Mulya Harahap; Nina Tristina; Tiene Rostini; Nida Suraya
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.396 KB)

Abstract

Tuberkulosis Multidrug Resistance (TB MDR) adalah infeksi M. tuberculosis yang resistenrifampisin, isoniazid, atau obat antituberkulosis lainnya. TB MDR dapat menyebabkanberbagai komplikasi baik lokal ataupun sistemik seperti electrolyte imbalance, termasukhiponatremia dan hipokalemia. Hiponatremia dan hipokalemia pada pasien TB MDRdisebabkan oleh berbagai faktor seperti invasi ke organ lain, Syndrome InappropriateAntidiuretic Hormone (SIADH), asupan rendah, serta efek samping pengobatan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui prevalensi hiponatremi dan hipokalemi pada penderita TB MDR.Penelitian adalah deskriptif retrospektif dengan data pasien baru TB MDR. Subjek adalah 115pasien yang berobat di Poliklinik TB MDR RSHS Bandung yang memeriksakan elektrolitnyadi laboratorium RSHS. Subjek penelitian laki-laki (54,8%) lebih banyak dibanding subjekpenelitian wanita (45,2%), dengan rerata usia pasien 38,06 ± 12,83 tahun. Rerata kadarnatrium adalah 136±4 mEq/L, 67% subjek memiliki kadar natrium normal, dan 33% subjekmemiliki kadar natrium di bawah normal. Rerata kadar kalium adalah 3,9±0,5 mEq/L, sebesar85,2% subjek memiliki kadar kalium normal, dan 14,8% subjek memiliki kadar kalium dibawah normal. Hiponatremia pada pasien MDR disebabkan asupan kurang, anoreksia danSIADH. Hipokalemia dapat disebabkan efek samping pengobatan TB sebelumnya, danpeningkatan katabolisme protein yang menyebabkan efluks kalium dari plasma. Hiponatremiapada pasien memiliki prevalensi sebesar 33%, dan Hipokalemia sebesar 14,8%. DOI : 10.35990/mk.v5n1.p12-20
PEMERIKSAAN FORENSIK KLINIK PADA KASUS PASIEN YANG TERKONFIRMASI POSITIF COVID 19 YANG MENGALAMI FRAKTUR MULTIPEL AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS Taufik Suryadi; Riska Pratiwi; Sukma Wulan Dianti; Alda Olivia Chamisa; Alifi Endrian Mereli
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.809 KB)

Abstract

COVID-19 dapat menginfeksi korban kecelakaan lalu lintas. Kewaspadaan dokter dan petugas kesehatan untuk selalu berhati-hati menangani pasien diperlukan pada masa pandemi ini. Peningkatan kewaspadaan dilakukan dengan screening awal ketika pasien akan masuk ke rumah sakit. Dilaporkan sebuah kasus cedera multipel akibat kecelakaan lalu lintas pada seorang laki-laki berumur 19 tahun. Kecelakaan yang terjadi menyebabkan dua orang penumpang yang duduk di barisan depan dan pengemudi terhempas keluar mobil dan ditemukan pada jarak 2 meter di belakang mobil. Benturan kuat yang terjadi saat kecelakaan menyebabkan terjadinya fraktur pada beberapa tempat seperti pada tulang hidung dan tulang bahu kanan. Pada saat akan dirawat di rumah sakit, pasien diperika swab RT-PCR dengan hasil positif COVID-19 dan disiolasi di ruangan new emerging dan re-emerging (PINERE). Penumpang lain terkonfirmasi positif COVID-19 sementara pengemudi negatif COVID-19. Pemeriksaan forensik klinik dilakukan untuk penerbitan visum et repertum. Pemeriksaan forensik klinik dilakukan cara pemeriksa dan korban tidak berhadapan langsung melainkan dibatasi dengan pembatas kaca dalam ruangan berbeda. Pemeriksaan forensik klinik pada korban yang menderita COVID-19 dilakukan dengan prinsip meminimalisir paparan infeksi COVID-19 di masa pandemi. Pemeriksaan forensik klinik pada korban kecelakaan lalu lintas yang terinfeksi virus COVID-19 dapat dilakukan dengan memodifikasi pemeriksaan sehingga pemeriksa terlindungi dengan tetap menjalankan prinsip-prinsip pembuktian medikolegal. DOI : 10.35990/mk.v5n1.p67-78
POTENSI ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL BUNGA SEDAP MALAM (Polianthes tuberosa L.) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN Propionibacterium acnes SECARA IN VITRO Sayu Putu Yuni Paryati; Awan Buana; Aria Rachmatullah
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.84 KB)

Abstract

Akne vulgaris merupakan penyakit peradangan pada kulit yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes, prevalensi terjadinya akne vulgaris mencapai 90% pada remaja hingga dewasa di Indonesia pada tahun 2016. Bunga sedap malam (Polianthes tuberosa linn) merupakan tanaman yang memiliki khasiat sebagai antibakteri. Senyawa yang memiliki khasiat sebagai antibakteri adalah flavonoid, polifenol, dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antijerawat ekstrak etanol bunga sedap malam terhadap pertumbuhan bakteri P. acnes secara in vitro. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris menggunakan metode difusi sumuran. Objek penelitian ini adalah bakteri P. acnes ATCC 11827 dan ekstrak etanol bunga sedap malam konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, 30%, 40%, dan 50% dengan kontrol positif klindamisin 10 µg/disk dan akuades sebagai kontrol negatif. Penentuan pengulangan sampel berdasarkan rumus Federer sebanyak tiga kali. Hasil pengamatan penelitian ini dilakukan dengan mengukur diameter zona hambat. Hasil pada konsentrasi 20% adalah 6,41±0,11 mm yang merupakan Kadar Hambat Minimum (KHM) dalam menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes dan pada konsentrasi 50% adalah 11,61±0,20 mm yang tergolong sebagai antibakteri kuat. Berdasarkan hasil statistik One Way Anova diperoleh nilai p=0,000 dan uji Post Hoc Tukey didapatkan ekstrak etanol bunga sedap malam konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, 30, 40%, dan 50% mampu menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes secara sangat bermakna dibandingkan kontrol (p=0,000). Kesimpulannya adalah ekstrak etanol bunga sedap malam (P. tuberosa linn) konsentrasi 20% merupakan KHM dan konsentrasi 50% merupakan konsentrasi efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes secara in vitro. DOI : 10.35990/mk.v5n2.p127-137
TAKIKARDIA REENTRI ATRIOVENTRIKULER ORTODROMIK TERKAIT SINDROM WOLFF-PARKINSON-WHITE (Laporan Kasus) Agustinus Vincent; Andri Sunata
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.774 KB)

Abstract

Takikardia supraventrikular (SVT) mewakili serangkaian takiaritmia yang berasal dari sirkuit atau fokus yang muncul di atas bundel His dan mengakibatkan denyut jantung melebihi 100 kali/menit. Takikardia reentri atrioventrikuler (AVRT) ortodromik merupakan jenis SVT kedua yang paling umum dijumpai pada sekitar 55% pasien dengan sindrom WolffParkinson-White (WPW). Sindrom WPW merupakan bentuk kelainan pre-eksitasi ventrikel yang paling umum dijumpai. Sindrom ini ditandai dengan adanya jalur aksesori antara atrium dan ventrikel yang memungkinkan adanya rute alternatif untuk depolarisasi ventrikel. Dilaporkan seorang wanita, 34 tahun dengan sindrom WPW yang terdiagnosis setelah terminasi dari takikardi kompleks sempit melalui manuver valsava yang dimodifikasi. Manuver ini merupakan teknik lini pertama yang biasa digunakan untuk mengembalikan irama sinus. Teknik non-invasif ini berfungsi untuk memperpanjang periode refrakter nodus AV melalui peningkatan tekanan intrathorakal dalam waktu singkat sehingga menstimulasi aktivitas baroreseptor di lengkung aorta dan karotis yang selanjutnya meningkatkan tonus parasimpatis. Sebagai kesimpulan, dokter perlu menyadari bahwa manuver ini berpotensi untuk menginduksi takiaritmia letal akibat blokade nodus AV sehingga memicu konduksi melalui jalur aksesori pada pasien dengan sindrom pre-eksitasi. DOI : 10.35990/mk.v3n2.p71-84
GAMBARAN DEPOSISI KOLAGEN TIPE I TERHADAP USIA TIKUS GALUR WISTAR: PENELITIAN IN VIVO Frieda Yanuar; Indah Julianto; Nugrohoaji Dharmawan; Arie Kusumawardani; Novan Adi; Endra Yustin Ellistasari
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.183 KB)

Abstract

Penuaan kulit merupakan akumulasi berbagai perubahan progresif yang terjadi pada sel dan jaringan kulit. Kulit manusia terdiri matriks ekstraseluler (MES) dermal dengan protein penyusunnya adalah kolagen. Selama penuaan, kolagen tipe I mengalami perubahan organisasi dan struktural, penurunan sintesis protein MES, dan terjadi peningkatan degradasi metaloproteinase mengakibatkan hilangnya kekuatan mekanik. Studi menunjukkan peran penurunan fungsi penghalang kulit terkait usia dalam penuaan pada tikus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deposisi kolagen tipe I berdasarkan usia pada jaringan kulit tikus Wistar. Desain penelitian merupakan observasional analitik cross-sectional. Penelitian menggunakan tikus Wistar yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tikus dikelompokkan menjadi kelompok usia 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan 18 bulan. Pengambilan jaringan kulit dengan biopsi plong dilanjutkan pembuatan preparat dengan pewarnaan Trichome masson. Perhitungan deposisi kolagen dilakukan pada area berwarna biru dan diinterpretasikan (%) menggunakan software ImageJ. Rerata persentase deposisi kolagen terbesar pada kelompok usia 3 bulan dengan nilai 57,6±0,17% dan 57,5±0,43% pada pembesaran 40x dan 100x. Persentase deposisi kolagen terendah terdapat pada kelompok usia 18 bulan dengan nilai 12,1±1,6% dan 6,9±0,52% pada pembesaran 40x dan 100x. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan deposisi kolagen jaringan kulit tikus Wistar seiring dengan pertambahan usia akibat proses penuaan, dengan deposisi kolagen jaringan kulit tikus Wistar kelompok usia muda lebih besar dibandingkan kelompok usia yang lebih tua. DOI : 10.35990/mk.v5n2.p183-194
KISTA DENTIGEROUS PADA IMPAKSI GIGI KANINUS RAHANG ATAS YANG DIAMATI MENGGUNAKAN PEMERIKSAAN RADIOGRAF RUTIN Mutiara Sukma Suntana; Ratna Trisusanti
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.45 KB)

Abstract

Impaksi gigi merupakan kondisi gigi tidak dapat tumbuh ke rongga mulut, dan masuk ke lengkung rahang. Kista dentigerous adalah kista di sekitar mahkota gigi yang terbentuk pada gigi belum erupsi. Kista dentigerous pada gigi belum erupsi terbentuk apabila di dalam lapisan epitel email yang tereduksi menumpuk cairan. Kista ini dapat menumpuk di antara epitel dan mahkota gigi yang belum erupsi. Laporan kasus ini bertujuan untuk memperlihatkan perubahan dari lesi pre-kista yang tidak dilakukan perawatan menjadi kista dentigerous dalam jangka waktu dua tahun setelah pasien melakukan perawatan gigi rutin pertama. Kasus ini pada pasien perempuan, berumur 19 tahun dengan keluhan terdapat gigi yang tidak tumbuh pada rahang atas dan terasa berjejal. Pasien ingin dirapikan giginya untuk alasan estetika. Hasil pemeriksaan radiograf panoramik ditemukan perkembangan lesi secara tidak sengaja. Dari radiograf rutin panoramik, terlihat gigi impaksi dengan gambaran lesi prekista dentigerous pada bagian mahkotanya. Dua tahun setelah perawatan pembersihan karang gigi dilakukan radiograf oklusal, terlihat lesi tersebut membesar dan telah berubah menjadi kista dentigerous. Erupsi gigi yang terlambat atau adanya impaksi pada gigi dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam lapisan epitel email gigi. Kista dentigerous dapat terbentuk karena ada cairan yang menumpuk di antara epitel dan mahkota gigi. Pertumbuhan kista yang lambat dan tidak adanya gejala penyerta menyebabkan kista ini baru terdeteksi dari pemeriksaan radiograf rutin. DOI : 10.35990/mk.v3n2.p139-148

Page 6 of 28 | Total Record : 271


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue