cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 261 Documents
LAPORAN KASUS PERBEDAAN EKSTRIM ANTARA OFFICE DAN AMBULATORY BLOOD PRESSURE: APAKAH BENAR SEBUAH HIPERTENSI TIDAK TERKONTROL? Prihati Pujowaskito; Tami Sertilia Tartila; Fatima Defina Khamarul Jannah; Novaro Adeneur Tafriend
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.005 KB)

Abstract

White Coat Uncontrolled hypertension (WCUH) menjadi salah satu pertimbangan yang dinilai pada pasien hipertensi tidak terkontrol. Penilaian lebih jauh dibutuhkan untuk menghindari terjadinya medikasi berlebihan. Pada penelitian ini, penulis meneliti sebuah kasus WCUH yang ekstrem, yang ditemukan pada saat melakukan pemeriksaan ambulatory blood pressure monitoring (ABPM). Subyek penelitian adalah perempuan berusia 66 tahun pasien rutin poli rawat jalan departemen jantung RSPAD Gatot Soebroto dengan diagnosis hipertensi tidak terkontrol, Coronary artery disease (CAD) post Percutaneous Coronary Intervention (PCI), dan diabetes melitus tipe 2. Pasien termasuk ke dalam kategori overweight dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol dan diberikan terapi hipertensi agresif yang diberikan dengan, Angiotensin Receptor Bloker (ARB), Calcium Chanel Blocker (CCB), Beta Blockers, diuretik dan klonidin, tekanan darah sistolik pasien masih terukur 160 mmHg di poliklinik. Hasil ekokardiografi menunjukkan adanya hiperterofi konsentrik ventrikel kiri. Hasil pemeriksaan ABPM menemukan bahwa rerata tekanan darah dua puluh empat jam pasien adalah 93,6/59 mmHg, dengan rerata tekanan darah day-time 90/55 mmHg dan night time 98,7/65.2 mmHg, serta hipotensi intermiten dengan reverse dipper pattern. Tekanan darah terendah yang terekam adalah 69/44 mmHg, dan tekanan darah tertinggi terukur pada 211/186 mmHg. Pasien terdiagnosis dengan White Coat Uncontrolled Hypertension (WCUH), dan melakukan penyesuaian terapi yang diberikan. Kasus ini menekankan perlunya identifikasi dan eksklusi diagnosis WCUH pada pasien hipertensi tidak terkontrol dengan ABPM supaya pasien mendapatkan terapi yang sesuai dan mencegah hipotensi yang tidak diinginkan. DOI : 10.35990/mk.v5n1.p79-90
GAMBARAN FUNGSI TUBA EUSTASIUS PASKA ADENOIDEKTOMI PADA PASIEN TONSILOADENOIDITIS KRONIS DI POLI THT RS DUSTIRA-CIMAHI (PERIODE MARET 2020-JANUARI 2021) Asti Kristianti; Yanti Nurrokhmawati
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.32 KB)

Abstract

Adenoid merupakan bagian dari cincin Waldeyer yang terletak di dinding posterosuperior nasofaring. Hipertrofi adenoid dapat menyumbat orofisium tuba eustachius di nasofaring sehingga terjadi otitis media. Adenoidektomi dilakukan pada pasien dengan gejala hipertrofi adenoid. Tindakan kuretase adenoid juga dapat menyebabkan gangguan fungsi tuba pada pasien apabila adenotom mengenai orifisium tuba eustasius. Fungsi tuba eustasius dan keadaan telinga tengah dapat diketahui melalui pemeriksaan timpanometri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran fungsi tuba sebelum dan sesudah adenoidektomi pada pasien tonsiloadenoiditis kronis hipertrofi dengan menggunakan timpanometri di Poliklinik THT RS Dustira Cimahi. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi analisis observasional dengan desain potong lintang (cross sectional). Pada pasien tonsiloadeniditis kronis dilakukan pemeriksaan timpanometri sebelum dan 1 minggu sesudah dilakukan adenoidektomi. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik THT RS Dustira Cimahi pada bulan Maret 2020-Januari 2021. Jumlah sampel yang masuk kriteria penelitian didapatkan sebanyak 10 pasien tonsiloadenoiditis kronis. Karakteristik subjek penelitian didapatkan pasien paling banyak pada usia 8 tahun dan jenis kelamin perempuan. Gambaran timpanogram pada pasien tonsiloadenoiditis kronis sebelum dilakukan adenoidektomi didapatkan 80% hasil timpanogram tipe A. Gambaran timpanogram sesudah dilakukan adenoidektomi didapatkan 60% mengalami perubahan fungsi tuba eustachius dengan gambaran tipe B dan C. Kesimpulan pada penelitian ini adalah gambaran fungsi tuba sebelum adenoidektomi sebagian besar memiliki fungsi tuba yang normal dan sesudah adenoidektomi Sebagian besar mengalami disfungsi tuba eustachius. Hal ini dapat terjadi karena adanya pertumbuhan kembali adenoid atau jaringan limfoid sekitar tuba, dan perlukaan orifisium tuba eustasius akibat tindakan kuretase. DOI : 10.35990/mk.v5n2.p138-149
KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK: PEMBUKTIAN OLEH TENAGA MEDIS (SEXUAL VIOLENCE AGAINST CHILDREN: EVIDENCE BY MEDICAL PROFESSIONAL) Nurul Aida Fathya; Elly Noer Rochmah; Faris Fauzan Zain
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.786 KB)

Abstract

Kasus kekerasan seksual pada anak merupakan fenomena gunung es, karena korban umumnya enggan melapor. Bentuk kekerasan seksual pada anak meliputi tindakan menyentuh atau mencium organ seksual, memperlihatkan pornografi, menunjukkan alat kelamin, seks oral, masturbasi, seks anal, hingga persetubuhan. Kekerasan seksual pada anak termasuk ke dalam tindak pidana, dan untuk pembuktiannya dibutuhkan data medis atas korban. Bukti adanya kekerasan adalah luka atau bekas luka pada tubuh korban. Permasalahan pembuktian tanda kekerasan muncul ketika korban tidak segera melapor, dan dilakukan pemeriksaan medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perlukaan korban kekerasan seksual pada anak. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan data penelitian yang diambil dari rekam medis korban. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung, sebagai rumah sakit rujukan utama Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 71 kasus selama periode 2012-2017 dengan 90,14% korban anak perempuan; 70,42% pada kelompok usia 13-18 tahun; hymen sebagai lokasi tunggal tersering ditemukannya luka yakni 42,19%; pada korban laki-laki tidak ditemukan luka genital; 42,85% korban anak laki-laki mengalami luka lecet pada anus; pada 25,35% korban tidak ditemukan luka baik genital ataupun ekstragenital. Tidak ditemukannya luka ataupun jaringan parut bukan berarti bahwa pada korban tidak terjadi kekerasan. DOI : 10.35990/mk.v3n2.p85-102
PENGARUH KALSIUM DAN VITAMIN D TERHADAP RISIKO TERJADINYA KANKER PROSTAT Sari Setyaningsih
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.805 KB)

Abstract

Kalsium merupakan unsur penting yang mengontrol berbagai aktivitas tubuh. Asupan kalsium yang tinggi, ternyata dapat meningkatkan risiko kanker prostat, khususnya meningkatkan proliferasi sel kanker prostat. Kalsium berperan sebagai regulator 1,25 dihidroksi vitamin D. Selain itu, kalsium juga berperan sebagai regulator Parathyroid Hormone (PTH), kalsium serum yang tinggi akan menurunkan PTH dalam sirkulasi sehingga konversi 25(OH) vitamin D menjadi vitamin D aktif dengan bantuan PTH juga menurun. Kedua hal ini menyebabkan penurunan regulasi 1,25 dihidroksi vitamin D, vitamin D aktif yang diduga berperan penting dalam proses karsinogenesis melalui inhibisi pertumbuhan dan proliferasi sel kanker dan metastasis. Proses ini disebabkan ketika VDR (Vitamin D Receptor) tidak berikatan dengan ligannya dapat meregulasi ekspresi gen yang berfungsi dalam memicu proliferasi, angiogenesis dan menghambat terjadinya apoptosis. Mekanisme kalsium dalam risiko terjadinya kanker prostat juga berkaitan dengan peranan CaSR (Calcium-Sensing Receptor). CaSR merupakan reseptor yang ditemukan di berbagai organ, salah satunya adalah pada kelenjar prostat. Asupan kalsium yang tinggi dapat meningkatkan peningkatan reseptor dan memacu terjadinya proliferasi sel-sel prostat. DOI : 10.35990/mk.v5n2.p195-207
EFEKTIFITAS TERAPI ANTI PROGRAMMED DEATH-1 LIGAND (PD-L1) PADA MENINGIOMA Raudatul Janah
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.4 KB)

Abstract

Meningioma adalah tumor intrakranial jinak yang paling banyak ditemukan yaitu terhitung sebanyak 13-26% dari semua tumor intrakranial primer. Pada meningioma yang agresif, ukurannya besar dan tidak dapat dijangkau dengan reseksi bedah, radiasi dan kemoterapi maka dipikirkan terapi alternative lain yaitu dengan menggunakan anti PD-L1. Programmed death-1 ligand (PD-L1) diekspresikan pada tumor dengan derajat yang lebih tinggi berkaitan secara signifikan dengan peran biologi meningioma yang agresif. Imunoterapi menggunakan anti PD-L1 sedang dikembangkan pada pasien-pasien meningioma. Penggunaan imunoterapi (anti PD-1/anti PD-L1) ini dapat menurunkan ukuran tumor pada meningioma. Artikel ini menengulas literature dari WHO, Pubmed, PMC/NCBI, Springer/BMC, Imedpub, Frontier yang berhubungan dari tahun 2001 hingga tahun 2018. Pengobatan meningioma dengan imunoterapi anti PD-L1 (Nivolumab) menunjukkan hasil yang signifikan yaitu menurunkan ukuran tumor. Pada masa depan terapi kombinasi harus dipilih selaras dengan keadaan pasien berkaitan dengan keadaan klinis yang saat ini belum terpenuhi. DOI : 10.35990/mk.v4n1.p11-22
PENGENALAN TERHADAP IMUNOTERAPI REGENERATIF MAKROFAG UNTUK KARDIOMIOPATI TANPA OPSI PERAWATAN : SEBUAH TEROBOSAN BARU TERAPI PASIEN Prihati Pujowaskito; Terawan Agus Putranto
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.005 KB)

Abstract

Terapi imunoterapi memiliki peran menjanjikan dalam pengobatan pasien terbaru. Penerapan terapi sel untuk pengobatan penyakit kardiovaskular berpotensi mencapai tujuan terapi regenerasi kardiovaskular. Status terapi saat ini untuk kardiovaskular tidak memadai sehingga pengembangan alternatif yang aman dan efisien sangat diperlukan. Laporan kasus bertujuan membuktikan bahwa vaksin regeneratif makrofag dapat menjadi pilihan terapi untuk pasien kardiomiopati yang tidak memiliki pilihan terapi lain untuk perawatan. Metode dengan regeneratif makrofag dipilih berasal dari manusia yang dikembangkan menjadi vaksin untuk pasien kardiomiopati. Komponen darah monosit pasien dipisahkan dari komponen darah lain dan diberi perlakukan selama 4 hari. Monosit diprogram menjadi regeneratif makrofag. Ekokardiografi transthorakal dilakukan sebelum dan satu bulan setelah imunoterapi untuk mendukung tampilan klinis pasien. Pemeriksaan elektrokardiografi, x-ray thorax dan ekokardiografi dilakukan. Hasil elektrokardiografi sebelum dan sesudah terapi menunjukkan multipel ventrikel ekstrasistol. Hasil ekokardiografi sebelum terapi menunjukkan hipertrofi ventrikel kiri, disfungsi diastolik, ventrikel hipokinetik dengan ejeksi fraksi yang rendah (44%). Hasil terapi vaksin regeneratif makrofag pada pasien menunjukkan terdapat perubahan bermakna pemeriksaan ekokardiografi yaitu hipertrofi ventrikel kiri, normokinetik, disfungsi diastolik, dan peningkatan ejeksi fraksi (56%). Imunoterapi vaksin regeneratif makrofag menghasilkan perubahan bermakna status klinis dan ekokardiografi. DOI : 10.35990/mk.v4n1.p49-61
EFEK PENAMBAHAN EKSTRAK AIR KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP AKTIVITAS TABIR SURYA ETILHEKSIL METOKSISINAMAT Gladdis Kamilah Pratiwi; Fikri Alatas; Dessy Adriani Putri
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.822 KB)

Abstract

Etilheksil metoksisinamat atau oktil metoksisinamat merupakan senyawa yang sering digunakan sebagai bahan tabir surya. Namun demikian bahan tabir surya ini memiliki kelemahan karena mudah teroksidasi sehingga aktivitasnya sebagai tabir suryanya menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak air kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai antioksidan terhadap aktivitas krim tabir surya yang mengandung zat aktif etilheksil metoksisinamat. Ekstrak air kulit buah naga merah dibuat dengan cara maserasi, dan dilanjutkan dengan penentuan konsentrasi penangkal radikal bebas sebanyak 50% (IC 50) dengan metode difenilpikril hidrazil (DPPH). Ekstrak kulit buah naga merah mempunyai nilai IC50 64,0 μg/mL. Formulasi krim dibuat dengan konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah10xIC50 (F1), 50xIC50 (F2), dan 100xIC50 (F3) serta dibandingkan dengan formula tanpa ekstrak kulit buah naga merah. Efektivitas tabir surya dilakukan dengan menentukan nilai sun protecting factor (SPF), transmisi eritema (%Te), dan transmisi pigmentasi (%Tp) sebelum dan setelah penyinaran selama lima jam dibawah sinar ultraviolet. Nilai SPF F0; F1; F2; dan F3 berturut-turut adalah 8,2; 13,0; 16,0 dan 17,0 dan menurun sebanyak 35,4; 14,7; 6,9; dan 2,9% setelah penyinaran selama 5 jam. Ekstrak air kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan konsentrasi 10xIC50, 50xIC50, dan 100xIC50 efektif meningkatkan nilai SPF. Formula 3 memiliki kemampuan mempertahankan nilai SPF paling baik setelah penyinaran sinar ultraviolet selama lima jam. DOI : 10.35990/mk.v4n2.p122-131
KEMANFAATAN DATA AUTOPSI VERBAL HEALTH AND DEMOGRAPHIC SURVEILLANCE SYSTEM (HDSS) SLEMAN DALAM MEMPERKIRAKAN SEBAB DAN CARA KEMATIAN Beta Ahlam Gizela; Suhartini Suhartini; Nurholis Majid
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.382 KB)

Abstract

Kematian terjadi dimana saja, dengan atau tanpa saksi, dengan atau tanpa didahului perawatan oleh tenaga kesehatan. Pencatatan kematian yang baik dan lengkap memenuhi kebutuhan informasi yang berguna bagi perlindungan hak asasi manusia, peningkatan upaya keselamatan masyarakat, dan pengambilan kebijakan di bidang kesehatan dan kependudukan. Analisis faktor risiko dan tanda serta gejala yang diamati sebelum kematian memberikan informasi yang berguna untuk memperkirakan penyakit atau penyebab kematian. Sehubungan dengan hal tersebut perlu digali data autopsi verbal sebagai upaya perlindungan hukum masyarakat dan statistik kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain observasional. Data yang digunakan adalah data sekunder Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Sleman. Subjek penelitian adalah seluruh kematian yang tercatat dalam dokumen autopsi verbal HDSS Sleman, pada tahun 2014-2018, sejumlah 687 kasus. Analisis statistik yang digunakan analisis deskriptif kematian. Terdapat perbedaan yang bermakna proporsi gender, pada tahun 2014 dan 2017, kematian perempuan lebih banyak dari laki-laki. Sebagian besar kematian pada umur di atas 65 tahun. Kematian sebagian besar adalah kematian wajar. Kematian tidak wajar disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, tenggelam, terbunuh dan lain-lainnya, tertinggi pada tahun 2014 (12%). Kematian yang belum dapat ditentukan (indeterminate) terdapat di setiap tahunnya, terbesar pada tahun 2017 (13%). Kematian terbesar setiap tahun adalah kematian akibat stroke (29%). Kematian akibat infeksi paling banyak disebabkan infeksi saluran nafas. Kematian akibat kanker sebesar 12% dengan penyebab terbanyak adalah kanker pencernaan (25 kasus). Kematian akibat gangguan metabolik terbanyak adalah diabetes melitus (32 kasus dari 55 kasus). DOI : 10.35990/mk.v4n2.p182-196
SUPLEMENTASI ZINK TIGA BULAN BERPENGARUH TERHADAP TINGGI BADAN BALITA STUNTINGDI PUSKESMAS CILONGOK BANYUMAS INDONESIA Jihan Amalia; Sri Quintina Indriyana; Rissa Anggita Putri
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.958 KB)

Abstract

Indonesia menempati peringkat ke-5 dalam daftar negara dengan angka kejadian stunting terbanyak di dunia. Dampak stunting salah satunya menurunnya perkembangan fungsi kognitif, sehingga berpengaruh terhadap kualitas anak Indonesia di masa yang akan datang. Salah satu upaya penanggulangan stunting, yang dilakukanDinas Kesehatan Kabupaten Banyumas adalah dengan pemberian suplementasi zink selama 3 bulan dengan dosis 5mg/hari terhadap balita stunting usia 12-59 bulan. Zink merupakan mikromineral esensial sebagai kofaktor lebih dari 100 metaloenzim. Kekuranganasupan zink berpengaruh terhadap pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian zink selama tiga bulan terhadap perubahan tinggi badan balita stunting di Puskesmas CilongokI dan II Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan kohort prospektif. Sampel penelitian diambil secara simple random sampling dan didapatkan responden sebanyak 38 orang yang memenuhi kriteria inklusidan eksklusi. Berdasarkan wawancara kepada ibu balita stunting, didapatkan hasil kepatuhan pemberian zink adalah sebanyak 68,42%. Berdasarkan Lembar Pemantauan Status Gizi Balita, didapatkan rerataperubahan tinggi badan (TB) yang terjadi setelah 3 bulan adalah 4,76 cm. Hasil ini melebihi nilai reratapenambahan TB yang diharapkan, yaitu 3,75 cm. Hasil analisis Chi square menunjukkan terdapat pengaruh pemberian zink selama 3 bulan terhadap perubahan tinggi badan balita stunting(nilai p <0,05). Pemenuhan asupan zat gizi makro dan mikro, salah satunya zink berpengaruh terhadap perubahan tinggi badan anak. DOI : 10.35990/mk.v4n3.p243-255
UJI ORGANOLEPTIK DAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA FRUITGHURT SARI JAMBU BIJI MERAH Ania Kurniawati Purwa Dewi; Siska Telly Pratiwi; Khomaini Hasan; Sigit Sasongko; Yulistio Hanif; Desi Veronika Pardosi
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.398 KB)

Abstract

Fruitghurt jambu biji merah merupakan produk fermentasi jambu biji merah menggunakan bakteri asam laktat (BAL),yaitu Lactobacillus acidophilus yang merupakan bakteri probiotik handal yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Pada penelitian sebelumnya didapatkan bahwa penambahan tapioka 0,5% dan sukrosa 10% menunjukkan pertumbuhan Lactobacillus acidophilus yang paling baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fruitghurt jambu biji merah yang paling disukai oleh panelis ditinjau dari warna, aroma, rasa, dan tekstur serta uji karakteristik fisikokimia biji jambu biji merah yang difermentasi oleh Lactobacillus acidophilus dengan penambahan sukrosa dan tapioka sebagai emulsifier. Metode penelitian dengan menggunakan uji organoleptik dengan kuesioner pada 30 panelis tidak terlatih yang merupakan pegawai Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sedangkan uji karakteristik fisikokimia dilakukan dengan metode eksperimental di labolatorium yang meliputi uji fisik, yaitu pH,kadar air dan uji kimia, yaitu kadar protein, kadar lemak, dan kadar asam. Objek penelitian ini adalah fruitghurt sari jambu biji merah yang difermentasi oleh bakteri Lactobacillus acidophilus ATCC 4356 dengan penambahan tapioka 0,5%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai buah jambu biji merah hasil fermentasi Lactobacillus acidophilus dengan penambahan tapioka 0,5% ditinjau dari warna, aroma, rasa dan tekstur. Hasil uji fisikokimia fruitghurt dengan penambahan tapioka 0,5% yang meliputi pH, kadar air, kadar protein, kadar lemak, dan kadar asam semuanya memenuhi persyaratan SNI yoghurt. DOI : 10.35990/mk.v4n3.p305-317

Page 8 of 27 | Total Record : 261


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue