Articles
453 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA BERPIKIR KREATIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
Muminu, Muminu;
Supandi, Supandi;
Setyawati, Rina Dwi
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v2i3.5884
Penelitian ini mendiskripsikan analisis tahapan berpikir kreatif siswa ditinjau dari gaya belajar pada materi pertidaksamaan kuadrat. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa kelas IX B SMP Hasanuddin 6. Data diambil melalui angket, tes, dan wawancara kemudian dilakukan deskripsi kualitatif untuk mengetahui deskripsi kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan gaya belajarnya. Analisis tes berpikir kreatif matematis mengacu pada empat indikator berpikir kreatif yaitu kelancaran, kelenturan, keaslian dan elaborassi. Kemudian diidentifikasi ke dalam tingkat berpikir kreatif matematis (TBKM) yang meliputi sangat kreatif (level 4), kreatif (level 3), cukup kreatif (level 2), kurang kreatif (level 1), dan tidak kreatif (level 0). Dan hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa pada siswa visual berada pada Tingkat Berpikir Kreatif Matematis Level 4. Berdasarkan data tersebut terdapat 21% siswa atau 5 siswa yang memiliki gaya belajar visual. Pada siswa kinestetik berada pada Tingkat Berpikir Kreatif Matematis Level 3. Berdasarkan data tersebut terdapat 38% siswa atau 9 siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik, yang tergolong siswa kinestetik Pada siswa auditorial berada pada Tingkat Berpikir Kreatif Matematis Level 1. Berdasarkan data tersebut terdapat  37% siswa atau 9 siswa yang memiliki gaya belajar auditorial, yang tergolong siswa auditorial. Â
Efektifitas Model Pembelajaran Kooperatif Team Assisted Individualization Dan Model Pembelajaran Student Team Achievement Divisions Berbantu Whiteboard Animation Berbasis Android Terhadap Hasil Belajar Siswa
Afifah, Yuni Nur;
Nizaruddin, Nizaruddin;
Endahwuri, Dhian
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v3i1.6929
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Team Assisted Individualization dan Student Team Achievement Divisions berbantuan Whiteboard Animation berbasis android terhadap hasil belajar matematika siswa SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah kelas VIII MTs Diponegoro Japah tahun pelajaran 2019/2020. Sampel penelitian ini yaitu kelas VIII A, VIII B, dan VIII C. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Anava, uji scheffe’, uji t Dua Pihak dan uji ketuntasan belajar individual maupun klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa antara model pembelajaran Team Assisted Individualization berbantuan Whiteboard Animation berbasis android, Student Team Achievement Divisions berbantuan Whiteboard Animation berbasis android dan model konvensional, (2) hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization berbantuan Whiteboard Animation berbasis android lebih baik daripada pembelajaran konvensional, (3) hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions berbantuan Whiteboard Animation berbasis android lebih baik daripada pembelajaran konvensional (4) tidak ada perbedaan hasil belajar siswa matematika yang menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization berbantuan Whiteboard Animation berbasis android dengan Student Team Achievement Divisions berbantuan Whiteboard Animation berbasis android, (5) hasil belajar siswa matematika yang menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization berbantuan Whiteboard Animation berbasis android dengan Student Team Achievement Divisions berbantuan Whiteboard Animation berbasis android mencapai ketuntasan individual maupun klasikal. Dengan demikian penelitian ini menunjukkan bahwa menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization berbantuan Whiteboard Animation berbasis android dengan Student Team Achievement Divisions berbantuan Whiteboard Animation berbasis android lebih efektif terhadap hasil belajar siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME)
Amiruddini, Aula Aulia;
Supandi, Supandi;
Purwati, Heni
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v2i3.5875
Berpikir kreatif merupakan kebiasaan seseorang menemukan cara-cara baru yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh orang lain. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa Kelas VII SMP Negeri19 Semarang pada pembelajaran berbasis Pendekatan Realistic MathematicsEducation(RME). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas VII D SMP Negeri 19 Semarang yang terdiri dari 3 siswa dengan rincian 1 siswa dengan tingkat kemampuan berpikir kreatif tinggi, 1 siswa dengan tingkat berpikir kreatif sedang, dang 1 siswa dengan tingkat berpikir kreatif rendah. Teknik pengumpulan data menggunakantes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan pendekatan RME berjalan dengan baik, siswa mampu berperan aktif selama proses pembelajaran. Hasil lain dari penelitian ini yaitu dua kategori berpikir kreatif indikator kelancaran tinggi dan sedang memiliki kesamaan yaitu pemahaman terhadap masalah termasuk kategori baik.Â
Pengembangan E-Modul Matematika Berbasis Pendekatan Kontekstual Berbantu Media Powerpoint untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa pada Materi Program Linear
Wicaksono, Khoirul Anam Dwi;
Handayanto, Agung;
Happy, Nurina
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 6 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v2i6.6668
Media pembelajarandalam proses pembelajaran di sekolah perlu terus dilakukanpembaruan.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajarane-modulberbasis pendekatan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa yang valid, praktis, dan efektif.Pada penelitan dan pengembangan inimenggunakan model ADDIE yangterdiri dari 5 tahap yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation(Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Untuk data akhirdianalisis dengan menggunakan uji kesamaan dua rata-rata yaitu uji t satu pihakkanan. Darianalisis data akhir dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pesertadidik kelas eksperimenlebih baik dari peserta didik kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelas yang menggunakan e-modulberbasis pendekatan kontekstual lebih efektif dibandingkan dengan kelas yang tanpa menggunakan e-modulberbasis pendekatan kontekstual.
Pengembangan Game Edukasi Matematika dengan Pendekatan Etnomatematika Lawang Sewu Kota Semarang
Setiawan, Bambang;
Handayanto, Agung;
Buchori, Achmad
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 6 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v3i6.7999
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mencari kevalidan serta kepraktisan game edukasi matematika dengan pendekatan etnomatematika berbantu app inventor dengan mengetahui langkah-langkah dalam pembuatan game edukasi matematika sampai produk siap digunakan. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D) yang berorientasi pada pembuatan produk yaitu game edukasi matematika berupa aplikasi android dengan konten Lawang Sewu. Proses pembuatan dimulai dari menganalisis kebutuhan peserta didik kemudian membuat rancangan desain awal dan isi game tersebut sesuai dengan konten etnomatematika Lawang Sewu berbantu canva sebagai media desain background dan App inventor sebagai pembuat aplikasi game. Game divalidasi oleh validator ahli media dan validator ahli materi mendapatkan hasil kelayakan produk sebesar 88,8% untuk ahli media dan 85% untuk ahli materi sehingga produk layak dan valid untuk digunakan. Berdasarkan angket kelayakan produk oleh siswa mendapatkan hasil sebesar 92,77% sehingga produk praktis digunakan dalam pembelajaran dan bisa disebarluaskan.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sayung Tahun 2019/2020
Musaidah, Evadatul;
Purnomo, Djoko;
Setyowati, Rina Dwi
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 5 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v2i5.6520
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif ditinjau dari gaya belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sayung. Teknik analisis datanya terdiri dari empat alur yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Siswa bergaya belajar visual mampu menyelesaikan masalah dengan lancar dan dapat memberikan lebih dari satu jawaban yang benar dari pemikirannya sendiri. (2) Siswa bergaya belajar auditorial mampu menyelesaikan masalah dengan lancar dan dari pemikirannya sendiri. (3) Siswa bergaya belajar kinestetik mampu menyelesaikan masalah dengan lancar.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) dan Think Pair Share (TPS) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Berbantu Question Card
Indriyani, Nida Naufi;
Prasetyowati, Dina;
Supandi, Supandi
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v3i2.7476
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dan Think Pair Share (TPS) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa berbantu Question Card. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling diperoleh tiga kelas yaitu VIIC sebagai kelas eksperimen I, VIIB sebagai kelas eksperimen II dan VIIA sebagai kelas kontrol. Teknik mengumpulan data menggunakan metode observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa yang mendapatkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantu Question Card, Think Pair Share (TPS) berbantu Question Card dan kelas konvensional; (2) kemampuan berpikir kreatif siswa yang mendapatkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantu Question Card lebih baik dari kelas yang mendapatkan model pembelajaran konvensional; (3) kemampuan berpikir kreatif siswa yang mendapatkan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantu Question Card lebih baik dari kelas yang mendapatkan model pembelajaran konvensional; (4) kemampuan berpikir kreatif siswa yang mendapatkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantu Question Card lebih baik dari pada model pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantu Question Card; (5) kemampuan berpikir kreatif siswa menggunakan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dan Think Pair Share (TPS) berbantu Question Card mencapai ketuntasan secara individu maupun klasikal; (6) terdapat pengaruh keaktifan siswa dalam pembelajaran Think Talk Write (TTW) dan Think Pair Share (TPS) berbantu Question Card terhadap nilai kemampuan berpikir kreatif siswa.
TRANSLASI ANTAR REPRESENTASI MATEMATIS VISUAL KE VERBAL DALAM MEMAHAMI KONSEP PADA MATERI SPLDV DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI
Sa’diyah, Uswatun;
Nizaruddin, Nizaruddin;
Muhtarom, Muhtarom
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 4 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v2i4.6122
Pemahaman translasi antar representasi matematika merupakan salah satu dari beberapa kemampuan yang diperlukan dalam proses pemecahan masalah. Proses translasi antar representasi adalah proses perubahan dari suatu bentuk representasi ke bentuk representasi lain. Indikator proses translasi anatr representasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah unpacking source, preliminary coordinator, constructing the target, dan determining equivalence. Salah satu materi yang menggunakan berbagai representai matematika adalah SPLDV. Kemampuan siswa dalam melakukan proses translasi antar representasi dapat berbeda-beda pada setiap siswanya, salah satunya yaitu berdasarkan kemampuan matematika yang dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan translasi antar representasi matematis visual ke verbal berdasarkan kemampuan matematika tinggi pada materi SPLDV. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah satu siswa kelas IX D SMP N 9 Semarang tahun ajaran 2019/2020 yang berkemampuan tinggi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dengan pemberian tes translasi antar representasi dan metode wawancara. Data dianalisis berdasarkan kegiatan yang mungkin muncul setiap proses translasi, dari representasi verbal ke simbol,.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa berkemampuan  matematika tinggi belum mampu mencapai seluruh tahap translasi antar representasi matematis visual ke verbal.Hal ini dikarenakan siswa cenderung mengalami kesulitan pada tahap unpacking source. Sehingga informasi yang dibutuhkan kurang sesuai.
Analisis Kemampuan Berpikir Reflektif dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif
Noviyanti, Esti Dwi;
Purnomo, Djoko;
Kusumaningsih, Widya
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v3i1.7097
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif dalam pemecahan masalah matematika yang ditinjau dari gaya kognitif siswa. Berpikir Reflektif merupakan salah satu hal penting yang harus dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitiannya adalah kelas VIII A SMP Negeri 1 Winong yang terdiri dari empat siswa, dua subjek dengan gaya kognitif field dependent dan dua siswa dengan gaya kognitif field independent. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif field independent memiliki kemampuan berpikir reflektif lebih baik dibandingkan dengan siswa dengan gaya kognitif field dependent. Hal ini dikarenakan subjek dengan gaya kognitif field independent mampu memenuhi indikator dalam fase berpikir reflektif yaitu fase reacting, fase comparing, dan fase contemplating. Sedangkan subjek field dependent hanya mampu memenuhi indikator dalam fase berpikir reflektif yaitu fase reacting dan fase comparing dan satu subjek dengan gaya kognitif field dependent hanya mampu memenuhi indikator kemampuan berpikir reflektif yaitu fase reacting.
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN TGT DAN STAD BERBANTUAN FINDING MY SECRET WORD TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA
Devarosary, Vifta;
Nizaruddin, Nizaruddin;
Rahmawati, Noviana Dini
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 4 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v2i4.5880
Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui:(1) Perbedaan efektivitas antara model pembelajaran menggunakan model pembelajaran TGT  berbantuan Finding My Secret Word,model pembelajaran STADberbantuanFinding My Secret Worddan model pembelajaran konvensionalterhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(2) Modelpembelajaran TGTberbantuan Finding My Secret Wordmempunyai hasil lebih baikdarimodel pembelajaran konvensionalterhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(3)ModelpembelajaranSTADberbantuan Finding My Secret Wordmempunyai hasil lebih baik dari model pembelajaran konvensionalterhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(4)Efektivitas antara model pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran TGTberbantuan Finding My Secret Wordsama baiknya dengan model pembelajaran STADberbantuan Finding My Secret Wordterhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(5)Pengaruh aktifitas belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunkan model pembelajaran TGTberbantuan Finding My Secret Word, dan model pembelajaran STADberbantuanFinding My Secret Word;(6)Kemampuanpemecahan masalah siswa menggunakan model pembelajaran TGTberbantuan Finding My Secret Worddanmodel pembelajaran STADberbantuan Finding My Secret Wordmencapaiketuntasan secara individual maupun klasikal. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data  dengan menggunakan metode dokumentasi, tes, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan:(1)Terdapat perbedaan efektivitas antara model pembelajaran menggunakan model pembelajaran TGTberbantu Finding My Secret Word,model pembelajaran STADberbantuFinding My Secret Word dan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(2) Pembelajaran TGTberbantuFinding My Secret Wordmempunyai hasil lebih baik dari model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(3)Pembelajaran STADberbantu Finding My Secret Wordmempunyai hasil lebih baik dari model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(4)Efektivitas antara model pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran TGTberbantu Finding My Secret Wordsama baiknya dengan model pembelajaran STADberbantu Finding My Secret Wordterhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(5)Terdapat pengaruh aktifitas belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunkn model pembelajaran TGT berbantu Finding My Secret Worddanmodel pembelajaran STADberbantu Finding My Secret Word;(6)Kemampuan pemecahan masalah siswa menggunakan model pembelajaran TGTberbantu Finding My Secret Word dan model pembelajaran STADberbantu Finding My Secret Word mencapai ketuntasan secara individual maupun klasikal.