cover
Contact Name
Dame Evalina Simangunsong
Contact Email
dameevalinas8@gmail.com
Phone
+6281362434160
Journal Mail Official
penelitian@poltekkes-medan.ac.id
Editorial Address
Jl. Jamin Ginting KM 13,5 Kel. Lau Cih Kec. Medan Tuntungan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist)
ISSN : 26230046     EISSN : 26852764     DOI : 10.36911
Core Subject : Health,
Jurnal PANNMED merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang kefarmasian, analis kesehatan, keperawatan, gizi, kebidanan, kesehatan lingkungan, dan keperawatan gigi.
Articles 748 Documents
MUTU ORGANOLEPTIK CIDER JAMBU BIJI (Psidium guajava) PADA VARIETAS YANG BERBEDA Nurhayati, Ida
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.48 KB)

Abstract

Indonesia termasuk negara penghasil buah-buahan. Dengan berlimpahnya buah-buahan maka dilakukanpengawetan. Cider (Anggur buah) merupakan salah satu cara pengawetan untuk menambah nilai ekonomisbuah, selain itu cider merupakan salah satu minuman beralkhohol yang rasanya manis, mempunyai aromaharum dan khas dibuat melalui fermentasi khamir jenis Sacharomyces cerevisiae. Buah jambu bijimempunyai kadar vitamin C tinggi yaitu 87% dan vitamin A 25% serta kandungan karbohidrat 12,2%,selain itu juga mengandung zat mineral, besi, fosfat dan kapur.(Rismunandar,1997).Cider telah lama dikenalsejak berabad-abad yang lalu sebagai minuman tradisional Negara Timur Tengah dan Eropa. Adanyakemajuan teknologi kini minuman anggur tidak hanya dibuat dari beras atau buah anggur namun buah -buahan yang rasanya manis juga dapat dibuat cider. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutuorganoleptik cider jambu biji dengan varietas yang berbeda (yaitu cider dari jambu biji biasa dibandingkandengan cider dari jambu biji bangkok). Penilaian mutu organoleptik dilakukan dengan cara menilai warna,rasa, aroma dan konsistensi cider jambu biji. Selanjutnya dilakukan penghitungan kadar alkohol yangdihasilkan oleh cider tersebut. Penelitian ini bersifat eksperimen yang dilakukan pada tanggal 10-17 Maret2003 di laboratorium Teknologi Pangan Jurusan Gizi Poltekkes Medan. Pembuatan cider jambu biji biasadan jambu biji bangkok masing-masing dilakukan dengan ulangan sebanyak dua kali. Penelitian inimenggunakan 2 (dua) perlakuan dan 2 (dua) ulangan sehingga terdapat 4 (empat) unit percobaan. Terdapatperbedaan nyata rasa (F hitung 8,82 > F tabel 3,34) dan aroma (F hitung 10,44 > F tabel 3,34) antara ciderjambu biji biasa dengan jambu biji bangkok. Namun warna (F hitung 2,24 > F tabel 4,20) dan kekentalan (Fhitung 2,64 < F tabel 3,34) tidak menunjukkkan perbedaan nyata. Mutu organoleptik yang meliputi warna,rasa, aroma dan kekentalan cider jambu biji biasa lebih disukai dari pada jambu biji bangkok. Mutuorganoleptik yang meliputi warna, rasa, aroma dan kekentalan cider jambu biji biasa lebih disukai dari padajambu biji bangkok. Kandungan alkohol cider jambu biji biasa setelah fermentasi 7 hari adalah 13%sedangkan kandungan alkohol cider jambu biji bangkok 13,6%.
ASUHAN KEHAMILAN DALAM PERSPEKTIF BUDAYA JAWA DI DESA LABUHAN LABO KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN TENGGARA KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2015 Juwarni, Sri
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.242 KB)

Abstract

Social and cultural conditions (customs) and environmental conditions (geographical conditions) affects reproductive health. Cultural situation this case customs at this time is not conducive for help seeking behavior in reproductive health issues in Indonesia. Java community strongly believe in myths developed by the predecessor. The Javanese culture for the community is an important thing,This study aims to determine pregnancy care in the perspective of Javanese culture the village of Labuhan Labo District of Southeast Padangsidimpuan Padangsidimpuan City. This type of research is qualitative descriptive study. Informants   in this study is that people who understand the culture of Java in pregnancy care, amounting to 8 people. Collecting data using in-depth interviews conducted with, by means of data collection is interview, and a  tape recorder. Results showed the care pregnancy in Labuhan Labo still influenced habit cultural of Java that includes 5 theme al: place and health services in the midwife and healer, the myth about the nutrition of pregnant women, the myth of pregnancy care with customs abdominal massage and seven monthly ritual, taboo / behavior of pregnant women and husband as well health information. Padangsidimpuan  City  Health Department, particularly the health center IV Pijorkoling Pal and related health team must give Information Education Communication (IEC) to Community appropriately, so to increase knowledge about pregnancy care in accordance the espoused culture. Shamans to follow skills in assisting the examination of pregnant women, in respect of utilizing the many people who still shaman in Antenatal care services in particular
UJI COBA ALAT PENGOLAHAN AIR SUNGAI DENGAN POMPA AERATOR DAN SARING SPONS UNTUK MEMPEROLEH AIR BERSIH YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN Suprapto, Suprapto; Bambang S, TH.Teddy; Suprawihadi, Riyanto
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.111 KB)

Abstract

Air sungai yang keruh dapat mengandung zat besi atau mangan dan bakteri E.Coli jika dikonsumsi manusia akan dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan penyakit seperti : Cholera, disentri , Tifus dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan alat pengolahan air dengan pompa aerator dan saringan spons untuk menghasilkan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan (Kekeruhan,warna,pH, zat besi (Fe), mangan (Mn) dan Total Hardnes (CaCO3). Jenis penelitian ini adalah eksperimental, dengan desain pre and postes control study”. Sampel air diambil dari sungai Deli Medan sebanyak 500 liter. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kadar awal dan akhir sebelum (Pre-test) dan setelah uji coba alat (Post-test) terhadap kekeruhan, warna,pH, zat besi (Fe), mangan (Mn) dan Total Hardnes (CaCO3) sampel air sungai. Alat pengolah air terdiri dari 2 buah bak plastik volume 250 liter untuk wadah air sampel dan 2 buah drum plastik volume 40 liter untuk saringan spons dan 2 buah mesin blower serta 2 unit tempat penyangga drum plastik wadah sampel dan saringan saringan spons. Replikasi uji  coba  alat  dilakukan sampai 3 (tiga) kali pengulangan. Pengolahan data dilakukan secara manual, data disajikan  dalam bentuk tabel frekuensi dan narasi.Analisa data dilakukan secara diskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa kualitas fisik air bersih untuk parameter warna rata-rata 4,9 TCU (memenuhi syarat) pada keceatan aliran  60 liter/jam, dan parameter kekeruhan tidak memenuhi syarat ( 40 mg/l); Kualitas kimia yang memenuhi syarat adalah pH = 6,8 dan Mn = 0,46 mg/l, parameter CaCO3 = 99,7 mg/l masih dibawah standar sedangkan yang tidak memenuhi syarat yaitu parameter Fe = 1,28 mg/l. Alat pengolah air sungai dengan aerator dan saringan spons dapat digunakan untuk mengolah air yang mengandung Mn dan CaCO3, dan Perlu penelitian lanjutan dengan variasi waktu aerasi > 15 menit dan waktu pengendapan > 30 menit.
AKTIVITAS SEKSUAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI POLI ENDOKRIN RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN Arianti, Wiwik Dwi; Ginting, Suriani
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.431 KB)

Abstract

Diabetes adalah penyakit akibat kadar glukosa dalam darah meningkat secara terus menerus akibat kekurangan jumlah insulin yang mengatur gula darah. Bagi pria, kesulitan mendapatkan dan  mempertahankan ereksi adalah tanda-tanda awal dari penyakit diabetes atau kencing manis, Avicenna Persia (960-1037 M) menyebutkan turunnya fungsi seksual adalah akibat dari komplikasi penyakit diabetes. Sebanyak 37-75 persen pria yang mengidap diabetes akan mengalami disfungsi ereksi  atau  juga  biasa disebut impotensia. Disfungsi ereksi adalah masalah umum yang biasa terjadi di kalangan pria terutama  ketika usia sudah semakin tua. Pria dengan diabetes biasanya akan menderita disfungsi ereksi lima belas tahun lebih awal dari pada pria yang tidak menderita kencing manis. Komplikasi DM adalah disfungsi seksual dan telah dikenal 200 tahun yang lalu. Sekitar 40-60% pria penderita DM mengalami disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi akibat penyakit ini dapat terjadi pada wanita dan pria. Penelitian  ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas seksual pada pasien penderita DM di Rumah Sakit Umum H.Adam Malik Medan. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif, dengan teknik pengambilan sampel secara convinience sampling dengan jumlah responden sebanyak 36 orang, melalui kuisioner pada 24 September sampai November 2015. Dari 36 penderita DM yang diteliti, 22 penderita DM (61,%1) aktivitas seksualnya menurun berat, 12 penderita DM (33,3%) aktivitasnya seksualnya menurun sedang, 1 penderita DM (2,8%) aktivitas seksualnya menurun ringan, 1 penederita DM (2,8%) aktivitas seksualnya normal. Untuk itu saran untuk praktek keperawatan adalah memperhatikan kepuasan seksualitas klien, memberi informasi kesehatan, untuk penelitian selanjutnya adalah melibatkan pasangan penderita DM dalam memberi pendapat tentang masalah seksual.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DALAM KEPATUHAN BEROBAT DI RINDU A3 RSUP H. ADAM MALIK MEDAN Panjaitan, Netty; Dumiri,, Risma
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.367 KB)

Abstract

Pendidikan kesehatan merupakan suatu proses perubahan pada diri seseorang secara dinamis, yangdidalamnya seseorang menerima atau menolak informasi, sikap, maupun praktek baru, yang berhubungandengan tujuan hidup sehat yang dihubungkan dengan pencapaian tujuan kesehatan individu dan masyarakat(Notoatmodjo, 2010). Pendidikan kesehatan mendidik individu atau masyarakat supaya mereka dapatmemecahkan masalah-masalah kesehatan yang dihadapi. Adapun tujuan penelitian untuk mengetahuipengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap peningkatan perilaku penderita TB Paru dalam kepatuhan berobatdi Rindu A3 RSUP H. Adam Malik Medan. Jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one grouppre-post test. Populasi penelitian penderita yang dirawat di Rindu A3 RSUP Haji Adam Malik Medandengan BTA (+) dengan besar sampel 40 responden dan tehnik pengambilan sampel secara accidentalsampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner melalui pre-test dan post-test sebelum dansetelah pemberian pendidikan kesehatan. Analisa data dilakukan dengan uji t berpasangan dengan tarafkepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden sebelum dan setelah pemberianpendidikan kesehatan secara signifikan mengalami peningkatan dari 9,32 menjadi 19,10 dengan nilaip=0.001 (α<0,05), sikap responden diperoleh nilai rata-rata dari 7,68 menjadi 8,02 dengan nilai p=0,006yang secara uji statistik tidak terdapat perubahan secara signifikan sebelum dan setelah pemberianpendidikan kesehatan sedangkan tindakan responden secara signifikan menunjukkan peningkatan dari 2,78menjadi 5,00 dengan nilai p= 0,001 (α<0,05). Disarankan petugas kesehatan terutama perawat ruang RinduA3 RSUP H Adam Malik Medan memberikan penyuluhan kesehatan tentang TB Paru secara terprogramdan berkesinambungan untuk meningkatkan perilaku penderita dalam menjalankan regimen terapi secaramaksimal dan mencegah penularan penyakit kepada anggota keluarga maupun orang lain.
INDEKS PLAK ANTARA GIGI BERJEJAL DENGAN GIGI TIDAK BERJEJAL SETELAH MENYIKAT GIGI PADA SISWA-SISWI SMP PAB 5 PATUMBAK TAHUN 2014 Asmawati, Asmawati; Hamsar, Adriana; hamidah, Nur
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.433 KB)

Abstract

Penyebab utama penyakit periodontal adalah plak. Plak gigi adalah deposit lunak yang melekat padapermukaan gigi dan terdiri atas mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada tidaknyaperbedaan indeks plak antara gigi berjejal dengan gigi tidak berjejal setelah menyikat gigi pada siswa-siswiSMP PAB 5 Patumbak. Jenis penelitian ini dilakukan adalah analitik dengan metode eksperimen semu danrancangan yang digunakan adalah “pre test and post test only group design”. Penelitian ini dilakukan denganjumlah populasi 140 orang dan pengambilan sampel dilakukan pada siswa kelas 1 dan kelas 2 berjumlah 28orang, yaitu 14 orang siswa/i yang memiliki gigi berjejal dan 14 orang siswa/i dengan gigi tidak berjejal.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh indeks plak rata-rata sampel gigi berjejal dan gigi tidakberjejal sebelum menyikat gigi dengan kategori baik yaitu (0,74) dan (0,87). Setelah dilakukan kegiatanmenyikat gigi, rata-rata indeks plak siswa/i yang memiliki gigi berjejal maupun yang memiliki gigi tidakberjejal sama-sama dikategorikan baik yaitu 0,29 dan 0,36. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak adaperbedaan indeks plak antara gigi berjejal dengan gigi tidak berjejal setelah menyikat gigi pada siswa-siswiSMP PAB 5 Patumbak.
PERBANDINGAN KADAR KOLESTEROL PADA PEGAWAI DENGAN OBESITAS DAN NON OBESITAS DI POLTEKKES KEMENKES MEDAN D H, Yulina; Gabena, Siti; Hasibuan, Yusrawaty
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.218 KB)

Abstract

Obesitas telah menjadi masalah kesehatan dan gizi masyarakat dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang. Prevalensi obesitas meningkat pada beberapa tahun terakhir dan telah menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Secara global setidaknya 2,8 juta meninggal setiap tahun terkait dengan peningkatan berat badan dan obesitas. Obesitas yang menetap dan asupan makanan yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya gangguan sistem metabolik berupa hiperkolesterolemia. Kondisi berlebihnya kadar  kolesterol dalam darah dapat menyebabkan aterosklerosis, penyakit jantung koroner, stroke, dan tekanan darah tinggi yang dapat berujung pada kematian. Obesitas sering dikaitkan dengan kondisi hiperkolesterol, namun adakalanya kadar kolesterol juga tinggi pada orang yang memiliki berat badan normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar kolesterol pada orang dewasa dengan obesitas dan non obesitas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional.  Hipotesa penelitian bahwa kadar kolesterol lebih tinggi pada orang obes dibandingkan non obes. Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Medan. Populasi penelitian ini berjumlah 375 besar sampel ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan pengambilannya secara accidental sampling. Uji data yang digunakan adalah uji T dengan level signifikan p= 0.05. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kadar kolesterol antara orang yang obesitas dengan non obesitas dimana rata-rata kadar kolesterol orang  yang  obesitas  adalah  188.89  sedangkan  rata-rata kadar  kolesterol orang  yang  non obesitas  adalah 190.11. hasil T test menunjukkan bahwa nilai t hitung = 0.932 yang berarti lebih besar dari 0.05 yang artinya kedua kelompok identik (tidak ada perbedaan). Diharapkan bagi pegawai yang ada di poltekkes untuk melakukan aktifitas yang dapat menurunkan kadar kolesterol juga menjaga asupan makanan yang  berimbang.
HUBUNGAN SUMBER INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA PELAJAR SMA NEGERI DI KOTA SABANG TAHUN 2015 Safrida, Yuni Dewi; Silaban, Gerry; Ginting, Ns. Selamat
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.284 KB)

Abstract

Source of information obtained teenagers about reproduction health is pushed the behavior of the teenagers to know more about sexual problem. In line with the era of globalization, information and technology, there is a big change in the sexual behavior of teenagers. Unwanted pregnancy, unsafe abortions and an increase in cases of sexually transmitted infections, which is a problem in teenagers reproduction health in Indonesia. The results of research in the program of Muda Berkarya conducted by Yayasan Kita (2005), teenagers of Sabang and some other town in the province of Aceh are likely to be further involved in unsafe sexual behavior. The purpose of this survey study with cross sectional study design is to examine the relationship of reproduction health resources (role of media, role of parents, role of peers) on the sexual behavior of high school students in Sabang. The population of this study are 607 high school students and 113 of them were selected through univariate  proporsional hypothesis test to be the samples for this study and bivariate (Chi square test) with significance level α <0,05 and level of confidence of 95%. The results using Chi square test shows  that significant variables related to sexual behavior are: the role of the media (p = 0.018) role of parents (p = 0.043) and the role of peers (p = 0.014). All of these variables have been associated with sexual behavior. It is suggested that the Department of Health to improve the implementation of outreach programs Teenagers Reproduction Health. With the counseling of students to better understand and care for reproduction health. The Department of Education to improve reproductive health education curriculum, so that students are better able to keep the negative sexual behavior and pornography so that negative interactions can be avoided.
HUBUNGAN KEBIASAAN MENYIKAT GIGI SEBELUM TIDUR DENGAN TERJADINYA KARIES GIGI PADA SISWA-SISWI SMP SWASTA DARUSSALAM MEDAN TAHUN 2014 Ramadhan, Ety Sofia
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.011 KB)

Abstract

Menyikat gigi termasuk bagian perawatan gigi dan mulut yang harus dilakukan secara personal, menyikatgigi adalah persoalan yang sangat relatif mudah dilakukan sehingga hal ini perlu ditumbuhkan menjadi suatukebiasaan. Sebagai kebiasaan yang perlu di wajibkan, kegiatan menyikat gigi seharusnya dilakukan minimal2 kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiatau membuktikan apakah ada hubungan menyikat gigi sebelum tidur dengan terjadinya karies gigi padasiswa-siswi SMP swasta Darussalam Medan. Penelitian ini menggunkan uji chi-square, data primer didapatmelalui kuesioner dan pemeriksaan langsung ke rongga mulut siswa, sampel penelitian sebanyak 40 orangsiswa – siswi SMP Swasta Darussalam Medan. Dari hasil penelitian yang ditemukan mayoritas respondenyang menyikat gigi sebelum tidur frekuensi terjadinya karies sebanyak 12,5 %, responden yang tidakmelakukan menyikat gigi sebelum tidur frekuensi terjadinya karies 57,5%, nilai p (0,00) ; p < 0,05, secarastatistik ada hubungan yang bermakna. disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara menyikat gigisebelum tidur dengan terjadinya karies gigi.
MOTIVASI PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BADRUL AINI MEDAN TAHUN 2015 Indarsita, Dina; Yufdel, Yufdel; Yasintha, Nurul
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.125 KB)

Abstract

Susu formula adalah susu yang sesuai dan bisa diterima oleh sistem tubuh bayi. Motivasi adalah keinginan yang terdapat pada seorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan. Sekitar 57% ibu-ibu dianjurkan untuk memberikan susu formula pada minggu pertama setelah kelahiran dan ibu yang memberikan susu formula di antaranya disebabkan oleh adanya indikasi pada bayi dan ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Motivasi Dalam Pemberian Susu Formula Pada Bayi Baru Lahir Di Rumah Sakit Ibu dan Anak Badrul Aini Medan Tahun 2015. Penelitian ini bersifat deskritif dengan desain cross sectional, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Bidan yang berada di Rumah Sakit Ibu dan Anak Badrul Aini Medan Tahun 2015, dengan jumlah 20 bayi menggunakan teknik total Sampling. Pengolahan data dilakukan dengan cara editing, coding, tabulating, scoring dan analisa distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa 75.0% motivasi bidannya baik, mayoritas (35.0%) umur 20-24 tahun, (80.0%) yang berpendidikan DIII, (90.0%) yang berstatus karyawan, (100.0%) cara pemberian susu formula dalam kategori baik. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa motivasi bidan baik yang dipengaruhi oleh motivasi instrinsik. Selanjutnya diharapkan pada tenaga kesehatan khususnya bidan. Lebih cerdas dalam pemberian susu formula terutama dalam memenuhi kebutuhan bayi.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Dsember 2025 Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2025 Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2025 Vol. 19 No. 3 (2024): Vol. 19 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2024 Vol. 18 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2023 Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2023 Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2023 Vol. 17 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2022 Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2022 Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode januari -April 2022 Vol. 16 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2021 Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2021 Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2021 Vol. 15 No. 3 (2020): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2020 Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2020 Vol 14 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2019 Vol. 14 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2019 Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2019 Vol 13 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2019 Vol. 13 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2018 Vol. 8 No. 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014 Vol 13 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2018 Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2018 Vol. 12 No. 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018 Vol 12 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018 Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017 Vol. 12 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2017 Vol. 11 No. 3 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2017 Vol. 11 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2016 Vol. 11 No. 1 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2016 Vol. 10 No. 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016 Vol 10 No 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016 Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2015 Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015 Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015 Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2014 Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014 Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014 Vol 8 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2013 Vol 7 No 3 (2013): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2013 Vol 7 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2012 More Issue