cover
Contact Name
Misriyani
Contact Email
misriyani85@gmail.com
Phone
+6281334845085
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.39 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 2657179X     EISSN : 26567822     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and providing maximum access to scientific communication.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 3 (2023): December" : 20 Documents clear
FAKTOR RESIKO MALNUTRISI ENERGI PROTEIN PADA ANAK Wijayanto, Stephen
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.127

Abstract

Malnutrisi energi protein merupakan 1 dari 4 masalah gizi utama di Indonesia yang ditandai dengan gangguan pertumbuhan berat badan dan tinggi badan. Malnutrisi energi protein terjadi paling banyak dimasa awal bayi dan balita-balita. Malnutrisi energi protein pada balita dapat dicegah yaitu dengan memantau status tumbuh kembang dan status gizi secara berkala, edukasi mengenai diet gizi seimbang, faktor sosial, faktor ekonomi, dan faktor infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya faktor lingkungan penyebab terbanyak malnutrisi energi protein pada balita. Penelitian meta analisis yang menggunakan PRISMA, di mana terdapat 6 dari 717 artikel yang masuk dalam kriteria untuk dianalisis. Penyajian data dilakukan dengan forest plot dengan model statistik random effect. Hasil penelitian menunjukkan faktor resiko terbanyak penyebab terjadinya malnutrisi energi protein dari berbagai negara di dunia melalui 6 penelitian yang masuk ke metode PRISMA adalah adalah faktor sosioekonomi. Faktor resiko penyebab malnutrisi enregi protein lainnya adalah infeksi penyakit dan konsumsi diet kurang protein. Hasil penelitian disimpulkan bahwa factor resiko penyebab terbanyak malnutrisi energi protein pada balita adalah factor sosioekonomi.
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI BLUD RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN KONAWE TAHUN 2022 Mulyanti; La Ode Liaumin Azim; I Made Christian Binekada
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.128

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan yang secara langsung diberikan kepada pasien dan bertanggung jawab dalam pengobatan pasien, sehingga diharapkan rumah sakit dapat memberikan pelayanan kefarmasiandalam hal ini manajemen pengelolaan obat yang optimal untuk mencapai hasil yang pasti dan dapat meningkatkan kualitas kehidupan pasien. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 6 orang yaitu direktur rumah sakit, kepala instalasi farmasi, kepala gudang obat, mutu pelayanan, kasie perencanaan dan korordinator rawat inap. Data diperoleh berdasarkan observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian didapatkan bahwa penyebab obat-obat kadaluwarsa di rumah sakit Kabupaten Konawe adalah karena pengelolaan obat yang belum maksimal yaitu pada metode perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusia, dan pencatatan dan pelaporan. Pengelolaan obat yang kurang efektif terutama pada tahap perencanaan, pencatatan dan pelaporan, di mana metode perencanaan yang digunakan belum akurat karena hanya menggunakan metode konsumsi sehingga terjadi obat expired date, Tahap pengadaan obat ada yang tidak tepat waktu dikarenakan masalah pengiriman. Tahap penyimpanan obat sudah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku hanya saja dari segi keamanan masih kurang karena ruangan terlalu kecil. Tahap pendistribusian obat masih terjadi kendala seperti belum ada SIM RS untuk mengetahui sisa stok di unit perawatan. Tahap pencatatan dan pelaporan masih menggunakan sistem manual sehingga terjadi kesalahn dalam melakukan pencatatan yang mengakibatkan terjadinya expired date. Oleh karena itu, perlu adanya koordinasi perencanaan kebutuhan yang baik antara instalasi farmasi dan user juga keterlibatan pihak Komite Farmasi Terapi (KFT) sehingga meningkatkan akurasi perencanaan obat selain itu, perlu dilakukan evaluasi formularium rumah sakit secara rutin sebagai acuan para dokter dalam menulis resep.
TATALAKSANA PENYAKIT KATUP MITRAL: TINJAUAN SINGKAT Laksono, Sidhi; Hosea, Grace Trifena
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.133

Abstract

Penyakit katup mitral merupakan salah satu penyakit katup jantung paling umum namun jarang dibahas. Salah satu penyebab tersering penyakit katup mitral adalah penyakit jantung rematik yang sering terjadi di negara berkembang. Diagnosis penyakit katup mitral bisa ditegakkan dengan transthoracic echocardiogram (TTE) dengan pencitraan 2 dimensi (2D) dan pemeriksaan doppler. Regurgitasi mitral merupakan penyakit katup jantung paling umum dan stenosis mitral paling sering disebabkan karena penyakit jantung rematik. Tatalaksana standar untuk penyakit katup mitral adalah operasi penggantian atau perbaikan katup, namun tidak semua pasien menjalani operasi dan mendapat tatalaksana yang tidak adekuat. Sedangkan tatalaksana farmakologis hanya untuk meringankan gejala dan disesuaikan dengan terapi farmakologi berbasis pedoman pada gagal jantung. Paduan tatalaksan untuk penyakit katup mitral masih belum jelas karena kurangnya penelitian dan publikasi, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
MEMAHAMI INTERLEUKIN 1 BETA SEBAGAI SITOKIN PROINFLAMASI Andi Ita Maghfirah; Tenri Esa; Uleng Bahrun
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.134

Abstract

Interleukin-1 (IL-1) awalnya dijelaskan pada tahun 1940an sebagai protein pemicu demam yang dilepaskan oleh leukosit yang diaktifkan. Pada waktu itu disebut “pirexin” atau “pyrogen endogen”. Interleukin-1 adalah sebuah sitokin inflamasi yang dianggap memiliki beragam fungsi fisiologis dan signifikansi patologis dan memainkan peran penting dalam kesehatan dan penyakit. Studi awal ini dengan hati-hati mencirikan fungsi interleukin 1 yang masih sangat penting dibahas pada masa sekarang setelah >40 tahun kesimpulan mereka yang menggambarkan fungsi biologis utama dari sitokin IL-1β ini. Oleh sebab itu, makalah ini menjelaskan mengenai IL-1β, bagaimana perannya dalam proses inflamasi, dan apa aplikasi klinis terhadap sitokin ini.
MAPPING THE KNOWLEDGE OF ANEMIA AMONG FEMALE ADOLESCENTS LIVING IN RURAL AREA OF WEST TIMOR Nayoan, Christina
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.135

Abstract

Anemia is a serious global problem in society, especially in adolescents. Anemia in adolescent girls is still quite high. Knowledge is the result of knowing, occurs after people do sensing of a particular object. Knowledge is a very important domain in shaping a person's actions. This study aimed to map the knowledge about Anemia among adolescent girls who live in rural area of West Timor. A cross-sectional survey study was conducted on 156 adolescent female students of grade seven and eight at two junior high schools in Kupang regency. The sampling technique used was stratified random sampling. The results of this study showed that young females have limited knowledge about Anemia, especially knowledge regarding the definition, causes, effects and symptoms of Anemia. In conclusion the implication of this study is that adolescent girls should be give information about Anemia, thus, will deepen their knowledge about Anemia. Sufficient knowledge and practice healthy behavior will help adolescents in their lifetime and for their future. In turns, the growth and development of adolescents will be free from various problems and other health risks.
THE ANALYSIS OF THE EFFECTIVENESS OF THE LBL METHOD WITH A FINAL RESULT APPROACH Dahliana, Anita; Nirmala Santosa, Winnie
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.136

Abstract

Anatomy and Histology are crucial fields and serve as fundamental subjects in the clinical phase of Medical Education. Without a strong understanding of anatomy and histology, students cannot perform physical examinations, which are essential procedures for diagnosing diseases. The aim of this study is to determine whether the learning before lecture (LBL) method can improve final grades in Anatomy and Histology. This research employed a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. The subjects were students from the Faculty of Medicine at the University of Surabaya, and comparisons were made between different academic years. The first group received traditional teaching methods with active lecturers. The second group underwent the learning before lecture intervention. The research findings indicate that the final grades in both groups had a p-value of <0.05. Learning before lecture had a significant impact on the final examination scores in anatomy and histology for the students. The results of the study demonstrate that the group exposed to learning before lecture showed a significant improvement in their final grades.
TERAPI JUS WORTEL UNTUK MENGATASI DISMENOREA PADA REMAJA DI KABUPATEN BULUKUMBA Tajuddin, Jusni; Arfiani; Khatimah, Husnul; Fitriani; Akhfar, Kurniati
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.139

Abstract

Gangguan menstruasi biasanya menyebabkan ketidaknyamanan fisik bagi seorang perempuan sehingga dapat mengganggu aktivitas. Salah satu gangguan yang terjadi saat menstruasi yang menyebabkan ketidaknyamanan fisik yaitu nyeri haid atau dismenorea, salah satu cara mengatasi nyeri haid adalah mengkonsumsi jus wortel. Tujuan penelitian pengaruh terapi jus wortel untuk mengatasi nyeri menstruasi atau dismenorea. Jenis penelitian Quasi eksperiment dimana peneliti melakukan intervensi/perlakuan subyek, tetapi tidak dilakukan randomisasi. Rancangan pada penelitian ini dengan pretest-posttest with control group. Dimana pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dilakukan pretest dan diikuti intervensi pada kelompok eksperimen. Setelah beberapa waktu dilakukan posttest. Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa Eksperimen dilakukan terhadap Mahasiswa Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba, yaitu terapi jus wortel untuk menurunkan nyeri menstruasi atau dismenorea. Sebelum dilakukan eksperimen terkumpul ada 8 orang yang mengalami nyeri sedang.. Setelah dilakukan eksperimen ini dapat disimpulkan bahwa jus wortel mampu menurunkan nyeri menstruasi atau dismenorea pada remaja karena ada kandungan vitamin E dan beta karoten yang akan mengeblok prostaglandin. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kelompok pretest eksperimen didapatkan nilai rata-rata rank 25.15, sedangkan untuk pretest kontrol didapatkan nilai rata-rata rank 21.15. nilai P pada eksperimen sebesar 0.000 berarti ada hubungan yang signifikan antara terapi jus wortel untuk mengatasi dismenore yang dialami remaja.
ISOLASI METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MRSA) DARI NARES ANTERIOR PASIEN PRE-OPERASI ORTOPEDI Ilhamjaya, Andi Meutiah; Sjahril, Rizalinda; Johan, Muhammad Phetrus; Rasita, Yoeke Dewi; Mochammad Hatta; Andi Alfian Zainuddin; Patellongi, Ilhamjaya; Arden, Ferdinand
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.140

Abstract

Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dapat menyebabkan infeksi yang didapat di rumah sakit (HA-MRSA) atau yang didapat di masyarakat (CA-MRSA). Dengan dampak morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi. Dalam kondisi sumber daya yang terbatas, ketersediaan deteksi cepat masih belum memadai di beberapa fasilitas laboratorium di Indonesia. Seringkali, membutuhkan waktu lebih dari 48 hingga 72 jam untuk mengidentifikasi MRSA di laboratorium. Oleh karena itu, deteksi cepat menggunakan metode alternatif sangatdiperlukan untuk mempersingkat waktu yang diperlukan untuk mengidentifikasinya. Semakin cepat teridentifikasi saat skrining nares anterior pada pasien pre operasi ortopedi, maka semakin cepat pula tindakan pencegahan maupun pengendalian infeksi yang dapat dilakukan di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional study. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan sampel swab nares anterior pasien rencana bedah ortopedi di RSUP Dr. WahidinSudirohusodo dan RS Universitas Hasanuddin Makassar menggunakan medium transport Amies gel agar. Setelah itu dilakukan inokulasi langsung ke media CHROMOGENIC AGAR MRSA, hasil identifikasi dapat diketahui segera setelah 18-24 jam inkubasi pada media tersebut. Hasil penelitian menunjukkan dari 184 sampel yang diperoleh, proporsi temuan karier MRSA dari swab nares anterior pasien pre-operasi ortopedi di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar adalah 66 pasien (38.4%), dan 8 pasien (4.6%) MSSA, sedangkan 98 pasien (57%)terdeteksi non aureus. Adapun karakteristik pasien yang mempunyai hubungan bermakna dengan temuan MRSA pada swab nares anterior pasien pre-operasi ortopedi yaitu karakteristik administrasi, riwayat rawat inap RS 3 bulan sebelumnya, dan riwayat pengunaan antibiotik 6 bulan terakhir (p value :0.001; 0.015; 0.002). Hasil penelitian disimpulkan bahwa pemanfaatan media CHROMOGENIC AGAR MRSA sebagai salah satu metodekultur untuk skrining MRSA pada nares anterior pasien pre-operasi ortopedi dapat menjadi pilihan yang efektifdan efisien dalam aplikasi klinis di lingkungan Rumah Sakit. Hal ini mengurangi penggunaan banyak bahan dilaboratorium, memudahkan dalam identifikasi langsung koloni oleh karena kekhasan koloni MRSA padamedia CHROMOGENIC AGAR, serta mempersingkat waktu yang diperlukan untuk mengidentifikasi MRSApada pasien, sehingga dapat memudahkan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran MRSA dilingkungan Rumah Sakit, membantu mengurangi lama rawat inap pasien maupun mengurangi kemungkinanpenggunaan antibiotik jangka panjang pada pasien.
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND ATTITUDES REGARDING THE DANGERS OF FREE SEX IN JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Zubaeda; Rumakey, Ratna Sari; Astuti, Asih Dewi
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.142

Abstract

Adolescence is a period of development that is very critical among other periods because at this time there is a transition from childhood to adulthood. Low knowledge will affect the attitude of adolescents in attitudes about free sex accompanied by the strong influence of peers at adolescence, making adolescents have unhealthy sexual acts. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge and student attitudes about the dangers of free sex in class VIII students at SMP Negeri 2 Kairatu. The research design used cross sectional. The sample in this study amounted to 78 respondents with a total sampling approach. The analysis of this study uses the Spearman Rho test. The results of the study stated that there was a significant relationship between knowledge and student attitudes about the dangers of free sex, (p-value 0.001). This study concluded that there was a relationship between the level of knowledge and student attitudes about the dangers of free sex in class VIII students at SMP Negeri 2 Kairatu. It is hoped that the results of this study can be a reference for schools to provide more counseling guidance about the dangers of free sex to students.
HUBUNGAN JUMLAH LEUKOSIT, RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DAN RASIO MONOSIT LIMFOSIT DENGAN DERAJAT STENOSIS KORONER PADA PENYAKIT JANTUNG KORONER Aipassa, Indah; AP, Purwanto; Limijadi, I.Edward K.S.
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.144

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya penyumbatan pada dinding pembuluh darah arteri jantung oleh aterosklerosis. Aterosklerosis dicirikan sebagai proses inflamasi kronis dimana peradangan memegang peranan penting dalam semua tahap aterosklerosis, mulai dari pembentukan plak hingga ruptur plak dan berlangsung lama pada arteri. Jumlah Leukosit, Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) dan Rasio Monosit Limfosit (RML) merupakan penanda proses aterogenik dan inflamasi pada pembentukan aterosklerosis. Tujuan penelitian ini untuk Membuktikan hubungan jumlah leukosit, RNL, RML dengan derajat stenosis pada penyakit jantung koroner. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah subjek sebanyak 51 orang penderita PJK yang menjalani kateterisasi jantung di RS Telogorejo Semarang. Dilakaukan pemeriksaan Jumlah leukosit, RNL, RML menggunakan alat hematologi analyzer. Uji statistik yang digunakan adalah korelasi Spearman, p<0,05 dianggap bermakna. Hasil penelitian didapatkan nilai korelasi jumlah leukosit dengan derajat stenosis adalah (r = 0,195; p = 0,171) yang artinya tidak terdapat korelasi signifikan dan nilai korelasi RNL, RML dengan derajat stenosis adalah (r = 0,414; p = 0,002), (r = 0,445; p = 0,001) yang artinya terdapat korelasi positif sedang. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara jumlah leukosit dengan derajat stenosis, dan terdapat hubungan signifikan positif sedang antara RNL, RML dengan derajat stenosis.

Page 1 of 2 | Total Record : 20