cover
Contact Name
Misriyani
Contact Email
misriyani85@gmail.com
Phone
+6281334845085
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.39 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 2657179X     EISSN : 26567822     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and providing maximum access to scientific communication.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2024): Agustus" : 20 Documents clear
PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN SISWI KELAS XII SMA MTA SURAKATA YANG MENGIKUTI PROGRAM KEAGAMAAN ASRAMA DAN NON ASRAMA Rizqi Animah; Mardiyan Hayati; Rochman Basuki
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.182

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 menunjukan bahwa gangguan kecemasan pada remaja di Indonesia memiliki prevalensi berkisar antara 65-78%. Perasaan cemas dapat dihindari dengan respon emosi positif dan salah satunya dengan upaya membangun kedekatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dimana hal tersebut dapat memberi kemantapan bathin, perasaan bahagia, terlindungi, dan rasa aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kecemasan siswi kelas XII SMA MTA Surakarta yang mengikuti program keagamaan asrama dan non asrama. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional, yaitu dengan mengumpulkan data dalam satu waktu. Berdasarkan data yang diperoleh terhadap 41 siswi asrama dan 26 siswi non asrama kelas XII SMA MTA Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswi yang mengalami kecemasan sedang yaitu sebanyak 19 responden (28,4%) dan pada siswi yang mengikuti program keagamaan non asrama menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami tingkat kecemasan berat yaitu sebanyak 9 responden (13,4%). Diketahui adanya perbandingan tingkat kecemasan siswi kelas XII SMA MTA Surakarta yang mengikuti program keagamaan asrama dan non asrama. Kesimpulan hasil uji Mann Whitney menunjukkan adanya perbandingan tingkat kecemasan siswi yang mengikuti program keagamaan asrama dan non asrama dengan p value = 0,000 (≤0,05). ABSTRACT Anxiety has the highest prevalence of mental disorders in general. In Indonesia, according to Basic Health Research in 2018, anxiety disorders among teenagers in Indonesia have a prevalence ranging from 65-78%. Feelings of anxiety can be avoided with a positive emotional response and one of them is by trying to build closeness to Allah Subhanahu Wa Ta'ala, which can provide inner stability, feelings of happiness, protection and a sense of security. Religion in an individual's life will be motivation and hope. The research aims to find out the comparison of anxiety levels of class. This research uses an analytical observational method with a cross sectional design. namely by collecting data at one time. Based on data obtained from research conducted on 41 female dormitory students and 26 non-dormitory female students in class XII SMA MTA Surakarta. The result show Most of the female students experienced moderate anxiety, namely 19 respondents (28.4%) and female students who took part in non-dormitory religious programs showed that the majority experienced severe levels of anxiety, namely 9 respondents (13.4%). It is known that there is a comparison of the anxiety levels of class. The results of the Mann Whitney test show that there is a comparison of the anxiety levels of female students who take part in dormitory and non-dormitory religious programs with p value = 0.000 (≤0.05).
PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS KESEHATAN TERHADAP HAND HYGIENE DAN FIVE MOVEMENT DI RS TADULAKO parmin; A. Saifah
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.184

Abstract

Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan mempunyai peran sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masya- rakat. Oleh karena itu rumah sakit dituntut memberikan perlayanan yang bermutu, efektif dan efisien untuk menjamin patient safety sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Salah satu indikator patient safety adalah pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan (WHO, 2012). WHO pada tahun 2009 kembali Patient Safety mencanangkan Save Lives: Clean Your Hands sebagai program lanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan fokus pelaksanaan hand hygiene pada pelayanan kesehatan di seluruh dunia, dimana dicetuskan tentang 5 momen hand hygiene, yaitu melakukan cuci tangan sebelum bersentuhan dengan pasien, sebelum melakukan prosedur bersih dan steril, setelah bersentuhan dengan cairan tubuh pasien, setelah bersentuhan dengan pasien, setelah bersentuhan dengan lingkungan sekitar pasien. Penelitian yang dilakukan pada 40 rumah sakit bahwa kepatuhan tenaga kesehatan yang melakukan hand hygiene sebelum dan setelah ke pasien bervariasi antara 24% sampai 89% (rata-rata 56,6%), selain itu juga, hasil penelitian Labrague LJ., Rosales RA., dan Tizon MM., (2012) bahwa cuci tangan merupakan pilihan nomor urut ke-empat dalam penerapan standar kewaspadaan umum, sedangkan yang menjadi pilihan pertama adalah menggunakan masker. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan terhadap pelaksanaan 5 momen Hand Hygiene petugas Kesehatan, diketahuinya hubungan sikap terhadap pelaksanaan 5 momen Hand HygieneI petugas Kesehatan, diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan 5 momen Hand Hygiene petugas Kesehatan, sehingga dapat menjadi informasi dan landasan bagi petugas kesehatan dalam pelaksanaan 5 moment hand hygiene dalam upaya pencegahan HIAs. Tehnik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan 41 petugas Kesehatan sebagai responden. Analisis menggunakan Analisis menggunakanuji Wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95%. hasil tidak ada perbedaan tingkat pengetahuan tentang rokok sebelum dan sesuda konseling rokok dengan nilai signifikansi sebesar 0.231. Sikap terkait merokok, niat berhenti merokok, dan kebiasaan merokok terdapat perbedaan secara signifikan sebelum dan sesudah interfensi konseling rokok dengan nilai signifikansi sebesar 0.00.
STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA PRA SEKOLAH Florensia Debora Kote; Arum Dwi Anjani; Devy Lestari Nurul Aulia; Ria Rukmana
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.186

Abstract

Usia prasekolah menjadi salah satu masa dalam mengoptimalkan kemampuan dan minat anak dalam bidang kesehatan, anak mulai mengalami perkembangan dan peningkatan kosa kata bahasa dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, mulai mengembangkan dan mengatur tingkat emosionalnya, mulai membedakan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dan mengeksplorasi suatu hal secara mandiri atau berani serta yang ketergantungan. Tujuannya adalah melakukan asuhan kebidanan dengan memeriksakan dan mengetahui tumbuh kembang anak di RS Bunda Halimah Kota Batam tahun 2024. Metode penelitian ditulis berdasarkan laporan studi kasus pada An. F umur 4 tahun, jenis kelamin laki-laki yang dilakukan dengan menggunakan metode literatur review dan observasional deskriptif. Subjek dalam pemberian asuhan kebidanan dalam melakukan pemeriksaan untuk mengetahui tumbuh kembang An. F umur 4 tahun, jenis kelamin laki-laki. Hasilnya adalah telah dilakukan asuhan kebidanan pemeriksaan tumbuh kembang An. F di RS. Hj. Bunda Halimah. Dengan evaluasi tidak terdapat kesenjangan perkembangan pada anak selain itu juga tidak ada keluhan dari orang tua tentang masalah tumbuh kembang anaknya. Kesimpulannya adalah perlu dilakukannya pemeriksaan tumbuh kembang anak untuk mendeteksi secara akurat apabila ada tanda-tanda kelainan yang mungkin terjadi pada anak usia pra sekolah.
PENGARUH SARI KACANG HIJAU TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI RS. HAJI BUNDA HALIMAH BATAM Yani Aprilia Purba; Arum Dwi Anjani; Devy Lestasri Nurul Aulia; Ria Rukmana
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.187

Abstract

Air susu ibu (ASI) adalah suatu cairan yang diproduksi oleh kelenjar payudara ibu, air susu ibu yang berenergi tinggi ini diproduksi saat masa kehamilan yang merupakan makanan pertama ataupun susu yang memiliki nutrisi terbaik yang diperlukan pada masa tumbuh kembang bayi terkhususnya pada bayi 0-6 bulan. Pemberian ASI belum sepenuhnya dilakukan karna terdapat beberapa kendala yaitu produksi ASI yang tidak lancar pada ibu menyusui, hal ini terjadi karena ibu menyusui kekurangan nurisi. Salah satu cara yang dapat dilakukan ibu untuk membantu memperlancar pengeluaran ASI yaitu dengan mengkonsumsi Sari Kacang Hijau. Didalam kacang hijau terdapat banyak kandungan, salah satu kandungan yang terdapat didalamnya adalah Vitamin B kompleks alami, vitamin. Selain itu kandungan lain yang terdapat didalam sari kacang hijau yaitu dapat menjadi sumber gizi dan energi pada ibu menyusui, karena jika kadungan gizi ibu tidak terpenuhi akan menggangu bekerjannya kelenjar yang memproduksi ASI. Tujuan khusus dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sari kacang hijau terhadap kelancaran produksi ASI ibu menyusui, mengetahui jumlah produksi ASI ibu sebelum mengkonsumsi sari kacang hijau, Mengetahui jumlah produksi ASI ibu sesudah mengkonsumsi sari kacang hijau, mengetahui perbedaan produksi ASI pada ibu sebelum dan sesudah mengkonsumsi sari kacang hijau di Puskesmas Sei Langkai kota batam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan Eksperimental dengan bentuk pre-eksperimen atau biasa disebut quasy eksperimetal dengan menggunakan pendekatan one group pretest postest.
HUBUNGAN DISPEPSIA DENGAN TINGKAT CEMAS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG ANGKATAN 2022 MENJELANG OSCE Ellena Nopia Ramdhaniati; Suprihhartini; Wijayanti Fuad
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.188

Abstract

Menempuh pendidikan kedokteran bagi beberapa mahasiswa fakultas kedokteran menjadi sebuah perjalanan yang penuh perjuangan, mahasiswa kedokteran memiliki kewajiban tahap preklinik maupun kewajiban tahap kepaniteraan klinik, pada tahap preklinik terdapat ujian keterampilan berupa OSCE yang mengharuskan mahasiswa sempurna agar kelak dapat memberikan pelayanan yang baik. Bagi beberapa mahasiswa, kewajiban tersebut menjadi sebuah perjuangan yang berat. Hal tersebut membuat mahasiswa rentan mengalami cemas. Cemas merupakan masalah psikologis yang berhubungan dengan dispepsia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dispepsia dengan tingkat cemas pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas muhammadiyah semarang angkatan 2022 menjelang OSCE. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kuantitatif observasional desain cross sectional. Subjek penelitian mahasiswa fakultas kedokteran universitas muhammadiyah semarang angkatan 2022 dengan populasi sebanyak 150 mahasiswa. Alat penelitian berupa kuesioner dispepsia berdasarkan kriteria Roma III dan kuesioner cemas ZSAS (Zung Self-rating Anxiety Scale). Dengan teknik total sampling dan menggunakan uji spearman rank. Total sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 143 responden. Hasil uji spearman rank didapatkan nilai p value 0,000 dan kekuatan korelasi +0,349 artinya terdapat hubungan antara dispepsia dengan tingkat cemas pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas muhammadiyah semarang angkatan 2022 menjelang OSCE adalah cukup dengan arah positif. Bila terjadi dispepsia pada mahasiswa kedokteran maka tinggi juga tingkat cemasnya
ANALISIS BEBAN KERJA DAN KEBUTUHAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KENDARI TAHUN 2023 Khalfia; Asnia Zainuddin; Asriati
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.189

Abstract

ABSTRAK Upaya mewujudkan tuntutan pasien dan masyarakat terkait dengan pelayanan farmasi yang bermutu berhubungan erat dengan kuantitas dan kualitas tenaga farmasi. Data pelayanan resep di IFRS Bhayangkara Kendari tahun 2023 mencapai 7000 sampai 10.000 rer bulan. Studi ini menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga farmasi di Instalasi Farmasi RS. Bhayangkara Kendari. Metode Work Sampling digunakan untuk mengukur beban kerja, sedangkan metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN) digunakan untuk mengukur kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerjanya. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian deskriptif kualitatif yang pengelolaan datanya menggunakan studi penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional. Peneliti melakukan observasi work sampling pada 12 tenaga teknis kefarmasian (Asisten Apoteker) dan telaah dokumen, serta melakukan wawancara mendalam dengan 4 informan kunci, yaitu Kepala IFRS Bhayangkara Kendari, Apoteker Penanggungjawab Rawat Jalan, Rawat Inap dan Gudang Farmasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja tenaga teknis kefarmasian (Asisen Apoteker) di Instalasi Farmasi Bhayangkara Kendari berada dalam kategori beban kerja tinggi (80%), dengan nilai rasio dari activity and delay sampling yaitu 0,07, nilai performance sampling yaitu 92%, dan work measurement rata-rata tenaga teknis kefarmasian (Asisten Apoteker) bekerja 8 jam per hari, baik shift maupun non-shift. Kelebihan waktu kerja akan dihitung sebagai lembur. Berdasarkan hasil work sampling tersebut, kemudian dihitung kebutuhan tenaga kerja dengan metodeWISN, ternyata jumlah tenaga yang ada saat ini lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan, yaitu 12 tenaga teknis kefarmasian (Asisten Apoteker) dari jumlah kebutuhan yakni 18 orang tenaga teknis kefarmasian (Asisten Apoteker). Berdasarkan penelitian ini maka disarankan kepada Instalasi Farmasi untuk mengurangi beban kerja petugas dengan mempercepat proses perekrutan atau penambahan tenaga teknis kefarmasian. ABSTRACT Efforts to realize the demands of patients and the public related to quality pharmaceutical services are closely related to the quantity and quality of pharmaceutical personnel. Prescription service data in IFRS Bhayangkara Kendari in 2023 reached 7000 to 10,000 per month. This study analyzes the workload and the need for pharmacy personnel in the Pharmacy Installation of Bhayangkara Kendari Hospital. The Work Sampling method was used to measure workload, while the Workload Indicator Staffing Needs (WISN) method was used to measure staffing needs based on workload. This research is included in the type of descriptive qualitative research which data management uses descriptive quantitative research studies. This research is an observational descriptive research. Researchers conducted work sampling observations on 12 pharmacy technical personnel (Pharmacist Assistants) and document review, and conducted in-depth interviews with 4 key informants, namely the Head of IFRS Bhayangkara Kendari, Pharmacist in Charge of Outpatient, Inpatient and Pharmacy Warehouse. The results showed that the workload of pharmacy technicians (Assistant Pharmacists) at the Bhayangkara Kendari Pharmacy Installation was in the high workload category (80%), with a ratio value of activity and delay sampling of 0.07, a performance sampling value of 92%, and an average work measurement of pharmacy technicians (Assistant Pharmacists) working 8 hours per day, both shift and non-shift Excess work time will be counted as overtime. Based on the results of the work sampling, then calculated labor requirements with the WISN method, it turns out that the number of existing personnel is smaller than the needs, namely 12 pharmaceutical technical personnel (Pharmacist Assistants) from the number of needs, namely 18 pharmaceutical technical personnel (Pharmacist Assistants). Based on this research, it is recommended to the Pharmacy Installation to reduce the workload of officers by accelerating the recruitment process or adding pharmaceutical technical personnel.
ANALISIS FAKTOR RISIKO ERGONOMI DENGAN KEMUNGKINAN TIMBULNYA KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. III TAHUN 2024 Rudi Lataoso; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Jafriati
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.190

Abstract

ABSTRAK Ergonomi merupakan konsep penting untuk diterapkan dalam bidang pekerjaan khususnya di rumah sakit, sehingga dapat mencegah terjadinya keluhan musculoskeletal pada perawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor risiko ergonomi dengan keluhan MSDs pada perawat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April tahun 2024, dengan sampel sebanyak 82 perawat dan teknik sampling menggunakan purposive sampling dari data yang diambil dengan menggunakam kuesioner. Metode Penelitian yang digunakan adalah analisis deskiptif dengan rancangan cross sectional. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan hasil dengan uji rank spearman, terdapat hubungan antara variabel lama kerja, beban kerja dan postur kerja dengan keluhan MSDs, dimana nilai p-value < 0,05. Akan tetapi, tidak terdapat hubungan antara variabel IMT, masa kerja, dan aktivitas berulang dengan keluhan MSDs, dimana p-value > 0,05. Berdasarkan penelitian ini, maka disarankan kepada rumah sakit untuk menerapkan prinsip ergonomi untuk meminimalisir keluhan MSDs pada perawat demi menjaga kesehatan dan keselamatan kerja perawat. ABSTRACT Ergonomics is an important concept to be applied in the field of work, especially in hospitals, so as to prevent musculoskeletal complaints in nurses. The purpose of this study was to determine the relationship between ergonomic risk factors and MSDs complaints in nurses. This study was conducted in April 2024, with a sample of 82 nurses and sampling techniques using purposive sampling of data taken using a questionnaire. The research method used is descriptive analysis with cross sectional design. The results of the analysis showed that based on the results of the Spearman rank test, there was a relationship between the variables of work duration, workload and work posture with MSDs complaints, where the p-value <0.05. However, there is no relationship between the variables of BMI, work period, and repetitive activities with MSDs complaints, where the p-value> 0.05. Based on this study, it is recommended for hospitals to apply ergonomic principles to minimize MSDs complaints in nurses in order to maintain the health and safety of nurses.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA ANAK PANTI ASUHAN DI PALU Magfirah Al'Amri; Putri Yulandari R. Husain; Dewy Suriany
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.191

Abstract

ABSTRAK Depresi adalah gangguan emosional yang berat disertai dengan gejala seperti rasa sedih, murung, putus asa, tidak bersemangat, tidak bahagia, perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, serta adanya kemauan untuk bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) angka kejadian depresi (2) hubungan jenis kelamin dengan depresi (3) hubungan perilaku dengan depresi (4) hubungan lamanya tinggal dengan depresi. Penelitian ini dilakukan terhadap 80 responden di panti asuhan selama bulan mei-november 2014. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung pada responden. Analisis data menggunakan metode chi-square yang diolah menggunakan perangkat lunak SPSS versi 16,0. Hasil Menunjukkan: (1) Insidens depresi 63,8% dari 80 responden, (2). tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian depresi (P > 0,05), dan (3) terdapat hubungan antara perilaku dengan kejadian depresi pada anak (P < 0,05). (4) terdapat hubungan antara lamanya tinggal dengan kejadian depresi. ABSTRACT Depression is an emotional disorder accompanied by symptoms such as sadness, depression, unmotivated, unhappy, bad sleeping habit and appetite, then desire to commit suicide. This research aims to find out (1) the number of depression incident (2) correlation between gender and depression (3) relationship between behaviour and depression (4) relationship between length of stay and depression. This research conducted towards 80 respondents at orphanage during may-november 2014. Research design is cross sectional. Data collection carried out by direct interview. Data analysis using chi-square which processed by utilizing SPSS 16.0. Results indicated: (1) depression incident 63,8% from 80 respondents, (2) there is no relation between gender and depression (P< 0,05). (3) there is connection between behaviour and depression from children (P < 0,05). (4) there is connection between length of stay and depression.
ANALISIS HUBUNGAN RESPON TIME, KETERAMPILAN PERAWAT, DAN PROSEDUR PELAYANAN INSTALASI GAWAT DARURAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KENDARI Veriasari Rangga Massora; I Made Christian Binekada; Wa Ode Salma
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.193

Abstract

ABSTRAK Respon time merupakan kecepatan dalam penanganan pasien oleh perawat ≤ 5 menit saat tibanya pasien di unit gawat darurat. Respon time dengan penanganan kecepatan yang sudah berstandar dapat menjadi proses pelayanan yang baik di IGD, sehingga pasien dapat merasakan kepuasan dari pelayanan keperawatan. Selain itu, keterampilan perawat yang baik dan prosedur pelayanan yang mudah juga faktor yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien di IGD RS. Bhayangkara Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan respon time, keterampilan perawat dan prosedur pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di IGD RS. Bhayangkara Kendari. Desain penelitian menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan sampel pasien yang datang ke IGD RS. Bhayangkara Kendari sebanyak 367 responden. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi respon time perawat dan lembar kuesioner untuk menilai keterampilan perawat, prosedur pelayanan dan tingkat kepuasan pasien. Hasil penelitian menggunakan uji chi square diperoleh hasil nilai p-value < α = 0,05, menunjukkan bahwa ada hubungan antara respon time, keterampilan perawat, dan prosedur pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di IGD RS. Bhayangkara Kendari. Berdasarkan penelitian ini, maka disarankan kepada rumah sakit untuk lebih meningkatkan respon time, keterampilan perawat, dan prosedur pelayanan dalam melakukan tindakan pelayanan untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, sehingga tingkat kepuasan pasien menajdi lebih baik lagi. ABSTRACT Response time is the speed in handling patients by nurses within ≤ 5 minutes when the patient arrives at the Emergency Room (ER). Response time with standard speed handling can be a good service process in the ER so that the patients can feel satisfaction from nursing services. In addition, good nursing skills and easy service procedures are also factors related to the level of patient satisfaction in the ER at Bhayangkara Hospital Kendari. This study aimed to determine the relationship between response time, nursing skills, and service procedures toward the patient satisfaction level in the ER at Bhayangkara Hospital Kendari. The research design used a cross-sectional method. The sampling technique in this study used purposive sampling with a sample of 367 patients who came to the ER at Bhayangkara Hospital Kendari. The instruments used were nurse response time observation sheets and questionnaire sheets to assess nurse skills, service procedures, and patient satisfaction levels. The results of the study by using a chi-square test showed a p-value < α = 0.05, indicating that there was a relationship between response time, nurse skills, and service procedures toward the patient satisfaction level in the ER at Bhayangkara Hospital Kendari. Based on this study, it is recommended for hospitals to further improve response time, nursing skills, and service procedures in carrying out service actions to improve the quality of hospital services so that the level of patient satisfaction becomes even better.
Korelasi Penggunaan Smartphone Terhadap Perilaku Sexting Di MA "X" Bulukumba Arfiani; Siti Komariyah; Fitriani; Husnul Khatimah; Jusni; Yura Cahirun Nisa
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.194

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan survey World Health Organization sebanyak 1/5 penduduk di dunia adalah remaja berusia 10-19 tahun. Sedangkan di Indonesia, prosentase penduduk remaja berusia 10-19 tahun berjumlah sebesar 18% atau 43,5 juta. Namun Salah satu perkembangan revolusi industri 4.0 merupakan sebuah lompatan besar di sektor teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi yang cukup pesat sehingga munculnya smartphone diikuti permasalahan remaja yang sangat kompleks salah satunya sexting. Tujuan penelitian untuk untuk mengetahui korelasi penggunaan smartphone terhadap perilaku sexting pada remaja di MA “X” Bulukumba di masa pandemi. Jenis penelitian metode kuantitatif dengan Rancangan penelitian menggunakan desain koefision korelasi, Populasi dalam penelitian sebanyak 81, berdasarkan hasil kriteria untuk menentukan sampel yang akan diteliti meliputi kriteria inklusi maka sampel dalam penelitian ini adalah 35 responden. Berdasarkan penelitian, hasil penelitian bahwa dari 35 responden didapatkan penggunaan smartphone kategori negatif lebih banyak yaitu 65,7% di bandingkan dengan penggunaan smartphonekategori positif 34,3% sehingga berdampak pada perilaku remaja dimana terdapat 74,3% yang berperilaku sexting. Pada hasil penelitian didapatkan dari 35 responden yang berperilaku sexting lebih tinggi yaitu 26 (74,3%) responden. Pada hasil uji korelasi antara penggunaan smartphone terhadap perilaku sexting adalah berkorelasi sedang (r=0,539) dan hubungan tersebut secara statistik adalah ada hubungan yang signifikan (p=0,00). Dapat ditarik kesimpulan bahwa ada korelasi antara penggunaan smartphone terhadap perilaku sexting, walaupun hanya termasuk kategori berkorelasi sedang. ABSTRACT Based on a World Health Organization survey, 1/5 of the world's population are teenagers aged 10-19 years. Meanwhile in Indonesia, the percentage of the teenage population aged 10-19 years is 18% or 43.5 million. However, one of the developments in the industrial revolution 4.0 is a big leap in the information and communication technology sector. Technological developments are quite rapid so that the emergence of smartphones is followed by very complex teenage problems, one of which is sexting. The aim of the research is to determine the correlation between smartphone use and sexting behavior among teenagers at MA "X" Bulukumba during the pandemic. This type of research is a quantitative method with a research design using a correlation coefficient design. The population in the study was 81, based on the results of the criteria for determining the sample to be studied including inclusion criteria, the sample in this study was 35 respondents. Based on the research, the results showed that from 35 respondents it was found that the use of smartphones in the negative category was greater, namely 65.7%, compared to the use of smartphones in the positive category, 34.3%, thus having an impact on teenage behavior, where there were 74.3% who behaved in sexting. The research results showed that 35 respondents had higher sexting behavior, namely 26 (74.3%) respondents. In the test results, the correlation between smartphone use and sexting behavior is moderately correlated (r=0.539) and the relationship is statistically significant (p=0.00). It can be concluded that there is a correlation between smartphone use and sexting behavior, although it is only in the moderate correlation category.

Page 1 of 2 | Total Record : 20