cover
Contact Name
Nur Aliyyah Irsal
Contact Email
-
Phone
+6285758012912
Journal Mail Official
jp2ms@unib.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat FKIP Lt.2 Jl. Raya KandangLimun, Bengkulu 38171A
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 2581253X     DOI : 10.33369/jp2ms
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah (JP2MS) memuat hasil-hasil penelitian ilmiah terkait upaya peningkatan mutu pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar dan menengah
Articles 372 Documents
UPAYA MENINGKATKAN RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI SISWA MELALUI GUIDED DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Hariyanti, Firda; Lestari, Wahyu
JP2MS Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.7.1.83-94

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan selama kegiatan pra-penelitian yaitu rendahnya rasa ingin tahu siswa dan mempengaruhi prestasi siswa dalam pembelajaran matematika. Hasil angket rasa ingin tahu siswa berada pada kategori rendah dengan persentase 54% pada kegiatan pra-penelitian. Bahkan tidak ada satupun siswa pada kategori tinggi dan sangat tinggi. Sebagian besar siswa mendapatkan nilai pada tes awal matematika dibawah KKM. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan rasa ingin tahu dan prestasi siswa kelas VII SMP Islam MU Modung dalam pembelajaran matematika menggunakan model guided discovery learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model PTK yang dikembangkan oleh Kemis & McTagart. Ada empat tahapan penelitian yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan rasa ingin tahu siswa setelah penerapan 2 siklus.  Pada siklus I, rata-rata rasa ingin tahu siswa yang awalnya berada pada kategori rendah meningkat pada kategori sedang. Kemudian siklus II meningkat pada kategori tinggi dengan persentase 73%. Adapun prestasi belajar matematika siswa mengalami peningkatan nilai rata-rata pada setiap akhir siklus dibandingkan dengan data awal dan mencapai KKM sebanyak 76.92% di akhir siklus 2. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran guided discovery dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan rasa ingin tahu siswa pada pembelajaran matematika, sehingga secara otomatis meningkatkan prestasi matematika siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ARITMATIKA SOSIAL BERBASIS ANDROID (BRUNETTA) PADA KELAS VII SMPN 17 KOTA BENGKULU Siagian, Teddy Alfra; Azalia, Belinda; Rahmawati, Riski; Ferdaus, Ovan Muhammad; Lestary, Ratnah
JP2MS Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.7.1.118-131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepraktisan penggunaan aplikasi Brunetta dari data respon siswa dan guru berdasarkan media pembelajaran Aritmatika Sosial berbasis android yang telah dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Pemilihan subjek dilakukan dengan metode purposive random sampling. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMPN 17 Kota Bengkulu tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 30 peserta didik dan 6 orang guru bidang studi matematika. Penelitian ini menggunakan instrument berupa lembar wawancara untuk siswa dan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket tertulis dan google form dan alat yang digunakan adalah skala Linkert. Hasil penelitian menunjukkan respon siswa terhadap pengembangan media pembelajaran berbasis android pada materi Aritmatika Sosial diperoleh persentase nilai 1) dari aspek materi sebesar 87% kategori sangat baik; 2) aspek tampilan sebesar 87% kategori sangat baik; 3) aspek bahasa memperoleh persentase nilai 87% kategori sangat baik; dan 4) aspek isi aplikasi diperoleh presentase 84% kategori sangat baik. Adapun respon guru diperoleh persentase nilai 1) aspek tampilan 56% kategori cukup; 2) aspek materi sebesar 41% dalam kategori cukup; 3) aspek bahasa sebesar 85% kategori sangat baik; 4) aspek animasi memperoleh persentase nilai 86% dalam kategori sangat baik; 5) Aspek tata letak sebesar 85% kategori sangat baik. Oleh karena itu, disimpulkan kepraktisan penggunaan pengembangan media pembelajaran berbasis android dalam kategori cukup–sangat layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran materi Aritmatika Sosial. Kata kunci : Arimatika Sosial, Berbasis Android, Kepraktisan, Pengembangan, Respon Abstract This study aims to describe the practicality of using the Brunetta application from student and teacher response data based on the Android-based Social Arithmetic learning media that has been developed. This type of research is development research using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Subject selection was carried out by purposive random sampling method. The research subjects were class VII students of SMPN 17 Bengkulu City for the 2022/2023 academic year, totaling 30 students and 6 teachers in the field of mathematics studies. This study used an instrument in the form of interview sheets for students and teachers. The data collection technique uses a written questionnaire technique and google form and the tool used is the Linkert scale. The results showed that student responses to the development of android-based learning media in Social Arithmetic material obtained a percentage of 1) from the material aspect of 87% in the very good category; 2) the display aspect is 87% very good category; 3) the language aspect gets a percentage score of 87% in the very good category; and 4) the aspect of application content obtained a percentage of 84% in the very good category. As for the teacher's response, the percentage of values obtained was 1) display aspect 56% in the sufficient category; 2) the material aspect is 41% in the sufficient category; 3) the language aspect is 85% very good category; 4) the animation aspect gets a score of 86% in the very good category; 5) The layout aspect is 85% very good category. Therefore, it is concluded that the practicality of using the development of Android-based learning media is in the category of quite-very suitable for use in learning activities on Social Arithmetic material. Keywords: Social Arithmetic ,Android Based, Practicality, Development, Response
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA SOAL BERBASIS LITERASI NUMERASI Rukman , Nia Kurniaty; Zulfikar, Ryan Nizar
JP2MS Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.7.1.106-117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah matematrika pada soal berbasis literasi numerasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan subyek peneltiian ini adalah siswa kelas VIII MTs Nurul Iman. Untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara triangulasi sumber dari ke tiga sumber diatas. Teknik analisis datanya dilakukan dengan Reduksi data dilakukan untuk menyeleksi data yang hanya diperlukan untuk analisis data agar lebih mudah, penyajian data meliputi pengklasifikasian dan identifikasi data yaitu menuliskan data yang terorganisir dan terkategori, kemudian peneliti mencoba untuk menarik kesimpulan berdasarkan tema dengan tujuan untuk menemukan makna dari data yang telah dikumpulkan. Berdasarkan  hasil  temuan  penelitian  yang  diperoleh,  dapat  disimpulkan  bahwa  (1)  Siswa berkemampuan  matematika  tinggi  dapat  memenuhi  empat  indikator  kemampuan  berpikir  kritis dalam   memecahkan   masalah soal berbasis literasi numerasi,   yaitu   mampu   merumuskan   pokok-pokok   permasalahan   dan mengungkapkan   fakta   yang   ada,   mampu   mendeteksi   bias   dan   menentukan   konsep   untuk menyelesaikan soal, mampu mengerjakan soal sesuai rencana, mampu memeriksa kembali jawaban, menggunakan  cara  lain,  dan  menarik  kesimpulan.  (2)  Siswa  berkemampuan  matematika  sedang dapat  memenuhi  2  indikator  kemampuan  berpikir  kritis  dalam  memecahkan  masalah soal berbasis literasi numerasi,  yaitu mampu  merumuskan  pokok-pokok  permasalahan  dan  mengungkapkan  fakta  yang  ada,  mampu menyelesaikan  soal  dan mampu  mengerjakan  soal sesuai   rencana.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA MENGGUNAKAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) PADA MATERI TURUNAN DI SMA NEGERI 1 MUARA BATU Nuraina, Nuraina; Rohantizani, Rohantizani
JP2MS Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.7.1.95-105

Abstract

Hasil studi pendahulian ditemukan bahwa masih rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh konsep awal yang dimiliki siswa belum diketahui kebenarannya. Pada saat mengerjakan soal, siswa masih kebingungan dalam menentukan konsep turunan. Hasil belajar yang rendah merupakan salah satu ciri atau dampak dari miskonsepsi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana miskonsepsi yang dialami siswa dan apa saja faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi tersebut khususnya pada materi turunan di SMA Negeri 1 Muara Batu. Miskonsepsi ini diidentifikasi dengan menggunakan tes yang memiliki indikator kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang dilengkapi dengan Certainty of Response Index (CRI). Melalui metode Certainty of Response Index (CRI) akan menunjukkan tingkat keyakinan siswa pada jawaban soal yang diberikan dan selanjutnya dianalisis guna memperoleh gambaran secara rinci mengenai miskonsepsi yang terjadi pada siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang dipilih merupakan siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 SMA Negeri 1 Muara Batu berjumlah 7 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh jumlah miskonsepsi yang terjadi pada siswa sebesar 33,44%, sedangkan jumlah siswa yang tidak paham konsep sebesar 65,27%. Jumlah siswa yang tidak paham konsep lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengalami miskonsepsi dan paham konsep. Faktor-faktor penyebab terjadinya miskonsepsi yaitu pemikiran asosiatif siswa, reasoning yang tidak lengkap, minat belajar siswa, dan metode mengajar guru.
PROFIL KOGNITIF MAHASISWA FKIP UNIVED TENTANG KONSEP DASAR LIMIT DITINJAU BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO PLUS Selviani, Diah; Qurniati , Nofi; Maryaningsih
JP2MS Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.7.1.132-139

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil kognitif Mahasiswa FKIP Universitas Dehasen tentang konsep dasar konsep dasar limit ditinjau berdasarkan taksonomi SOLO PLUS. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 38 orang Mahasiswa FKIP Universitas Dehasen Bengkulu. Objek penelitian adalah level taksonomi SOLO PLUS. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis dekomposisi genetik. Setelah dilakukan analisis diperoleh kesimpulan: Mahasiswa pada level Prestruktural tidak memahami pertanyaan pada soal. Mahasiswa pada level Unistruktural hanya mampu menggunakan satu penggal informasi. Mahasiswa level Multistruktural telah berhasil menggunakan informasi dan menggunakannya untuk menyelesaikan tugas. Mahasiswa pada level Semi Relasional sudah mampu menjelaskan hubungan antar informasi tersebut. Mahasiswa pada level Relasional telah berhasil menemukan lebih dari satu informasi dalam bentuk soal limit yang diberikan. Mahasiswa pada level Abstrak telah dapat menjelaskan dengan lengkap. Mahasiswa pada level Abstrak telah dapat menjelaskan dengan lengkap. Mahasiswa pada level Extended Abstrak dapat menjelaskan dengan lengkap dan meyakinkan tentang jawaban mereka untuk poin keempat yang menuntut mereka menjelaskan dengan mengintegrasikan semua informasi yang ada pada soal dan pengetahuan mereka tentang konsep dasar limit.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PROBLEM BASED LEARNING DAN GUIDED DISCOVERY LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Stiadi, Elwan; Lutfi, Ahmad; Sari, Alfizah Ayu Indria
JP2MS Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.7.1.140-147

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 20 kota Bengkulu di kelas VIII tahun ajaran 2021/2022. Dari populasi kelas VIII tersebut diambil secara acak dua kelompok eksperimen, kemudian dilakukan uji normalitas dan homogenitasnya, sehingga didapat sampel kelas VIII D sebanyak 31 siswa yang diberi perlakuan dengan model PBL dan VIII F sebanyak 30 siswa yang diberi perlakuan dengan model GDL. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini ada dua, yaitu analisis data deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan data kemampuan pemecahan masalah siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data inferensial digunakan untuk mengetahui perbedaan keefektifan model pembelajaran dengan PBL dan GDL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menggunakan uji t dua rata-rata sampel bebas yang membandingkan rataan dua sampel berbeda. Hasil penelitian ini adalah rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan model PBL sama dengan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan model GDL.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIKA DAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA SMA NEGERI 2 KOTA BENGKULU Prameswari, Etika; Zamzaili, Zamzaili; Hanifah, Hanifah; Celvia , Insulnde J
JP2MS Vol 7 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.7.2.237-246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran treffinger terhadap kemampuan pemahaman matematika dan kemampuan berfikir kritis siswa SMA Negeri 2 kota bengkulu pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto yang bersifat kausalitas dengan sampel penelitian sebanyak 36 siswa dari kelas X MIPA H SMA Negeri 2 Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2022/2023. Dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen tes. Untuk analisis data instrumen tes menggunakan uji Manova. Hasil penelitian ini adalah berdasarkan uji dari keempat prosedur untuk pengujian secara multivariat menunjukan angka 0,000 < 0,05 maka terdapat pengaruh yang signifikan pada pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran treffinger terhadap kemampuan pemahaman matematika dan kemampuan berfikir kritis matematika.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DI SMPN 1 LEBONG Safitriyanti, Dona Eka
JP2MS Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.7.1.148-158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik kelas VIII4 SMP Negeri 1 Lebong melalui model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subyek yang menerima tindakan adalah peserta didik kelas  VIII SMP Negeri 1 Lebong sebanyak 25 peserta didik. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar pada muatan pembelajaran matematika. Terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar matematika peserta didik pada siklus satu, namun peningkatan tersebut belum mencapai indikator keberhasilan penelitian sehingga tindakan dilanjutkan di siklus 2. Pada siklus 2, terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar matematika peserta didik dan sudah memenuhi indikator  keberhasilan penelitian. Hal ini dapat dilihat pada persentase ketuntasan belajar klasikal yang semula pada siklus I mencapai 68% (17 peserta didik tuntas) menjadi 84% pada siklus II (21 peserta didik tuntas). Simpulan, model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik kelas VIII4 SMP Negeri 1 Lebong.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERBASIS HOTS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA Nur Malasari, Putri; Noor Taufiqiyah , Lilis
JP2MS Vol 7 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.7.2.257-271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis berbasis High Order Thinking Skill (HOTS) ditinjau dari gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. Analisis kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan indikator menurut Utari Sumarmo yang diantaranya yaitu:1) Mengidentifikasi informasi dalam soal, 2) Mengidentifikasi strategi dan menyusun model matematika, 3) Menerapkan strategi disertai alasan, 4) Memeriksa.kebenaran solusi, 5) Menggambarkan atau menjelaskan.hasil pemecahan masalah. Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan berbagai teknik diantaranya yakni tes tertulis, angket dan wawancara. Subjek dalam penelitian yakni siswa kelasVIII MTs Negeri 4 Rembang yang berjumlah 3 siswa yang dipilih dengan metode snowball sampling dan purposive sampling dari 32 sample.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan pemecahan masalah kategori tingg. Hal itu dapat dibuktikan bahwa siswa mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan pemecahan masalah pada soal kategori menganalisis, dan mencipta. Subjek gaya belajar Auditorial memiliki kemampuan pemecahan masalah kategori sedang, Hal itu terbukti bahwa siswa mampu memenuhi semua  indikator kemampuan pemecahan pada kategori menganalisis dan beberapa indikator kemampuan pemecahan masalah pada soal kategori mengevaluasi dan mencipta.Subjek dengan gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan pemecahan masalah kategori rendah, siswa belum mampu memecahkan permasalahan matematik pada kategori menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PECAHAN KELAS II SEKOLAH DASAR Halimah, Nina Nur; Riyadi, Arie Rakhmat
JP2MS Vol 7 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.7.2.200-208

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik dalam menyelesaikan operasi hitung pecahan. Peneliti menemukan salah satu alternatif pemecahan masalah melalui penerapan model Problem Based Learning pada pembelajaran yang diasumsikan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Perencanaan pembelajaran dengan menerapkan model Problem Based Learning; 2) Pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model Problem Based Learning; 3) Peningkatan hasil belajar model Problem Based Learning. Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan MC Taggart sebanyak 3 siklus digunakan untuk mendapatkan data penelitian di SD yang berada di Kecamatan Coblong Kota Bandung. Aktivitas peserta didik meningkat disetiap siklusnya yaitu peserta didik lebih memahami tahap menyelesaikan operasi hitung pecahan dan lebih percaya diri dalam mengkomunikasikan hasil diskusi. Hasil belajar siswa pada siklus I mencapai nilai rata-rata kelas 80,21. Siklus II mencapai nilai rata-rata kelas 88,95. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem based learning pada materi operasi hitung pecahan dapat meningkatkan hasil belajar siswa .