cover
Contact Name
Nur Aliyyah Irsal
Contact Email
-
Phone
+6285758012912
Journal Mail Official
jp2ms@unib.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat FKIP Lt.2 Jl. Raya KandangLimun, Bengkulu 38171A
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 2581253X     DOI : 10.33369/jp2ms
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah (JP2MS) memuat hasil-hasil penelitian ilmiah terkait upaya peningkatan mutu pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar dan menengah
Articles 372 Documents
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BARISAN DAN DERET ARITMETIKA DI SMA PEKANBARU Khairunnisa, Salma; Hasanuddin, Hasanuddin
JP2MS Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.3.318-328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan Model Pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Barisan dan Deret Aritmetika di SMA Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan 21 siswa kelas XI. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (soal uraian), observasi partisipatif, dan wawancara mendalam dengan guru dan siswa. Hasil penelitian secara kuantitatif menunjukkan bahwa penerapan PBL terbukti mampu meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa. Peningkatan ini didukung data perolehan nilai siswa, di mana 12 dari 21 siswa (57,14%) mencapai ketuntasan belajar (lulus). Secara kualitatif, model PBL berhasil menciptakan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual, terbukti dari respon positif guru dan siswa yang menyatakan bahwa PBL merangsang pemahaman mendalam, kemampuan berpikir kritis, dan kolaborasi dalam memecahkan masalah nyata. Simpulannya, model PBL direkomendasikan sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi matematika yang bersifat konseptual dan aplikatif.
Analisis Penerapan Model PjBL Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Tunagrahita SLB Purwosari Fazriani, Hesty Nur; Alfarisi, Muhammad Suni Robi Salman; Ruby, Arcivid Chorynia
JP2MS Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.2.284-291

Abstract

Siswa tunagrahita sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika karena sifatnya yang abstrak dan membutuhkan proses berpikir terstruktur. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis mereka, padahal keterampilan tersebut penting untuk menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Salah satu alternatif strategi pembelajaran yang dapat menjembatani keterbatasan tersebut adalah model Project Based Learning (PjBL), yang menekankan keterlibatan aktif siswa melalui kegiatan nyata dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model Project Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa tunagrahita. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang siswa tunagrahita kelas VIII di SLB Purwosari, yang dipilih berdasarkan kemampuan dasar matematika dan karakteristik kebutuhan khusus yang dimilikinya. Penelitian dilaksanakan di SLB Purwosari selama 10 kali pertemuan dengan durasi 30 menit setiap pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dengan guru kelas, serta analisis dokumentasi hasil kerja siswa selama pembelajaran. Instrumen penelitian mencakup panduan observasi, panduan wawancara, dan lembar tugas proyek matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning memberikan dampak positif terhadap partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran matematika. Siswa mengalami perkembangan dalam kemampuan mengidentifikasi masalah, menyusun solusi sederhana, dan menyelesaikan proyek yang relevan dengan materi secara lebih mandiri dan terstruktur. Observasi juga memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis proyek membantu siswa tunagrahita memahami konsep matematika secara nyata melalui kegiatan yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN 3CM (COOL-CRITICAL-CREATIVE-MEANINGFUL): SEBUAH STUDI EKSPERIMEN Aseha, Putri; Nurdin, Erdawati
JP2MS Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.3.309-317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam pembelajaran 3CM (cool-critical-creative-meaningful). Metode penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan nonequivalent posttest-only control group design. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Darul Qur’an Kariman dengan sampel kelas VIIIA sebagai kelompok kontrol dan kelas VIIIB sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah masing-masing 20 siswa. Sampel pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik sampling jenuh.   Data dikumpulkan melalui observasi dan tes (posttest) yang dikembangkan berdasarkan indikator berpikir kreatif matematis: kelancaran (fluency), keluwesan (flexsibility), keaslian (originality) dan keterincian (elabotarion). Hasil penelitian dan analisis data menggunakan uji-t menunjukkan bahwa skor kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang mengikuti pembelajaran 3CM memperoleh skor yang lebih tinggi secara signifikan dibanding pembelajaran konvensional pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pembelajaran yang menyenangkan, reflektif dan menantang seperti 3CM mampu merangsang kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Model pembelajaran 3CM ini dapat menjadi alternatif pembelajaran matematika di tingkat SMP/MTs.
Analisis Kemampuan Numerasi Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Munawaroh, Reza Nurfadila; Yudi Purwoko, Riawan; Nurhidayai, Nurhidayai
JP2MS Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.2.292-299

Abstract

Pendidikan di Indonesia terus beradaptasi melalui perubahan kurikulum, seperti Kurikulum Merdeka, yang menekankan kemampuan numerasi sebagai kunci penalaran siswa. Kemampuan numerasi, yang esensial untuk memecahkan masalah sehari-hari dan berpikir kritis, masih menjadi tantangan di Indonesia, terbukti dari skor PISA yang rendah. Kondisi ini mendorong penerapan Asesmen Nasional, termasuk Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi numerasi. Pentingnya kemandirian belajar juga disoroti, karena siswa yang mandiri cenderung memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik. Observasi di SD Negeri Kledungkradenan menunjukkan banyak siswa kesulitan dalam numerasi dan kurang mandiri, sering bergantung pada guru atau teman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kemampuan numerasi dan kemandirian belajar siswa di sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan numerasi ditinjau dari kemandirian belajar siswa di kelas V Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Kledungkradenan yang berjumlah enam belas anak dan pemilihan subjek menggunakan Teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, tes, catatan lapangan, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan data menggunakan perpanjang pengamatan, triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data yang digunakan mengacu pada Miles dan Huberman yaitu 1) pengumpulan data; 2) reduksi data; 3) penyajian data: 4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa memiliki kemampuan numerasi dan kemandirian yang bervariasi yaitu tinggi, sedang dan rendah. Kemampuan numerasi siswa berkaitaan erat dengan kemampuan memecahan masalah. Siswa dengan kemandirian belajar tinggi menunjukan kemampuan yang lebih baik dalam menyelesaikan permasalahan. Sebaliknya, siswa dengan kemandirian rendah cenderung kesulitan dalam memecahkan permasalahan. Kemandirian belajar berperan penting dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa, terutama dalam konteks pemecahan masalah yang kontektual.
Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning (PBL)Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Dari Aspek Adversity Quotient Siswa Supri, Caesari Qanita; Fitraini, Depi
JP2MS Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.3.300-308

Abstract

Permasalahan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis di Indonesia menuntut adanya inovasi pembelajaran yang efektif dan mempertimbangkan faktor non-kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari aspek Adversity Quotient (AQ). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen faktorial. Populasi penelitian terdiri dari kelas X di SMAN 12 Pekanbaru. Sampel dipilih melalui teknik cluster random sampling, yaitu X.2 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan dengan model PBL dan X.4 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket Adversity Quotient. Analisis data menggunakan uji anova dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang belajar dengan model PBL dan yang belajar secara konvensional; (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan tingkat Adversity Quotient tinggi, sedang, dan rendah dan (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan Adversity Quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Dengan demikian, penerapan model PBL dan pemahaman tentang AQ siswa dapat menjadi pertimbangan penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE LEVEL OF METACOGNITIVE SKILLS AND THE LEVEL OF PERFORMANCE IN SOLVING MATHEMATICAL PROBLEMS AMONG FORM FOUR STUDENTS Roslan, Mohamad Amir Farhan; Adenan, Nur Hamiza; Tho, Siew Wei; Zeng, Zhaofeng
JP2MS Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.3.352-364

Abstract

This study aims to identify the relationship between the level of metacognitive skills and the performance of form four students in solving mathematical problems at Sekolah Menengah Kebangsaan Keratong, Bandar Tun Razak, Pahang. This correlational study involves 33 students from three classes selected as the study sample using convenience sampling techniques. Data were collected through questionnaires and a mathematical problem-solving test, then analyzed using descriptive and Pearson correlation statistical methods. The instruments used demonstrated a high level of validity, with a Content Validity Index (CVI) of 1.00 as assessed by four experts. Additionally, a pilot study showed that the instruments had high reliability, as evidenced by Cronbach’s Alpha value of 0.89. The analysis revealed that students' overall metacognitive skill levels were high (M = 2.99, SD = 0.67). However, students' performance in solving mathematical problems was very low, with an average score of 34.47%. The findings also indicated a moderate and significant relationship between students’ metacognitive skill levels and their performance in solving mathematical problems (r = 0.43, p < 0.05). In conclusion, students with higher metacognitive skills tend to perform better in solving mathematical problems. The study highlights the need to incorporate metacognitive elements comprehensively into the mathematics curriculum to improve student performance, particularly in Mathematics.
FORMATIVE FEEDBACK IN MATHEMATICS EDUCATION: A SYSTEMATIC REVIEW OF RESEARCH INSTRUMENTS AND LEARNING OUTCOMES Mohd Zaini, Nur Farhanah Mardhiah; Mohamed, Nurul Akmal; Norddin, Nur Idalisa; Mohamed, Nurul Huda; Mohamed, Nurul Farihan
JP2MS Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.3.365-380

Abstract

Formative feedback is an important aspect in mathematics teaching since it helps students to build mathematical thinking, enhance conceptual knowledge, and work toward better learning results. Although it is crucial, a consensus on the most effective feedback practices and research instruments to be used in the mathematics setting is limited. Numerous research studies implement various tools without a clear reference to mathematical capabilities, which leads to inappropriate research results and difficulties in the classroom. The research was based on a systematic literature review (SLR) to investigate the current application of different research instruments to measure formative feedback in mathematics education and its effect on student learning outcomes. Using ProQuest, Scopus, and EBSCOhost as the sources of data collection on the guidance of PRISMA protocols, key search words that were used were formative feedback and mathematics learning outcomes. The number of selected articles was 21, which was analyzed with the help of thematic and descriptive approaches. The review found six broad types of tools to provide formative feedback, namely, student feedback tools, gamification frameworks, structured frameworks, classroom artifacts, digital tools, and observation protocols. Student feedback tools and digital tools were most used among them as they also indicate a transition to interactive and personalized learning environments. These tools were often associated with six major learning outcomes, such as conceptual understanding, engagement, self-regulation, critical thinking, emotional responses, and motivation, with conceptual understanding and engagement being the most affected. Overall, the results suggest that formative feedback is an essential tool in improving mathematics learning yet also indicates the gap in the correspondence between the instruments of feedback and the specific mathematical skills. The study requires additional research to determine better links and create more productive and evidence-based feedback practices.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Memfasilitasi Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Peserta Didik SMP/MTs Ferdiyanti, Ferdiyanti; Muhandaz, Ramon
JP2MS Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.3.381-390

Abstract

Rendahnya performa peserta didik pada asesmen nasional maupun internasional menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis masih perlu ditingkatkan melalui perangkat pembelajaran yang tepat. Sejalan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Project-Based Learning (PjBL) guna memfasilitasi kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik SMP/MTs. Pengembangan perangkat dilakukan melalui desain penelitian Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian terdiri atas peserta didik kelas VII.2 dan VII.3 SMP Al-Faruqi serta dua kelompok validator yang mencakup ahli materi dan ahli teknologi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria Sangat Valid dengan nilai indeks validitas 0,82, serta tergolong Sangat Praktis berdasarkan hasil uji coba, yaitu 89% pada kelompok kecil dan 91% pada kelompok besar. Selain itu, perangkat ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis, ditunjukkan oleh perbedaan signifikan antara rerata nilai posttest kelompok eksperimen (71,79) dan kelompok kontrol (54,28). Dengan demikian, perangkat pembelajaran berbasis PjBL yang dikembangkan layak digunakan untuk mendukung pembelajaran matematika selaras dengan Kurikulum Merdeka.
MEDIA INTERAKTIF DIGITAL SMART APPS CREATOR SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN FRACTION SKILL SISWA PADA KELAS IV: Indonesia Arifah, Saqilla; Mailani, Elvi; Br Ginting, Greace Naomi; Malau, Jhon Daniel Anselino; Nazli, Aqillah; Meilani, Ester
JP2MS Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.3.329-340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran interaktif digital berbasis Smart Apps Creator (SAC) dalam meningkatkan keterampilan pecahan peserta didik kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental, yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelas IV A sebagai kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan media SAC, dan kelas IV B sebagai kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Sebelum diimplementasikan pada kelompok eksperimen, media pembelajaran terlebih dahulu melalui proses validasi oleh para ahli guna memastikan kelayakan dan kesesuaiannya dengan kebutuhan instruksional. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan nilai N-Gain sebesar 0,79 yang tergolong kategori tinggi, sedangkan kelompok kontrol memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,68. Hasil uji-t mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (p < 0,001). Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Smart Apps Creator efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep pecahan serta berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Analisis Bibliometrik: Tren Penelitian Etnomatematika dalam Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Dwi Agustin, Bella; Efrida Muchlis, Effie; Maizora, Syafdi; Anggraeni Tri Astuti, Dian
JP2MS Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.3.391-407

Abstract

Studi ini menganalisis keterkaitan antara etnomatematika dan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui pendekatan bibliometrik terhadap publikasi dalam rentang 2015 hingga 2025. Data didapatkan dari Google Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan kata kunci “Ethnomathematic” serta “Ethnomathematics” dan “Problem Solving Ability”, sehingga terkumpul 1966 artikel yang dianalisis menggunakan VOSviewer dan menghasilkan 111 item dalam enam kluster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi meningkat tajam sejak 2019 dan mencapai puncak pada 2023–2024. Fokus penelitian mengalami pergeseran dari studi deskriptif-eksploratif pada periode awal menuju penerapan praktis dalam pembelajaran pada tahun-tahun berikutnya. Meski demikian, hubungan antara kluster eksplorasi budaya dan kemampuan pemecahan masalah masih lemah, menandakan adanya kesenjangan antara kajian teoritis dan praktik di kelas. Celah penelitian masih terbuka pada integrasi teknologi digital (seperti e-module dan virtual reality), pengembangan instrumen asesmen autentik, serta penerapan dalam literasi numerasi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberi gambaran perkembangan etnomatematika sekaligus arah untuk penelitian berikutnya.